You are on page 1of 33

MATERIAL SAFETY DATA

SHEET
(MSDS)

(Beracun, korosif, mudah terbakar atau meledak)

MEMILIKI NALURI UNTUK MENCEGAH DAN


MENGHINDARI SERTA MENANGGULANGI
KECELAKAAN KIMIA YANG MUNGKIN TERJADI

Identifikasi bahan
Nama bahan kimia dengan disertai :
Nomor urut lembar data keselamatan
atau LKB (nomor Indonesia)
CAS (Chemical Abstract Service)
Registry Number International
Sinonim, yakni nama lain dari bahan
tersebut, baik dalam nama kimia
maupun nama dagang
Berat molekul
1.

Label Bahaya
Memberikan gambaran sifat bahaya.
Ada dua jenis label bahaya (PBB dan
NFPA/Amerika)
3. Informasi Singkat
Jenis bahan, wujud bahan dan bahaya
utama.
4. Sifat-sifat bahaya
Secara umum ada 3:
a. Bahaya kesehatan
b. Bahaya kebakaran
c. Bahaya reaktivitas
2.

5.

6.

Sifat Fisika
Titik didih, tekanan uap (kemudahan zat
membentuk uap)
Berat jenis uap
Kelarutan
Keselamatan dan Pengamanan
Penanganan dan penyimpanan (handling dan
storage), yakni usaha keselamatan yang
dilakukan apabila bekerja atau menyimpan bahan
Tumpahan atau bocoran, yakni usaha-usaha
pengamanan apabila terjadi tumpahan atau
bocoran bahan kimia

Pertolongan pertama
Pemadaman api
7. Informasi lingkungan

Rangking

Bahaya Kesehatan
(kotak kiri, Biru)

Bahaya kebakaran
(kotak atas, merah)

Bahaya reaktifitas
(kotak kanan,
kuning)

Penyebab kematian,
cedera fatal meskipun
ada pertolongan

Segera menguap
dalam keadaan normal
dan dapat terbakar
secara cepat

Mudah meledak
atau diledakkan,
sensitif terhadap
panas dan mekanik

Berakibat serius pada


keterpaan singkat,
meskipun ada
pertolongan

Cair atau padat dapat


dinyalakan pada suhu
biasa

Mudah meledak
tetapai memerlukan
penyebab panas dan
tumbukan kuat

Keterpaan intensif dan


terus menerus
berakibat serius
kecuali ada
pertolongan

Perlu sedikit
pemanasan sebelum
bahan dapat dibakar

Tidak stabil,
bereaksi hebat
tetapi tidak meledak

Penyebab iritasi atau


cedera ringan

Dapat dibakar, tetapi


memerlukan
pemanasn lebih dulu

Stabil pada suhu


normal, tetapi tidak
stabil pada suhu
tinggi

Tidak berbahaya
terhadap kesehatan
meskipin kena panas
(api)

Bahan tidak dapat


dibakar sama sekali

Stabil, tidak reaktif,


meskipun kena
panas atau suhu
tinggi

Keterangan Tambahan
(Kotak Bawah, putih)

1
3

: radioaktif

: Jangan disiram dengan air

Adalah bahan yang karena:

Sifat dan/atau
Konsentrasi dan/atau
jumlahnya

TIDAK
LANGSUNG

LANGSUNG

dapat mencemarkan
merusakkan/membahayakan: lingkungan hidup,
kesehatan,
kelangsungan hidup manusia/makhluk hidup lain

Mudah meledak (explosive)


Mudah menyala (flammable)
Sangat mudah menyala
Sangat mudah sekali menyala
Pengoksidasi (oxidizing)
Berbahaya (harmful)

Korosif (corrosive)
Bersifat iritasi (irritant)
Beracun (toxic)
Karsinogenik
Berbahaya bagi lingkungan
Mutagenik
Teratogenik

Bahan yang pada suhu dan tekanan


standar (25oC, 1atm) dapat meledak
atau melalui reaksi kimia dan/atau
fisika dapat menghasilkan gas
dengan suhu dan tekanan tinggi
yang dengan cepat dapat merusak
lingkungan sekitarnya

Pengujiannya
menggunakan
DTA
(differential thermal analysis) atau
DSC
(Differential
Scanning
Calorymetry) dng 2,4-dinitrotoluena
atau
dibenzoil-peroksida
sebagai
standar
Jika nilai temperatur pemanasan
sampel bahan lebih besar dari
standar,
maka
bahan
tsb
dikategorikan
sebagai
mudah

Oxidizing Material : Bahan berbahaya


yang dapat menyebabkan atau
berperanan pada pembakaran bahan
lain dengan memberikan oksigen
atau zat oksidator yg lain
Contoh
:
Asam
nitrat,
klorat,
perklorat, peroksida, permanganat,
nitrit, nitrat
Pisahkan dari bahan lain
seperti pelarut organik

Pengujian bahan padat dgn metode


uji
pembakaran
menggunakan
ammonium persulfat sebagai standar
Untuk bahan cair, larutan asam nitrat
sebagai standar
Sampel dinyatakan B3 pengoksidasi
jika waktu pembakaran sampel sama
atau lebih singkat dari waktu
pembakaran standar

B3 baik berupa padatan maupun


cairan yang memiliki titik nyala
dibawah 0oC dan titik didih lebih
rendah atau sama dengan 35oC

B3 baik berupa padatan maupun


cairan yang memiliki titik nyala
dibawah 0-21oC

Bahan
yang
berupa
cairan
yang
mengandung alkohol kurang dari 24%
volume dan/atau pada titik nyala<60oC
akan menyala apabila terjadi kontak
dengan api, percikan api atau sumber
nyala lain pada tekanan udara 760
mmHg.

Padatan selain cairan pada suhu dan


tekanan standar (25oC,1atm) dapat
mudah menyebabkan kebakaran karena
gesekan,
adsorpsi
uap
air,
atau
perubahan kimia secara spontan dan
apabila terbakar dapat menyebabkan
kebakaran secara terus-menerus dalam
10 detik.
Selain itu, apabila dalam titik nyala
kurang dari 40oC

Formal dehid (CH2O)


Toluena (C6H5CH3)

Mengandung racun yang berbahaya bagi


manusia dan lingkungan
Dapat menyebabkan kematian dan sakit
yang serius, apabila masuk ke dalam tubuh
melalui pernafasan, kulit atau mulut.

Contoh : Fenol

Perhitungan dosis (gram pencemar per


kilogram berat badan) yang dapat
menyebabkan kematian 50 % populasi
mahluk hidup
yang dijadikan percobaan.
Apabila LD50 > 15 gram per kilogram BB,
maka bukan B3

Urutan Kelompok

LD50 (mg/kg)

1
2
3
4
5
6

<1
1-50
51-500
501-5.000
5001-15.000
> 15.000

Amat sangat beracun


Sangat beracun
Beracun
Agak beracun
Relatif tidak beracun
Praktis tidak beracun

Bahan baik padatan maupun cairan atau gas yang


jika terjadi kontak atau melalui pernafasan atau oral
dapat menyebabkan bahaya terhadap kesehatan
sampai tingkat tertentu

Menyebabkan proses pengkaratan pada


lempeng baja (SAE 1020) dengan laju
korosi lebih besar dari 6,35 mm/tahun
dengan temperatur pengujian 55oC.
- Cairan korosif mempunyai pH 2 atau
12,5.
-

-Sebagian besar asam dan basa yang


umum di laboratorium adalah korosif.
- Dapat berupa asam anorganik dan
basa seperti Asam sulfat, nitrat,
perklorat, klorida, natrium hidroksida
dan ammonium hidroksida
- Menyebabkan iritasi (terbakar) pada
kulit

Bahan baik padatan maupun cairan yang jika terjadi


kontak secara langsung, dan apabila kontak tsb
terus menerus dengan kulit atau selaput lendir dapat
menyebabkan peradangan

Contoh : Metilenklorida (CH2Cl)

Bahaya yang ditimbulkan oleh suatu bahan seperti


merusak lapisan ozon (mis : CFC/Freon), persisten
di lingkungan (mis : PCBs) atau bahan yang dapat
merusak lingkungan

Karsinogenik adalah sifat bahan


penyebab sel kanker, yakni sel luar
yang dapat merusak jaringan tubuh
Teratogenik : sifat bahan yang dapat
mempengaruhi pembentukan dan
pertumbuhan embrio
Mutagenik : sifat bahan yang
menyebakan perubahan kromosom
yang berarti dapat merubah genetika

a. B3 yang dapat dipergunakan


Terdapat 134 bahan kimia (Lampiran 1 PP RI
No.74 tahun 2001)
b. B3 yang dilarang dipergunakan
Terdapat 45 bahan kimia (Lampiran 2 PP RI
No.74 tahun 2001)
c. B3 yang terbatas dipergunakan
terdapat 75 bahan kimia batas waktu
yang boleh dipergunakan sampai dengan
tahun 2040
(Lampiran 1 PP RI No.74 tahun 2001)