You are on page 1of 2

SERUMEN

Definisi

adalah salah satu hasil produksi kelenjar sebasea, kelenjar seminosa, epitel kulit yang terlepas,

dan partikel debu. (THT UI)
Adalah sekret kelenjar sebasea dan apokrin yg terdapat pada bagiann kartilaginosa liang
telinga (Boeis)

Klasifikasi
Terdapat dua macam tipe serumen
 Basah
Mayoritas pada Ras Kaukasia (sekitar 80%) dan ras kulit hitam.
Konsistensi basah, lengket, berwarna seperti madu, namun dapat berubah warna menjadi
gelap saat terpapar.
 Kering
Mayoritas pada Ras Mongoloid.
Konsistensinya kering, bersisik seperti “beras”.
Catatan:
 Konsistensi dipengaruhi oleh faktor keturunan, iklim, usia, dan keadaan lingkungan
 Normalnya serumen terdapat di sepertiga luar liang telinga kelenjar sebasea dan apokrin
hanya ditemukan pada daerah tersebut
 Pada orang tua, serumen kering karena terjadinya atrofi sel-sel dari kelenjar sebasea dan
apokrin.

Dan pada pH ini bakteri dan jamur tidak dapat tumbuh. Bila masih belum bisa di keluarkan à irigasi air hangat tapi pastikan dahulu tidak ada riwayat perforasi pada membran timpani. - (Efek bakterisidal) Memiliki aroma yang khas yang mengakibatkan serangga tidak ingin memasuki liang telinga  Sebagai pelumas Patologi Bila gumpalan serumen menjadi lembab à serumen mengembang à rasa tekan pada membrana timpani à tuli konduksi sementara . .  Serumen kering à teteskan dengan karbogliserin 10% selama 3 hari terlebih dahulu.menggunakan lidi kapas. Tatalaksana  Serumen basah à dibersihkan menggunakan lidi kapas. baru kemudian .Fungsi serumen  Sebagai proteksi - Serumen ber-pH sekitar 5.