You are on page 1of 13

BAB 2.

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kunyit (Curcuma domestica)
2.1.1 Sejarah dan Perkembangan Tanaman Kunyit
Menurut Kartasapoetra (1992) sejarah dan perkembangan tanaman kunyit
(Curcuma domestica Val) merupakan tanaman obat asli dari Asia Tenggara kunyit
dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai pada ketinggian
2000 meter di atas permukaan laut. Tumbuh liar di ladang dan di hutan kunyit
dapat ditanam di pekarangan sebagai tanaman untuk bumbu dan untuk keperluan
obat-obatan, saat ini kunyit ditanam secara monokultur, sebab kebutuhan kunyit
meningkat, kunyit juga untuk keperluan ekspor ke berbagai Negara.
Nama umum kunyit. Sunda (koneng), Jawa (kunir), Inggris (curcuma,
indian saffron, yellow ginger) Vietnam (khuong hoang, nghe) Thailand (khamin)
Pilipina (dilaw) Cina (yu jin, jiang huang) Jepang (taamerikku, ukon)
Kartasapoetra (1992) mengklasifikasikan tanaman kunyit sebagai berikut:
Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom

: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi

: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Sub Kelas

: Commelinidae

Ordo

: Zingiberales

Famili

: Zingiberaceae (suku jahe-jahean)

Genus

: Curcuma

Spesies

: Curcuma longa L.

2.1.2 Deskripsi Tanaman
Kunyit merupakan tanaman semak, tingginya dapat mencapai 70 cm
sampai 1 meter. Batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang, warnanya hijau
kekuningan. Berdaun tunggal, lanset memanjang, helai daun tiga sampai delapan,
ujung dan pangkal runcing, tepi rata, panjang 20-40 cm, lebar 8-12,5 cm,
pertulangan menyirip, hijau pucat. Bunga majemuk, berambut, bersisik, tangkai

bahan campuran kosmetika. Selain itu kurkumin pada kunyit berperan dalam meningkatkan sistem imunitas tubuh. ungu dan akar serabut. Soedibyo (1997) menyatakan bahwa kegunaan rimpang kunyit untuk “kolestrol tinggi. pangkal daun pelindung putih. obat radang hidung. kurap. kelopak silindris.3 Khasiat Tanaman Kunyit Secara empiris rimpang (Curcuma domestica) berkhasiat sebagai obat demam. abat asma. tekstil. 1997) 2. kuning. tipis. bakterisida. lebar ± 1. mahkota panjang ± 3 cm. .1. di antaranya sebagai bumbu masak. Kunyit (Curcuma domestica) merupakan salah satu jenis tanaman obat yang banyak memiliki manfaat. rimpang kunyit juga banyak digunakan untuk bahan pewarna makanan. Kunyit juga dapat dimanfaatkan untuk mencegah Alzheimer atau penyakit pikun (Ballitro. Hasil penelitian Tze-Pin Ng (2003) dari Universitas Nasional Singapura (NUS) Kurkumin pada kunyit selain anti alzheimer juga berfungsi dalam mengobati berbagai jenis penyakit karena senyawa tersebut sebagai anti tumor promoter. dan penurun panas. Menurut pakar pengobatan alami Wijayakusuma (2010) “kunyit mengandung kurkumin yang bersifat tonikum berkhasiat sebagai penyegar dan meningkatkan stamina sehingga badan tidak cepat lelah”. anti mikroba. nyeri haid. dan radang gusi”. anti bakteri. antioksidan. obat sesak nafas. anti inflamasi. maag. fungisida dan stimulan. coklat muda (Soedibyo. gatal (obat luar). Rimpang kunyit sangat bermanfaat sebagai antikoagulan. usus buntu dan rematik. antispasmodik (mencegah atau meredakan). anti radang dan anti virus. menurunkan tekanan darah. bercangap tiga. minuman. Soedibyo (1997) menyatakan bahwa rimpang kunyit berkhasiat untuk stomatik. Selain berkhasiat dalam pengobatan. penambah darah. dan kholeretik. sakit perut. ?). obat mencret. nifas. luka.panjang 16-40 cm. ungu.5 cm. obat cacing. sakit kuning.

membersihkan darah dan melancarkan darah”. Herdiani (1996) telah meneliti pengaruh kurkuminoid terhadap rantai respirasi homogenat tikus secara in vitro. Menurut Soejono (1994) rimpang kunyit (Curcuma domestica rhizoma) dapat digunakan sebagai kontrasepsi tradisional. Bagian yang digunakan yaitu rimpang kunyit (Curcuma domestica rhizoma).2. kalium. Soedibyo (1997) menyatakan bahwa “(Curcuma domestica) memiliki sifat khas yaitu pahit. protein.4 Kandungan Kimia Beberapa kandungan kimia dari rimpang kunyit yang telah diketahui yaitu minyak atsiri sebanyak 6% yang terdiri dari golongan senyawa monoterpen dan sesquiterpen (meliputi zingiberen. Utami (1995) pada mencit betina infusa rimpang kunyit mempunyai efek analgetik. zat warna kuning yang disebut kurkuminoid sebanyak 5% (meliputi kurkumin 50-60%. besi dan vitamin C. mendinginkan. diketahui rimpang kunyit mempunyai kandungan yang mempunyai berbagai daya Farmakologi. monodesmetoksikurkumin dan bidesmetoksikurkumin). kurkuminoid menunjukkan adanya peningkatan pemakaian oksigen yang nyata.1. 2. Dari ketiga senyawa kurkuminoid tersebut.2. lemak. fosfor dan besi (Ballitro. fosfor. sedangkan kurkuminoid mengandung senyawa kurkumin dan turunannya (berwarna kuning) yang meliputi desmetoksi-kurkumin dan bidesmetoksikurku-min. ?) Menurut Soedibyo (1997) “rimpang kunyit mengandung zat pahit”. alfa dan beta-turmerone). Minyak atsiri mengandung senyawa seskuiterpen. Hasil-Hasil Penelitian Terdahulu pada Rimpang Kunyit Penelitian pada rimpang kunyit sangat banyak. protein. alkohol. kalsium. . dan pada tikus jantan putih galur Sprangue Dawley dapat menurunkan jumlah sperma dan perubahan bentuk sperma. Selain itu rimpang juga mengandung senyawa gom. 2010) Senyawa kimia yang terdapat di dalam rimpang kunyit adalah minyak atsiri dan kurkumi-noid. kurkumin merupakan komponen terbesar (Sumiati. tur-meron dan zingiberen.

Sediaan instan adalah suatu sediaan yang siap dikonsumsi (siap saji) dengan penambahan air hangat atau air panas dan penambahan satu atau lebih bahan tambahan. Secara umum tahapan proses instant kunyit meliputi penyiapan ekstrak kunyit dengan penambahan gula. 1985 dalam Restiani. mudah dibasahi dan cepat larut. pengeringan dan penyeragaman ukuran. Kelebihan dari sediaan instan adalah dapat memberikan kenyamanan bagi konsumen karena rasanya lebih dapat ditolelir dan praktis dalam penyajiannya.2. sehingga sediaan instan lebih disukai oleh masyarakat dan rasanya juga lebih enak.3. 2009). pemanis serta penambah energi. Sediaan instan menghasilkan produk yang dapat larut dalam air tanpa pembentukan gumpalan. pengadukan secara kontinue untuk mendapatkan campuran yang homogen. 1995 dalam Damayanti 2008). Sediaan serbuk instan rimpang kunyit (Curcuma domestica) merupakan sediaan dalam bentuk serbuk dan sari rebusan serbuk rimpang kunyit dengan menambah gula sebagai bahan pengawet. sedangkan kekurangannya adalah memerlukan waktu cukup lama. pengkristalan. Sediaan Serbuk Instant Serbuk adalah partikel-partikel halus yang merupakan campuran homogen dua atau lebih bahan obat yang berasal dari bahan kering. Serbuk merupakan campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan bisa untuk pemakaian oral atau pemakaian luar (Anonim. Sediaan instan rimpang kunyit merupakan sediaan dalam bentuk serbuk yang diperoleh dari ekstrak hasil penyarian kunyit dengan penambahan gula sebagai pengawet dan pemanis. Pembuatan sediaan instan dilakukan dengan penambahan bahan tambahan (Restiani. pemanasan yang tinggi dan penguapan yang lama dalam formulasinya sehingga zat-zat yang tidak tahan terhadap pemanasan akan menguap atau hilang (Voigt. Sediaan instan berlangsung melalui proses berulang serbuk yang diperoleh dan diakhiri dengan pengeringan. 2009). .

Proses penyarian pada sel yang dindingnya masih utuh. dan perkolasi. 1995 dalam Restiani. selektif. Pemilihan Pelarut Pelarut merupakan senyawa yang bisa melarutkan zat sehingga bisa menjadi sebuah larutan yang bisa diambil sarinya.2. Pemilihan pelarut atau cairan penyari harus mempertimbangkan banyak faktor.3. Cairan penyari yang baik harus memenuhi kriteria berikut ini: 1. tidak mudah mempengaruhi zat berkhasiat dan diperbolehkan oleh peraturan menteri kesehatan (permenkes) (Poersul. Selektif yaitu hanya menarik zat berkhasiat yang dikehendaki 6. Stabil secara fisika dan kimia 3. Tidak mudah menguap dan tidak mudah terbakar 5.2.1. proses pembebasan sari tidak ada yang menghalangi. 2. 2009). Bereaksi netral 4. Tidak mempengaruhi zat berkhasiat . Menurut Poersul (2010) Pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi antara lain adalah Pelarut polar (pelarut yang larut dalam air) dan Pelarut non polar (Pelarut yang tidak larut dalam air). ditarik oleh cairan penyari sehingga zat aktif larut dalam cairan penyari. tidak mudah menguap dan tidak mudah terbakar. 2010). Penyarian dapat dibedakan menjadi infundasi. Penyarian pada umumnya akan bertambah baik bila permukaan serbuk simplisia yang bersentuhan dengan penyari semakin luas. Penyarian dilakukan pada beberapa sel yang dindingnya telah pecah. Penyarian Penyarian adalah merupakan pemindahan massa zat aktif yang semula berada didalam sel. maserasi. Murah dan mudah diperoleh 2. zat aktif yang terlarut pada cairan penyari dari sel.3. harus melewati dinding sel. Tujuan penyarian yaitu untuk mendapatkan zat-zat berkhasiat untuk pengobatan sebanyak mungkin supaya lebih mudah digunakan dari pada simplisia asal (Anonim. Pemilihan cairan penyari yang baik harus memenuhi kriteria netral.

rasa lelah merupakan hubungan dengan aktivitas fisik berarti ketidak mampuan untuk melakukan aktivitas tertentu. sari dapat ditumbuhi kapang dan kuman. 2010). tidak mudah menguap. Terdapat dua jenis kelelahan. untuk pengeringan diperlukan waktu yang lama. Rasa lelah yang lama akan disertai gejala nyeri otot. Menurut Marbun (1993) dalam Nurhayati (2008). 2. status kesehatan. . kondisi mental dan psikologis. atau eter. Kelelahan otot merupakan tremor pada otot atau perasaan nyeri pada otot. kelelahan merupakan kondisi kehilangan efisiensi dan penurunan kapasitas kerja serta ketahanan tubuh. Pengekstraksian pada perusahaan obat tradisional masih terbatas pada penggunaan cairan penyari air atau etanol (Poersul.Farmakope Indonesia menetapkan bahwa sebagai cairan penyari adalah air. demam ringan dan nyeri kelenjar. intensitas dan lamanya kerja fisik. 2008). stabil. Air juga mempunyai kekurangan yaitu tidak selektif. etanol. dan gizi. nyeri sendi. sedangkan kelelahan umum ditandai dengan berkurangnya kemauan untuk bekerja yang disebabkan oleh monotoni (pekerjaan yang sifatnya monoton). Menurut Poersul (2010) air sebagai penyari karena merupakan pelarut polar. murah dan mudah diperoleh. Rasa lelah dapat terjadi karena aktivitas fisik atau mental dan dapat merupakan gejala suatu penyakit. tidak mudah terbakar. Pelarut yang digunakan dalam penelitian ini adalah air. Pengaruh-pengaruh tersebut terakumulasi di dalam tubuh manusia dan menimbulkan perasaan lelah yang dapat menyebabkan seseorang berhenti beraktivitas (Kyla. nyeri tenggorokan. yaitu kelelahan otot dan kelelahan umum. tidak beracun dan alamiah. Karena itu pada pembuatan sari dengan air harus ditambah zat pengawet. Rasa Lelah Lelah bagi setiap orang akan mempunyai arti tersendiri dan bersifat subyektif.4. keadaan lingkungan.

sedangkan menurunnya rasa lelah adalah dengan memberikan istirahat yang cukup. Itulah sebabnya istirahat sangat diperlukan minimal setengah jam setelah empat jam bekerja terus menerus agar pekerja memperoleh kesempatan untuk makan dan menambah energi yang diperlukan tubuh untuk bekerja. disebabkan oleh tekanan berlebihan pada salah satu bagian sistem psikomotor. Kelelahan mental.Grandjean (1988) mengklasifikasikan kelelahan ke dalam 7 bagian yaitu: 1. Kelelahan visual. 2004). akibat beban fisik yang berlebihan 3. seperti pada pekerjaan yang membutuhkan keterampilan 5. kelelahan akibat akumulasi efek jangka panjang 7. Kelelahan kronis. Pengukuran kelelahan sampai saat ini belum ada cara untuk mengukur tingkat kelelahan secara langsung. 1993 dalam Tarwaka et al. disebabkan oleh pekerjaan mental atau intelektual 4. Pengukuran-pengukuran yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya hanya berupa indikator yang menunjukkan terjadinya kelelahan akibat kerja (Grandjean. meningkatnya kelelahan mata 2. Kelelahan syaraf. Kelelahan tubuh secara umum. Kelelahan akan meningkat dengan lamanya pekerjaan yang dilakukan. Kelelahan sirkadian. . bagian dari ritme siang-malam. tetapi dalam penelitian ini dengan adanya perlakuan pada mencit jantan dengan pemberian sediaan tonikum dapat menunda rasa lelah dan meperpanjang waktu aktivitas. Pekerjaan yang bersifat monoton 6. dan memulai periode tidur yang baru Suma’mur (1996) menyatakan bahwa produktivitas mulai menurun setelah empat jam bekerja terus menerus (apapun jenis pekerjaannya) yang disebabkan oleh menurunnya kadar gula di dalam darah.

Efek tonik terjadi karena efek stimulan yang dilakukan terhadap sistem saraf pusat. Tonikum adalah istilah yang digunakan untuk kelas preparat obat-obatan yang dipercaya mempunyai kemampuan mengembalikan tonus normal pada jaringan. Mutschler (1986) dalam Damayanti (2008). Seperti yang dikatakan Mutschler (1986) senyawa ini tidak memiliki khasiat antipsikotonik. 1981 dalam Restiani.5. “Tonikum adalah obat yang menguatkan badan dan merangsang selera makan”. serta meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dan kapasitas yang bersangkutan. Restiani (2009). Pada dosis yang amat berlebih merupakan racun kejang. Efek tonus dapat digolongkan ke menghilangkan dalam kelelahan golongan dan psikostimulansia. 2009). Pada medula menghasilkan efek peningkatan pernafasan. “Tonik yaitu sediaan cair yang mengandung vitamin dan mineral. 1996 dalam Damayanti. Euforia dapat menunda berkembangnya sikap negatif terhadap kerja yang melelahkan (Nieforth dan Cohen. Tonikum Menurut Ramli dan Pamoentjak (2000) dalam Damayanti (2008). penat. menghilangkan rasa kelelahan dan penat. 2009).2. menyatakan bahwa efek tonik yaitu efek yang memacu dan memperkuat semua sistem dan organ serta menstimulan perbaikan sel-sel tonus otot. . serta zat pahit. stimulasi vasomotor dan vagus. dan stimulasi ringan. Efek tonik ini terjadi karena efek stimulasi yang dilakukan terhadap SSP (Sistem Saraf Pusat). 2000 dalam Restiani. menyatakan bahwa efek dari tonikum adalah berupa efek yang memacu dan memperkuat semua sistem organ serta menstimulan perbaikan sel-sel tonus otot. Komponen lain dalam tonik antara lain gliserofosfat dan senyawa besi” (Ramli dan Pamoentjak. 2009). serta Senyawa meningkatkan ini dapat kemampuan berkonsentrasi dan kapasitas yang bersangkutan. Efek tonik dapat digolongkan ke dalam psikostimulansia (psikotonik) yang dapat meningkatkan aktivitas psikis. Tonikum mempunyai efek yang menghasilkan tonus normal yang ditandai dengan ketegangan terus-menerus (Dorlan. Stimulan yang dihasilkan bekerja pada korteks yang mengakibatkan efek tahan lelah.

kafein juga memperpanjang waktu kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan yang melelahkan tubuh. 3. memperbaiki peredaran darah.6. Kafein Anonim (1995) dalam Damayanti (2008). biasanya menggumpal. orang-orang Eropa menggunakan minuman yang mengandung kafein untuk mengobati sakit kepala. . Kafein telah digunakan dalam pengobatan sepanjang sejarah. Biasanya yang mengandung kafein antara lain kopi.2. menyatakan bahwa kafein berguna untuk menghilangkan rasa letih dan lesu. dan cola. tidak berbau. “Efek dominan pada pusat psikis menyebabkan kenaikan alur penalaran. mempunyai rasa pahit”. Menurut Olson (2000) dalam Nurhayati (2008). Dengan mengkonsumsi kafein dapat menunda waktu kelelahan hal ini dinyatakan oleh Wilson (1993) dalam Nurhayati (2008). kurang mengantuk dan kelelahan mental. batuk. Sedangkan teobromin merupakan stimulan sistem saraf pusat yang paling lemah dan bahkan mungkin tidak aktif pada manusia Nieforth & Cohen (1981) dalam Nurhayati (2008). Kafein termasuk kelompok perangsang otak (stimulansia) juga bekerja terhadap jantung yaitu memperkuat dan mempercepat detak jantung. menghasilkan stimulasi korteks dan medula dan bahkan stimulasi spiral pada dosis yang besar. Seperti yang dikatakan oleh Sunaryo (1995) dalam Nurhayati (2008). Kafein merupakan xantin yang paling kuat. pada sekitar tahun 1950. “Orang yang mengkonsumsi kafein merasakan kekurangan rasa mengantuk. teh. menstimulasi jantung dan pelebaran bronkus”. memberi rasa nyaman. lelah dan daya pikirannya lebih cepat dan lebih jernih” Menurut Tjay dan Rahardja (1993) dalam Nurhayati (2008). rasa pusing bahkan mencegah plag dan penyakit-penyakit lain. dan perasaan enak”. 7 trimetil xantin. “kafein memberikan aksi stimulan sistem saraf pusat. Pemerian berupa serbuk putih atau bentuk jarum mengkilat putih. menyegarkan menghilangkan rasa kantuk dan meningkatkan semangat maupun kewaspadaan. kakao. “kafein adalah 1.

sebab konsumsi kafein 100 mg dalam sehari dapat membuat ketagihan apabila dikonsumsi setiap hari. 2005 dalam Nurhayati. kemudian ditarik pelan-pelan dan dipegang tengkuknya pada kulit yang longgar dengan menggunakan ibu jari dan jari . dan hipotensi yang nyata akibat vasodilitasi langsung. telinga berdengung. perkiraan dosis kafein pada manusia adalah sekitar 10 gr. cenderung berkumpul dengan sesamanya. Gangguan toksik pada indera berupa kepekaan yang tinggi. Menurut Nieforth dan Cohen (1981) dalam Nurhayati (2008). Kafein merupakan obat pilihan untuk memperoleh efek stimulan pada sistem syaraf pusat. maka sebaiknya ditangkap dengan memegang ekor pada dekat pangkalnya kemudian diangkat cepat-cepat dan diletakkan di atas ram kawat. dan sakit kepala. ketidak teraturan jantung. gejala kelelahan akan hilang dan kemampuan psikis akan meningkat. Aksi stimulan ini menghindari kelelahan dan mengantuk. Meskipun kelebihan dosis mematikan jarang terjadi. Ketagihan kafein menyebabkan sakit kepala. Mencit bersifat mudah ditangani. 2008). gemetaran. mempunyai kecenderungan untuk bersembunyi dan lebih aktif pada malam hari. Hewan uji Pada penelitian ini hewan uji yang digunakan adalah mencit jantan putih. aritmia. silau mata. Mutschler (1986) dalam Damayanti (2008) menyatakan bahwa. Kafein bekerja pada korteks serebri. perasaan mudah terganggu. mual muntah. 2. penakut.Konsumsi minuman yang mengandung kafein sebaiknya tidak lebih dari 100 mg kafein sehari. gejala yang tidak menyenangkan dapat terjadi dengan dosis besar (250 mg atau lebih besar). dan ketegangan otot apabila tidak mengkonsumsi minuman mengandung kafein (Hamima.7. dosis lazim penggunaan kafein 50-200 mg. gugup kemampuan tereksitasi yang berlebih. tidak akan terpengaruh kemampuannya jika menggunakan kafein. Efek pusat menyerupai keadaan cemas dan meliputi gejala sukar tidur. mudah tersinggung. Mencit cenderung menggigit. hipertermia. kafein relatif tidak toksik. penat pening. Pada orang yang lelah. Orang yang tidak lelah dan segar.

mencit dapat dipegang ekornya dan digoyang-goyangkan supaya tidak membalik diri dan merangkak ketangan pemegang (Smith dan Mangkoewidjoyo. Selama ini Obat tradisional dengan cara pemberian per oral termasuk sediaan serbuk instant diberikan per oral dengan harapan memiliki efek tonikum. selain itu juga dapat menguji peningkatan kontrol saraf pusat. ketinggian air 18 cm. Natatory exhaustion merupakan metode skrining farmakologi untuk mengetahui efek obat yang bekerja pada koordinasi gerak terutama penurunan kontrol saraf pusat.telunjuk tangan kiri. 2. b. dengan pemberian gelombang buatan. Pemberian Per Oral Pemberian obat per oral adalah bila obat diberikan melalui mulut. 2008) Efek secara fisik dapat diketahui berdasarkan: a. 1988 dalam Restiani. Sebelum mencit diberi perlakuan. menyatakan bahwa metode uji efek tonik berdasarkan metode Natatory Exhaustion yaitu merupakan metode skrining farmakologi yang dilakukan untuk mengetahui efek obat yang bekerja pada koordinasi gerak terutama penurunan kontrol saraf pusat. Perpanjangan waktu kerja (ditunjukkan dengan kerja fisik yang bertambah lama atau terjadi penambahan daya tahan pada hewan uji setelah perlakuan). Peningkatan kapasitas kerja (ditunjukkan dengan kondisi fisik yang meningkat pada hewan uji setelah perlakuan) . Uji Efek Tonik Turner (1965) dalam Restiani (2009). Efek yang dihasilkan dari pemberian oral bisa sistemik pada tubuh. Uji ini dilakukan terhadap hewan uji mencit putih galur Balb-C menggunakan peralatan berupa tangki air berukuran luas alas 50 x 30 cm. 1965 dalam Damayanti. Dengan tangan yang sama ekor dijepit menggunakan jari kelingking. 2009) 2.8.9. masuk ke kerongkongan dan akhirnya masuk ke dalam saluran gastrointestinal. Metode ini dapat digunakan untuk menguji efek tonik dari sediaan tonikum yang bersifat menguatkan tubuh dan dapat meningkatkan aktivitas kerja dalam menjalankan aktivitas (Turner.

Waktu telah dicatat sebagai interval dari waktu memasukkan hewan uji ke dalam tangki air hingga timbul lelah (Turner.c. . Adanya perlakuan dengan sediaan tonikum diharapkan dapat menunda terjadinya kelelahan Uji dilakukan dengan cara memasukkan hewan uji ke dalam tangki air. Hewan uji dikatakan lelah ketika membiarkan kepalanya berada di bawah permukaan air selama lebih dari 7 detik. Prinsip kerja dari uji efek tonik dengan metode natatory exhaustion adalah pengujian efek dari sediaan tonikum pada hewan uji berdasarkan peningkatan aktivitas yang terlihat dari peningkatan kerja secara langsung berupa penambahan waktu (menit) selama hewan uji berenang dalam tangki berisi air. 2008). 1965 dalam Damayanti. mencatat waktunya.

11. .11. Kerangka Penelitian Kerangka konseptual penelitian yang akan dilaksanakan dapat dilihat pada gambar 2.11. 2.2 H-1 Sediaan serbuk instan rimpang kunyit (Curcuma domestica) mempunyai efek tonik terhadap mencit jantan galur Balb-C.10.2.10 Kerangka Penelitian (ANAVA) 2. Hipotesis 2.1 H-0 Sediaan serbuk instant rimpang kunyit (Curcuma domestica) tidak memiliki efek tonik terhadap mencit jantan galur Balb-C.10 Mencit jantan sehat Uji tonik tanpa perlakuan Perlakuan Kafein 100 mg/50 kg bb Gula 100 mg/kg bb Instant Kunyit 100 mg Instant Kunyit 150 mg/kg bb Instant Kunyit 200 mg/kg bb Efek farmakologi (waktu dicatat sebagai interval mulai dari memasukkan mencit ke dalam tangki air hingga timbul lelah) Hipotesis Analysis of varian Uji BNT 5% Gambar 2.