You are on page 1of 20

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Semua hewan

mempunyai system ekskresi masing-masing dan

tentunya berbeda-beda pula, yaitu Sistem ekskresi invertebrata berbeda
dengan sistem ekskresi pada vertebrata. Invertebrata belum memiliki ginjal
yang berstruktur sempurna seperti pada vertebrata. Pada umumnya,
invertebrata memiliki sistem ekskresi yang sangat sederhana, dan sistem ini
berbeda antara invertebrata satu dengan invertebrata lainnya
.
Alat pengeluaran pada hewan invertebrata berupa nefridium, sel api,
atau buluh Malphigi. Sedangkan Alat ekskresi pada manusia dan vertebrata
lainnya berupa ginjal, paru-paru, kulit, dan hati. Salah satu organ ekskresi
yang terpenting ialah ginjal. Ginjal merupakan organ yang berbentuk seperti
kacang pada vetebrata, terletak di kedua sisi kolumna vertebralis . Ginjal
kanan sedikit lebih rendah dibandingkan dengan ginjal kiri karena tertekan ke
bawah oleh hati. Katup atasnya terletak setinggi kosta keduabelas. Sedangkan
katup atas ginjal kiri terletak setinggi kosta sebelas.
Ren mempunyai beberapa fungsi, yaitu : membuang zat-zat sisa dan
kelebihan ion dalam bentuk urine, menyaring darah, mengatur volume dan
kandungan asam-basa, menghasilkan hormon (misalnya eritropoeitin yang
menstimulir pembentukan sel darah merah) dan enzim (misalnya renin yang
mengatur tekanan darah dan fungsi ren), merubah vitamin D menjadi bentuk
yang lebih aktif. Dikarenakan banyaknya dari fungsi ginjal tersebut dapat
menyebabkan gangguna pada ginjal yang dapat mempengaruhi kesehatan dari
hewan. Contoh gangguan pada ginjal seperti nefritis, polycystic kidney
disease, glomorlonefritis dan masih banyak penyakit gangguan pada ginjal
lainnya.

1

1.2 TUJUAN
- Untuk mengetahui gangguan-gangguan yang terdapat di ginjal
- Untuk mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi di ginjal baik secara
-

makroskopis ataupun mikroskopis
Untuk mengetahui gejala-gejala dari gangguan ginjal
Untuk mengetahui cara diagnosa dan penanganannya

1.3 MANFAAT
Kita dapat mengambil banyak manfaat dari pembuatan makalah ini seperti
menambah pengetahuan yang lebih dalam lagi mengenai penyakit-penyakit
yang dapat terjadi di ginjal, baik berupa gejala klinis, differensial diagnosa,
perubahan histopatologi maupun secara anatominya yang dimana nantinya
akan sangat bermanfaat bagi kita untuk mendiagnosa suatu penyakit.

BAB II
PEMBAHASAN
Sistem

urinari

memiliki

tiga

fungsi,

yaitu metabolisme,

hormonal dan ekskresi. Sistem ini terdiri dari dua bagian, yaitu sistem
urinari bagian atas dan bagian bawah. Sistem urinari bagian atas hanya
terdiri dari ginjalsedangkansistem urinari bagian bawah disusun oleh ureter,
vesica urinaria(gall bladder) dan urethra, seperti diperlihatkan pada Gambar

2

Terdapat beberapa kendala dalam mendiagnosis gangguan sistem urinari pada hewan. Gangguan tersebut dapat terjadi pada sistem bawah.Pada sistem urinari. dan (2) beberapa pemeriksaan yang dilakukan memerlukan biaya yang cukup besar sedangkan tidak semua pemilik hewan bersedia mengeluarkan dana yang cukup besar untuk pemeriksaan tersebut. Gangguan yang maupun hewan. yaitu suatu keadaan tidak berfungsinya ginjal dengan baik. 3 . maupun keduanya. Sama halnya pada manusia. Ginjal berperan dalam turut proses pembentukan sel darah merah dan menjaga tekanan darah. yaitu filtrasi dan reabsorpsi. bagian oleh manusia atas. antara lain: (1) hewan tidak dapat memberitahukan secara langsung apa keluhan yang dideritanya. ginjal memiliki peranan yang sangat penting karena ia memiliki dua fungsi utama. pada akhirnya dapat menyebabkan individu tersebut mengalami gagal ginjal. Selain itu. ginjal juga memiliki peranan penting dalam sistem sirkulasi darah. hewan pun dapat mengalami pada sistem urinari bagian diderita baik gangguan urinarinya. dan kondisi tersebut dapat menyebabkan kematian pada individu penderitanya.

sedangkan fungsi ginjal akan terus menurun(Hardany. sehingga menyebabkan ginjal membesar secara dramatis. Pengertian Merupakan kondisi yang diturunkan dari induk kucing kepada anaknya yang menyebabkan ginjal membesar sehingga pada akhirnya mengakibatkan gagal ginjal. Jika hewan yang bermasalah pada ginjalnya tidak berhasil di diagnosis dengan tepat. minum berlebihan. maka kondisi ginjal terutama fungsi dari ginjalnya akan semakin memburuk dan akan mempercepat proses terjadinya gagal ginjal. Kista tersebut akan menggantikan jaringan ginjal normal. Kucing dengan PKD akan mengalami gagal ginjal dengan gejala klinis mirip dengan kasus gagal ginjal yang lain. Abnormalitas ginjal tersebut akan Nampak dari segi ukuran maupun kontur ginjal.Kendala-kendala di atas dapat menyulitkan pemeriksaan dan penentuan diagnosis yang tepat apakah hewan tersebut terkena gangguan ginjal atau tidak. Gejala klinis Tanda-tanda klinis PKD tidak spesifik dan mirip dengan yang terlihat pada kucing yang mengalami gagal ginjal kronis karena sebab lain seperti lethargi. 2012) b. Padahal dibutuhkan diagnosis yang tepat untuk menentukan terapi yang sesuai. Jika hal itu terjadi saat ginjal hewan terganggu. Kondisi ini diawali dengan munculnya kista pada ginjal kucing jenis Persia yang diturunkan dari salah satu atau kedua induknya. dan muntah sporadic. Pemeriksaan nekropsi menunjukkan tampak bentukkista–kistan yang terdapat pada ginjal. Beberapa kista kecil perlahan-lahan akan tumbuh. Kista mulai tumbuh saat kucing Persia berusia 3 hingga 10 tahun (Hardany. 2012) Polycystic Kidney Disease (PKD) bersifat progresif lambat irreversible dan mewariskan penyakit pada keturunannya serta menyebabkan kista multiple. penurunan nafsu makan atau anoreksia. 4 . buang air kecil yang berlebih. maka terdapat kemungkinan terapi yang dilakukan mengharuskan hewan itu mengkonsumsi obat-obatan yang dapat meracuni ginjalnya. 1. Polycystic Kidney Disease(PKD) padaKucing a. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa obat yang bersifat meracuni ginjal. penurunan beratbadan.

Kreatinin darah meningkat jika fungsi ginjal menurun. 2012) Interpretasi pemeriksaan USG. namun kadar kreatinin sebesar 2. Pada vesika urinaria tidak ada tanda– tanda adanya kalkuli atau kristal dan tampak adanya akumulasi gas pada colon. padaposisi sagittal. Sedikit peningkatan kadar BUN dapat menandakan terjadinya hipovolemia. Oleh karena itu kreatinin dianggap lebih sensitive dan merupakan indicator khusus pada penyakit ginjal dibandingkan uji dengan kadar nitrogen urea darah (BUN). tampak bahwa ginjal kemungkinan besar rmengalami nefritis karena adanya penebalan pada kortek dan bentukan medulla yang sudah tidak bagus. Kreatinin serum sangat berguna untuk mengevaluasi fungsi glomerulus (Hardany. 5 .5 mg/dl dapat menjadi indikasi kerusakan ginjal.

2. terlihat bahwa glomerulus tampak kosong dan kondisi epitel tubulus sebagian besar sudah menipis (Hardany. Kata ini brasal dari bahasa Yunani ”nephro” yang berarti ginjal dan ”itis” berarti keradangan. Ia disebabkan oleh radang primer di bagian lain 6 . Perubahanperubahan pada ginjal dapat dibagi dalam dua bagian yaitu :  Perubahan-perubahan ginjal yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan kuman-kuman. Pada pemeriksaan mikroskopis.Interpretasi hasil radiografi menunjukkan densitas ginjal meningkat dan tampak jelas ada bayangan sehingga gambar menjadi nampak tidak homogen. Nephritis Nephritis bearti keradangan pada ginjal. 2012). Selain itu juga nampak adanya keradangan pada jaringan ginjal.

Peyeabnya meliputi banyak faktor. biasanya ditemukan secara mendadak. Radang ini biasanya tersebar secara lokal diseluruh ginjal. Hal ini dapat disebabkan oleh disfungsi glomeruli. interstitium). fungsi ginjal meurun secara progresif. Melalui pemeriksaan urinalisis rutin BUN dan kreatinin. Nepritis dimulai dalam jaringan ikat sebagai respon radang eksudatif dan produktif (edema. Komponen komponen ginjal (glomeruli. 2. Perubahn-peubahan degeneratif atau nekrotik pada epitel tubuli mengakibatkan proliferasi jaringan ikat dalam interstitium. Nephritis kronis merupakan merupakan keras dan pada ginjal yang disebabkan berbagai faktor. Perubahan pada glomeruli akan menyebabkan peubahan pada tubuli dan sebaliknya. periglomeruler. tubuli. Tejadinya disertai dengan kehilangan jaringan dan semuanya berakhir dengan jaringan parut Selain itu dapat juga perubahan yang disebabkan oleh kerusakan primer tubuli. Proseproses ini biasanya bersifat purulen. kesembuhan 100% tidak mungkin terjadi. Kesembuhan akan disusul lagi dengan radang (eksaserbasi) akut yang kemudian berakhir pula dengan pembentukkan jaringan ikat.dan radang sekunder pada ginjal disebabkan sebagai akibat reaksi reaksi  alergik Perubahan-perubahan ginjal yang langsung disebakan oleh kuman. Bila radang menjadi sub akut atau menahun maka banyak tubuli yang atropi dan tempatnya digatikan oleh jaringan ikat. Oleh karena hal ini maka terjadilah penyerapan kembali zat-zat di dalam epitel tubuli yang mengakibatkan degenerasi sel-sel ini. disebabkan pertumbuhan jaringan ikat yang membentuk jaringan parut. maka penyakit dapat diketahui. dan perivaskuler. artinya permeabilitas glomeruli bertambah. 7 . Glmerulus dan tubulus bersangkutan membentuk satu unit nefron. dan pertumbuhan aktif fibroblas). infiltrasi sel radang. Prognosanya sangat buruk. Etiopatogenesis dari Nepritis merupakan suatu gabungan proseproses yang melibatkan: 1. terutama didalam kortek. Dalam stadium ini bila kausa dihilangkan. penyakit biasnya berlangsung lambat. Pertumbuhan sel-sel terjadi intertubuler.

Radang ini biasanya tersebar secara lokal di seluruh ginjal. Pada akhirya ginjal tidak dapat mengeliminasi kotoran tubuh. 2008). lesi akan banyak ditempati oleh limfosit. terutama di dalam kortek. infiltrasisel-sel radang. secara hematogen dapat bersifat supuratif atau non supuratif. Pertumbuhansel-sel terjadi intertubuler. dan Encephaltozoacuniculi. Bila radang menjadi sub akut atau menahun maka banyak tubuli beratropi kemudian menghilang. Leptospiraichter haemorhagika. Pada anjing dapat disebabkan karena infeksi Leptospirakanicola. Canine adenovirus I. Ginjal yang terkena dapat mengandung nodul dengan diameter 1 cm. Nodul dapat melekat pada permukaan ginjal. Fibrosis yang progresif menghasilkan pembentukan jaringan ikat.(Nugraha. tubulus. Nephritis intertitialis sering kali tidak menimbulkan gejala klinis terutama pada stadium awal. 8 . neprtis dapat terjadi secara heatogen maupun urogen.Ditinjau dari sudut patogenesisnya. Secara histologis. kadang-kadang sel plasma dan makrofag. dan perivaskuler. Penyakit ini berjalan lambat dengan hilangnya jaringan ginjal sehingga menurunkan sedikit demi sedikit fungsi ginjal. atau nefron. Nefritis interstitialis kronis Nephritis Interstitialis merpakan penyakit glomeruli primer atau sekunder yang umumnya ditemukan pada anjing dan kucing. Reaksi radang akan ditemuan didalam glomerulus. Sulit untuk menentukan agen etiologidari nephritis interstitialis kronis adalah kasus tunggal. atau pada jaringan ikat antara. Patogenesis Nefritis ini mulai dari dalam jaringan ikat sebagai jaringan ikat sebagai radang eksudatif dan produktif (edea. pertumbuhan fibroblas secara giat). periglomeruler. Lesi fokal dari nephritis interstitialis kronis terjadi pada banyak anjing yang berumur lebih dari 8 tahun.

Permukaannya berbutir atau tidak rata. glomeruli dalam stadium ini beubah –ubah dan tak dapat diketahui mana sesungguhnya perubahan dimulai. inaktivitas kemudian kolap atau pada sejumlah glomeruli memperlihatkan pertambahan serabut retikulum (glomeruloskerosis) dan pada dinding kapiler terbentuk butir lemak. Ginjal juga berfungsi mempertahankan keseimbangan air dan elektrolit di dalam tubuh dan juga memproduksi beberapa hormon seperti erythropoietin yang menstimulasi produksi sel darah merah. Atau pada sejumlah tubuli ginjal terdapat pengelupasan menyerupai kista-kista. Glomeruli yang pada permulaan tidak dipengaruhi oleh infiltrat perigglomeruler kini memperlihatkan adanya atropi. diantaranya terdapat bagian yang rendah yang berwarna pucat kelabu (jaringan ikat beretraksi). Konsistensinya keras dan pada bidang sayatan terdapat kortek yang tipis dan berlubang-lubang halus. Dalam stadium ini kesembuhan 100% tidak mungkin teradi karena petambahan jaringan ikat membentuk jaingan parut. 2008). Gagal ginjal terjadi bila ginjal tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kidney Failure Fungsi ginjal adalah sebagai sistem filtrasi di dalam tubuh. Lubang-lubang ini yang sesungguhnya tubuli yang meluas berupa kista yang tersebar diseluruh bidang sayatan (Nugraha. zat-zat hialin atau zat polisakarida. Ginjal terdiri dari ratusan hingga ribuan sel-sel nefron yang fungsinya menyaring produk sisa dari aliran darah yang disekresikan dalam bentuk urin. Kesembuhan ini seringkali disusul dengan radang (eksaserbasi) akut. Ginjal menjadi kecil dibandingkan dengan besar hewan. 3. Nephritis interstisial sering ditemukan pada ajing tua. juga sesekali terdapat endapan kapur. yang kemudian berakhir pula dengan pembentukan jaringan ikat.Tempatnya diganti jaringan ikat. Akhirnya ginjal menjadi lisut. ada bagian yang tinggi dan keputihan (tubuli kontorti yang tumbuh giat). 9 .

banyak buang air kecil (polyuri). GGK terjadi karena kerusakan sel 60 – 75% dari sel sel nefron yang ada di ginjal yang menyebabkan fungsi ginjal menurun. dll. dimana dalam keadaan tua hewan akan mengalami penurunan fungsi organ yang salah satunya adalah ginjal. penurunan berat badan. misal antibiotik. GGK sangat sering terjadi pada hewan tua. anti inflamasi. 10 . biasanya disebabkan oleh keracunan. Gejala klinis yang biasanya terjadi pada GGA adalah sedikit minumnya. GGA dapat bersifat reversible. tergantung dari kondisi hewan yang terkena GGK. lemah. anorexia (kekurusan).lemah. dll. anemia (karena hormon erythropoietin tidak berfungsi dengan baik). Maka dari itu semua pemakaian  obat harus dengan persetujuan dan pengawasan dokter). adenosarcoma).muntah. organophosphate. tapi juga dapat menjadi ke GGK bila terlambat ditangani. Proses terjadinya GGK dapat diperkirakan dalam hitungan bulan atau bahkan beberapa tahun.kadang diare. susah bejalan.). muntah. Beberapa penyebab terjadinya Gagal Ginjal adalah :   Keracunan (pestisida.Ada 2 tipe gagal ginjal : 1. GGA terjadi sangat cepat dan langsung kehilangan fungsinya. Gagal Ginjal Akut (GGA) dan 2. Obat-obatan (terlalu lama terpapar dengan obat. Gagal Ginjal Kronis (GGK). nafasnya jelek. Tumor ginjal (Lymphosarcoma. ulcer pada mulut (seperti sariawan). Gejala klinis GGK biasanya hewan akan nampak banyak minum (polydipsi). jadi bila ditangani dengan cepat maka fungsi ginjal dapat kembali lagi. jarang buang air kecil. anti parasit.

Pemeriksaan darah rutin pada hewan tiap tahun akan sangat membantu untuk mendeteksi tahap awal sebelum gagal ginjal terjadi. diare. Pengobatan dan penanganan penyakit gagal ginjal ditujukan pada pencegahan atau memperlambat kerusakan ginjal tersebut. Hewan yang terkena gagal ginjal dianjurkan dilakukan rawat inap di rumah sakit hewan atau klinik hewan dan akan diterapi dengan cairan infus yang fungsinya membantu mencuci atau membuang produk sisa dari aliran darah dan memperbaiki kesimbangan elektrolit di dalam tubuh. yang menyebabkan Leptospirosis). dan juga dilakukan pengobatan untuk gejala yang nampak seperti muntah. Batu Ginjal Pengertian Batu ginjal adalah suatu keadaan terdapat satu atau lebih batu di dalam pelvis atau calyces ginjal atau di saluran kemih (Pratomo. 2007). dan bila terlihat tahap awal maka hewan akan mendapat penanganan lebih awal yang dapat mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut. Penyakit Gagal Ginjal dapat didiagnosa dari gejala klinis yang nampak dan juga dengan pemeriksaan laboratorium. Maka dari itu kita sarankan untuk mengecek pemeriksaan darah secara rutin terhadap hewan kesayangan anda. 4. dan juga kemungkinan terjadi infeksi sekunder oleh bakteri. bila keduanya hasilnya tinggi menunjukkan bahwa fungsi ginjal sudah jelek. Pemeriksaan darah QBC dan kimia darah akan sangat membantu mendiagnosa Gagal ginjal terutama dilihat dalam kandungan BUN (Blood Urea Nitrogen) dan Creatinine. Batu 11 . Geriatric diseases (Penyakit yang timbul pada umur tua diakibatkan karena penurunan fungsi organ dalam hal ini ginjal). Agen Infeksius (Leptospirosa sp. Batu Ginjal. Dehidrasi.

Ditemukan pada orang dengan kelainan genetik.  Batu cystine Batu ini mewakili sekitar 1 persen dari batu ginjal. timbul jika kandungan zat itu terlalu banyak di dalam urin. nefrolitialis).jenis batu ginjal Batu ginjal mempunyai banyak jenis nama dan kandungan zat penyusunnya yang berbeda-beda. selain itu jumlah berlebihan vitamin D. Batu ini biasanya kombinasi dari kalsium dan oksalat. akan menyebabkan kerusakan serius pada ginjal.  Batu struvite Batu struvite biasanya diakibatkan infeksi saluran kencing kronis. Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). penyumbatan aliran kemih atau infeksi. disebabkan bakteri. Menurut Arimurti (2007). 12 .  Batu asam uric Batu ini terbentuk dari asam uric. diantaranya:  Batu kalsium Sekitar 75 sampai 85 persen dari batu ginjal adalah batu kalsium. menyebabkan tubuh terlalu banyak menyerap kalsium. Batu ini jika membesar. perdarahan. sehingga ginjal kelebihan jumlah asam amino.ginjal didalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah masa keras seperti batu yang terbentuk disepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri. Jenis. produk sampingan dari metabolisme protein. ada empat jenis utama dari batu ginjal yang masing-masing cenderung memiliki penyebab yang berbeda.

Secara epidemiologi terdapat beberapa faktor yang mempermudah terjadinya batu saluran kemih. Batu yang menyebabkan nyeri biasanya didiagnosis berdasarkan gejala kolik renalis. Biasanya tidak perlu dilakukan pemeriksaan lainnya. Pemeriksaan tambahan yang bisa membantu menegakkan diagnosis adalah pengumpulan air kemih 24 jam dan pengambilan contoh darah untuk menilai kadar kalsium. dehidrasi dan keadaan keadaaan lain yang masih belum terungkap (idiomatik ). infeksi saluran kemih. Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan adalah urografi intravena dan urografi retrograd (Mariani. 2009). Diagnosa Batu yang tidak menimbulkan gejala. sistin. Faktor faktor itu adalah faktor intrinsik yaitu keadaan yang berasal dari tubuh dan faktor ekstrinsik yaitu pengaruh yang berasal dari lingkungan di sekitarnya. 2008). gangguan metabolik. kecuali jika nyeri menetap lebih dari beberapa jam atau diagnosisnya belum pasti. Analisa air kemih mikroskopik bisa menunjukkan adanya darah. atau ketika batu ginjal sudah terbentuk besar 13 . disertai dengan adanya nyeri tekan di punggung dan selangkangan atau nyeri di daerah kemaluan tanpa penyebab yang jelas (Pratomo. asam urat dan bahan lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya batu. nanah atau kristal batu yang kecil. Rontgen perut bisa menunjukkan adanya batu kalsium dan batu struvit.Etiologi Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan dan aliran urine. mungkin akan diketahui secara tidak sengaja pada pemeriksaan analisa air kemih rutin (urinalisis). Pencegahan Kesulitan dari pencegahan penyakit batu ginjal adalah gejala penyakit ini muncul ketika keadaan sudah parah.

yang menyebabkan terjadinya tekanan dari air kencing yang terhambat dan menyebabkan sensasi yang sangat menyakitkan. Dalam kasus yang ekstrim. dan muntah.dan banyak. Rasa sakit mulai timbul ketika batu ginjal sudah mencapai saluran kencing (Alam. Disamping itu. lemah. nafsu makan berkurang atau sama sekali tidak mau makan. Berdasarkan anamense tersebut. Batu ginjal yang sudah terbentuk tersebut dapat menyebabkan rasa nyeri yang sangat ketika batu tersebut dipaksa keluar dari saluran kencing. Setelah pemeriksaan klinis. Kasus urolithiasis pada anjing biasanya dibawa oleh klien dengan anamnese anjing susah kencing atau hanya kencing sedikit dan kadang-kadang berdarah. 2008). Hal ini bisa mengakibatkan keadaan menjadi lebih parah karena timbulnya komplikasi seperti infeksi yang lebih lanjut. Untuk menghindari hal ini maka perlu dilakukan pencegahan terbentuknya batu ginjal (Alam. pemeriksaan klinis segera dilakukan dan pemeriksaan dari saluran air kencing sangat diprioritaskan. Pada waktu melakukan pemeriksaan klinis. Hal ini biasanya terjadi ketika batu ginjal yang cukup besar sudah masuk ke dalam ureter. air kencing bisa berwarna merah karena bercampur dengan darah akibat dari kerusakan ureter. 14 . Selain itu kekurangan darah juga dapat menjadi masalah serius karena perdarahan terus terjadi akibat kerusakan ureter. Gejala awal dari batu ginjal adalah adanya rasa sakit yang biasanya dimulai pada lambung atau di daerah samping perut dan perlahan-lahan rasa sakit bergerak menuju daerah pangkal paha. 2008). dilakukan pembuatan foto Rontgen atau pemeriksaan dengan USG bagian abdomen dengan posisi rebah samping (lateral). palpasi daerah abdomen sering terasa adanya pembesaran dari kandung kencing.

Pemberian suntikan penenang guna memudahkan pengeluaran urine. 2. maka cairan infus yang telah dipasang sebelum operasi segera dialirkan secara intravena menggunakan IV kateter Cairan 15 .Setelah urin berhasil dikeluarkan.  Untuk penanganan perlu diberikan transquilizer (Obat Penenang) atau pembiusan. dapat disimpulkan bahwa anjing tersebut menderita urolithiasis. Evakuasi urin menggunakan kateter propylene dengan berbagai ukuran 3.  Tindakan bedah sebaiknya dilakukan untuk mengambil batu atau kristal yang menyebabkan penyumbatan di saluran air kencing. Hasil tersebut harus segera diinformasikan kepada klien guna mendapat persetujuan untuk penanganan selanjutnya.  Semua tindakan bedah serta penggunaan obat bius (anestesi) ada resikonya. Informasi yang perlu disampaikan kepada klien antara lain adalah:  Hewan tidak dapat atau sulit kencing disebabkan karena adanya penyumbatan atau peradangan di saluran air kencing. dan pemeriksaan radiologis/USG. maka segera dilakukan tindakantindakan sebagai berikut: 1. Setelah ada persetujuan dari klien secara tertulis.Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis.

maka cairan yang diberikan ialah Ringer Dextrose 5%. Pemeriksaan urin juga diperlukan untuk mengetahui adanya peradangan di kandung kencing. Bilamana anjing banyak muntah (karena sudah terjadi uremia/gagal ginjal). Gambar : Sedimen dalam urin A : Sedimen normal urin B : Sedimen abnormal urin 16 .infus yang perlu diberikan ialah larutan Ringer Laktat 5%dengan dosis 20 – 40 cc/kgBB/hari. serta beberapa kadar elektrolit di dalam darah seperti Kalium. dan Klor. serta jenis batu atau kristal yang menjadi sumbatan. Disamping melakukan evakuasi urine. perlu dilakukan juga pemeriksaan darah: hematologi lengkap. 4. Natrium. kimia darah (fungsi ginjal: ureum dan kreatinin).

Gambar : Kristal dan batu cystine Gambar : Kristal dan batu kalsium oksalat Gambar : Kristal dan batu struvit 17 .

hormonal dan ekskresi Polycystic Kidney Disease(PKD) pada Kucing. merupakan kondisi yang diturunkan dari induk kucing kepada anaknya yang menyebabkan ginjal membesar sehingga pada akhirnya mengakibatkan gagal ginjal. Gagal Ginjal Akut (GGA) dan 2. perdarahan. yaitu metabolisme. Ada 2 tipe gagal ginjal : 1. Kata ini brasal dari bahasa  Yunani ”nephro” yang berarti ginjal dan ”itis” berarti keradangan 18 .  Nephritis bearti keradangan pada ginjal.BAB III PENUTUP 3. Kondisi ini diawali dengan munculnya kista pada ginjal kucing jenis  Persia yang diturunkan dari salah satu atau kedua induknya Batu ginjal didalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah masa keras seperti batu yang terbentuk disepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri. penyumbatan aliran kemih atau infeksi.1 KESIMPULAN  Sistem urinari  memiliki tiga fungsi. Gagal Ginjal Kronis (GGK).

DAFTAR PUSTAKA Anderton. Nefrologi. 2008. 1995. Basuki. Hardany. Jakarta: CV. Dasar – Dasar Urologi Edisi Kedua.L. J. Patofisiologi. Juli 2012.Infomedika Ramdhany.1992. dkk. Jakarta : EGC Purnomo. Jakarta: Hipokrates. Volume 2 No. Prima Rizky. No.2012. 1. Dhany Nugraha. Jurnal Ilmu Komputer dan Informasi. SA. 2008. dkk. 19 . Bogor : Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor. Vet Medika J Klin Vet. 1. LaporanKasus: Polycystic Kidney Disease (PKD) pada Kucing.2. . Price. Vol. Diagnosis gangguan sistem urinari pada anjing dan kucing menggunakan vfi 5 .

20 .