You are on page 1of 4

AMILOIDOSIS

Amiloidosis merupakan penyakit yang timbul akibat deposit ekstrasel amiloid yang merupakan
protein polimer tak larut di jaringan dan organ.
Amiloidosis renal primer (AL amyloidosis) dapat terjadi bila tidak ada penyakit sistemik atau
penyakit terkait myeloma multiple.

Biasanya terjadi pada usia lanjut dan memperlihatkan

sedimen urin jinak. Amiloid yang menumpuk merupakan derivate immunoglobulin. Tumpukan
amiloid dapat menyebabkan perbesaran ginjal. Glomeruli dipenuhi oleh deposit amorf.

Amiloidosis sekunder (AA amyloidosis) terjadi karena penyakit inflamasi kronik seperti arthritis
rheumatoid, IBD, dan infeksi kronik. Reaktan fase akut amiloid A disintesis di hati dan disimpan
di jaringan.
Pilihan terapi terpatas. Remisi dapat diperoleh pada amiloidosis sekunder bila agen penyebab
dihilangka. Amiloidosis primer pada ginjal dapat berkembang menjadai ESRD (End Stage Renal
Disease) selama rata-rata 2-3 tahun. Survival untuk 5 tahun kurang dari 20%, dengan kematian
karena ESRD dan kelainan. Penggunaan kortikosteroid seperti melphalan dan prednisone dapat

Melphalan dan transplantasi stem cell diasosiasikan dengan toksisitas tinggi (45% mortalitas) tapi dapat menginduksi remisi pada 80% pasien. Pilihan terapi pada amiloidosis sekunder adalah transplantasi ginjal. .mengurangi proteinuria dan meningkatkan fungsi ginjal pada sebagian kecil pasien.

HIDRONEFROSIS Hidronefrosis berkaitan dengan obstruksi urine flow pada saluran kemih yang menyebabkan pelebaran sistem pelvicocalix dan atrofi parenkim. sehingga timbul gangguan fungsi awal terjadi pada proses pemekatan urine di medulla. . seringkali menjadi keluhan utama pasien sedangkan obstruksi bilateral parsial/inkomplit menyebabkan poliuria. filtrasi menetap selama beberapa waktu dan filtrate berdifusi kembali ke dalam intestitium dan ruang perirenal lalu ke aliran vena dan limfatik. Penyebab:   Kongenital Acquired o Benda asing: kalkulus. tumor vesica urinaria o Peradangan saluran kemih o Neurogenik o Kehamilan normal Hidronefrosis unilateral terjadi bila obstruksi hanya terjadi di salah satu ureter. bukan oligouria. Sedangkan hidronefrosis unilateral biasanya asimtomatik. terjadi penurunan GFR. Ca prostat. Karena tekanan yang tinggi pada pelvis maka papilla merupakan bagian yang paling tertekan. Karena filtrasi terus berlanjut maka terjadi terjadi dilatasi kaliks dan pelvis. Tekanan yang besar pada pelvis dapat meningkatkan tekanan duktus koligentes sehingga menekan pembuluh darah ginjal dan terjadi insufisiensi arteri dan stasis vena. Setelah itu. Obstruksi dapat mendadak ataupun perlahan dan dapat terjadid I semua tingkat saluran kemih. sedangkan obstruksi di bawah ureter dapat menyebabkan hidronefrosis bilateral karena dapat menyebabkan stasis aliran urin di kedua ureter dan buli-buli sehingga muncul keluhan akibat overdistensi bulibuli. Obstruksi bilateral total menyebabkan anuria. papil nekrotik o Tumor : BPH. Pada obstruksi total.

terjadi setelah 3 bulan. kerusakan irreversible terjadi pada 3 minggu. .Pada obstruksi total. Sedangkan pad obstruksi inkomplit/parsial. kerusakan fungsi dapat timbul beberapa jam setelah obstruksi. Namun.