You are on page 1of 4

SATUAN ACARA PENYULUHAN

RESIKO JATUH PADA LANSIA

I.

Pokok Bahasan

: Resiko Jatuh Pada Lansia

Sub Pokok Bahasan

: Cara Pencegahan Jatuh Pada Lansia

Sasaran

: Klien Nenek .G di Dusun Argorejo, Sedayu, Bantul. DIY

Hari/Tanggal

: Rabu, 23 Desember 2015

Jam

: 09.00 09.08 WIB

Waktu Pertemuan

: 1 x 08 Menit

Tempat

: Rumah Kediaman Nenek .G

LATAR BELAKANG
Menua atau menjadi tua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahanlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti dan mempertahankan
fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki
kerusakan yang diderita. Proses menua merupakan proses yang terus menerus secara
alamiah. Dimulai sejak lahir dan umumnya dialami pada semua makhluk hidup.
Semua orang akan mengalami proses menjadi tua dan masa tua merupakan masa
hidup manusia yang terakhir, yang pada masa ini seseorang mengalami kemunduran
fisik, mental, dan sosial sedikit demi sedikit sampai tidak dapat melakukan tugasnya
sehari-hari lagi sehingga bagi kebanyakan orang, masa tua merupakan masa yang
kurang menyenangkan (Nugroho, 2000).
Kemunduran fisik dapat menyebabkan resiko jatuh pada lansia. Jatuh adalah
salah satu peristiwa yang sering dialami oleh seorang lansia. Jatuh berkaitan dengan
peningkatan morbiditas dan mortalitas serta penurunan fungsi dan kemandirian. Jatuh
menjadi salah satu insiden yang paling sering terjadi pada orang lanjut usia (lansia)
yang mengakibatkan trauma serius, seperti nyeri, kelumpuhan bahkan kematian. Hal
ini menimbulkan rasa takut dan hilangnya rasa percaya diri sehingga mereka
membatasi aktivitasnya sehari-hari yang menyebabkan menurunnya mutu kehidupan
pada lansia yang mengalaminya dan juga berpengaruh pada anggota keluarganya.
Di Poslansia Argorejo, Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat
36 orang lansia yang berusia diatas 65 tahun. Yang sebagian besar memiliki resiko
jatuh karena mengalami kemunduran fisik. Oleh karena itu, penting bagi lansia untuk

mengetahui cara menghindari resiko jatuh agar para lansia mampu melakukan
pencegahan jatuh terhadap dirinya sendiri. Berdasarkan hal tersebut penyuluh
berminat memberikan penyuluhan mengenai cara pencegahan jatuh pada lansia,
dengan cara mengunjungi langsung ke rumah masing-masing lansia tersebut untuk
dapat diberikan pendidikan kesehatan mengenai pencegahan jatuh pada lansia.

TUJUAN
A. Umum
Pada akhir proses penyuluhan pendidikan kesehatan tentang pencegahan jatuh
pada lansia selama 8 menit, diharapkan klien mampu memahami dan selanjutnya
melaksanakan cara menghindari resiko jatuh dan melakukan pencegahan jatuh.
B. Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan pencegahan jatuh lansia selama 1 x 8
menit diharapkan sasaran mampu :
a.
b.
c.
d.
e.

Menjelaskan pengertian jatuh.


Menyebutkan faktor resiko penyebab jatuh.
Menyebutkan akibat jatuh.
Menyebutkan cara pencegahan jatuh.
Melakukan pencegahan jatuh.

II. METODE
a. Ceramah
b. Tanya jawab
III. MEDIA
a. Leaflet
b. Poster

IV. SETTING TEMPAT


1) Peserta (klien) duduk di kursi ruangan tamu.
2) Penyuluh duduk di kursi ruangan tamu di hadapannya.
V. KEGIATAN PENYULUHAN
No WAKTU
1.

KEGIATAN PENYULUH
Pembukaan :
2

KEGIATAN KLIEN

Menit

2.

5
Menit

3.

1
Menit

4.

1
Menit

Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam


Memperkenalkan diri
Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
Menyebutkan materi yang akan diberikan

Menjawab salam
Mendengarkan
Memperhatikan
Memperhatikan

Pelaksanaan :
Menjelaskan pengertian jatuh

Memperhatikan

Menjelaskan faktor resiko penyebab jatuh

Memperhatikan

Menjelaskan akibat dari jatuh

Memperhatikan

Menjelaskan cara pencegahan jatuh

Memperhatikan

Mendemonstrasikan cara pencegahan jatuh

Memperhatikan

Evaluasi :
Menanyakan kepada klien tentang materi yang Menjawab pertanyaan
telah diberikan
Memberikan reinforcement kepada klien jika Memperhatikan
dapat menjawab pertanyaan
Terminasi :
Menyimpulkan materi penyuluhan bersama
peserta
Mengucapkan salam penutup

Mendengarkan
Menjawab salam

Total
8 menit

VI. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Persiapan klien terlaksana dengan baik berupa kontrak waktu, topik, dan tempat
b. Persiapan alat bantu dan media yang digunakan untuk pendidikan kesehatan
3

2. Evaluasi Proses
a. Klien mampu mengikuti pendidikan kesehatan dengan baik sampai selesai
b. Klien kooperatif dalam mengikuti pendidikan kesehatan
c. Klien dapat bekerjasama dengan perawat
d. Media dan alat bantu dapat digunakan dengan baik
e. Lingkungan mendukung dalam pelaksanaan pendidikan kesehatan
3. Evaluasi Hasil
a. Evaluasi Kognitif
Menanyakan kepada pasien dan keluarga klien :
1) Coba jelaskan pengertian jatuh?
2) Sebutkan faktor resiko penyebab jatuh?
3) Sebutkan akibat dari jatuh?
4) Sebutkan cara mencegah jatuh?
PENILAIAN
No

Keterampilan

Skor
0

Menjelaskan pengertian jatuh

Menyebutkan faktor resiko penyebab jatuh

Menyebutkan akibat dari jatuh

Menyebutkan cara mencegah jatuh

Keterangan :
0 : tidak dilakukan
1 : dilakukan tapi tidak sempurna
2 : dilakukan dengan sempurna
VII. SUMBER / REFRENSI
Anonim. 2012. Mudah Jatuh pada Lansia. http:// http://pinadepin.blogspot.com . Diakses
tanggal 23 Agustus 2012.
Turana, Yuda. 2009. Menghindari

Resiko

Jatuh

Pada

http://www.medikaholistik.com . Diakses tanggal 23 Agustus 2012.

Lansia.

http://