You are on page 1of 19

BIOREMEDIASI

Szarien Veka Suftarama
114120012

. alga dan bakteri yang berfungsi sebagai agen bioremediator. fungi (mycoremediasi).Pengertian Bioremediasi merupakan salah satu teknologi alternatif untuk mengatasi masalah lingkungan dengan memanfaatkan bantuan mikroorganisme. yeast. Mikroorganisme yang dimaksud adalah khamir.

Tanaman air memiliki kemampuan secara umum untuk menetralisir komponen-komponen tertentu di dalam perairan dan sangat bermanfaat dalam proses pengolahan limbah cair (misalnya menyingkirkan kelebihan nutrien. logam dan bakteri patogen).Selain dengan memanfaatkan mikroorganisme. Penggunaan tumbuhan ini biasa dikenal dengan istilah fitoremediasi. . bioremediasi juga dapat pula memanfaatkan tanaman air.

Tujuan Untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air) atau dengan kata lain mengontrol atau mereduksi bahan pencemar dari lingkungan.  .

Proses Biotransforma si Biodegradasi Biokatalis .

Jenis-Jenis Bioremedia si Melibatkan mikroba Berdasarka n lokasi .

karena mikroorganisme yang dilepaskan ke lingkungan yang asing kemungkinan sulit untuk beradaptasi. • Dilakukan melalui penambahan zat gizi tertentu yang dibutuhkan oleh mikroorganisme (misalnya nutrien dan oksigen) atau menstimulasi kondisi lingkungan sedemikian rupa (misalnya pemberian aerasi) agar mikroorganisma tumbuh dan beraktivitas lebih baik.  jika kondisi yang dibutuhkan tidak terpenuhi. • Penambahan atau introduksi satu jenis atau lebih mikroorganisme baik yang alami maupun yang sudah mengalami perbaikan sifat. teknik bioaugmentasi juga diikuti dengan penambahan nutrien tertentu. Nutrien dan oksigen dalam bentuk cair atau gas.Intrinsik • Bioremediasi jenis ini terjadi secara alami (tanpa campur tangan manusia) dalam air atau tanah yang tercemar. Mikroorganisme yang dapat membantu membersihkan kontaminan tertentu kemudian ditambahkan ke dalam air atau tanah yang tercemar. Tetapi proses ini mempunyai hambatan yaitu sangat sulit untuk mengontrol kondisi situs yang tercemar agar mikroorganisme dapat berkembang dengan optimal. ditambahkan ke dalam air atau tanah yang tercemar untuk memperkuat pertumbuhan dan aktivitas bakteri remediasi yang telah ada di dalam air atau tanah tersebut. Dalam beberapa hal. Namun sebaliknya. Bioaugmenta si Biostimulasi Bioremediasi Yang Melibatkan Mikroba . mikroba akan tumbuh dengan lambat atau mati.

Exsitu In-situ Bioremediasi Berdasarkan Lokasi . • Pengelolaan limbah di lokasi limbah itu berada dengan mengandalkan kemampuan mikroorganisme yang telah ada di lingkungan tercemar untuk mendegradasinya. ia pun mampu meremediasi jenis kontaminan dan jenis tanah yang lebih beragam.• Dilakukan dengan mengambil limbah di suatu lokasi lalu ditreatment di tempat lain.  Kemudian diberi perlakuan khusus dengan memakai mikroba.  Bioremediasi ini bisa lebih cepat dan mudah dikontrol dibanding in-situ. setelah itu baru dikembalikan ke tempat asal.

Aman digunakan Tidak melakukan proses pengangkata n polutan Ramah lingkungan Kelebihan Bioremedia si Dapat dilaksanakan di dalam/luar lokasi Menghapus resiko jangka panjang Mudah diterapkan dan biaya murah Membutuhka n lokasi tertentu Tidak semua limbah dapat diolah dengan bioremediasi Kelemahan Bioremedia si Pemantauan harus intensif Berpotensi menghasilka n produk tak dikenal .

Tanah Kadar H2O Nutris i Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi .

atau nutrient anorganik lain. sampah organik. Untuk mempercepat perombakan kadang-kadang diberi pupuk N. Setelah diinkubasikan terjadi pertumbuhan mikroba. atau limbah gergajian. Kelembaban bahan campuran tetap dijaga. dan suhu tumpukan meningkat mencapai 50-600C. khusus untuk bahan yang tercemari bahan kimia berbahaya.Teknik-Teknik Yang Berperan Dalam Bioremediasi Di Lingkungan Terestial a. Bahan yang telah dicampur sering ditumpuk membentuk barisan yang memanjang. Meningkatnya suhu dapat meningkatkan perombakan bahan oleh mikroba. Selain itu dapat juga ditempatkan dalam wadah yang besar atau luas dan diberi aerasi. Composting Pada teknik ini. dan diletakkan membentuk suatu tumpukan. Bahan organik yang dicampurkan dapat berupa limbah pertanian. yang disebut “windrow”. bahan-bahan yang tercemar dicampur dengan bahan organik padat yang relatif mudah terombak. P. . Aerasi diberikan melalui pengadukan secara mekanis atau menggunakan alat khusus untuk memberikan aerasi.

Teknik ini juga disebut sebagai aerated compost pile. Proses biodegradasi dipercepat dengan optimasi pasokan oksigen. (3) pH diatur dengan pemberian kapur. .b. Oleh karena aerasi pada pengomposan terjadi secara alami. sedangkan pada biopile menggunakan pompa untuk menginjeksikan oksigen ke dalam tumpukan tanah tercemar yang diolah. Urutan proses biopile adalah : (1) Diberi aerasi menggunakan pipa-pipa. (2) Diberi mikroba pendegradasi bahan pencemar. (5) Diberi bulking agent untuk menggemburkan tanah (6) Diberi tanah pencampur untuk menurunkan kandungan bahan pencemar (7) Dari hasil uji dapat menurunkan TPH sampai dibawah 1% dalam waktu 1 bulan. pemberian nutrien dan mikroba serta pengaturan kelembaban. Biopile merupakan salah satu teknik bioremediasi ex-situ yang dilakukan di permukaan tanah. Biopile Teknik biopile merupakan pengembangan dari teknik pengomposan. (4) Diberi tambahan nutrien NPK.

dapat dilakukan secara in-situ maupun ex-situ. Selanjutnya tanah dicampur dengan nutrien dan pHnya diatur. perlu ditambahkan bahan penyangga berupa serbuk gergaji. Apabila diperlukan pada periode tertentu. lapisan tanah dibajak agar tanah mendapat aerasi yang cukup. Hamparan tanah selalu dijaga kelembabannya agar kandungan air kurang lebih 15%. Prosesnya memerlukan kondisi aerob. kompos. Pada jenis tanah tertentu. dan pengaruhnya terhadap lingkungan. Penambahan nutrient juga disebut biostimulation. Selain penambahan nutrien dan O2.c. . Landfarming merupakan teknik bioremediasi yang telah lama digunakan. juga diberi nutrisi agar proses biodegradasi cepat berlangsung. Nutrien umumnya adalah pupuk NPK/urea dan sumber karbon yang mudah didegradasi.      Tanah tercemar yang diambil dari lokasi yang tercemar dibersihkan terlebih dahulu dari batu-batu dan bahan lain. dan banyak digunakan karena tekniknya sederhana. juga dapat ditambah inokulum mikroba. Setelah tercampur. aktivitas mikroba. Dari data hasil monitoring dapat diketahui waktu penyelesaian proses landfarming. secara periodik dilakukan monitoring untuk mengamati kandungan pencemar. Landfarming Cara ini merupakan salah satu teknik bioremediasi yang dilakukan di permukaan tanah. Secara periodik. tanah ditebarkan di lahan pengolah. Dari hasil uji dapat menurunkan TPH sampai 49% Selama kegiatan landfarming. atau bahan organik lain untuk meningkatkan porositas dan konduktivitas hidrolik.

.Teknik-Teknik Yang Berperan Dalam Bioremediasi Di Lingkungan Akuatik      Pencemaran yang paling sering terjadi pada lingkungan akuatik adalah di laut. pemeliharaan fasilitas produksi. dan tangki penyimpanan minyak pada kapal laut. . pemrosesan. Limbah minyak adalah buangan yang berasal dari hasil eksplorasi produksi minyak. fasilitas penyimpanan. dengan jenis polutannya minyak bumi.

Adapun bioremediasi yang bisa diterapkan pada tumpahan minyak yaitu : * Nutrient Enrichment Ketika minyak terlepas dalam jumlah besar. dan nutrien lain dimaksudkan untuk mengatasi kurangnya nutrien dan memungkinkanuntuk proses biodegradasi petroleum pada laju yang optimal. Nutrien juga selalu disertakan seed culture.fosfor. Penambahan nitrogen. . * Seeding with Genetically Engineered Microorganisms (GEM) Alasan dibuatnya organisme ini adalah kemungkinan dapat didesain agar mampu mendegradasi fraksi petroleum lebih efektif daripada spesies alami atau mampumendegradasi fraksi petroleum yang tidak dapat didegradasi oleh spesies alami. * Seeding with Naturally Occurring Microorganisms Seeding (inokulasi) merupakan penambahan mikroorganisme pada suatu lingkungan untuk menaikkan laju biodegradasi. kemampuan mikroorganisme untuk mendegradasi petroleum dibatasi oleh kurang mencukupinya nutrien.

Di lab mikrobiologi tanah dan lingkungan Fakultas Pertanian UGM telah ditemukan empat isolat bakteri pendegradasi minyak bumi yaitu isolat  GMY 1 (belum teridentifikasi).Contoh penggunaan teknologi bioremediasi yang dilakukan baru-baru ini adalah pembersihan lingkungan tercemar minyak bumi dengan penambahan nutrisi serta pengendalian kelembaban dan pengharaan yang dapat menurunkan 80-90% total pencemar minyak. . isolat Paenibacillus GMD 1 yang mendegradasi senyawa hidrokarbon poliaromatik serta Acetobacter calcoaticus dan Pseudomonas aeruginosa yang dapat mendegradasi alkana (C15-C16).

because natural plants or transgenic plants are able to bioaccumulate these toxins in their above-ground parts. which are then harvested for removal.Overview and applications  Heavy metals such as cadmium and lead are not readily absorbed or captured by organisms.  Phytoremediation is useful in these situations. The assimilation of metals such as mercury into the food chain may worsen matters. .

.

Terimakasih atas perhatiannya  .