You are on page 1of 22

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Nyamuk dalam kehidupan sehari hari keberadaannya sangat dekat
dengan manusia. Nyamuk tinggal dan berkembang biak disekitar lingkungan
hidup manusia, dekat penampungan air, dibawah daun, baju yang tergantung,
dalam botol bekas, pot bunga, saluran air dan lain lain. Secara umum nyamuk
dikenal dalam tiga kelompok: Aedes, Culex, Anopheles. Nyamuk sebagai
penyebab demam berdarah dan juga malaria, oleh karena itu harus ada upaya
yang dibutuhkan untuk mencegah penyakit tersebut. Metode yang digunakan
dalam pengendalian nyamuk adalah dengan memutus sirkulasi hidup nyamuk,
dengan membasmi nyamuk dewasa dan menghambat perkembangan larva
menjadi nyamuk. Teknis pengendalian yang dilakukan meliputi fogging
mesin (pengasapan), spraying (penyemprotan), mist blower, ultra light fogger
(Pengkabutan) dan abatesasi (penaburan bubuk abate).
1. Fogging (Pengasapan)
Fogging (pengasapan) adalah salah satu teknis pengendalian nyamuk
yang dilakukan diluar ruangan. Alat yang digunakan adalah mesin fogging
(Termal Fogger). Target dari cara pengendalian ini adalah nyamuk dewasa
yang berada diluar gedung. Area yang biasa dilakukan pengasapan antara
lain Garbage Area (tempat sampah), drainage (STP), pengasapan tebal
pada seluruh jalur got (drainage) yang tertutup treatment dengan
insektisida khusus termal fogger.
2. Spraying (Penyemprotan)

1

Spraying atau penyemprotan adalah salah satu cara pengendalaian
nyamuk dengan menggunakan alat semprot berupa knapsack sprayer atau
hand sprayer dan mist blower dengan sasarn nyamuk dewasa, cara ini
dilakukan di dalam dan di luar ruangan. Treatment dilakukan pada semua
tempat

yang

menjadi

persembunyian

nyamuk

dan

kecoa.Bagian

bawah/sela (counter, dipan, meja, lemari, rak file), ruangan yang terbuka
(office, lobby, corridor), dan public area lainnya.
3. Ultra Light Fogger (Pengkabutan)
Pengkabutan dilakukan khusus dilakukan didalm ruangan dengan
menggunakan peralatan yang disebut ULV.Sasaran dari penggunaan alat
ini adalah untuk membasmi nyamuk dewasa yang terdapat di dalam
ruangan. Dengan menggunakan alat gendong (mist blower) pengkabutan
juga dapat dilakukan di area taman (pohon dan semak) sekitar gedung
untuk membasmi nyamuk jantan dan hama tanaman.
4. Abateisasi (penaburan abate)
Penaburan bubuk abate biasanya dilakukan di area genangan air,
seperti got, bak penampungan air, kolam ikan, dll. Sedangkan pengertian
dari Mist Blower sendiri adalah alat untuk mengaplikaskan partikel larutan
pestisida dengan pengkabutan untuk mengendalikan lalat, nyamuk.Lebih
efektif dari pengasapan (fogging )karena memiliki efek residual. Lalu
pengertian dari Fogger adalah alat untuk penyemprotan pestisida dengan
campuran minyak solar dalam bentuk asap / kabut ( fogging ).

2

3 . termasuk Indonesia. Selambat-lambatnya pada 2030. Indonesia secara bertahap berupaya mencapai eliminasi Malaria. Berdasarkan data World Malaria Report 2012. 10 negara dalam fase pre-eliminasi dan 10 negara lainnya sudah berada dalam fase eliminasi. dari 104 negara endemis malaria. Terdapat berbagai jenis spesies nyauk dan ada yang menimbulkan penyakit seperti penyakit DBD ataupun Malaria. Indonesia ditargetkan mencapai tahap eliminasi atau bebas malaria. Mulai tahun 2007. Malaria dan demam berdarah dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat global terutama di negara tropis yang telah menjadi ancaman terbesar bagi sejumlah negara. terdapat 79 negara yang diklasifikasikan berada dalam fase pemberantasan Malaria. ataupun penampungan air yang digunakan manusia. Indonesia bertekad kuat mencapai eliminasi Malaria. Selama ini penyebaran penyakit ini terus meningkat seiring tingginya aktivitas global yang mendorong mobilitas manusia. Kehidupan nyamuk sangat berdekatan dengan manusia bahkan nyamuk sering berkembang biak si sekitar manusia seperti air bak. Dalam kehidupan sehari-hari sering sekali manusia diganggu dengan salah satu vector yang benama nyamuk. pemerintah Indonesia telah mencanangkan pengurangan angka kematian akibat virus dengue minimum 50 persen dan angka kesakitan minimal 25 persen di 2020.Pada praktikum ini mahasiswa menggunakan dua alat penyemprotan yakni Mist Blower dan Sprayken. Untuk demam berdarah. genangan air tanah.

Untuk itu diperlukan pemahaman mengenai cara teknis dalam Spraying (penyemprotan). Ultra light fogger (Pengkabutan) dan abatesasi (penaburan bubuk abate). B. dengan membasmi nyamuk dewasa dan menghambat perkembangan larva menjadi nyamuk. Terdapat berbagai cara pengendalian vektor penyakit tersebut. Contoh metode yang digunakan dalam pengendalian nyamuk adalah dengan memutus sirkulasi hidup nyamuk. 2. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pembangunan bidang kesehatan saat ini diarahkan untuk menekan angka kematian yang disebabkan oleh berbagai penyakit yang jumlahnya semakin meningkat. Upaya untuk memutus sirkulasi nyamuk dapat dilakukan dengan Fogging mesin (pengasapan). Spraying (penyemprotan). Agar mahasiswa dapat mengetahui alat-alat penyemprotan seperti Spray ken dan Miss Blower. Mist Blower. Agar mahasiswa dapat mengoperasionalkan alat-alat penyemprotan seperti Spray ken dan Miss Blower. baik menggunakan aplikator Spray ken maupun Miss blower. Masalah umum yang dihadapi dalam bidang kesehatan adalah jumlah penduduk yang besar dengan angka pertumbuhan yang cukup 4 .Untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh nyamuk maka diperlukan upaya untuk pengendalian vektor nyamuk tersebut. Tujuan 1.

Sebenarnya disamping nyamuk 5 . Vektor juga merupakan anthropoda yang dapat menimbulkan dan menularkan suatu Infectious agent dari sumber Infeksi kepada induk semang yang rentan. 2010).tinggi dan penyebaran penduduk yang belum merata. Bagi dunia kesehatan masyarakat. serta sekaligus sebagai tuan rumah (hospes). 2010). demam berdarah. Penyakit yang ditularkan melalui vektor masih menjadi penyakit endemis yang dapat menimbulkan wabah atau kejadian luar biasa serta dapat menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian atas penyebaran vektor tersebut (Menkes. pinjal Xenopsylla cheopis yang menyebabkan penyakit pes. Adapun dari penggolongan binatang yang dapat dikenal dengan 10 golongan yang dinamakan phylum diantaranya ada 2 phylum yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan manusia yaitu phylum anthropoda seperti nyamuk yang dapat bertindak sebagai perantara penularan penyakit malaria. Keadaan ini dapat menyebabkan lingkungan fisik dan biologis yang tidak memadai sehingga memungkinkan berkembang biaknya vektor penyakit (Menkes. dan phylum chodata yaitu tikus sebagai pengganggu manusia.2001). tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang masih rendah. Vektor adalah organisme yang tidak menyebabkan penyakit tetapi menyebarkannya dengan membawa patogen dari satu inang ke yang lainnya. binatang yang termasuk kelompok vektor dapat merugikan kehidupan manusia karena disamping mengganggu secara langsung juga sebagai perantara penularan penyakit seperti yang sudah di jelaskan di atas (Nurmaini.

sekalipun demikian tidak mungkin membasmi sampai keakarakarnya melainkan kita hanya mampu berusaha mengurangi atau menurunkan populasinya kesatu tingkat tertentu yang tidak mengganggu ataupun membahayakan kehidupan manusia.2001).374 tahun 2010 menyatakan bahwa vektor merupakan arthropoda yang dapat menularkan. penyakit – penyakit yang ditularkan melalui serangga merupakan penyakit endemis pada daerah tertentu. Sedangkan menurut Nurmaini (2001).sebagai vektor dan tikus binatang pengganggu masih banyak binatang lain yang berfungsi sebagai vektor dan binatang pengganggu (Nurmaini. Definisi Vektor Penyakit Peraturan Pemerintah No. Vektor penyakit merupakan arthropoda yang berperan sebagai penular penyakit sehingga dikenal sebagai arthropod – borne diseases atau sering juga disebut sebagai vector – borne diseases yang merupakan penyakit yang penting dan seringkali bersifat endemis maupun epidemis dan menimbulkan bahaya bagi kesehatan sampai kematian. Di Indonesia. seperti demam berdarah 6 . untuk itu keberadaan vektor dan binatang penggangu tersebut harus ditanggulangi. Dalam hal ini untuk mencapai harapan tersebut perlu adanya suatu managemen pengendalian dengan arti kegiatankegiatan/proses pelaksanaan yang bertujuan untuk menurunkan densitas populasi vektor pada tingkat yang tidak membahayakan. memindahkan atau menjadi sumber penularan penyakit pada manusia. vektor adalah arthropoda yang dapat memindahkan/menularkan suatu infectious agent dari sumber infeksi kepada induk semang yang rentan. Namun kedua phylum tersebut sangat berpengaruh terhadap kesehatan manusia.

kecoak. rayap. nyamuk. yang dimaksud hama adalah meliputi semua hewan yang mengganggu kesejahteraan hidupnya. kutu. bakteria dan virus. ada penyakit saluran pencernaan seperti dysentery.Pestisida juga diartikan sebagai substansi kimia dan bahan lain yang mengatur dan atau menstimulir pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman. Chikungunya yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. kemudian nematoda (bentuknya seperti cacing dengan ukuran mikroskopis). Pestisida Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. ulat. Yang dimaksud hama di sini adalah sangat luas. tungau. 7 . kaki gajah. yaitu serangga. 1. typhoid fever dan paratyphoid yang ditularkan secara mekanis oleh lalat rumah. namun lebih dititiberatkan untuk mengendalikan hama sedemikian rupa hingga berada dibawah batas ambang ekonomi atau ambang kendali. penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama. ngengat. ganggang serta kehidupan lainnya yang terbukti mengganggu kesejahteraannya.Dengue (DBD). seperti lalat. penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur). cholera. Sesuai konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Disamping itu. burung dan hewan lain yang dianggap merugikan. tungau. malaria. tumbuhan pengganggu. siput. tikus. siput. kumbang. Bagi kehidupan rumah tangga.

dalam bidang perumahan terutama untuk pengendalian rayap atau gangguan serangga yang lain. khususnya untuk pertanian dan kehutanan pada tahun 2008 hingga kwartal I tercatat 1702 formulasi yang telah terdaftar dan diizinkan penggunaannya. tepat cara aplikasi. Namun kenyataannya di lapangan petani masih banyak menggunakannya. tepat sasaran. dalam bidang kesehatan dan rumah tangga untuk mengendalikan vektor (penular) penyakit manusia dan binatang pengganggu kenyamanan lingkungan. dan tepat takaran). Sedangkan bahan aktif yang terdaftar telah mencapai 353 jenis. Dalam pengendalian hama tanaman secara terpadu. pestisida adalah sebagai alternatif terakhir. benar dalam arti 5 tepat (tepat jenis pestisida. Pemerintah saat ini tidak lagi memberi subsidi terhadap pestisida . Menyikapi hal ini. namun juga diperlukan dalam bidang kehutanan terutama untuk pengawetan kayu dan hasil hutan yang lainnya. tepat waktu. Dan belajar dari pengalaman. yang terpenting adalah baik pemerintah maupun swasta terus menerus memberi penyuluhan tentang bagaimana penggunaan pestisida secara aman dan benar. Pada umumnya pestisida yang digunakan untuk pengendalian jasad pengganggu tersebut adalah racun yang berbahaya. Aman terhadap diri dan lingkungannya. Pestisida tidak hanya berperan dalam mengendalikan jasad-jasad pengganggu dalam bidang pertanian saja.Di Indonesia untuk keperluan perlindungan tanaman. tentu saja dapat mengancam kesehatan manusia. Untuk itu penggunaan pestisida yang 8 .

jadi harus mudah terurai e. Pengalaman di Indonesia dalam menggunakan pestisida untuk program intensifikasi. Pestisida dengan cepat menurunkan populasi hama. efisien untuk mengendalikan hama tertentu c. hingga meluasnya serangan dapat dicegah. Pestisida masih diperlukan. Dalam bidang pertanian pestisida merupakan sarana untuk membunuh hama-hama tanaman. labeling) harus memenuhi persyaratan keamanan yang maksimum f.tidak bijaksana jelas akan menimbulkan efek samping bagi kesehatan manusia. tidak boleh persistent. meninggalkan residu dalam waktu yang tidak diperlukan d. pestisida berperan sebagai salah satu komponen pengendalian. harus tersedia antidote untuk pestisida tersebut g. ternyata pestisida dapat membantu mengatasi masalah hama padi. Tetapi sampai saat ini belum ada teknologi yang demikian. penyimpanan. pengepakan. bahkan penggunaannya semakin meningkat. dan kehilangan hasil karena hama dapat ditekan. seperti komponen hayati b. sejauh mungkin harus aman bagi lingkungan fisik dan biota h. 9 . Idealnya teknologi pertanian maju tidak memakai pestisida. harga terjangkau bagi petani. Dalam konsep Pengendalian Terpadu Hama. dalam perdagangan (transport. relatif aman bagi pemakai (LD 50 dermal dan oral relatif tinggi) i. Prinsip penggunaannya adalah: a. harus kompatibel dengan komponen pengendalian lain. sumber daya hayati dan lingkungan pada umumnya.

sering kali diikuti dengan timbulnya masalah serangan jasad pengganggu. kadang-kadang memerlukan tenaga yang banyak. waktu dan biaya yang besar. Pestisida saat ini masih berperan besar dalam menyelamatkan kehilangan hasil yang disebabkan oleh jasad pengganggu. Demikian pula usaha ekstensifikasi pertanian dengan membuka lahan pertanian baru. Dengan melihat besarnya kehilangan hasil yang dapat diselamatkan berkat penggunaan pestisida. perbaikan pengairan dan pola tanam akan menyebabkan perubahan ekosistem yang sering diikuti oleh meningkatnya problema serangan jasad pengganggu. 10 . yang berarti melakukan perombakan ekosistem. varietas unggul. namun tidak mudah untuk dilakukan. Di Pakistan dengan menggunakan pestisida dapat menaikkan hasil 33 persen pada tanaman tebu. hanya dapat dilakukan dalam kondisi tertentu yang tidak dapat diharapkan efektifitasnya. Memang tersedia cara lainnya. dan berdasarkan catatan dari FAO penggunaan pestisida dapat menyelamatkan hasil 50 persen pada tanaman kapas. Usaha intensifikasi pertanian yang dilakukan dengan menerapkan berbagai teknologi maju seperti penggunaan pupuk. Dan tampaknya saat ini yang dapat diandalkan untuk melawan jasad pengganggu tersebut yang paling manjur hanya pestisida.Pengalaman di Amerika Latin menunjukkan bahwa dengan menggunakan pestisida dapat meningkatkan hasil 40 persen pada tanaman coklat. maka dapat dikatakan bahwa peranan pestisida sangat besar dan merupakan sarana penting yang sangat diperlukan dalam bidang pertanian.

Berfungsi sebagai pembunuh atau zat penolak burung serta pengontrol populasi burung. Berfungsi membunuh gulma (tumbuhan pengganggu). Berfungsi untuk melawan alge. berasal dari kata latin herba yang berarti tanaman setahun. berasal dari kata latin fungus atau kata Yunani spongos yang berarti jamur. Berfungsi untuk membunuh ulat atau larva. berasal dari kata Yunani lar. berasal dari kata latin insectum yang berarti potongan. Berfungsi untuk membunuh jamur atau cendawan. Larvisida. 3. keratan atau segmen tubuh. Molluksisida. Penggolongan tersebut disajikan sbb. fungsinya untuk membunuh tungau atau kutu. 6. berasal dari kata latin bacterium atau kata Yunani bacron. berasal dari kata alga yang dalam bahasa latinnya berarti ganggang laut. Akarisida sering juga disebut sebagai mitesida. Akarisida. Herbisida. 9. 8. 5.: 1. Avisida. berasal dari kata Yunani molluscus yang berarti berselubung tipis lembek. Bakterisida. Insektisida. Berfungsi untuk melawan bakteri.MACAM-MACAM CONTOH NAMA PESTISIDA Pestisida dapat digolongkan menjadi bermacam-macam dengan berdasarkan fungsi dan asal katanya. berasal dari kata avis yang dalam bahasa latinnya berarti burung. Berfungsi untuk membunuh siput. 7. berasal dari kata akari yang dalam bahasa Yunani berarti tungau atau kutu. 2. Algisida. Berfungsi untuk membunuh serangga. 11 . Fungisida. 4.

berasal dari kata latin silva yang berarti hutan. Piscisida. zat kimia yang baunya dapat menyebabkan serangga menjadi tertarik. Berfungsi untuk membunuh pemangsa (predator). Pedukulisida. Rodentisida. Berfungsi untuk membunuh nematoda (semacam cacing yang hidup di akar). tuma. Berikut ini beberapa bahan kimia yang termasuk pestisida. Berfungsi untuk membunuh pohon. seperti tikus.10. Berfungsi untuk membunuh binatang pengerat. berasal dari kata Yunani rodera yang berarti pengerat. berasal dari kata latin ovum yang berarti telur. Ovisida. Berfungsi untuk membunuh kutu atau tuma. 11. 17. Berfungsi untuk membunuh rayap. 15. Termisida. Berfungsi untuk membunuh ikan. berasal dari kata Yunani praeda yang berarti pemangsa. 13. 14. 12. berasal dari kata Yunani piscis yang berarti ikan. Nematisida. namun namanya tidak menggunakan akhiran sida: 1. Atraktan. Predisida. Silvisida. 12 . berasal dari kata Yunani termes yang berarti serangga pelubang daun. berasal dari kata latin pedis berarti kutu. 16. Berfungsi untuk membunuh telur. Sehingga dapat digunakan sebagai penarik serangga dan menangkapnya dengan perangkap. berasal dari kata latin nematoda atau bahasa Yunani nema yang berarti benang.

Repellent. 6. Desiccant. 9. zat yang berfungsi sebagai penolak atau penghalau serangga atau hama yang lainnya. 7. zat yang dipergunakan untuk menggugurkan daun supaya memudahkan panen. zat untuk menekan pertumbuhan batang dan tunas. 4. Zat pengatur tumbuh. zat yang berfungsi untuk mensterilkan serangga atau hewan bertulang belakang. Zat yang dapat memperlambat. Inhibitor. 12. zat yang digunakan untuk membasmi atau menginaktifkan mikroorganisme. Stimulan tanaman. Contohnya kamper untuk penolak kutu. Sterilan tanah.2. zat yang digunakan untuk mengeringkan daun atau bagian tanaman lainnya. 11. mempercepat dan menghentikan pertumbuhan tanaman. 13. 5. 10. 3. Disinfektan. Kemosterilan. biasanya digunakan pentaclilorophenol (PCP). zat yang berguna sebagai perekat pestisida supaya tahan terhadap angin dan hujan. digunakan pada tanaman kapas dan kedelai. Pengawet kayu. Surfaktan dan agen penyebar. zat untuk meratakan pestisida pada permukaan daun. zat yang berfungsi untuk mensterilkan tanah dari jasad renik atau biji gulma. Stiker. 8. FORMULASI PESTISIDA 13 . minyak sereb untuk penolak nyamuk. zat yang berfungsi untuk menguatkan pertumbuhan dan memastikan terjadinya buah. Defoliant.

Cairan emulsi (emulsifiable concentrates/emulsible concentrates) Pestisida yang berformulasi cairan emulsi meliputi pestisida yang di belakang nama dagang diikuti oleb singkatan ES (emulsifiable solution). Oleh formulator baru diberi nama. kemudian dapat diformulasi sendiri atau dikirim ke formulator lain. Bila angka tersebut lebih dari 90 persen berarti pestisida tersebut tergolong murni. 2.Pestisida sebelum digunakan harus diformulasi terlebih dahulu. Komposisi pestisida butiran biasanya terdiri atas bahan aktif. Biasanya di muka singkatan tersebut tercantum angka yang menunjukkan besarnya persentase bahan aktif. pelarut serta bahan perata. Pestisida golongan ini disebut bentuk cairan emulsi karena berupa cairan pekat yang dapat dicampur dengan air dan akan membentuk emulsi. Komposisi bahan aktif 14 . B (emulsifiable) dan S (solution). Berikut ini beberapa formulasi pestisida yang sering dijumpai: 1. bahan pembawa yang terdiri atas talek dan kuarsa serta bahan perekat. WSC (water soluble concentrate). yaitu bahan aktif. Butiran (granulars) Formulasi butiran biasanya hanya digunakan pada bidang pertanian sebagai insektisida sistemik. Pestisida dalam bentuk murni biasanya diproduksi oleh pabrik bahan dasar. Komposisi pestisida cair biasanya terdiri dari tiga komponen. Dapat digunakan bersamaan waktu tanam untuk melindungi tanaman pada umur awal.

Hanya berkisar 10-40 persen saja apabila pestisida formulasi debu ini diaplikasikan dapat mengenai sasaran (tanaman). 4. karena kurang efisien. Untuk mengenal pestisida formulasi tepung. 3. Dalam bidang pertanian pestisida formulasi debu ini kurang banyak digunakan. Pestisida formulasi butiran di belakang nama dagang biasanya tercantum singkatan G atau WDG (water dispersible granule). Aplikasi pestisida butiran lebih mudah bila dibanding dengan formulasi lain. Oli (oil) Pestisida formulasi oli biasanya dapat dikenal dengan singkatan SCO (solluble concentrate in oil). 5.biasanya berkisar 2-25 persen. Dapat digunakan seperti penyemprotan ULV (ultra low volume) dengan menggunakan atomizer. Formulasi ini sering digunakan pada tanaman kapas. 15 . biasanya di belakang nama dagang tercantum singkatan WP (wettable powder) atau WSP (water soluble powder). dengan ukuran butiran 20-80 mesh. Biasanya dicampur dengan larutan minyak seperti xilen. Debu (dust) Komposisi pestisida formulasi debu ini biasanya terdiri atas bahan aktif dan zat pembawa seperti talek. Tepung (powder) Komposisi pestisida formulasi tepung pada umumnya terdiri atas bahan aktif dan bahan pembawa seperti tanah hat atau talek (biasanya 50-75 persen). karosen atau aminoester.

16 . asap yang berfungsi untuk membunuh hama. Pestisida yang tidak diwadah dan tidak berlabel tidak dijamin kemanjurannya. Dalam label tersebut tercantumjenis-jenis jasad pengganggu yang dapat dikendahikan. pertama yang harus diingat adalah jenis jasad pengganggu yang akan dikendahikan. bau. Juga tercantum cara penggunaan dan bahaya-bahaya yang mungkin ditimbulkan. Untuk memilih pestisida.6. Untuk mempermudah dalam memilih pestisida dapat dibaca pada masing-masing label yang tercantum dalam setiap pestisida. gas. Maka formulasi pestisida yang dipilih harus sesuai dengan jasad pengganggu yang akan dikendalikan. PETUNJUK PENGGUNAAN PESTISIDA 1. Biasanya digunakan di gudang penyimpanan. walaupun mempunyai bahan aktif yang sama. Fumigansia (fumigant) Pestisida ini berupa zat kimia yang dapat menghasilkan uap. Hal tersebut penting karena masing-masing formulasi pestisida hanya manjur untuk jenis jasad pengganggu tertentu. Untuk menjaga kemanjuran pestisida. Memilih pestisida Di pasaran banyak dijual formulasi pestisida yang satu sama lain dapat berbeda nama dagangnya. maka sebaiknya belilah pestisida yang telah terdaftar dan diizinkan oleb Departemen Pertanian yang dilengkapi dengan wadah atau pembungkus asli dan label resmi.

Buatlah ruang yang terkunci tersebut dengan ventilasi yang baik. tidak bocor atau rusak. kapur. Dapat disimpan dalam tempat yang khusus yang dapat dikunci. 17 . Jauhkan dari tempat minuman. yang dikonstruksi untuk dapat memecah suatu cairan atau larutan suspensi menjadi partikel-partikel yang halus (atomized) dari suatu cairan pengendali hama dan penyakit tanaman yang berkonsentrasi tinggi ke dalam suatu arus udara berkecepatan tinggi. Tidak terkena langsung sinar matahari dan ruangan tidak bocor karena air hujan.2. Hal tersebut kesemuanya dapat menyebabkan penurunan kemanjuran pestisida. maka harus disediakan air dan sabun ditergent. Untuk berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu pestisida tumpah. 1. Menyimpan pestisida Pestisida senantiasa harus disimpan dalam keadaan baik. dengan wadah atau pembungkus asli. Sertakan pula label asli beserta keterangan yang jelas dan lengkap. Mist Blower Mist blower adalah salah satu tipe sprayer yang menggunakan tenaga motor berukuran kecil. sewaktu-waktu untuk mengganti wadah pestisida yang bocor. makanan dan sumber api. serbuk gergaji atau tanah sebagai penyerap pestisida. beserta pasir. demikian pula hewan piaraan atau temak. Sediakan pula wadah yang kosong. tertutup rapat. sehingga anak-anak tidak mungkin menjangkaunya.

itulah sebabnya mist blower dapat pula disebut duster. Sprayken Sprayken adalah alat penyemprotan pestisida yang tidak menggunakan mesin melainkan menggunakan pompa sebagai tekanan untuk mengeluarkan pestisida. Tidak membutuhkan bahan bakar untuk menghidupkannya. Cara penyemprotan yang dilakukan adalah dengan menyemprotkan secara rata pada tempat-tempat yang berpotensi adanya nyamuk dan berjalan mundur menjauhi tempat yang sudah disemprot. Berbentuk seperti alat penyemprot hama. Alat yang satu ini hanya digunakan untuk penyemprotan nyamuk malaria. Ketika melakukan penyemprotan wajib untuk menggunakan APD (alat pelindung diri) seperti masker dan sarung tangan. Mist blower berbeda dengan foging karena foging menghasilkan asap sedangkan mist blower menghasilkan cold fog atau asap dingin yang lebih berat sehingga partikel akan jatuh ke bawah. dapat pula digunakan untuk menghembuskan bahan kimia dalam bentuk bubuk atau dalam bentuk butiran. Tetapi dengan 18 . Selain itu menggunakan formulasi/ takaran yang sesuai dan efektif untuk nyamuk. Mist blower bertujuan bukan untuk langsung membunuh tetapi lebih kepada melekatkan residu yang menyebabkan kecacatan pada pertumbuhan insekta/serangga. Mist blower adalah instument yang digunakan untuk membasmi hama dan vektor nyamuk dengan cara mengisinya dengan pestisida yang sesuai.Mist blower ini di samping dapat menghembuskan bahan dalam bentuk cairan. 2.

Kelebihannya : efektif dalam waktu yang lama. 10 Desember 2014 Tempat Praktikum : Laboratorium Rekayasa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Kurang lebih 2-3 bulan. Tanggal Praktikum : Selasa. dengan menyemprotkan bahan aktifnya ( ICON ) yang dicampur dengan air ke dinding rumah. Kekurangan : membutuhkan waktu yang lama dalam pengerjaanya.menggunakan udara. Sangat beracun bagi manusia terutama anak-anak. Cara kerjanya yaitu. Fungsinya menahan nyamuk masuk kedalam rumah dan menghindari nyamuk menempel pada dinding dalam dan luar rumah. Output yang dikeluarkannya adalah berbentuk cairan. Pelaksanaan Hari. B. BAB III PEMBAHASAN A. Cara Kerja 19 .

Membuka kran dan melakukan penyenprotan dengan berjalan mundur dan arah angin. Menghidupkan dengan menarik tali starter. Mengisisi tangki dengan formulasi yang telah disiapkan. Sprayken 1. di bagian dalam stang gas. 3. menghidupkan.Mist Blower 1. 5. Mematikan mesin dengan menekan tombol OFF (berwarna merah) 7. 4. kemudian menurunkan stang gas kemudian menarik pengatur gas. Semprotan berikutnya menindih 5 cm semprotan yang pertama dan demikian terus selanjutnya. 4. Ketika sudah berada di lokasi penyemprotan. Mengisi tangki dengan larutan insektisida sesuai kebutuhan dengan volume maksimal Memeriksa terlebih dahulu tangki bahan bakar dan busi sebelum 2. 3. 6. Kemudian menutup kembali. Melakukan penyemprotan pada dinding dengan permukaan semprotan selebar 75 cm dari permukaan lantai hingga ketinggian dinding skitar 3 meter dari lantai. Setelah mesin hidup. 5. 2. lalu memompa sampai 40 kali kemudian pompa dikunci kembali. Membuka penutup tangki dengan menekan tombol pembuang angin terlebih dahulu. 20 . Membuka kunci pompa. lalu menggendong Mist Blower ke lokasi target penyemprotan. Lalu membuka penutup dengan cara diputar.

Sedangkan Spray ken adalah aplikator penyemprot dengan menggunakan prinsip tekanan pada tabungnya.02 ml/m2 = 40 ml Mist Blower Cakupan 6 meter Kemampuan berjalan 10 Km/Jam Mengeluarkan 20 L/Jam 2000 m2 / 6 m (lebar) = 330 m (panjang) 330/10.000 m x 60 menit = 2 menit 2/60 x 20 liter = 0.02 ml/m 2.6 L (Formulasi 40 ml insektisida + Pelarut sampai 600 ml) BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. 2000 m2 x 0.Peracikan Formulasi Pestisida Insektisida X mempunyai petunjuk penggunaan dosis sebesar 0. Mist Blower digunakan untuk penyemprotan areal yang lebih luas atau terbuka. Kelebihan Mist Blower adalah jangkauannya luas sehingga lebih cepat untuk 21 . Hitunglah keperluan insektisida untuk 2000 m2. Dan mahasiswa dapat mengoperasionalkan alat penyemprot baik yang bertenaga mesin seperti Miss Blower ataupun yang manual dengan menggunakan tekanan seperti Spray ken. KESIMPULAN Berdasarkan praktikum penyemprotan (spraying) dengan Miss Blower dan Spray ken yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Miss Blower adalah aplikator penyemprot dengan menggunakan tenaga mesin untuk memecah cairan menjadi partikel halus. sedangkan sprayken digunakan untuk penyemprotan pada dinding.

2. Makanan dipindahkan dari ruang penyemprotan. Sangat beracun bagi manusia terutama anak-anak. Namun Kekurangannya adalah sprayken membutuhkan waktu yang lama dalam pengerjaanya. Kurang lebih 2-3 bulan. 7. 3. 22 . Kelebihannya sprayken yaitu efektif dalam waktu yang lama.penyemprotan area yang lebih luas. Sebelum mengoperasikan sprayken jangan lupa mengunci kembali pemompa agar pada saat penyemprotan berlangsung tidak terjadi gangguan. Setelah penyemprotan selesai sebaiknya stang semprotan di masukkan pada tabungnya kembali agar sisa pestisida yang ada di dalam tidak menetes atau mencemari lantai. 6. Sebaiknya penyemprotan dilakukan pada saat pagi hari sebalum terjadi panas. dengan saran : 1. Serta untuk Miss Blower pastikan bahwa bahan bakar terisi dan cukup. karena panas akan menyebabkan terjadinya beda tekanan sehingga menghasilkan perpindahan udara (terjadinya angin). Menggunakan Mist Blower tidak boleh melawan arah angin karena pestisida bisa terhirup oleh orang yang mengoperasikan. SARAN Adapun saran dalam penggunaan alat penyemprot adalah memastikan bahwa alat tersebut masih berfungsi dengan baik dan untuk Spray ken pastikan bahwa tabung tertutup dengan baik. B. Fungsinya menahan nyamuk masuk kedalam rumah dan menghindari nyamuk menempel pada dinding dalam dan luar rumah. Yang boleh ada di ruang penyemprotan hanya petugas atau orang yang mengoperasikan alat. 5. Pada saat pengoperasian Mist Blower dan Sprayken harus menggunakan Alat Perlindunga Diri (APD). 4.