You are on page 1of 10

Prosiding – Seminar Nasional Ilmu Komputer 2014

ISBN:XXXX

OTOMASI PERAJANG TEMBAKAU SKALA INDUSTRI
KECIL DAN RUMAH TANGGA BERBASIS
MIKROKONTROLER
Muchamad Malik
Abstract1
Tobacco is an agricultural crop that is widely
grown and cultivated both in large, medium and
small scale in Temanggung.Results of cutting tobacco
can be used as the main material of cigarettes and
cigars. So it is necessary chopper machine that can
be used by farmers optimally.
This machine is made by combining mechanical
systems, electronic systems and systems software so it
becomes an integrated system and controllable to
obtain an effective and efficient engines. To combine
some systems used a microcontroller as the main
controller. This machine has a capacity of 160 kg per
day choped. The motors are used for cutting and
conveyor is a DC motor that has 60 watts of power.
This machine can produce pieces width 5 mm with an
accuracy rate of 85%, while the width of 3 mm pieces
have 80% accuracy, to 2 mm width piece has an
accuracy of 95% and 1 mm width piece has an
accuracy of 98%.
Keyword : automation, tobbaco, tobacco chopper
machine, microcontroller

1. PENDAHULUAN
Kebutuhan daun tembakau dari tahun ke tahun
terus meningkat seiring dengan bertambahnya
jumlah penduduk. Tembakau merupakan
tanaman pertanian yang banyak ditanam dan
dibudidayakan baik dalam skala besar,
menengah maupun skala kecil. Tembakau
merupakan tanaman yang dapat dijadikan
sebagai penghasil rokok dan cerutu. Produk
pertanian ini sangat dibutuhkan sebagai sumber
pemenuhan kebutuhan primer pada rokok.
Produsen
rokok
menggemari
tembakau
Temanggung karena selain memiliki aroma yang
1Muchamad Malik, Program Studi S2 Ilmu Komputer, FMIPA
UGM, Jl. Sekip Utara, Sleman, Yogyakarta,
(muchamad.malik@mail.ugm.ac.id)

khas juga memiliki kandungan nikotin yang
tinggi [1].
Kebutuhan tembakau Temanggung untuk
pabrik rokok sekitar 31,23 ribu ton setiap
tahunnya. Namun, dari jumlah kebutuhan
tersebut Kabupaten Temanggung hanya mampu
memenuhi 10,5 ribu ton atau sekitar 35%
sehingga kekurangannya banyak disuplai dari
daerah lain, dengan mutu lebih rendah dibanding
dengan tembakau Temanggung [2,3]. Hal ini
dikarenakan
yang
belum
optimalnya
pemanfaatan tembakau mulai dari proses tanam
hingga perajangan. Menurut data yang diperoleh
penulis dari penelitian yang dilakukan oleh
Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan
Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas
Muhamadiyah Magelang pada tahun 2011,
menyatakan bahwa areal penanaman tembakau
di Temanggung rata-rata di atas 11.000 hektar
yang tersebar di 14 kecamatan dengan tingkat
produksi rata-rata 5000 ton tembakau per tahun.
Angka tersebut setara dengan 31% produksi
tembakau di Jawa Tengah atau 3,75% dari total
produksi tembakau nasional. Adapun jumlah
kepala keluarga yang terlibat dalam komoditas
tembakau hampir 48.000 kepala keluarga.
Mereka terdiri dari petani tembakau, pengering
tembakau, pembuat rokok kretek rumahan,
pembuat rokok cerutu serta perajang cengkeh.
Jika dilihat dari skala makro, keberadaan
tembakau di Temanggung memang sangat
menjanjikan [4]. Namun apabila dilihat dari
aspek para petaninya, ternyata justru mereka
kurang menikmati hasil penjualan emas
hijaunya. Penghasilan bersih rata-rata petani saat
ini adalah Rp.18.000,00 per hari dengan masa
kerja antara pukul 08.00 sampai 15.00.
Pengasilan tersebut hanya cukup untuk
memenuhi kebutuhan satu orang saja. Apabila
mereka telah berkeluarga tentu saja penghasilan
itu sangat kurang. Untuk meningkatkan

. pengaturan pisau dan dimensi alat [5. lebar 70 cm. murah dan kuat secara konstruksi. dengan alasan bahan ini mudah dicari. Kerangka alat terbuat dari besi siku. lebar 18 cm. Board mikrokontroler ini akan mengendalikan kecepatan gerakan motor pada konveyor sehingga dapat ditampilkan di Liquid Crystal Display (LCD). pengaturan pulley.Prosiding – Seminar Nasional Ilmu Komputer 2014 produktivitas pertanian salah satunya dengan meningkatkan pengolahan tembakau pada industri kecil. Namun unit usaha kecil ini mengalami kendala dalam hal perajangan karena petani kecil dengan skala panen 100 kg masih menggunakan metode perajangan manual. Untuk menggerakan konveyor. Dalam perancangan ini melibatkan petani tembakau sebagai koresponden penelitian untuk membuat ISBN:XXXX alat yang dapat merajang dengan lebar potongan sesuai dengan yang diharapkan petani tersebut. Gambar 1 Perancangan sistem mekanik Dimensi alat secara keseluruhan adalah panjang 70 cm.1 Perancangan Sistem Mekanik Perancangan sistem mekanik terdiri dari pengaturan konveyor.7]. menampilkan temperatur alat saat bekerja dan memberikan tanda berupa bunyi apabila temperatur pada alat tersebut melebihi batas ambang yang ditentukan yaitu lebih dari 60o C. 2. tingggi 70 cm sedangkan untuk dimensi konveyor adalah panjang 49. 2. Teknologi perajangan mesin saat ini hanya terfokus pada industri menengah dengan skala lebih dari satu ton sehingga petani kecil yang hanya memiliki tembakau dibawah satu ton harus menjual nya kepada pelaku industri yang lebih besar.6. dengan pertimbangan mempunyai torsi yang kuat. Untuk menarik beban. METODE PENELITIAN Metode dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian pada sistem otomasi mesin perjangan tembakau yang meliputi perancangan alat dan pelaksanaan pengujian alat menggubakan metode water fall seperti pada Gambar 3. Sedangkan untuk pengambilan sampel hasil rajangan digunakan metode Independent Samples T-Test. tinggi 25 cm. konveyor ini menggunakan belt agar dapat menahan beban dengan kuat dan stabil. alat ini menggunakan motor Direct Current (DC) yang telah direduksi 1:200.5 cm. 2.2 Perancangan Perangkat Keras Perancangan perangkat keras terdiri dari perancangan board mikrokontroler dan driver motor.

2 Pengujian Kenaikan Temperatur Alat Pengujian kenaikan temperature alat dilakukan untuk mengetahui kenaikan temperatur pada driver motor saat digunakan dalam proses perajangan mulai dari proses pemotongan dengan tebal 2 mm. memberi intruksi pada mikrokontroler untuk memberikan PWM pada motor pemotong. 2. Motor yang digunakan untuk pemutar pisau adalah motor DC dengan spesifikasi kecepatan 700 rpm. maka akan mengaktifkan semua pin yang akan digunakan untuk input-output. pengujian kenaikan temperature alat. apabila motor pemotong pisau telah aktif. pengujian ini meliputi pengujian kecepatan. 2. Perancangan perangkat lunak memiliki alur kerja apabila mikrokontroler dalam keadaan 2. sedangkan untuk penggerak konveyor motor DC dengan tegangan 20 Volt yang memiliki kecepatan 33 rpm. 3 mm dan 5 mm. Gambar 2 Board mikrokontroler Driver motor digunakan sebagai pengaturan kecepatan motor DC. dengan tegangan 20 Volt. 2. mendapatkan data dari sensor temperatur dan dapat menampilkan informasi ke LCD.Prosiding – Seminar Nasional Ilmu Komputer 2014 ISBN:XXXX aktif. pengujian pemotongan.3 Perancangan Perangkat Lunak Perancangan perangkat lunak dilakukan untuk membuat sebuah program yang akan mengontrol sebuah mikrokontroler sehingga mampu memberikan informasi untuk menggerakkan motor. mulai dengan lebar potongan 5 mm sampai dengan 1 mm. waktu pengisian ulang tembakau yang pertama dan waktu pengisian ulang tembakau yang kedua.4 Pengujian Peralatan Pengujian peralatan dilakukan untuk mendapatkan sebuah alat yang mampu memotong tembakau dengan lebar potongan sesuai dengan keinginan petani. maka perangkat lunak ini akan menerjemahkan nilai pada sensor temperatur kedalam derajad celcius untuk ditampilkan pada LCD. sehingga akan diketahui grafik kenaikan temperatur. Setelah semua motor aktif. Kecepatan motor konveyor ini dapat dikendalikan dengan mengkonversi nilai analog pada potensiometer kedalam kecepatan.4. membalik arah putaran motor dari searah jarum jam maupun berlawanan jarum jam [8] .4.4.1 Pengujian Kecepatan Pengujian kecepatan dilakukan untuk mengetahui perbandingan antara resolusi PWM yang diberikan dengan perubahan kecepatan motor konveyor sehingga akan diketahui kecepatan sesungguhnya dalam setiap variasi pemotongan. 2. maka akan mengaktifkan motor konveyor.3 Pengujian Pemotongan Pengujian perajangan dilakukan untuk mengetahui waktu perajangan dalam tiap-tiap langkah mulai waktu persiapan. sehingga .

Hasil percobaan sebaiknya ditampilkan dalam berupa grafik ataupun tabel. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Dim Adc1_val As Integer Dim Adc2_val As Integer Mtr_r2 = 0 Pulse Width Modulation 1b = 255 Start Adc Adc_val = Getadc(0) Stop Adc X = 255 .5 Anilisis Ekonomi Analisis ekonomi digunakan untuk menganilisa perbandingan pendapatan petani antara perajangan manual dan perajangan menggunakan mesin. Apabila kondisi temperatur dibawah 60 maka buzzer akan mati dan kembali pada proses sebelumnya. Algoritma dari sensor temperatur tersebut apabila nilai temperatur lebih dari 60 maka buzzer akan aktif.Adc_val Temp_x = X . variasinya mulai dari 0 sampai 255 yang mewakili duty cycle 0 sampai 100%. Pada perancangan perangkat lunak ini. Konversi dari PWM menjadi kecepatan dapat diprogram sebagai berikut : Gambar 3 Metode Waterfall Penelitian 3. Untuk grafik dapat mengikuti format untuk diagram dan gambar. Analisa ekonomi juga digunakan untuk menganalisa kelayakan usaha petani apabila menggunakan mesin perajang.1 Hasil Perangkat Lunak Perancangan perangkat lunak terdiri dari kode program yaitu : Sub Read_lm35 Start Adc Lm35 = Getadc(1) Lm35 = Lm35 / 2 Stop Adc End Sub If Lm35 > 60 Then Buzz = 1 Led1 = 1 Else Buzz = 0 Led1 = 0 End If Bagian kode program tersebut nilai dari sensor temperatur tersebut dimasukkan pada register ADC ke-2 pada mikrokontroler. ISBN:XXXX Pembahasan terhadap hasil penelitian dan pengujian yang diperoleh disajikan dalam bentuk uraian teoritik.Prosiding – Seminar Nasional Ilmu Komputer 2014 diketahui perbedaan waktu terhadap lebar tembakau. pemotongan Apabila terdapat kegagalan maka penulis harus menganalisa kegagalan tersebut sehingga dapat dilakukan perubahan desain dan melakukan pengujian lagi sampai dengan tingkat kegagalan yang minimal sehingga dapat meneruskan pengujian selanjutnya 2. baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Untuk mendapatkan nilai yang akurat. PWM akan diatur secara digital yang dibangkitkan oleh mikrokontroler ATMEGA8535. dilakukan pengambilan nilai sebanyak dua kali dan diambil rata-rata. PWM digital 8 bit berarti PWM tersebut memiliki resolusi 28 = 256 maksudnya nilai keluaran PWM ini memiliki 256 variasi.

5 kg dalam setiap pengujian karena bahan baku yang tersedia di alam terbatas. Dalam pemilihan tembakau umtuk dirajang tembakau yang belum matang. Hal ini dikarenakan untuk mendapat potongan yang seragam dan menjadikan tembakau tersebut tidak membusuk saat proses pengeringan. . 3. 2 mm.14 3. tembakau yang berwarna merah dan tembakau yang rusak. Pada penelitian ini digunakan sampel 5.3 Hasil Pengujian Kecepatan Hasil pengujian kecepatan ini dilaksanakan dengan menghidupkan motor pemotong dan motor konveyor. 40 Kecepatan (rpm) 20 0 110 130 150 170 190 210 230 250 270 Resolusi Pulse Width Modulation (byte) Gambar 4 Kecepatan terhadap Resolusi PWM 3.2 Hasil Pengujian Alat Hasil pengujian alat ini berupa hasil dari seting kecepatan untuk menghasilkan variasi lebar rajangan yang meliputi lebar 1 mm. Nilai resolusi PWM ini nanti akan dikonversikan kedalam kecepatan. namun diberi resolusi PWM yang berbeda-beda disetiap pengujian.Prosiding – Seminar Nasional Ilmu Komputer 2014 ISBN:XXXX Kec = Temp_x * 0. maka akan didapat gradien adalah 0. Pada pengujian ini akan dicatat waktu perajangan tembakau setiap variasi dan pencatatan temperatur alat saat proses perajangan. Motor pada konveyor diberi tenaga seperti pada saat perajangan tembakau.14. diperlukan waktu 13 menit untuk melakukan persiapan dari mulai pemilihan tembakau.5 Rajangan 2 mm Hasil perajangan tembakau dengan lebar 2 mm didapat dengan memberikan nilai resolusi PWM sebesar 185 byte atau dari hasil konversi pada Gambar 4 kecepatan konveyor 22 rpm. penggulungan tembakau sampai dengan memasukkan tembakau ke dalam konveyor.4 Hasil Rajangan 1 mm Proses perajangan ini menggunakan kecepatan bervariasi.y sesuai dengan persamaan m= y 2− y 1 x 2−x 1 x1 = Nilai terendah bit Pulse Width Modulation dalam program x2 = Nilai tertinggi bit Pulse Width Modulation dalam program y1 = Output terendah berupa kecepatan . dalam proses perajangan. Hal ini diakibatkan karena mesin bekerja secara tidak menentu yang membuat motor driver tidak stabil. 3. harus dipisahkan karena dalam proses perajangan oleh petani dilakukan perlakuan yang sama. Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk memotong tembakau sebanyak 0. y2 = Output tertinggi berupa kecepatan . Hal ini yang mengakibatkan proses perajangan tembakau lebih lama dari perkiraan awal.5 kg pun tidak dapat diprediksi. karena untuk menghasilkan lebar tembakau 1 mm secara seragam diperlukan kecepatan yang berbedabeda sehingga penulis harus selalu mengendalikan kecepatan konveyor. Untuk mengetahui persamaan antara kecepatan konveyor dengan menggunakan Gambar 4 yang diasumsikan grafik tersebut adalah garis lurus terhadap sumbu x. 3 mm dan 5 mm. Temperatur yang dihasilkan oleh alat ini lebih cepat naik.

6 kg dibutuhkan waktu 2 menit sehingga untuk merajang tembakau 160 kg dibutuhkan waktu 480 menit atau 8 jam.6 Hasil Perajangan 3 mm Hasil perajangan tembakau dengan lebar 3 mm didapat dengan memberikan nilai resolusi PWM sebesar 245 byte atau dari hasil konversi pada Gambar 4 kecepatan konveyor 31 rpm. temperatur pada motor driver mencapai nilai yang stabil yaitu pada temperatur 40oC dalam waktu 9 menit. sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk perajangan pada isi ulang ISBN:XXXX yang kedua adalah satu menit. Nilai temperatur pada motor driver akan mencapai titik stabil pada temperatur 41oC. 3. Pada kecepatan ini merupakan waktu kenaikan temperatur yang paling lama karena resolusi yang diberikan pada PWM berada pada titik yang stabil.3 kg adalah 2 menit.Prosiding – Seminar Nasional Ilmu Komputer 2014 Proses perajangan ini membutuhkan waktu perajangan pada isi ulang pertama yaitu 0. sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk perajangan pada isi ulang yang kedua adalah satu menit. Pengujian temperatur motor driver dilakukan dengan tiga kali pengambilan data pada tiap kecepatan sehingga .9% maka dapat disimpulkan bahwa untuk merajang tembakau 0. Proses perajangan ini membutuhkan waktu perajangan pada isi ulang pertama yaitu 0. Dalam proses perajangan ini. 3. Tabel 1 Temperatur Motor Driver terhadap Waktu Pengujian Tabel 1 dapat dijelaskan bahwa apabila keceparan putaran motor tinggi.3 kg adalah satu menit.7 Hasil Perajangan 5 mm Hasil perajangan tembakau dengan lebar 2 mm didapat dengan memberikan nilai resolusi PWM sebesar 125 byte atau dari hasil konversi pada Gambar 4 kecepatan konveyor 14 rpm.3 kg adalah 2 menit.75% dan kadar air 84. temperatur yang dihasilkan pada motor driver akan naik secara perlahan sehingga waktu penggunaan alat tersebut juga akan semakin lama. Temperatur pada motor driver mencapai nilai yang stabil yaitu pada temperatur 41oC dalam waktu 20 menit. Temperatur pada motor driver mencapai nilai yang stabil yaitu pada temperatur 41 oC dalam waktu 12 menit. Dari hasil penelitian perajangan tembakau jenis Kemloko dengan kadar serat 4. sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk perajangan pada isi ulang yang kedua adalah satu menit. Hal ini dikarenan beban pada motor konveyor mengalami penahanan yang kecil. Proses perajangan ini membutuhkan waktu perajangan pada isi ulang pertama yaitu 0.

sedangkan untuk lebar potongan 1 mm dalam 50 gram terdapat 500 helai. Perajangan dengan lebar 3 mm dengan berat 0. Perajangan dengan lebar 5 mm dengan berat 0. adalah perajangan dengan Waktu uji ke-1 kecepatan 31 rpm. Hasil rajangan yang rusak atau melebihi lebar 3 mm adalah 71 helai. sisanya adalah kurang dari 4 mm.5 kg pada isi ulang pertama dibutuhkan waktu 2 menit dan pada isi ulang kedua dibutuhkan waktu 1 menit sehingga total perajangan adalah 3 menit. Perajangan dengan lebar 2 mm dengan berat 0. Hasil yang diukur adalah perbedaan antara potogan 5 mm dan perajangan 1 mm. sedangkan yang rusak karena lebar perajangan melebihi 5 mm adalah 68 helai. Waktu uji ke-1 kecepatan 22 rpm. sehingga yang layak digunakan adalah 85%. Lebar perajangan yang benarbenar 5 mm adalah 301 helai. Perajangan dengan lebar 1 mm dengan berat 0. sehingga yang layak digunakan adalah 80% Hasil 50 gram potongan dengan lebar 2 mm terdapat 534 helai. . Tabel 1 Lebar potongan dan waktu uji Keterangan :Waktu uji ke-1 adalah perajangan dengan kecepatan 14 rpm. Hasil rajangan yang melebihi 1 mm adalah 13 helai sehingga yang layak digunakan adalah 98 %. adalah perajangan dengan Tabel 2 menunjukkan bahwa dalam melakukan perajangan tembakau tersebut memerlukan persiapan 13 menit. Data yang diperoleh 50 gram tembakau dengan lebar 3 mm terdapat 405 helai.5 kg pada isi ulang pertama dibutuhkan waktu 3 menit dan pada isi ulang kedua dibutuhkan waktu 2 menit sehingga total perajangan adalah 5 menit. hal ini karena sampel untuk perajangan 3 mm dan 2 mm tidak ditemukan di kalangan petani tembakau karena sebagian petani hanya menyimpan hasil perajangan dengan panjang 5 mm dan 1 mm sebagai bahan untuk membuat batang rokok sendiri. sehingga yang layak digunakan adalah 95%. Hasil perajangan dengan mesin dan dengan perajangan tangan dapat dianalisa dengan metode Independent Samples T-Test karena sampel dari perajangan tembakau dibedakan secara umum dan tidak diukur setiap helai perajangan.5 kg di isi ulang pertama dibutuhkan waktu 1 menit dan di isi ulang kedua dibutuhkan waktu 1 menit sehingga total perajangan adalah 2 menit.5 kg pada isi ulang pertama dibutuhkan waktu 2 menit dan pada isi ulang kedua dibutuhkan waktu 1 menit sehingga total perajangan adalah 3 menit. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dengan mesin perajang otomastis.Prosiding – Seminar Nasional Ilmu Komputer 2014 ISBN:XXXX nilai ahir diambil dari nilai rata-rata pengambilan data. dalam 50 gram perajangan tembakau dengan lebar 5 mm terdapat 456 helai rajangan. perajangan 4 mm 70 helai. Perajangan yang melebihi lebar 2 mm sebanyak 31 helai. Waktu tersebut digunakan untuk melakukan pemilihan daun tembakau dengan kualitas yang baik sehingga alat ini lebih baik dimatikan agar temperatur pada alat turun dan lebih stabil.

96 ( jumlah baris ) ( jumlah colom) N (total ) Tabel 3 Hasil Perbandingan Lebar Potongan 5 mm dan 1 mm fe fo−¿ ¿ ¿2 ¿ ¿ Fo Fe fo-fe (fo-fe)2 85 82.04 4. rol penahan yang . diantaranya adalah: pisau pemotong yang kurang tajam.04 4.04 -2. Untuk mengetahui nilai perbandingan nya menggunakan persamaan : fe fo−¿ ¿ x2 = ¿2 ¿ ¿ ∑¿ fe = 1 mm fe1 = (180−165) 358 = 82. Hal ini menunjukkan bahwa metode perajangan tembakau menggunakan mesin dan menggunakan tangan memiliki perbedaan.04 4.04 4.04 fe3 = (180−193) 358 = 97.16 0.16 0.47 fe2 = (178−165) 358 = 82.043 98 95.04 Tabel 4 menjelaskan bahwa dari setiap rajangan tembakau menghasilkan nilai probabilitas kurang dari nilai α 0.16 0.05. sehingga nilai x dapat diterima dan mesin rajang tembakau layak digunakan. Hasil rajangan yang rusak tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor.05 -2.047 80 82.16 0.96 2.47 2.Prosiding – Seminar Nasional Ilmu Komputer 2014 ISBN:XXXX Tabel 2 Tabel Analisa Hasil Potongan Cara Pemotongan Lebar 5 mm Lebar Total Mesin 85 95 180 Manual 80 98 178 Total 165 193 358 Tabel 3 merupakan tabel analisa perbandingan mean atau nilai yang paling banyak keluar dari setiap perajangan tembakau.05 95 97.04 fe4 = (178−193) 358 = 95.

Setelah tembakau diberi gula maka proses berikutnya adalah dengan proses penjemuran sampai kering. SARAN bersih.852.852.7.60.2 Net Present Value waktu efektif yang dibutuhkan adalah 5 menit.18 dengan manual adalah 0.Waktu yang digunakan untuk mengembalikan uang yang telah diinvestasikaan adalah selama 0.52 kg dengan harga jual Rp.04. 3. 3. Prosentase tersebut menunjukan harga jual Rp.932.1 Payback Period ISBN:XXXX pemotongan dengan lebar 2 mm waktu yang dibutuhkan adalah 3 menit. Dari tabel lampiran ROI diketahui nilainya Dalam pembuatan prototipe alat perajang adalah 39.56. tembakau masih adanaya kekurangan yang harus Pemotongan tembakau dengan lebar 1 mm waktu diperbaiki. Nilai NVP adalah Rp. Nilai ROI adalah 39. KESIMPULAN Tahap perancangan. tahun atau 2 bulan 5 hari.18 tahun atau 2 bulan 5 hari. Nilai menit.41 %. pemotongan dengan tersebut harus dicari terlebih dahulu dengan lebar 3 mm waktu yang dibutuhkan adalah 3 menggunakan tingkat bunga yang relevan. diberikan 1 kg gula. Perlakuan tersebut adalah: pemberian gula cair atau kristal pada hasil potongan.52 kg dengan dalam prosentase.000/kg.52 5. Metode ini menghitung selisih nilai investasi pemotongan dengan lebar 2 mm waktu yang dengan nilai sekarang penerimaan kas bersih.Prosiding – Seminar Nasional Ilmu Komputer 2014 kurang kuat dan tulang daun tembakau yang terlalu keras.7.3. BEP unit produk rata-rata pertahun adalah 63.932.852.3 Break Even Point 4. pemotongan dengan lebar 5 mm waktu yang dibutuhkan adalah 3 menit.60. adalah Rp. pengembalian investasi yang mungkin tercapai dalam waktu tertentu sebagai hasil dari pendapatan 7.56. 4. Proses terarhir adalah memasukan ke dalam keranjang. kg.56. Nilai dibutuhkan adalah 3 menit.18 tahun atau 2 bulan 5 hari. 2.7. Setiap satu keranjang tembakau biasanya diisi 50 kg sampai 60 kg tembakau kering.41 %. Hasil perhitungan BEP menunjukkan bahwa 3.000/kg. 6. Dari tabel 1. pemotongan dengan lebar 3 mm waktu yang dibutuhkan adalah 3 menit. pemotongan dengan lebar 5 mm waktu NVP sesuai dengan lampiran analisis ekonomi yang dibutuhkan adalah 3 menit. Waktu yang digunakan untuk mengembalikan uang yang telah diinvestasikaan adalah selama Dari tabel lampiran BEP dapat diketahui nilai 0. diantaranya : efektif yang dibutuhkan adalah 5 menit. Proses produksi rajangan tembakau dilakukan beberapa perlakuan khusus sebelum hasil rajangan tersebut siap untuk dijual. Pemotongan tembakau dengan lebar 1 mm 3.3. . Setiap 10 kg potongan tembakau.41 %.7.7 Analisa Ekonomi Analisis ekonomi ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha jika mesin perajang tembakau ini akan diproduksi untuk komersial. Hasil perhitungan BEP menunjukkan bahwa petani akan mencapai titik impas bila dapat menjual produk sebanyak 63. pembuatan dan pengujian Metode ini untuk menunjukkan jumlah tahun yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan yang diperlukan untuk memperoleh kembali semua antara lain : modal yang telah diinvetasikan. Nilai ROI adalah 39.932. Dari hasil percobaan didapat bahwa lampiran analisis ekonomi diketahui bahwa perbandingan panjang potongan tembakau yang periode waktu yang dibutuhkan untuk rusak antara dengan menggunakan mesin dan pengembalian modal investasi awal adalah 0.4 Rate of Return on Investmen petani akan mencapai titik impas bila dapat Pengembalian keuntungan investasi dinyatakan menjual produk sebanyak 63. Nilai NVP adalah Rp.

Sc yang telah memberikan ilmu dan telah mendukung secara finansial dalam penelitian ini. Haroun. M. daun tembakau yang akan dirajang harus benar-benar matang. Universitas Gadjah Mada. Motor driver yang digunakan dalam penelitian belum sempuna.. 2009. DAFTAR PUSTAKA [1] Harno. Wimmy. Titiek. dan Pengabdian kepada Masyarakat. Yogyakarta [6] Sularso. [3]Djumali. Perancangan Alat Perajang Tembakau.. 2004. Yogyakarta . Bakharuddin S. 2008. Tugas Ahir. 3. Magelang. Tembakau dilihat dari sudut pandang pabrik rokok. Malang. Pengelolaan Patogen Tular Tanah Untuk Mengembalikan Kejayaan Tembakau Temanggung di Kabupaten Temanggung. Pengembangan. Peningkatan kecepatan motor penggerak pisau 2. 1987. Laporan Peneitian Lembaga Penelitian.Ik. 2011. Jakarta [7] Tanu Wijaya. Surabaya. Universitas Muhamadiyah Magelang. sehingga tulang tembakau lebih mudah dipotong. 2010.Si.Prosiding – Seminar Nasional Ilmu Komputer 2014 1. Produksi dan Mutu TembakauTemanggung. [8] Hartawan. Universitas Gadjah Mada. 2004. Johanes. Sabuk – V. S. M. [2] [4] Agung. Malang. Pradnya Paramita. Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat. Prabowo. Solusi untuk mengunangi tingkat kesalahan adalah dengan menajamkan pisau pemotong secara berkala. Skripsi. Dalam Seminar Revitalisasi Sistem Agribisnis Tembakau Bahan Baku Rokok. Dasar-dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin. [5] Budi . Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat. 4. 2011 Prototipe Robot Pendeteksi Bahan Peledak Jarak Jauh Berbasis Mikrokontroler ATMega32 Menggunakan Algoritma Jaringan Syaraf Tiruan. karena MOSFET yang digunakan belum sesuai dengan kebutuhan arus yang digunakan untuk menjalankan motor. Faktor yang dapat mengurangi kestabilan alat saat bergerak dan melakukan aksi adalah kecilnya kecepatan pada motor penggerak pisau yang sangat mempengaruhi proses perajangan. mendesain ulang rol penahan tembakau agar lebih kuat. Skripsi. Malang. Ucapan Terima kasih Penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : Dr.H. Tembakau Belum Memberikan Efek Kesejahteraan Reguler Bagi Petani. 12 Oktober 2004 ISBN:XXXX Yulianti. Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat. Universitas Petra Surabaya.