You are on page 1of 110

Pengantar Ketua Umum

Partai Rakyat Demokratik

Pengantar Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik

1

Bangkit,
Tinggalkan Alam Liberal Ini,
Bersatu,
Tegakkan Trisakti,
Menuju Indonesia Yang Adil Makmur!
Dengan sumber daya alam serta jumlah penduduk
yang besar, Indonesia mestinya menjadi negara kuat,
maju dan makmur. Namun kekayaan alam yang
berlimpah ruah tersebut belum dikelola sepenuhnya
untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Bukan
karena kemampuan sumber daya manusianya,
tetapi akibat dari para Pemimpin negara yang tidak
memiliki kepercayaan serta keberanian dalam
bergotong royong membangun Indonesia yang
berdaulat, mandiri serta berkepribadian, dengan
kekuatan sendiri, dengan kemampuan serta daya
upaya dari dalam bangsa sendiri, sehinggga selalu
menempatkan modal asing menjadi sandaran utama
dalam membangun bangsa.
Akibat dari hilangnya kepercayaan diri tersebut,
menjadikan kemerdekaan yang merupakan
jembatan emas bagi bangsa Indonesia menuju
masyarakat yang adil makmur, yang sudah
diperjuangkan serta dipertahankan dengan begitu
banyak pengorbanan, akhirnya roboh, dihantam
dasyatnya gelombang imperialisme yang kembali
menjajah bangsa Indonesia.
Sejak Bung Karno dijatuhkan dari kekuasaan,
imperialisme dengan wajah barunya, telah
2

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

bergerilya menancapkan kuku-kuku tajamnya, dan
sekarang telah berkuasa secara nyata, mengubur
filosofi, dasar negara, UUD 1945, haluan Indonesia
Merdeka, di bawah perlindungan agen-agen di
dalam negeri Indonesia.
Tanpa terasa tiba-tiba semua sudah berubah,
liberalisme, yang tidak sepenuhnya cocok bagi
kehidupan bangsa menjadi sistem yang berlaku di
Indonesia.
Dalam gelap dan pengapnya kepungan asap
imperialisme, Indonesia kini laksana kapal yang
terombang ambing tanpa arah, dihempas ganasnya
angin serta gelombang samudera, yang seolah
tidak bertepi. Pemimpinnya bingung, negara
kehilangan haluan, rakyat hidup menderita tanpa
daya, tiada lagi kedaulatan, kemandirian, apalagi
kepribadian bangsa.
Kita harus ingat, di tengah perkembangan
masyarakat di dunia, setiap bangsa memiliki
perjalanan sejarah sendiri, demikian juga
bangsa Indonesia, bangsa Indonesia memiliki
dialektikanya sendiri yang tentunya berbeda
dengan bangsa lain.
Menurut Bung Karno, cita-cita mewujudkan
masyarakat yang adil dan makmur atau masyarakat
sosialis, sudah lama terdapat di Indonesia.
Gambaran masyarakat ideal tersebut sudah sangat
populer sejak dulu kala, misalnya tentang Ratu
Pengantar Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik

3

Adil, Satrio Piningit ataupun dalam kisah-kisah
pewayangan, seperti gambaran kehidupan Pandawa
di negara Amarta, atau Kresna di negara Dwarawati,
yang mencerminkan suatu masyarakat ideal.
Negaranya termasyur sehingga berkumandang
sampai ke luar negeri, dengan kewibawaan tinggi
sekali “pandjang pundjung, pandjang potjapane,
pundjung kewibawane”.
Hapasir hawukir ngadep segara kang
bebandaran, hanengenake pasabinan. Bebek
ajam radjakaya, endjang medal ing pangonan,
surup bali ing kandhange dhewe-dhewe. Wong
kang lumaku dagang rinten dalu tan wonten
pedote, labet saking tan wonten sangsajaning
margi”, yang bermakna negaranya penuh
dengan bandar-bandar, sawah-sawah, dan begitu
makmurnya hingga tidak ada pencuri. Itik, ayam,
ternak pagi-pagi keluar sendiri ke tempat angon,
menjelang petang pulang sendiri ke kandangnya.
Orang berjalan dagang siang dan malam tidak
ada putusnya, karena tidak ada gangguan di jalan.
“Tata tentrem, kerta rahardja, gemah ripah, loh
djinawi”, negaranya adalah teratur, tenteram,
orang bekerja aman, orangnya ramah-tamah,
berjiwa kekeluargaan dan tanahnya subur.
Jelaslah kiranya bahwa masyarakat adil makmur,
gemah ripah loh jinawi, atau Sosialisme Indonesia
sebagai hari depan perjuangan bangsa Indonesia itu
bukanlah semata-mata suatu ide ciptaan seseorang
4

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

“in een slapeloze nacht” (dalam satu malam yang
tidak tidur), seperti pernah dikatakan oleh Presiden
Sukarno, juga bukan suatu barang yang diimpor
dari luar negeri, atau sesuatu yang dipaksakan dari
luar masyarakat Indonesia, melainkan suatu suatu
kesadaran sosial yang ditimbulkan oleh keadaan
sosial Indonesia sendiri, suatu keharusan sejarah.
Itulah harapan masyarakat Indonesia, yang digali
dan digali, kemudian ditemukanlah Pancasila,
filosofi serta dasar dari Nasionalisme Indonesia,
filosofi dan dasar dalam membangun Demokrasi
di Indonesia, baik demokrasi politik maupun
ekonomi, serta menjadi filosofi dan dasar dalam
membangun Budaya bangsa Indonesia, menjadi
dasar dalam menyusun UUD Proklamasi 1945
serta Haluan Negara.
Keharusan sejarah itu hanya dapat direalisasikan
melalui kesadaran dan tindakan bangsa Indonesia
itu sendiri menurut syarat-syarat yang ada.
Untuk itu di tengah derasnya arus globalisasi,
pertarungan ekonomi politik negara-negara di
dunia, yang semakin menyingkirkan kehidupan
bangsa Indonesia, di antara gemuruh benturan
politik di dalam negeri, PRD harus benar-benar
memahami sejarah serta perjuangan bangsa,
memahami persoalan yang dihadapi bangsa
Indonesia, agar bisa membangun hari depan
bangsa Indonesia yang gilang gemilang.
Pengantar Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik

5

PRD harus berdiri tegak laksana karang, yang tegar
dalam menghadapi gelombang sekeras apapun,
terus dan terus hidup di tengah masyarakat,
mengerti, merasakan, meresapi apa yang menjadi
persoalan, penderitaan masyarakat, apa sebab
musababnya, dengan kesadaran penuh bergotong
royong, berjuang untuk mewujudkan harapanharapan masyarakat tersebut.
PRD harus tetap teguh memegang prinsipprinsip Perjuangan Partai, Perjuangan untuk
mewujudkan cita-cita bersama bangsa Indonesia,
Proklamasi 17 Agustus 1945, menegakkan
TRISAKTI, membangun Indonesia yang maju,
adil dan makmur. Di manapun tempatnya, Kader
PRD harus terus menerus menjaga semangat
juang, bergotong royong, berdisiplin tinggi,
menjunjung tinggi Konstitusi Partai, karena tidak
ada jalan perjuangan yang mudah, apalagi untuk
mengemban tugas mulia tersebut.
Berjuang mewujudkan masyarakat adil makmur,
lahir maupun batin, yang merupakan cita-cita
Proklamasi 17 Agustus 1945, di bawah syaratsyarat perkembangan dan sejarah bangsa Indonesia
sendiri, di tengah perkembangan masyarakat yang
ada di dunia ini. Itu yang sekarang ini diistilahkan
oleh PRD sebagai Republik Indonesia IV.
Mengapa RI IV, PRD mengklasifikasikan
perkembangan sejarah perjuangan bangsa
Indonesia dalam mengisi kemerdekaan setelah
6

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Proklamasi 17 Agustus 1945, bahwa kita pernah
hidup pada masa Bung Karno (RI I) yang berjuang
menegakkan TRISAKTI, sebagai jembatan emas
untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang
adil makmur, yang berbeda dengan sistem pada
masa Orde Baru (RI II) yang membuka kembali
pintu bagi modal asing, dan masa sekarang, Era
Reformasi (RI III), di mana modal asing sudah
berkuasa penuh atas bangsa Indonesia.
Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan
bangsa Indonesia memahami perjalanan sejarah
bangsanya sendiri dalam memperjuangkan citacita nasionalnya, dan yang terpenting tidak lagi
mengulangi kesalahan-kesalahan yang dilakukan
pada masa lalu, sehingga perkembangan bangsa
ini berjalan secara kwallitatif.
JASMERAH, jangan sampai kita hanya paham dan
mengagung-agungkan sejarah bangsa lain, tetapi
tidak paham perkembangan sejarah bangsanya
sendiri. sejarah bangsa kita dalam memperjuangkan
apa yang menjadi cita-cita nasional kita bersama.
Dan sejarah telah membuktikan bahwa kita
sanggup berjuang hidup tanpa tergantung kepada
modal asing, dan sejarah yang baik itu harus
diperjuangkan kembali, agar kita benar-benar
menjadi bangsa yang besar yang berdiri di atas
kaki kita sendiri, agar kita menjadi bangsa yang
bermartabat, demokratis, maju di atas kemakmuran
serta kesejahteraan.
Pengantar Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik

7

Dan tentunya hal itu bisa terwujud hanya jika
kita memiliki kesadaran dalam memegang teguh
filosofi dan dasar negara Pancasila, bersatu,
bergotong royong, di atas UUD Proklamasi
1945, walaupun harus disempurnakan dengan
semangat asli yang terkandung di dalamnya yaitu
anti terhadap kapitalisme, imeperialisme maupun
kolonialisme.
Mari kembali bangkitkan semangat serta
keberanian kita untuk kembali bersatu, bergotong
royong, merebut kedaulatan serta kemandirian
bangsa kita, karena hanya dengan syarat itulah
bangsa kita bisa hidup, bisa maju, bisa berkembang,
adil dan makmur!
Salam Gotong Royong,
Pancasila Dasarnya,
Trisakti Jalannya,
PRD Partainya,
Republik Indonesia IV :
Masyarakat Adil Makmur Tujuannya!
Agus Jabo Priyono

8

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Sekilas Tentang
Partai Rakyat Demokratik

Sekilas Tentang Partai Rakyat Demokratik

9

Pengantar
Partai Rakyat Demokratik (PRD) adalah
partai politik berazaskan Pancasila. Partai ini
berkomitmen kuat untuk memperjuangkan
Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari
di lapangan ekonomi, dan berkepribadian secara
budaya sebagai jalan menuju masyarakat Adil dan
Makmur.

Sejarah Singkat
Cikal bakal PRD bermula saat pembentukan
Persatuan Rakyat Demokratik tanggal 2 Mei
1994. Ini adalah organisasi payung yang menaungi
berbagai organisasi rakyat dan mahasiswa yang
mulai menentang kediktatoran Orde Baru (Orba).
Pada 15 April 1996, Persatuan Rakyat Demokratik
menjadi partai politik, dengan nama: Partai Rakyat
Demokratik (PRD). Tidak lama kemudian, pada
22 Juli 1996, PRD mendeklarasikan diri secara
terbuka di hadapan rakyat Indonesia. Hari itu juga
PRD meluncurkan Manifesto Politik-nya.
Saat itu, untuk mendobrak politik otoriter
Orba, PRD mengusung dua tuntutan pokok,
yaitu pencabutan 5 paket UU politik 1985
dan pencabutan Dwi Fungsi ABRI. PRD juga
mengkritik pendekatan ekonomi Orba yang
sangat menghamba pada kapitalisme global atau
imperialisme.
10

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Lima hari setelah PRD dideklarasikan, terjadilah
Tragedi 27 Juli 1996, yaitu peristiwa penyerbuan
kantor DPP PDI oleh massa yang digerakkan oleh
penguasa Orba. Kejadian ini memicu kemarahan
massa rakyat. Di sejumlah kota, terutama Jakarta,
meletus kerusuhan massa. Ironisnya, penguasa
Orba menjadikan momentum itu untuk memukul
PRD.
Tetapi PRD tidak menyerah. Menjelang Pemilu
1997, PRD memotori penyatuan semua kekuatan
oposisi, termasuk di tubuh PDI dan PPP, di bawah
payung koalisi Mega-Bintang-Rakyat (MBR).
PRD juga menginisiasi pembentukan Komite
Independen Pemantau Pemilu (KIPP) sebagai
alat untuk memobilisasi partisipasi rakyat untuk
mengontrol pemilu 1997.
Tahun 1997, krisis ekonomi melilit Asia, termasuk
Indonesia. Keadaan ekonomi makin memburuk:
harga kebutuhan pokok meroket, PHK massal,
dan lain-lain. Keadaan itu pula yang mendorong
ketidakpuasan meluas di tengah rakyat terhadap
Orba. Perlawanan rakyat pun mengalami pasang
naik. Puncaknya, pada bulan Mei 1998, gerakan
mahasiswa dan rakyat berhasil melengserkan
Suharto.
Setelah Suharto lengser, kiprah politik PRD tidak
surut. Tahun 1999, pemilu bebas pertama sejak
1955 digelar. PRD turut ambil bagian dalam pemilu
itu sebagai peserta (kontestan) dengan nomor
Sekilas Tentang Partai Rakyat Demokratik

11

urut: 16. Memang, kiprah pertama PRD di medan
elektoral ini belum mencapai hasil memuaskan.
Sejak tahun 1999, PRD juga mulai bersuara keras
menentang kebijakan neoliberalisme, seperti
pencabutan subsidi sosial, privatisasi, liberalisasi
perdagangan, dan lain-lain, yang saat itu mulai
diterapkan oleh pemerintah Habibie atas desakan
Dana Moneter Internasional (IMF). Sayang,
kebijakan neoliberal itu makin mengalir deras di
bawah pemerintahan Megawati, Susilo Bambang
Yudhoyono, hingga Jokowi-JK saat ini.

Tujuan dan Pokok-Pokok Perjuangan
Tujuan PRD adalah mewujudkan masyarakat
adil dan makmur tanpa penindasan manusia atas
manusia dan penindasan bangsa atas bangsa.
Adapun pokok-pokok perjuangan PRD adalah
sebagai berikut:

1. Membangun kekuasaan politik secara konsti-

tusional untuk mewujudkan Indonesia yang
berdaulat, berdikari dan berkepribadian.

2. Memimpin dan atau terlibat aktif dalam
menuntaskan perjuangan demokrasi nasional.
3. Memimpin dan atau terlibat aktif dalam
menggalang persatuan nasional melawan imperialisme.

12

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Ideologi
Pada awal berdirinya, PRD mengambil azas SosialDemokrasi Kerakyatan (Sosdemkra). Dengan
ini, PRD mencita-citakan sebuah bangunan
masyarakat yang demokratis dan berkeadilan
sosial.
Pada tahun 2010, melalui kongresnya yang ke-7,
PRD mengganti azas Sosdemkra dengan Pancasila.
Bagi PRD, Pancasila lebih luas dari Sosdemkra.
Sosdemkra hanyalah dua sila dari Pancasila, yaitu
sila keempat (demokrasi/mufakat) dan sila kelima
(keadilan sosial). Sedangkan Pancasila mencakup
lima nilai besar, yakni: Ketuhanan Yang Maha
Esa, Kebangsaan/Nasionalisme, Perikemanusiaan,
Demokrasi/Mufakat, dan Keadilan Sosial.

Slogan Perjuangan
Slogan PRD adalah: Pancasila Dasarnya,
Trisakti Jalannya, Republik Indonesia Keempat;
Masyarakat Adil-Makmur Tujuannya!

Sekilas Tentang Partai Rakyat Demokratik

13

14

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Anggaran Dasar
Partai Rakyat Demokratik

Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

15

Pembukaan
Bahwa Revolusi Agustus 1945 yang menghantar
Bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang
kemerdekaan Indonesia sesungguhnya bertujuan
menciptakan masyarakat yang adil dan makmur
tanpa penindasan manusia atas manusia dan tanpa
penindasan bangsa atas bangsa.
Upaya mewujudkan cita-cita mulia dari pendirian
Republik Indonesia tersebut telah terinterupsi
oleh berkuasanya orde baru yang membuka pintu
bagi kepentingan modal sembari mengekang hak
rakyatdengan cara-cara represif,dan selanjutnya
oleh ‘orde reformasi’ yang melakukan liberalisasi
secara masif di segala bidang.
Liberalisasi masif yang berlangsung sejak tahun
1998 ini merupakan kelanjutan langkah politik
yang tidak mencerminkan kedaulatan negara dan
telah berakibat pada berbagai persoalan sosial serta
kebangsaan,seperti bebasnya eksploitasi modalatas
sumber daya alam, pudarnya kepribadian nasional,
dan bertambahnya kesenjangan sosial antara yang
kaya dan miskin.
Menjawab persoalan cengkraman imperialisme
yang masuk melalui instrumen-instrumen
kapitalisme global, privatisasi, pencabutan
subsidi, dan perdagangan bebas, maka Bangsa
Indonesia harus kembali pada PANCASILA
sebagai filosofi, pandangan, nilai dan kumpulan
16

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

pengetahuan yang maju untuk menyusun kembali
tatanan sosial yang berkeadilan. Bangsa Indonesia
juga dapat mensaripatikan pemikiran TRISAKTI,
yakni berdaulat dalam menentukan sikap politik,
berdikari dalam membangun perekonomian, dan
berkepribadian dalam bidang budaya.
Pancasila adalah dasartempat kita memijakkan
pemikiran, Trisakti adalah jalan yang harus kita
tempuh, dan sebuah Republik Indonesia yang
adil dan makmur tanpa penindasan manusia
atas manusia serta tanpa penindasan bangsa atas
bangsa adalah tujuan kita bersama.
Atas dasar pemikiran tersebut, maka Partai Rakyat
Demokratik menilai penting untuk membangun
dan mengembangkan suatu kekuatan politik
yang konsisten memperjuangkan Trisaktihingga
kemenangannya. Untuk itu Partai Rakyat
Demokratik telah menyusun suatu Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah tangga yang menjadi
panduan dasar dalam pelaksanaan kerja kepartaian
dengan prinsip-prinsip yang mengabdi pada
perjuangan Rakyat Indonesia, sebagai berikut:

Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

17

BAB I
NAMA, WAKTU, DANTEMPAT
KEDUDUKAN PUSAT
Pasal 1
Nama
Nama Organisasi ini adalah Partai Rakyat
Demokratik,disingkat PRD, yang selanjutnya
dalam Anggaran Dasar ini disebut PRD atau
Partai.
Pasal 2
Waktu
PRD didirikan pada tanggal 15 April 1996
di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dan
dideklarasikan tanggal 22 Juli 1996 di Jakarta.
Pasal 3
Kedudukan Pusat
Kedudukan Pusat PRD berada di Ibukota Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
BAB II
ASAS, SIFAT DAN WATAK
Pasal 4
Asas
PRD berasaskan Pancasila.

18

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Pasal 5
Sifat dan Watak
(1) PRD adalah partai kader yang berbasis massa
dan bersifat terbuka.
(2) PRD adalah partai yang berwatak maju
dan berpihak pada perubahan sosial yang
berkeadilan.
BAB III
KEDAULATAN
Pasal6
Kedaulatan
Kedaulatan tertinggi Partai berada di tangan
Anggota dan dilaksanakan sepenuhnya melalui
Kongres dan Musyawarah-Musyawarah Partai.
BAB IV
VISI DAN CITA-CITA SERTA MISI DAN
POKOK-POKOK PERJUANGAN
Pasal 7
Visi dan Cita-Cita Perjuangan
Visi dan cita-cita perjuangan PRD adalah
mewujudkan masyarakat adil dan makmur tanpa
penindasan manusia atas manusia dan tanpa
penindasan bangsa atas bangsa.

Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

19

Pasal 8
Misi dan Pokok-Pokok Perjuangan
Misi dan pokok-pokok perjuangan PRD yaitu:
(1) Membangun kekuasaan politik secara
konstitusional untuk mewujudkan Indonesia
yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian.
(2) Memimpin dan atau terlibat aktif dalam
menuntaskan perjuangan demokrasi nasional.
(3) Memimpin dan atau terlibat aktif dalam
menggalang persatuan nasional melawan
imperialisme.
BAB V
TUJUAN DAN FUNGSI PENDIRIAN
Pasal 9
Tujuan Umum
Tujuan umum pendirian PRD adalah:
(1) Mewujudkan cita-cita nasional bangsa
Indonesia yang dicetuskan melalui revolusi
Agustus 1945 sebagaimana tercantum dalam
alinea keempat Pembukaan Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945;
(2) Menjaga dan memelihara keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia dengan
mengedepankan persatuan nasional dalam
menghadapi imperialisme serta menyelesaikan
setiap konflik dalam negeri melalui cara-cara
20

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

damai dan demokratis;
(3) Mengembangkan kehidupan demokrasi politik
dan demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila
dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat
dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia;
dan
(4) Mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh
rakyat Indonesia.
Pasal 10
Tujuan Khusus
Tujuan khusus PRD pendirian adalah:
(1) Meningkatkan kesadaran politik anggota
dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam
penyelenggaraan kegiatan politik dan
pemerintahan;
(2) Memperjuangkan cita-cita PRD dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara; dan
(3) Membangun etika dan budaya politik yang
berkepribadian nasional dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pasal 11
Fungsi
PRD berfungsi sebagai sarana:
(1) Pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat
luas agar menjadi warga negara Indonesia
yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam
Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

21

kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara;
(2) Penciptaan iklim yang dinamis dan kondusif
bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia
dalam kerangka menghadapi penjajahan gaya
baruuntuk kesejahteraan masyarakat;
(3) Penyerap, penghimpun, dan penyalur aspirasi
politik masyarakat dalam merumuskan dan
menetapkan kebijakan negara;
(4) Partisipasi politik warga negara Indonesia;
(5) Rekrutmen politik dalam proses pengisian
jabatan publik yang berperspektif keadilan
gender melalui mekanisme demokrasi dengan
meningkatkan kesadaran tentang kesetaraan
antara perempuan dan laki-laki;dan
(6) Membangun kepribadian nasional yang
bermartabat dalam hubungan dan kerjasama
yang damai dengan bangsa-bangsa lain.
BAB VI
KEANGGOTAAN
Pasal 12
Keanggotaan
(1) Tiap-tiap Warga Negara Indonesia yang berusia
tujuh belas tahun atau telah menikah,tanpa
membedakan asal-usul suku, ras, agama,
golongan yang setuju kepada asas, visi, misi,
cita-cita, pokok-pokok perjuangan, dan tujuan
22

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

pendirian PRD dapat menjadi Anggota PRD.
(2) Keanggotaan dalam PRD terdiri menjadi tiga
jenis, yaitu:
a) Anggota Biasa;
b) Kader;
c) Anggota Kehormatan.
(3) Ketentuan tentang hak, kewajiban, dan
hal lainterkait keanggotaan diatur dalam
Anggaran Rumah Tangga.
BAB VII
KONGRES, RAPAT PIMPINAN NASIONAL
DAN PERMUSYAWARATAN PARTAI
Pasal 13
Jenjang Permusyawaratan
Jenjang permusyawaratan pengambil keputusan
dalam PRD adalah sebagai berikut:
1) Kongres;
2) Kongres Luar Biasa, disingkat KLB;
3) Rapat Pimpinan Nasional, disingkat
Rapimnas;
4) Musyawarah Wilayah, disingkat Muswil;
5) Musyawarah Wilayah Luar Biasa, disingkat
Muswilub;
6) Musyawarah Kabupaten/Musyawarah Kota,
disingkat Muskab/Muskot;
7) Musyawarah Kabupaten Luar Biasa/
Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

23

Musyawarah Kota Luar Biasa, disingkat
Muskablub/Muskotlub;
8) Musyawarah Kecamatan, disingkat Muscam;
9) Musyawarah Kecamatan Luar Biasa,
disingkat Muscamlub;
10) Musyawarah Desa/Musyawarah Kelurahan,
disingkat Musdes/Muskel;
11) Musyawarah Desa Luar Biasa/Musyawarah
Kelurahan Luar Biasa, disingkat Musdeslub/
Muskelub;
12) Musyawarah Basis, disingkat Musbas.
Pasal 14
Kongres
(1) Kongres
merupakan
wujudpelaksanaan
kedaulatan Anggota dan pemegang kekuasaan
tertinggi Partai.
(2) Kongres dilaksanakan 1 (satu) kali dalam 5
(lima) tahun.
(3) Kongres memiliki wewenang:
a) Menilai
pertanggungjawaban
dan
mendemisionerkan KPP PRD yang
dipilih pada periode sebelumnya;
b) Melakukan evaluasi atas perjalanan Partai;
c) Membahas, menganalisa, dan menyimpulkan situasi nasional dan internasional;
d) Menetapkan program dan strategi-taktik
perjuangan;
24

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

e) Mengubah dan/atau menetapkan kembali
Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga;
f) Mengangkat Ketua Umum, Sekretaris
Jenderal dan Tim Formatur;
g) Menetapkan keputusan lain yang dinilai
penting.
(4) Kongres diikuti oleh:
a) Peserta, yang terdiri dari:
-

Pimpinan Harian Komite Pimpinan Pusat;

-

Pengurus Bidang, Departemen,
Komisaris Nasional;

-

Tiga orang perwakilan dari tiap-tiap
organisasi
sayap/onderbouw
Partai
tingkat Pusat;

-

Satu orang perwakilan dari tiap-tiap
Lembaga Partai tingkat pusat;

-

Tiga orang pengurus Komite Pimpinan
Wilayah (KPW) atau yang dimandatkan
oleh KPW;

-

Tiga orang pengurus Komite Pimpinan
Kabupaten/Komite Pimpinan Kota (KPK)
atau yang dimandatkan oleh KPK;

-

Satu orang perwakilan dari tiap-tiap
Komite Perwakilan luar negeri;

-

Kader yang terpilih sebagai Anggota
Dewan Perwakilan Rakyat Republik
Indonesia (DPR RI);

dan

Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

25

-

Kader yang terpilih sebagai Kepala
Daerah atau Wakil Kepala Daerah;

-

Perwakilan fraksi di DPRD Provinsi dan
DPRD Kabupaten/Kota;

-

Tambahan perwakilan dari tiap-tiap KPK
dihitung berbasiskan jumlah kader dan
anggota yang penentuan kuota delegasi
per KPK diputuskan oleh KPP.

b) Peninjau, yang terdiri dari:
-

Anggota Majelis Pertimbangan Partai;

-

Perwakilan organisasi yang memiliki
kesamaan-kesamaan prinsip dari dalam
dan luar negeri;

-

Individu yang direkomendasikan oleh
Komite PimpinanPusat.

(5) Setiap Peserta Kongres memiliki:
a. Hak bicara;
b. Hak suara;
c. Hak memilih dan dipilih.
(6) Setiap Peninjau Kongres hanya memiliki hak
bicara.
(7) Kongres diselenggarakan oleh Komite Pimpinan Pusat.

26

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Pasal 15
Kongres Luar Biasa
(1) Kongres Luar Biasa adalah pengambil
keputusan tertinggi setara Kongres yang
diselenggarakan dalam keadaan luar biasa;
(2) Kongres Luar Biasa dapat diselenggarakan
dengan persetujuan sekurang-kurangnyadua
per tiga (2/3) jumlah KPW dan dua per tiga
(2/3) jumlah KPK di tiap-tiap KPW;
(3) Kongres Luar Biasa diselenggarakan oleh
Komite Pimpinan Pusat.
Pasal 16
Rapat Pimpinan Nasional
(1) Rapat Pimpinan Nasional adalah pembuat
keputusan tertinggi setelah Kongres.
(2) Rapat Pimpinan Nasional dilaksanakan
sekurang-kurangnya satu (1) kali dalam 1
(satu) tahun.
(3) Rapat Pimpinan Nasional dihadiri oleh:
a) Pimpinan Harian Komite Pimpinan
Pusat;
b) Tiga orang pengurus KPW atau yang
dimandatkan oleh KPW;
c) Satu orang perwakilan dari tiap-tiap
organisasi sayap;
d) Satu orang dari tiap-tiap lembaga;
e) Satu orang dari Komite Perwakilan luar
Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

27

negeri yang ditunjuk oleh KPP;
f) Peninjau yang direkomendasikan oleh
KPP.
(4) Rapat Pimpinan Nasional memiliki
wewenang:
a) Melakukan evaluasi terhadap aktifitas
dan perkembangan Partai;
b) Menilai perkembangan situasi nasional
dan internasional;
c) Mempertajam program dan kebijakan
kerja Partai yang sejalan strategi dan
taktik yang ditetapkan oleh Kongres;
d) Membentuk dan menetapkan Badan
Kehormatan Partai;
e) Menetapkan dan mengajukan Calon
Presiden dan Calon Wakil Presiden
Republik Indonesia;
f)

Menunjuk Pejabat Sementara Ketua
Umum dan/atau Pejabat Sementara
Sekretaris Jenderal bilamana yang
bersangkutan berhalangan tetap;

g) Membuat ketetapan dan resolusi yang
dianggap perlu.
(5) Rapat Pimpinan Nasional diselenggarakan
oleh Komite Pimpinan Pusat.

28

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Pasal 17
Musyawarah Wilayah
(1) Musyawarah Wilayah merupakan wujud
pelaksanaan kedaulatan Anggota dan
pemegang kekuasaan tertinggi Partai di
tingkat Provinsi.
(2) Musyawarah Wilayah dilaksanakan 1 (satu)
kali dalam 5 (lima) tahun.
(3) Musyawarah Wilayah memiliki wewenang:
a) Menilai laporan pertanggungjawaban dan
mendemisionerkan Komite Pimpinan
Wilayah yang dipilih pada periode
sebelumnya;
b) Melakukan evaluasi atas perjalanan Partai
di tingkat Provinsi;
c) Membahas,
menganalisa,
menyimpulkan situasi daerah;

dan

d) Menjabarkan program dan strategi-taktik
perjuangan di tingkat provinsi sesuai
Ketetapan dan Keputusan Kongres, Rapat
Pimpinan Nasional, dan Komite Pimpinan
Pusat;
e) Memilih Ketua KPW, Sekretaris KPW,
dan Anggota Tim Formatur;
f) Menetapkan keputusan lain dalam lingkup
wilayah kerjanya yang dinilai penting.
(4) Musyawarah Wilayah diikuti oleh:
a) Peserta, yang terdiri dari:
Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

29

-

Pimpinan
Wilayah;

Harian

Komite

Pimpinan

-

Pengurus Bidang, Departemen,
Komisaris Regional;

-

Tiga orang pengurus Komite Pimpinan
Kabupaten/Komite Pimpinan Kota (KPK)
atau yang dimandatkan oleh KPK;

-

Satu orang pengurus Komite Pimpinan
Kecamatan
(KPKc)
atau
yang
dimandatkan oleh KPKc;

-

Dua orang perwakilan dari tiap-tiap
organisasi sayap Partai di tingkat Wilayah;

-

Satu orang perwakilan dari tiap-tiap
Lembaga Partai di tingkat Wilayah;

-

Kader yang terpilih sebagai Anggota
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD) di Provinsi setempat;

-

Kader yang terpilih sebagai Kepala
Daerah atau Wakil Kepala Daerah;

-

Tambahan perwakilan dari tiap-tiap KPK
dihitung berbasiskan jumlah kader dan
anggota yang penentuan kuota delegasi
per KPK diputuskan oleh KPW.

dan

b) Petugas yang ditunjuk oleh Komite
Pimpinan Pusat;
c) Peninjau, yang terdiri dari:
-
30

Anggota Majelis Pertimbangan Partai di
tingkat Wilayah;

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

-

Perwakilan organisasi yang memiliki
kesamaan-kesamaan prinsip di tingkat
Wilayah;

-

Individu yang direkomendasikan oleh
KPW.

(5) Setiap Peserta Musyawarah Wilayah memiliki:
a. Hak bicara;
b. Hak suara;
c. Hak memilih dan dipilih.
(6) Peninjau Musyawarah Wilayah hanya memiliki
hak bicara.
(7) Petugas yang ditunjuk oleh Komite Pimpinan
Pusat memiliki hak bicara.
(8) Musyawarah Wilayah diselenggarakan oleh
Komite Pimpinan Wilayah.
Pasal 18
Musyawarah Wilayah Luar Biasa
(1) Musyawarah Wilayah Luar Biasa adalah
pengambil keputusan setara Musyawarah
Wilayah yang diselenggarakan dalam keadaan
luar biasa;
(2) Musyawarah Wilayah Luar Biasa dapat
diselenggarakan dengan persetujuan sekurangkurangnyadua per tiga (2/3) jumlah KPK;
(3) Musyawarah
Wilayah
Luar
Biasa
diselenggarakan oleh Komite Pimpinan
Wilayah.
Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

31

Pasal 19
Musyawarah Kabupaten dan Musyawarah
Kota
(1) Musyawarah Kabupaten atau Musyawarah
Kota
merupakan
wujud
pelaksanaan
kedaulatan Anggota dan pemegang kekuasaan
tertinggi Partai di tingkat Kabupaten atau Kota.
(2) Musyawarah Kabupaten atau Musyawarah
Kota dilaksanakan 1 (satu) kali dalam 5 (lima)
tahun.
(3) Musyawarah Kabupaten atau Musyawarah
Kota memiliki wewenang:
a) Menilai laporan pertanggungjawaban dan
mendemisionerkan Komite Pimpinan
Kabupaten atau Komite Pimpinan Kota
yang dipilih pada periode sebelumnya;
b) Melakukan evaluasi atas perjalanan Partai
di tingkat Kabupaten atau Kota;
c) Membahas,
menganalisa,
menyimpulkan situasi daerah;

dan

d) Menjabarkan program dan strategi-taktik
perjuangan di tingkat kabupaten atau kota
sesuai Ketetapan dan Keputusan badanbadan Partai di atasnya;
e) Memilih Ketua KPK, Sekretaris KPK,
dan Anggota Tim Formatur;
f) Menetapkan keputusan lain dalam lingkup
wilayah kerjanya yang dinilai penting.
32

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

(4) Musyawarah Kabupaten atau Musyawarah
Kota diikuti oleh:
a) Peserta, yang terdiri dari:
-

Pimpinan Harian Komite Pimpinan
Kabupaten atau Komite Pimpinan Kota;

-

Pengurus Bidang dan Departemen;

-

Tiga orang pengurus Komite Pimpinan
Kecamatan
(KPKc)
atau
yang
dimandatkan oleh KPKc;

-

Satu orang pengurus Komite Pimpinan
Desa (KPD)/Komite Pimpinan Kelurahan
(KPL) atau yang dimandatkan oleh KPD/
KPL;

-

Dua orang perwakilan dari tiap-tiap
organisasi sayap Partai di tingkat
Kabupaten atau Kota;

-

Satu orang perwakilan dari tiap-tiap
Lembaga Partai di tingkat Kabupaten atau
Kota;

-

Kader yang terpilih sebagai Anggota
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD) di Kabupaten atau Kota setempat;

-

Kader yang terpilih sebagai Kepala
Daerah atau Wakil Kepala Daerah;

-

Tambahan perwakilan dari tiap-tiap
KPKcdihitung berbasiskan jumlah kader
dan anggota yang penentuan kuota
delegasi per KPKc diputuskan oleh KPK.
Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

33

a) Petugas yang ditunjuk oleh Komite
Pimpinan Wilayah;
b) Peninjau, yang terdiri dari:
-

Anggota Majelis Pertimbangan Partai di
tingkat Kabupaten atau Kota;

-

Perwakilan organisasi yang memiliki
kesamaan-kesamaan prinsip di tingkat
Kabupaten atau Kota;

-

Individu yang direkomendasikan oleh
KPK.

(5) Setiap Peserta Musyawarah Kabupaten atau
Musyawarah Kota memiliki:
a. Hak bicara;
b. Hak suara;
c. Hak memilih dan dipilih.
(6) Peninjau Musyawarah Kabupaten atau
Musyawarah Kota hanya memiliki hak bicara.
(7) Petugas yang ditunjuk oleh oleh Komite
Pimpinan Wilayah memiliki hak bicara.
(8) Musyawarah Kabupaten atau Musyawarah
Kota diselenggarakan oleh Komite Pimpinan
Kabupaten atau Komite Pimpinan Kota.
Pasal 20
Musyawarah Kabupaten Luar
Musyawarah Kota Luar Biasa

Biasa

dan

(1) Musyawarah Kabupaten Luar Biasa atau
Musyawarah Kota Luar Biasa adalah
pengambil keputusan setara Musyawarah
34

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Kabupaten atau Musyawarah Kota yang
diselenggarakan dalam keadaan luar biasa;
(2) Musyawarah Kabupaten Luar Biasa atau
Musyawarah Kota Luar Biasa dapat
diselenggarakan dengan persetujuan sekurangkurangnyadua per tiga (2/3) jumlah KPKc;
(3) Musyawarah Kabupaten Luar Biasa atau
Musyawarah Kota Luar Biasa diselenggarakan
oleh Komite Pimpinan Kabupaten atau Komite
Pimpinan Kota.
Pasal 21
Musyawarah Kecamatan
(1) Musyawarah Kecamatan merupakan wujud
pelaksanaan kedaulatan Anggota dan
pemegang kekuasaan tertinggi Partai di
tingkat Kecamatan.
(2) Musyawarah Kecamatan dilaksanakan 1
(satu) kali dalam 5 (lima) tahun.
(3) Musyawarah Kecamatan memiliki wewenang:
a) Menilai laporan pertanggungjawaban dan
mendemisionerkan Komite Pimpinan
Kecamatan yang dipilih pada periode
sebelumnya;
b) Melakukan evaluasi atas perjalanan Partai
di tingkat Kecamatan;
c) Membahas,
menganalisa,
menyimpulkan situasi Kecamatan;

dan

Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

35

d) Menjabarkan program dan strategi-taktik
perjuangan di tingkat Kecamatan sesuai
Ketetapan dan Keputusan badan-badan
Partai di atasnya;
e) Memilih Ketua KPKc, Sekretaris KPKc,
dan Anggota Tim Formatur;
f) Menetapkan keputusan lain dalam lingkup
wilayah kerjanya yang dinilai penting.
(4) Musyawarah Kecamatan diikuti oleh:
a) Peserta, yang terdiri dari:

36

-

Pimpinan Harian
Kecamatan;

-

Pengurus Biro;

-

Tiga orang pengurus Komite Pimpinan
Desa (KPD)/Komite Pimpinan Kelurahan
(KPL) atau yang dimandatkan oleh KPD/
KPL;

-

Satu orang pengurus Komite Basis
(Kombas) atau yang dimandatkan oleh
Kombas;

-

Tiga orang perwakilan dari tiap-tiap
organisasi sayap Partai di tingkat
Kecamatan;

-

Satu orang perwakilan dari tiap-tiap
Lembaga Partai di tingkat Kecamatan;

-

Kader yang terpilih sebagai Anggota
Badan Perwakilan Desa;

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Komite

Pimpinan

-

Kader yang terpilih sebagai Kepala Desa;

-

Tambahan perwakilan dari tiap-tiap
Kombas dihitung berbasiskan jumlah
kader dan anggota yang penentuan kuota
delegasi per Kombas diputuskan oleh
KPKc.

b) Petugas yang ditunjuk oleh Komite
Pimpinan Kabupaten atau Komite
Pimpinan Kota;
c) Peninjau, yang terdiri dari:
-

Perwakilan organisasi yang memiliki
kesamaan-kesamaan prinsip di tingkat
Kecamatan;

-

Individu yang direkomendasikan oleh
KPKc.

(5) Setiap Peserta Musyawarah Kecamatan
memiliki:
a) Hak bicara;
b) Hak suara;
c) Hak memilih dan dipilih.
(6) Peninjau Musyawarah Kecamatan hanya
memiliki hak bicara.
(7) Petugas yang ditunjuk oleh oleh Komite
Pimpinan Kabupaten atau Komite Pimpinan
Kota memiliki hak bicara.
(8) Musyawarah Kecamatan diselenggarakan
oleh Komite Pimpinan Kecamatan.
Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

37

Pasal 22
Musyawarah Kecamatan Luar Biasa
(1) Musyawarah Kecamatan Luar Biasa adalah
pengambil keputusan setara Musyawarah
Kecamatan yang diselenggarakan dalam
keadaan luar biasa;
(2) Musyawarah Kecamatan Luar Biasa dapat
diselenggarakan dengan persetujuan sekurangkurangnyadua per tiga (2/3) jumlah KPD/KPL;
(3) Musyawarah
Kecamatan
Luar
Biasa
diselenggarakan oleh Komite Pimpinan
Kecamatan.
Pasal 23
Musyawarah Desa dan Musyawarah
Kelurahan
(1) Musyawarah Desa atau Musyawarah
Kelurahan merupakan wujud pelaksanaan
kedaulatan Anggota dan pemegang kekuasaan
tertinggi Partai di tingkat Desa atau Kelurahan.
(2) Musyawarah Desa atau Musyawarah
Kelurahan dilaksanakan 1 (satu) kali dalam 5
(lima) tahun.
(3) Musyawarah Desa atau Musyawarah
Kelurahan memiliki wewenang:
a) Menilai laporan pertanggungjawaban dan
mendemisionerkan Komite Pimpinan
Desa atau Komite Pimpinan Kelurahan
yang dipilih pada periode sebelumnya;
38

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

b) Melakukan evaluasi atas perjalanan Partai
di tingkat Desa atau Kelurahan;
c) Membahas,
menyimpulkan
Kelurahan;

menganalisa,
situasi
Desa

dan
atau

d) Menjabarkan program dan strategi-taktik
perjuangan di tingkat Desa atau Kelurahan
sesuai Ketetapan dan Keputusan badanbadan Partai di atasnya;
e) Memilih Ketua KPD/KPL, Sekretaris
KPD/KPL, dan Anggota Tim Formatur;
f) Menetapkan keputusan lain dalam lingkup
wilayah kerjanya yang dinilai penting.
(4) Musyawarah Desa atau Kelurahan diikuti oleh:
a) Peserta, yang terdiri dari:
-

Komite Pimpinan Desa atau Komite
Pimpinan Kelurahan;

-

Tiga orang pengurus Komite Basis
(Kombas) atau yang dimandatkan oleh
Kombas;

-

Satu orang perwakilan dari tiap-tiap
organisasi sayap Partai di tingkat Desa/
Kelurahan;

-

Satu orang perwakilan dari tiap-tiap
Lembaga Partai di tingkat Desa atau
Kelurahan;

-

Kader yang terpilih sebagai Anggota
Badan Perwakilan Desa;
Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

39

-

Kader yang terpilih sebagai Kepala Desa;

-

Kader yang terpilih sebagai Ketua RT dan
Ketua RW;

-

Seluruh Anggota dengan mempertimbangkan aspek teknis.

a) Petugas yang ditunjuk oleh Komite
Pimpinan Kecamatan;
b) Peninjau, yang terdiri dari:
-

Perwakilan organisasi yang memiliki
kesamaan-kesamaan prinsipil di tingkat
Desa/Kelurahan;

-

Individu yang direkomendasikan oleh
KPD/KPL.

(5) Setiap Peserta Musyawarah Desa
Musyawarah Kelurahan memiliki:

atau

a) Hak bicara;
b) Hak suara;
c) Hak memilih dan dipilih.
(6) Peninjau Musyawarah Desa atau Musyawarah
Kelurahan hanya memiliki hak bicara.
(7) Petugas yang ditunjuk oleh oleh Komite
Pimpinan Kecamatan memiliki hak bicara.
(8) Musyawarah Desa atau Musyawarah Kelurahan
diselenggarakan oleh Komite Pimpinan Desa
atau Komite Pimpinan Kelurahan.

40

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Pasal 24
Musyawarah Desa Luar Biasa dan
Musyawarah Kelurahan Luar Biasa
(1) Musyawarah Desa Luar Biasa atau
Musyawarah Kelurahan Luar Biasa adalah
pengambil keputusan setara Musyawarah
Desa atau Musayawarah Kelurahan yang
diselenggarakan dalam keadaan luar biasa;
(2) Musyawarah Desa Luar Biasa atau
Musyawarah Kelurahan Luar Biasa dapat
diselenggarakan
dengan
persetujuan
sekurang-kurangnyadua per tiga (2/3) jumlah
Komite Basis;
(3) Musyawarah Desa Luar Biasa atau
Musyawarah
Kelurahan
Luar
Biasa
diselenggarakan oleh Komite Pimpinan Desa
atau Komite Pimpinan Kelurahan.
Pasal 25
Musyawarah Basis
(1) Musyawarah Basis merupakan wujud
pelaksanaan kedaulatan Anggota dan
pemegang kekuasaan tertinggi Partai di
tingkat RT, RW, atau Dusun.
(2) Musyawarah
kebutuhan.

Basis

diselenggarakansesuai

(3) Musyawarah Basis memiliki wewenang:
a) Menilai laporan pertanggungjawaban dan
mendemisionerkan Komite Basis;
Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

41

b) Melakukan evaluasi atas perjalanan Partai
di tingkat RT, RW, atau Dusun;
c) Membahas,
menganalisa,
dan
menyimpulkan situasi RT, RW, atau
Dusun;
d) Menjabarkan program dan strategi-taktik
perjuangan di tingkat RT, RW, atau Dusun
sesuai Ketetapan dan Keputusan badanbadan Partai di atasnya;
e) Memilih Ketua Komite Basis, Sekretaris
Komite Basis, dan Bendahara Komite
Basis;
f) Menetapkan keputusan lain dalam lingkup
wilayah kerjanya yang dinilai penting.
(4) Musyawarah Basis diikuti oleh seluruh
Anggota PRD di tingkat RT, RW, atau Dusun
setempat.
BAB VIII
STRUKTUR ORGANISASI,
KELENGKAPAN DAN PERANGKAT
PARTAI
Pasal26
Struktur Organisasi
(1) Struktur organisasi PRD tersusun sebagai
berikut:
a) Organisasi PRD tingkat Pusat, disebut
Komite Pimpinan Pusat, disingkat KPP;
42

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

b) Organisasi PRD tingkat Provinsi, disebut
Komite Pimpinan Wilayah, disingkat
KPW;
c) Organisasi PRD tingkat Kabupaten
atau Kota, disebut Komite Pimpinan
Kabupaten/Komite
Pimpinan
Kota,
disingkat KPK;
d) Organisasi PRD tingkat Kecamatan,
disebut Komite Pimpinan Kecamatan,
disingkat KPKc;
e) Organisasi PRD tingkat Desa atau
Kelurahan, disebut Komite Pimpinan
Desa, disingkat KPD, atau Komite
Pimpinan Kelurahan, disingkat KPL;
f) Organisasi PRD tingkat RT atau RW atau
dusun, disebut Komite Basis, disingkat
Kombas.
(2) Perwakilan PRD di luar negeri disebut
Komite Perwakilan yang dikoordinasikan
langsung oleh Komite Pimpinan Pusat
(KPP);
(3) Ketentuan lebih lanjut tentang Komite
Perwakilan sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) di atas diatur dalam Anggaran
Rumah Tangga.

Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

43

Pasal 27
Kelengkapan Partai
(1) Kelengkapan Partai dapat dibentuk sesuai
kebutuhan di tiap-tiap tingkatan;
(2) Kelengkapan Partai di tingkat Pusat terdiri
dari:
a) Bidang;
b) Departemen;
c) Komisaris Nasional.
(3) Kelengkapan Partai di tingkat Wilayah terdiri
dari:
a) Bidang;
b) Departemen;
c) Komisaris Regional.
(4) Kelengkapan Partai di tingkat Kabupaten/
Kota terdiri dari:
a) Bidang
b) Departemen
(5) Kelengkapan Partai di tingkat Kecamatan
disebut Biro;
(6) Ketentuan lebih lanjut tentang Kelengkapan
Partai sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
sampai ayat (5) di atas diatur dalam Anggaran
Rumah Tangga.
Pasal 28
Perangkat Partai
(1) Perangkat Partai terdiri dari Lembaga Partai,
44

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Organisasi Sayap atau onderbouw Partai, dan
Fraksi.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai Perangkat
Partai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di
atas diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
Pasal 29
Kuota Perempuan
Struktur kepengurusan Partai di setiap tingkatan
wajib diisi oleh sekurang-kurangnya tiga puluh
persen perempuan dari seluruh jumlah pengurus.
BAB IX
MAJELIS PERTIMBANGAN PARTAI
Pasal 30
Majelis Pertimbangan Partai
(1) Majelis Pertimbangan Partai, disingkatMPP,
adalah lembaga pertimbangan Partai yang
bersifat konsultatif dengan fungsi memberikan
usulan, saran, dan nasehat kepada Komite
Pimpinan Partai sesuai dengan tingkatannya;
(2) MPP dapat dibentuk sesuai kebutuhan dari
tingkat pusat sampai ke tingkat kabupaten/
kota;
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai MPP diatur
dalam Anggaran Rumah Tangga.

Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

45

BAB X
KEDUDUKAN, TUGAS,DAN WEWENANG
Pasal 31
Komite Pimpinan Pusat
(1) Komite Pimpinan Pusat adalah badan
pelaksana tertinggi Ketetapan Kongres dan
Rapat Pimpinan Nasional;
(2) Komite Pimpinan Pusat adalah badan pembuat
keputusan hariantertinggi untuk menjabarkan
aspek-aspek praktis dari Ketetapan Kongres
dan Rapat Pimpinan Nasional;
(3) Komite Pimpinan Pusatberkedudukan di
Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia;
(4) Komite Pimpinan Pusat dipimpin oleh
Pimpinan Harian yang terdiri dari Ketua
Umum, Wakil Ketua Umum-Wakil Ketua
Umum, Sekretaris Jenderal, Wakil Sekretaris
Jenderal-Wakil Sekretaris Jenderal, Bendahara
Umum, dan Wakil Bendahara Umum-Wakil
Bendahara Umum;
(5) Ketentuan lebih lanjut tentang fungsi dan
tugas Ketua Umum, Wakil Ketua Umum,
Sekretaris Jenderal, Wakil Sekretaris Jenderal,
Bendahara Umum, dan Wakil Bendahara
Umum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga;
(6) Komite Pimpinan Pusatmemiliki wewenang:
a) Bertindak keluar untuk dan atas nama
PRD;
46

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

b) Menyusun dan menetapkan Peraturan
Partai;
c) Membentuk atau mengesahkan lembaga,
organisasi sayap/onderbouw, dan fraksi
Partai;
d) Mengangkat dan/atau memberhentikan
pengurus Bidang, Departemen, Komisaris
Nasional, lembaga, organisasi sayap/
onderbouw, dan fraksi Partai;
e) Mengangkat dan/atau memberhentikan
Anggota Majelis Pertimbangan Partai;
f) Mengesahkan dan/atau membekukan
kepengurusan Komite Pimpinan Wilayah
dan Komite Pimpinan Kabupaten/Komite
Pimpinan Kota;
g) Membentuk
dan/atau
membekukan
kepengurusan Komite Perwakilan;
h) Ketentuan
lebih
lanjut
tentang
pembekuan kepengurusan KPW dan
KPK sebagaimana dimaksud pada poin
(f) di atas diatur dalam Anggaran Rumah
Tangga;
i) Menetapkan calon Anggota Legislatif
(DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD
Kabupaten/Kota), serta calon Kepala
Daerah dan/atau Wakil Kepala Daerah
yang diajukan oleh Komite Pimpinan
Partai di bawahnya;
Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

47

j) Ketentuan lebih lanjut tentang mekanisme
pengajuan calon sebagaimana dimaksud
pada poin (i) di atas diatur dalam Anggaran
Rumah Tangga;
k) Menyelesaikan perselisihan kepengurusan
Komite Pimpinan Wilayah dan Komite
Pimpinan Kabupaten/Komite Pimpinan
Kota;
l) Menunjuk pengganti Anggota Pimpinan
Harian yang berhalangan tetap.
(7) Komite Pimpinan Pusatmemiliki tugas:
a) Membuat program dan rencana kerja
tahunan;
b) Menyusun
laporan
mengenai
perkembangan Partai kepada Rapat
Pimpinan Nasional;
c) Menyampaikan laporan
jawaban kepada Kongres;

pertanggung

d) Meluaskan pengaruh Partai melalui media
publikasi dalam berbagai jenis;
e) Membangun kerjasama dengan kekuatan
politik lain dalam kerangka visi dan misi
Partai;
f) Menyelenggarakan Kongres atau Kongres
Luar Biasa dan Rapat Pimpinan Nasional;
g) Memperkuat sistem kepartaian, yang
meliputi sistem rekrutmen dan database
keanggotaan, sistem pendidikan dan
48

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

kaderisasi, sistem iuran dan keuangan,
sistem administrasi dan pengarsipan, serta
sistem propaganda Partai.
Pasal 32
Komite Pimpinan Wilayah
(1) Komite Pimpinan Wilayah adalah badan
pelaksana Partai tertinggi di tingkat provinsi;
(2) Komite Pimpinan Wilayah berkedudukan di
ibukota provinsi;
(3) Komite Pimpinan Wilayah dipimpin oleh
Pimpinan Harian yang terdiri dari Ketua,
Wakil Ketua-Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil
Sekretaris-Wakil Sekretaris, Bendahara, dan
Wakil Bendahara-Wakil Bendahara;
(4) Ketentuan lebih lanjut tentang fungsi dan
tugas Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil
Sekretaris, Bendahara, dan Wakil Bendahara
diatur dalam Anggaran Rumah Tangga;
(5) Komite
Pimpinan
wewenang:

Wilayah

memiliki

a) Bertindak keluar untuk dan atas nama
PRD di tingkat provinsi;
b) Mengangkat dan/atau memberhentikan
Pengurus Bidang, Departemen, Komisaris
Regional, lembaga, dan fraksi Partai di
tingkat provinsi;
c) Merekomendasikan kader atau anggota
untuk menjadi pengurus organisasi sayap/
Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

49

onderbouw tingkat provinsi;
d) Mengangkat dan/atau memberhentikan
Anggota Majelis Pertimbangan Partai di
tingkat provinsi;
e) Mengusulkan pembekuan atau perubahan
kepengurusan
Komite
Pimpinan
Kabupaten/Komite Pimpinan Kota kepada
Komite Pimpinan Pusat;
f) Merekomendasikan
calon
Anggota
Legislatif (DPR RI dan DPRD Provinsi),
serta calon Gubernur dan/atau Wakil
Gubernur kepada Komite Pimpinan Pusat.
(6) Komite Pimpinan Wilayah memiliki tugas:
a) Membuat program dan rencana kerja
tahunan;
b) Menyusun laporan reguler kepada Komite
Pimpinan Pusat;
c) Menyampaikan laporan pertanggung
jawaban kepada Musyawarah Wilayah
atau Musyawarah Wilayah Luar Biasa;
d) Meluaskan pengaruh Partai melalui media
publikasi dalam berbagai jenis;
e) Membahas dan merumuskan taktik harian
dalam rangka pembesaran Partai;
f) Menyelenggarakan Musyawarah Wilayah
atau Musyawarah Wilayah Luar Biasa;
g) Memberikan rekomendasi kepada Komite
Pimpinan Pusat terkait perselisihan
50

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

kepengurusan
Komite
Pimpinan
Kabupaten/Komite Pimpinan Kota;
h) Memperkuat sistem kepartaian, yang
meliputi sistem rekrutmen dan database
keanggotaan, sistem pendidikan dan
kaderisasi, sistem iuran dan keuangan,
sistem administrasi dan pengarsipan, serta
sistem propaganda Partai di wilayahnya.
Pasal 33
Komite Pimpinan Kabupaten dan Komite
Pimpinan Kota
(1) Komite Pimpinan Kabupaten atau Komite
Pimpinan Kota adalah badan pelaksana Partai
tertinggi di tingkat Kabupaten atau Kota;
(2) Komite Pimpinan Kabupaten atau Komite
Pimpinan Kota berkedudukan di ibukota
kabupaten atau di kota setempat;
(3) Komite Pimpinan Kabupaten atau Komite
Pimpinan Kota dipimpin oleh Pimpinan
Harian yang terdiri dari Ketua, Wakil KetuaWakil Ketua, Sekretaris, Wakil SekretarisWakil Sekretaris, Bendahara, dan Wakil
Bendahara-Wakil Bendahara;
(4) Ketentuan lebih lanjut tentang fungsi dan
tugas Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil
Sekretaris, Bendahara, dan Wakil Bendahara
diatur dalam Anggaran Rumah Tangga;
(5) Komite Pimpinan Kabupaten atau Komite
Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

51

Pimpinan Kota memiliki wewenang:
a) Bertindak keluar untuk dan atas nama
PRD di tingkat kabupaten/kota;
b) Mengangkat dan/atau memberhentikan
Pengurus Bidang, Departemen, lembaga,
dan fraksi Partai di tingkat kabupaten/
kota;
c) Merekomendasikan kader atau anggota
untuk menjadi pengurus organisasi sayap/
onderbouw tingkat kabupaten/kota;
d) Mengangkat dan/atau memberhentikan
Anggota Majelis Pertimbangan Partai di
tingkat kabupaten/kota;
e) Mengesahkan
kepengurusan
Kecamatan;

dan/atau membekukan
Komite
Pimpinan

f) Merekomendasikan calon Anggota DPRD
Kabupaten, serta calon Bupati dan/atau
Wakil Bupati atau Walikota dan/atau
Wakil Walikota kepada Komite Pimpinan
Pusat;
(6) Komite
Pimpinan
Kabupaten/Komite
Pimpinan Kota memiliki tugas:
a) Membuat program dan rencana kerja
tahunan;
b) Menyusun laporan reguler kepada Komite
Pimpinan Wilayah dan Komite Pimpinan
Pusat;
52

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

c) Menyampaikan laporan pertanggung
jawaban kepada Musyawarah Kabupaten/
Musyawarah Kota atau Musyawarah
Kabupaten Luar Biasa/Musyawarah Kota
Luar Biasa;
d) Meluaskan pengaruh Partai melalui media
publikasi dalam berbagai jenis;
e) Membahas dan merumuskan taktik harian
dalam rangka pembesaran Partai;
Musyawarah
f) Menyelenggarakan
Kabupaten / Musyawarah Kota atau
Musyawarah Kabupaten Luar Biasa/
Musyawarah Kota Luar Biasa;
g) Menyelesaikan perselisihan kepengurusan
Komite Pimpinan Kecamatan;
h) Memperkuat sistem kepartaian, yang
meliputi sistem rekrutmen dan database
keanggotaan, sistem pendidikan dan
kaderisasi, sistem iuran dan keuangan,
sistem administrasi dan pengarsipan, serta
sistem propaganda Partai di wilayahnya.
Pasal 34
Komite Pimpinan Kecamatan
(1) Komite Pimpinan Kecamatan adalah
badan pelaksana Partai tertinggi di tingkat
Kecamatan;
(2) Komite Pimpinan Kecamatanberkedudukan
di ibukota kecamatan;
Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

53

(3) Komite Pimpinan Kecamatan dipimpin oleh
Pimpinan Harian yang terdiri dari Ketua,
Sekretaris, dan Bendahara;
(4) Ketentuan lebih lanjut tentang fungsi dan
tugas Ketua, Sekretaris, dan Bendahara, diatur
dalam Anggaran Rumah Tangga;
(5) Komite Pimpinan
wewenang:

Kecamatan

memiliki

a) Bertindak keluar untuk dan atas nama
PRD di tingkat kecamatan;
b) Mengangkat dan/atau memberhentikan
Pengurus Biro di tingkat kecamatan;
c) Merekomendasikan kader atau anggota
untuk menjadi pengurus organisasi sayap/
onderbouw tingkat kecamatan;
d) Mengesahkan dan/atau membekukan
kepengurusan Komite Pimpinan Desa/
Komite Pimpinan Kelurahan;
e) Merekomendasikan calon Anggota DPRD
Kabupaten, serta calon Bupati dan/atau
Wakil Bupati atau Walikota dan/atau
Wakil Walikota kepada Komite Pimpinan
Kabupaten/Komite Pimpinan Kota;
(6) Komite Pimpinan Kecamatanmemiliki tugas:
a) Membuat program dan rencana kerja
tahunan;
b) Menyusun laporan reguler kepada Komite
Pimpinan Kabupaten/Komite Pimpinan
Kota;
54

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

c) Menyampaikan laporan pertanggung
jawaban kepada Musyawarah Kecamatan
atau Musyawarah Kecamatan Luar Biasa;
d) Meluaskan pengaruh Partai melalui media
publikasi dalam berbagai jenis;
e) Membahas dan merumuskan taktik harian
dalam rangka pembesaran Partai;
f) Menyelenggarakan Musyawarah Kecamatan atau Musyawarah Kecamatan Luar
Biasa;
g) Menyelesaikan perselisihan kepengurusan
Komite Pimpinan Desa/Komite Pimpinan
Kelurahan;
h) Memperkuat sistem kepartaian, yang
meliputi sistem rekrutmen dan database
keanggotaan, sistem pendidikan dan
kaderisasi, sistem iuran dan keuangan,
sistem administrasi dan pengarsipan, serta
sistem propaganda Partai di wilayahnya.
Pasal 35
Komite Pimpinan Desa dan Komite Pimpinan
Kelurahan
(1) Komite Pimpinan Desa/Komite Pimpinan
Kelurahan adalah badan pelaksana Partai
tertinggi di tingkat Desa/Kelurahan;
(2) Komite Pimpinan Desa/Komite Pimpinan
Kelurahan berkedudukan di desa/kelurahan
setempat;
Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

55

(3) Komite Pimpinan Desa/Komite Pimpinan
Kelurahan dipimpin oleh Pimpinan Harian
yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan
Bendahara;
(4) Ketentuan lebih lanjut tentang fungsi dan
tugas Ketua, Sekretaris, dan Bendahara, diatur
dalam Anggaran Rumah Tangga;
(5) Komite Pimpinan Desa/Komite Pimpinan
Kelurahan memiliki wewenang:
a) Bertindak keluar untuk dan atas nama
PRD di tingkat desa/kelurahan;
b) Merekomendasikan kader atau anggota
untuk menjadi pengurus organisasi sayap/
onderbouw tingkat desa/kelurahan;
c) Mengesahkan dan/atau membekukan
kepengurusan Komite Basis;
d) Menetapkan calon Anggota Badan
Perwakilan Desa, calon Anggota Dewan
Kelurahan, dan calon Kepala Desa.
(7) Komite Pimpinan Desa/Komite Pimpinan
Kelurahan memiliki tugas:
a) Membuat program dan rencana kerja;
b) Menyusun laporan reguler kepada Komite
Pimpinan Kecamatan;
c) Menyampaikan laporan pertanggung
jawaban kepada Musyawarah Desa/
Musyawarah Kelurahan atau Musyawarah
56

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Desa Luar Biasa/Musyawarah Kelurahan
Luar Biasa;
d) Meluaskan pengaruh Partai melalui media
publikasi dalam berbagai jenis;
e) Membahas dan merumuskan taktik harian
dalam rangka pembesaran Partai;
f) Menyelenggarakan Musyawarah Desa/
Musyawarah Kelurahan atau Musyawarah
Desa Luar Biasa/Musyawarah Kelurahan
Luar Biasa;
g) Memperkuat sistem kepartaian, yang
meliputi sistem rekrutmen dan database
keanggotaan, sistem pendidikan dan
kaderisasi, sistem iuran dan keuangan,
sistem administrasi dan pengarsipan, serta
sistem propaganda Partai di wilayahnya.
Pasal 36
Komite Basis
(1) Komite Basis adalah badan pelaksana Partai
di tingkat basis;
(2) Komite Basis berkedudukan di RT/RW/Dusun
setempat;
(3) Komite Basis memiliki wewenang:
a) Bertindak keluar untuk dan atas nama
PRD di tingkat RT/RW/Dusun;
b) Menetapkan calon Ketua RT, calon Ketua
RW, dan/atau calon Kepala Dusun.
Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

57

(4) Komite Basis memiliki tugas:
a) Membuat program kerja;
b) Menyusun laporan reguler kepada
Komite Pimpinan Desa/Komite Pimpinan
Kelurahan;
c) Menyampaikan laporan pertanggung
jawaban kepada Musyawarah Basis;
d) Meluaskan pengaruh Partai melalui media
publikasi dalam berbagai jenis;
e) Membahas dan merumuskan taktik harian
dalam rangka pembesaran Partai;
f) Mengajak dan mendorong warga di RT/
RW/Dusun setempat untuk mempraktekkan demokrasi Pancasila yang partisipatoris;
g) Menyelenggarakan Musyawarah Basis;
h) Memperkuat sistem kepartaian, yang
meliputi sistem rekrutmen dan database
keanggotaan, sistem pendidikan dan
kaderisasi, sistem iuran dan keuangan,
sistem administrasi dan pengarsipan, serta
sistem propaganda Partai di wilayahnya.
BAB XI
RAPAT-RAPAT PARTAI
Pasal 37
Rapat Partai di Tingkat Pusat
(1) Rapat-Rapat Partai di tingkat Pusat, yaitu:
58

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

a) Rapat Pimpinan Harian Komite Pimpinan
Pusat;
b) Rapat Pleno Komite Pimpinan Pusat;
c) Rapat Konsultasi;
d) Rapat Koordinasi;
e) Rapat-Rapat Kelengkapan Partai;
f) Rapat-Rapat Perangkat Partai;
g) Rapat Majelis Pertimbangan Partai;
(2) Ketentuan lebih lanjut tentang Rapat-Rapat
Partai di tingkat Pusat sebagaimana dimaksud
pada Ayat (1) di atas diatur dalam Anggaran
Rumah Tangga.
Pasal 38
Rapat Partai di Tingkat Wilayah
(1) Rapat-Rapat Partai di tingkat Wilayah, yaitu:
a) Rapat Pimpinan Harian Komite Pimpinan
Wilayah;
b) Rapat Pleno Komite Pimpinan Wilayah;
c) Rapat Konsultasi;
d) Rapat-Rapat Kelengkapan Partai;
e) Rapat-Rapat Perangkat Partai;
f) Rapat Majelis Pertimbangan Partai;
(2) Ketentuan lebih lanjut tentang Rapat-Rapat
Partai di tingkat Wilayah sebagaimana
dimaksud pada Ayat (1) di atas diatur dalam
Anggaran Rumah Tangga.
Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

59

Pasal 39
Rapat Partai di Tingkat Kabupaten atau Kota
(1) Rapat-Rapat Partai di tingkat Kabupaten atau
Kota, yaitu;
a) Rapat Pimpinan Harian Komite Pimpinan
Kabupaten atau Pimpinan Harian Komite
Pimpinan Kota;
b) Rapat Pleno Komite Pimpinan Kabupaten
atau Komite Pimpinan Kota;
c) Rapat Konsultasi;
d) Rapat-Rapat Kelengkapan Partai;
e) Rapat-Rapat Perangkat Partai;
f) Rapat Majelis Pertimbangan Partai;
(2) Ketentuan lebih lanjut tentang Rapat-Rapat
Partai di tingkat Kabupaten atau tingkat Kota
sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) di atas
diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
Pasal 40
Rapat Partai di Tingkat Kecamatan
(1) Rapat-Rapat Partai di tingkat Kecamatan,
yaitu;
a) Rapat Pimpinan Harian Komite Pimpinan
Kecamatan;
b) Rapat Pleno Komite Pimpinan Kecamatan;
c) Rapat-Rapat Kelengkapan Partai;
d) Rapat-Rapat Perangkat Partai;
60

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

(2) Ketentuan lebih lanjut tentang Rapat-Rapat
Partai di tingkat Kecamatan sebagaimana
dimaksud pada Ayat (1) di atas diatur dalam
Anggaran Rumah Tangga.
Pasal 41
Rapat Partai di Tingkat Desa atau Kelurahan
(1) Rapat Partai di tingkat Desa atau Kelurahan,
yaitu;
a) Rapat Pimpinan Harian Komite Pimpinan
Desa atau Pimpinan Harian Komite
Pimpinan Kelurahan;
b) Rapat Pleno Komite Pimpinan Desa atau
Komite Pimpinan Kelurahan;
(2) Ketentuan lebih lanjut tentang RapatRapat Partai di tingkat Desa atau Kelurahan
sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) di atas
diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
Pasal 42
Rapat Partai di Tingkat Basis
(1) Rapat-Rapat Partai di tingkat Basis, yaitu:
a) Rapat Komite Basis;
b) Rapat Umum Anggota;
(2) Ketentuan lebih lanjut tentang Rapat-Rapat
Partai di tingkat Basis sebagaimana dimaksud
pada Ayat (1) di atas diatur dalam Anggaran
Rumah Tangga.
Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

61

BAB XII
KONFERENSI-KONFERENSI PARTAI
Pasal 43
Konferensi Partai
(1) Partai dapat menyelenggarakan Konferensi
untuk membahas,mendalami, dan membangun
kohesifitas pandangan dan gerak Partai atas
suatu pokok persoalan tertentu;
(2) Konferensi diselenggarakan oleh Komite
Pimpinan Partai sesuai tingkatannya;
(3) Hasil konferensi bersifat usulan atau
rekomendasi yang digunakan sebagai bahan
pertimbangan dalam pengambilan keputusan
Partai;
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai kepesertaan
Konferensidiatur oleh Komite Pimpinan Partai
penyelenggara Konferensi.
BAB XIII
PRINSIP KERJA ORGANISASI
Pasal 44
Prinsip Kerja Organisasi
Organisasi Partai bekerja dengan prinsip
Kepemimpinan Demokratik, yaitu demokratis
dalam proses pengambilan keputusan dan
terpimpin dalam pelaksanaannya, dengan
penjabaran sebagai berikut:
62

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

(1) Badan dan Struktur yang lebih rendah serta
tiap-tiap Anggota mematuhi, tunduk dan
mengikuti kepemimpinan badan dan struktur
yang lebih tinggi;
(2) Badan dan Struktur yang lebih tinggi
memperhatikan dan mempelajari setiap
laporan, data, informasi, usulan dan kritik dari
Badan dan Struktur yang lebih rendah dan atau
dari Anggota sebagai panduan pengambilan
keputusan;
(3) Keputusan dibuat berdasarkan diskusi yang
teliti, mendalam, dan penuh perhitungan;
(4) Setiap tingkat Struktur PRD dibimbing oleh
mekanisme evaluasi yang harus dilaksanakan
secara rutin dan berkala sebagai syarat
membangun dan memperkuat kolektivisme;
(5) Perdebatan Anggota dilangsungkan secara
demokratis sebelum pengambilan keputusan,
dan setelah pengambilan keputusan seluruh
Anggota wajib menjalankan keputusan
tersebut secara bulat.
BAB XIV
TATA URUTAN ATURAN PARTAI
Pasal 45
Tata Urutan Aturan Partai
Tata urutan aturan Partai tersusun sebagai berikut:
(1) Ketetapan Kongres
Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

63

(2) Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga
(3) Ketetapan Rapat Pimpinan Nasional
(4) Peraturan Partai
(5) Surat Keputusan Komite Pimpinan Pusat
(6) Ketetapan Musyawarah Wilayah
(7) Surat Keputusan Komite Pimpinan Wilayah
(8) Ketetapan Musyawarah Kabupaten/
Musyawarah Kota
(9) Surat Keputusan Komite Pimpinan
Kabupaten/Komite Pimpinan Kota
(10) Ketetapan Musyawarah Kecamatan
(11) Surat Keputusan Komite Pimpinan
Kecamatan
(12) Ketetapan Musyawarah Desa/Musyawarah
Kelurahan
(13) Surat Keputusan Komite Pimpinan Desa/
Komite Pimpinan Kelurahan
(14) Ketetapan Musyawarah Basis
(15) Surat Keputusan Komite Basis
BAB XV
PERSELISIHAN INTERNAL
Pasal 46
Penyelesaian Perselisihan Internal
(1) Penyelesaian perselisihan terkait kepengurusan
di tingkat Komite Pimpinan Pusat diputuskan
oleh Badan Kehormatan Partai;
64

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

(2) Penyelesaian perselisihan terkait kepengurusan di tingkat Komite Pimpinan Wilayah
diputuskan oleh Komite Pimpinan Pusat;
(3) Penyelesaian perselisihan terkait kepengurusan di tingkat Komite Pimpinan Kabupaten/
Komite Pimpinan Kota diputuskan diputuskan oleh Komite Pimpinan Pusat berdasarkan
saran dan masukan dari Komite Pimpinan
Wilayah;
(4) Penyelesaian perselisihan terkait kepengurusan di tingkat Komite Pimpinan Kecamatan,
Komite Pimpinan Desa/Komite Pimpinan
Kelurahan, dan Komite Basis diputuskan
oleh struktur Komite Pimpinan Partai satu
tingkat di atasnya.
Pasal 47
Badan Kehormatan
(1) Badan
Kehormatan
berdasarkan ketetapan
Nasional;

Partai
Rapat

dibentuk
Pimpinan

(2) Komposisi Badan Kehormatan Partai terdiri
dari Ketua, Sekretaris, dan tiga orang Anggota;
(3) Badan Kehormatan Partai bekerja paling
lambat enam puluh hari dalam menyelesaikan
setiap kasus perselisihan;
(4) Keputusan Badan Kehormatan Partai bersifat
final dan mengikat.

Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

65

BAB XVI
KEUANGAN PARTAI
Pasal 48
Keuangan Partai
Keuangan Partai adalah semua hak dan kewajiban
Partai yang dapat dinilai dengan uang, berupa
uang, atau barang serta segala bentuk kekayaan
yang dimiliki dan menjadi tanggungjawab Partai.
Pasal 49
Sumber Keuangan
Sumber keuangan Partai berasal dari:
(1) Iuran Anggota;
(2) Sumbangan yang sah dan tidak mengikat;
(3) Hibah;
(4) Sumbangan wajib Anggota Partai yang terpilih
sebagai pejabat publik;
(5) Usaha-usahalain yang sah sesuai UndangUndang.
Pasal 50
Pengelolaan Keuangan
Semua pemasukan dan pengeluaran keuangan
Partai dipertanggungjawabkan oleh Komite
Pimpinan Partai kepada Kongres dan Musyawarah
Partai sesuai tingkatannya.

66

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

BAB XVII
LAMBANG, BENDERA, DAN LAGU
Pasal 51
Lambang Partai
Lambang Partai berbentuk empat persegi
panjang dengan perbandingan lebar terhadap
panjang adalah 3:2 berwarna dasar putih dengan
garis bingkai berwarna merah,yang di dalam
bingkai tersebut,pada bagian atas,terdapat bujur
sangkar berwarna merah dan di dalam bujur
sangkartersebut tertera gambar bintang kuning
yang dilingkari setengah lingkaran roda gerigi
berjumlah sembilan berwarna hitamdi sisikiri,dan
di bawah bujur sangkar tersebut tertera tulisan
“PRD” berwarna merah dan “PARTAI RAKYAT
DEMOKRATIK” berwarna hitam di bagian paling
bawah.
Pasal 52
Bendera Partai
Bendera Partai berwarna dasar putih berbentuk
empat persegi panjang dengan perbandingan
lebar terhadap panjang adalah 2:3 yang ditengahtengahnya tercantumLambang Partai.
Pasal 53
Makna Lambang dan Bendera Partai
(1) Warna dasar putih bermakna perjuangan yang
tulus dan suci.
Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

67

(2) Warna merah bermakna menyala-nyalanya
semangat perjuangan dan keberanian Rakyat
Indonesia.
(3) Bintang berwarna kuning bermakna tujuan
mulia dari perjuangan Rakyat Indonesia.
(4) Roda gerigi berwarna hitam berjumlah
sembilan bermakna rakyat yang menjadi
tenaga penggerak perubahan menuju tujuan
dan cita-cita perjuangan.
Pasal 54
Lagu Partai
(1) Lagu Partai terdiri dari Mars dan Hymne;
(2) Mars Partai adalah “Mars Partai Rakyat
Demokratik”;
(3) Hymne Partai adalah “Darah Juang”.
BAB XVIII
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 55
Ketentuan Peralihan
Selama struktur Partai berdasarkan Anggaran Dasar
ini dan Anggaran Rumah Tangga belum terbentuk,
maka struktur dan komposisi kepengurusan yang
telah ditetapkan sebelumnya masih tetap berlaku.

68

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

BAB XIX
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 56
Ketentuan Penutup
(1) Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran
Dasar ini diatur dalam Anggaran Rumah
Tangga atau Peraturan Partai.
(2) Anggaran Dasar ini mulai berlaku sejak
tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
Tanggal 26 Maret 2015
Kongres Ke-8 Partai Rakyat Demokratik
Pimpinan Sidang:
Wahida Baharuddin Upa (Ketua),
Saiful Laode (Sekretaris).

Anggaran Dasar Partai Rakyat Demokratik

69

70

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Anggaran Rumah Tangga
Partai Rakyat Demokratik

Anggaran Rumah Tangga Partai Rakyat Demokratik

71

BAB I
KEANGGOTAAN
Pasal 1
Pengertian Anggota Biasa, Kader, dan
Anggota Kehormatan
(1) Anggota Biasa adalah tiap-tiap orang yang
telah berikrar sebagai Anggota Partai melalui
mekanisme yang ditentukan Partai, bersedia
menjalankan program serta kebijakankebijakan Partai, dan memegang kartu tanda
anggota.
(2) Kader adalahanggota yang telah teruji
militansi, dedikasi dan loyalitasnya terhadap
Partai dan perjuangan Rakyat serta telah
melalui jenjang pendidikan kader.
(3) Anggota Kehormatan adalah individu yang
berjasa terhadap Partai dan perjuangan Rakyat
yang ditetapkan sebagai Anggota Kehormatan
oleh Rapat Pimpinan Nasional atau Kongres
berdasarkan usulan Komite Pimpinan Pusat
atau Komite Pimpinan Wilayah.
Pasal 2
Hak dan Kewajiban Anggota
(1) Setiap Anggota memiliki hak:
a) Memilih dan dipilih untuk kepengurusan
Partai;
b) Dipilih untuk bertugas dalam jabatan72

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

jabatan politik;
c) Mendapatkan pendidikan Partai secara
terorganisir dan sistematis;
d) Mendapatkan
informasi
tentang
perkembangan Partai;
e) Melakukan pembelaan diri jika dikenakan
sanksi;
f) Memberikan penilaian, usulan, saran, dan
kritik untuk kemajuan Partai.
(2) Setiap Anggota memiliki kewajiban:
a) Menjaga nama baik dan menjunjung
tinggi kehormatan Partai;
b) Menjalankan garis-garis kebijakan Partai
yang telah ditetapkan;
c) Mematuhi aturan dan keputusan Partai;
d) Menjalankan tugas yang diberikan oleh
Partai;
e) Membayar iuran anggota.
Pasal 3
Hak dan Kewajiban Kader
(1) Hak Kader:
a) Setiap kader memiliki hak yang sama
sebagaimana Hak Anggota yang diatur
pada Pasal 2 Ayat (1) tercantum di atas;
b) Mendapatkan prioritas dalam pengisian
kepengurusan Partai dan jabatan-jabatan
politik;
c) Ketentuan lebih lanjut tentang prioritas
sebagaimana disebutkan pada poin (a) di
Anggaran Rumah Tangga Partai Rakyat Demokratik

73

atas diatur dalam Peraturan Partai atau
Surat Keputusan Komite Pimpinan Partai.
(2) Kewajiban Kader:
a) Setiap kader memiliki kewajiban yang
sama sebagaimana Kewajiban Anggota
yang diatur pada Pasal 2 Ayat (2)
tercantum di atas;
b) Menjadi tulang punggung dan tenaga inti
penggerak Partai;
Pasal 4
Hak dan Kewajiban Anggota Kehormatan
(1) Hak Anggota Kehormatan:
a) Memberikan saran, usulan, dan kritikan
yang dianggap penting dalam rangka
memajukan Partai;
b) Mendapatkan
informasi
tentang
perkembangan Partai;
c) Diajukan oleh Partai untuk menduduki
jabatan publik.
(1) Kewajiban Anggota Kehormatan adalah
menjaga nama baik dan menjunjung tinggi
kehormatan Partai.
Pasal 5
Ikrar Anggota
Setiap orang yang telah memenuhi syarat untuk
diterima sebagai Anggota wajib mengucapkan
ikrar sebagai berikut:
74

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

“Demi terwujudnya masyarakat adil dan
makmur tanpa penindasan manusia atas
manusia dan tanpa penindasan bangsa
atas bangsa, dengan bersungguh-sungguh
aku bertekad akan selalu membaktikan diri
dalam perjuangan Rakyat serta setia pada
cita-cita Partai.
Semoga Yang Maha Kuasa merestui
perjuangan ini.”
Pasal 6
Hilangnya Keanggotaan
Keanggotaan dinyatakan hilang apabila:
(1) Meninggal dunia;
(2) Mengundurkan diri secara tertulis;
(3) Menjadi anggota partai politik lain;
(4) Diberhentikan.
BAB II
PENGHARGAAN DAN SANKSI
Pasal 7
Penghargaan
(1) Partai dapat memberikan penghargaan atas
prestasi kerja kepartaian yang dilakukan oleh
anggota.
(2) Ketentuan lebih lanjut tentang pemberian
penghargaan sebagaimana dimaksud pada
Anggaran Rumah Tangga Partai Rakyat Demokratik

75

ayat (1) di atas diatur dalam Peraturan Partai
atau Surat Keputusan Komite Pimpinan Pusat.
Pasal 8
Sanksi
(1) Partai menjatuhkan sanksi kepada anggota
yang melakukan tindakan indisipliner.
(2) Jenis dan tingkatan sanksi yang dijatuhkan
berupa:
a) Teguran lisan;
b) Teguran tertulis;
c) Pembebanan kerja kepartaian dan/atau
materi;
d) Skorsing;
e) Pemberhentian.
Pasal 9
Prinsip Penjatuhan Sanksi
(1) Jenis dan tingkatan sanksi yang dijatuhkan
harus sesuai dengan bobot kesalahan;
(2) Penjatuhan sanksi bermakna
kecuali sanksi pemberhentian;

re-edukasi,

(3) Penjatuhan sanksi diputuskan atas dasar
diskusi yang teliti, cermat, mendalam, dan
penuh perhitungan;
(4) Sebelum sanksi dijatuhkan, anggota yang
akan dikenai sanksi diberi kesempatan untuk
melakukan pembelaan diri;
76

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

(5) Anggota yang dijatuhkan sanksi mendapatkan
rehabilitasi apabila kemudian terbukti tidak
bersalah.
Pasal 10
Mekanisme Penjatuhan Sanksi
(1) Sanksi diberikan oleh Komite Pimpinan Partai
di setiap tingkatan;
(2) Sanksi berupa teguran
maksimal tiga (3) kali;

lisan

diberikan

(3) Sanksi teguran lisan dan teguran tertulis dapat
diberikan di setiap Komite Pimpinan Partai
dengan kewajiban untuk melaporkannya
kepada struktur yang lebih tinggi;
(4) Pemberian sanksi skorsing dan pemecatan
kepada anggota Pimpinan Harian Komite
Pimpinan Kabupaten atau Komite Pimpinan
Kota dilakukan oleh Komite Pimpinan
Wilayah dan harus mendapat persetujuan dari
Komite Pimpinan Pusat;
(5) Pemberian sanksi skorsing dan pemecatan
kepada anggota Pimpinan Harian Komite
Pimpinan Wilayah dilakukan oleh Komite
Pimpinan Pusat;
(6) Pemberian sanksi skorsing dan pemecatan
kepada anggota Pimpinan Harian Komite
Pimpinan Pusat dilakukan oleh Rapat
Pimpinan Nasional;
(7) Peninjauan sanksi dilakukan oleh struktur
Anggaran Rumah Tangga Partai Rakyat Demokratik

77

yang lebih tinggi dari struktur yang memberi
sanksi.
BAB III
FUNGSI KERJA STRUKTUR
Pasal 11
Fungsi Kerja Struktur Tingkat Pusat
(1) Ketua Umum
bertugas:

Komite

Pimpinan

Pusat

a) Memimpin perjuangan Partai di lapangan
politik;
b) Memimpin kerja-kerja Partai dalam
berhubungan dan membangun kerjasama
dengan pihak lain;
(2) Wakil Ketua Umum bertugas membantu
Ketua Umum dalam kerja-kerja politik sesuai
bidangnya.
(3) Sekretaris Jenderal bertugas:
a) Memimpin dan memaksimalkan kerjakerja di bidang ideologi dan organisasi
yang ditangani oleh Wakil Sekretaris
Jenderal;
b) Menyelaraskan
aspek-aspek
kerja
ideologi, politik, dan organisasi;
c) Berkoordinasi dengan Bendahara Umum
untuk memaksimalkan sistem tata
keuangan Partai.
(4) Wakil Sekretaris Jenderal bertugas membantu
78

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Sekretaris Jenderal dalam kerja-kerja sesuai
bidangnya.
(5) Bendahara Umum
a) Memimpin kerja-kerja pencarian dan
penggalangan dana Partai;
b) Mengelola serta mengatur penggunaan
dana partai.
(6) Wakil Bendahara Umum bertugas membantu
Bendahara
Umum
dalam
kerja-kerja
kebendaharaan.
Pasal 12
Fungsi Kerja Struktur Tingkat Wilayah
(1) Ketua Komite Pimpinan Wilayah (KPW)
bertugas:
a) Memimpin perjuangan Partaidi lapangan
politik tingkat Provinsi;
b) Memimpin kerja-kerja Partai dalam
berhubungan dan membangun kerjasama
dengan pihak lain di tingkat provinsi;
(2) Wakil Ketua KPW bertugas membantu
Ketua KPW dalam kerja-kerja politik sesuai
bidangnya.
(3) Sekretaris KPW bertugas:
a) Memimpin dan memaksimalkan kerjakerja di bidang ideologi dan organisasi
yang ditangani oleh Wakil Sekretaris
KPW di tingkat provinsi;
b) Menyelaraskan
aspek-aspek
kerja
Anggaran Rumah Tangga Partai Rakyat Demokratik

79

ideologi, politik, dan organisasi di wilayah
kerjanya;
c) Berkoordinasi dengan Bendahara KPW
untuk memaksimalkan sistem tata
keuangan Partai.
(4) Wakil Sekretaris KPW bertugas membantu
Sekretaris KPW dalam kerja-kerja sesuai
bidangnya.
(5) Bendahara KPW bertugas:
a) Memimpin kerja-kerja pencarian dan
penggalangan dana Partai di wilayah
kerjanya;
b) Mengelola serta mengatur penggunaan
dana partai di tingkat KPW.
(6) Wakil Bendahara KPW bertugas membantu
Bendahara
KPW
dalam
kerja-kerja
kebendaharaan.
Pasal 13
Fungsi Kerja Struktur Tingkat Kabupaten
dan Kota
(1) Ketua Komite Pimpinan Kabupaten/Komite
Pimpinan Kota (KPK) bertugas:
a) Memimpin perjuangan Partaidi lapangan
politik tingkat Kabupaten/Kota;
b) Memimpin kerja-kerja Partai dalam
berhubungan dan membangun kerjasama
dengan pihak lain di tingkat kabupaten/
kota;
80

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

(2) Wakil Ketua KPK bertugas membantu
Ketua KPK dalam kerja-kerja politik sesuai
bidangnya.
(3) Sekretaris KPK bertugas:
a) Memimpin dan memaksimalkan kerjakerja di bidang ideologi dan organisasi
yang ditangani oleh Wakil Sekretaris KPK
di tingkat kabupaten/kota;
b) Menyelaraskan
aspek-aspek
kerja
ideologi, politik, dan organisasi di wilayah
kerjanya;
c) Berkoordinasi dengan Bendahara KPK
untuk memaksimalkan sistem tata
keuangan Partai.
(4) Wakil Sekretaris KPKbertugas membantu
Sekretaris KPK dalam kerja-kerja sesuai
bidangnya.
(5) Bendahara KPK bertugas:
a) Memimpin kerja-kerja pencarian dan
penggalangan dana Partai di wilayah
kerjanya;
b) Mengelola serta mengatur penggunaan
dana partai di tingkat KPK.
(6) Wakil Bendahara KPK bertugas membantu
Bendahara
KPK
dalam
kerja-kerja
kebendaharaan.

Anggaran Rumah Tangga Partai Rakyat Demokratik

81

Pasal 14
Fungsi Kerja Struktur Tingkat Kecamatan
(1) Ketua Komite Pimpinan Kecamatan (KPKc)
bertugas:
a) Memimpin perjuangan Partaidi lapangan
politik tingkat Kecamatan;
b) Memimpin kerja-kerja Partai dalam
berhubungan dan membangun kerjasama
dengan pihak lain di tingkat kecamatan;
(2) Sekretaris KPKcbertugas:
a) Memimpin dan memaksimalkan kerjakerja di bidang ideologi dan organisasi;
b) Menyelaraskan
aspek-aspek
kerja
ideologi, politik, dan organisasi di wilayah
kerjanya;
c) Berkoordinasi dengan Bendahara KPKc
untuk memaksimalkan sistem tata
keuangan Partai.
(3) Bendahara KPKc bertugas:
a) Memimpin kerja-kerja pencarian dan
penggalangan dana Partai di wilayah
kerjanya;
b) Mengelola serta mengatur penggunaan
dana partai di tingkat KPKc.
Pasal 15
Fungsi Kerja Struktur Tingkat Desa dan
Kelurahan
(1) Ketua
82

Komite

Pimpinan

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Desa/Komite

Pimpinan Kelurahan (KPD/KPL) bertugas:
a) Memimpin perjuangan Partaidi lapangan
politik tingkat desa/kelurahan;
b) Memimpin kerja-kerja Partai dalam
berhubungan dan membangun kerjasama
dengan pihak lain di tingkat desa/
kelurahan;
(2) Sekretaris KPD/KPL bertugas:
a) Memimpin dan memaksimalkan kerjakerja di bidang ideologi dan organisasi di
tingkat desa/kelurahan;
b) Menyelaraskan
aspek-aspek
kerja
ideologi, politik, dan organisasi di wilayah
kerjanya;
c) Berkoordinasi dengan Bendahara KPD/
KPL untuk memaksimalkan sistem tata
keuangan Partai.
(1) Bendahara KPD/KPL bertugas:
a) Memimpin kerja-kerja pencarian dan
penggalangan dana Partai di wilayah
kerjanya;
b) Mengelola serta mengatur penggunaan
dana partai di tingkat KPD/KPL.
Pasal 16
Fungsi Kerja Struktur Tingkat Basis
(1) Ketua Komite Basis bertugas:
a) Memimpin perjuangan Partai di lapangan
politik tingkat RT/RW/Dusun;
Anggaran Rumah Tangga Partai Rakyat Demokratik

83

b) Memimpin kerja-kerja Partai dalam
berhubungan dan membangun kerjasama
dengan pihak lain di tingkat RT/RW/
Dusun;
(2) Sekretaris Basis bertugas:
a) Memimpin dan memaksimalkan kerjakerja di bidang ideologi dan organisasi di
tingkat RT/RW/Dusun;
b) Menyelaraskan
aspek-aspek
kerja
ideologi, politik, dan organisasi di wilayah
kerjanya;
c) Berkoordinasi dengan Bendahara Komite
Basis untuk memaksimalkan sistem tata
keuangan Partai.
(3) Bendahara Komite Basis bertugas:
a) Memimpin kerja-kerja pencarian dan
penggalangan dana Partai di wilayah
kerjanya;
b) Mengelola serta mengatur penggunaan
dana partai di tingkat Basis.
BAB IV
KELENGKAPAN DAN PERANGKAT
PARTAI
Pasal 17
Kelengkapan Partai
(1) Kelengkapan Partai yang menjalankan
fungsi kerja politik disebut Bidang dan
dikoordinasikan oleh Wakil Ketua Umum
84

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

pada struktur Komite Pimpinan Pusat, atau
oleh Wakil Ketua pada struktur Komite
Pimpinan Partai di tingkat daerah.
(2) Kelengkapan Partai yang menjalankan
fungsi kerja ideologi dan organisasi
disebut Departemen dan Komisaris yang
dikoordinasikan oleh Wakil Sekretaris
Jenderal pada struktur Komite Pimpinan
Pusat atau oleh Wakil Sekretaris pada struktur
Komite Pimpinan Partai di tingkat daerah.
(3) Biro dikoordinasikan oleh Sekretaris Komite
Pimpinan Kecamatan.
(4) Ketentuan lainnya tentang Kelengkapan Partai
diatur oleh Komite Pimpinan Pusat.
Pasal 18
Perangkat Partai
(1) Perangkat Partai dalam bentuk lembaga dapat
berupa Badan Pemenangan Pemilu (BPP),
satuan tugas (satgas), lembaga bantuan hukum,
lembaga riset, lembaga bantuan kemanusiaan,
lembaga pendidikan, lembaga sosial-budaya,
atau lembaga lainnya sesuai dengan UndangUndang;
(2) Perangkat Partai dalam bentuk organisasi
sayap atau onderbouw adalah organisasi
massa bersifat nasional yang dibentuk oleh
Partai atau telah terbentuk sebelumnya dan
disahkkan oleh Komite Pimpinan Pusat
Anggaran Rumah Tangga Partai Rakyat Demokratik

85

sebagai organisasi sayap atau onderbouw
Partai;
(3) Perangkat Partai dalam bentuk fraksi adalah
Fraksi Rakyat Demokratik (FRD);
(4) Ketentuan lebih lanjut tentang Perangkat
Partai diatur oleh Komite Pimpinan Pusat.
BAB V
KOMITE PERWAKILAN
Pasal 19
Komite Perwakilan
(1) Komite Perwakilan adalah struktur Partai
yang dibentuk di suatu teritori tertentu di luar
teritori Negara Kesatuan Republik Indonesia;
(2) Komite Perwakilan dipimpin oleh satu orang
ketua dan satu orang sekretaris yang diangkat
dan diberhentikan oleh Komite Pimpinan
Pusat;
(3) Komite Perwakilan bertugas meluaskan
pengaruh Partai di kalangan Warga Negara
Indonesia di teritori tertentu serta menjalin
hubungan dengan organisasi atau lembaga
lain atas mandat dan/atau persetujuan dari
Komite Pimpinan Pusat.

86

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

BAB VI
MAJELIS PERTIMBANGAN PARTAI
Pasal 20
Majelis Pertimbangan Partai
(1) Majelis Pertimbangan Partai dikoordinasikan
oleh satu orang ketua dan satu orang sekretaris
yang ditentukan berdasarkan musyawarahmufakat;
(2) Jumlah Anggota Majelis PertimbanganPartai
sebanyak-banyaknya 15 (lima belas) orang.
BAB VII
PEMBEKUAN KEPENGURUSAN
Pasal 21
Sebab Pembekuan
Pembekuan kepengurusan dapat dilakukan dalam
situasi force majeure atau keadaan luar biasa,
seperti:
(1) Mayoritas pengurus Komite Pimpinan Wilayah
dan/atau Komite Pimpinan Kabupaten/Komite
Pimpinan Kota tidak dapat menjalankan tugas
sesuai dengan AD/ART Partai;
(2) Mayoritas pengurus Komite Pimpinan Wilayah
dan/atau Komite Pimpinan Kabupaten/Komite
Pimpinan Kota berhalangan tetap.

Anggaran Rumah Tangga Partai Rakyat Demokratik

87

Pasal 22
Kepengurusan Sementara
Dalam hal terjadi pembekuan kepengurusan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21Anggaran
Rumah Tanggadi atas maka Komite Pimpinan
Pusat wajib menunjuk dan menetapkan struktur
sementara atau caretaker hingga terbentuknya
struktur defenitif hasil Musyawarah Partai.
BAB VIII
REKRUTMEN CALON PEJABAT PUBLIK
Pasal 23
Prinsip Penjaringan
(1) Rekrutmen untuk penjaringan calon pejabat
publik oleh Partai bersifat terbuka dan
demokratis;
(2) Proses penjaringan calon pejabat publik harus
memperhatikan aspek dedikasi, loyalitas,
kapasitas, prestasi, dan peluang kemenangan.
Pasal 24
Mekanisme Penjaringan
(1) Proses penjaringan calon anggota legislatif
untuk tingkat pusat dilakukan oleh Komite
Pimpinan Pusat;
(2) Proses penjaringan calon anggota legislatif
dan calon kepala daerah dan/atau calon wakil
kepala daerah untuk tingkat provinsi dilakukan
88

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

oleh Komite Pimpinan Wilayah dan hasilnya
direkomendasikan kepada Komite Pimpinan
Pusat untuk dapat ditetapkan;
(3) Proses penjaringan calon anggota legislatif
dan calon kepala daerah dan/atau calon wakil
kepala daerah untuk tingkat kabupaten/kota
dilakukan oleh Komite Pimpinan Kabupaten/
Komite Pimpinan Kota dan hasilnya
dilaporkan kepada Komite Pimpinan Wilayah
serta direkomendasikan kepada Komite
Pimpinan Pusat untuk dapat ditetapkan;
(4) Bakal calon anggota legislatif tingkat
provinsi harus mendapatkan rekomendasi dari
sekurang-kurangnya satu Komite Pimpinan
Kabupaten/Komite Pimpinan Kota.
(5) Bakal calon anggota legislatif tingkat
kabupaten/kota
harus
mendapatkan
rekomendasi dari sekurang-kurangnya satu
Komite Pimpinan Kecamatan.
(6) Ketentuan lebih lanjut terkait tata
cararekrutmen pejabat publikdiatur dalam
Surat Keputusan Komite Pimpinan Pusat.
BAB IX
RAPAT-RAPAT
Pasal 25
Tata Cara Rapat
Tata cara rapat Partai adalah sebagai berikut:
Anggaran Rumah Tangga Partai Rakyat Demokratik

89

(1) Setiap rapat Partai dipimpin oleh pimpinan
rapat yang terdiri dari seorang ketua dan
seorang sekretaris;
(2) Setiap rapat Partai didokumentasikan secara
tertulis, dibuatkan berita acaranya dan
ditandatangani oleh pimpinan rapat.
Pasal 26
Rapat Partai di Tingkat Pusat
(1) Rapat Pimpinan Harian Komite Pimpinan
Pusat diikuti oleh Ketua Umum, Wakil-Wakil
Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, WakilWakil Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum,
dan Wakil-Wakil Bendahara Umum;
(2) Rapat Pimpinan Harian Komite Pimpinan
Pusat diselenggarakan sekurang-kurangnya
satu kali dalam satu bulan;
(3) Rapat Pleno Komite Pimpinan Pusat diikuti
oleh Pimpinan Harian Komite Pimpinan
Pusat, Bidang, Departemen, Komisaris
Nasional, serta perwakilan dari organisasi
sayap/onderbouw dan lembaga Partai;
(4) Rapat Pleno Komite Pimpinan Pusat
diselenggarakan sekurang-kurangnya satu
kali dalam tiga bulan;
(5) Rapat
Konsultasidapat
diselenggarakan
sewaktu-waktu oleh Komite Pimpinan Pusat
untuk mendapatkan masukan dari Majelis
Pertimbangan Partai tingkat Pusat;
90

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

(6) Rapat Koordinasidapat diselenggarakan
sewaktu-waktu antar Bidang, Departemen,
Komisaris Nasional, atau Lembaga dan Sayap
Organisasi Partai yang dikoordinasikan oleh
Pimpinan Harian;
(7) Rapat Bidang, Rapat Departemen, dan
Komisaris Nasional diselenggarakan sesuai
dengan kebutuhan.
Pasal 27
Rapat Partai di Tingkat Wilayah
(1) Rapat Pimpinan Harian Komite Pimpinan
Wilayah diikuti oleh Ketua KPW, WakilWakil Ketua KPW, Sekretaris KPW, WakilWakil Sekretaris KPW, Bendahara KPW, dan
Wakil-Wakil Bendahara KPW;
(2) Rapat Pimpinan Harian Komite Pimpinan
Wilayah diselenggarakan sekurang-kurangnya
satu kali dalam satu bulan;
(3) Rapat Pleno Komite Pimpinan Wilayah diikuti
oleh Pimpinan Harian Komite Pimpinan
Wilayah, Bidang, Departemen, Komisaris
Regional,serta perwakilan dari organisasi
sayap/onderbouw dan lembaga Partai di
tingkat wilayah;
(4) Rapat Pleno Komite Pimpinan Wilayah
diselenggarakan sekurang-kurangnya satu
kali dalam tiga bulan;
(5) Rapat

Konsultasi

dapat

diselenggarakan

Anggaran Rumah Tangga Partai Rakyat Demokratik

91

sewaktu-waktu oleh Komite Pimpinan
Wilayah untuk mendapatkan masukan dari
Majelis Pertimbangan Partai tingkat Wilayah;
(6) Rapat Koordinasi dapat diselenggarakan
sewaktu-waktu antar Bidang, Departemen,
Komisaris Regional, atau Lembaga dan
Sayap Organisasi/Onderbouw Partai yang
dikoordinasikan oleh Pimpinan Harian Partai
tingkat Wilayah;
(7) Rapat Bidang,Rapat Departemen, dan
Komisaris Regional diselenggarakan sesuai
dengan kebutuhan.
Pasal 28
Rapat Partai di Tingkat Kabupaten/Kota
(1) Rapat Pimpinan Harian Komite Pimpinan
Kabupaten/Komite Pimpinan Kota diikuti
oleh Ketua KPK, Wakil-Wakil Ketua KPK,
Sekretaris KPK, Wakil-Wakil Sekretaris KPK,
Bendahara KPK, dan Wakil-Wakil Bendahara
KPK;
(2) Rapat Pimpinan Harian Komite Pimpinan Kabupaten/Komite Pimpinan Kota diselenggarakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu
bulan;
(3) Rapat Pleno Komite Pimpinan Kabupaten/
Komite Pimpinan Kota diikuti oleh Pimpinan
Harian Komite Pimpinan Kabupaten/Komite
Pimpinan Kota, Bidang, Departemen, serta
92

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

perwakilan dari organisasi sayap/onderbouw
dan lembaga Partai di tingkat Kabupaten/
Kota;
(4) Rapat Pleno Komite Pimpinan Kabupaten/
Komite Pimpinan Kota diselenggarakan
sekurang-kurangnya satu kali dalam tiga
bulan;
(5) Rapat Konsultasi dapat diselenggarakan
sewaktu-waktu oleh Komite Pimpinan Kabupaten/Komite Pimpinan Kota untuk mendapatkan masukan dari Majelis Pertimbangan Partai tingkat Kabupaten/Kota;
(6) Rapat Koordinasi dapat diselenggarakan
sewaktu-waktu antar Bidang, Departemen, atau
Lembaga dan Sayap Organisasi/Onderbouw
Partai yang dikoordinasikan oleh Pimpinan
Harian Partai tingkat Kabupaten/Kota;
(7) Rapat Bidang, Rapat Departemen, diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan.
Pasal 29
Rapat Partai di Tingkat Kecamatan
(1) Rapat Pimpinan Harian Komite Pimpinan
Kecamatan
diselenggarakan
sekurangkurangnya satu kali dalam satu bulan;
(2) Rapat Pleno Komite Pimpinan Kecamatan
diikuti oleh Pimpinan Harian Komite
Pimpinan Kecamatan dan jajaran Komite
Pimpinan Kecamatan lainnya;
Anggaran Rumah Tangga Partai Rakyat Demokratik

93

(3) Rapat Pleno Komite Pimpinan Kecamatan
diselenggarakan sekurang-kurangnya satu
kali dalam tiga bulan;
(4) Rapat Koordinasi dapat diselenggarakan
sewaktu-waktu antar Biro atau Lembaga dan
Sayap Organisasi/Onderbouw Partai yang
dikoordinasikan oleh Pimpinan Harian Partai
tingkat Kecamatan;
(5) Rapat Biro diselenggarakan sesuai dengan
kebutuhan.
Pasal 30
Rapat Partai di Tingkat Desa/Kelurahan
(1) Rapat Pimpinan Harian Komite Pimpinan
Desa/Komite
Pimpinan
Kelurahan
diselenggarakan sekurang-kurangnya satu
kali dalam satu bulan;
(2) Rapat Pleno Komite Pimpinan Komite
Pimpinan Desa/Komite Pimpinan Kelurahan
diikuti oleh Pimpinan Harian Komite
Pimpinan Desa/Komite Pimpinan Kelurahan
dan jajaran Komite Pimpinan Desa/Komite
Pimpinan Kelurahan lainnya;
(3) Rapat Pleno Komite Pimpinan Desa/Komite
Pimpinan
Kelurahan
diselenggarakan
sekurang-kurangnya satu kali dalam tiga
bulan.

94

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Pasal 31
Rapat Partai di Tingkat Basis
(1) Rapat Komite Basis diselenggarakan
sekurang-kurangnya satu kali dalam satu
bulan;
(2) Rapat Umum Anggota adalah Musyawarah
Basis dan diselenggarakan sesuai kebutuhan.
Pasal 32
Rapat Majelis Pertimbangan Partai
(1) Rapat
Majelis
Pertimbangan
Partai
diselenggarakan di tiap-tiap tingkatan;
(2) Rapat
Majelis
Pertimbangan
diselenggarakan sesuai kebutuhan.

Partai

BAB X
KEUANGAN PARTAI
Pasal 33
Iuran Anggota
(1) Setiap anggota PRD wajib membayar iuran
anggota;
(2) Iuran anggota dihimpun secara periodik;
(3) Besar iuran anggota ditentukan oleh Komite
Pimpinan Pusat;
(4) Besar iuran anggota Partai yang terpilih
sebagai pejabat publiksebesar dua puluh lima
persen dari penghasilan yang diterima;
Anggaran Rumah Tangga Partai Rakyat Demokratik

95

(5) Persentase alokasi pengelolaan iuran anggota
adalah sebagai berikut:
a) Lima puluh persen dikelola oleh Komite
Basis;
b) Sepuluh persen dikelola oleh Komite
Pimpinan
Desa/Komite
Pimpinan
Kelurahan;
c) Sepuluh persen dikelola oleh Komite
Pimpinan Kecamatan;
d) Sepuluh persen dikelola oleh Komite
Pimpinan Kabupaten/Komite Pimpinan
Kota;
e) Sepuluh persen dikelola oleh Komite
Pimpinan Wilayah;
f) Sepuluh persen dikelola oleh Komite
Pimpinan Pusat.
BAB XI
PENGGUNAAN LAMBANG, BENDERA,
DAN LAGU PARTAI
Pasal 34
Tata Cara Penggunaan
Tata cara penggunaan lambang, bendera, dan lagu
Partai diatur dalam Peraturan Partai dan Surat
Keputusan Komite Pimpinan Pusat.

96

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

BAB XII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 35
Ketentuan Penutup
(1) Segala sesuatu yang belum diatur dalam
Anggaran Rumah Tangga ini akan ditentukan
melalui Peraturan Partai dan/atau Surat
Keputusan Komite Pimpinan Pusat;
(2) Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak
tanggal ditetapkan;
(3) Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga merupakan satu kesatuan yang tidak
terpisahkan dan hanya dapat diubah melalui
Kongres.
(4) Dalam hal terjadi perbedaan penafsiran
terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga maka yang digunakan adalah
penafsiran Komite Pimpinan Pusat.
Ditetapkan di Jakarta
Tanggal 26 Maret 2015
Kongres Ke-8 Partai Rakyat Demokratik
Pimpinan Sidang:
Wahida Baharuddin Upa (Ketua),
Saiful Laode (Sekretaris)

Anggaran Rumah Tangga Partai Rakyat Demokratik

97

98

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Lampiran
Anggaran Dasar
Anggaran Rumah Tangga
Partai Rakyat Demokratik

Lampiran AD - ART Partai Rakyat Demokratik

99

Lambang
Partai Rakyat Demokratik

100

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Bendera
Partai Rakyat Demokratik

Lampiran AD - ART Partai Rakyat Demokratik

101

Mars
Partai Rakyat Demokratik

102

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Himne
Partai Rakyat Demokratik
Darah Juang
Cipt. John Tobing
Di sini neg’ri kami,
Tempat padi terhampar,
Samud’ranya kaya raya,
Neg’ri kami subur Tuhan.
Di neg’ri permai ini,
Berjuta rakyat bersimbah luka,
Anak kurus tak sekolah,
Pemuda desa tak kerja,
Reff:
Mereka dirampas haknya,
Tergusur dan lapar,
Bunda relakan darah juang kami,
‘tuk membebaskan rakyat,
Mereka dirampas haknya,
Tergusur dan lapar,
Bunda relakan darah juang kami,
Padamu kami berbakti,
Padamu kami mengabdi.

Lampiran AD - ART Partai Rakyat Demokratik

103

Bagan Organisasi
Partai Rakyat Demokratik

KONGRES

RAPIMNAS

B K

K P P

MPP

K P W

MPP

K P K

MPP

KPKc

KPD / KPL

KOMBAS

Keterangan
1.
2.

104

= Garis Instruktif
= Garis Konsultatif

AD - ART Partai Rakyat Demokratik

Pengurus Harian KPP-PRD
Periode 2015-2020

Agus Priyono,
Ketua Umum

Dominggus Oktavianus,
Sekretaris Jenderal

Yudi Budi Wibowo,
Bendahara Umum

Harris B.A. Sitorus,
Wakil Ketua Umum

Alif Kamal,
Wakil Ketua Umum

Wahida Baharuddin Upa,
Wakil Ketua Umum

AJ Susmana,
Wakil Ketua Umum

Lukman Hakim,
Wakil Ketua Umum

Binbin Firman Tresnadi,
Wakil Sekretaris Jenderal

Ahmad Rifai,
Wakil Sekretaris Jenderal

Rudi Hartono,
Wakil Sekretaris Jenderal

Mawardi,
Wakil Sekretaris Jenderal

Dewa Putu Adiwibawa,
Wakil Sekretaris Jenderal

Kelik Ismunanto,
Wakil Bendahara Umum

Diena Mondong,
Wakil Bendahara Umum

Lampiran AD - ART Partai Rakyat Demokratik

105

106

AD - ART Partai Rakyat Demokratik