You are on page 1of 14

Bagian Neurologi

RSUD Dr. Abdul Aziz

75% serangan pertama timbul sebelum umur 18 tahun  Tidak menular  Perlu pengobatan intensif untuk mengontrol kejang  . akibat lepasnya muatan listrik abnormal atau berlebihan di otak  Kejadian kejang yang terjadi berulang (kambuhan)  Dapat terjadi pada siapa saja.Epilepsi merupakan suatu keadaan fisik yang terjadi tiba-tiba.

 Pada bayi  trauma kelahiran. idiopatik (tidak diketahui penyebabnya)  Pada dewasa  penyebab lebih beragam  trauma. kelainan bawaan sejak lahir infeksi  Pada anak dan remaja  infeksi. idiopatik . tumor. kelainan elektrolit. kelainan metabolik. kelainan metabolik. kelainan elektrolit. trauma. dampak dari penyakit lain yang menyertai.

 o o o o KEJANG UMUM Tonik-klonik (grand mal) Absence (petit mal) Mioklonik Atonik  o o KEJANG SEBAGIAN Kejang sebagian sederhana Kejang sebagain kompleks .

 Tonik-Klonik (grand mal) o Paling sering terjadi o Pasien tiba-tiba jatuh. kejang-kejang. o Setelah kejang berhenti pasien tidur Awalnya seluruh badan tampak kaku diikuti dengan kejang seluruh tubuh . mulut keluar busa o Terjadi sekitar 5 menit.

Absence (petit mal)    terjadi pada masa anak-anak atau awal remaja penderita tiba-tiba melotot. setelah bangun tidur pasien mengalami sentakan tiba-tiba Kejang Atonik  Pasien tiba-tiba lemas dan jatuh. dengan kepala terkulai terjadi beberapa detik. dan sering tidak disadari Kejang Mioklonik   Terjadi pagi hari. atau matanya berkedipkedip. namun beberapa saat kemudian pulih kembali .

meringis.• Kejang Sebagian Sederhana  pasien tidak kehilangan kesadaran  terjadi sentakansentakan pada bagian tertentu dari tubuh • Kejang Sebagian Kompleks  pasien melakukan gerakan tak terkendali: gerakan mengunyah. dll .

 Cahaya tertentu  Kurang tidur  Suara tertentu  Lupa minum obat  Menstruasi  Stress .

 Cari pertolongan medis  Patuh minum obat OAE harus dikonsumsi terus menerus selama 1-2 tahun  Tidak perlu takut/malu .

Penolong harus bersikap tenang. pindahkan penderita ke tempat yang aman  Miringkan penderita agar ludah atau muntahan makanan tidak masuk kedalam saluran pernapasan  Tidak perlu melakukan tindakan yang melawan gerakan/kejang pada penderita  Longgarkan pakaian yang ketat. lepas aksesoris dan perhiasan  .

berapa lama.Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut  Jangan memberi makan/minum sampai penderita sadar sepenuhnya  Ingat bagaimana kejang terjadi. dan apa faktor pencetusnya  Bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut  .

.

Konsultasi kepada dokter Pentingnya deteksi dini dan kepatuhan minum obat  Support dari lingkungan sekitar  Informasikan mengenai epilepsi kepada kerabat anda. bahwa penyakit ini dapat dikontrol dan tidak menular   .