You are on page 1of 20

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengeringan merupakan suatu proses pemisahan sebagian besar air dari bahan baik
dalam bentuk evaporasi maupun sublimasi sebagai hasil dari penerapan panas.
Pengeringan suatu bahan dilakukan dengan tujuan memperpanjang daya simpan produk,
mengurangi volume dan berat produk dan sebagai tahapan proses antara. Pengeringan
dilakukan baik pada suhu tinggi maupun suhu rendah. Pada pengeringan suhu tinggi
berupa penggunaan energi panas untuk mengubah fase air menjadi uap dan membuang
uap air dalam bahan. Sementara pengeringan suhu rendah merupakan penggunaan
energi panas untuk mengubah es menjadi uap air dan membuang uap air keluar dari
bahan. Jenis-jenis pengeringan yang banyak digunakan antara lain pengeringan matahari
(sun drying) pengeringan atmosferik (solar drying, cabinet drying, tunnel drying,
conveyor drying, drum drying, spray drying), dan pengeringan sub atmosferik (vacuum
drying, freeze drying). Pemilihan metode pengeringan didasarkan pada kualitas hasil
akhir yang diinginkan, sifat bahan dasar dan biaya. Spray drying menjadi pilihan dalam
proses pengeringan produk dengan hasil akhir berupa bubuk. Susu maupun kopi bubuk
merupakan produk yang menggunakan proses pengeringan metode spray drying.
1.2 Tujuan
Setelah melakakukan praktikum, mahasiswa diharapkan mampu :

Mengenal karakteristik pengeringan hambur.
Mengoperasikan alat pengeringan hambur skala laboratorium secara batch sesuai

prosedur operasi standar.
Memisahkan solut dalam larutan tersuspensi dari pelarutnya, hingga diperoleh

produk serbuk susu yang memenuhi syarat preservasi.
Menghitung laju penguapan air untuk konsentrasi padatan dalam umpan bervariasi

dengan laju pemanasan tetap.
Menghitung %perolehan produk untuk konsentrasi padatan dalam umpan bervariasi
dengan laju pemanasan tetap.

Mengevaluasi kinerja alat spray dryer (jumlah air maksimum yang dapat diuapkan
oleh sistem per jam) dengan memvariasikan konsentrasi padatan dalam umpan

dengan laju pemanasan tetap.
Menghitung efisiensi pemanasan spray dryer.

dengan pemisah sentrifugal.BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. Dasar pengeringan adalah terjadinya penguapan air ke udara karena perbedaan kandungan uap air antara udara dengan bahan yang dikeringkan. Air (atau cairan lain) menguap pada suhu yang lebih rendah dari titik didihnya karena adanya perbedaan kandungan uap air pada bidang antar-muka bahan padat-gas dengan kandungan uap air pada fasa gas. Pada umumnya zat padat selalu mengandung sedikit fraksi air sebagai air terikat. Dalam hal ini. Gas panas disebut medium pengering. 1980). dengan penguapan termal ataupun dengan metode lainnya. kandungan uap air udara lebih sedikit atau udara mempunyai kelembaban nisbi yang rendah sehingga terjadi penguapan. Ada bahan yang tidak mempunyai kandungan zat cair sama sekali (bone dry). Pada proses pengeringan ini air diuapkan menggunakan udara tidak jenuh yang dihembuskan pada bahan yang akan dikeringkan. Kandungan zat cair dalam bahan yang dikeringkan berbeda dari satu bahan ke bahan lain. Udara yang tidak mengalir menyebabkan kandungan uap air di sekitar bahan yang dikeringkan semakin jenuh sehingga pengeringan semakin lambat. Pemisahan air secara mekanik biasanya lebih murah biayanya dan lebih hemat energi dibandingkan dengan pengeringan. yaitu perbandingan jumlah air dengan jumlah bahan kering. Air juga dapat dipisahkan dari bahan padat.1 Pengeringan Pengeringan adalah suatu peristiwa perpindahan massa dan energi yang terjadi dalam pemisahan cairan atau kelembaban dari suatu bahan sampai batas kandungan air yang ditentukan dengan menggunakan gas sebagai fluida sumber panas dan penerima uap cairan (Treybal. . Kemampuan udara membawa uap air bertambah besar jika perbedaan antara kelembaban nisbi udara pengering dengan udara sekitar bahan semakin besar. Kandungan air dalam suatu bahan dapat dinyatakan atas dasar basah (% berat) atau dasar kering. menyediakan panas yang diperlukan untuk penguapan air dan sekaligus membawa air keluar. Salah satu faktor yang mempercepat proses pengeringan adalah kecepatan angin atau udara yang mengalir. secara mekanik menggunakan cara pengepresan sehingga air keluar.

2010). Dengan demikian bahan yang dikeringkan mempunyai waktu simpan lebih lama. pengeringan dapat dibagi menjadi dua. Pada proses ini uap yang terbentuk terbawa oleh udara. kandungan air dalam bahan makanan itu harus dikurangi dengan cara pengeringan (Revitasari. mengurangi biaya pengemasan dan transportasi suatu produk dan dapat menambah nilai guna dari suatu bahan. proses pengeringan dapat dibagi menjadi tiga. Perbedaan tekanan itu menyebabkan terjadinya aliran uap air dari bahan ke udara. yaitu:  Pengeringan kontak langsung Menggunakan udara panas sebagai medium pengering pada tekanan atmosferik. sehingga tekanan uap air bahan lebih besar dari tekanan uap air di udara. Pengeringan batch adalah pengeringan dimana bahan yang dikeringakan dimasukan ke dalam alat pengering dan didiamkan selama waktu yang ditentukan. Proses pengeringan diperoleh dengan cara penguapan air. Pengeringan kontinyu adalah pengeringan dimana bahan basah masuk secara sinambung dan bahan kering keluar secara sinambung dari alat pengering. Mikroorganisme yang dapat mengakibatkan pembusukan makanan tidak dapat dapat tumbuh pada bahan yang tidak mengandung air. Berdasarkan kondisi fisik yang digunakan untuk memberikan panas pada sistem dan memindahkan uap air. Proses pengeringan ini dilakukan biasanya sebagai tahap akhir sebelum dilakukan pengepakan suatu produk ataupun proses pendahuluan agar proses selanjutnya lebih mudah. Cara tersebut dilakukan dengan menurunkan kelembapan nisbi udara dengan mengalirkan udara panas di sekeliling bahan. 2. . yaitu pengeringan batch dan pengeringan kontinyu.Tujuan pengeringan untuk mengurangi kadar air bahan sampai batas perkembangan organisme dan kegiatan enzim yang dapat menyebabkan pembusukan terhambat atau bakteri terhenti sama sekali. Di industri kimia proses pengeringan adalah salah satu proses yang penting. Dalam industri makanan.2 Klasifikasi Pengeringan Ditinjau dari pergerakan bahan padatnya. maka dari itu untuk mempertahankan aroma dan nutrisi dari makanan agar dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama. proses pengeringan ini digunakan untuk pengawetan suatu produk makanan.

(Geankoplis. 1993) 2. perbedaan tekanan uap air di dalam dan di luar bahan kecil. . uap air yang terbentuk harus dipindahkan melalui struktur bahan ke medium sekitarnya.  Pengeringan beku Pengeringan yang melibatkan proses sublimasi air dari suatu material beku. Jadi panas harus disediakan untuk menguapkan air dan air harus mendifusi melalui berbagai macam tahanan agar dapat lepas dari bahan dan berbentuk uap air yang bebas. Makin tinggi suhu udara pengering. Lama proses pengeringan tergantung pada bahan yang dikeringkan dan cara pemanasan yang digunakan. Pertama panas harus di transfer dari medium pemanas ke bahan.3 Prinsip Dasar Pengeringan Proses pengeringan pada prinsipnya menyangkut proses pindah panas dan pindah massa yang terjadi secara bersamaan (simultan). Proses utama dalam pengeringan adalah proses penguapan air maka perlu terlebih dahulu diketahui karakteristik hidratasi bahan pangan yaitu sifat-sifat bahan yang meliputi interaksi antara bahan pangan dengan molekul air yang dikandungnya dan molekul air di udara sekitarnya. sedangkan peranan air di udara dinyatakan dengan kelembaban relatif dan kelembaban mutlak. makin besar energi panas yang dibawa udara sehingga makin banyak jumlah massa cairan yang diuapkan dari permukaan bahan yang dikeringkan. Pada kelembaban udara tinggi. Kelembaban udara berpengaruh terhadap proses pemindahan uap air. Proses ini akan menyangkut aliran fluida di mana cairan harus di transfer melalui struktur bahan selama proses pengeringan berlangsung. Jika kecepatan aliran udara pengering makin tinggi maka makin cepat massa uap air yang dipindahkan dari bahan ke atmosfer. sehingga pemindahan uap air dari dalam bahan keluar menjadi terhambat. Peranan air dalam bahan pangan dinyatakan dengan kadar air dan aktivitas air. Pada proses ini penguapan air berlangsung lebih cepat pada tekanan rendah. Pengeringan vakum Menggunakan logam sebagai medium pengontak panas atau menggunakan efek radiasi. Selanjutnya setelah terjadi penguapan air. Makin tinggi suhu dan kecepatan aliran udara pengeringan makin cepat pula proses pengeringan berlangsung.

Fungsi spray dryer itu sendiri adalah digunakan untuk menguapkan dan mengeringkan larutan dan bubur (slurry) sampai kering dengan cara termal. 2009).4. Pada prinsipnya cairan disemprotkan melalui sebuah alat penyemprot (sprayer) ke dalam ruangan yang . Sehingga didapatkan hasil berupa zat padat (bubuk) yang kering. Evaporasi air akan berlangsung dalam hitungan detik. Butiran ini selanjutnya masuk kedalam ruang pengering yang dilewati oleh aliran udara panas (Anonim.1 Pengertian Spray Dryer Spray dryer atau pengering hambur adalah suatu operasi yang di gunakan untuk memindahkan zat terlarut dan pelarutnya dengan cara mengkontakan dengan udara kering dan panas. Peristiwa pengontakkan ini menyebabkan air dalam bentuk tetesan-tetesan tersebut mengering dan berubah menjadi serbuk. Metode mengeringan spray drying merupakan metode pengeringan yang paling banyak digunakan dalam industri terutama industri makanan.4 Spray Dryer 2. serbuk kemudian kembali diturunkan suhunya sesuai dengan kebutuhan produksi. Kapasitasnya dapat beberapa kg per jam hingga 50 ton per jam penguapan (20000 pengering semprot) dan umpan yang diatomisasi dalam bentuk percikan disentuhkan dengan udara panas yang dirancang dengan baik.2. diubah ke dalam bentuk butiranbutiran air dengan cara diuapkan menggunakan atomizer. Metode ini mampu menghasilkan produk dalam bentuk bubuk atau serbuk dari bahan-bahan seperti susu.2 Prinsip Kerja Spray Dryer Seluruh air dari bahan yang ingin dikeringkan. Setelah di pisahkan.4. buah buahan dan lain-lain. Salah satu bagian Utama dari operasi spray dryer adalah larutan di kabutkan melalui nozel yang berada pada silinder tegak yang berakhir pada tempat pemisahan yang berbentuk siklon. Cairan yang akan dikeringkan dilewatkan pada suatu nozzle (semacam saringan bertekanan) sehingga keluar dalam bentuk butiran (droplet) cairan yang sangat halus. Selanjutnya proses pemisahan antara uap panas dengan serbuk dilakukan dengan cyclone atau penyaring. meninggalkan bagian padatan produk dalam bentuktepung. 2. Pengeringan semprot (spray drying) cocok digunakan untuk pengeringan bahan pangan cair seperti susu dan kopi (dikeringkan dalam bentuk larutan ekstrak kopi). Air dari bahan yang telah berbentuk tetesan-tetesan tersebut kemudian di kontakan dengan udara panas.

Padatan kering akan keluar di bawah chamber melalui screw conveyer. . setelah itu baru digunakan chamber yang besar. Produknya berupa partikel ringan dan berporos. Tetesan yang terbentuk tadi selanjutnya diumpankan dengan spray nozel atau cakram spray dengan kecepatan tinggi yang berputar di dalam kamar-kamar silinder. Kemudian gas dialirkan dengan cyclone separator agar proses dapat berlangsung dengan baik. Contohnya susu bubuk kering yang dihasilkan dari pengeringan susu cair dengan spray dryer.3 Mekanisme Kerja Spray Dryer Pada proses dengan menggunakan spray dryer liquid atau larutan slurry disemprotkan ke dalam tempat yang dialirkan gas-gas panas berupa titik-titik berkabut. 1977). counter-current dan kombinasi keduanya (Ranganna. Hal ini dapat menjamin bahwa tetesan-tetesan air dan partikel padatan basah tidak bercampur dan permukan padatan tidak kaku sebelum sampai ke tempat pengeringan.panas. air dengan cepat diuapkan dari dropplet menuju partikel padat yang disemprotkan kepada aliran gas panas tadi. Aliran gasdan cairan di dalam spray yang dialirkan secara co-counter.4. Dengan demikian air akan dapat menguap sehingga bahan dapat kering menjadi bubuk atau powder. 2.

BAB 3 METODOLOGI PERCOBAAN 3. Laju alir blower pada skala 2 Menyalakan pemanas udara (T = 170oC) Mengatur udara keluar dari bejana pengering (T=75oC) Jumlah 1 set 2 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 45 gram secukupnya .2.1 Persiapan Alat Membuka valve : Udara tekan hingga 2 bar.2 Langkah Kerja Merangkai alat spray dryer 3.1 Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang diperlukan dalam percobaan adalah sebagai berikut: No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Alat dan Bahan Spray dryer Gelas kimia Batang pengaduk Spatula Kaca arloji Pompa dosing Neraca analitik Neraca teknis Gelas ukur Stopwatch Susu bubuk Aquades Spesifikasi 1000 mL Besar Kecil 100 mL Gambar skema peralatan spray dryer 3.

2.2. susu di penampung Butiran susu kering Mengukur volume Mengukur berat Mengamati produk . siklon. labu penampung produk.2 Pembuatan Larutan Susu bubuk 25 gr Aquadest 100 ml Larutan susu 25% Menimbang drying chamber. Mencatat beratnya Memasukkan lar.3 Proses Pengeringan dengan Spray Dryer Pengeringan Amati butiran yang keluar. mencatat waktu dan perubahan temperature setiap 1 menit Lar.3. susu ke bejana umpan T= 75oC Menyalakan pompa umpan dengan laju alir besar (skala 2) 3.

94 gr 25.3.89 gr Akhir 827.96 gr 176.88 gr Tabel pengamatan t (menit) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 T udara keluar (oC) 75 54 42 49 58 58 58 65 69 T udara masuk (oC) 137 139 141 141 143 143 145 145 144 .1 Konsentrasi 20 % Data Berat cyclone Berat drying chamber Labu penampung produk Labu penampung yang tak teruapkan Berat susu Volume umpan Berat piknometer kosong Berat piknometer + umpan Berat cawan kosong Berat cawan + produk basah Berat cawan + produk kering Awal 822.70 gr 1085 gr 220 gr 20 gr 100 ml 17.15 gr 25.70 gr 1080 gr 218.63 gr 25.3 Data Pengamatan 3.96 gr 44.3.

2 Konsentrasi 25% Data Berat cyclone Berat drying chamber Labu penampung produk Labu penampung yang tak teruapkan Berat susu Volume umpan Berat piknometer kosong Berat piknometer + umpan Berat cawan kosong Berat cawan + produk basah Berat cawan + produk kering Awal 822.70 gr 1080 gr 218.97 gr 29.3.92 gr Tabel pengamatan t (menit) 0 1 2 3 4 T udara keluar (oC) 83 77 76 80 85 T udara masuk (oC) 135 136 137 136 137 .96 gr 45.89 gr Akhir 865 gr 1090 gr 25 gr 100 ml 17.96 gr 176.9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 72 75 76 76 78 80 82 82 83 84 85 86 85 86 86 144 145 145 145 146 147 145 147 147 145 148 146 147 148 148 3.63 gr 29.45 gr 25.

482 gr 4.5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 86 87 89 88 86 86 82 85 87 88 146 148 140 119 104 102 108 116 125 128 3.0996 gr/ml 109.48 gr 0.0476 gr/ml 104.0409 gr/s 92.35% 40% 3.4 Hasil Percobaan Data Massa jenis umpan Massa umpan Massa umpan sisa Massa produk kering Massa susu dalam umpan teruapkan Massa umpan teruapkan Laju massa penguapan air Kalor penguapan air Kadar air Efisiensi penguapan %yield Konsentrasi 20% 1.25 gr 8 gr 41.43% .856 gr 0.125% Konsentrasi 25% 1.38 J/s 1.76 gr 62.45% 42.11 gr 44.56 J/s 19.0246 gr/s 55.904 gr 0.29 gr 10.15% 40.96 gr 65.

BAB 4 PEMBAHASAN .

BAB 5 KESIMPULAN .

76 gr V umpan sisa = 60 ml Massa umpan sisa Massa produk kering Ket : massa produk kering hanya dihitung dari labu penampung dan dari cyclone yang bisa jatuh ke labu penampung dan kemudian dipanaskan.0476 gr/ml = 104. .LAMPIRAN Konsentrasi 20% Massa susu = 20 gr V umpan (susu + air) = 100 ml Massa jenis umpan Massa umpan = 100 ml x 1. Massa produk yang menempel pada cyclone tidak dianggap massa produk kering karena tidak dapat dilakukan proses pemanasan. hanya dihitung sebagai massa teruapkan.

Massa susu dalam umpan teruapkan Massa umpan teruapkan Laju massa penguapan air Kalor penguapan air Kadar air .

96 gr V umpan sisa Massa umpan sisa = 59.55 ml .Konsentrasi 25% Massa susu = 25 gr V umpan (susu + air) = 100 ml Massa jenis umpan Massa umpan = 100 ml x 1.0996 gr/ml = 109.

Massa produk kering Ket : massa produk kering hanya dihitung dari labu penampung dan dari cyclone yang bisa jatuh ke labu penampung dan kemudian dipanaskan. Massa susu dalam umpan teruapkan Massa umpan teruapkan Laju massa penguapan air . Massa produk yang menempel pada cyclone tidak dianggap massa produk kering karena tidak dapat dilakukan proses pemanasan. hanya dihitung sebagai massa teruapkan.

Kalor penguapan air Kadar air .

Majari Magazine. US : Pearson Education Inc. 2012.html. Purba.blogspot. AM. Febriani. [Online] Desember 19.com/2013/07/pengeringan.blogspot.DAFTAR PUSTAKA Geankoplis. 2003. Mayani.] https://tsffarmasiunsoed2012. [Online] Juli 1. 2015.blogspot. My Dream. Ayu Lestari. 2008. HMI Koms Teknologi Pertanian Brawijaya Malang. 2013.] http://febrianipurba. [Online] Mei 3. TSF Farmasi Unsoed 2012. . 2015. Rohman. [Cited: Maret 2015.com/2012/01/metode-pengeringan-spray-drying. 2012. Pengeringan.html. Teknologi Pengeringan Bahan Makanan. Tekim. Teknik Kimia. [Cited: Maret 20.com/2012/05/21/metode-pengeringandengan-menggunakan-spray-dryer-continuous-drying/. [Cited: Maret 20. Tindaon. 2015. 2015. 2012. Spray Dryer. [Online] Januari 8. [Online] Desember 11. 2013. 2012. 2015.] http://majarimagazine.com/2008/12/teknologi-pengeringan-bahan-makanan/. 2010. [Cited: Maret 20. [Cited: Maret 20.html.] http://matekim.blogspot. Martiano. Mesin Pengering (Drying Machine).com/2010/05/spray-dryer_03.html. 2003. 2008. Christie John. [Cited: Maret 20.] http://westryantindaon. 2015. 2012. Violleni. 2012. Herdyna Gita and Prihadi. Metode Pengeringan Spray Drying. Transport Processes and Separation Process Principles.com/2012/12/mesin-pengering-drying-machine. Saepul. [Online] Mei 21.wordpress. Westryan. 2010.] http://hmitpub. Metode Pengeringan dengan Menggunakan Spray Dryer (Continuous Drying). Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang.