You are on page 1of 5

ILMU KESEHATAN GIGI MASYARAKAT

TERAPI MINIMAL INTERVENSI DENGAN
TEHNIK ART

Disusun Oleh :
Silvi Arista

(2014-16-100)

Syaema

(2014-16-101)

Tara Amanda

(2014-16-102)

Pembimbing : drg. Mutiara Rina Rahmawati Ruslan, MPH

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS PROF. DR. MOESTOPO (BERAGAMA)
JAKARTA
2015

tingginya biaya layanan kesehatan gigi dan kurangnya informasi tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut. pencegahan dari pasien melalui Dental Health Education yang berarti pasien mempunyai tanggung jawab atas kesehatan gigi dan mulutnya masing-masing dan oleh dokter gigi. 3 Minimal intervensi terdiri dari 3 aspek yang petama mengetahui mengenai etiologi dan prognosis dengan cara deteksi dini dan perawatan. salah satu tindakan perawatan gigi adalah minimal intervensi. minemal intervensi adalah suatu perawatan terhadap karies dengan mengambil jaringan gigi yang terdemineralisasi saja dan mengarah kepada struktur gigi yang sehat sebanyak mungkin.4 Penatalaksanaan karies dengan perawatan intervensi minimal ini mencakup pencegahan. populasi yang berpenghasilan rendah sulit ketika berkunjung ke dokter gigi. mengendalikan trauma seminimal mungkin.5 Sebuah metode baru dengan prinsip minimal intervensi dalam merawat karies gigi yang dipekenalkan oleh WHO disebut dengan Atraumatic Restorative Treatment. karies gigi tersebar hamper di seluruh negara terutama negara berkembang yang mayoritas populasinya berpenghasilan rendah karena berbagai faktor seperti.1 2 Perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi kedokteran gigi saat ini berorientasi untuk tindakan pencegahan yaitu untuk mempertahankan gigi selama mungkin didalam rongga mulut.6 Atraumatic Restorative Treatment (ART) Atraumatic restorative treatment (ART) adalah pengobatan alternatif untuk karies gigi yang digunakan untuk membuang demineralisasi dan karies dentin yang tidak sensitif dengan instrumen tangan saja.PENDAHULUAN Penyakit gigi dan mulut yang masih menjadi masalah adalah karies gigi. pembuangan jaringan karies lunak seminimal mungkin. Pertengahan tahun 1980-an di Tanzania telah dikembangkan program Atraumatic Restorative Treatment (ART) untuk kesehatan gigi dan mulut primer. Metode perawatan ini digunakan tanpa memerlukan listrik.juga menggunakan peralatan yang mudah dibawa. penggunaan anastesi.5 . sehingga mereka cenderung medapatkan tindakan berupa pencabutan gigi dibandingkan perawatan gigi. kurangnya akses perawatan gigi. tanpa rasa sakit. stabilisasi dan penyembuhan (demineralisasi) dari lesi karies.

oleh WHO mengumumkan penggunaan metode ART dan bahan tumpatan GIC sebagai salah satu alternatif dalam upaya pengendalian masalah karies pada masyarakat. biasya instrument yang diperlukan relatif murah dibandingkan dengan cara konvensional. Pada hari kesehatan dunia tanggal 4 april 1994. Sebuah klasifikasi karies baru dapat memberikan bimbingan untuk indikasi klinis. antara lain dapat menjangkau daerah perifer atau daerah dengan sarana listrik maupun sarana air terbatas.6 . instrumen tangan juga lebih mudah dibawa kemana-mana. Restorasi ART melibatkan jaringan dentin lunak yang terdemineralisasi dengan menggunakan instrumen tangan.5 Dari segi pelaksanaan. yang tercermin dalam sistem pengkodean ganda dan dinyatakan dalam bentuk grid. Klasifikasi menggabungkan site dan ukuran lesi.Menurut Frencken dan van Amerongen ART adalah pendekatan invasif minimal baik untuk mencegah karies gigi maupun untuk menghentikan perkembangan karies gigi lebih lanjut. yang terdiri dari pit dan fissure yang dalam dan lesi pada dentin. pit and fissure yang dalam mengunakan glass ionomer cement dengan viskositas tinggi yang didorong ke dalam pit and fissure dengan cara ditekanan oleh jari.7 Indikasi Atrumatic Restorative Treatment Pencegahan dan pengelolaan kegagalan ART termasuk penekanan pada indikasi klinis yang benar. penumpatann gigi dengan metode ART memiliki beberapa keuntungan.

1 3.4 3 3. Of Minimum Intervantion in Dentistry.0 3. dengan setidaknya satu titik puncak yang dirusak dan yang membutuhkan perlindungan dari beban oklusal Ukuran 4: Rongga luas.3 2.4 Table 1.4 2 2.0 1. Kode 2 dan 3 perlu perbaikan 3.2 2.Site/size 0 1 2 3 4 1 1. Kede 0 dan 1 dinilai sukses 2.) A.1 2. (sumber: Grossman ES. Mickenautsch S.2 3.Factors Affecting Succes J. Nilai keberhasilan suatu tumpatan digunakan8: 1. dengan setidaknya satu titik puncak atau tepi insisal yang hilang C. 2008.2 1. Atraumatic Restorative Treatment (ART).3 Klasifikasi karies/ ringkasan dalam8 3.1 1. Klasifikasi berdasarkan tiga bidang permukaan terjadinya karies8: Site 1: pit & fissure (oklusal dan permukaan gigi yang halus lainnya) Site 2: bidang kontak antara 2 gigi yang berdekatan (proximal) Site 3: daerah serviks kontak dengan jaringan gingiva B. Kode 4 di nilai gagal Inidikasi lain dari ART yaitu :  Karies pada 1 permukaan  Karies email . 1 (2): 96-101. Klasifikasi ukuran berikut empat tahap dari lesi karies8: Ukuran 0: Lesi karies tanpa kavitasi dan dapat remineralized Ukuran 1: Kavitasi kecil hanya di luar penyembuhan melalui remineralisasi Ukuran 2: Rongga moderat tidak diperpanjang untuk katup Ukuran 3: Pembesaran rongga.0 2.3 1.

Terdapat kavitas karies yang tersembunyi yang tidak dapat di akses oleh instrumen . Dijumpai adanya pembengkakan (abses) atau fistula (terbukanya abses terhadap lingkungan rongga mulut) berdekatan dengan gigi yang karies 2. Karies telah mengenai dentin namun belum pernah sakit dan kavitas dapat di jangkau dengan instrumen tangan KONTRA INDIKASI ART tidak boleh digunakan ketika 9: 1. Pulpa gigi terbuka 3. Dijumpai adanya rasa sakit yang lama dan mungkin terjadi inflamasi pulpa 4.