You are on page 1of 13

PERENCANAAN REKLAMASI

Sebagai

kewajiban

dalam

suatu

kegiatan

penambangan

bahwa

perencanaan reklamasi harus dilaksanakan dengan sebaik – baiknya. Yang
merupakan suatu kewajiban bagi perusahaan penambangan.
Perencanaan kegiatan reklamasi lahan pasca tambang ini diarahkan
pada rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) daerah Kecamatan Cililin
Kabupaten Bandung. Dimana berdasarkan RTRW Kecamatan Cililin dan
Kabupaten Bandung, areal ini diperuntukan sebagai kawasan perkebunan atau
hutan produksi.
Berdasarkan hal itu maka perencanaan reklamasi lahan bekas tambang
ini

akan

direhabilitasi

menjadi

kawasan

perkebunan

produksi.

Adapun

rencananya penanaman pohon budidaya yang dianggap dapat hidup pada areal
ini adalah tanaman pohon jati. Sesuai dengan karakter pohon jati dan keadaan
tanah dilokasi ini sangat sesuai.

Adapun kegiatan reklamasi yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :

1. Mempersiapkan Lahan untuk Reklamasi
a. Pengamanan dan Pengaturan Lereng Bekas Tambang
Sebagai bekas tambang yang telah dilaksanakan maka akan terbentuk
lereng majemuk yang cukup tinggi di sebelah Selatan lokasi batas
penambangan. Karena hal itu maka sangat penting untuk dilakukan
pengamanan terhadap lereng majemuk ini. Pengamanan dan pengaturan
terhadap lereng majemuk ini adalah dengan penerapan sistem teras individu
yang dianggap sangat sesuai untuk lokasi ini. Hal ini didasarkan pada

Gambar Sistem Teras Individu b. Areal dengan kemiringan antara 0% sampai dengan 5% . Pengamanan dan Pengaturan Lahan Bekas Tambang Lahan bekas tambang yang terbentuk adalah berupa areal terbuka dimana memiliki kemiringan yang beragam. Dari hasil pengkajian pada akhir penambangan yang diinterpolasikan dengan rencana kegiatan penambangan.keadaan lereng majemuk serta dengan mempertimbangkan keadaan tanah dan keadaan curah hujan dilokasi kegiatan. maka lahan bekas tambang akan terbagi menjadi beberapa areal dengan tingkat kemiringan sebagai berikut : 1.

Areal dengan kemiringan antara 10 sampai dengan 30% .rumputan. sehingga akan membentuk pematang yang diteruskan nantinya dengan ditanami dengan jenis rumput .Bentuk pengaturan dan penanganan dengan sistem teras datar dapat dilihat seperti pada gambar dibawah ini. dimana pada bagian tertentu tinggal digundukkan cara pembuatan teras ini cukup mudah.Untuk areal ini akan dilakukan penanganan dengan menerapkan sistem teras datar dimana hal ini akan lebih mudah dilaksanakan. Gambar Teras Datar 2. yaitu dengan penyebaran tanah pucuk di tetapi pada bagian tertenti ditinggikan.

5 meter. Dengan sistem ini maka akan baik sekali untuk mempertahankan tanah dari bahaya erosi karena curah hujan yang cukup tinggi.Areal dengan kemiringan seperti ini. Akan tetapi secara teknis penerapan sistem teras bangku ini akan disesuaikan dengan keadaan lokasi areal bekas tambang yang telah terbentuk. perbedaan tinggi antara dua bidang olah sebaiknya lebih dari 1. dimana setelah ditata dengan sistem ini bidang olahnya menjadi datar atau bahkan akan menjadi sedikit miring. Untuk lebih jelas model teras bangku dapat dilihat seperti pada gambar dibawah ini. . pada dasarnya lebih cocok dengan pengamanan dan pengaturan dengan sistem teras bangku. sedangkan lebar bidang olah sebaiknya tidak lebih dari 10 meter. Biasanya penerapan sistem teras bangku ini memiliki batasan – batasan tertentu seperti.

Gambar Sistem Teras Bangku 3. Areal dengan kemiringan antara 30 sampai dengan 50% Untuk areal ini maka pengamanan dan pengolahan yang dilakukan adalah dengan pengaturan terhadap keadaan kemiringan lereng dimana .

selanjutnya akan terjadi pengendapan lumpur dan sedimentasi pada alur –alur sungai atau saluran air disekitar lokasibekas penambangan. Karena laju erosi ni akan mengakibatkan menurunnya tingkat kesuburan tanah. Adapun laju erosi ini disebabkan oleh bebrapa faktor diantaranya yaitu : - tingkat curah hujan yang tinggi .diterapkan sistem teras kebun yang dirasa cukup baik untuk tanaman jenis perkebunan produksi. Pengendalian Laju Erosi dan Sedimentasi Salah satu syarat mutlak yang harus diperhatikan dalam tahap reklamasi ini adalah pengendalian laju erosi dan laju sedimentasi. Gambar Sistem Teras Kebun c.

serta pada bagian dasarnya ditanami rerumputan yang akan mengurangi kecepatan aliran. Tahap pengerjaannya akan dilaksanakan setelah pengamanan dan pengolahan lokasi penambangan. karena hal ini sangat dianjurkan berdasarkan dari keadaan tanah dan batuannya. Walau untuk mempermudah dalam pengerjaan dilapangan kegiatan ini dilakukan secara bersamaan dengan kegiatan pengamanan dan pengolahan areal bekas tambang. dengan memperhatiakan topografi dari lahan reklamasi yang terbentuk. Dimana pada pelaksanaannya disesuaikan dengan jenis jenis tingkat kemiringan yang akan dilaksanakan dalam kegiatan reklamasi.- keadaan topografi (kemiringan lereng) - jenis tanah - perlakuan terhadap tanah (tat guna lahan) - dan jenis tanaman penutup tanah. . Sedangkan rencana dimensi saluran disesuaikan dengan keadaan lokasi reklamasi dengan acuan kepada tingkat curah dilokasi. Hal ini yang menjadi perhatian serius dan dijadikan dasar dalam pengendalian laju erosi dan sedimen tasi. . Bentuk dasar saluran akan dibuat model travesium tidak dibuat permanen. Pada perencanaan kegiatan yang akan dilaksanakan pengendalian laju erosi yaitu - Pembuatan saluran air (SPA) Dimana rencana pembuatan saluran air ini akan disesuaikan dengan keadaan topografi lahan reklamasi yang direncanakan.

2. Dengan perbandingan tertentu. Sebagai salah satu cara untuk mengurangi kecepatan air larian. Dimana lapisan bawah disebarkan over burden dengan ketebalan yang disesuaikan dengan keadaan lapangan.Gambar penampang saluran air - Dam/Bendungan Pengendali Rencana pembuatan dam pengendali ini akan ditempatkan pada lokasi yang disesuaikan dengan keadaan lahan reklamasi. Dimana pada rencananya dam pengendali akan dibuat pada lokasi di tengah antara daerah yang memiliki tingkat kemiringan paling tinggi. Pengembalian tanah over burden Kegiatan ini meliputi pengolahan tanah over burden yang akan dilakukan dengan menyebarkan tanah over burden ke lokasi lahan bekas tambang sebagi media tanam. . Ketebalan penyebaran tanah over burden ini adalah sekitar 1 meter sampai 1 meter. - Pembuatan Kolam Pengendap Kolam pengendap akan dibuat pada areal yang memiliki kontur paling rendah pada lokasi areal reklamasi.

00 Rp 48.00 Rp 33.000.00 selama 3 tahun pemupukan tiap 3 bulan 1x selama 3 tahun 6 Lain . Dimana pekerjaannya meliputi persiapan areal penanaman.000.600.00 Rp 274.800. Rancangan teknis tanaman Dalan pelaksanaan reklamasi ini akan dilakukan penanaman jenis pohon kebun budidaya berupa pohon jati.000.500.lain Rp 200.00 Rp 4 Biaya Perawatan Rp 200.500.500.000.500.000.00 5 Penggunaan pupuk Rp 300.5 meter sampai dengan 1 meter.00 3 Biaya Penanaman Rp 300.500. Penataan dilakukan sedemikian rupa sehingga secepatnya dapat dilakkan penanaman oleh jenis tanaman yang direncanakan. Mempersiapan Areal Penanaman Adapun dalam kegiatan ini dilakukan beberapa tahap kegiatan yaitu diantaranya adalah : . Dengan perkiraan pembiayaan sebagai berikut : No Jenis Biaya Kegiatan Harga Satuan 1 Biaya Pengelolaan lahan Banyaknya Jumlah Rp 75.00 Rp 13.00 Rp 97. Hal ini disesuaikan dengan keadaan topografi lokasi areal reklamasi.200.00 Selama 6 tahun Jumlah Total Biaya 4.00 Keterangan Borongan 2 Pengadaan bibit pohon jati Rp 2.000.750.00 Rp 13. serta pelaksanaan penanaman dan pemeliharaan.00 Rp 13.00 b. 3.00 Rp 16.Sedangkan lapisan tanah pucuk disebarkan pada bagian atas setelah over burden disebarkan.200. Revegetasi Pada Tahap ini dalam perencanaan ini akan dilakukan melalui beberapa tahapan kegiatan diantaranya yaitu : a.500. pengadaan bibit.00 Rp 13.000.00 Rp 13.000.050. dengan ketebalan penyebaran tanah pucuk sekitar 0.

Perbaikan tanah Hal ini dilakukan dengan tujuan agar kualitas tanah menjadi bagus. karena mungkin saja tanah ini saat ditimbun diareal dumping area kesuburannya berkurang. Dengan melakukan perlakuan khusus terhadap tanah over burden atau tanah pucuk ini. Alasan kenapa bibit tidak melakukan persemaian sendiri dikarenakan hal ini berkaitan dengan biaya yang akan dikeluarkan. dengan cara membeli bibit tanaman jati yang telah layak untuk ditanam dilokasi dengan perkiraan umur 4 sampai 6 bulan. Pengadaan bibit Dalam hal ini rencana pengadaan bibit akan diusahakan melalui kerjasama dengan dinas pertanian atau kehutanan. Diantaranya dengan penggunaan gypsum. Pengolahan lahan Tanah akan diolah supaya gembur. Bahwa dengan . hal ini dilakukan agar akar tanaman dapat dengan mudah tumbuh menembus tanah dan mendapatkan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman jati. c.Pembersihan lahan Hal ini dilakukan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu agar tanaman dapat tumbuh pohon jati dapat tumbuh tanpa adanya persaingan dengan tanaman pengganggu. Dengan maksud tanaman jati mendapat unsur hara sinar matahari yang cukup. Tujuannya untuk memperbaiki keadaan kesuburan tanah. kapur mulsa serta pupuk organik maupun pupuk an organik.

d.membeli bibit. dengan ukuran sekitar lebar 30 cm panjang 30 cm dan kedalaman 40 cm pada semua areal reklamasi yang ditetapkan kemudian dilanjutkan dengan pendistribusian bibit pohin jati pada semua lokasi areal reklamasi disekitar dekat lubang – lubang yang telah dibuat. tanaman diusahakan ditanam dengan posisi tegak lurus. Sekitar 4 meter x 3 meter. e. Pemeliharaan Pohon Jati Untuk mendapatkan tingkat keberhasilan penanaman yang bagus maka dalam perencanaan akan dilakukan pemeliharaan terhadap tanaman jati ini dengan sebaik – baiknya. Penanaman ini akan dilakukan secara bertahap dan pelaksanaannya akan dilaksanakan setiap sore hari. lebih efisien dan lebih ekonomis dari pada membuat persemaian bibit sendiri. kemudian dimasukan kedalam lubang dan diurug dengan tanah kemudian sisinya dipadatkan dengan hentakan kaki secara perlahan. Penanaman Pohon Jati Kegiatannya meliputi penentuan arah larikan yang dilakukan sejajar dengan kontur dan pada areal yang datar arah larikan dilakukan searah Timur dan Barat. Kemudian dilakukan pembuatan lubang untuk penanaman pohon jati. Dilanjutkan dengan penanaman dengan pertama – tama membuka plyset/poolybag pada bibit tanaman yang ada. Selanjutnya dilakukan pemasangan ajir mengikuti jarak tanam pohon yang telah ditetapkan. Pemelihraan dilakukan untuk memacu .

Pemeliharaan pada tahun pertama meliputi : - Penyulaman Yaitu untukmengganti tanaman yang rusak atau tidak dapat tumbuh dengan baik agar diperoleh hasil yang baik. serta lokasi ini bukan merupakan daerah . atau dengan memberikan penyemprotan dengan bahan kimia/herbisida hal ini disesuaikan dengan jenis tanah dan tanaman pohon jati. - Pengendalian Hama Penyakit Hal ini dilakukan dengan cara –cara tradisional. - Pengendalian Gulma Hal ini dilakukan untuk mengurangi persaingan antara tanaman jati sebagai tanaman pokok dengan tanaman pengganggu lainnya. Juga dilakukan penyiraman secara kontinyu untuk beberapa waktu pertama penanaman. Agar dapat menyesuaikan dengan keadaan lingkungannya yang baru. dilakukan dengan penyiangan. akan tetapi tidak menutup kemungkinan pengendalian hama penyakit ini dilakukan dengan menggunakan bahan kimia tertentu hal ini dilakukan jika keadaan dianggap sangat mendesak. Penyulaman akan dilaksanakan antara 10 hari sampai 30 hari setelah penanaman.tingkat pertumbuhan tanaman secara cepat. Hal ini untuk memicu pertumbuhan pohon jati. - Pemupukan Pemupukan dilakukan secara kontinyu dan terjadwal setiap 3 bulan satu kali dengan dosisi yang telah disesuaikan dengan karakteristik tanaman pohon jati juga diselingi dengan pemberian pupuk organik yang dapat diperoleh dengan mudah disekitar lokasi.

jadi penanggulangan penyakit tanaman dengan bahan kimia diperbolehkan. dengan dosis penggunaan yang disesuikan dengan petunjuk penggunaan perlakuan secara tepat terhadap tanaman. Sampai pada waktu dimana tanaman pohon jati ini akan siap untuk dipanen. . menyesuaikan sendiri Kegiatan dengan lingkungannya. pemupukan selanjutnya tanaman dan jati pengendalian akan hama pengendalian penyakit.kawasan konservasi atau kawasan pelestarian alam. Pemeliharaan pada tahun kedua dan ke tiga meliputi gulma.