You are on page 1of 12

Corak Adat dalam Perkembangan Kehidupan Masa Kini

Serta Prospeknya di Masa Depan

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hukum adat adalah salah satu sub dari jenis hukum yang ada di Indonesia.
Hukum adat sendiri diartikan sebagai Hukum Indonesia asli yang tidak tertulis
dalam

bentuk

perundang-undangan

Republik

Indonesia,

yang

disana

sini

mengandung banyak unsur dimana tiap daerah memiliki perbedaan. Didalam suatu
hukum adat terdapat beberapa corak hukum adat yang membedakan tiap daerah di
Indonesia. Yang menjadi permasalahan sehingga terciptanya makalah ini adalah
bagaimana perkembangan corak hukum di Indonesia disaat perkembangan zaman
semakin pesatnya, apakah akan diterima oleh masyarakat lain di Indonesia,
dihargai serta dihormati oleh khalayak ramai, atau mungkin dipinggirkan serta
dinggap remeh oleh masyarakat Indonesia.
Kita semua tahu bahwa hukum adat serta corak – corak nya adalah suatu
norma – norma serta kebiasaan yang tercipta melalui proses lama yang terjadi
secara turun – temurun. Proses tersebut menciptakan suatu hukum adat serta corak
– coraknya yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat yang menganutnya.
Namun perkembangan zaman pada masa sekarang memiliki pandangan yang
terkadang berlawanan dengan hukum adat serta corak – coraknya tersebut.
Lalu, apakah hukum adat serta corak – coraknya dapat terus dipertahankan
dan berjalan beriringan dengan zaman yang tiap waktu berkembang dengan begitu
pesatnya? Apakah hukum adat dapat terus dianggap keabsahannya ketika hukum
- hukum makin berkembang di dunia masa kini? Semua jawaban dari pertanyaan
tersebut masih menimbulkan tanda tanya besar hingga masa kini.

Apa pengertian hukum adat serta corak – coraknya? 2. Bagaimana letak corak adat bila dibandingkan dengan perkembangan zaman masa kini? 3. Mungkinkah hukum adat serta corak – coraknya terus dipertahankan pada masa yang akan datang? . Rumusan Masalah 1.B.

Karena istilah Adat yang telah diserap kedalam Bahasa Indonesia menjadi kebiasaan maka istilah hukum adat dapat disamakan dengan hukum kebiasaan. hukum.H. wujud gagasan kebudayaan yang terdiri atas nilai-nilai budaya.2 1 H. . sepanjang keputusan-keputusan tersebut karena kesewenangan atau kurang pengertian tidak bertentangan dengan keyakinan hukum rakyat. cara (kelakuan dsb) yang sudah menjadi kebiasaan. Keputusan ini diambil berdasarkan nilainilai yang hidup sesuai dengan alam rohani dan hidup kemasyarakatan anggotaanggota persekutuan tersebut. Hukum Adat. Noor Ipansyah Jastan. atau dalam hal pertentangan kepentingan keputusan para hakim yang bertugas mengadili sengketa. melainkan senafas dan seirama dengan kesadaran tersebut. diakui atau setidaknya tidak-tidaknya ditoleransi. terutama keputusan yang berwibawa dari kepala-kepala rakyat (kepala adat) yang membantu pelaksanaan-pelaksanaan perbuatan- perbuatan hukum.PEMBAHASAN Pengertian Hukum Adat Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Hukum adat yang berlaku tersebut hanya dapat diketahui dan dilihat dalam bentuk keputusan-keputusan para fungsionaris hukum (kekuasaan tidak terbatas pada dua kekuasaan saja. dan Indah Ramadhansyah. 15.1 Sementara Ter Haar membuat dua perumusan yang menunjukkan perubahan pendapatnya tentang apa yang dinamakan hukum adat. S. diterima. Hal. dan aturan yang satu dengan lainnya berkaitan menjadi suatu sistem. Hukum adat lahir dan dipelihara oleh keputusan-keputusan warga masyarakat hukum adat. adat adalah aturan (perbuatan dsb) yang lazim diturut atau dilakukan sejak dahulu kala. Keputusan tersebut tidak hanya keputusan mengenai suatu sengketa yang resmi tetapi juga di luar itu didasarkan pada musyawarah (kerukunan). eksekutif dan yudikatif) tersebut. norma.

2. Demikian pula sebaliknya pada hukum kekerabatan masyarakat minangkabau yang menarik garis keturunan dari perempuan dan masih dipertahankan hingga dewasa ini. pada tanggal 16 april 2015 pukul 17. konkret dan visual. Pada umumnya hukum adat bercorak tradisiona. Tradisional. dpat berubah dan menyesuaikan. tidak dikodifikasi. Keagamaan. artinya bersifat turun temurun. 1. Misalnya dalam hukum adat kekerabatan adat batak yang menarik garis keturunannya dari laki-laki sejak dahulu hingga sekarang masih tetap berlaku dan dipertahankan.wikipedia. Menurut kepercayaan bangsa indonesia bahwa di alam semesta ini benda-benda itu berjiwa ( animisme ). Disekitar kehidupan manusia itu ada roh-roh halus yang mengawasi kehidupan manusia ( jin. terbuka dan sederhana. 2 diakses dari http://id. dari zaman nenek moyang hingga ke anak cucu sekarang ini yang keadaannya masih tetap berlaku dan dipertahankan oleh masyarakat adat yang bersangkutan. benda-benda itu bergerak ( dinamisme ). musyawarah dan mufakat.Corak Berlakunya Hukum Adat Dalam penerapan hukum adat terdapat beberapa corak yang melekat dalam hukum adat itu sendiri yang dapat dijadikan sebagai sumber pengenal hukum adat di antaranya yaitu: corak yang tradisional.php? title=Hukum_adat&veaction=edit&vesection=11. Hukum adat itu pada umumnya bersifat keagamaan ( magis-relegius ) artinya perilaku hukum atau kaedah-kaedah hukum berkaitan dengan kepercayaan terhadap yang gaib dan berdasarkan pada ajaran ketuhanan yang maha Esa. kebersamaan. keagamaan. malaikat. iblis dan lain sebagainya ) dan alam sejagat ini ada karena ada yang mengadakan yaitu yang maha mencipta.org/w/index.00 .

maka para tetangga berdatangan menyampaikan rasa bela sungkawa. Satu untuk semua dan semua untuk satu. Sehingga sifat hubungan hukum yang berlaku didalam hukum adat itu terang dan tunai. nyata dan berwujud. tidak rumit dan tidak abanyak administrasinya. tidak sanar-samar.3. diketahui dan didengar oleh orang lain serta nampak serah terimanya. kekeluargaan. misalnya dalam jual beli waktunya jatuh bersamaan antara pembayaran harga dengan penyerahan barangnya. Dimana kepentingan pribadi diliputi kepentingan bersama. tolong-menolong dan gotong-royong. Sedangkan corak hukum adat itu sederhana artinya hukum adat itu bersahaja. 4. artinya hukum adat itu jelas. Kenyataan yang demikian ini masih trlihat dari adanya rumah gadang di minangkabau. Jika barang diterima pembeli tapi harga belum dibayar maka itu bukan jual beli tetapi utang piutang. terbuka dan tidak terselubung. hubungan hukum antara anggota masyarakat adat didasarkan oleh rasa kebersamaan. 5. Di pedesaan jawa jika ada tetangga menderita kesusahan atau kematian. Kebersamaan ( Bercorak Komunal ). Terbuka Dan Sederhana Corak hukum adat itu terbuka artinya hukum adat itu dapat menerima unsurunsur yang datangnya dari luar asal tidak bertentangan dengan jiwa hukum adat itu sendiri. Corak hukum adat konkrit. dilaksanakan berdasarkan saling mempercayai bahkan kebanyakan tidak tertulis. Konkrit Dan Visual. mudah dimengerti. sebagai tanah pusaka yang tidak dapat dibagi-bagi secara individual melainkan menjadi milik bersama. Corak kebersamaan dalam hukum adat dimaksudkan bahwa didalam hukum adat lebih diutamakan kepentingan bersama. Orang jawa mengatakan “ dudu sanak dudu kadang neng yen mati melu kelangan” ( sanak bukan saudara bukan. . kecuali yang telah dilegislasi oleh undang-undang.dapat disaksikan. Sedangkan bercorak visual dimaksudkan hukum adat itu dapat dilihat. jika ada yang mati turut merasa kehilangan ).

adil dan bijaksana dari orang yang .6. Oleh karena itu hukum adat mudah berubah dan dapat menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat seperti yang di uraikan di atas. maka dapatlah dimengerti bahwa hukum adat itu merupakan hukum yang hidup dan berlaku dimasyarakat indonesia sejak dulu hingga sekarang yang dalam pertumbuhannya atau perkembangannya secara terus menerus mengalami proses perubahan. Corak musyawarah dan mufakat ini dalam penyelesaian perselisihan biasanya di dahului oleh adanya semangat itikad baik. 7. juga dikenal hukum adat yang di catat dalam aksara daerah yang bentuknya tertulis seperti di tapanuli “ruhut parsaoron” di bali dan lombok “awig awig”. di surakarta dan yogyakarta “angger angger” dan lain-lain. apalagi yang bersifat peradilan dalam menyelesaikan perselisihan antara yang satu dengan yang lainnya. Dapat Berubah Dan Menyesuaikan. dengan saling memaafkan tidak begitu saja terburu buru pertikaian itu langsung di bawa ke meja hijau. Musyawarah Dan Mufakat. 8. jadi berbeda dengan hukum barat yang corak hukumnya di kodifikasi atau di susun secara teratur dalam kitab yang di sebut kitab perundang undangan. kekerabatan dan ketetanggaan dalam memulai suatu pekerjaan sampai dalam mengakhirinya. Tidak Dikodifikasi Kebanyakan hukum adat bercorak tidak di kodifikasi atau tidak tertulis. Hukum adat pada hakikatnya mengutamakan adanya musyawarah dan mufakat. di jawa “pranata desa”. diutamakan jalan penyelesaiannya ecara rukun dan damai dengan musyawarah dan mufakat. Selain itu masih ada peraturan-peraturan hukum adat pada abad XV sampai XVIII yang tertulis dalam buku (manuskrip) orang orang di sulawesi selatan yang di sebut “lontara” yang masih berlaku hingga sekarang. Oleh karena itu dalam perkembangannya terdapat isi atau materi yang tidak berlaku lagi. Kalau ditilik dari batasan hukum adat. baik di dalam keluarga. Walaupun demikian adanya.

Maka hukum adat dapat dilacak secara kronologis sejak Indonesia terdiri dari kerajaankerajaan. Laksbang Pressindo. Namun bila ditelaah. tak kan putus jika kendur . hal 110 . 4 Hukum Adat Dalam Konsitusi.. pada tanggal 16 April 2014 pukul 17:15 4 Dominikus Rato. yang tersebar di seluruh nusantara. peribahasa lampung dalam bermufakat terungkap dalam kata “mak patoh lamen lemoh mak pegat dalam kendur” tak kan patuh jika lemah. 2011. Konstitusi kita sebelum amandemen tidak secara tegas menunjukkan kepada kita pengakuan dan pemakaian istilah hukum adat.dipercaya sebagai penengah dalam perkara itu. Yogyakarta. Realitas sosial budaya dikonstruksi oleh pujangga yang satu dikonstruksi oleh pujaga yang lain. serta dikonstruksi kembali pujangga berikutnya.3 Eksistensi Hukum Adat Dalam Sistem Hukum Nasional Hukum adat tumbuh dari cita-cita dan alam pikiran masyarakat Indonesia. Hukum Adat (Suatu Pengantar Singkat Memahami Hukum Adat di Indonesia) . maka dapat disimpulkan ada sesungguhnya rumusan3 diakses dari https://sarasnovi18.com/2012/12/15/corak-hukum-adat/.wordpress.

maka UUD 1945 dimbali berlaku. Dengan demikian hakim harus menggali dan mengikuti perasaaan hukumd an keadilan rakyat yangs enantiasa berkembang. dengan tetap bersumberkan nilai primernya. Pokok Pikiran ketiga 5 Dewi C Wulansari. Pasal 29 ayat (1) Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. hal 108. Maka azas-azas fungsi sosial manusia dan hak milik dalam mewujudkan hal itu menjadi penting untuk diwujdukan dan disesusikan dengan dengan tuntutan dan perekembangan amsyarakat. Perintah kodifikasi ini pada hematnya juga berlaku pula terhadap hukum adat. Pada tataran praktis bersumberkan pada UUD 1945 negara mengintroduser hak yang disebut Hak Menguasai Negara (HMN). hal ini mencerminkan kepribadian bangsa. Bandung. .I/No. Maka hal ini termasuk di dalamnya hukum adat.4/Okt-Des/2012 30 pasal 102 dan dengan memperhatikan ketentuan pasal 25 UUDS 1950 ada perintah bagi penguasa untuk membuat kodifikasi hukum. Pembukaan UUD 1945. Hak Pertuanan. 5Dengan dekrit Presiden 5 Juli 1959. Pasal 33 ayat (1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan. 2010. pola pikir dan hukum adat. dan perintah kodifikasi ini merupakan pertama kalinya disebtkan di dalam Peraturan PerundangUndangan Republik Indonesia yang mengatur ketentuan terhadapa kodifikasi hukum adat. yang hidup dalam nilai-nilai. ada 4 pokok pikiran dalam pembukaan UUD 1945.rumusan yang ada di dalamnya mengandung nilai luhur dan jiwa hukum adat. yang secara tradisional diakui dalam hukum adat. Pokok pikiran kedua adalah negara hendak emwujdukan keadilan sosial. pasal 146 ayat 1 dimuat kembali. Dalam Lex Crimen Vol. PT.. hal ini mencakup juga dalam bidang hukum. yang disebut hukum nasional. yaitu persatuan melipouti segenap bangsa Indonesia. Hal ini berbeda dengan keadilan hukum. Hukum Adat Indonesia Suatu Pengantar. walaupun dalam kenyatannya belum dapat dilaksanakan. Dalam konsitusi RIS pasal 146 ayat 1 disebutkan bahwa segala keputusan kehakiman harus berisi alasan-alasannya dan dalam perkara harus menyebut aturanatiuran undang-undang dan aturan-aturan hukum adat yang dijadikan dasar hukum itu Selanjutnya dalam UUD Sementara. hal ini diangkat dari Hak Ulayat. yang memuat pandangan hidup Pancasila. Refika Aditama.

yang diatur dalam undang-undang. Diatur dalam undang-undang. masyarakat memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jaminan konstitusi sepanjang hukum adat itu masih hidup. menjunjung kebenaran berperasaan halus dan berperikemanusiaan. maka tata urutan perundang-undangan: 1. Konstitusi menjamin kesatuan masyarakat adat dan hak-hak tradisionalnya . Hal ini tidak memberikan tenpat secara formil hukum adat . Pokok pikiran keempat adalah: negara adalah berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa. Memahami rumusan pasal 18 d UUD 1945 tersebut maka: 1.adalah : negara mewujdukan kedaulatan rakyat. Undang-undang/ Perpu.Dalam hubungan itu maka ini mutlak diperlukan karakter manusia pemimpoin publik yanhg memilikiw atak berani. Syarat Idealitas. artinya pemimpin harus menantiasa memahami nilai-nilai dan perasahaan hukum. Ketetapan MPR. 2. yaitu sesuai dengan prinsip negara kesatuan Republik Indonesia. berdasar atas kerakyatamn danm permusyawaratan dan perwakilan. dan keberlakuan diatur dalam undang-undang. Syarat Realitas.I/No. hukum adat diakui sebagaimana dinyatakan dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 18D ayat 2 menyatakan : Negara mengakui dan menghormati kesatuankesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip negara Kesatuan Republik Indonesia. memberikan jaminan pengakuan dan penghormatan hukum adat bila memenuhi syarat: 1. dan negara mengakui Tuhan sebagai penentu segala hal dan arah negara hanya semata-mata sebagai sarana membawa manusia dan masyarakatnya sebagai fungsinya harus sebabtiasa dengan visi dan niat memperoleh ridho Tuhan yang maha Esa. adanya persatuan perasahaan antara rakyat dan pemimpinnya. Pokok pikiran ini sangat fondamental dan penting. 2. 5. yaitu hukum adat masih hidup dan sesuai perkembangan masyarakat. 3. Peraturan Daerah. Undang-undang Dasar 1945. Sesuai dengan perkembangan masyarakat. 4. 2.4/Okt-Des/2012 31 Hukum perundang-undangan sesuai dengan TAP MPR Tahun 2001. Lex Crimen Vol. 4. Namun setelah amandemen konstitusi. dan 5. Maka konsitusi ini. adil. Peraturan Pemerintah. 3. bijaksana. Sesuai dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia. hal ini mengharuskan cita hukum dan kemasyarakatan harus senantiasa dikaitkan fungsi manusia. perasaaan politik dan menjadikannya sebagai spirit dalam menyelenggarakan kepentingan umum melalui kepngambilan kebijakan publik.

putusan hakim atau atau pendapat para sarjana. kebiasaan. Prospek Hukum Adat Pada Masa Mendatang Adat dahulu dengan adat sekarang atau adat yang akan datang akan berbeda sesuai dengan zaman yang mempengaruhi karena adat tersebut juga menyesuaikan dengan adanya zaman yang ada. kecuali hukum adat dalam wujud sebagai hukum adat yang secara formal diakui dalam perundangundangan.sebagai sumber hukum perundang-undangan. Jadi adat bisa tergeser sedikit demi sedikit untuk tidak di gunakan lagi. dengan perubahan zaman tersebut adat tidak bisa semena-mena untuk di terapkan walaupun itu tidak semuanya. bagaimanapun juga hukum adat bisa di jadikan sebagai sumber hukum walaupun tidak tertulis seperti pada Undang-Undang yang ada di Indonesia. . sehingga apa yang dianggap terdapat nilai positifnya bisa lebih dikembangkan lagi.

Semua perbedaan itu tidak bisa dipaksakan untuk dilebur menjadi satu. sehingga apa yang dianggap terdapat nilai positifnya bisa lebih dikembangkan lagi. Sebagian besar masyarakat Indonesia secara perlahan-lahan telah meninggalkan cara-cara yang dianggap kurang masuk akal itu dan diganti dengan hukum-hukum positif rasional yang diakui oleh semua kalangan masyarakat dari beragam suku. Unsur pembentukannya adalah pembiasaan dalam kehidupan manusia.PENUTUP Kesimpulan Adat adalah hukum. Sedangkan adat yang telah melembaga dan berjalan dalam waktu yang lama. serta dituruti secara turun temurun disebut “tradisi”. Adat yang berisi kebiasaan yang baru atau sifatnya sementara disebut mode (dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai Fashion) atau fad (kesukaan sementara). bagaimanapun juga hukum adat bisa di jadikan sebagai sumber hukum walaupun tidak tertulis seperti pada Undang-Undang yang ada di Indonesia. Karena tiap penduduk memiliki hak asasi manusia yang patut dihargai oleh sesama penduduk lainnya . Saran Hukum adat harus tetap dipertahankan karena tidak semua orang sama alias berbeda. Jadi adat bisa tergeser sedikit demi sedikit untuk tidak di gunakan lagi. . dengan perubahan zaman tersebut adat tidak bisa semena-mena untuk di terapkan walaupun itu tidak semuanya. memilki karakteristik tersendiri. Adat dahulu dengan adat sekarang atau adat yang akan datang akan berbeda sesuai dengan zaman yang mempengaruhi karena adat tersebut juga menyesuaikan dengan adanya zaman yang ada. ras dan agama yaitu berupa undang-undang hukum pidana dan perdata. Dengan adanya kedua undang-undang itu sebagian masyarakat Indonesia meyakini bahwa ikatan hukum itu bisa diterima oleh semua pihak. yang dilakukan secara terus-menerus dan menjadi kelaziman yang diturut atau dilakukan sejak dahulu kala.

S. Hukum Adat. PT. Hukum Adat (Suatu Pengantar Singkat Memahami Hukum Adat di Indonesia) . Hukum Adat Indonesia Suatu Pengantar.wordpress.REFERENSI  http://id. Bandung. Laksbang Pressindo. Noor Ipansyah Jastan. 2011. Yogyakarta. 2005 Dominikus Rato.php?   title=Hukum_adat&veaction=edit&vesection=11 https://sarasnovi18.H. dan Indah Ramadhansyah.  Toko Gunung Agung. hal  110 Dewi C Wulansari. Refika Aditama.wikipedia.. Jakarta..org/w/index.com/2012/12/15/corak-hukum-adat H. 2010 .