You are on page 1of 67

FILSAFAT

KETUHANAN DALAM
ISLAM

Tujuan Pembelajaran
Mahasiswa mampu
menjelaskan tentang
konsep Ketuhanan
dalam Islam dan
mampu melaksanakan
ajaran Islam secara
utuh serta mampu
menulis dan membaca
Al-Qur’an dengan baik
dan benar

POKOK BAHASAN
 Siapakah Tuhan itu ?
 Sejarah Pemikiran
Manusia tentang Tuhan
 Tuhan Menurut Agama
– agama
 Pembuktian Wujud
Tuhan

Siapakah Tuhan itu ?
‫اله‬

Tuhan dalam bahasa Arab disebut dengan
(ILAAHUN – ILAAHAINI
– AALIHATUN) terjemahan dari kalimat Rab (‫)رب‬

Asal kata ilah selalu diterjemahkan “Tuhan”, dalam Al-Qur’an
dipakai untuk menyatakan obyek yang dibesarkan atau
dipentingkan manusia, Misalnya dalam surat Al Jatsiyah : 23 dan
Al-Qashas ayat 38. pada kedua ayat tersebut, Ilah bisa diartikan
benda, baik abstrak yakni nafsu atau keinginan pribadi maupun
benda nyata.
Menurut logika Al-Qur’an ilah (Tuhan), sesuatu yang
dipentingkan (dianggap penting) oleh manusia sedemikian rupa,
sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai oleh–Nya. Oleh
sebab itu sangat tidak mungkin jika manusia menyebutkan
dirinya tidak bertuhan.

.

Dengan demikian makna tuhan itu dapat berbentuk apa saja. dll.Yang dipentingkan oleh manusia dapat juga diartikan dengan:      Yang dipuja / disembah Yang dicintai / diagungkan Yang diharap kebaikannya Yang diharap pertolongannya Yang ditakuti bahayanya. asal ia diperankan atau diposisikan sebagaimana di atas. .

takut dan mengharapkannya.  ilah adalah Yang dipuja dengan penuh kecintaan hati. tunduk kepada-Nya. 1989: 56) . (M.Menurut Ibnu Taimiyah. merendahkan diri di hadapannya. untuk kemashlahatan diri. meminta perlindungan dari padanya dan menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta kepadanya. tempat berpasrah ketika berada dalam kesulitan. Imaduddin. berdoa dan bertawakkal kepadanya. kepadanya.

Makna Ilah (‫إل‬Makna Ilah (‫)ه)إله‬
lâha

- ‫ هله‬:

yang Dipuja

yang Dimuliakan

yang Ditinggikan

yang Diagungkan

yang Diabdi

yang Dilayani

yang Diperturutkan

yang Disembah

 Dalam

Islam diajarkan kalimat ”la ilaha illa
Allah” yang susunan kalimatnya dimulai
dengan peniadaan (nafi) yaitu ”tidak ada
tuhan”, kemudian baru diikuti dengan
penegasan(itsbat) ”selain Allah”. Yang
maksudnya adalah seorang muslim harus
membersihkan diri dari segala macam
Tuhan, sehingga yang ada didalam hatinya
hanya ada satu Tuhan yakni Allah SWT.

Macam-macam ilah palsu

‫أههرأهيهت همنن اتهخهذ إنهلهههـهه هههوا ه‬
25:43
Tidakkah kau perhatikan orang yang
menjadikan sebagai ilâhnya adalah
hawânya?

engkaukah yang mengajarkan kepada manusia: ’Jadikanlah diriku dan ibuku sebagai dua ilâh selain Allah’?” <al-Mâ’idah 5:116> .Ilâh Palsu: Figur Tokoh ‫ = هلههيين ن نإ‬dua ilâh ‫ه‬ ‫ت‬ ‫ه‬ ‫ه‬ ‫ي‬ ‫ت‬ ‫ي‬ ‫ه‬ ‫ه‬ ‫س اتنخهذونني هوأهممهي نإهلههينن نمين‬ ‫ِسا‬ ‫ن‬ ‫لنل‬ ‫ن‬ ‫ت‬ ‫نل‬ ‫ق‬ ‫ت‬ ‫ن‬ ‫أ‬ ‫ء‬ ‫م‬ ‫ي‬ ‫ر‬ ‫م‬ ‫ن‬ ‫ب‬ ‫ا‬ ‫س ى‬ ‫عي‬ ‫ن‬ ‫ِسا‬ ‫ي‬ ‫ل‬ ‫هونإيذ هقِساهل ا‬ ‫ه‬ ‫ه‬ ‫ه‬ ‫ي‬ ‫ه‬ ‫ه‬ ‫ي‬ ‫ه‬ ‫ه‬ ‫ن‬ …‫ل‬ ‫هدونن ا تن‬ Allah berkata: “Wahai Isa putera Maryam.

‫هفِسايعهنليم أهتنهه هل إنهلهه إنتل ا ته‬ ‫ل هوايسهتيغنفير نلهذيننبهك هونلينلهميؤنمننيهن‬ ‫هوايلهميؤنمهنِسانت‬ ‫‪47:19‬‬ ‫إنتنههيم هكِساهنوا إنهذا نقيهل هلههيم هل إنهلهه إنتل ا ته‬ ‫ل هييسهتيكنبهروهن‬ ‫‪37:35‬‬ .

baik yang bersifat penelitian rasional maupun pengalaman batin.Sejarah Pemikiran Manusia tentang Tuhan  Konsep ketuhanan adalah pemikiran manusia yang didasarkan atas hasil pemikiran baik melalui pengalaman lahiriah maupun batiniyah. .

yang kemudian diteruskan EB Taylor (1877).Menurut teori evolusi yang dikemukakan oleh Max Muller. adalah sebagai berikut :  Menyatakan bahwa Ketuhanan terjadi melalui proses kepercayaan yang amat sederhana. . kemudian meningkat menjadi sempurna  Proses evolusi tersebut melewati beberapa proses/tahap : Dinamisme –Animisme – Politeisme – Henoteisme – Monoteisme. Lubbock dan Jevens. Robertson Smith.

Pemikiran Barat Dinamisme Animisme Teori Evolusionisme oleh Max Muller Bahwa pemikiran Tuhan terjadi akibat evolusi Henoteisme Politeisme Monoteisme .

Dinamisme  Mengakui pola kepercayaan manusia terhadap adanya kekuatan yang maha dasat dalam benda yang berpengaruh dalam kehidupan. Kekuatan tersebut diyakini terdapat dalam benda-benda .

.

.

Animisme  Mengakui segala benda diyakini memiliki roh gaib yang diyakini memiliki peran besar dalam kehidupan manusia.  Sesuatu tersebut seakan-akan selalu hidup dan memiliki rasa batin (senang. sedih) sehingga minciptakan kebutuhan .

Politeisme Pola kepercayaan pada roh-roh yang unggul seperti terhadap dewa-dewa  Memiliki .

Henoteisme  Pola kepercayaan atas satu tuhan untuk satu bangsa dan mengakui tuhan bangsa lain  Hal ini diusung atas motif ketidak puasan atas keberadaan dewa-dewa yang jumlahnya banyak sehingga diperlukan pengkultusan terhadap beberapa dewa saja. .

Monoteisme  Hanya megakui satu tuhan untuk semu bangsa dan bersifat internasional .

tetapi datang dengan relevansi atau wahyu. 1993. Zaglul Yusuf. 26-27 .Menentang Teori Evolusi  Teori Evolusi ditentang boleh Andrew Lang yang menyatakan bahwa dalam masyarakat primitifpun sudah dikenal monoteisme. Ia menyatakan bahwa ide atau penentuan tentang tuhan itu tidak datang secara evolusi.

masalah baik dan buruk. masalah keterpakasaan atau kekuasaan manusia. dll . ilmu kalam.Pemikiran dan Teologis Islam • • • Pemikiran tentang tuhan itu tertuang dalam bidang ilmu tauhid. masalah status al qur’an. atau ilmu ushuluddin Semua sepakat bahwa tuhan itu hanya satu yaitu ALLAH SWT Perbedaannya hanya terjadi dalam memandang masalah tertentu yang berkaitan dengan ketentuan-ketentuan tuhan: seperti masalah mukmin dan kafir.

Ilmu tauhid. dan Ilmu usluhuddin Jabariyah Asy’ariyah atau Maturidiyah .Pemikiran Islam Aliran Muktazillah Aliran Qodariyah Berasal dari Ilmu kalam.

Akan tetapi Tuhanlah yang menentukan . Berpendapat bahwa manusia wajib berusaha semaksimal mungkin.Aliran Muktazillah Dalam menganalisis Ketuhanan menggunakan bantuan ilmu logika guna mempertahankan keimanan Aliran Qodariyah Berpendapat bahwa manusia memiliki kebebasan berkehendak dan berbuat termasuk menentukan apakah dirinya kafir atau tidak Jabariyah Berpendapat manusia tinggal menjalankan perbuatannya karena semua sudah ditentukan Tuhan. Ikhtiar jadi tak berarti Asy’ariyah atau Maturidiyah Mengambil jalan tengah antara Qodariyah dan Jabariyah.

sehingga ia harus mempertanggungjawabkannya. semua tingkah lakunya adalah sudah ditentukan atau dipaksakan oleh Allah. semua tergantung ia sendiri. apakah ia jadi kafir atau mukmin. Jabbariyah: Manusia itu tidak punya kemerdekaan dan kekuasaan apa-apa. muslim yang berdosa besar itu tidak kafir dan tidak mukmin. Al-Qur’an adalah makhluk. mengutamakan akal dalam memahami Islam Qadariyah: Di antara pendapatnya: Manusia itu punya kebebasan/ kekuasaan dalam berkehendak. Asy’ariyah dan Maturidiyah: Memadukan pendapat Qadariyah dan Jabbariyah .Beberapa aliran dalam teologis Islam antara lain:     Mu’tazilah: Di antara pendapatnya.

Thoha: 98.Tuhan menurut agama-agama wahyu     Pada dasarnya semua agama wahyu mengajarkan bahwa tuhan yang benar itu hanyalah satu (esa). 21:92. tapi karena tidak beriman pada Nabi Muhammad. sehingga tergolong kafirin Agama Nasrani di samping tidak beriman pada Nabi Muhammad juga menganggap bahwa tuhan itu sebagai trinitas yaitu Allah. QS. Hud: 84. QS. Shaad: 4. QS. Yesus Kristus. QS. QS. QS. namun dalam perkembangannya ada yang melakukan penyimpanganpenyimpangan sehingga menganggap adanya tuhan lain selain Allah Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an antara lain: QS. dan Roh Kudus. dll. . 35. Agama Yahudi juga mengakui tuhan itu esa. QS. 3:62. Al-Ankabut: 46. QS. 2:75. Jadi termasuk kafir nan musyrik. 112: 1-4. 65. 5:72.

maka sembahlah Aku” .Eksistensi di Al Quran tentang ke-esa-an Allah Surat Al Anbiya Ayat 92 ‫نإتن ههنذنه أهتمهتهكيم أهتمةة هوانحهد ة هوأههنِسا هربهكيم هفِسايعهبهدونن‬ “Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu.

Surat Al Anbiya Ayat 25 ‫هوهمِسا أهيرهسينلهنِسا نمن هقيبننلهك نمن ترهسيولل نإتل هنيونحي نإهليينه أهتنهه هل نإهلهه‬ ‫نإتل أههنِسا هفِسايعهبهديونن‬ “ Dan kami tidak mengutus seorang Rasulnya sebelum kamu. maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku” . melainkan kami wahyukan kepadaNya. bahwa hanya tidak ada Tuhan selain Allah.

INTI Ajaran Ketuhanan sejak Nabi Adam – Nabi Muhammad sama Yaitu ajaran Tauhidullah (Tauhid) Atau Monoteisme Murni Namun apabila terjadi perbedaan Dikarenakan manusia yang mengubah ajaran tersebut Kebohongan Besar (Dhulmun Adhim) .

.

Kristen Katolik Protestan Ortodoks Berdasar Kristen Katolik Tuhan = TuhanBapa (Roh Kudus) Ini berlandaskan pada Ajaran Petrus (murid Nabi Isa paling senior) yang menyatakan bahwa Tuhan Bapa dan Anak secara bersamaan menghasilkan Roh kudus .

Berdasar Kristen Ortodoks Tuhan = Tuhan bapa (Roh Kudus) Ini berlandaskan pada ajaran turun temurun yang diwariskan pada kitab Injil .

Berdasar Kristen Protestan Tuhan = Allah melalui Yesus (Nabi isa) sebagai anak Tuhan Ini berlandaskan pada ajaran Saulus (salah seorang musuh besar Nabi Isa) yang mengatakan bahwa mereka harus kembali ke Injil walaupun Injil sudah banyak diubah dengan memasukkan ajaran Trinitas yaitu Tuhan tidak terdiri dari satu tapi 3 oknum .

.

Berdasar Budha Tuhan = Ajaran Nibbana Dimana 'Causa Prima’ sbg Pembentuk alam semesta Ini berlandaskan pada Kitab suci Tripitaka agama Budha yang menyebutkan ajaran Nibbana sebagai pembentuk alam semesta melalui Causa Prima atau kehampaan .

.

Karmaphala Tattwa. Pancasradha merupakan keyakinan dasar umat Hindu. a. Punarbhava Tattwa.l: Widhi Tattwa.Berdasar Hindhu Tuhan = Ida Sang Hyang Widhi wasa Dalam perwujudan Trimurti yaitu Dewa Siwa. Atma Tattwa. Moksa Tattwa . Dewa Wisnu dan Dewa Brahma Ini berlandaskan pada ajaran dlm agam Hindhu yang disebut dengan Pancasradha.

.

surat Hud : 84 dan surat Al-Maidah : 72. bahwa Allah SWT memperkenalkan diri melalui para nabi dan rasul Surat Al-Maidah: 72. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiya: 92. sehingga informasi tentang Tuhan yang hanya berasal dari manusia meskipun dinyatakan sebagai hasil renungan maupun pemikiran nasional. bahwa Allah SWT adalah dzat yang Esa . Taha : 98 dan Shad : 4. surat Ali Imran : 62. Sebab tuhan adalah sesuatu yang ghaib. bahwa perbuatan syirik akan diharamkan oleh Allah masuk surga dan tempat mereka adalah neraka Surat Al-Ikhlas: 1-4.Mengkaji tentang Tuhan      Mengkaji tentang Tuhan hanya didasarkan atas pengamatan dan pengalaman serta pemikiran manusia. surat Muhammad : 19. tidak akan pernah benar. tidak akan benar. surat Shad : 35 dan 65. surat Al-Ankabut : 46.

jadi alam itu tidak mungkin bersifat azali. .Pembuktian Wujud Tuhan  Melalui pembuktian ilmiah:  Yaitu dengan menggunakan analogi-analogi ilmiah. energi. atau pengamatan mata. sebab kalau begitu berarti ia telah kehilangan energinya. padahal energi alam masih sangat tinggi. setrum. Alam itu mula-mula panas kemudian mendingin. dll. karena ilmiah itu tidak hanya harus bisa diamati dengan indera. karena kenyataannya banyak hakikat keberadaan itu yang tidak bisa diamati.  Juga dengan pendekatan fisika seperti Hukum Termodinamika II yaitu hukum tentang keterbatasan energi. seperti: gaya.

Menurut Ibnu Rusyd disebut sebagai dalil nidham/inayah wal ikhtira’ (keteraturan. .S. 41:53) Dalil sejarah. dll.S. (Q.S. 17:88) Dengan dalil fitrah (Q. 29:61) Dalil akal / rasional (Q. pemeliharaan dan penciptaan)     Dengan dalil-dalil naqli (Q. 3:137. 27:88.S. 7:176). Melalui dalil keberadaan dan keteraturan alam Baik alam yang makrokosmos maupun mikrokosmos. 7:172. termasuk di sini meliputi pendekatan astronomi (adanya ribuan sistem orbit benda-benda angkasa yang sangat menakjubkan). 4:82.

Argumentasi wujud Tuhan ini terbagi menjadi empat bagian : .

430 SM) Manusia mengetahui dari pengalamannya hidup bahwa alam ini ada kebenarannya. tidak harus berwujud ST. Al Farabi (872 . Anselm .950 SM ) Wujud yang sempurna dan yang paling awal.Secara Ontologis         Plato (428-348 SM) Ide bersatu dalam ide tertinggi yang disebut “ide kabalikan” (the absolute good) ST. .1109 M) Manusia tidak dapat memikirkan sesuatu yang kebesarannya tidak dapat melebihi dan diatasi oleh segala sesuatu yang ada. Agustinus (354 .Canterbury (1033 .

1274 SM) Keberadaan alam dengan dalil-dalil rasional .Secara kosmologis              Aristoteles (383 . Hakekat benda : .873 SM) Alam ini diciptakan dan penciptanya adalah esa dari segala bentuk dia berbeda dengan alam.Hakekat universal mahiah (genus/ spesies) Ibnu Sina (980 .1037 SM) Wujud dibagi menjadi dua.Hakekat particular aniah (tidak seperti alam) . yaitu : Wujud mungkin (mahiah bisa mempunyai wujud dan bisa pula tidak mempunyai wujud) Wajib wujud (mahiah yang tidak dapat dipisahkan wujudnya) Thomas Aquinas (122 .322 SM) Benda yang ditangkapa oleh panca indera mempunyai materi (matter) dan bentuk (form) Al Kindi (796 .

Secara theologis  William Pacey (1743 .1805)  Alam adalah struktur yang semua bagiannya adalah struktur yang saling bekerja sama .

Dan juga bisa memalui metode pembuktian wujud Allah melalui pemahaman dan penghayatan manfaat alam bagi kehidupan manusia disebut dalil inayah. 1996) . (Zakiyah Darajat.1804) Manusia mempunyai perasaan moral yang tertanam dalam jiwa Menurut Ibnu Rusyd metode pembuktian wujud Allah dengan pemahaman dan penghayatan keserasian alam disebut dengan dalil ikhtira’.Secara moral     Immanuel Kant (1724 .

Adanya Alam Semesta .

Hk. Termodinamika II yaitu Hukum keterbatasan Energi atau Teori Pembatasan Perubabahan Energi Panas Intinya berarti bahwa Alam Semesta tidak tercipta sendiri atau Tak bersifat azali Pendekatan Fisika Hukum tersebut menerangkan Bahwa energi panas selalu Berubah menjadi Energi tak Panas yang dikendalikan oleh Keseimbangan energi yang Ada dan yang tak ada Proses Fisika dan Kimia selalu bekerja secara kontinyu Serta kehidupan tetap berjalan maka tak mungkin lah Penciptaannya bersifat azali atau tercipta sendiri .

Terdiri atas Jutaan galaksi yang terdiri dari ribuan planet. Bumi memiliki satelit alam yaitu Bulan.Alam semesta terdiri dari matahari dan milyaran bintang. Pendekatan Astronomi . Galaksi Bimasakti terdiri dari 9 Planet termasuk Bumi.

.

para Ahli berkesimpulan bahwa pasti ada kekuatan yang membuat dan mengendalikan semua itu yaitu kekuatan maha besar Tuhan .Oleh karena itu.

Argumentasi Al Quran ‫اتلنذ ي هخهنلهق هفهستو ى‬ ‫هواتلنذ ي هقتدهر هفهههد ى‬ “Allah yang menciptakan dan menyempurnakan. yang menentukan ukuranukuran ciptaannya dan memberi petunjuk” (Al A’LA Ayat 2-3) .

Akan tetapi. ada yang menciptakan dan mengaturnya yaitu Allah SWT Allah SWT Dalam Menciptakan Hanya berfirman Kun fayakun yang berarti jadilah maka jadi Berbeda dengan manusia yang membutuhkan 6 periode mulai penelitian hingga memperoleh hasil nantinya .Menyatakan bahwa adanya alam semesta tidak terjadi dengan sendirinya.

yang menguasai diri kita.  Hal ini membuktikan adanya kekuasaan yang Maha Tinggi. . tetapi kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang direncanakan.Dalam Kajian Islam  Contoh #1  Imam Abu Hanifah : membuktikan kekuasaan Allah dengan adanya berbagai macam kehendak manusia.

suara. kemauan dan lain-lain. yaitu Zat Yang Maha Kuasa yakni Allah SWT. Namun tidak ada yang serupa. .   Contoh # 2 Imam Malik: membuktikan kekuasaan Allah dengan adanya manusia yang beragam bentuk . Kalau dipikirkan tentu ada yang mengaturnya diluar batas kemampuan manusia. rupa kulit.

   Contoh # 3 Imam Syafi’I : membuktikan kekuasaan Allah dengan memperhatikan dari sebuah jenis daun tumbuh-tumbuhan yang dapat berubah menjadi bermacam-macam benda. umpamanya apabila daun dimakan ulat sutera maka akan menjadi bahan kain yang halus (sutera) yang indah dipakai. . Kalau daun tadi dimakan oleh seekor lembu maka ia akan menjadi susu yang enak diminum dan besar manfaatnya untuk kesehatan kita.

Noor Matdawam. akhirnya setelah mengalami proses yang ditentukan maka jadilah manusia yang sempurna (M. 1984. Pembinaan Aqidah Isamiyah (Islamic Theologi) .  Contoh # 4 Imam Hambali : membuktikan Zat Yang Maha Kuasa itu dengan kejadian makhluk-makhluk terutama manusia. yang asalnya dari setitik sperma.

memberi hukum-hukum. . serta yang harus ditakuti.Konsep Tauhid Tauhid adalah suatu upaya dalam mengesakan dan mempercayai Allah SWT (faith in the unity of God)  Tauhid Rububiyah : suatu kepercyaan yang menegaskan bahwa Allah SWT zat yang menciptakan. dimohon pertolongannya. mengatur dan mengarahkan alam semesta ini.  Tauhid Uluhiyah : Allah SWT adalah satu-satunya yang wajib disembah.

dan akan mengampuni selain dari itu bagi siapa saja yang dia kehedaki. hal ini dijelaskan dalam surat Al-Anbiya’ 25 : “Dan kami tidak mengutus seorang rasul sebelum engkau (Muhammad) melainkan kami wahyukan kepadanya bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain aku. Dan barang siapa yang menyekutukan Allah SWT (syirik) maka sesungguhnya dia telah membuat dosa besar”. Surat Luqman : 13 “sesungguhnya syirik itu merupakan kezaliman yang besar” Surat An-Nisa’ 101 : “Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh kamu yang paling nyata” Tauhid adalah ajaran yang disampaikan oleh para nabi dan rasul. karena itu sembahlah aku” .Istilah Tauhid memiliki makna yang berlawanan dengan makna syirik         Surat An-Nisa’ 48 : “sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni perbuatan syirik.

.‫ذعذل ى نعيلمم ذوذخذتذم ذعذل ى‬ ‫ذفذمين ذييهندينه نمين ذبيعند اتلن‬ ‫ضلتله اتلل‬ ‫أذذفذرأذيذت ذمنن اتذخذذ نإهلهههه هههواه ذوأذ ذ‬ ‫صنرنه نغذشواذو ة‬ ‫ذسيمنعنه ذوذقيلنبنه ذوذجذعذل ذعذل ى ذب ذ‬ (٢٣) ‫أذذفال ذتذذتكلروذن‬ Al-Jatsiyat  23. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?  [1384] Maksudnya Tuhan membiarkan orang itu sesat. Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya[1384] dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). karena Allah telah mengetahui bahwa Dia tidak menerima petunjuk-petunjuk yang diberikan kepadanya.

 [1124] Maksudnya: membuat batu bata. Dan berkata Fir'aun: "Hai pembesar kaumku. . aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. dan Sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa Dia Termasuk orang-orang pendusta". Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat[1124] kemudian buatkanlah untukku bangunan yang Tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa.‫ ذوذقواذل نفيرذعيولن ذيوا أذيذهوا ايلذمأل ذموا ذعنليملت ذللكيم نمين إنهلله هغينر ي‬ ‫ذ‬ ‫ل‬ ‫ي‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ل‬ ‫قي‬ ‫ص يرةحوا ذلذعللأ ي‬ ‫لأ ي‬ ‫ل‬ ‫ع‬ ‫ج‬ ‫فوا‬ ‫ن‬ ‫ِني‬ ‫ط‬ ‫ال‬ ‫ل ى‬ ‫ع‬ ‫ن‬ ‫موا‬ ‫هوا‬ ‫يوا‬ ‫لأ ي‬ ‫د‬ ‫و‬ ‫أ‬ ‫ذف‬ ‫ن‬ ‫ن‬ ‫ن‬ ‫ذ‬ ‫ي‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ي‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ل ن‬ ‫أذ ت‬ (٣٨) ‫طنللع إنذل ى إنذلنه لموذس ى ذوإنلنأ ي لظينله نمذن ايلذكوانذنبِنيذن‬  38.

Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini. niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia. . Maka Apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah.‫ أذذفال ذيذتذدتبلروذن ايللقيرنآذن ذوذليو ذكواذن نمين نعينند ذغيِنينر اتلن‬ (٨٢) ‫ذلذوذجلدوا نفِنينه ايخنتالةفوا ذكنثِنيةرا‬  82. ‫ لقيل ذلنئنن ايجذتذمذعنت الينلس ذوايلنجين ذعذل ى أذين ذييألتوا نبنميثنل ذهذذا‬ ‫ي‬ ‫ي‬ ‫ي‬ ‫ذ‬ ‫ل‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ض ظنهِنيةرا‬ ‫ع‬ ‫ب‬ ‫ل‬ ‫م‬ ‫ه‬ ‫ض‬ ‫ع‬ ‫ب‬ ‫ن‬ ‫كوا‬ ‫و‬ ‫ل‬ ‫و‬ ‫ه‬ ‫ث‬ ‫م‬ ‫ب‬ ‫ن‬ ‫تو‬ ‫أ‬ ‫ي‬ ‫ل‬ ‫ن‬ ‫رنآ‬ ‫ق‬ ‫ل‬ ‫ن‬ ‫لن‬ ‫ن‬ ‫ن‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ي‬ ‫ل‬ ‫ي‬ ‫ي‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ي‬ ‫ي‬ ‫ذ‬ ‫م‬ ‫ن‬ ‫ا ن‬ (٨٨)  88.

‫ض ذوذستخذر‬ ‫ ذوذلنئين ذس ذأيلذتلهيم ذمين ذخذلذق التس ذمواذوانت ذوالير ذ‬ ‫التشيمذس ذوايلذقذمذر ذلذِنيلقوللتن ا ت‬ (٦١) ‫لل ذفذأتن ى لييؤذفلكوذن‬  61. . Maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" tentu mereka akan menjawab: "Allah". Kami menjadi saksi".‫ذوأذيشذهذدلهيم ذعذل ى‬ ‫ذييوذم ايلنقذِنيواذمنة إنتنوا‬  ‫ ذوإنيذ أذذخذذ ذريبذك نمين ذبننأ ي نآذدذم نمين لظلهونرنهيم لذلرتيذتلهيم‬ ‫أذينلفنس نهيم أذلذيس لت نبذرلبلكيم ذقواللوا ذبذل ى ذشنهيدذنوا أذين ذتلقوللوا‬ (١٧٢) ‫لكتنوا ذعين ذهذذا ذغوانفنلِنيذن‬ 172. ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami). Dan (ingatlah). (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)".

kamu sangka Dia tetap di tempatnya. Padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Dan kamu Lihat gunung-gunung itu. ‫ ذس لننرينهيم نآذيوانتذنوا نفأ ي الذفوانق ذونفأ ي أذينلفنس نهيم ذحتت ى ذيذتذبتِنيذن ذللهيم‬ ‫أذتنله ايلذحيق أذذوذليم ذييكنف نبذرلبذك أذتنله ذعذل ى لكلل ذشيأ يمء ذشنهِنيرد‬ (٥٣)  53. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? .‫ذتلمير ذمتر التسذحوانب‬ ‫ذخنبِنيرر نبذموا ذتيفذعللوذن‬  ‫ ذوذتذر ى ايلنجذبواذل ذتيحذس لبذهوا ذجوانمذد ة ذونهذأ ي‬ ‫ص ينذع اتلن اتلنذ ي أذيتذقذن لكتل ذشيأ يمء إنتنله‬ ‫ل‬ (٨٨) 88.

Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah[230]. [230] Yang dimaksud dengan sunnah Allah di sini ialah hukuman-hukuman Allah yang berupa malapetaka. . karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). bencana yang ditimpakan kepada orang-orang yang mendustakan rasul.‫ل‬  ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ي‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ر‬ ‫ي‬ ‫ض‬ ‫ر‬ ‫ال‬ ‫أ ي‬ ‫ف‬ ‫ن‬ ‫روا‬ ‫ِني‬ ‫س‬ ‫ن‬ ‫ف‬ ‫ن‬ ‫ن‬ ‫س‬ ‫م‬ ‫ك‬ ‫ل‬ ‫ن‬ ‫ب‬ ‫ق‬ ‫ن‬ ‫م‬ ‫ن‬ ‫ت‬ ‫ل‬ ‫خ‬ ‫د‬ ‫ق‬ ‫ي‬ ‫ي‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ي‬ ‫ن‬ (‫ي‬١٣٧) ‫عوانقذبلة ايللمذكلذنبِنيذن‬ ‫ذفواينلظروا ذكيِنيذف ذكواذن ذ‬   137.

Maka Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. Dan kalau Kami menghendaki.‫ذ‬  ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ي‬ ‫ذ‬ ‫ي‬ ‫ت‬ ‫ل‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ض ذواتذبذع‬ ‫ر‬ ‫ال‬ ‫ل ى‬ ‫إ‬ ‫د‬ ‫ل‬ ‫خ‬ ‫أ‬ ‫ه‬ ‫ن‬ ‫ك‬ ‫ل‬ ‫و‬ ‫هوا‬ ‫ب‬ ‫ه‬ ‫نوا‬ ‫ع‬ ‫ف‬ ‫ر‬ ‫ل‬ ‫نوا‬ ‫ئ‬ ‫ش‬ ‫و‬ ‫ل‬ ‫و‬ ‫ن‬ ‫ن‬ ‫ذ‬ ‫ي‬ ‫ل‬ ‫ي‬ ‫ي‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬ ‫ن‬ ‫ن‬ ‫ن‬ ‫ذهذواله ذفذمذثللله ذكذمذثنل ايلذكيلنب إنين ذتيحنميل ذعذليِنينه ذييلذهيث أذيو‬ ‫ذتيتلريكله ذييلذهيث ذذنلذك ذمذثلل ايلذقيونم اتلنذيذن ذكتذلبوا نبيآذيوانتذنوا‬ ‫ي‬ ‫ي‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬ (١٧٦) ‫ص ذلذعلتلهيم ذيذتذفتكلروذن‬ ‫ص‬ ‫ق‬ ‫ل‬ ‫ص‬ ‫ق‬ ‫فوا‬ ‫ل‬ ‫صا ذ ذ‬ ‫ن‬  176. Maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya Dia mengulurkan lidahnya (juga). . Sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu. demikian Itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. tetapi Dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah.