You are on page 1of 11

Denyut nadi

Written by irfan arief


Wednesday, 12 December 2007
Dear dokter,
Saya ingin tahu apakah ada pengaruh aktifitas sehari-hari dengan denyut jantung? Misalnya
diam, duduk, berdiri, berjalan, dan berlari.
Hormat saya,
Jojo
Jawaban:
Saudara Jojo Yth,
Denyut nadi adalah cermin respon jantung terhadap kebutuhan oksigen tubuh. Dalam keadaan
basal (pada orang normal /sehat ,kalau dapat dalam keadaan tidur diruang yang sejuk) maka
kecepatan denyut nadi itulah yang dapat kita ambil sebagai patokan yang terpercaya mengenai
respon tubuh terhadap kebutuhan oksigen.
Pompa jantung berhubungan dengan fungsi paru, kondisi fisik dan psikologi seseorang,infeksi,
karena muaranya adalah sistem simpatis tubuh dan juga pada hormonal ( tiroid). Kalau anda
pencemas, atau infeksi atau anemi maupun menderita gangguan keluhan tiroid maka sistem
simpatis anda meningkat sehingga denyut jantung anda naik. Selanjutnya kalau denyut jantung
saat anda istirahat terus saja cepat sepanjang hari tentu kemampuan aktifitas akan menurun.
Anda akan lebih cepat letih dan lebih cepat sesak nafas dibanding mereka yang denyut
istirahatnya normal .
Bagaimana? Apakah jawaban ini sesuai dengan maksud pertanyaan anda?

Pengantar Diagnosis, part 4

Diagnosa Dengan Meraba,

Dengan meraba bagian yang sakit pada pasien setidaknya dapat diketahui :

Getaran tubuh (misalnya; karena menggigil)

Perabaan pada denyut nadi (palpasi)

Memeriksa denyut nadi diperlukan keterampilan tambahan dan keahlian juga pengalaman.
Banyak hal yang terkait dengan denyut nadi. Seperti kedalaman (depth), kuat lemahnya
(strenght), bentuk denyut nadi (shape), tenggang waktu (lenght), irama denyut nadi dan denyut
moderat, dll.
Melalui teknik perabaan (palpasi nadi) seorang ahli pengobatan China dapat memperoleh data
dan informasi mengenai panas-dingin, keras-lembek, sakit-tidak sakit berdasarkan lokasinya.
Nadi timbul akibat darah jantung mendorong darah di dalam nadi, karena itu gerakan nadi
berhubungan langsung dengan jantung. Denyut nadi juga berhubungan dengan organ-organ lain,
seperti Paru-paru, Limpa-Lambung, Pericardium-Sanjiao, Lever Kd. Empedu, Ginjal dan Kd.
Kemih.
Perabaan dapat dilakukan pada pergelangan tangan kiri ataupun tangan kanan. Masing-masing
menunjukkan organ-organ yang berlainan.
Nadi pada pergelangan tangan bagian dalam menunjukkan organ:
*Paru-paru (pada jari telunjuk),
*Limpa (pada jari tengah),
* Selaput Jantung (pada jari manis)
Sedangkan pada pergelangan tangan kanan bagian luar menunjukkan organ:
*Usus Besar (pada jari telunjuk),
*Lambung (pada jari tengah),
*Sanjiao (pada jari manis).
Adapun nadi pada pergelangan tangan kiri bagian dalam menunjukkan organ:
*Jantung (pada jari telunjuk),
*Lever (pada jari tengah),

*Ginjal (pada jari manis).


Sedangkan pada pergelangan tangan kiri bagian dalam menunjukkan kondisi organ:
*Usus kecil (pada jari telunjuk),
*Kd. Empedu (pada jari tengah),
*Kd. Kemih (pada jari manis).
Diagnose dengan denyut nadi membutuhkan latihan yang panjang, pengalaman, kepekaan dan
bakat. Denyut nadi diperiksa dengan cara meletakkan 3 jari di tengah (telunjuk, jari tengah dan
jari manis). Dihitung 1 jari dari pergelangan tangan baru kemudian tempelkan ketiga jari untuk
memeriksa denyut nadi pasien.
Pada jenjang pertama kulit ditekan pelan, kemudian diberi sedikit tekanan, yang ketiga ditekan
dengan keras. Denyut nadi yang normal dirasakan pada jenjang kedua. Kecepatan normal denyut
nadi antara 70-75 denyut/menit atau 4-5 ketukan dalam 1 kali tarikan nafas.
Denyut nadi anak-anak lebih cepat daripada denyut nadi orang dewasa. Para atlit memiliki
denyut nadi yang lebih lembut dan relatif cepat bila dibandingkan dengan laki-laki yang bukan
atlit. Denyut nadi orang yang gemuk lebih lambat daripada denyut nadi orang yang kurus.
Biasanya orang yang kurus denyut nadinya cepat.
Adanya ketidak harmonisan dalam tubuh akan terlihat/teraba pada palpasi. Dan ada bermacammacam jenis denyut nadi. Maca-macam denyut nadi bias dilihat disini.

Meraba, barangkali, adalah cara diagnosis adalah yang paling penting. Cara ini termasuk meraba
bagian-bagian tubuh tertentu dan berbagai titik-titik akupunktur. Meraba seringkali digunakan
untuk melengkapi informasi yang diperoleh dengan bertanya seperti: apakah tubuh dingin, panas,
berkeringat atau kering ? Apakah rasa sakit akan berkurang atau menjadi-jadi apabila bagian
tersebut ditekan ? Terlebih penting dari semua itu adalah merasakan denyut nadi, di mana cara
ini lebih kompleks dibandingkan dengan apa yang kita ketahui lewat pengobatan modern.
Diagnosis lewat denyut nadi membutuhkan latihan panjang, pengalaman dan (bakat) kepekaan
tangan. Sulit dan kompleksnya cara ini sehingga seringkali dikatakan bahwa memahami denyut
nadi adalah suatu seni. Meskipun meraba dapat dilakukan pada berbagai bagian tubuh akan tetapi
tidak ada yang lebih penting dibanding dengan memegang pergelangan tangan untuk memeriksa
denyut nadi pada arteri yang terletak di bawahnya.
Denyut nadi diperiksa dengan cara meletakkan tiga jari di tengah (kelingking dan ibu jari tidak
ikut memegang) nadi tangan yang terletak di bawah ibu jari tangan kanan atau tangan kiri.
Dihitung dari ujung pergelangan tangan, maka dapat diraba 3 organ yang terkait, di mana ada
perbedaan untuk tangan kiri atau tangan kanan.
Kaitan denyut nadi dengan organ
Posisi jari (dari ujung pergelangan tangan/ibu jari) Tangan Kanan Tangan Kiri
Pertama Jantung Paru Paru
Kedua Hati Limpa
Ketiga Ginjal (Yin) Ginjal (Yang)
Ketiga posisi jari tangan ini dibedakan menjadi 3 jenjang, yaitu: paling luar, tengah dan paling
dalam. Pada jenjang pertama, kulit disentuh pelah; pada jenjang kedua, diberi tekanan dengan
kekuatan sedang dan pada jenjang ketiga harus ditekan dengan keras. Denyut nadi yang normal
atau harmonis dirasakan pada jenjang kedua. Kecepatan normal adalah antara 4 5 ketukan
untuk satu daur pernafasan (1 tarikan nafas dan 1 mengeluarkan nafas) atau 70 75 ketukan per
menit. Seorang pakar dapat segera mengetahui denyut normal, yaitu: mempunyai semangat.
Denyut nadi normal berbeda untuk beberapa orang tertentu. Para atlit mempunyai denyut nadi
yang lambat; wanita mempunyai denyut nadi lembut dan relatif lebih cepat dibanding lelaki;
denyut nadi anak-anak lebih cepat dibanding denyut nadi orang dewasa; orang gemuk
mempunyai denyut nadi lambat, sebaliknya, denyut nadi orang kurus lebih ringan.
Ketidakharmonisan pada tubuh paling jelas tercermin pada denyut nadi. Ada bermacam-macam
denyut nadi, di mana semua itu dapat digunakan sebagai cara untuk melakukan diagnosis.

Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara:

Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap
detiknya

Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat
mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah
pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada
biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan. Inilah yang terjadi pada usia lanjut, dimana
dinding arterinya telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis. Dengan cara yang
sama, tekanan darah juga meningkat pada saat terjadi "vasokonstriksi", yaitu jika arteri
kecil (arteriola) untuk sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau
hormon di dalam darah.

Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah.


Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang
sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat,
sehingga tekanan darah juga meningkat.

Sebaliknya, jika:

Aktivitas memompa jantung berkurang

Arteri mengalami pelebaran

Banyak cairan keluar dari sirkulasi

Maka tekanan darah akan menurun atau menjadi lebih kecil.


Penyesuaian terhadap faktor-faktor tersebut dilaksanakan oleh perubahan di dalam fungsi ginjal
dan sistem saraf otonom (bagian dari sistem saraf yang mengatur berbagai fungsi tubuh secara
otomatis).

Wed, 22 Oct 2008 05:05:12 -0700


Harap hemat bandwith
---------------------Yth. Bp. Waysima,
Saya mencoba menjawab, dan nanti mungkin ada tambahan dari teman sejawat yang
lain.
Pada prinsipnya, menurut acuan International terbaru (JNC VII), tekanan darah
tidak membedakan usia. Untuk orang dewasa normal adalah dibawah 120/80 mmHg
(sebenarnya ada grading-nya). Konsep makin tinggi umur makin tinggi tekanan
darah, sudah tidak dianut lagi. Itu pengertian 20 tahun yang lalu.
Tekanan nadi
(selisih antara sistolik dan diastolik - istilah Bapak angka atas dan bawah),
juga bukan menjadi acuan rutin monitoring tekanan darah. Jadi misalnya tekanan
darah Bapak sekarang 140/90, maka itu sudah disebut tekanan darah tinggi,
berapapun usia anda.
Lebih bahaya mana tekanan darah tinggi dan rendah ? Sulit dipastikan, tetapi
sepanjang tekanan darah rendah tidak ada gejala fisik yang abnormal maka
biasanya potensi bahayanya lebih rendah. Dengan catatan tekanan darah rendah
ini memang kondisi harian yang dialami seseorang, bukan baru terjadi.
Khusus untuk tekanan darah tinggi, jangan sampai menunggu munculnya gejala
baru
kita me-managenya. Sedini mungkin harus kita cegah dengan perubahan lifestyle
yang lebih baik (makanan seimbang, olah raga teratur, tidak merokok dll) atau
pengobatan hipertensi memang jika diperlukan.
Semoga membantu Pak informasi singkat ini.
Salam dari tepi danau matano
Kristiawan
This e-mail belongs to : Kristiawan Basuki Rahmat. Please notify if you are
not receiving the mail properly or misused by unauthorized person.

----- Original Message ---From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>


To: dokter@itb.ac.id
Sent: Tuesday, October 21, 2008 12:21:31 PM

Subject: [MLDI] tekanan darah


Harap hemat bandwith
---------------------Dear dokter dan rekan2 pemerhati kesehatan,
Saya mau tanya tentang tekanan darah. Ada beberapa hal yang
membingungkan saya. Kan ada 2 angka, istilah awamnya yang atas
dengan yang bawah.
Untuk usia 55 tahunan:
Seberapa dikatakan bahwa tekanan darah kita rendah?
Apakah yang perlu dilihat adalah angka yang bawah saja?
Ada yang bilang bahwa perlu diketahui selisih angka atas dan
bawah. bila benar demikian berapa selisih angka atas dan bawah
yang mengindikasikan sehat.Apakah benar status tinggi rendahnya tekanan darah
tergantung
pada kebiasaannya, yg artinya bila terbiasa tinggi maka tek
darah 140 tidak bisa dikatakan tinggi, biasa saja. demikian
pula yang rendah.Apakah benar bahwa hipertensi lebih berbahaya daripada tek
darah rendah, karena hipertensi bisa menyebabkan pecahnya
pembuluh darah yang bisa menimbulkan kelumpuhan, sedang tek
darah rendah hanya pingsan.Tapi beberapa teman saya yang mengatakan tek
darahnya rendah
kok mengalami nggliyeng kalau sedang drop.
Demikian dokter dan rekan2 pemerhati kesehatan, mudah2an ada
yang berkenan menjawab pertanyaan2 saya.terimakasih.
waysima

Tekanan Darah Rendah


(Hipotensi)
Definisi Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Tekanan darah adalah kekuatan yang digunakan oleh darah yang bersirkulasi pada dindingdinding dari pembuluh-pembuluh darah, dan merupakan satu dari tanda-tanda vital yang utama
dari kehidupan, yang juga termasuk detak jantung, kecepatan pernapasan, dan temperatur.
Tekanan darah dihasilkan oleh jantung yang memompa darah kedalam arteri-arteri dan diatur
oleh respon oleh arteri-arteri pada aliran darah.
Tekanan darah perorangan dinyatakan sebagai tekanan darah sistolik/diastolik, contohnya,
120/80. Tekanan darah sistolik (angka yang diatas) mewakili tekanan di arteri-arteri ketika otot
jantung berkontraksi dan memompa darah kedalamnya. Tekanan darah diastolik (angka yang
dibawah) mewakili tekanan di arteri-arteri ketika otot jantung mengendur (relax) setelah ia
berkontraksi. Tekanan darah selalu adalah lebih tinggi ketika jantung sedang memompa daripada
ketika ia sedag mengendur (relax).
Tekanan darah sistolik untuk kebanyakan kaum dewasa sehat jatuh antara 90 dan 120 milimeter
air raksa (mm Hg). Tekanan darah diastolik normal jatuh antara 60 dan 80 mm Hg. Petunjukpetunjuk sekarang ini menentukan tekanan darah normal lebih rendah dari 120/80. Tekanan
darah diatas 130/80 dipertimbangkan tinggi. Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko
mengembangkan:

penyakit jantung,

penyakit ginjal,

pengerasan dari arteri-arteri (atherosclerosis atau arteriosclerosis),

kerusakan mata, dan

stroke

Tekanan darah rendah (hypotension) adalah tekanan begitu rendah yang menyebabkan gejalagejala atau tanda-tanda yang disebabkan oleh aliran darah yang rendah melalui arteri-arteri dan
vena-vena. Ketika aliran darah terlalu rendah untuk menyerahkan oksigen dan nutrisi-nutrisi
yang cukup pada organ-organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal, organ-organ tidak berfungsi
secara normal dan mungkin rusak secara permanen.
Tidak seperti tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah ditentukan terutama oleh tanda-tanda
dan gejala-gejala dari aliran darah yang rendah dan tidak oleh angka tekanan darah yang spesifik.
Beberapa individu-individu mungkin mempunyai tekanan darah dari 90/50 dengan tanpa gejalagejala dari tekanan darah rendah dan oleh karenanya tidak mempunyai tekanan darah rendah.
Bagaimanapun, yang lain-lain yang normalnya mempunyai tekanan darah tinggi mungkin
mengembangkan gejala-gejala tekanan darah rendah jika tekanan darah mereka jatuh ke 100/60.

Tekanan Darah Tinggi


Definisi Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi berarti tekanan tinggi didalam arteri-arteri. Arteri-arteri
adalah pembuluh-pembuluh yang mengangkut darah dari jantung yang memompa ke seluruh
jaringan dan organ-organ tubuh. Tekanan darah tinggi bukan berarti tegangan emosi yang
berlebihan, walaupun tegangan emosi dan stres dapat meningkatkan tekanan darah untuk
semenatara. Tekanan darah normal adalah dibawah 120/80; tekanan darah antara 120/80 dan
139/89 disebut "pra-hipertensi" ("pre-hypertension"), dan suatu tekanan darah dari 140/90 atau
diatasnya dianggap tinggi.
Angka yang diatas, tekanan darah sistolik, berhubungan dengan tekanan didalam arteri ketika
jantung berkontraksi dan memompa darah maju kedalam arteri-arteri. Angka yang dibawah,
tekanan diastolik, mewakili tekanan didalam arteri-arteri ketika jantung istirahat (relax) setelah
kontraksi. Tekanan diastolik mencerminkan tekanan paling rendah yang dihadapkan pada arteriarteri.
Suatu peningkatan dari tekanan darah sistolik dan/atau diastolik meningkatkan risiko
mengembangkan penyakit jantung (cardiac), penyakit ginjal (renal), pengerasan dari arteri-arteri
(atherosclerosis atau arteriosclerosis), kerusakan mata, dan stroke (kerusakan otak). Komplikasikomplikasi dari hipertensi ini sering dirujuk sebagai kerusakan akhir organ karena kerusakan
pada organ-organ ini adalah hasil akhir dari tekanan darah tinggi kronis. Untuk sebab itu,
diagnose tekanan darah tinggi sangat penting sehingga usaha-usaha dapat dibuat untuk membuat
tekanan darah menjadi normal dan mencegah komplikasi-komplikasi.

Pada awalnya diperkirakan bahwa kenaikan-kenaikan pada tekanan darah diastolik adalah suatu
faktor risiko yang lebih penting daripada peningkatan-peningkatan sistolik, namun sekarang
diketahui bahwa pada orang-orang yang berumur 50 tahun atau lebih hipertensi sistolik mewakili
suatu risiko yang lebih besar.
Mempengaruhi hampir satu dari empat orang dewasa di Amerika, hipertensi ternyata adalah
suatu persoalan kesehatan publik yang utama.
Mengukur Tekanan Darah

Tekanan darah umumnya diukur dengan alat yang disebut sphygmomanometer.


Sphygmomanometer terdiri dari sebuah pompa, sebuah pengukur tekanan, dan sebuah manset
dari karet. Alat ini mengukur tekanan darah dalam unit yang disebut milimeter air raksa (mm
Hg).
Manset ditaruh mengelilingi lengan atas dan dipompa dengan sebuah pompa udara sampai
dengan tekanan yang menghalangi aliran darah di arteri utama (brachial artery) yang berjalan
melalui lengan. Lengan kemudian di taruh disamping badan pada ketinggian dari jantung, dan
tekanan dari manset pada lengan dilepaskan secara berangsur-angsur. Ketika tekanan didalam
manset berkurang, seorang dokter mendengar dengan stetoskop melalui arteri pada bagian depan
dari sikut. Tekanan pada mana dokter pertama kali mendengar denyutan dari arteri adalah
tekanan sistolik (angka yang diatas). Ketika tekanan manset berkurang lebih jauh, tekanan pada
mana denyutan akhirnya berhenti adalah tekanan diastolik (angka yang dibawah).

120 itu sistolenya sedangkan yang 90 itu diastolenya..tekanan darah normal itu 120/80. jika
tekanan darah masih 110/80,110/70,100/70 masih normal.Kalau tensi sudah 90/60 baru bisa
dianggap tekanan darah rendah.Tekanan darah 130/90 sudah dianggap sebagai pra hipertensi
sedangkan 140/80 ato 140/90 sudah dianggap hipertensi ringan.
Kalau anda kan 120/90 jadi masih bisa dikatakan normal
Kalau pada anak2 tekanan darah normalnya 90/60
wah kurang bagus lah itu. Mengapa demikian? Karena saya melihat tekanan darah
diastole (tekanan darah setelah tanda miring itu) anda agak kurang normal.
Tekanan darah umumnya dibagi 2 :
1. TD Sistole.
Tekanan ini memang cenderung tinggi karena tekanan ini merupakan tekanan
jantung memompa darah ke aorta untuk disalurkan ke seluruh tubuh. jadi kalau
memang agak tinggi seperti 120-130 masih tidak apa-apa.
2. TD Diastole
Tekanan ini seharusnya cenderung rendah. batas normal sekitar 70-80. Karena

tekanan ini merupakan tekanan dari pembuluh darah vena pulmonari masuk ke
jantung jadi tidak ada semacam pemompaan yang kuat sehingga kalau ini normal
maka anda bisa dipastikan cukup aman.