You are on page 1of 8

ANALISIS PROMOSI KOLEKSI JURNAL ELEKTRONIK DI

LIBRARY AND LEARNING RESOURCE CENTER
UNIVERSITAS SISWA BANGSA INTERNASIONAL
Oki Dwitantio
Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Depok
Email: okidwitantio@gmail.com

Abstrak
Perpustakaan Perguruan Tinggi merupakan pendukung utama Perguruan Tinggi mencapai apa yang
menjadi tujuannya, yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menganalisis bagaimana promosi koleksi jurnal elektronik yang dimiliki Library and Resource
Center Universitas Siswa Bangsa International. Objek yang diteliti adalah penggunaan jurnal
elektronik yang masih dirasa kurang dipahami sivitas akademi. Metode yang digunakan adalah
metode kualitatif dengan observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Kurangnya promosi yang
dilakukan oleh perpustakaan untuk sivitas akademi tentang jurnal elektronik sehingga ada yang tidak
memahami koleksi jurnal elektronik padahal dana yang dianggarkan untuk pengadaan jurnal
elektronik sangat banyak yaitu sekitar 70% dari anggaran khusus. Padahal akses jurnal juga
dipermudah dengan easy-proxy yang memungkinkan mengakses diluar perpustakaan. Sebaiknya
perpustakan menguatkan promosi dengan banner dan seminar mengenai jurnal elektronik, serta
koneksi yang disediakan di perpus lebih stabil.

Abstract
(abstract)
Keyword :
Pendahuluan

informasi dengan tepat sesuai dengan
kebutuhan masyarakat.

Perpustakaan
Perguruan
Tinggi
merupakan salah satu sumber informasi
yang sangat penting. Di dalam
perpustakaan informasi dapat diperoleh
dan diolah agar dapat disebarluaskan atau
diterapkan
di
dalam
kehidupan
masyarakat. Perpustakaan harus dapat
menyediakan layanan prima dan koleksi
yang membantu dari kegiatan pencarian
informasi
seperti
menyaring
menghimpun,
dan
menyebarkan

Perkembangan teknologi informasi
didorong dengan ilmu pengetahuan
menyebabkan munculnya era dimana
informasi tersebar dalam bentuk digital.
Akses informasi berbentuk digital
membuat keberagaman dari informasi
digital tersebut. Internet merupakan salah
satu dari keberagaman yang disebabkan
perkembangan
teknologi
informasi.
Internet membuat pencarian informasi
lebih efisien baik waktu maupun kualitas
dari informasi tersebut. Perpustakaan

lazimnya staf pengajar dan mahasiswa. sivitas akademika seharusnya bisa memanfaatkan jurnal elektronik yang dilanggan sebaik-baiknya. perpustakaan perguruan tinggi diharapkan mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk menunjang pelaksanaan kegiatan penelitian. Jurnal Elektronik merupakan salah satu bahan digital penting yang harus disediakan oleh Perpustakaan Perguruan Tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi merupakan salah satu jenis perpustakaan yang sangat membutuhkan koleksi digital yang banyak.harus dapat mengikuti perkembangan teknologi informasi sehingga perpustakaan dapat menyediakan berbagai sumber informasi dalam berbagai bentuk digital dan tidak ditinggalkan oleh penggunanya. 2. badan bawahannya maupun lembaga yang berafiliasi dengan perguruan tinggi dengan tujuan utama membantu perguruan tinggi mencapai tujuannya. 4. Memenuhi keperluan informasi masyarakat perguruan tinggi. dan pengabdian kepada masyarakat. bagian. Namun. Setiap perguruan tinggi mengalokasikan dana untuk pengembangan perpustakaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan guna memenuhi standar nasional pendidikan dan standar nasional perpustakaan. maupun perpustakaan program non gelar. Sedangkan menurut Standar Nasional Perpustakaan (2011) Perpustakaan Perguruan Tinggi adalah Perpustakaan yang bertujuan memenuhi kebutuhan informasi pengajar dan mahasiswa di Perguruan Tinggi. p. pengorganisasian bahan pembelajaran setiap program studi. 51) adalah perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi. Untuk berlangganan jurnal elektronik memang dibutuhkan anggaran yang cukup besar mengingat harga berlangganan yang mahal. Tujuan yang dimaksud adalah Tri Darma Perguruan Tinggi. Menurut UndangUndang No. sekolah tinggi. Perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memiliki koleksi. Perpustakaan Perguruan Tinggi dapar juga terbuka untuk publik. 3. . yaitu Pendidikan. 52). fakultas. Perpustakaan Perguruan Tinggi mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. universitas. Sedangkan jurnal yang dilanggan akan sayang sekali jika tidak dimanfaatkan dengan baik oleh sivitas akademika. Oleh karena itu. Tujuan perpustakaan perguruan tinggi menurut Sulistyo-Basuki (1991. baik jumlah judul maupun jumlah eksemplarnya. penelitian. akademi. yang termasuk perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan jurusan. sebagian sivitas akademika masih kurang kesadaran bahwa Perpustakaan Perguruan Tinggi tempat mereka bernaung melanggan jurnal elektronik yang banyak. Sering pula mencakup tenaga administrasi perguruan tinggi. koleksi tentang strategi belajar mengajar dan materi pendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Setiap Perguruan Tinggi menyelenggarakan Perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan standar nasional pendidikan. 43 Tahun 2007. Tinjauan Literatur Pengertian perpustakaan perguruan tinggi menurut Sulistyo-Basuki (1991. yaitu: 1. p. politeknik. institute. Koleksi digital memang disediakan oleh perguruan tinggi terkait sebagai sumber belajar dan mendapatkan informasi untuk para sivitas akademika sehingga dapat mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan juga dijelaskan dengan tegas mengenai Perpustakaan Perguruan Tinggi yaitu pada bagian keempat pasal 24 yang menyatakan: 1. yang mencukupi untuk mendukung pelaksanaan pendidikan.

penelitian. 3. p. Menurut Pedoman Umum Pengelolaan Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi (2006) fungsi utama Perpustakaan Perguruan Tinggi antara lain: 1. Menyediakan materi perpustakaan rujukan (referensi) pada semua tingkat akademis. Mengikuti perkembangan kurikulum serta perkuliahan dan menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pengajaran. Fungsi Edukasi Perpustakaan merupakan sumber belajar para sivitas akademika. Menyediakan jasa informative aktif yang tidak saja terbatas pada lingkungan perguruan tinggi tetapi juga lembaga industri lokal. artinya mulai dari mahasiswa tahun pertama hingga ke mahasiswa program pasca sarjana dan pengajar. Mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi. 5. Meningkatkan literasi informasi pemustaka. Perpustakaan Perguruan Tinggi haru dutunjang dengan kualitas pelayanan dan fasilitas yang baik agar daoat menjalankan perannya dengan baik. Menyediakan bahan perpustakaan dan akses informasi bagi pemustaka untuk kepentingan pendidikan. Perpustakaan Perguruan Tinggi bertujuan: 1. 4. 2. Mengorganisasi dan mendayagunakan koleksi. Menurut Standar Nasional Perpustakaan (2011). 2. Memutakhirkan koleksi dengan mengikuti terbitan-terbitan yang baru baik berupa tercetak maupun tidak tercetak. Layanan dan jasa yang disediakan perpustakaan haru dapat menciptakan suasana yang kondusif sehingga pengguna perpustakaan dapat dengan optimal memanfaatkan perpustakaan. Menyediakan pustaka yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas dalam rangka studinya. yang memungkinkan pengguna mengakses perpustakaan lain maupun pangkalan-pangkalan data melalui jaringan lokal (intranet) maupun global (internet) dalam rangka pemenuhan kebutuhan informasi yang diperlukan. dan pengabdian kepada masyarakat. Mengembangkan. 2. 4. Menyediakan jasa peminjaman yang tepat guna bagi berbagai jenis pemakai dan menyediakan ruang belajar untuk pemakai perpustakaan. 4. Fungsi Informasi Perpustakaan merupakan sumber informasi yang mudah diakses . koleksi tentang strategi belajar mengajar dan materi pendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Perpustakaan Perguruan Tinggi memiliki beberapa fungsi utama dalam menjalankan tugasnya. Dari penjelasan diatas. Pengorganisasian bahan pembelajaran setiap program studi. Menyediakan fasilitas. 3. 3. kita dapat mengetahui bahwa pada dasarnya Perpustakaan Perguruan Tinggi memilik tujuan untuk mendukung kinerja dari perguruan tinggi dengan cara menyediakan sumber-sumber informasi kepada seluruh sivitas akademika dimana tempat Perpustakaan Perguruan Tinggi Tersebut bernaung. 5. baik isi maupun medianya. Adapun menurut Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (2004.2. Melestarikan bahan perpustakaan. 3) adalah sebagai berikut: 1. Mengikuti perkembangan mengenai program-program penelitian yang diselenggarakan di lingkungan perguruan tinggi induknya dan berusaha menyediakan literatur ilmiah dan bahan lain yang diperlukan bagi para peneliti. oleh karena itu koleksi yang disediakan adalah koleksi yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.

7. Fungsi Deposit Perpustakaan menjadi pusat deposit untuk seluruh karya dan pengetahuan yang dihasilkan oleh warga perguruan tingginya. Koleksi pendukung penelitian di perpustakaan perguruan tinggi adalah menghasilkan karyakarya penelitian yang dapat di aplikasikan untuk kepentingan pembangunan masyarakat dalam berbagai bidang. yang berupa koleksi audio-visual. seperti koleksi tentang kebudayaan daerah tertentu dan subjek tertentu. dan interpretasi dari suatu koleksi. Penerbitan perguruan tinggi. 5. Pengembangan ilmum yang melengkapi dan memperkaya pengetahuan pemakai selain bidang studi dasar. d. d. seperti majalah dan surat kabar. piringan hitam. dan dapat digunakan secara efektif dengan bantuan teknologi. Menurut National Information Standards Organization (2007) Koleksi digital yang baik harus: a. 2009. Koleksi bukan buku. h. terutama penerbitan-penerbitan resmi. termasuk bidang. 4. Fungsi Rekreasi Perpustakaan harus menyediakan koleksi rekreasi yang bermakna untuk membangun dan mengembangkan kreativitas. kaset. c. f.43 Tahun 2007 adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis. pembatasan akses. Dalam Pedoman Umum Perpustakaan Perguruan Tinggi (2004. format. Koleksi khusus. karya cetak. tidak hanya tempat perguruan tinggi bernaung tetapi juga penerbitan perguruan tinggi lainnya. Dapat menelusur karakteristik dari suatu koleksi. minat dan daya inovasi pengguna perpustakaan. dan dilayankan. diolah. baik yang bersifat umum maupun yang menyangkut kebutuhan khusus perguruan tinggi yang bersangkutan. 38) dinyatakan bahwa yang menjadi koleksi perpustakaan perguruan tinggi adalah : a.3. dan banyak informasi yang signifikan untuk menentukan keaslian. 6. Dikelola secara aktif Selalu tersedia dan mudah digunakan. Fungsi Publikasi Perpustakaan selayaknya juga membantu melakukan publikasi karya yang dihasilkan oleh warga perguruan tingginya yakni sivitas akademika dan staf nonakademik. Dibuat sesuai kebijakan pengembangan koleksi. tape. video tape. oleh pencari dan pengguna informasi. seperti film. abstrak. b. p. ensiklopedi. termasuk indeks. Penerbitan pemerintah. Fungsi Interpretasi Perpustakaan sudah seharusnya melakukan kajian dan memberikan nilai tambah terhadap sumber-sumber informasi yang dimilikinya untuk membantu pengguna dalam melakukan dharmanya. Buku referens. yang berhubungan dengan minat khusus perpustakaan. Koleksi perpustakaan menurut UU No. c. Penerbitan berkala. dan/atau karya rekam dalam berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan. g. e. Fungsi Riset Perpustakaan mempersembahkan bahan-bahan primer dan sekunder yang paling mutakhir sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan. teknologi dan seni. . 32). b. laporan tahunan. kepemilikan. dan katalog. yang dihimpun. integritas. Buku Teks. Keberadaan koleksi digital di perpustakaan Perguruan Tinggi telah menjadi solusi pengguna untuk dapat mengakses koleksi perpustakaan tanpa harus datang ke perpustakaan (Breeding. dan compact disk. p. kamus. dapat diakses oleh orang cacat.

Meningkatnya biaya langganan jurnal tercetak telah menyebabkan banyak perpustakaan Perguruan Tinggi untuk melanggan jurnal elektronik Dari segi kebebasan akses. 26). Dapat diakses melalui search engines. dan kemungkinan tampil lewat kewajiban mengidentifikasi ulang pemakai (user) dalam berbagai server dapat juga berfungsi untuk membatasi pemakaian jurnal elektronik. p. Jurnal elektronik yang tidak dapat diakses tanpa password atau tanpa melanggannya. Bagi pihak penerbit dapat menghemat biaya cetak. e. komunikasi . Kurangnya pengarsipan dan mekanisme perpindahan dari jurnal tercetak ke jurnal elektronik sehingga mengancam kelangsungan akses. 2003:260) Menurut Saladin Promosi adalah suatu (2002:123). Pembatasan penelusuran. Jurnal elektronik menurut Reitz (2004) dalam Online Dictionary for Library Information of Science A digital version of a print journal. Dalam sebuah promosi ada sebuah proses yang harus dilalui untuk lebih mengenal siapa pelanggan kita sehingga kitadapat memenuhi apa yang menjadi kebutuham pelanggan kita. p. Bagi penulis dapat mengurangi panjangnya waktu/proses penerbitan naskah dalam suatu jurnal sehingga penundaan penerbitan dapat dihindari serta kekhawatiran artikel dieliminasi dari jurnal yang disebabkan terbatasnya ruang jurnal dapat dikurangi (Andriaty. Ketergantungan pada jaringan. Jurnal elektronik yang dapat diakses tanpa biaya dan dapat dicetak atau bebas download. f. e-mail. f. Memiliki hak cipta Selalu dievaluasi untuk keperluan pengembangan. g. Some Web-based electronic journals are graphically modeled on the print version. Bermanfaat bagi pengguna. h. 2005. Dapat bertahan sepanjang waktu. The rising cost of print journal subscriptions has led many academic libraries to explore electronic alternatives. akses. or other means of Internet access. Terbitan-terbitan jurnal elektronik yang tidak lengkap. b. Ketidak teraturan terbitnya jurnal elektronik. Galvin (2004) mengungkapkan keuntungan utama dari jurnal elektronik.e. c. e-mail. c. 2. or a journal-like electronic publication with no print counterpart. atau jurnal yang dari awalnya sudah berbentuk digital yang tersedia melalui web. Keharusan membaca di layar monitor. made available via the Web. yaitu: a. i. Hasil dari promosi tersebut adalah tumbuhnya kesadaran sampai pada tindakan untuk memanfaatkan perpustakaan beserta produknya (Qalyubi dkk. Bagi perpustakaan akan menghemat biaya pemeliharaan seperti penjilidan dan pemeliharaan rak. Andriaty (2005. atau cara lain melalui akses internet. d. Dari definisi diatas dapat dipahami bahwa jurnal elektronik adalah versi digital dari jurnal tercetak. 26) membagi jurnal elektronik dalam 2 kelompok yaitu: 1. Rusch-Feja dan Siebeky (1999) berpendapat bahwa jurnal elektronik memiliki kelemahan – kelemahan yaitu: a. Promosi merupakan suatu forum pertukaran informasi antara perpustakaan dengan masyarakat atau calon pengguna perpustakaan dengan tujuan utama yaitu memberikan informasi tentang layanan berupa produk atau jasa yang disediakan oleh perpustakaan sekaligus membujuk untuk bereaksi terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. b. Beberapa jurnal elektronik berbasis Web secara grafis sengaja dibentuk seperti jurnal tercetak.

2007: 2-3). (2003:260). Metodologi Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data Observasi Partisipatif dan wawancara mendalam . Putera Sampoerna Foundation mendirikan Sampoerna School of Education yang sekaligus merupakan elemen pertama. Penggabungan 2 sekolah tinggi tersebut merupakan awal mula terbentuknya perpustakaan USBI. Promosi adalah sejenis komunikasi yang memberi penjelasan dan meyakinkan calon konsumen mengenai barang dan jasa dengan tujuan untuk memperoleh perhatian. tajam. Menurut Sugiyono (2005. Sedangkan pengertian promosi menurut Alma (2006 : 179). dan sampai mengetahui pada tingkat mana dari setiap perilaku yang tampak. Penelitian kualitatif merupakan sebuah proses penyelidikan untuk memahami masalah sosial atau masalah manusia. Pada tahun 2012 kedua kampus tersebut bergabung menjadi 1 dengan nama Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI). Visi LLRC USBI adalah menjadi perpustakaan akademik internasional terkemuka yang berbasis pada filosofi Putera Sampoerna Foundation untuk mendukung penciptaan pemimpin masa depan Indonesia. mengingatkan dan meyakinkan calon konsumen. promosi perpustakaan merupakan suatu forum pertukaran informasi antara perpustakaan dengan masyarakat atau calon pengguna perpustakaan dengan tujuan utama yaitu memberikan informasi tentang layanan berupa produk atau jasa yang disediakan oleh perpustakaan sekaligus membujuk untuk bereaksi terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Pembahasan Pada tahun 2009. tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. 64). berdasarkan pada penciptaan gambar holistic yang dibentuk dengan kata-kata. di mana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat. 73). Hasil dari pomosi tersebut adalah tumbuhnya kesadaran sampai pada tindakan untuk memanfaatkan perpustakaan beserta produknya. dengan observasi partisipatif ini. Misi LLRC USBI adalah untuk mendukung penciptaan pemimpin masa depan Indonesia yang memiliki nilai "kepemimpinan". Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara semiterstruktur (termasuk dalam kategori in-depth interview /wawancara mendalam) melalui survei opini dan kuesioner. yaitu mengajukan beberapa pertanyaan terbuka yang ditanyakan secara langsung untuk mendapatkan informasi dari responden tenang masalah yang sedang diteliti. peneliti datang di tempat kegiatan orang yang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data. maka data yang diperoleh akan lebih lengkap. Perpustakaan USBI merupakan gabungan dari dua perpustakaan yaitu Perpustakaan Sampoerna School of Educations (SSE) dan Perpustakaan Sampoerna School of Business (SSB). dan ide-idenya. dan "tanggung jawab sosial" serta berkomitmen untuk melayani masyarakat Indonesia melalui partisipasi berkelanjutan dengan Putera Sampoerna Foundation. yang sebelumnya tidak mengenal menjadi mengenal sehingga menjadi pembeli dan mengingat produk tersebut. dan disusun dalam sebuah latarilmiah (Patilima. Sedangkan dalam metode pengumpulan data observasi partisipatif. melaporkan pandangan informan secara terperinci. Menurut Qalyubi dkk. "entrepreneurship". Tujuan wawancara ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka. .informasi penjual dan pembeli yang bertujuan untuk merubah sikap dan tinakah laku pembeli. menurut Sugiyono (2005. Kemudian 1 tahun setelahnya. mendidik. disusul peluncuran Sampoerna School of Business pada tahun 2010.

program. pembelajaran dan penelitian para sivitas akademika. Bangsa International (LLRC USBI) sesuai dengan jenis akses yang dipaparkanAndriaty (2005.Tujuan LLRC USBI adalah mendukung kegiatan pengajaran. Bila tidak dimanfaatkan dengan baik hanya membuang-buang dana yang sebenarnya bisa dialokasikan pada koleksi lain. serta banyak istilah – istilah yang sulit untuk dimengerti pada jurnal elektronik yang dilanggan perpustakaan. dsb. . namun dikarenakan kurangnya sosialisasi dan promosi masih sering ditemukan sivitas akademika bertanya kepada pustakawan bagaimana cara mengakses jurnal Jurnal elektronik merupakan koleksi yang dikelola dengan anggaran khusus untuk pengadaannya. Sivitas akademika menggunakan jurnal elektronik yang dilanggan perpustakaan terkait dengan koneksi internet yang lambat dan tidak teratur. komunikasi dan interaksi antar penggunanya. Sebaiknya perpustakaan USBI melakukan sosialisasi secara intensif tentang keberadaan jurnal elektronik dan cara menggunakannya kepada mahasiswa USBI karena banyak mahasiswa USBI yang masih belum paham tentang jurnal elektronik yang dilanggan perpustakaan. perpustakaan harus berperan aktif dalam menciptakan dan mengembangkan layanan. mengenai jurnal elektronik yang tersedia. Dalam segi promosi. LLRC USBI masih kurang dalam sosialisasi dan promosi tentang ketersediaan jurnal elektronik. p. pemanfaatan jurnal elektronik yang dilanggan sedikit kurang. Bisa dikatakan bahwa promosi yang dilakukan masih kurang sehingga masih ada sivitas akademika yang mempertanyakan ketersediaan jurnal elektronik di LLRC USBI Dalam segi kebebasan akses. Seharusnya. seperti yang dinyatakan Alma (2006 : 179) ada komunikasi yang member penjelasan dan meyakinkan konsumen. Sebenarnya sivitas akademika sudah mempunyainya. Agar perpustakaan dapat menjalankan peranannya di USBI. dll. Memang perpustakaan menyadari bahwa jurnal elektronik adalah faktor penting yang harus dimiliki Perpustakaan Perguruan Tinggi untuk mencapai Tri Darma Perguruan Tinggi. sarana pendukung lain. Dengan menggunakan easy-proxy sivitas akademika dapat dengan mudah mengakses jurnal elektronik maupun e-book kapan saja dimana saja. Ada kasus dimana seorang dosen masih bertanya kepada pustakawan mengenai ketersediaan jurnal elektronik dan bagaimana cara mengakses jurnal elektronik. proses dan fasilitas yang responsif terhadap kebutuhan pengguna perpustakaan. Sekitar 70% dari anggaran khusus tersebut difokuskan untuk pengadaan jurnal elektronik seperti JSTOR. Kelemahan dari jurnal elektronik yang dinyatakan Rusch-Feja dan Siebeky (1999) salah satunya adalah ketergantungan pada jaringan adalah salah satu faktor kurangnya penggunaan jurnal elektronik. staf dan anggota lainnya melalui penyediaan informasi dan pengetahuan yang berkualitas. Hal ini sangatlah baik mengingat kebutuhan akan informasi tidak mengenal ruang dan waktu. 26) yaitu Jurnal elektronik yang tidak dapat diakses tanpa password atau tanpa melanggannya. Padahal 70% anggaran khusus bukanlah jumlah yang sedikit. Jurnal elektronik pada Library and Learning Resource Center Universitas Siswa Kelebihan yang dimiliki oleh LLRC USBI adalah akses jurnal elektronik bisa dilakukan diluar kampus tanpa menggunakan proxy yang ada di kampus. Namun. Dari berbagai macam kesulitan tersebut membuat hampir seluruh sivitas akademika USBI yang merasa kesulitan dalam menggunakan jurnal elektronik beralih mencari sumber referensi melalui internet dari pada melalui pangkalan data jurnal elektronik yang dilanggan perpustakaan. dalam kasus ini sivitas akademika. Sivitas akademika harus memiliki username dan password terlebih dahulu untuk dapat mengakses jurnal yang disediakan perpustakaan. jurnal elektronik yang bisa diakses di sekitar wilayah kampus USBI. Pro Quest. kemajuan teknologi. Thomson Reuters.

.Sosialisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan mengadakan program literasi informasi tentang jurnal elektronik kepada mahasiswa USBI yang dilakukan secara rutin serta melakukan promosi dengan cara memasang banner tentang jurnal elektronik di perpustakaan USBI Perlu diperbaiki koneksi internet yang ada di wilayah kampus USBI karena banyak mahasiswa menganggap koneksi internet lamban sehingga menghambat mereka dalam menggunakan jurnal elektronik yang dilanggan perpustakaan. Selain itu perlu diadakan evaluasi jurnal elektronik yang dilanggan karena banyak responden mahasiswa USBI sulit untuk memahami istilah yang ada pada jurnal elektronik yang dilanggan perpustakaan serta perlu terus melanggan jurnal elektronik yang up to date dan memiliki otoritas yang terpercaya demi memudahkan mahasiswa mencari sumber referensi yang relevan.