You are on page 1of 6

Pelaksanaan layanan penguasaan konten

Sebagaimana layanan yang lain, pelaksanaan layanan penguasaan konten juga melalui
tahap-tahap sebagai berikut: pertama,perencanaan yang mencakup:
a) Menetapkan subjek (siswa) yang akan dilayani (menjadi peserta layanan).
b) Menetapkan dan menyiapkan konten yang akan dipelajari secara rinci.
c) Menetapkan proses dan langkah-langkah layanan.
d) Menetapkan dan menyiapkan fasilitas layanan, termasuk media dengan perangkat kerras dan
lunaknya.
e) Menyiapkan kelengkapan administrasinya.
Kedua, pelaksanaan yang mencakup:
a) Melaksanakan kegiagatan layanan melalui pengorganisasian proses pembelajaran
penguasaan konten.
b) Mengimplementasikan high toouch dan high tech dalam proses pembelajaran.
Ketiga, evaluasi yang mencakup kegiatan:
a) Menetapkan materi evaluasi
b) Menetapkan prosedur evaluasi
c) Menetapkan instrumen evaluasi
d) Mengolah aplikasi instrumen.
Evaluai atau penilaian diatas terhadap layanan penguasaan konten dengan tahapan
kegiatan diatas, dapat dilakukan melaluli tiga cara yaitu: (a). Evaluasi atau penilaian segera
yang dilakukan segera menjelang diakhirinya setiap kegiatan layanan. (b). evaluasi atau
penilaian jangka pendek: yang dilaksanakan beberapa waktu setelah kegiatan layanan
berakhir. (c). evaluasi atau penilaian jangka panjang yang dilaksanakan setelah
semuaprogram layanan selesai dilaksanakan.
Kelima, ananlisis hasil evakuasi yang mencakup: (a) menetapkan standar evaluasi.
(b). melakukan analisis. (c). menafsirkan hasil evaluasi.
Keenam, tindak lanjut yang mencakup: (a) menetapkan jenis dan arah tindak lanjut.
(b) mengkomunikasikan rencana tindak lanjut kepada siswa dan pihak-pihak yang terkait,
dan (c) melaksanakan rencana tondak lanjut.
Ketujuh, laporan yang mencakup: (a) menyusun laporan pelaksanaan penguasaan
konten, (b) menyampaikan laporan kepada pihak-pihak terkait (khususnya kepala sekolah
atau madrasah) sebagai penanggung jawab utama layanan bimbingan dan konseling disekolah
atau madrasah, dan (c) mendokumentasikan layanan.

Mengimplementasikan high-touch dan high-tech dalam proses pembelajaran 3. Menetapkan prosedur evaluasi c. Melaksanakan rencana tindak lanjut . Menetapkan dan menyiapkan konten yang akan dipelajari secara rinci dan karya c. Menetapkan subjek atau peserta layanan b. Menetapkan materi evaluasi b. Menetapkan norma / standar evaluasi b.OPERASIONALISASI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN 28 APRIL 2013 | GUIDANCE AND COUNSELING SISTEMATIKA OPERASIONALISASI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN 1. Menetapkan dan menyiapkan fasilitas layanan. Melaksanakan kegiatan layanan melalui pengorganisasian proses pembelajaran penguasaan konten. Analisis hasil evaluasi a. Evaluasi a. Tindak lanjut a. Mengaplikasikan instrumen evaluasi e. Menetapkan proses dan langkah-langkah layanan d. Mengolah hasil aplikasi instrumen 4. Pelaksanaan a. Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut b. termasuk media dengan perangkat keras dan lemahnya e. b. Melakukan analisis c. Mengkomunikasikan rencana tindak lanjut kepada peserta layanan dan pihak-pihak terkait c. Perencanaan a. Menyusun instrumen evaluasi d. Menyiapkan kelengkapan administrasi 2. Menafsirkan hasil evaluasi 5.

Layanan ini dilakukan di dalam ruang kelas dengan format bimbingan klasikal menggunakan media laptop dan LCD e. Mendokumentasikan laporan layanan OPERASIONALISASI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN TATA TERTIB SEKOLAH 1. Peserta layanan : siswa baru kelas X SMA N 2 Bandar Lampung b. c. konselor menunjukkan bahwa ia benar-benar menguasai konten tersebut. b. Laporan a.6. agar siswa segan dan mau mendengarkan penjelasannya. konten yang akan disampaikan adalah tata tertib sekolah. Menyusun laporan pelaksanaan layanan PKO b. setelah itu melakukan tanya jawab seputar peraturan sekolah d. konselor harus lebih dahulu mengetahui tentang konten tersebut. Konselor membuka beberapa sesi tanya jawab dengan siswa agar terjadi interaksi dan peraturan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik oleh siswa. Konselor membagikan duplikat tata tertib tersebut kepada siswa agar siswa lebih memahami tentang tata tertib sekolah beserta sanksi yang dikenakan jika terjadi pelanggaran. Sebelum konselor menyampaikan konten kepada siswa. Pelaksanaan a. • Memberikan konten dengan sabar dan lembut agar siswa mampu menangkap penjelasan konselor. • Konselor harus memberikan contoh yang baik kepada siswanya. 2. misalnya . High-touch • Konselor harus menunjukkan kewibawaannya atau dengan kata lain. dengan cara mematuhi tata tertib sekolah yang berlaku untuk dewan guru. Konselor menyiapkan duplikat tata tertib sekolah untuk dibagikan kepada tiap siswa agar siswa lebih mudah memahaminya. Perencanaan a. Untuk itu. konselor menyiapkan materi tentang tata tertib secara terperinci beserta sanksinya. Menyampaikan laporan pada pihak terkait c. Konselor memberikan penjelasan tentang tata tertib sekolah kepada seluruh siswa baru kelas X. Konselor menjelaskan tentang peraturan apa saja yang boleh dilakukan dan yang melanggar atusan sekolah. Pada kesempatan ini.

tetapi bertujuan agar siswa tersebut jera dan tidak akan mengulanginya lagi. maka konselor menanyakan. Jika siswa yang melanggar meminta untuk push up. berpakaian rapih. maka konselor dapat memberikan tindakan terhadap siswa tersebut. Prosedur evaluasi • Melakukan kegiatan layanan • Pengisian angket • Pengamatan hasil kerja c. Jika demikian. dll. maka tidak akan ada rasa keterpakasaan antara duabelah pihak. (terlambat datang ke sekolah. sanksinya tidak mengikuti kegiatan belajar) • Jika konselor menemukan siswa yang sudah melanggar peraturan. hukuman apa yang pantas ia terima. Tindakan itu bukan bermaksud untuk menghukum. Instrumen Evaluasi ANGKET PEMAHAMAN PESERTA LAYANAN DALAM KEGIATAN DI DALAM KELAS . Konselor dapat memberikan contoh pelanggaran dan bentuk sanksinya. siswa tersebut mampu melakukannya hingga hitungan berapa. Dan siswa akan menyadari bahwa yang ia lakukan tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Materi evaluasi • Pemahaman siswa terhadap tata tertib sekolah • Keaktifan siswa dalam kegiatan layanan • Program kegiatan b. High-tech • Konselor harus menguasai konten layanan • Konselor memiliki metode pembelajaran yang sitematis agar lebih praktis • Konselor dapat menggunakan alat bantu layanan dengan baik dan benar • Konselor harus mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang nyaman dan kondusif • Konselor membuat penilaian dari hasil pembelajaran 3. Contoh tindakannya adalah : konselor menanyakan kepada siswa yang melanggar. Evaluasi a.tidak datang terlambat. • Konselor harus mampu meyakinkan kepada siswa bahwa peraturan itu memiliki sanksi yang cukup berat jika tidak dipatuhi.

Hasi dari pengaplikasian instrumen yang berupa angket di kumpulkan kembali kepada guru pembimbing untuk dianalisis. d. 4. sesuai dengan tingkat kesesuaian di bawah ini dengan diri anda. Saya selalu bertanya kepada guru pembimbing jika ada kesulitan. Kegiatan ini perlu di adakan setiap tahunnya. dan STS (Sangat Tidak Sesuai). Saya sudah puas dengan penjelasan guru pembimbing dan tidak ragu untuk bertindak. Guru pembimbing telah membantu saya memahami tata tertib sekolah beserta sanksinya. 6. Konselor membagikan angket kepada peserta layanan. 8. Standar analisis : • Pensekoran Jika dijawab SS (Sangat Sesuai) skor 5 Jika dijawab S (Sesuai) skor 4 Jika dijawab KS (Kurang Sesuai) skor 3 Jika dijawab TS (Tidak Sesuai) skor 2 Jika dijawab STS (Sangat Tidak Sesuai) skor 1 Skor max : 40 Skor min : 8 • Konselor membuat standart persentase agar dapat mengetahui keefektifan kegiatan layanan. Program kegiatan ini sangat bagus dan menyenangkan. 3. 4. TS (Tidak Sesuai). Informasi yang diberikan guru pembimbing begitu besar manfaatnya bagi saya dalam mematuhi tata tertib sekolah 2. NO PERNYATAAN Alternatif Jawaban SS S KS TS STS 1. KS (Kurang Sesuai).• Petunjuk : berilah tanda silang (X) pada huruf SS (Sangat Sesuai). 5. Saya selalu mendengarkan penjelasan guru pembimbing. S (Sesuai). 80 % – 100 % = Sangat baik 60 % – 79 % = Baik 40 % – 59 % = Cukup . Analisis hasil evaluasi a. e. 7. Guru pembimbing memberikan informasi dengan tepat sehingga saya mudah memahaminya.

20 % – 39 % = Kurang 0 % – 19 % = Sangat Kurang b. Konselor mengkomunikasikan kegiatan dengan Kepala Sekolah wakil kesiswaan agar pada tahun berikutnya kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik dan variatif. 5. b. 6. jadi = = 30 Koefisien = x 100% dengan = rata-rata hitung SMi = Skor Maksimal Ideal Jadi koefisiennya = x 100% = 75 % c. terkumpul jumlah skor 1200. dan mendokumentasikannya sebagai arsip pribadi. c. Dari hasil analisis. Rata rata skor siswa : Keterangan = angka rata-rata nilai = jumlah skor N = Jumlah Responden Mencari rata-rata nilai Diketahui : = 1200 N = 40 . ternyata kegiatan ini 75 % berhasil. Melakukan kegiatan serupa di tahun yang akan datang. Kegiatan ini bagus untuk dilaksanakan tiap tahunnya agar siswa baru mengenal ekstrakulikuler sekolah. dan mendapat tanggapan baik dari peserta layanan. Konselor membuat laporan hasil kegiatan yang kemudian dilaporkan kepada wakil kesiswaan dan kepala sekolah. Setelah itu konselor mencari persentase keberhasilan kegiatan yang berlangsung. Berdasarkan angket dari 40 siswa. konselor menilai hasil kerja dengan standar nilai yang telah ditetapkan. Tindak lanjut a. Analisis Setelah angket dikumpulkan. Sebagian besar peserta layanan memahami konten yang diberikan dan tidak ragu serta cukup percaya diri menanyakan hal-hal yang kurang dipahaminya. .