You are on page 1of 29

BAB I

PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Desentralisasi bidang kesehatan dengan segala akibatnya,
menjadi tolak ukur keberhasilan usaha-usaha tersebut di atas. Sesuai
dengan PERMENKES 128 tahun 2004 ,
telah ditetapkan fungsi
Puskesmas sebagai pusat gerakan pembangunan berwawasan
kesehatan yang dilandasi paradigma baru di bidang kesehatan yang
disebut paradigma sehat. Paradigma sehat adalah cara pandang, pola
pikir atau model pembangunan kesehatan yang bersifat holistik
(menyeluruh), melihat masalah
kesehatan yang dipengaruhi
banyak faktor, yang bersifat lintas sektor dengan upaya lebih
diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan dan perlindungan
kesehatan serta bukan sekedar penyembuhan orang sakit atau pada
pemulihan kesehatan. Melalui penyelenggaraan pelayanan kesehatan
masyarakat yang dituangkan dalam program kerja puskesmas. Hal
tersebut merupakan upaya mensejahterakan derajat kesehatan
masyarakat dan merupakan bagian dari tugas pokok yang diemban
Puskesmas.
Puskesmas yang dalam hal ini merupakan institusi di bawah
Dinas Kesehatan menjadi ujung tombak keberhasilan. Untuk itu harus
ada upaya-upaya tertentu, dengan inovasi atau strategi spesifik
Puskesmas dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang ada.
Khususnya di wilayah kerjanya masing-masing. Dan dengan melalui
penilaian atau evaluasi untuk melihat tingkat keberhasilan atau
kegagalan pelaksanaanya, sehingga kedepannya dapat melakukan
penyesuaian.
Profil Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2012 ini dibuat sebagai
media
informasi
capaian
kegiatan
dan
kemungkinan
pengembangannya di tahun-tahun mendatang.

II. 2 TUJUAN
Tujuan dari pembuatan Profil Puskesmas Tanjung Karang ini adalah :
1. Sebagai media informasi tentang Puskesmas tanjung Karang dalam
bentuk data dan lainnya
tentang capaian dan rencana
pengembangannya ke depan.

2. Sebagai bahan usulan kepada Dinas Kesehatan Kota Mataram dalam
menentukan kebijakan selanjutnya

I.3 VISI DAN MISI
VISI

:

Terwujudnya Puskesmas Tanjung Karang dengan wilayah kerja
yang sehat dan mandiri tahun 2015
MISI

:

1. Mewujudkan petugas yang sehat dan mandiri melalui
upaya peningkatan kompetensi dan pemberdayaan tenaga
berdasarkan pertanggungjawaban wilayah kerja
2. Mewujudkan pelayanan yang sehat dan mandiri pada
pelaksanaan upaya kesehatan wajib dan pilihan melalui
upaya bimbingan program, pengawasan, dan pengendalian
3. Mewujudkan masyarakat di wilayah kerja menjadi sehat
dan mandiri melalui upaya pemberdayaan optimal UKBM
4. Mewujudkan manajemen yang sehat dan mandiri melalui
mekanisme perencanaan, pencatatan dan pelaporan serta
evaluasi

I.4 GAMBARAN
WILAYAH

KEPENDUDUKAN

DAN

KEADAAN

Wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang pada Tahun 2012
menggunakan 6 Kelurahan sebagai dasar analisa yaitu, Kelurahan
Ampenan Selatan, Taman Sari, Banjar, Tanjung Karang Permai, Kekalek
Jaya dan Tanjung Karang.
Kelurahan yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang
berada di 2 kecamatan yang berbeda yaitu Kecamatan Sekar Bela
(Tanjung Karang, Tanjung Karang Permai dan Kekalek Jaya) dan
Kecamatan Ampenan (Kelurahan Ampenan Selatan, Taman Sari dan
Banjar). Namun lokasi gedung Puskesmas induk berada di kelurahan
Tanjung Karang di Kecamatan Sekar Bela.
Jumlah penduduk dan kepadatan masing-masing Kelurahan pada
tahun 2012 adalah sebagai berikut :
N
o

Kelurahan

Penduduk
KK

Jumlah

Gaki

%

37 7 Taman Sari 1.770 5.056 751 12 5 Kekalek Jaya 803 1.305 2.37 4 41 1 2 Puskesmas Tanjung Karang berada di wilayah Kecamatan Sekarbela dengan luas dengan wilayah kerjanya 746 km 2 .529 87 6 Tanjung Karang 1.33 2 2.802 2.403 1. wilayah kerja Puskesmas Pagesangan .56 0 3.Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan karang Pule.471 2.Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Lombok .191 2.392 42 4 Tanjung Karang Permai 1.633 2. wilayah kerja Puskesmas Ampenan .Sebelah Utara berbatasan dengan kelurahan Ampenan Tengah.460 33 Ampenan Selatan 2.912 5.Laki Peremp uan Total n 3.215 91 Total 9. wilayah kerja Puskesmas Karang Pule .401 10.435 1. yang berbatasan dengan : .329 4.748 35.34 2 17.906 2.15 5 2.Sebelah Timur berbatasan dengan kecamatan Mataram.865 6.634 4.57 0 2.79 0 4.027 19 3 Banjar 1.09 0 14.21 0 17.714 2.976 5.

000 orang kunjungan pertahun. Kab/ Kota serta Rumah Sakit. namun dari segi kualitasnya masih perlu dianalisa karena masih banyaknya terdapat petugas yang mempunyai tanggungjawab program/kegiatan lebih dari satu.Sarjana Kes.S.SPK .Dokter Umum . bahkan diluar latar belakang disiplin ilmu yng dimiiki.Bidan Jumlah 2 (termasuk Ka Pusk) 1 1 11 7 1 . maka Puskesmas Tanjung Karang termasuk model Puskesmas Perawatan di Daerah Strategis yang tenaganya baik secara jumlah maupun jenis tenaga dapat dikatakan sudah cukup.53 %) tenaga Non PNS tanpa ikatan /mengabdi/ Tenaga Sukarela.86 %) tenaga PNS. laboran dan asisten apoteker). Jenis Tenaga * Medik .Ling Paramedik Perawatan . 3. 3 orang tenaga kontrak Dikes Kota Mataram (4. Ners . 2. Adapun jumlah tenaga PNS menurut jenis dan unit kerja dapat dilihat pada tabel berikut : N o 1. Sehingga perlu perlahan-lahan ditata lebih baik lagi.Akper . Dari segi kuantitas tenaga relatif cukup. Dari jumlah 42 orang tenaga PNS yang ada. Masih harus ditingkatkan sampai 70.S.Dokter Gigi Sarjana Kesehatan .34 %) tenaga Honorer Daerah K1 data based.34%) dan 19 (27. Kep. tahun 2012 output Puskesmas induk belum sesuai (Total kunjungan 42. ahli gizi.I.4 SUMBER DAYA KESEHATAN KETENAGAAN Jumlah tenaga pada lingkup Puskesmas Tanjung Karang tahun 2012 adalah 69 orang yang terdiri dari 42 (60. 81/ MENKES/SK/I/2004 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan SDM Kesehatan di tingkat Propinsi. perawat gigi dan bidan) dan paramedis non perawatan (sarjana kesehatan. 2 orang tenaga Non PNS honor daerah yang masuk dalam Data Based Kepegawaian K2 (2. 3 org (4. Keperwtan SKM . sebagian besar adalah tenaga paramedis perawatan (perawat.89 %).Akbid . Namun dari analisa produktivitas Puskesmas berdasarkan kepmenkes yang sama. sanitarian.169) dengan jumlah tenaga yang ada. Dan jika mengacu pada Kepmenkes No.

Dengan 2 buah Poskesdes dengan Bidan Desa yang menetap yaitu di Ampenan Selatan dan Kekalek Jaya. I.AKZI .Upaya Kesehatan Perbaikan Gizi Masyarakat .SMAK Non Medik .5 SARANA Sarana pelayanan kesehatan lingkup Puskesmas Tanjung Karang selain Puskesmas Induk. Selain itu sebagai salah satu Puskesmas dalam lingkup Kota Mataram.SD Jumlah Jumlah 3 1 4 3 1 1 1 2 2 1 42 I.Sarjana Muda (DIII) .Upaya Kesehatan Ibu dan Anak .Upaya Promosi Kesehatan .DIII Farmasi .SMF/SAA .6 UPAYA KESEHATAN Upaya Kesehatan Wajib yang dilakukan oleh Puskesmas Tanjung Karang sesuai Permenkes 128 tahun 2004 adalah : .SMU .Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular . juga 2 Puskesmas Pembantu yaitu PUSTU di Ampenan Selatan dan PUSTU Tanjung Karang di PERUMNAS.Pekarya Kesehatan . keberadaan alat dan bahan kesehatan relatif lengkap dan sesuai dengan standart pelayanan saat ini dan kemungkinan pengembangan fungsi Puskesmas kedepannya.SPAG .Akad.AAK .Upaya Kesehatan Pengobatan Dasar Sedang Upaya Kesehatan Pengembangan yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kota Mataram yaitu : . Jenis Tenaga * .N o 4. 5. .Sarjana (S1) .SPPH .SMP .AKL/APK . Perwat gigi Paramedik Non Perawatan .Upaya Kesehatan Lingkungan .

PROMOSI KESEHATAN Dalam beberapa kegiatan Promosi Kesehatan. seperti : a. 1 UPAYA KESEHATAN WAJIB Puskesmas Tanjung Karang merupakan salah satu dari 11 Puskesmas yang ada di Kota Mataram. Juga sebagai salah satu Puskesmas yang mampu menjadi TFC (Terapetic Feeding Centre) atau PPG (Panti Pemulihan Gizi) dari 2 Puskesmas yang ditugaskan oleh Dinas Kesehatan Kota Mataram Di bawah ini beberapa gambaran tentang Puskesmas tanjung karang di tahun 2012 sebagai tambahan dari informasi di Laporan tahunan Puskesmas tahun 2012 : A.- Pelayanan Rawat Inap Pelayanan PONED Pelayan Terapetik Feeding Centre Upaya Kesehatan Gigi-Mulut Upaya Kesehatan Sekolah Upaya Pengendalian Penyakit Tidak Menular Upaya Kesehatan Olah Raga Upaya Kesehatan Haji Upaya Kesehatan Indera Upaya Kesehatan Lanjut Usia termasuk Poli Lansia BAB II SEKILAS PUSKESMAS TANJUNG KARANG II. Merupakan salah satu Puskesmas PONED dan rawat inap dari 4 yang telah ditetapkan di Kota Mataram. namun tetap ada yang menjadi pembedanya. Penyuluhan kelompok . Puskesmas Tanjung Karang telah melakukan kegiatan-kegiatan seperti di Puskesmas lain.

68. Di tahun 2013 harapannya dukungan dari semua yang terlibat dalam desa siaga semakin nyata sehingga dapat berpengaruh pada kenakan strata. Pembinaan dilakukan dengan menghadirkan pengurus desa siaga. Harapannya adalah cakupannya bertambah sehingga dapat menaikkan strata desa siaga dan meningkatkan cakupan rumah tangga sehat di wilayah kerja Puskesmas. SMP dan SMA dengan materi yang berbeda seperti SD adalah PHBS dan Informasi gizi. SMP tentang PSN dan SMA tentang Kespro. terbukti pada 6 kelurahan. kader dan orang-orang yang dianggap menentukan keberhasilan desa siaga. sebenarnya lebih kepada perubahan fisik dari sarana di rumah tangga maupun institusi atau tempat lain. Sehingga penekanan penyelesaian masalah kesehatan lingkungan . Melalui proses diskusi dan focus pada indicator penentuan strata dan yang paling sering sulit diselesaikan masalahnya adalah dukungan sumber dana lain.55% dengan cakupan rumah tangga sehatnya adalah 28. 2 strata madya.Di Puskesmas tanjung Karang penyuluhan kelompok tahun 2012 ada 115 kali dimana lokasi penyuluhan ditekankan kepada siswasiswa SD. Di tahun selanjutnya. Pada kegiatan kunjungan penyuluhan PHBS Institusi RT dari tahun 2011 sampai 2012. Tampak bahwa cakupan rt yang dikunjungi tahun 2011 adalah 33. kegiatan ini akan tetap dipertahankan dengan metode komprehensiv dengan bergabung pada semua kegiatan kunjungan rumah walau ini perlu komitmen yang tinggi dari programmer lain dan melakukannya pada sasaran di posyandu. Siswa SMP menjadi jumantik di rumahnya masing-masing dan anak-anak SMA menjadi konselor sebaya bagi teman-teman seusianya. B. Pembinaan terhadap Desa Siaga dilakukan rutin dengan harapan mampu meningkatkan strata Desa Siaga atau minimal tidak membuat turun strata desa siaga yang telah ada. walaupun dengan pembinaan yang cukup intens tidak terlalu baik. Sengaja ditetapkan materinya sesuai dengan target Puskesmas tanjung Karang menjadikan soswa-siswa sebagai agent of change. b. c.74%. Terjadi peningkatan cakupan kunjungan dan cakupan rumah tangga sehat. Desa Siaga Di Puskesmas Tanjung Karang. Harapannya siswa SD mampu menjadi pelopor PHBS dan gizi di rumah. Namun di tahun 2012 rt yang dikunjungi 59. 2 strata purnama. Namun hasil yang dicapai tahun 2012 ini. pak lurah.43% dengan cakupan rt sehatnya adalah 18. 2 strata pratama. KESEHATAN LINGKUNGAN Untuk program ini.

20 % dan tingkat Amat Tinggi 3.374 1. Nasofaringitis akut (common cold) Abses. kecelakaan yang berupa luka terbuka.153 J45 TOTAL Tabel 2.052 orang Dengan kasus seperti 10 penyakit terbanyak di poliklinik umum Puskesmas Tanjung Karang Jumlah Kasus 7. tingkat Tinggi 3. 3. C.1 J03 1. `2.169 orang dibandingkan pada tahun 2011 sebanyak 37.109 2. Asma 1.91 %.888 3. Hal ini juga dibuktikan pada kasus yang ditemukan di Poli Lansia yaitu pada tahun . Diare.42 %. seperti ISPA. 5.1 Penyakit terbanyak Poliklinik Umum (1 Januari – 31 Desember 2012) Tampak bahwa penyakit infeks/ menular i masih mendominasi namun penyakit tidak menular mulai ada masuk di 10 penyakit terbanyak seperti hypertensi.96% rumah dari yang dipantau masih menggunakan sarana sungai untuk buang air besar. TB. 1. Open wound of unspecified body region Tonsilitis akut T14. Kemudian diatas Sarana Air Bersih Non PDAM ( sumur gali ) dengan resiko pencemaran tingkat Rendah 11.327 R42 10. Kecacingan dan Demam Berdarah bahkan ditambah dengan penderita Gizi Buruk dengan penyakit penyerta . Kode ICD J00 L02 K29 I10 J02 6.tidak bisa maksimal Karena harus mendapatkan dukungan perubahan fisik seperti gumbleng untuk jamban keluarga. furunkel dan karbunkel kulit Gastritis dan duodenitis Hipertensi esensial (primer) Faringitis akut Pemeriksaan dan investigasi umum tanpa keluhan dan diagnosis 1. Tahun 2012 ini.399 Z00 9. tingkat sedang 11. Terbukti Sampai saat ini penyakit berbasis lingkungan masih mendominasi jumlah kasus penyakit yang ada di puskesmas. hanya 3.489 1. Kulit. tidak semata-mata perubahan perilaku saja. 4.839 No.512 2. 8.96 % dari jumlah yang dipantau. Pusing (dizziness) dan pening (giddiness) 1.826 7. PENGOBATAN DASAR Jumlah kunjungan pasien pada tahun 2012 mengalami peningkatan yaitu sebanyak 42. Hal ini menunjukkan kualitas sumber air bersih perlu dibina dengan teratur.

Sulit sekali untuk mulai menggunakan standart diagnose ini dimana ICD X sangat lengkap. Asma 661 J45 7. Ini sama seperti tahun 2011. Hal ini juga dilakukan karena SIK yang ada telah menggunakan ICD X.1 10. Abses.574 J10 2 Nasofaringitis akut (common cold) 2. Myalgia 386 M79. detail dan penekanan lebih kepada symptom dengan dukungan alat pemeriksaan penunjang.428 M13 5. Myalgia.1 Penyakit terbanyak Poliklinik Lansia Tahun 2012 Di Puskesmas menggunakan ICD Tanjung X Karang sebagai dasar sejak L02 2010 diagnose telah dimana kemungkinan di Puskesmas lain belum dilaksanakan. Asma. furunkel dan karbunkel kulit 303 Tabel 5. Namun hal ini dapat diselesaikan perlahan demi perlahan dengan membuat standart diagnose khusus di Puskesmas Tanjung Karang berdasarkan :  Dianosa dari penyakit yang ada di program . Tampak juga kelainan kronis lain seperti DM.118 J00 3. Diabetes mellitus non-dependen insulin 1. PPOK. Penyakit paru obstruksi kronis (ppok) lainnya 581 J44 8. Artritis lainnya 1.2012. Jenis Penyakit Jumlah Kasus Kode ICD 1. Sehingga agar lebih manfaat maka ditetapkanlah dalam bentuk standart diagnose untuk dipakai di seluruh unit Puskesmas.574 kasus. Dermatitis atopic 419 L20 9. Gastritis dan duodenitis 763 K29 6. penyakit atau kasus terbanyak di lansia yaitu Hipertensi esensial (primer) sebanyak 2. Hipertensi esensial(primer) 2. No.489 E11 4.

N o Bulan 1 Januari 5 8 2 Pebruari 11 13 3 Maret 6 14 Kasus Th 2011 Kasus Th 2012 . yaitu dari 78% menjadi 96%. Upaya-upaya sweeping pada posyandu yang bermasalah cakupannya dilakukan. Puskesmas Tanjung Karang mengalami kenaikan jumlah kasus.7% menjadi 88% temuan kasus diare tersebut. dimana dukungan dari distribusi oralit dan penanganan dehidrasi akibat diare ditingkat rumah tangga sangat terbantukan oleh kader/ masyarakat. Hal ini juga mendapatkan dukungan dari kegiatan care seeking oleh petugas pada kasus pneumonia. Pada kasus DBD. Yang mencaai cakupan yang baik adalah caku[an pelayanan diare. pencapaian tertinggi ada pada semua kelurahan mencapai UCI. Artinya 100 % kelurahan mencapai UCI. Mentransfer dari LB 1 dengan ICD IX Hal ini bermanfaat mengingat di Puskesmas. Dan ini merupakan prestasi walau berat untuk dapat meraihnya. tiap program mempunyai laporan sendiri-sendiri. D. Hal ini dikarenakan ada upaya untuk kembali membuat kesepakatan internal petugas pelayanan untuk peka terhadap kasus ispa pneumonia dan dilaporkan. Setali tiga uang dengan diare. Dari 67. PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR Di Program ini. penanganan ispa pneumonia pada balita juga mencapai peningkatan cakupan yang baik. Sehingga sweeping bisa dilakukan tiap bulan atau lebih dan selektif pada posyandu tertentu. Sehingga temuan kasus menjadi meningkat. Dengan menggabungkannya pada satu standart diagnose ICD X maka kemungkinan ketajaman diagnose bisa ditingkatkan.

Sedangkan konseling belum bisa dilaksanakan maksimal karena petugas nutrisonis yang hanya 3 orang dengan bertanggungjawab terhadap 6 kelurahan plus kegiatan dalam gedung seperti poli tumbuh kembang. dapur untuk rawat inap dan kergiatan bersama program yang lain. D/S sangatlah rendah dari tahun 2011 40.04% dan 2012 43.4 April 0 11 5 Mei 4 26 6 Juni 2 13 7 Juli 6 3 8 Agustus 3 3 9 September 3 1 1 0 Oktober 0 4 1 1 Nopember 0 0 1 2 Desember 4 1 46 97 Jumlah E.  Untuk grafik balok SKDN. Memang menjadi kendala untuk menghadirkan balita di posyandu sehingga Dinas Kesehatan Kota memberlakukan 4 kali pecan penimbangan dengan tujuan :  Menaikkan D/S . GIZI MASYARAKAT  Penyuluhan dan konseling gizi Pada kegiatan ini seperti dijelaskan di atas (di bagaian Promkes) bahwapenyuluhannya komprehensiv dan terjadwal dengan sasaran anak SD.87% (data proyeksi). mungkin juga di daerah dengan type perkotaan. di kota Mataram.50% dari 72.31%. Namun di data riel D/S tahun 2012 81.

Kesehatan Remaja Di Puskesmas Tanjung Karang ditetapkan pilot project yang berbeda untuk tiap kelurahan dan berusaha melakukan inovasi yang berbeda di masing-masing kelurahan. Namun akhirnya 2 sumber data itu tetap dievaluasi sebagai bahan pertimbangan. Kesehatan Balita dan pra sekolah f. Hal ini sangat banyak didukung oleh kinerja para bidan tentunya yang sangat baik. Kesehatan Ibu hamil b. KIA-KB Dari tahun ke tahun cakupan KIA-KB Tanjung Karang tetap berhasil melampaui target yang ditentukan dan tetap mengalami trend kenaikan. F. Kesehatan Bayi e. Tampak bahwa terjadi penurunan kejadian BGM dari 2.88%.42% menjadi 0. Kesehatan Ibu Melahirlan c. .  Kejadian BGM yang cukup banyak membuat Puskesmas Tanjung Karang dari tahun ke tahun memberikan perhatian lebih pada perubahan jumlag BGM dan temuan kasus gizi buruk karena dengan BGM yang tinggi maka bermakna kejadian rawan pangan yang mungkin akan terjadi. Ada yang berhasil di tahun 2012.  Menemukan kasus gizi buruk Mengevaluasi BGM dan gizi buruk yang telah ditatalaksanai Perbedaan yang cukup jauh antara data proyeksi dan data riil menjadi salah satu masalah juga dalam evalausi program. namun ada yang belum berhasil. Kesehatan Neonatus d. Dimulai dari kelompok kegiatan-kegiatan : a. Hal ini sangat menggembirakan karena upaya surveylanse gizi berhasil tentunya.

2 UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN - Pelayanan PONED Puskesmas Tanjung Karang dibebankan untuk menjadi Puskesmas sejak tahun 2008 dan begitu banyak manfaat yang didapatkan oleh Puskesmas Tanjung Karang. Dikes Kota mataram bahkan masyarakt .KELURAHAN PILOT KEGIATAN PROJECT Taman Sari BERHASIL/BELUM ALASAN BERHASIL Pelayanan Penertiban KB captor KB Belum berhasil Mobilisasi mayarakat tinggi dan lebih memilih ke tenaga kesehatan spesialistik Ampenan Kesehatan Kantung Selatan ibu persalinan menjadi sms Kesehatan dengan IT Kunjungan gateway Kelurahan bayi rumah Banjar Berhasil Belum berhasil bayi Berkembang akan resti dipindahkan ke puskesmas Kesehatan Pemeriksaan Karang Balita rutin SDIDTK maksimal. di posyandu diupayakan Kelas BBLR Belum berhasil di 2012 Kasus BBLR Berhasil sedikit Berkembang Permai Tanjung Kesehatan Karang Kekalek jaya Neonatus Kesehatan Kelas remaja remaja Berhasil lain Belum Tanjung sampai 2012 II.

2) Pencegahan dan penanganan pre-eklampsia & eklampsia 3) Pencegahan dan penanganan infeksi 4) Pencegahan partus lama/macet 5) Pencegahan dan penanganan abortus. Sedang kegiatan pemeriksaan hb buat remaja putri yang belum mencapai 100%> karena dianggap akan bermanfaat maka di tahun 2012 diharapkan untuk remaja SMP dan SMA bisa secara 100% diperiksa Hbnya. PONED Terlaksananya Penanganan Komplikasi Kebidanan dan Neonatal a). petugas UKS yang dulunya hanya 1 orang. . namun kematiannya terjadi level yang lebih tinggi tanpa sebelumnya kontak dengan penanganan kuratif di Puskesmas PONED Tanjung Karang. Pengertian Kejadian komplikasi kebidanan dan resiko tinggi diperkirakan terjadi pada sekitar antara 15-20% ibu hamil. Walau memeng kematian ibu di tahun 2012 3 kasus.- - atas keberadaan PONED ini. Pelayan Terapetik Feeding Centre Upaya Kesehatan Gigi-Mulut Upaya Kesehatan Sekolah Di tahun 2012. Perkembangan utama adalah menurun secara drastisnya kasus-kasus PONED yang dirujuk. Upaya Pengendalian Penyakit Tidak Menular Upaya Kesehatan Olah Raga Masih hal yang baru buat Puskesmas dan akan dilaksanakan maksimal di tahun 2012 Upaya Kesehatan Haji Upaya Kesehatan Lanjut Usia termasuk Poli Lansia II. Lebih jelasnya dijelaskan dalam point unggulan dan inovasi di bawah ini. Pelayanan medis yang dapat dilakukan di puskesmas mampu PONED meliputi pelayanan obstetri yang terdiri dari : 1) Pencegahan dan penanganan perdarahan. ditambah menjadi 2 orang dengan pembagian tugas SD di pegang oleh petugas yang lama berbasis perawat gigi dan 1 orang lagi perawat bertanggungjawab SMP dan SMA. 3 UNGGULAN DAN INOVASI 1.

sindroma gangguan pernafasan.Intra partum ( robekan jalan lahir) - Post partum (atonia uteri. plasenta prvia.Ante partum (abortus. . kelainan kongenital. Komplikasi pada ibu hamil. retensio plasenta. solusio plasenta) . kelainan pembekuan darah. bersalin dan nifas antara lain : 1) KPD 2) Perdarahan pervaginam : . diastole > 90 mmHg dengan atau tanpa oedem pretibia.Sedangkan pelayanan neonatal meliputi : 1) Pencegahan dan penanganan asfiksia 2) Pencegahan dan penanganan hipotermi 3) Pencegahan dan penanganan BBLR 4) Pencegahan dan penanganan kejang/ikterus ringan- sedang 5) Pencegahan dan penanganan gangguan minum. Komplikasi pada neonatal meliputi : 1) Prematuritas dan BBLR (BBL <2500 gr) 2) Bayi dengan tetanus neonatorum. 4) Ancaman persalinan premature. 3) Bayi baru lahir dengan aspixia 4) Bayi baru lahir dengan infeksi bakteri 5) Kejang 6) Ikterus 7) Diare 8) Hipotermia 9) Masalah pemberian ASI 10) Trauma lahir. dll. plasenta inkarserata. subinvolusi uteri) 3) HT dalam kehamilan Sistole > 140 mmHG.

Hasil Kegiatan Hasil kegiatan pelayanan poned yang dilakukan oleh Puskesmas Tanjung Karang mengalami peningkatan pesat hal ini bisa dilihat dari total kasus tahun 2012 yang ditangani 235 kasus sedangkan kasus rujukan mengalami penurunan. tifus abdominalis. persalinan tak maju. 7) Infeksi masa nifas.5) Infeksi berat pada kehamilan (DBD. Kegiatan yang dilakukan Pelayanan Poned yang dilakukan di Puskesmas Tanjung Karang mengalami peningkatan yang pesat hal ini bisa dilihat kasus maternal yang di tangani tahun 2012 dan yang di rujuk c). sepsis) 6) Distosia : persalinan macet. Pencapaian Target Penanganan Komplikasi Obstetri Di Wilayah Kerja Puskesmas Puskesmas Tanjung Karang tahun 2011-2012 : NO 1 2 Kasus PE/Eklampsia PER PEB EKLAMPSIA HT KRONIK HPP Atonia uteri Retensi placenta Total 2011 Rujuk 2012 Total Rujuk 13 16 3 1 0 0 3 0 17 24 1 0 5 13 1 0 35 20 0 0 37 17 0 0 . yang artinya kemampuan puskesmas telah mengalami peningkatan. b).

berada di sudut gedung rawat jalan Puskesmas dikemas untuk kemudahan lansia itu sendiri. Poli Lansia Mulai dibuka di Puskesmas Tanjung Karang pertengahan tahun 2010. keberadaan poli lansia sangatlah membantu dan memudahkan pelayanan terhadap lansia. Pasien lansia tidak harus melalui loket tapi langsung ke poli lansia dan mendapatkan pelayanan .3 No Jenis Kasus 1 2 3 4 5 6 7 8 9 BBLR HIPOTERMI HIPOGLIKEMIA IKTERUS MASALAH PEM.3 Sisa Placenta Inversio uteri Robekan Jalan lahir Distosia Bahu Infeksi nifas Vacum extraksi Total 121 0 21 0 0 0 34 0 17 0 0 0 33 5 5 273 0 0 0 3 35 2 2 235 0 1 0 20 Pencapaian Target Penanganan Komplikasi Neonatal Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang : Tabel II.MINUM ASFIKSIA GANGGUAN NAFAS KEJANG INFEKSI Total Tahun 2011 Total Rujuk 58 17 0 1 0 Tahun 2012 Total Rujuk 44 13 102 7 0 0 2 2 0 0 44 19 3 3 1 12 152 0 5 159 0 2 0 1 25 2. Poli yang dibuka tiap hari.

158 Tabel 5. Dan rata-rata kunjungan poli lansia adalah 347 pasien per bulan atau 13 orang per hari. 3. POLI TUMBUH KEMBANG Puskesmas Tanjung Karang mempunyai Poliklinik Tumbung Kembang yang merupakan salah satu dari upaya kesehatan pengembangan yang bisa diunggulkan. Dibuka setiap selasa dan kamis di jam kerja. Selain itu oli lansia dibuatkan anak tangga rendah dengan pegangan agar pasien tidak mudah jatuh. sedangkan kunjungan paling rendah pada bulan agustus sebanyak 288 orang.2 Kunjungan Poli Lansia Tahun 2012 Pada tabel kunjungan poli lansia diatas dapat dilihat bahwa kunjungan terbanyak pada poli lansia terdapat pada bulan oktober sebanyak 410 orang. BULAN LANSIA JANUARI 309 FEBRUARI 306 MARET 340 APRIL 354 MEI 368 JUNI 337 JULI 374 AGUSTUS 288 SEPTEMBER 385 OKTOBER 410 NOVEMBER 352 DESEMBER 335 TOTAL 4. POLI TUMBUH KEMBANG BULAN Januari PERTUMBUHAN SANGA KURU T S KURUS PERKEMBANGAN 13 2 MERAGUK MENYIMPAN AN G 7 1 . Konsep one stop service ini diharapkan memudahkan lansia. Sejak dibuka sampai tahun 2012.sampai mendapatkan obat (tidak perlu ke apotek). poli lansia mendapatkan respon positif dari masyarakat.

Januari Februari BARU 9 14 LAMA 28 27 TOTAL 37 41 . kegiatan dalam gedung Poliklinik Tumbuh Kembang  Dari tabel diatas dapat dilihat pada poliklinik Tumbuh Kembang dibagi menjadi 2.Februari 23 1 1 1 maret 10 5 1 0 April 6 2 1 0 Mei 4 3 4 2 Juni 4 1 0 0 Juli 6 1 0 0 Agustus 5 0 0 0 2 2 1 0 10 2 1 0 10 2 0 0 1 3 0 0 94 24 16 4 Septemb er Oktober Novembe r Desembe r TOTAL Tabel 7.1. yaitu pertumbuhan yang di ukur dari Berat Badan/Tinggi Badan. Pada bagian pertumbuhan kasus anak yg kurus terbanyak pada bulan februari yang sebanyak 23 anak sedangkan kasus anak sangat kurus terbanyak terdapat pada bulan maret yaitu 5 anak. Sedangkan perkembangan kasus anak yang meragukan terbanyak terdapat pada bulan januari yaitu sebanyak 7 anak. dan kasus anak yang menyimpang terbanyak terdapat pada bulan mei yaitu sebanyak 2 anak. serta perkembangan yang diukur dengan KPSP (Kuisioner PraSkrining Perkembangan).

Sedangkan pada tahun 2011 kasus terbanyak poliklinik tumbuh kembang kasus baru sebanyak 81 kasus dan kasus lama sebanyak 169. Pada tahun 2012. dan kasus baru sebanyak 111 kasus. poli ini akan dibuka setiap hari dan akan digabung dengan para balita gizi buruk yang memeprmudah penanganannya. mengalami penurunan disebabkan karena status gizi anak/balita sudah normal sehingga hanya kontrol di posyandu setempat saja. Status Pasien Poli Tumbuh Kembang Tahun 2012 32 24 30 17 14 14 7 16 22 12 266 Ket: Kunjungan poli tumbuh kembang merupakan kasus datang sendiri atau rujukan dari posyandu/ pustu atau poskesdes pada kasus-kasus gangguan tumbuh kembang. sedang ditangani agar . Kedepannya jika memungkinkan dari segi ketenagaan. Rata-rata kunjungan perbulan poli tumbuh kembang adalah 22 kasus dan perharinya 3 kasus. Pada tahun 2012 kasus baru mengalami peningkatan karena sudah adanya masyarakat akan Sedangkan kasus penyebarluasan adanya lama poliklinik pada informasi tumbuh tahun 2012 kepada kembang. Poliklinik Tumbuh Kembang telah melayani total 266 Kasus.Maret 17 15 April 10 14 Mei 10 20 Juni 5 12 Juli 11 3 Agustus 10 4 September 4 3 Oktober 6 10 November 10 12 Desember 5 7 Total 111 155 Tabel 7.2. dimana kasus terbanyak merupakan kasus lama yaitu sebanyak 155 kasus.

Diiringi dengan temuan kasus secara aktif baik di puskesmas induk.4. Kemudian untuk menyempitkan jumlah dan kasus yang hadir saat survey PTM di posyandu. Awalnya memang sulit untuk menginformasikan temuan kasus PTM ini di masyarakat. namun hal ini dianggap penting dan segera ditindakanjuti dengan melakukan survey penemuan kasus PTM di masyarakat secara aktif. Namun tetap temuan dilakukan secara aktif ke posyandu. Dan di tahun 2013 survey PTm tetap dianggap penting dan akan dilakukan dari kantor ke kantor dan akan segera membentuk 5 posbindu berbasis karang lansia dahulu. Yang mulanya target survey adalah di posyandu. justru yang dating berbagai penyakit seperti sedang melakukan puskesmas keliling atau pengobatan. SURVEYLANS PTM Tahun 2012 PTM merupakan hal baru di lingkup kegiatan puskesmas. pustu maupun poskesdes. Dibawah ini temuan kasus PTM dari segala aspek kegiatan upaya yemuan : NO NAMA PENYAKIT JUMLAH 1 Hipertensi 765 2 Diabetes Melitus 145 3 Obesitas 4 Struma 5 Thyrotoksikosis 6 Stroke 12 7 Asma 241 8 PPOK Klinis 9 Osteoporosis 0 10 Penyakit Ginjal Kronik 3 11 Kecelakaan Lalulintas 791 12 Tumor Payudara 2 12 0 32 0 . dibuatlah pemberitahuan kepada kepala lingkungan untuk menginformasikan pada masyarakatnya bahwa yang akan dicari adalah PTM.

13 Tumor Kulit 0 14 Tomor Pada Retina Mata 0 15 Tumor Pada Bibir Rongga Mulut 0 16 Tumor Genetalia Externa 1 17 Tumor Cerviks 2 18 Tumor Genetalia Interna Perempuan (Kecuali Cerviks) 3 19 Anggina Pektoris 8 5. Senam bersama f. PELAYANAN KESEHATAN HAJI Untuk kegiatan pelayanan kesehatan haji. Di sini jemaah calon haji menerima pelayanan : a. Penilaian kebugaran untuk kegiatan kesorga c. di Puskesmas Tanjung Karang melakukan kegiatan dan perbaikan dari tahun ke tahun melengkapi kegiatan yang sudah ada. 6. Kunjungan ke rumah untuk jemaah haji resti (criteria observasi) g. Mendapatkan leaflet tentang apa saja yag dibawa saat menjalankan ibadah haji yang dibuat oleh tim kesehatan haji d. Mengumpulkan pada hari tertentu semua WUS untuk mendapatkan penyuluhan tentang penundaan haid bagi jemaah haji wanita e. Lain-lainnya semua inforamsi haji ditempelkan pada satu papan informasi untuk kemudahan mendapatkan informasi seputar haji. Kegiatan Pelaksanaan TFC anatara lain : . dengan melibatkan ibu atau keluarga dalam perawatan anak. Pemeriksaan kesehatan standart dan rujukan b. TERAPETIK FEEDING CENTRE Puskesmas Tanjung Karang merupakan salah satu Puskesmas dengan TFC (Therapeutic Feeding Centre) berfungsi sebagai tempat perawatan dan pengobatan secara intensif.

fase transisi. keperawatan dan konseling gizi sesuai dengan penyakit penyerta/penyulit. Selanjutnya dari hasil tersebut diketahui jumlah balita gizi buruk berdasarkan indikator BB/U. Juni. 7. Hasil kegiatan Pekan Penimbangan tahun 2012 dapat dilihat pada tabeL dibawah ini. dilaksanakan pada bulan Februari dan Agustus. Penanganan kasus gizi buruk rawat inap menggunakan tata laksana gizi buruk dengan tim asuhan gizi yang ada di Puskesmas Tanjung Karang. fase rehabilitasi dan fase tindak lanjut) 3) Stimulasi pertumbuhan dan perkembangan. PEKAN PENIMBANGAN Kegiatan pekan penimbangan dimaksudkan untuk melakukan penjaringan (screening / deteksi dini ) kasus balita gizi buruk yang ada di Puskesmas Tanjung Karang sehingga kasus lebih cepat dan tepat mendapatkan penanganan. Sepanjang tahun 2012 Puskesmas Tanjung Karang menangani 5 kasus gizi buruk rawat inap (2 kasus gizi buruk wilayah Puskesmas Tanjung Karang dan 3 kasus gizi buruk rujukan dari wilayah Puskesmas Ampenan). Sumber dana kegiatan Pekan Penimbangan tahun 2012 yaitu 2 kali kegiatan bersumber dan APBD dan 2 kali kegiatan bersumber dana BOK Puskesmas Tanjung Karang. Sejak tahun 2012 Pekan penimbangan di Puskesmas Tanjung Karang diakukan 4 kali setahun yaitu setiap bulan Februari. 2) Pemberian formula dan makanan tambahan sesuai dengan fase (fase stabilisasi. Berbeda dengan Pekan penimbangan pada tahun 2011. Kegiatannya berupa penimbangam berat badan terhadap seluruh balita yang ada di posyandu di Wilayah Puskesmas Tanjung Karang. Agustus dan Nopember. Tabel 4 : Hasil Kegiatan Pekan Penimbangan Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2012. kemudian dilakukahn verifikasi data balita gizi buruk dengan indikator BB/TB.1) Pelayanan medis. .

Status gizi buruk (BB/U) 51 balita. serta memiliki keterampilan pola asuh balita yang baik.Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa dari hasil pekan penimbangan yang dilaksanakan pada tahun 2012 yaitu 4 kali pelaksanaan status gizi balita menurut 3 indikator rata-rata meningkat dibanding bulan bulan sebelumnya. 2) Bertambahnya jumlah balita yang mengalami peningkatan status gizi. sehingga dapat meningkatkan status gizi balitanya. 8. pola makan. sangat kurus (BB/TB) 1 balita dan sangat pendek (TB/U) 7 balita. cerdas dan berkarakter. Tujuan kegiatan ini adalah agar para ibu memiliki keterampilan menyediakan makan yang bergizi bagi balita. . Jenis luaran yang dihasilkan dalam kegiatan Kelas Gizi di wilayah Puskesmas Tanjung Karang adalah : 1) Kelas Gizi sebagai model pembelajaran ibu balita tentang gizi. dan pola asuh untuk mebentuk balita yang sehat. KELAS GIZI Kegiatan kelas gizi adalah sebagai bentuk kegiatan intervensi secara langsung dan tidak langsung dalam upaya penanggulangan kasus gizi buruk/gizi kurang di Puskesmas Tanjung Karang. Dengan meningkatkan frekwensi pekan penimbangan dapat menjaring balita dengan kelainan gizi sehingga dapat diintervensi cepat dan tepat.

Pada tahun 2012 kelas gizi balita yang ada di wilayah Puskesmas Tanjung Karang sebanyak 3 kelompok yaitu di kelurahan Kekalik Jaya. 1) Memiliki anak balita dengan kasus gizi kurang (BGM) 2) Bersedia mengikuti kegiatan kelas gizi secara utuh 3) Bersedia dipantau dan dievaluasi hasil yang diperoleh selama mengikuti kegiatan kelas gizi. . Tanjung Karang dan Banjar. Sasaran kegiatan ini adalah ibu balita berdasarkan kriteria. Posyandu. KELAS REMAJA Kelas remaja yang sudah di bentuk di puskesmas Tanjung Karang adalah : KEGIATAN KELAS REMAJA TAHUN 2012 Kekalik Jaya 33% Ampenan Selatan 67% Dari grafik diatas kegiatan kelas remaja yang telah dilaksanakan pada tahun 2012 yaitu : Di Kelurahan Kekalik Jaya (2 kelas). Kegiatan tersebut bersumber dan APBN dan BOK Puskesmas Tanjung Karang. 9. pengolahan bahan makanan dan pola asuh anak. dan di Kelurahan Ampenan Selatan (1 kelas).3) Bertambahnya pengetahuan para ibu balita tentang gizi.

NTB) Harapannya remaja yang ikut dalam kelas baru ini akan menjadi konselor sebaya. Kantung persalinan dengan IT Dimulai dari Kelurahan Ampenan Selatan yang bayak sasaran dan daya dukung desa siaganya cukup bagus dibuatlah inovasi untuk tidak lagi menggunakan tradisional. kehamilan dan persalinan II : IMS. pembicara tamu. karena banyak kost-kostan yang menjadi locus minorus masalah kesehatan remaja di perkotaan. 10. namun menggunakan IT. Bentuk kegiatannya sebagai berikut :  Dilakukan pertemuan dengan seluruh pengelola/ pemilik kost-kostan untuk menjelaskan tujuan kegiatan  dan mendapatkan dukungan tentang kespro remaja Menentukan remaja yang akan ikut kelas remaja  dengan target usia adalah remaja tengah 16-18 tahun Dibuatlah 2 kelas dengan membedakan remaja sekolah   dan putus sekolah Pelaksanaan di poskesdes Pertemuan 3-4 kali dengan rentang waktu pertemuan berdasarkan  kesepakatan remaja dengan petugas puskesmas Materi I : Anatomi fisiologi. Puskesmas Tanjung Karang khususnya di Kekalek Jaya focus pada masalah kesehatan remaja. Turehan. Kenapa dipilih kekalek jaya. Dai kesehatan  Prov. NAPZA III : Perubahan psikologi remaja dan solusinya (pembicara psikolog Shinta. namun di tahun 2012 masih akan  ditekankan lainnya. pembicara tamu) IV : Kesehatan reproduksi diliat dari sudut pandang agama (Ustd. Sambil berjalan pada pembuatan sosialisasi dan kelas remaja penyebarluasan informasi tentang kesehatan reproduksi remaja tetap digalakkan melalui penyuluhan di sekolah-sekolah. HIV-AIDS. Bentuk kegiatannya : kantung persalinan yang .Berangkat dari keprihatinan akan kondisi remaja secara global saat ini.

Namun dikarenakan komitmen yang sangat besar maka SIK di Puskesmas tidak hanya yang berhubungan dengan entry data rawat jalan saja (software luar gedung belum ada pada SIK DEPKOM-INFO). SIK Di Kota Mataram. sms gateway diujicova di Poskesdes ampenan selatan dengan masih bertujuan sama untuk menggantikan posisi kantung persalinan dengan menyesuaikan dengan IT sesuai zaman 11. komitmen untuk melakukan SIK dalam kegaiatan pelayanannya. Bidan poskesdes memiliki hp khusus untuk pasien  terutama ibu hamil Dengan memasukkan menggunakan  fitur data reminder sederhana dengan dipakaiah sebagai pengingat tanggal taksiran persalinan Jika reminder berfungsi dan petugas belum kontak terakhir dengan pasien. maka petugas akan meninfdaklanjutinya dengan mebuat komunikasi atau  kunjungan rumah Hal ini bermanfaat untuk mengurangi beban kerja membuat  kantung persalinan namun tidak meninggalkan tugas untuk mengontrol kondisi bumil Di akhir tahun. . Walau pada kenyataannya SIK di Puskesmas Tanjung karang masih dengan software yang “tertutup/closed” sehingga banyak kegiatan yang belum bisa dientry di SIK Puskesmas. SIK (Sistem Informasi Kesehatan) dijadikan sumber komunikasi yang utama. Yang berhubungan dengan komunikasi ke luar Puskesmas tanjung Karang. Puskesmas Tanjung Karang sejak tahun 2010 melakukan pelaporan ke Dikes Kota mataram secara paperless/ tidak menggunakan kertas.

dimana masalah tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Puskesmas Tanjung Karang c. Melalui profil ini disarankan kepada Dinas Kesehatan Kota Mataram untuk memberi kewajiban pada semua Puskesmas untuk secara teratur membuat Profil dan laporan lain sebagai bentuk pertanggungjawaban kerja . Profil merupakan tambahan informasi dari laporan kerja tahunan Puskesmas tanjung karang III. 1 KESIMPULAN Dari profil Puskesmas Tanjung karang tahun 2012 ini dapat disimpulkan bahwa : a. 2 SARAN a.BAB III KESIMPULAN DAN SARAN III. Puskesmas tanjung Karang mempunyai beberapa kelebihan/ unggulan atau inovasi yang dilakukan berdasarkan analisa situasi local puskesmas tanjung karang atau penugasan dari dinas kesehatan kota Mataram b. Beberapa hal perlu mendapatkan dukungan dari Dinas Kesehatan untuk pengembangan selanjutnya.

dan kemungkinan . Melalui Profil ini.b. Dinas Kesehatan dapat mengevalusi dan menerima masukan untuk perbaikan pengembangan Puskesmas selanjutnya.