You are on page 1of 14

N

A
T
A
W AN S
A
I
R
S
G
E
O
N
P
E EN
E
K D T
K
S
N
A
I
A
N
R
H
A A
U
N
S
A
A D O
PA LM
PU
RENY TJAHJA HIDAYATI
P. 1 7 4 2 0 1 1 3 0 2 5

DEFINISI
Stenosis paru adalah
cacat (hadir pada saat
kelahiran) kongenital
yang terjadi karena
perkembangan
abnormal jantung
janin selama 8
minggu pertama
kehamilan. Katup
pulmonal ditemukan
antara ventrikel
kanan dan arteri
pulmonalis

ETIOLOGI
1. Faktor Prenatal :
a.
Penyakit Rubella
b. Alkoholisme
c.
Umur ibu > 40 tahun
d. Ibu menderita penyakit DM yang memerlukan insulin
e.
Ibu merokok
f.
Ibu menderita infeksi
2. Faktor Genetik
3. Kelainan jantung pada anak yang lahir sebelumnya.
4. Ayah dan Ibu menderita penyakit jantung bawaan.
5. Kelainan kromosom seperti sindrom Down.
6. Lahir dengan kelainan bawaan yang lain.

PATOFISIOLOGI
Karena stenosis yang terjadi pada katup pulmonal ( tipe valvuler ),
atau pada pangkal arteri pulmonal ( tipe supravalvuler ), atau pada
infun dibulum ventrikel kanan ( tipe subvalveler ), maka ventrikel
kanan akan menghadapi beban tekanan berlebihan yang kronis.
Dilatasi pasca stenotik pada arteri pulmonal merupakan pertanda yang
karakteristik bagi stenosis pulmonal tipe valvuler dan tidak ditemukan
pada tipe stenosis pulmonal yang lain.
Pada stenosis pulmonal yang ringan, tekanan sistolik di ventrikel
kanan biasanya kurang dari 50 mmHg dan itu berarti kurang dari
50% tekanan sistemik. Pada stenosis pulmonal yang moderat, tekanan
sistolik ventrikel kanan berkisar antara 50-75% dari tekanan sistemik,
atau antara 50-75mmHg. Dan stenosis pulmonal dianggap berat,
apabila tekanan sistolik ventrikel kanan lebih dari 75% tekanan
sistemik, atau lebih dari 75 mmHg.

TANDA & GEJALA

Pernapasan berat atau cepat

sesak napas

kelelahan

denyut jantung cepat

bengkak pada kaki, pergelangan kaki, wajah, kelopak mata,


dan / atau perut

KOMPLIKASI
Hypercontractile hipertrofi otot menghalangi sisa di
infundibulum
Infundibular obstruksi
Akhir Aritmia atrium
Persistent repolarisasi kelainan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
X-ray dada
Elektrokardiogram (ECG atau EKG)
Ekokardiogram (echo)
Kateterisasi jantung

ASUHAN
KEPERAWATAN

PENGKAJIAN
o

Riwayat Kesehatan
a.Riwayat terjadinya infeksi pada ibu selama trimester pertama
b.Riwayat prenatal seperti ibu yang menderita DM dengan
ketergantungan pada insulin
c.Kepatuhan ibu menjaga kehamilan dengan baik termasuk
menjaga gizi ibu, tidak mengonsumsi obat obatan dan
merokok
d.Proses kelahiran secara alami atau adanya faktor faktor yang
memperlama proses persalinan dan penggunaan alat
e.Riwayat keturunan, dengan memperhatikan adanya anggota
keluarga lain yang juga mengalami kelainan jantung

PEMERIKSAAAN FISIK
Bayi baru lahir berukuran kecil dan berat badan kurang
Anak terlihat pucat, banyak keringat bercucuran, ujung jari hiperemik
Diameter dada bertambah, sering terlihat pembenjolan pada dada kiri
Tanda yang menonjol adalah nafas pendek dan retraksi pada jugulum, sela intrakosta
dan region epigastrium
Pada anak yang kurus terlihat impuls jantung yang hiperdinamik
Neonatus menunjukkan tanda tanda respiratory distress seperti mendengkur,
tacipnea dan retraksi
Anak pusing, tanda tanda ini lebih nampak apabila pemenuhan kebutuhan terhadap
O2 tidak terpenuhi ditandai dengan adanya murmur sistolik yang terdengar pada batas
kiri sternum
Adanya kenaikan tekanan darah. Tekanan darah lebih tinggi pada lengan daripada
kaki. Denyut nadi pada lengan terasa kuat, tapi lemah pada popliteal dan femoral

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Penurunan Cardiac Output berhubungan dengan penurunan
kontraktilitas jantung, perubahan tekanan jantung.
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan ketidakmampuan menyusu dan makan
Nyeri dada berhubungan dengan iskemia miokard
Tidak efektif pola nafas berhubungan dengan peningkatan resistensi
vaskuler paru
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelelahan

INTERVENSI
NO

DX

TUJUAN

INTERVENSI

RASIONAL

Penurunan
Cardiac Output
berhubungan
dengan
penurunan
kontraktilitas
jantung,
perubahan
tekanan jantung

pasien dapat
mentoleransi
gejala-gejala
yang
ditimbulkan
akibat
penurunan
curah
jantung, dan
setelah
dilakukan
tindakan
keperawatan
terjadi
peningkatan
curah jantung
sehingga
keadaan
normal.

1. Monitor
tanda-tanda
vital
2.
Informasikan
dan anjurkan
tentang
pentingnya
istirahat yang
adekuat.
3. Berikan
oksigen
tambahan
dengan
kanula nasal /
masker sesuai
indikasi

A. Indikator
klinis
keadekuatan
curah
jantung
pemantauan
memungkink
an deteksi
dini.
B.
Meningkatka
n oksigenasi
maksimal
yang
menurunkan
kerja
jantung.

Lanj..

N
O

DX

TUJUAN

INTERVENSI

RASIONAL

Perubahan nutrisi
kurang dari
kebutuhan tubuh
b.d
ketidakmampuan
menyusu dan
makan

anak dapat
makan dan
menyusu
dan tidak
terjadi
penurunan
berat badan
selama
terjadi
perubahan
status nutrisi
tersebut.

1. Anjurkan
ibu untuk
terus
menyusui
walaupun
sedikit tapi
sering
2. Pasang IV
infus jika
terajdi
ketidak
adekuatan
nutrisi
3. Jika anak
sudah
tidak
menyusu,
berikan
makan
sedikit tapi

A. Agar
anak tetap
dapat
mendapatk
an nutrisi
B. Agar
dapat
membantu
tenaga dan
nutrisi yang
adekuat.

TERIMA KASIH