You are on page 1of 7

Modul 5

Rangkaian dan arus listrik searah
I.

Tujuan Percobaan
Melalui pelaksanaan modul percobaan ini diharapkan mahasiswa :
1. memahami sifat arus listrik se arah dalam rangkaian
2. memahami perilaku komponen listrik dalam rangkaian
3. mampu menggunakan alat ukur listrik dan mengubah batas ukurnya

II.

Alat-alat yang digunakan
Alat – alat yang digunakan dalam percobaan ini antara lain adalah :
1. Sumber potensial (DC Power suply)
5. Amperemeter
2. Kabel-kabel penghubung
6. Voltmeter
3. Baterei
7. Berbagai hambatan
4. Multimeter
8. Bangku hambatan

III.

Dasar Teori
3.1 Arus dan potensial listrik
Muatan listrik, yang dalam hal ini adalah elektron, mengalir dalam
rangkaian karena adanya beda potensial diantara dua titik dalam rangkaian
yang bersangkutan. Aliran listrik dalam rangkaian disebut sebagai arus
listrik. Aliran muatan pada suatu kawat, dapat digambarkan sebagai
berikut :
: Elektron

Arah arus

Gambar 5.1
Besarnya arus listrik, (i) didefinisikan sebagai jumlah muatan yang
melewati suatu penampang kawat persatuan waktu, dengan satuan
Ampere [A]. Perumusan arus listrik pada suatu tempat adalah :
1

2 Rangkaian seri dan paralel Resistor dalam rangkaian dapat digandengkan dalam bentuk seri ataupun paralel. Pengukuran nilai potensial suatu titik senantiasa dilakukan dengan membandingkan terhadap nilai potensial suatu titik tertentu. dan dianggap sebagai suatu komponen listrik yang disebut sebagai resistor. Beda potensial dinyatakan dalam satuan Volt [V] .2) dengan R adalah nilai hambatan . Titik yang dihubungkan dengan tanah sering disebut sebagai ground dan memiliki potensial sebesar nol Volt.2. secara deret (seri).1) Karena satuan banyaknya muatan listrik [q] adalah Coulomb [C]. Sering dilakukan titik tertentu yang dipakai sebagai acuan adalah bumi.2 dengan RS = R1 + R2 2 . oleh karena itu dinyatakan sebagai beda potensial antara kedua titik dalam rangkaian. nilai hambatan suatu resistor bersifat menghambat arus.i q [A] t (5. maka berlaku : V = i. Dengan sifat arus yang demikian. III. sehingga arus akan mengecil. seperti ditunjukkan dalam gambar 5. Analogi dengan saluran air. dan besarnya arus sebanding dengan beda potensial . maka : 1A 1 C . yaitu menghubungkan titik tersebut dengan tanah (ground). V A A R1 V B R2 C RS C Gambar 5. Oleh karena itu pada susunan resistor secara berderet (seri) . maka nilai hambatannya adalah jumlah. maka pengukuran arus det dilakukan dengan menempatkan amperemeter pada titik dalam jalur rangkaian tersebut.R (5.

3.3 1 1 1   dengan . maka bila alat ini dipergunakan untuk mengukur arus 1 mA kesalahan pengukuran menjadi sangat besar. Batas atas daerah pengukuran merupakan kemampuan tertinggi alat ukur. Batas bawah daerah pengukuran merupakan nilai sekala terkecil alat ukur. seperti ditunjukkan dalam gambar 5.Pada susunan resistor secara berjajar (paralel) . A V R1 A R2 V RP B B Gambar 5. Hambatan dalam inilah yang menentukan batas ukur alat tersebut.Amperemeter Gambar 5.3 Batas alat ukur listrik Alat ukur listrik. V rD rD a. Sebagai contoh: misal amperemeter mempunyai nilai sekala terkecil 1 ampere. amperemeter maupun voltmeter.Voltmeter A b. Keadaan ini ditunjukkan dalam gambar 5. maka nilai hambatannya adalah lebih kecil dari yang terkecil. Batas daerah pengukuran bukan semata dalam arti ketidakmampuan alat mengukur di luar daerah yang tertera. (rD). terdapat hambatan dengan nilai tertentu. yaitu kemampuan nilai terkecil yang dapat terukur dengan baik. maka alat akan rusak atau terbakar. Nilai hambatan ini disebut sebagai ”hambatan dalam” . sehingga arus akan menjadi lebih besar. Dalam setiap alat ukur listrik. R P R1 R 2 III. akan tetapi juga bila alat ini digunakan di luar daerah batas pengukurannya akan berakibat rusak atau terbakar. Apabila alat dipergunakan mengukur besaran yang lebih tinggi. dan hambatan dalam amperemeter dinyatakan sebagai hambatan yang terpasang deret. memiliki batas daerah pengukuran. Hambatan dalam voltmeter dinyatakan sebagai hambatan yang terpasang paralel.4 berikut.4 3 .

6 berikut ini. 2. Apabila diberikan rangkaian listrik seperti gambar 5.Batas pengukuran kedua jenis alat ukur listrik tersebut dapat dilakukan dengan cara menambahkan hambatan luar RL. amperemeter : R L  1 rD n -1 IV. tunjukkan bahwa : R .R Rx  1 3 R2 + R1 Rx V=0 _ R2 R3 Gambar 5. Secara skematik penempatan RL ditunjukkan oleh gambar 5. voltmeter : R L  ( n . 1. Buktikan perumusan untuk memperbesar batas ukur alat yang dibahas pada butir 3. A V rD RL rD RL Gambar 5.6 3.5 Apabila diinginkan batas ukur alat naik n kalinya maka untuk : a. Hambat jenis kawat penghantar adalah : ρ  R.3 dalam persamaan a .1 ) rD b. Tugas Pendahuluan Kerjakan di rumah dan serahkan kepada asisten anda sebelum praktikum dimulai.5. Jelaskan arti L hambat jenis dan makna yang terkandung dalam persamaan tersebut. 4 . dan b tersebut.A . yang ditempatkan berderet untuk voltmeter dan berjajar untuk amperemeter.

Apa yang harus dilakukan. Letakkan amperemeter pada titik – titik X .2 dengan mengganti nilai batere E yang anda miliki. Buat rangkaian seperti pada gambar 5. dengan B adalah Bangku hambat . Buat rangkaian seperti gambar 5. dan V. dan Z . V. 3. Ulangi percobaan pada butir V. sebanyak 2 harga E. setelah saklar S dihubungkan. bila dari suatu sumber potensial 12 Volt ingin ditarik arus 200 mA saja dengan potensial tetap 12 Volt ? Gambarkan skema rangkaiannya ! 5.7 2.8 berikut ini.7 berikut ini. V adalah voltmeter dan simbol – simbol huruf yang lain sama dengan rangkaian gambar 5. dan Z terhadap titik G. A : Amperemeter dan S : Saklar. Gambarkan skema rangkaian dan cantumkan pula nilai-nilai komponen yang dipakai untuk mengambil arus 100 mA dengan potensial 8 Volt dari suatu baterei 12 Volt. Percobaan 1. Putuskan hubungan dengan melepas saklar S. A B S R1 R3 R2 V R4 + E Gambar 5.4. sambungkan saklar S dan ukurlah arus pada titik ini. Lakukan percobaan anda beberapa kali agar memberikan keyakinan nilai eksperimental. S + E X R1 R2 Z G R3 Y R4 Gambar 5. dengan R : Ressitor.7. 4. E : Sumber potensial / Batere. Demikian pula lakukan cara yang sama untuk mengukur arus yang melewati titik-titik Y . V : Voltmeter.1 .8 5 . Ukurlah tegangan V dengan multimeter pada titik – titik X . Y .

10 dan amati beberapa nilai V dengan mengganti nilai R dalam beberapa harga yang anda miliki. lakukan pada beberapa nilai berbeda dengan mengubah nilai hambatan dari bangku hambat B. dan lakukan pengukuran nilai V dan A. Buat rangkaian seperti pada gambar 5. Lakukan untuk 3 harga B berbeda .10 V 9. Lakukan kembali percobaan V..Pasanglah bangku hambat pada suatu nilai anda kehendaki . Pada nilai – nilai V tersebut catatlah nilai A nya. Buat pula rangkaian seperti gambar 5.6 dengan mengacu pada gambar 5.9b.4 untuk harga amperemeter berbeda (arus yang keluar dari E) dengan memilih nilai pada B.6 . dan upayakan pengamatan anda untuk mendapatkan nilai V yang sama seperti percobaan V. dan nilai potensial V.9a . Untuk mendapatkan hasil pengamatan sebaik-baiknya . 6. Anda lakukan beberapa kali percobaan V. A B E A B R R E V (a) V (b) Gambar 5. 5. tanpa mengubah-ubah nilai hambatan pada B . R B S E Gambar 5. dam V.11 dan amati beberapa nilai A dengan mengganti nilai R dalam beberapa harga yang anda miliki. 8. Buat rangkaian seperti pada gambar 5. B R E S A Gambar 5.11 6 . kemudian sambungkan saklar S dan bacalah nilai arus A . tanpa mengubah-ubah nilai hambatan pada B.9 7. Lakukan percobaan V.6.7 ini.

12. Mc DrawHill Publ. Instrumentation Devices and Systems. Addison – Wesley Publ. Berikan analisa. Daftar Pustaka 1. Electronic Instrumentation and Measurement Techniques.S Rangan et coll .5. M. and H. 1987 7 . VI.6 dan V.and Abert D Helfrick. New Yersey . D. Zemasky . Penerbit ITB. Fisika Pembahasan Terpadu. W. dan perhitungan hambatan dalam voltmeter dan amperemeter yang anda gunakan dari hasil percobaan V. Prentice – Hall Inc . William David Cooper . in press 2.7 yang anda lakukan . Suparno Satira.1 . 1992 4.10. New Delhi .9 yang dihubungkan dengan percobaan sebelumnya. University Physics . Co.W. 11. Young . sampai dengan percobaan V. Sears . C. Berikan analisis hubungan arus dan potensial listrik dari hasil percobaan pada butir V.8 dan V. Berikan analisa anda pada hasil percobaan V.1987 3. F.