You are on page 1of 2

Membangunkan Tidur 70 Tahun Sang Garuda

(Oleh : M. Rafifnafia H. X-8)

Untuk mengatasi seluruh persoalan bangsa dewasa ini, kita harus tetap utuh, bekerja
bahu membahu, tidak boleh terpecah belah oleh pertentangan politik dan kepentingan jangka
pendek. Sehingga kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan berkepribadian dalam
kebudayaan dapat terwujud, sepenggal kalimat pidato kenegaraan Presiden ke-7 Republik
Indonesia, Joko Widodo dalam rangka memperingati kemerdekaan NKRI ke-70. Pidato yang
mencerminkan berbagai permasalahan mulai dari permasalahan ekonomi dan hukum yang
sampai saat ini masih kerap menghantam bahtera kenegaraan Republik Indonesia, hingga
permasalahan pendidikan, kesehatan dan sosial yang juga masih menjadi sorotan pemerintah
maupun masyarakat.
Segala kekayaan alam yang dimiliki nusantara ini seolah masih tidak cukup untuk
mengatasi berbagai permasalahan khususnya permasalahan ekonomi. Kekayaan yang nampak
maupun yang terpendam memang tak terhitung dan seolah tak ada habisnya, bagaimana tidak
ada habisnya jika setiap kota, setiap provinsi dan setiap pulau di Indonesia memiliki
kekayaan sendiri dan jumlah pulau di Indonesia yang baru diketahui berjumlah ribuan
bahkan bisa mencapai puluh ribuan dan masing-masing pulau memiliki kekayaan yang sudah
tereksplorasi maupun yang belum.
Sebagai contoh yaitu pulau sebelah timur Indonesia yaitu Pulau Sumatra. Nama
Sumatra sendiri sering disebut dalam berbagai prasasti, dengan nama Sansekerta yaiu
Suwarnadwipa (Pulau emas), bahkan sebuah manuskrip kuno menceritakan sumber bekalan
emas untuk Kerajaan Nabi Sulaiman yang diambil dari gunung bernama Ophir. Kemungkinan
Ophir berada di Sumatera Barat karena di Sumatera Barat terdapat gunung Ophir yang
dikenal juga dengan nama G. Talamau. Kini kekayaan mineral yang dikandung pulau
Sumatera banyak ditambang. Banyak jenis mineral yang terdapat di Pulau Sumatera selain
emas, seperti batu bara, emas, dan timah hitam. Bukan tidak mungkin sebenarnya bahan
tambang seperti emas dan lain-lain banyak yang belum ditemukan di Pulau Sumatera1.

1 Junior Ahmad, Indonesia adalah Negara Paling Kaya di Jaman Kuno,


http://www.kaskus.co.id/thread/556f73ff1cbfaa7b138b4569/indonesia-adalah-negara-paling-kaya-dijaman-kuno/ (Juni 04, 2015)

Deklarasi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 7 dekade silam seolah hanya menjadi


pernyataan kemerdekaan secara teoritis dari sudut pandang sejarah, tetapi kenyataannya saat
ini keadaan Indonesia sekarang masih terjajah walaupun bentuk penjajahan tidak secara
langsung layaknya 7 dekade yang lalu tetapi bentuk penjajahan masa kini ialah penjajahan
mental, moral, dan kebudayaan. Bahkan secara tidak langsung Bangsa Indonesia seolah
sangat bergantung pada bangsa lain untuk memperdayakan sumber daya alam maupun
sumber daya manusia Indonesia. Dan yang membuat miris ialah penolakan atau
penghambatan penerimaan inovasi atau terobosan teknologi karya anak bangsa yang belum
lama ini menjadi kontroversial hal ini sama saja dengan Indonesia yang tidak menginginkan
kemandirian dan ingin terus bergantung dengan negara lain. Tak hanya berhubungan dengan
pemanfaatan sumber daya alam saja, tetapi permasalahan ekonomi, kesehatan, pendidikan,
politik juga menghantui Indonesia hingga saat ini.
Permasalahan tingginya tingkat pengangguran yang berujung pada tindak kriminal,
kasus korupsi yang terus merajalela, rendahnya tingkat pendidikan bahkan masih banyaknya
masyarakat buta huruf, permasalahan tingginya tingkat kematian ibu dan anak dan juga terus
menambahnya jumlah pasien pengidap HIV/AIDS, bahkan dari pihak eksekutif pun ikut
mengambil andil dalam penambahan beban permasalahan yang harus diluruskan atau
diselesaikan oleh pemerintah. Kebijakan pemerintah memang selalu mengundang pernyataan
dukungan dan kritikan dari segala elemen masyarakat, walaupun sebenarnya kebijakan
tersebut adalah kebijakan yang baik dan bersifat memperbaiki tapi kerap disalah-artikan oleh
masyarakat.
Dengan peringatan kemerdekaan Indonesia ke-70 ini ayo bersama-sama kita
membangunkan sang garuda Indonesia yang telah lama sekali tertidur, ayo bersama-sama
bangun dan bekerja keras untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik. Yang kita butuhkan
adalah generasi bangsa yang cerdas dalam berpikir dan berperilaku yang mau dan mampu
membangun bangsa ini mengejar ketertinggalan dari bangsa lain dan menghapus segala
bentuk penjajahan di Indonesia, sebagai generasi penerus bangsa yang bermoral maka sudah
sepantasnya kita menjadi pendobrak inovasi bukan menjadi beban kriminal negara.
Membangun sebuah negara besar seperti Indonesia memang tidak mudah, tetapi dengan
usaha, kerja keras, dan doa maka kita pasti bisa membangunkan sosok Indonesia yang
sebenarnya yaitu Indonesia yang maju dalam IMTAQ maupun IPTEK.