You are on page 1of 24

UJI HIPOTESIS

23.25 |

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita jumpai banyak hal yang dapat kita deskripsikan
dalam bentuk data. Informasi data yang diperoleh tentunya harus diolah terlebih dahulu menjadi
sebuah data yang mudah dibaca dan dianalisa. Statistika adalah ilmu yang mempelajari cara-cara
pengolahan data.
Untuk meperoleh data-data tersebut, diperlukan adanya suatu penelitian. Penelitian ini
didapatkan melalui berbagai cara, dan juga berbagai langka-langkah pengujian dari para
pengumpul data. Sebelum melakukan penelitian, kita akan menduga-duga terlebih dahulu
terhadap apa yang kita ingin teliti. Pernyataan dugaan atau pernyataan sementara kita ini yang
disebut hipotesis. Banyak sekali macam-macam konsep hipotesis ini, salah satunya jenis
hipotesis. Terkadang dalam penelitian pun banyak sekali permasalahan-permasalahan dan juga
kesalahan dalam melakukan penelitian. Seluruh yang akan dibahas dalam melakukan hipotesis
penelitian akan dibahas dalam makalah ini beserta permasalah-permasalahan yang terjadi.

1.2.

Tujuan Penulisan Makalah

Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk :

1. Mengetahui konsep Hipotesis dan pengujiannya
2. Mengetahui Macam-macam permasalahan dan hipotesis penelitian
3. Dapat membedakan arti hipotesis (nol dan alternatif)
4. Mengetahui hipotesis statistik
5. Mengetahui jenis-jenis pengujian hipotesis
6. Dapat menerapkan rumus-rumus dan langkah-langkah dalam pengujian hipotesis

1.3.

Pertanyaan Penulisan

1. Apa yang dimaksud dengan hipotesis dan hipotesis statistik serta pengujian hipotesis?
2. Sebutkan macam-macam permasalahan penelitian ?
3. Sebutkan macam-macam hipotesis penelitian ?
4. Apa yang dimaksud dengan hipotesis alternatif dan hipotesis nihil ?
5. Sebutkan jenis pengujian hipotesis ?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pengujian Hipotesis
Hipotesis berasal dari bahasa Yunani, Hupo berarti Lemah atau kurang atau di
bawah ,Thesis berarti teori, proposisi atau pernyataan yang disajikan sebagai bukti. Sehingga

sehingga menimbulkan risiko. Pengujian Hipotesis adalah suatu prosedur yang dilakukan dengan tujuan memutuskan apakah menerima atau menolak hipotesis itu. . kesan umum. B. Konsep hipotesis Menurut Kerlinger (1973:18) dan Tuckman (1982:5) mengartikan hipotesis adalah sebagai dugaan terhadap hubungan antara dua variable atau lebih. Hipotesis statistik adalah pernyataan atau dugaan mengenai keadaan populasi yang sifatnya masih sementara atau lemah kebenarannya. simpangan baku. Atas dasar dua definisi diatas. pengalaman pribadi/orang lain. dan normal atau nilai dari suatu parameter. dan dapat dirumuskan berdasarkan teori.dapat diartikan sebagai Pernyataan yang masih lemah kebenarannya dan perlu dibuktikan atau dugaan yang sifatnya masih sementara. varians. poisson. seperti ratarata. kesimpulan yang masih sangat sementara. Hipotesis statistik dapat berbentuk suatu variabel seperti binomial. Selanjutnya menurut Sudjana (1992:219) mengartikan hipotesis adalah asumsi atau dugaan mengenai suatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hal itu yang sering dituntut untuk melakukan pengecekannya. Besar kecilnya risiko dinyatakan dalam bentuk probabilitas. Dalam pengujian hipotesis. Hipotesis statistic akan di terima jika hasil pengujian membenarkan pernyataannya dan akan di tolak jika terjadi penyangkalan dari pernyataannya. dugaan. Pengujian hipotesis merupakan bagian terpenting dari statistic inferensi (statistic induktif). dan proporsi. Hipotesis juga dapat diartikan sebagai pernyataan keadaan populasi yang akan diuji kebenarannya menggunakan data/informasi yang dikumpulkan melalui sampel. Hipotesis statistic harus di uji. keputusan yang di buat mengandung ketidakpastian. karena itu harus berbentuk kuantitas untuk dapat di terima atau di tolak. artinya keputusan bias benar atau salah. karena berdasarkan pengujian tersebut. maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis adalah jawaban atau dugaan sementara yang harus diuji lagi kebenarannya. pembuatan keputusan atau pemecahan persoalan sebagai dasar penelitian lebih lanjut dapat terselesaikan.

Hipotesis Nol (Ho) dirumuskan dengan kalimat negatif). Hipotesis nol adalah pernyataan tidak adanya hubungan. Hipotesis alternatif (Ha) dirumuskan dengan kalimat positif. Hipotesis alternatif/ tandingan (H1 / Ha) Hipotesis alternatif adalah hipotesis yang di rumuskan sebagai lawan atau tandingan dari hipotesis nol.Hipotesis penelitian adalah hipotesis kerja (Hipotesis Alternatif Ha atau H1) yaitu hipotesis yang dirumuskan untuk menjawab permasalahan dengan menggunakan teori-teori yang ada hubungannya (relevan) dengan masalah penelitian dan belum berdasarkan fakta serta dukungan data yang nyata dilapangan. Dalam menyusun hipotesis alternatif. Nilai Hipotesis Nol (Ho) harus menyatakan dengan pasti nilai parameter. yaitu pengujian sisi atau arah kanan. Menentukan Formulasi Hipotesis Formulasi atau perumusan hipotesis statistic dapat di bedakan atas dua jenis. Pengujian itu disebut pengujian satu sisi atau satu arah. pengaruh. 1. yaitu sebagai berikut. timbul 3 keadaan berikut. Hipotesis nol / nihil (HO) Hipotesis nol adalah hipotesis yang dirumuskan sebagai suatu pernyataan yang akan di uji. Hipotesis nol tidak memiliki perbedaan atau perbedaannya nol dengan hipotesis sebenarnya. b. C. 1) H1 menyatakan bahwa harga parameter lebih besar dari pada harga yang di hipotesiskan. atau perbedaan antara parameter dengan statistik. Prosedur Pengujian Hipotesis Prosedur pengujian hipotesis statistic adalah langkah-langkah yang di pergunakan dalam menyelesaikan pengujian hipotesis tersebut. Berikut ini langkah-langkah pengujian hipotesis statistic adalah sebagai berikut. . a.

α0.01. Pengujian itu disebut pengujian satu sisi atau satu arah. Besarnya kesalahan tersebut di sebut sebagai daerah kritis pengujian (critical region of a test) atau daerah penolakan ( region of rejection). 5% (0. Semakin tinggi taraf nyata yang di gunakan.05. misalnya distribusi normal (Z). α0. yaitu pengujian sisi atau arah kiri. 3) H1 menyatakan bahwa harga parameter tidak sama dengan harga yang di hipotesiskan. 2. Nilai α yang dipakai sebagai taraf nyata di gunakan untuk menentukan nilai distribusi yang di gunakan pada pengujian.1. padahal hipotesis nol benar. jika hipotesis alternatif (Ha) di terima (benar) maka hipotesis nol (H0) ditolak. Demikian pula sebaliknya.01). yaitu pengujian sisi atau arah kanan dan kiri sekaligus. formulasi hipotesis dapat di tuliskan : Apabila hipotesis nol (H0) diterima (benar) maka hipotesis alternatif (Ha) di tolak. sehingga secara umum taraf nyata di tuliskan sebagai α0. . distribusi t. Pengujian itu disebut pengujian dua sisi atau dua arah. Nilai itu sudah di sediakan dalam bentuk tabel di sebut nilai kritis. semakin tinggi pula penolakan hipotesis nol atau hipotesis yang di uji.1). 10% (0. Menentukan Taraf Nyata (α) Taraf nyata adalah besarnya batas toleransi dalam menerima kesalahan hasil hipotesis terhadap nilai parameter populasinya. Secara umum. Besarnya nilai α bergantung pada keberanian pembuat keputusan yang dalam hal ini berapa besarnya kesalahan (yang menyebabkan resiko) yang akan di tolerir. dan distribusi X². Besaran yang sering di gunakan untuk menentukan taraf nyata dinyatakan dalam %. yaitu: 1% (0.05).2) H1 menyatakan bahwa harga parameter lebih kecil dari pada harga yang di hipotesiskan.

maka yang pertama-tam di hitung adalah statistik sampel (S). Uji statistik merupakan perhitungan untuk menduga parameter data sampel yang di ambil secara random dari sebuah populasi. Penerimaan Ho terjadi jika nilai uji statistik berada di luar nilai kritisnya. Pembuatan kesimpulan dilakukan setelah membandingkan nilai uji statistik dengan nilai α tabel atau nilai kritis. Dalam bentuk gambar. Atau nilai uji statistik berada di luar nilai kritis. Menentukan Kriteria Pengujian Kriteria Pengujian adalah bentuk pembuatan keputusan dalam menerima atau menolak hipotesis nol (Ho) dengan cara membandingkan nilai α tabel distribusinya (nilai kritis) dengan nilai uji statistiknya. Misalkan. . Atau nilai uji statistik berada di luar nilai kritis. a.3. Penerimaan Ho terjadi jika nilai uji statistiknya lebih kecil atau lebih besar daripada nilai positif atau negatif dari α tabel. Penolakan Ho terjadi jika nilai uji statistiknya lebih besar atau lebih kecil daripada nilai positif atau negatif dari α tabel. sesuai dengan bentuk pengujiannya. akan di uji parameter populasi (P). a. Membuat Kesimpulan Pembuatan kesimpulan merupakan penetapan keputusan dalam hal penerimaan atau penolakan hipotesis nol (Ho) yang sesuai dengan kriteria pengujiaanya. b. Yang di maksud dengan bentuk pengujian adalah sisi atau arah pengujian. 5. kriteria pengujian seperti gambar di bawah ini 4. Menentukan Nilai Uji Statistik Uji statistik merupakan rumus-rumus yang berhubungan dengan distribusi tertentu dalam pengujian hipotesis.

b. pengujian hipotesis dapat di bedakan atas tiga jenis.Pengujian hipotesis beda dua rata-rata 3. Pengujian hipotesis satu rata-rata 2. Contohnya: 1.Pengujian hipotesis beda tiga rata-rata b. Berdasarkan Jenis Parameternya Didasarkan atas jenis parameter yang di gunakan. Langkah 4 : Melakukan uji statistic Langkah 5 : Membuat kesimpulannya dalam hal penerimaan dan penolakan H0. Pengujian hipotesis tentang rata-rata Pengujian hipotesis tentang rata-rata adalah pengujian hipotesis mengenai rata-rata populasi yang di dasarkan atas informasi sampelnya. a. Contohnya: 1. Langkah 3 : Membuat criteria pengujian berupa penerimaan dan penolakan H0. 1. Langkah 1 : Menentukan formulasi hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatifnya (Ha) Langkah 2 : Memilih suatu taraf nyata (α) dan menentukan nilai table. yaitu sebagai berikut . Kelima langkah pengujian hipotesis tersebut di atas dapat di ringkas seperti berikut. Jenis-Jenis Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dapat di bedakan atas beberapa jenis berdasarkan criteria yang menyertainya. Pengujian hipotesis tentang proporsi Pengujian hipotesis tentang proporsi adalah pengujian hipotesis mengenai proporsi populasi yang di dasarkan atas informasi sampelnya. Pengujian hipotesis satu proporsi . D. Penolakan Ho terjadi jika nilai uji statistik berada di dalam nilai kritisnya.

Tabel pengujiannya disebut tabel normal standard. a. Pengujian hipotesis sampel kecil Pengujian hipotesis sampel kecil adalah pengujian hipotesis yang menggunakan sampel lebih kecil atau sama dengan 30 (n ≤ 30). Contohnya: 1. Berdasarkan Jenis Distribusinya Didasarkan atas jenis distribusi yang digunakan. b.Pengujian hipotesis beda tiga proporsi c. yaitu sebagai berikut. Pengujian hipotesis dengan distribusi t (t-student) . a. Hasil uji statistik ini kemudian di bandingkan dengan nilai dalam tabel untuk menerima atau menolak hipotesis nol (Ho) yang di kemukakan.Pengujian hipotesis beda dua proporsi 3. 3. Pengujian hipotesis tentang satu varians 2. Berdasarkan Jumlah Sampelnya Didasarkan atas ukuran sampelnya. Pengujian hipotesis tentang varians Pengujian hipotesis tentang varians adalah pengujian hipotesis mengenai rata-rata populasi yang di dasarkan atas informasi sampelnya. Pengujian satu dan beda dua proporsi b. Contohnya : 1. Pengujian hipotesis dengan distribusi Z Pengujian hipotesis dengan distribusi Z adalah pengujian hipotesis yang menggunakan distribusi Z sebagai uji statistik. Pengujian hipotesis satu dan beda dua rata-rata sampel besar 2. pengujian hipotesis dapat di bedakan atas dua jenis. pengujian hipotesis dapat di bedakan atas empat jenis. Pengujian hipotesis sampel besar Pengujian hipotesis sampel besar adalah pengujian hipotesis yang menggunakan sampel lebih besar dari 30 (n > 30).2. Pengujian hipotesis tentang kesamaan dua varians 2. yaitu sebagai berikut.

Berdasarkan Arah atau Bentuk Formulasi Hipotesisnya Didasarkan atas arah atau bentuk formulasi hipotesisnya. Tabel pengujiannya disebut tabel χ2. Pengujian hipotesis beda dua rata-rata sampel kecil c. Tabel pengujiannya disebut tabel t-student. Contohnya : 1. Pengujian hipotesis beda tiga proporsi 2. Pengujian Independensi 3. Pengujian hipotesis dengan distribusi F (F-ratio) Pengujian hipotesis dengan distribusi F (F-ratio) adalah pengujian hipotesis yang menggunakan distribusi F (F-ratio) sebagai uji statistik. Contohnya : 1. yaitu sebagai berikut. Hasil uji statistik ini kemudian di bandingkan dengan nilai dalam tabel untuk menerima atau menolak hipotesis nol (Ho) yang di kemukakan. Pengujian hipotesis dua pihak (two tail test) Pengujian hipotesis dua pihak adalah pengujian hipotesis di mana hipotesis nol (H o) berbunyi “sama dengan” dan hipotesis alternatifnya (H1) berbunyi “tidak sama dengan” (Ho = dan H1 ≠) . Pengujian hipotesis kesamaan dua varians 4. Contohnya : 1. Pengujian hipotesis kompatibilitas d. pengujian hipotesis di bedakan atas 3 jenis. Tabel pengujiannya disebut tabel F. Pengujian hipotesis satu rata-rata sampel kecil 2. Pengujian hipotesis beda tiga rata-rata 2. Hasil uji statistik ini kemudian di bandingkan dengan nilai dalam tabel untuk menerima atau menolak hipotesis nol (Ho) yang di kemukakan. Pengujian hipotesis dengan distribusi χ2 ( kai kuadrat) Pengujian hipotesis dengan distribusi χ2 ( kai kuadrat) adalah pengujian hipotesis yang menggunakan distribusi χ2 sebagai uji statistik. a. Hasil uji statistik ini kemudian di bandingkan dengan nilai dalam tabel untuk menerima atau menolak hipotesis nol (H o) yang di kemukakan.Pengujian hipotesis dengan distribusi t adalah pengujian hipotesis yang menggunakan distribusi t sebagai uji statistik.

Pengujian Hipotesis Rata-Rata 1. Pengujian hipotesis pihak kanan atau sisi kanan Pengujian hipotesis pihak kanan adalah pengujian hipotesis di mana hipotesis nol (H o) berbunyi “sama dengan” atau “lebih kecil atau sama dengan” dan hipotesis alternatifnya (H 1) berbunyi “lebih besar” atau “lebih besar atau sama dengan” (Ho = atau Ho ≤ dan H1 > atau H1 ≥). Kriteria Pengujian a. Untuk Ho : µ = µo dan H1 : µ < µo . Pengujian hipotesis pihak kiri atau sisi kiri Pengujian hipotesis pihak kiri adalah pengujian hipotesis di mana hipotesis nol (H o) berbunyi “sama dengan” atau “lebih besar atau sama dengan” dan hipotesis alternatifnya (H 1) berbunyi “lebih kecil” atau “lebih kecil atau sama dengan” (Ho = atau Ho ≥ dan H1 < atau H1 ≤ ). kemudian nilai Zα atau Zα/2 ditentukan dari tabel. Pengujian Hipotesis Satu Rata-Rata a. Kalimat “lebih besar atau sama dengan” sinonim dengan kata “paling banyak atau paling besar”. Prosedur pengujian hipotesisnya adalah sebagai berikut.b. Penentuan nilai α (taraf nyata) dan nilai Z table (Zα) Menentukan nilai α sesuai soal. 3. Ho : µ = µo H1 : µ > µo b. E. Ho : µ = µo H1 : µ < µo c. Untuk Ho : µ = µo dan H1 : µ > µo o Ho di terima jika Zo ≤ Zα o Ho di tolak jika Zo > Zα b. Sampel besar ( n > 30 ) Untuk pengujian hipotesis satu rata-rata dengan sample besar (n > 30). c. Ho : µ = µo H1 : µ ≠ µo 2. uji statistiknya menggunakan distribusi Z. 1. Formulasi hipotesis a. Kalimat “lebih kecil atau sama dengan” sinonim dengan kata “paling sedikit atau paling kecil”.

Simpangan baku populasi ( σ ) di ketahui : b. di peroleh ratarata berat bersih 375 gram. Dapatkah di terima bahwa berat bersih rata-rata yang di pasarkan tetap 400 gram? Ujilah dengan taraf nyata 5 % ! Penyelesaian : . apakah rata-rata berat bersih satu kaleng susu bubuk yang di produksi dan di pasarkan masih tetap 400 gram atau sudah lebih kecil dari itu. Untuk Ho : µ = µo dan H1 : µ ≠ µo o Ho di terima jika .Zα o Ho di tolak jika Zo < . a) Jika H0 diterima maka H1 di tolak b) Jika H0 di tolak maka H1 di terima Contoh Soal : Suatu pabrik susu merek Good Milk melakukan pengecekan terhadap produk mereka.o Ho di terima jika Zo ≥ .Zα/2 4.Zα c. Simpangan baku populasi ( σ ) tidak di ketahui : 5.Zα/2 ≤ Zo ≤ Zα/2 o Ho di tolak jika Zo > Zα/2 atau Zo < . Dari sample 50 kaleng yang di teliti. Kesimpulan Menyimpulkan tentang penerimaan atau penolakan Ho (sesuai dengan kriteria pengujiannya). Uji Statistik a. Dari data sebelumnya di ketahui bahwa simpangan baku bersih per kaleng sama dengan 125 gram.

Formulasi hipotesisnya : Ho : µ = 400 H1 : µ < 400 b.Diketahui : n = 50. Sampel Kecil (n ≤ 30) . X = 375. σ = 125.41 ≥ . Kriteria pengujian : o Ho di terima jika Zo ≥ . µo = 400 Jawab : a. Jadi.64 maka Ho di terima.05 = .1.05 Z0. berat bersih rata-rata susu bubuk merek GOOD MILK per kaleng yang di pasarkan sama dengan 400 gram b.1. Kesimpulan Karena Zo = -1.Z0.1. Uji Statistik e.64 o Ho di tolak jika Zo < .05 = -1.64 d.64 (pengujian sisi kiri) c. Taraf nyata dan nilai tabelnya : α = 5% = 0.

Ho : µ = µo H1 : µ < µo c. Untuk Ho : µ = µo dan H1 : µ < µo o Ho di terima jika to ≥ . Penentuan nilai α (taraf nyata) dan nilai t. Formulasi hipotesis a. kemudian menentukan derajat bebas.tα/2 ≤ to ≤ tα/2 o Ho di tolak jika to > tα/2 atau to < .n-1 atau tα/2.n-1 ditentukan dari tabel.tabel Menentukan nilai α sesuai soal. 1. Untuk Ho : µ = µo dan H1 : µ > µo o Ho di terima jika to ≤ tα o Ho di tolak jika to > tα b. Simpangan baku populasi ( σ ) di ketahui : b. yaitu db = n – 1. Kriteria Pengujian a. Prosedur pengujian hipotesisnya adalah sebagai berikut.tα o Ho di tolak jika to < . Ho : µ = µo H1 : µ > µo b. Simpangan baku populasi ( σ ) tidak di ketahui : . Uji Statistik a. lalu menentukan nilai tα. 3. Ho : µ = µo H1 : µ ≠ µo 2. Untuk Ho : µ = µo dan H1 : µ ≠ µo o Ho di terima jika .Untuk pengujian hipotesis satu rata-rata dengan sampel kecil (n ≤ 30).tα c.tα/2 4. uji statistiknya menggunakan distribusi t.

21 1. ( Isi berat kotor dalam kg/kaleng) 1.21 1.24 1. α= 1%. memiliki isi berat kotor seperti yang di berikan berikut ini.18 1.22 1. Kesimpulan Menyimpulkan tentang penerimaan atau penolakan Ho (sesuai dengan criteria pengujiannya).208 .20 1.13 ∑X2 = 21. Berikan evaluasi anda ! Penyelesaian : Diketahui : n = 15.19 1. a) Jika H0 diterima maka H1 di tolak b) Jika H0 di tolak maka H1 di terima Contoh soal : Sebuah sample terdiri atas 15 kaleng susu.21 1.9189  X = 18.24 1. µo = 1.23 1.18 Jika di gunakan taraf nyata 1%.13 / 15 = 1.2 Jawab: ∑X = 18.2 kg/kaleng ? (dengan alternatif tidak sama dengan).19 1. dapatkah kita menyakini bahwa populasi cat dalam kaleng ratarata memiliki berat kotor 1.21 1.5.23 1.19 1.

977 ≤ to ≤ .977 atau to < .2 H1 : µ ≠ 1.01 tα/2 = 0.2 b.a. Uji Statistik .977 o Ho di tolak : to > 2.2.005.977 c. Kriteria pengujian : o Ho di terima apabila : .14 = 2. Formulasi hipotesisnya : Ho : µ = 1. Taraf nyata dan nilai tabelnya : α = 1% = 0.2.005 dengan db = 15-1 = 14 t0.977 d.2.

Uji Statistik a.Zα o Ho di tolak jika Zo < . Kesimpulan Karena –t0. uji statistiknya menggunakan distribusi Z. 3. kemudian nilai Zα atau Zα/2 ditentukan dari tabel. Untuk Ho : µ1 = µ2 dan H1 : µ1 ≠ µ2 o Ho di terima jika .005. 2. Formulasi hipotesis a.14 = .Zα/2 4.977 maka Ho di terima.Zα/2 ≤ Zo ≤ Zα/2 o Ho di tolak jika Zo > Zα/2 atau Zo < .14 = -2. Sampel besar ( n > 30 ) Untuk pengujian hipotesis beda dua rata-rata dengan sampel besar (n > 30). Kriteria Pengujian a. Ho : µ = µo H1 : µ < µo c. populasi susu dalam kaleng secara rata-rata berisi berat kotor 1. Pengujian Hipotesis Beda Dua Rata-Rata a. Untuk Ho : µ1 = µ2 dan H1 : µ1 < µ2 o Ho di terima jika Zo ≥ .2. Penentuan nilai α (taraf nyata) dan nilai Z tabel (Zα) Mengambil nilai α sesuai soal. Ho : µ = µo H1 : µ ≠ µo 2. 1.Zα c.005.2 kg/kaleng. Untuk Ho : µ1 = µ2 dan H1 : µ1 > µ2 o Ho di terima jika Zo ≤ Zα o Ho di tolak jika Zo > Zα b. Prosedur pengujian hipotesisnya adalah sebagai berikut. Ho : µ = µo H1 : µ > µo b.977 ≤ to = 1. Simpangan baku populasi ( σ ) di ketahui : .e. Jadi.52 ≤ t0.

a) Jika H0 diterima maka H1 di tolak b) Jika H0 di tolak maka H1 di terima Contoh Soal : Seseorang berpendapat bahwa rata-rata jam kerja buruh di daerah A dan B sama dengan alternatif A lebih besar dari pada B.b. Formulasi hipotesisnya : Ho : µ₁ = µ₂ . Simpangan baku populasi ( σ ) tidak di ketahui : 5. Kesimpulan Menyimpulkan tentang penerimaan atau penolakan Ho (sesuai dengan kriteria pengujiannya). di ambil sample di kedua daerah. masing-masing 100 dan 70 dengan rata-rata dan simpangan baku 38 dan 9 jam per minggu serta 35 dan 7 jam per minggu. Untuk itu. Ujilah pendapat tersebut dengan taraf nyata 5% ! Untuk Varians/ simpangan baku kedua populasi sama besar ! Penyelesaian : Diketahui : n1 = 100 X1 = 38 s₁ = 9 n2 = 70 X2 = 35 s₂ = 7 Jawab: a.

H1 : µ₁ > µ₂ b.64 o Ho di tolak jika Zo > 1.64 (pengujian sisi kanan) c. Kesimpulan . Taraf nyata dan nilai tabelnya : α = 5% = 0.05 = 1.05 Z0. Kriteria pengujian : o Ho di terima jika Zo ≤ 1.64 d. Uji Statistik e.

Sampel kecil ( n ≤ 30 ) Untuk pengujian hipotesis beda dua rata-rata dengan sampel kecil (n ≤ 30). b. uji statistiknya menggunakan distribusi t. 1. Untuk Ho : µ1 = µ2 dan H1 : µ1 < µ2 o Ho di terima jika to ≥ tα o Ho di tolak jika Zo < .Karena Zo = 2. Prosedur pengujian hipotesisnya adalah sebagai berikut.44 > Z0. Uji Statistik . Jadi. Untuk Ho : µ1 = µ2 dan H1 : µ1 ≠ µ2 o Ho di terima jika .tα/2 ≤ to ≤ tα/2 o Ho di tolak jika to > tα/2 atau to < . Kriteria Pengujian a.64 maka Ho di tolak. rata-rata jam kerja buruh di daerah A dan daerah B adalah tidak sama. Ho : µ₁ = µ2 H1 : µ₁ > µ2 b.tα c. Ho : µ₁ = µ2 H1 : µ₁ ≠ µ2 2. 3. kemudian nilai tα atau tα/2 ditentukan dari tabel. Penentuan nilai α (taraf nyata) dan nilai t tabel (tα) Mengambil nilai α sesuai soal. Formulasi hipotesis a.tα/2 4.05 = 1. Untuk Ho : µ1 = µ2 dan H1 : µ1 > µ2 o Ho di terima jika to ≤ tα o Ho di tolak jika to > tα b. Ho : µ₁ = µ2 H1 : µ₁ < µ2 c.

Ujilah hipotesis kedua metode pelatihan. Kesimpulan Menyimpulkan tentang penerimaan atau penolakan Ho (sesuai dengan kriteria pengujiannya).Keterangan : d = rata-rata dari nilai d sd = simpangan baku dari nilai d n = banyaknya pasangan db = n-1 5.5. Kelas pertama mencapai nilai rata-rata 75 dengan simpangan baku 4. dengan alternative keduanya tidak sama! Gunakan taraf nyata 10%! Asumsikan kedua populasi menghampiri distribusi normal dengan varians yang sama! Penyelesaian : . Pada akhir pelatihan di berikan evaluasi dengan materi yang sama. a) Jika H0 diterima maka H1 di tolak b) Jika H0 di tolak maka H1 di terima Contoh Soal : 1. Sebuah perusahan mengadakan pelatihan teknik pemasaran. Sampel sebanyak 12 orang dengan metode biasa dan 10 orang dengan terprogram.

Diketahui : n1 = 12 X1 = 80 s₁ = 4 n2 = 10 X2 = 75 s₂ = 4. Uji Statistik e. Taraf nyata dan nilai tabelnya : α = 10% = 0.05.725 ≤ t0 ≤ 1.10 = 0.725 o Ho di tolak apabila t0 > 1.20 = 1. Formulasi hipotesisnya : Ho : µ₁ = µ₂ H1 : µ₁ ≠ µ₂ b.5 Jawab: a.725 d.725 c.725 atau t0 < -1. Kesimpulan .05 db = 12 + 10 – 2 = 20 t0. Kriteria pengujian : o Ho di terima apabila -1.

diadakan penelitian mengenai mutu rata-rata prestasi akademik.05.3 7.00 .Karena t0 = 2. Berikut ini data selama periode 5 tahun.01.2 0.3 4 7.04 0.5 7.20 = 1.3 7. Formulasi hipotesisnya : Ho : µ₁ = µ₂ H1 : µ₁ < µ₂ b.3.2 6.9 7.4 Bukan Anggota 7.01 = 0.747 c.04 0. kedua metode yang digunakan dalam pelatihan tidak sama hasilnya. Uji Statistik : Anggota 7.76 > t0.2 6.0 7.1 5 7. Jadi.0 7.0 d2 0.1 7.1 -0.2 -0.3 7.3.0 2 7. 2. Kriteria pengujian : o Ho di terima apabila t0 ≥ .4 d -0.4 Bukan Anggota 7.05 db =5-1=4 t0.9 7.5 7. Taraf nyata dan nilai tabelnya : α = 1% = 0.2 0.725 maka Ho di tolak.0 Tahun 3 7.4 = -3.747 d.747 o Ho di tolak apabila t0 < .04 0.01 0.4 Ujilah pada taraf nyata 1% apakah keanggotaan dalam organisasi mahasiswa berakibat buruk pada prestasi akademiknya dengan asumsi bahwa populasinya normal ! Penyelesaian : a. Anggota 1 7. Untuk mengetahui apakah keanggotaan dalam organisasi mahasiswa memiliki akibat baik atau buruk terhadap prestasi akademik seseorang.

Pengujian Hipotesis adalah suatu prosedur yang dilakukan dengan tujuan memutuskan apakah menerima atau menolak hipotesis itu. proposisi atau pernyataan yang disajikan sebagai bukti. Dalam pengujian hipotesis.13 e. Sehingga dapat diartikan sebagai Pernyataan yang masih lemah kebenarannya dan perlu dibuktikan atau dugaan yang sifatnya masih sementara. artinya keputusan bias benar atau salah. keputusan yang di buat mengandung ketidakpastian. maka Ho di terima.Jumlah -0.6 > t0.4 = -3. sehingga menimbulkan risiko. Hupo berarti Lemah atau kurang atau di bawah .5 0. .747. keanggotaan organisasi bagi mahasiswa tidak membeikan pengaruh buruk terhadap prestasi akademiknya.Thesis berarti teori. Jadi.01. Kesimpulan Karena t0 = -1.  Prosedur Pengujian hipotesis  Langkah 1 : Menentukan formulasi hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatifnya (Ha). BAB III PENUTUP Kesimpulan Hipotesis berasal dari bahasa Yunani.

blogspot.  Jenis-Jenis Pengujian Hipotesis 1. Pengujian hipotesis sampel kecil (n ≤ 30). Jakarta : Bumi Aksara http://iftitahprimasanti. Langkah 2 : Memilih suatu taraf nyata (α) dan menentukan nilai table. 2002. Berdasarkan Jenis Parameternya a.  Langkah 3 : Membuat criteria pengujian berupa penerimaan dan penolakan H0.  Langkah 4 : Melakukan uji statistik  Langkah 5 : Membuat kesimpulannya dalam hal penerimaan dan penolakan H0. Pengujian hipotesis tentang proporsi c. Pokok-pokok materi statistik 2 (statistik intensif). Pengujian hipotesis tentang varians 2. Pengujian hipotesis sampel besar (n > 30). Berdasarkan Jumlah Sampelnya a. Pengujian hipotesis dengan distribusi t (t-student) c. Pengujian hipotesis dengan distribusi Z b. M Hasan. Pengujian hipotesis dengan distribusi χ2 ( kai kuadrat) d.co. Pengujian hipotesis pihak kanan atau sisi kanan Daftar Pustaka Iqbal. Pengujian hipotesis dua pihak (two tail test) b. Pengujian hipotesis tentang rata-rata b. b. Pengujian hipotesis pihak kiri atau sisi kiri c. Berdasarkan Arah atau Bentuk Formulasi Hipotesisnya a.id/2012/05/uji-hipotesis. Berdasarkan Jenis Distribusinya a. Pengujian hipotesis dengan distribusi F (F-ratio) 4.html . 3.