You are on page 1of 24

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Pelaksanaan Magang
1. Alasan melakukan magang
Perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan memiliki peran yang
sangat besar dalam upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM)
dan peningkatan daya saing bangsa, agar peran tersebut dapat dijalankan
dengan baik, maka lulusan perguruan tinggi haruslah memiliki kualitas
yang unggul.
Dalam masa ini, seorang mahasiswa bukan hanya dituntut
berkompeten dalam bidang kajian ilmunya tetapi juga dituntut untuk
memiliki

kompetensi

yang

holistik

seperti

mandiri,

mampu

berkomunikasi, memiliki jejaring (networking) yang luas, mampu
mengambil keputusan, peka terhadap perubahan dan perkembangan yang
terjadi di dunia luar, dan lain-lain.
Fakta yang terjadi menunjukkan bahwa mahasiswa dengan
kualifikasi tersebut sulit ditemukan, untuk hal tersebut maka dibutuhkan
sebuah program magang sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret untuk
memperoleh berbagai kompetensi holistik yang dibutuhkan setelah
menyelesaikan pendidikan.
Magang merupakan salah satu mata kuliah wajib Prodi Manajemen
(Transfer), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret yang
bertujuan untuk memadukan teori-teori yang diperoleh di bangku kuliah
dengan praktek nyata di dunia kerja dan masyarakat.
Program ini dianggap sangat penting bagi mahasiswa karena dapat
memperkuat ketajaman berorganisasi, beradaptasi dalam teamwork, serta
menambah kepekaan pada lingkungan sekitar.

2

2. Alasan pemilihan tempat magang
Pemilihan tempat magang di Dinas Pendapatan dan Pengelolaan
Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Surakarta dilatarbelakangi oleh
keberadaan DPPKA sebagai unsur pelaksana Pemerintah Daerah di
bidang pendapatan, pengelolaan keuangan, dan asset daerah dimana
mempunyai tugas pokok seperti yang tercantum dalam Peraturan
Daerah

Nomor

6

Tahun

2008

Pasal

34

ayat

(2)

yaitu

menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendapatan,
pengelolaan keuangan dan asset daerah. Selain itu DPPKA juga
memiliki fungsi antara lain:
a. Penyelenggaraan kesekretariatan dinas.
b. Penyusunan rencana program, pengendalian, evaluasi, dan
pelaporan.
c. Penyelenggaraan pendaftaran dan pendataan Wajib Pajak dan
Wajib Retribusi.
d. Pelaksanaan perhitungan, penetapan angsuran pajak dan
retribusi.
e. Pengelolaan dan pembukuan penerimaan pajak dan retribusi
serta pendapatan lain.
f. Pelaksanaan penagihan atas keterlambatan pajak, retribusi
dan pendapatan lain.
g. Penyelenggaraan pengelolaan anggaran, perbendaharaan dan
akuntansi.
h. Pengelolaan aset barang daerah.
i. Penyiapan penyusunan, perubahan, dan perhitungan anggaran
pendapatan dan belanja daerah.
j. Penyelenggaraan administrasi keuangan daerah.
k. Penyelenggaraan sosialisasi.
l. Pembinaan jabatan fungsional.
m. Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD).

Bagi DPPKA Surakarta. 3. Tujuan Melakukan Magang Adapun tujuan diadakannya kerja praktek atau magang ini adalah : 1. 2.3 Hal tersebut bagi penulis menarik dan sesuai untuk dijadikan tempat melakukan kegiatan magang karena keberadaan DPPKA sebagai unsur pelaksana Pemerintah Daerah di bidang pendapatan. C. Mengaplikasikan teori dan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah ke dalam dunia kerja nyata yang terjadi di lapangan. pengelolaan keuangan. B. merupakan sumbangan pikiran yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya peningkatan PAD dari sektor pajak. Manfaat Melakukan Magang Manfaat yang dapat diambil dari pelaksanaan magang ini adalah sebagai berikut: 1. Mengembangkan ketrampilan yang penulis miliki. dan asset daerah memiliki kaitan yang relevan dengan jurusan yang penulis ambil dalam perkuliahan baik dalam segi ilmu maupun dalam lingkup lingkungan kerja. 3. D. Bagi penulis. 2. dapat menambah pengetahuan dan dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam kenyataan yang terjadi di lapangan. 4. Deskripsi Persoalan Institusi . Bagi pihak lain. Memenuhi perkuliahan semester 3 khususnya mata kuliah magang. melatih kedisiplinan diri dan melatih tanggungjawab agar dapat bekerjasama dengan tim kerja. penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dan menjadi dasar bagi pembuatan laporan maupun penelitian selanjutnya. Mendapatkan pengalaman kerja yang diperoleh dari pelaksanaan magang.

3) Pengelola Hotel berdalih tidak memungut Pajak Hotel dari konsumen. b. c. bill. serta pelanggaran penyelenggaraan reklame. Dalam setiap tahapan terdapat beberapa potensi hambatan yang dihadapi oleh Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset. 2) Pengelola Hotel tidak membuat pembukuan. Persoalan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. penetapan. dan lain sebagainya. Pembukuan 1) Pengelola Hotel tidak membayar pajak untuk satu atau beberapa kali masa pajak (tunggakan). hambatan dalam meningkatkan penerimaan retribusi pemakaian kekayaan daerah dan retribusi rumah potong hewan. seperti kwitansi.4 Pada bagian ini penulis hanya menguraikan beberapa persoalan yang dihadapi DPPKA Kota Surakarta secara umum. Penetapan 1) Pengelola Hotel tidak melampirkan bukti pembayaran. Pendaftaran dan Pendataan 1) Pengelola Hotel yang baru tidak melaporkan atau memberitahukan kepada DPPKA. pembukuan. nota. . Beberapa potensi hambatan tersebut dapat dirinci sebagai berikut: a. 3) Pengelola Hotel belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD). yaitu diawali dengan proses pendaftaran dan pendataan. Hambatan mengenai upaya peningkatan penerimaan pajak hotel Prosedur pemungutan Pajak Hotel terdiri dari empat tahap. dan yang terakhir adalah proses penagihan. Persoalan yang dihadapi DPPKA Kota Surakarta secara umum antara lain hambatan mengenai upaya peningkatan penerimaan pajak hotel. 2) Pengelola Hotel mengisi data dalam Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) secara tidak benar.

2. Keterbatasan sumber daya manusia. Masih rendahnya kesadaran Wajib Retribusi dalam memenuhi kewajibannya membayar retribusi. Pelanggaran Ijin Reklame . b. 2) Ketidakmauan (Unwillingness to pay) Wajib Pajak untuk membayar pajak sesuai dengan ketentuan.5 2) Pengelola Hotel membayar tunggakan pajak tetapi tidak dirinci untuk masa pajak kapan atau bulan apa. Masih rendahnya tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah dan tidak sesuai dengan perkembangan perekonomian saat ini. d. atau bahkan tidak melakukan pembayaran jika tidak ada yang melakukan penagihan. DPPKA Kota Surakarta menghadapi beberapa hambatan/ kendala. misalnya Wajib Retribusi terlambat melakukan pembayaran sampai melewati tanggal jatuh tempo. Penagihan 1) Ketidakmampuan (Unability to pay) Wajib Pajak untuk membayar pajak sesuai dengan ketentuan. terdapat 2 jenis pelanggaran penyelenggaraan reklame yang dilakukan oleh Wajib Pajak. Masih ada beberapa obyek dan subyek retribusi yang belum terdeteksi oleh DPPKA Kota Surakarta. Pelanggaran Penyelenggaraan Reklame Berdasarkan pengamatan yang dilakukan. baik dari segi kualitas maupun kuantitas serta sarana dan prasarana yang tersedia dalam rangka operasional pemungutan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. d. yaitu: a. 3. Hambatan dalam meningkatkan Penerimaan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah dan Retribusi Rumah Potong Hewan Dalam rangka mewujudkan keinginan untuk lebih meningkatkan penerimaan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Hambatan/ kendala tersebut diantaranya adalah sebagai berikut: a. c.

Pada reklame tersebut akan ditempeli stiker “REKLAME INI BELUM BERIJIN “ (lampiran) oleh tim penertib reklame dari DPPKA. lalu Surat Paksa dan Surat Perintah Pembongkaran apabila Wajib Pajak tidak melakukan pembayaran pajak reklame. Pada kenyataannya. kesehatan. Pada kenyataannya. Pelanggaran Penempatan Reklame Berdasarkan Keputusan Walikotamadya KDH Tingkat II Surakarta Nomor 4 Tahun 2001 tentang Perubahan Keputusan Walikotamadya KDH Tingkat II Surakarta Nomor 03/DRT/1999 tentang Pedoman Pelaksanaan Reklame. berdasarkan survey lapangan yang dilakukan. dan keindahan kota. akan diedarkan Surat Ketetapan Pajak Reklame yang kemudian ke Surat Teguran. hal ini tidak sepenuhnya dilakukan oleh Wajib Pajak Reklame di Kota Surakarta karena masih banyak reklame yang dipasang tanpa melalui permohonan ijin terlebih dahulu. Wajib Pajak Reklame masih enggan melakukan permohonan ijin pemasangan reklame karena kurangnya kesadaran masyarakat sebagai Wajib Pajak itu sendiri. bahwa setiap penyelenggara reklame harus mendapatkan ijin terlebih dahulu dari Walikota Surakarta. Bagi Wajib Pajak Reklame (khususnya reklame board) yang tidak melakukan ijin permohonan penyelenggaraan reklame. bahwa pajak yang mereka bayarkan untuk kepentingan Negara. Mereka tidak menyadari. banyak terdapat penyelenggaraan reklame yang melanggar aturan . juga menjelaskan bahwa tempat pemasangan reklame tidak boleh menimbulkan gangguan ketertiban umum. b.6 Berdasarkan Keputusan Walikotamadya KDH Tingkat II Surakarta Nomor 4 Tahun 2001 tentang Perubahan Keputusan Walikotamadya KDH Tingkat II Surakarta Nomor 03/DRT/1999 tentang Pedoman Pelaksanaan Reklame.

Berdasarkan Keputusan Walikotamadya KDH Tingkat II Surakarta Nomor 4 Tahun 2001 tentang Perubahan Keputusan Walikotamadya KDH Tingkat II Surakarta Nomor 03/DRT/1999 tentang Pedoman Pelaksanaan Reklame. 2) Di kawasan konservasi. apabila dalam jangka waktu 3-7 hari wajib pajak tidak melakukan perijinan. Sedangkan wajib pajak yang melakukan pelanggaran perpanjangan penyelenggaraan reklame tahunan. maka reklame tersebut akan dilepas dan kemudian dilakukan pembongkaran. apabila dalam jangka waktu 7 hari sebelum perpanjangan. Pemasangan reklame juga tidak boleh dilakukan pada kawasankawasan tertentu. sanksi tegas yang diberikan pihak DPPKA tersebut tidak dilaksanakan. wajib pajak yang melakukan pelanggaran penyelenggaraan reklame akan dikenakan sanksi sebesar 2% ( dua persen ) dihitung dari pajak yang kurang bayar atau terlambat dibayar untuk jangka waktu paling lama 24 bulan dihitung sejak saat terutang pajak setelah SKPD dikeluarkan. jatuh tempo tidak melakukan maka wajib pajak akan pembayaran diberikan Surat . Untuk wajib pajak yang melakukan pelanggaran perijinan penyelenggaraan reklame tahunan. 3) Di dekat traffic light. Sebagai contoh pemasangan reklame pada tempat-tempat berikut ini: 1) Pemasangan reklame pada tiang listrik. diantaranya: 1) Di depan pasar (kecuali ada rekomendasi dari Dinas Pengelolaan Pasar). Pada kenyataannya. 5) White area (kawasan bebas reklame). 4) Jalan yang crowded.7 tersebut. 2) Pemasangan reklame pada batang pohon.

Peraturan yang telah ada tersebut kemudian disempurnakan dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1947 yang menetapkan Kota Surakarta menjadi Haminte Kota Surakarta. dapat terealisasinya pajak reklame sesuai target yang telah ditetapkan pihak DPPKA untuk kepentingan Negara. sampai dengan tahun 1946 di Surakarta terjadi konflik sehubungan dengan adanya pertentangan pendapat antara pro dan kontra Daerah Istimewa. Pihak DPPKA Kota Surakarta hanya berharap pada tingkat kepatuhan masyarakat sebagai Wajib Pajak dalam melakukan pembayaran pajaknya dan tentunya tingkat kesadaran masyarakat sebagai Wajib Pajak. Dengan demikian. Kota Surakarta pada waktu itu terdiri dari 5 wilayah kecamatan dan 44 kelurahan.8 Pemberitahuan dan kemudian reklame tersebut akan ditempeli stiker “ REKLAME INI BELUM BERIJIN “. Pelanggaran penyelenggaran reklame akan mengakibatkan hilangnya potensi pendapatan dari sektor pajak reklame sebesar ketetapan pajak tersebut. sehingga menimbulkan kerugian daerah dalam sektor pajak reklame. Hal ini dapat diredam untuk sementara waktu oleh Pemerintah dengan mengeluarkan Surat Penetapan Pemerintah tanggal 15 Juli 1946 Nomor 16/ S-D yang menetapkan Daerah Surakarta untuk sementara sebagai daerah karesidenan dan dibentuk daerah baru dengan nama Kota Surakarta. Pelaksanaan penyerahaan 9 kelurahan dari Kabupaten Karanganyar itu baru terlaksana . Sejarah Perkembangan DPPKA Surakarta Setelah Proklamasi kemerdekaan RI. Deskripsi Institusi 1. Hilangnya potensi pendapatan tersebut membuat kurang optimalnya pelaksanaan pembangunan daerah yang dilakukan pemerintah daerah yang berupa sarana dan prasarana ataupun berupa fasilitas dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. karena 9 kelurahan di wilayah Karanganyar belum diserahkan. E.

Dinas baru tersebut adalah Dinas Pendapatan Daerah yang kemudian sering disingkat DIPENDA. Jawatan tersebut antara lain jawatan Sekretariat Umum. Kesehatan. Pada saat itu Dinas Pendapatan Daerah dibagi menjadi empat seksi. Pekerjaan Umum. dan jawatan Perekonomian. Seksi Pajak Pusat/ Propinsi yang diserahkan kepada Daerah dan Seksi Doleansi/ P3 serta Retribusi dan Leges.&K. 72 tentang Penghapusan Bagian Pajak dari Dinas Pemerintahan Umum karena bertalian dengan pembentukan dinas baru.9 pada tanggal 9 September 1950. 10/ Kp. Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Kepala Daerah Kota Surakarta tanggal 23 Februari 1970 No.D. Perusahaan P. yaitu Seksi Umum. Pelaksana teknis pemerintah Haminte Kota Surakarta terdiri atas jawatan. 162/ Kep/ Kdh. Dinas Pendapatan Daerah dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan langsung dan bertanggung jawab kepada Walikota. Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Kepala Daerah Kotamadya Surakarta tanggal 30 Juni 1972 No. IV/ Kp. Dengan adanya perubahan tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk penanganan pajak sebagai pendapatan daerah yang sebelumnya ditangani oleh Jawatan Keuangan kini ditangani lebih khusus oleh Urusan Pajak. Masing-masing seksi dipimpin oleh Kepala Seksi yang dalam menjalankan tugasnya langsung di . 70 tentang Struktur Organisasi Kotamadya Surakarta termasuk Dinas Kepentingan Umum diganti menjadi bagian dan bagian itu membawahi urusan-urusan sehingga dalam Dinas Pemerintahan Umum. 259/ X. Sosial. Dengan dikeluarkannya keputusan DPRDS Kota Besar Surakarta Nomor 4 Tahun 1956 tentang Perubahan Struktur Pemerintahan. Keuangan. Penerimaan Pendapatan Daerah pada waktu itu diurusi oleh Jawatan Keuangan. Pamong Praja. Seksi Pajak Daerah. Urusan Pajak diganti menjadi Bagian Pajak. maka Jawatan Umum diganti menjadi Dinas Pemerintahan Umum yang terbagi dalam urusan-urusan dan setiap urusan-urusan tersebut terbagi lagi dalam bagian-bagian.

Pajak Radio yang diatur dalam Peraturan Daerah No. 6 Tahun bagian dipimpin oleh Kepala Bagian atau biasa disebut Kabag yang dalam menjalankan tugasnya langsung di bawah pimpinan dan langsung bertanggung 1959. 11 Tahun 1957 tentang Pajak Daerah. Pajak Pembangunan I yang diatur dalam Peraturan Daerah No. d. Tetapi saat itu baru 4 macam Pajak Daerah yang dijalankan dan telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. 12 Tahun 1971. b. 8 Tahun 1960.10 bawah pimpinan dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Pendapatan Daerah. Pajak Pertunjukan yang diatur dalam Peraturan Daerah No. terdapat 13 macam Pajak Daerah di Kota Surakarta yang wewenang pemungutan dan pengelolaannya ada pada DIPENDA. Pajak Bangsa Asing yang diatur dalam Peraturan Daerah No. KUPD 7/ 12/ 41101 Tahun 1978 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten/ Kotamadya Daerah Tingkat II makin . Pajak Potong Burung yang diatur dalam Peraturan Daerah No. yaitu dapat disebutkan sebagai berikut: a. Pajak Reklame yang diatur dalam Peraturan Daerah No. b. 1 Tahun 1970. Berdasarkan Undang-Undang Darurat No. 11 Tahun 1971. c. Terbitnya Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No. yaitu sebagai berikut: a. Pajak Anjing yang diatur dalam Peraturan Daerah No. Disamping itu DIPENDA juga bertugas mengelola Pajak Negara yang diserahkan kepada daerah. 5 Tahun 1957. d. Pajak Penjualan Minuman Keras yang diatur dalam Peraturan Daerah No. c. 1 Tahun 1992. 54 Tahun 1953. Tugas pokok Dinas Pendapatan Daerah waktu itu adalah sebagai pelaksana Walikota dibidang perencanaan. penyelenggaraan. dan kegiatan dibidang pengelolaan sektor-sektor yang merupakan sumber pendapatan daerah.

Dengan berjalannya waktu penataan pemerintahaan Kota Surakarta kembali mengalami perbaikan. 473-442 tentang Sistem dan Prosedur Perpajakan. Tugas Pokok dan Fungsi DPPKA Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset adalah unsur pelaksana Pemerintah Daerah di bidang pendapatan. pemetaan. 6 Tahun 2008 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Surakarta. Peraturan Daerah No. 6 Tahun 2008 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Surakarta ini berlaku mulai tanggal 1 Januari 2009. 6 Tahun 1990 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendapatan Daerah Tingkat II. Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset dalam melaksanakan tugas dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah. Kedudukan.11 memperjelas keberadaan Dinas Pendapatan Daerah disesuaikan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 26 Mei 1988 No. 2. pembukuan dan seterusnya. Retribusi Daerah. 6 Tahun 1990 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendapatan Daerah Tingkat II dirubah menjadi Peraturan Daerah No. Dalam peraturan baru ini nama Dinas Pendapatan Daerah (DIPENDA) berubah menjadi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset atau yang sering disebut dengan DPPKA. dan Pendapatan Daerah lainnya telah mengakibatkan pembagian tugas dan fungsi dilakukan berdasarkan tahapan kegiatan pemungutan pendapatan daerah yaitu pendataan. pengelolaan . Sistem ini diterapkan di Kotamadya Surakarta dengan terbitnya Peraturan Daerah No. Sistem dan prosedur tersebut dikenal dengan MAPADA (Manual Pendapatan Daerah). Masing-masing bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset. dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang Peraturan Daerah No. Saat ini Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset atau DPPKA dibagi kedalam bidang-bidang yang dipimpin langsung oleh seorang Kepala Dinas.

dan asset daerah yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota Surakarta. c. Penyelenggaraan pengelolaan anggaran. pengelolaan keuangan dan asset daerah. perubahan. retribusi dan pendapatan lain. Penyusunan rencana program. m. Fungsi DPPKA antara lain dapat disebutkan sebagai berikut: a. k.12 keuangan. Struktur Orgnanisasi Struktur organisasi yang baik perlu diterapkan untuk mempermudah dalam pengawasan manajemen agar pelaksanaan suatu kegiatan dapat berjalan dengan lancar. penetapan angsuran pajak dan retribusi. Pelaksanaan penagihan atas keterlambatan pajak. Penetapan struktur organisasi yang jelas sangat diperlukan . Penyelenggaraan sosialisasi. Pengelolaan aset barang daerah. Pembinaan jabatan fungsional. pengendalian. Penyelenggaraan pendaftaran dan pendataan Wajib Pajak dan Wajib Retribusi. perbendaharaan dan akuntansi. Penyelenggaraan administrasi keuangan daerah. j. d. e. Penyelenggaraan kesekretariatan dinas. f. i. b. Pengelolaan dan pembukuan penerimaan pajak dan retribusi serta pendapatan lain. Penyiapan penyusunan. 3. dan perhitungan anggaran pendapatan dan belanja daerah. evaluasi. dan pelaporan. h. g. Pelaksanaan perhitungan. l. Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD). DPPKA Surakarta mempunyai tugas pokok seperti yang tercantum dalam Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 Pasal 34 ayat (2) yaitu menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendapatan.

Pendataan dan Dokumentasi. Mempermudah dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaan. Adapun susunan organisasi DPPKA Surakarta menurut Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 adalah sebagai berikut: a. membawahi: . membawahi: 1) Seksi Perhitungan. Bidang Penetapan. Bidang Pendaftaran. Evaluasi dan Pelaporan. 2) Seksi Penerbitan Surat Ketetapan. membawahi: 1) Seksi Anggaran I. membawahi: 1) Seksi Perbendaharaan I. Bidang Anggaran. b. c. Mempermudah pimpinan dalam mengawasi pekerjaan bawahan. membawahi: 1) Seksi Penagihan dan Keberatan. f. 2) Seksi Perbendaharaan II. g. Adapun tujuan disusunnya struktur organisasi adalah sebagai berikut: a. Kepala. 2) Seksi Pengelolaan Penerimaan Sumber Pendapatan Lain. d. d. Sekretariat. Bidang Akuntansi. Bidang Perbendaharaan. Bidang Penagihan. 2) Seksi Dokumentasi dan Pengolahan Data. e. b. Mengkoordinasi kegiatan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. h. Menentukan kedudukan seseorang dalam fungsi dan kegiatan sehingga mampu menjalankan tugas yang dibebankan kepadanya. 2) Seksi Anggaran II. 3) Subbagian Umum dan Kepegawaian. 2) Subbagian Keuangan.13 sesuai dengan bagian masing-masing. membawahi: 1) Subbagian Perencanaan. membawahi: 1) Seksi Pendaftaran dan Pendataan. c.

2) Seksi Akuntansi II. Bidang Aset. 4. Sedangkan Kelompok Jabatan Fungsional dipimpin oleh seorang Tenaga Fungsional Senior sebagai Ketua Kelompok dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Struktur organisasi yang baru ini Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. i. Kepala Dinas Kepala Dinas mempunyai tugas yang cukup berat yaitu melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pendapatan daerah. Sekretariat Sekretariat yang posisinya dibawahi langsung oleh Kepala Dinas mempunyai tugas melaksanakan administrasi umum. 2) Membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang tugas agar tercipta pemerataan tugas. b. perijinan. Untuk bidang masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Bidang atau Kabid yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas yang bersangkutan. . Kelompok Jabatan Fungsional. Deskripsi Jabatan a. membawahi: 1) Seksi Perencanaan Aset.14 1) Seksi Akuntansi I. Uraian tugas seorang Kepala adalah sebagai berikut: 1) Menyusun rencana strategis dan program kerja tahunan dinas sesuai dengan Program Pembangunan Daerah. j. k. Subbagian masingmasing dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas yang bersangkutan. 2) Seksi Pengelolaan Aset. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD). 3) Memberi petunjuk dan arahan kepada bawahan guna kejelasan pelaksanaan tugas.

perjalanan dinas. administrasi perijinan. Selain itu juga bertugas sebagai pelaksana/melaksanakan monitoring dan pengendalian. dan administrasi kepegawaian. mengadakan monitoring dan pengendalian serta evaluasi. mengolah. Pendataan. informasi hukum. analisa dan evaluasi dan serta menyusun laporan hasil pelaksanaan rencana strategis dan program kerja tahunan Dinas. dan menyajikan data sebagai bahan penyusunan rencana strategis dan program kerja tahunan Dinas. dan Pelaporan Subbagian ini mempunyai tugas untuk mengumpulkan. dan pelaporan sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas. kearsipan. dan Dokumentasi mempunyai tugas yang penting yaitu menyelenggarakan pembinaan dan bimbingan di bidang pendaftaran dan pendataan serta dokumentasi . hubungan masyarakat. rumah pengaturan tangga. penggandaan. 2) Subbagian Keuangan Subbagian keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan. sistem jaringan dokumentasi. dan Dokumentasi Bidang Pendaftaran. 3) Subbagian Umum dan Kepegawaian Sub bagian umum dan kepegawaian mempunyai tugas yang cukup banyak yaitu melaksanakan urusan surat menyurat. Evaluasi. dan keuangan sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas. pengelolaan penggunaan barang kendaraan inventoris.15 kepegawaian. Sekretariat membawahi subbagiansubbagian sebagai berikut: 1) Subbagian Perencanaan. Pendataan. Sekretariat juga bertugas untuk melaksanakan penyusunan rencana srtategis dan program kerja tahunan Dinas. Bidang Pendaftaran. c. dinas dan perlengkapannya.

Pendataan. Surat Ketetapan Retribusi (SKR). Bidang Penetapan membawahi seksi-seksi sebagai berikut: 1) Seksi Perhitungan Seksi Perhitungan mempunyai tugas melaksanakan penghitungan dan penetapan besarnya pajak dan retribusi. d. dan surat-surat ketetapan pajak lainnya. penerbitan Surat Penetapan Pajak dan Retribusi serta penghitungan besarnya angsuran bagi pemohon sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas. dan pemeriksaan di lapangan terhadap Wajib Pajak Daerah (WPD) dan Wajib Pajak Retribusi Daerah (WRD).16 dan pengolahan data sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas. dan Dokumentasi membawahi seksi-seksi sebagai berikut: 1) Seksi Pendaftaran dan Pendataan 2) Seksi ini mempunyai tugas melaksanakan pendaftaran. menganalisa dan mengolah data Wajib Pajak Daerah dan Wajib Pajak Retribusi Daerah. mendokumentasi. Bidang Penagihan Bidang Penagihan mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan bimbingan di bidang penagihan dan keberatan serta . Bidang Penetapan Bidang Penetapan bertugas menyelenggarakan pembinaan dan bimbingan dibidang penghitungan. 2) Seksi Penerbitan Surat Ketetapan Seksi Penerbitan Surat Ketetapan mempunyai tugas menetapkan Surat Ketetapan Pajak (SKP). Bidang Pendaftaran. e. 3) Seksi Dokumentasi dan Pengolahan Data 4) Tugas dari Seksi Dokumentasi dan Pengolahan Data adalah menghimpun. pendataan.

bidang perbendaharaan dibantu oleh dua kelompok seksi. retribusi.17 pengelolaan penerimaan sumber pendapatan lain sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas. Bidang Perbendaharaan Bidang Perbendaharaan memegang peranan sebagai pemegang dana dalam instansi. 2) Seksi Pengelolaan Penerimaan Sumber Pendapatan Lain Seksi ini bertugas mengumpulkan data sumber-sumber penerimaan lain di luar pajak daerah dan retribusi daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. retribusi daerah dan sumber pendapatan lainnya serta melayani permohonan keberatan dan penyelesaiannya. 2) Seksi Perbendaharaan II. yaitu: 1) Seksi Perbendaharaan I. Bidang Anggaran Bidang Anggaran ini bertugas untuk membuat rencana anggaran penerimaan pajak. 2) Seksi Anggaran II. h. g. Bidang Akuntansi Bidang Akuntansi mempunyai tugas sebagai pencatat segala bentuk kegiatan pendanaan. f. yang kemudian dibuat laporan sebagai . yaitu sebagai berikut: 1) Seksi Anggaran I. Bidang Penagihan membawahi seksi-seksi sebagai berikut: 1) Seksi Penagihan dan Keberatan Tugas yang dipikul adalah melaksanakan penagihan tunggakan pajak daerah. dan rencana pembelanjaan keperluan instansi serta mengatur pengeluaran-pengeluaran dana yang telah dianggarkan atau direncanakan. Bidang Anggaran terdiri dari dua seksi yang merupakan satu kesatuan tim kerja.

2) Seksi Pengelolaan Aset Seksi ini bertugas sebagai pelaksana rencana yang telah dibuat oleh Seksi Perencanaan Aset dan juga sebagai pengelola aset-aset tersebut. 2) Seksi Akuntansi II. j. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Dinas menerapkan prinsip-prinsip koordinasi. Bidang Aset membawahi seksi-seksi sebagai berikut: 1) Sekai Perencanaan Aset Seksi ini mempunyai tugas merencanakan dan mengembangkan semua aset yang dimiliki Pemerintah Daerah Kota Surakarta sehingga dapat berguna bagi masyarakat dan pemerintah. i. para Kepala Seksi. Bidang Aset Bidang Aset bertugas untuk mencatat dan mengelola semua aset yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kota Surakarta. dan Kepala Unit Penyuluhan bertanggung jawab memberikan bimbingan/pembinaan . Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) UPTD bertugas untuk memungut dan mengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Surakarta.18 pertanggungjawaban kepada Kepala Dinas. Bidang Akuntansi membawahi seksi-seksi sebagai berikut: 1) Seksi Akuntansi I. integrasi. Kelompok Jabatan Fungsional Kelompok ini mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas pada Cabang Dinas di Kecamatan. Kepala Sekretariat. k. dan simplikasi sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. sikronisasi. 5. Tata Kerja DPPKA DPPKA Kotamadya II Surakarta mendapatkan pembinaan teknis fungsional dan DPPKA Tingkat I Jawa Tengah.

Kepala Dinas. 2) Meningkatkan pendapatan daerah tiada kenal menyerah. Misi DPPKA Misi DPPKA adalah sebagai berikut: 1) Menggali sumber pajak dan retribusi tiada henti. Kepala Seksi. Kepala Sekretariat. dan Kepala Seksi di lingkungan DPPKA Kotamadya Dati II Surakarta diangkat dan diberhentikan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat II Surakarta. Visi dan Misi DPPKA a. dan Kepala Unit Penyuluhan di lingkungan DPPKA Kotamadya Derah Tingkat II Surakarta diangkat dan diberhentikan oleh Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surakarta. b.19 kepada bawahannya serta melaporkan hasil-hasil pelaksanaan tugasnya menurut hierarkis jabatan masing-masing. Kepala Urusan. 3) Mengutamakan kualitas pelayanan ketertiban. Visi DPPKA Visi DPPKA adalah mewujudkan peningkatan pendapatan daerah yang optimal untuk mendukung penyelenggaraan Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta. Kepala Sekretariat. Kepala Unit Penyuluhan. Para Kepala Seksi pada DPPKA bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Sekretariat/Kepala Bagian yang membidanginya. 6. dan Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Dinas bertanggung jawab kepada Kepala dinas. . Kepala Seksi.

Mahasiswa melaksanakan kegiatan magang di kantor DPPKA Surakarta selama satu bulan. banyak . sedangkan pada hari Jum’at hanya sampai pukul 11. Pendataan.00. Kegiatan yang dilakukan oleh penulis saat melakukan kegiatan magang adalah sebagai berikut. Pendataan. Pengelolaan Keuangan dan Aset pada Bidang Penetapan dan Bidang Pendaftaran.20 BAB II DESKRIPSI INSTITUSI PASANGAN A. dan Dokumentasi membawahi seksiseksi.00. yang berlangsung sejak tanggal 7 September – 9 Oktober 2015 Dalam jangka waktu tersebut. Bidang Penetapan bertugas menyelenggarakan pembinaan dan bimbingan dibidang penghitungan. dan Dokumentasi. Dan Bidang Pendaftaran.00 dan diakhiri pukul 16. Pendataan. Bidang Pendaftaran. Kegiatan magang dilaksanakan pada hari Senin – Jumat. dan Dokumentasi mempunyai tugas yang penting yaitu menyelenggarakan pembinaan dan bimbingan di bidang pendaftaran dan pendataan serta dokumentasi dan pengolahan data sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas. mulai tanggal 7 September – 9 Oktober 2015. Setiap harinya kegiatan diawali pada pukul 07. Deskripsi Pekerjaan yang Dilakukan selama Magang Penulis melakukan kegiatan magang di Dinas Pendapatan. penerbitan Surat Penetapan Pajak dan Retribusi serta penghitungan besarnya angsuran bagi pemohon sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas. Kedua bidang inilah yang ditempati oleh penulis selama melakukan kegiatan magang.

Bidang Pendaftaran. . Pengelolaan Keuangan dan Aset adalah yang mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan bimbingan dibidang penghitungan.21 aktivitas yang dilakukan oleh mahasiswa. berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan DPPKA setiap hari. DPPKA terdiri dari beberapa bidang yang memiliki tugas dan fungsi masing-masing. Aktivitas rutin yang dilakukan oleh mahasiswa selama kegiatan magang. penerbitan Surat Penetapan Pajak dan Retribusi serta penghitungan besarnya angsuran bagi pemohon sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas. Bidang Pendaftaran. Pendataan. Dalam tahap ini. mahasiswa dikenalkan dengan beberapa karyawan dan tugas-tugas yang biasanya dikerjakan oleh karyawan di bidang tersebut. diantaranya yaitu Bidang Penetapan Dinas Pendapatan. Pendataan. dan Dokumentasi mempunyai tugas yang penting yaitu menyelenggarakan pembinaan dan bimbingan di bidang pendaftaran dan pendataan serta dokumentasi dan pengolahan data sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas. Mahasiswa tidak hanya diajari untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. kemudian dilanjutkan dengan perkenalan dan adaptasi di bidang masing-masing. dan Dokumentasi membawahi seksi-seksi Kegiatan magang diawali dengan penempatan mahasiswa ke beberapa bidang yang ada di DPPKA. Adaptasi mahasiswa magang terhadap lingkungan kerja dilakukan dengan cara pengenalan dan pengarahan tentang tugas yang ada di setiap bidang dari karyawan serta mengamati secara langsung kerja karyawan di bidang tersebut. mahasiswa juga bisa berdiskusi atau sekedar bertanya kepada karyawan tentang prosedur maupun sistem yang digunakan dalam pelaksanaan tugas karyawan. Mahasiswa diajari untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang biasanya diselesaikan dan menjadi tugas serta tanggung jawab karyawan. tetapi juga ikut berpartisipasi dalam beberapa acara yang diadakan di lingkungan kantor tempat magang. Selain itu. Sehingga mahasiswa benar-benar merasakan seolah-olah menjadi salah satu karyawan di kantor DPPKA yang dilatih dan dituntut untuk aktif dalam kegiatan yang diadakan di lingkungan kerja.

ilmu dan kompetensi penulis baik dalam dunia kerja maupun dalam bersosialisasi dengan lingkungan dan masyarakat. . Hubungan antara bidang pekerjaan dan kompetensi penulis dalam pelaksanaan magang ini adalah bahwa penulis dalam bangku perkuliahan telah diberikan teori dan ilmu pengetahuan mengenai akuntansi. Relevansi antara Kompetensi Peserta dengan Bidang Pekerjaan Relevansi kompetensi peserta magang khususnya penulis sendiri yang mengambil perkuliahan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret dengan bidang pekerjaan memiliki kaitan dengan alasan penulis memilih tempat di DPPKA Kota Surakarta khususnya di bidang penetapan dan Bidang Pendaftaran. dan Dokumentasi. Hal tersebut diharapkan dapat memberi pengalaman kepada penulis dan dapat mengembangkan keterampilan. Pendataan. Dalam pelaksanaan magang penulis mencoba untuk memadukan antara teori dan ilmu yang telah didapatkan di bangku kuliah dengan keadaan nyatanya yaitu di dalam dunia kerja. dalam hal ini yang berkaitan dengan bidang kerja penulis selama melaksanakan magang di DPPKA Kota Surakarta adalah teori dan ilmu mengenai akuntansi khususnya Manajemen Keuangan Daerah dan Akuntansi Keuangan yang berhubungan dengan pemerintahan.22 B.

Dan juga Bidang Pendaftaran. Bidang Sekretariat b. Pendataan dan Dokumentasi c. Bidang Anggaran f. Bidang Aset 2. Pendataan. Bidang Perbendaharaan g. Bidang Akuntansi h. Bidang Penetapan d. bidang tersebut antara lain: a. dan Dokumentasi mempunyai tugas yang penting yaitu menyelenggarakan pembinaan dan bimbingan di bidang pendaftaran dan pendataan serta dokumentasi dan pengolahan data sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas. penerbitan Surat Penetapan Pajak dan Retribusi serta penghitungan besarnya angsuran bagi pemohon sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas.23 BAB III HASIL PELAKSANAAN MAGANG A. DPPKA Kota Surakarta menurut Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 memiliki beberapa bidang dibawah pimpinan seorang kepala dinas. Kesimpulan Berdasar kegiatan magang yang telah dilaksanakan penulis selama satu bulan. Pendataan. Bidang Penagihan e. dan Dokumentasi membawahi seksiseksi . Bidang Pendaftaran. Bidang Pendaftaran. maka dapat disimpulkan : 1. Bidang Penetapan bertugas menyelenggarakan pembinaan dan bimbingan dibidang penghitungan.

24 3. Pelanggaran Penyelenggaraan Reklame . Hambatan dalam meningkatkan Penerimaan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah dan Retribusi Rumah Potong Hewan c. Hambatan yang dihadapai DPPKA Kota Surakarta secara umum antara lain : a. Hambatan mengenai upaya peningkatan penerimaan pajak hotel b.