You are on page 1of 28

LAPORAN PRAKTIKUM

PEMANTAUAN TERAPI OBAT
KASUS 11

Kelompok C 11 :
Rara Kartika Ratri

3351151148

Risanteni Riskasari

3351151149

Demia Pratiwi

3351151150

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
CIMAHI
2015

BAB I
TEORI PEMANTAUAN TERAPI OBAT, DATA PASIEN, DIAGNOSA

I.1. PEMANTAUAN TERAPI OBAT
A. Definisi
Pemantauan terapi obat (PTO) adalah suatu proses yang mencakup kegiatan untuk
memastikan terapi obat yang aman, efektif dan rasional bagi pasien. Kegiatan tersebut
mencakup: pengkajian pilihan obat, dosis, cara pemberian obat, respons terapi, reaksi
obat yang tidak dikehendaki (ROTD),)dan rekomendasi perubahan atau alternatif terapi.
B. Seleksi Pasien
Pemantauan terapi obat (PTO) seharusnya dilaksanakan untuk seluruh pasien. Mengingat
terbatasnya jumlah apoteker dibandingkan dengan jumlah pasien, maka perlu ditentukan
prioritas pasien yang akan dipantau. Seleksi dapat dilakukan berdasarkan :
1. Kondisi Pasien.
 Pasien yang masuk rumah sakit dengan multi penyakit sehingga menerima





2.

polifarmasi.
Pasien kanker yang menerima terapi sitostatika.
Pasien dengan gangguan fungsi organ terutama hati dan ginjal.
Pasien geriatri dan pediatri.
Pasien hamil dan menyusui.
Pasien dengan perawatan intensif
Obat
a. Jenis obat
Pasien yang menerima obat dengan risiko tinggi seperti :
- obat dengan indeks terapi sempit (contoh:digoksin,fenitoin),
- obat yang bersifat nefrotoksik (contoh: gentamisin) dan hepatotoksik (contoh:
-

OAT),
sitostatika (contoh: metotreksat),
antikoagulan (contoh: warfarin, heparin),
obat yang sering menimbulkan ROTD (contoh: metoklopramid, AINS),
obat kardiovaskular (contoh: nitrogliserin).

b. Kompleksitas regimen
- Polifarmasi
- Variasi rute pemberian
- Variasi aturan pakai
- Cara pemberian khusus (contoh: inhalasi)
C. Masalah dalam Terapi Obat

cara pemberian obat. Identifikasi masalah (dosis. Hubungkan terapi obat dengan masalah tertentu atau status penyakit untuk menetapkan terapi tertentu 3. toksisitas) dan/atau kemungkinan untuk ROM 6. penetapan titik akhir farmakoterapi c. ROTD 2. pemantauan frekuensi pemantauan 5. Pemberian rekomendasi penyelesaian masalah terkait obat 3. action. Tindak lanjut F. Pengumpulan data pasien dan mengatur data ke dalam suatu format masalah 2. monitoring) .       Polifarmasi Kesalahan obat Alergi Reaksi obat merugikan Ketidakpatuhan Duplikasi Interaksi D. respon terapi. Proses PTO 1. Pendekatan untuk intervensi dan tindak lanjut (format SOAP : subjective. Kegiatan PTO 1. Pengumpulan data pasien 2. Rekomendasi penyelesaian masalah terkait obat 4. Pengkajian pemilihan obat. atau PAM : problem. Pengembangan alternatif atau solusi masalah (proses pengambilan keputusan) 7. plan. assessment. Tahapan PTO 1. kontraindikasi. Pemantauan 5. Pemantauan efektivitas dan efek samping terapi obat E. kesalahan pemberian obat. dosis. mendisain rencana pemantauan terapi obat: a. Mengembangkan sasaran untuk terapi tertentu 4. interaksi. pengembangan parameter pemantauan tertentu b. Identifikasi masalah terkait obat 3. objektive.

merubah rute pemberian. Pemeriksaan laboratorium.2. nyeri. Mengkomunikasikan temuan dan rekomendasi G. B Status pasien : Jamkesmas Ruang rawat : KMN Sub bagian : 05 No. Salah satu metode sistematis yang dapat digunakan dalam PTO adalah Subjective Objective Assessment Planning (SOAP). Tanda-tanda obyektif mencakup tanda vital (tekanan darah.1 Identitas Penderita Nama : Ny.2 DATA PASIEN 1. sesak nafas. Contoh : pusing. hasil pemeriksaan laboratorium dan diagnostik. mual.  Objetive Data obyektif adalah tanda/gejala yang terukur oleh tenaga kesehatan.  Subjetcive Data subyektif adalah gejala yang dikeluhkan oleh pasien. Rekomendasi yang dapat diberikan:  Memberikan alternatif terapi. denyut nadi. suhu tubuh. meminimalkan efek yang tidak dikehendaki dan kemungkinan adanya masalah baru terkait obat. Rekam medik : 11050xxx Tanggal masuk : 15-04-2011 . menghentikan pemberian obat.  Planning Setelah dilakukan SOA maka langkah berikutnya adalah menyusun rencana yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah.  Assessment Berdasarkan data subyektif dan obyektif dilakukan analisis untuk menilai keberhasilan terapi. O Jenis Kelamin :P Usia : 28 tahun Alamat : Ds. Mengedukasi pasien.8. kecepatan pernafasan). 1. memodifikasi dosis   atau interval pemberian.

2. ibu mengeluh sulit dan sakit saat akan berhubungan dengan suami.3 1.4 :- Pemeriksaan Penunjang Awal : Hb : 10.2. darah haid keluar hanya sedikit-sedikit.2. Ibu melahirkan di bidan spontan BB bayi 3250 gr.1. M Apoteker : Data Klinis pasien Kesadaran : cm Tekanan darah : 110/80 mmHg Nadi : 80 x / menit Suhu : 36.5 Anamnesa P1A0 (AH1AT3th) datang untuk dilakukan operasi.2.2. Lalu dilakukan penjahitan setelah nifas.2 Tanggal keluar : 23-04-2011 Status pulang : Dipulangkan Dokter : dr. 1.2 Leko : 5800/m3 Ht : 30% Tr : 240.5oC Gizi :- Tinggi badan :- Berat badan :- Riwayat Konsumsi Obat : Alergi 1.6 Diagnosis kerja : Sinekia vagina . Ibu mengeluh dinding kemaluan lengket sejak 3 tahun yang lalu.000 Alasan Masuk RS/Keluhan Utama : Datang untuk dilakukan operasi 1.

apabila anak berdiri urine yang masuk ke vagina akan keluar. Adhesi ini terjadi karena kadar estrogen yang rendah pada anak perempuan sebelum pubertas dan kontak dengan iritasi. setelah berkemih (postvoid dribbling). .BAB II TINJAUAN PUSTAKA PENYAKIT 2.1 Sinekia labial Sinekia labial (adhesi labial ) adalah perlengketan jaringan ikat (adhesi fibrosa) labia minora diantara labia majora. tetapi bisa menyebabkan refluks vagina urin yaitu urine masuk ke vagina. Adhesi labial umumnya tidak bergejala dan bukan penyebab kelainan saluran kemih atau genital wanita. Adhesi labial jarang dapat menyebabkan gangguan aliran kemih.

bila daerah yang mengalami iritasi tersebut sembuh. pengumpulan urin di daerah luar vagina.01%) langsung ke daerah perlekatan dari labia minora. 2.Adhesi labial juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih.2 Penyebab Faktor penyebab yang sering dikaitkan dengan “Labial adhesion” adalah adanya iritan atau sesuatu yang mengiritasi daerah vagina. Adhesi labial paling sering terjadi pada bayi dan anak perempuan berusia 3 bulan sampai 6 tahun. Pelecehan seksual yang mengarah ke perlengketan labial sangat jarang pada anak perempuan yang telah mencapai menarche.     yang seharusnya dari anterior ke posterior. Setelah perlekatan mulai memisah. hipoestrogenisme atau prosedur bedah yang menyebabkan trauma vulva. residu cairan pelembut atau pengharum pakaian. paparan dari pakaian yang lembab dan kotor dalam jangka waktu yang cukup lama ( misal: popok yang basah ). infeksi. Krim dapat digunakan pada tempat yang melekat (adhesi) dua atau tiga kali sehari selama beberapa minggu. atau trauma mekanis.3 Pengobatan ( menggunakan sediaan topikal dan emolien) Pengobatan primer adhesi labial terdiri dari krim estrogen topikal (krim estrogen terkonjugasi atau estradiol vagina krim 0. 2.  gerakan membasuh kemaluan dari posterior ( anus ) ke anterior ( daerah vagina ).  penyebab-penyebab lain yang tidak diketahui. adhesi labial biasanya terbuka spontan pada masa pubertas. Adhesi labial setelah pubertas jarang terjadi dan biasanya hasil dari peradangan kronis. atau sisa-sisa feces. . kemungkinan sebagai akibat dari kadar estrogen meningkat. Sedangkan adhesi labial pasca melahirkan jarang dijelaskan dalam literatur medis. Iritan-iritan tersebut antara lain:  kurangnya kebersihan kelamin. infeksi saluran kemih. frekuensi aplikasi dapat menurun dan dapat ditambahkan pengunaan emolien. hal ini menyebabkan ketidaknyamanan saat berkemih. hal ini berhubungan dengan kadar estrogen ibu yang masih tinggi. sabun atau busa mandi. Karena labia letaknya sangat berdekatan. Jika tidak diobati. Adhesi Labial belum dilaporkan pada masa neonates. dengan insiden puncak sekitar usia 13-23 bulan. kedua labia kadang-kadang menjadi melekat untuk sementara waktu.

Dalam kasus-kasus tertentu. Jahitan oversewing dari perlengketan tidak diperlukan. Betametason digunakan sebagai terapi primer atau pada pasien yang telah gagal terapi sebelumnya dan mungkin menghindari efek samping yang tidak diinginkan. baik dengan cara medis atau melalui perawatan bedah.05% krim dapat digunakan untuk pengobatan adhesi labialn pra- pubertas karena aman dan efektif. pemisahan manual atau bedah dapat dipertimbangkan. Pasca operasi. .4 Operasi pemisahan Jika perawatan medis tidak berhasil. Karena adhesi labial biasanya tanpa gejala dan jarang merupakan keadaan darurat. emolien (misalnya salep antibiotik atau krim ruam popok) harus tetap digunakan beberapa kali sehari selama beberapa bulan untuk memungkinkan tepi labial kebmabali sembuh tanpa pembentukan adhesi. Pemisahan bedah dapat dilakukan di poli klinik.Betametason 0. Alternatif lain adhesi labial dapat juga dilakukan di ruang operasi (OR) dengan pasien di berikan anestesi umum. pasien atau orang tua harus menggunakan emolien ke labia minora beberapa kali sehari selama 3-4 bulan. 2. perawatan tindak lanjut harus tetap dilakukan . infeksi berulang.5 Monitoring Jangka Panjang Setelah perlekatan labial telah dipisahkan. menggunakan lidokain dan prilokaina (EMLA) krim sebagai anestesi topikal. 2. Pemisahan tumpul labia ini dilakukan dengan menggunakan alat yang diberikan pelicin. antara lain karena adhesi yang sulit dipisahkan. Cara ini dilakukan jika perlekatan terpisah sangat mudah. namun proses pemisahan menyakitkan jika tanpa anestesi apapun. nyeri dan terjadinya retensi urine. untuk mencegah kekambuhan. obat penenang anestesi sebelum prosedur dapat dibenarkan.

2. Mekanisme Kerja : Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan berikatan dengan satu atau lebih ikatan protein .Indikasi - : Antibiotik : Profilaksis pada pembedahan. Pada pasien yang hipersensitif terhadap penicillin ada kemungkinan terjadi sensitivitas silang. - Peringatan: 1. meningitis.Jenis Obat . .Hati-hati pemberian pada wanita hamil. Bakteri akan mengalami lisis karena aktivitas enzim autolitik (autolisin dan murein hidrolase) saat dinding sel bakteri terhambat. Hati-hati bila diberikan pada penderita dengan riwayat penyakit gastrointestinal terutama kolitis.BAB III TINJAUAN PUSTAKA OBAT 3.1 SEFOTAKSIM . Epiglotitis karena hemofilus. .penisilin (penicillin-binding proteins-PBPs) yang selanjutnya akan menghambat tahap transpeptidasi sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri sehingga menghambat biosintesis dinding sel.

6. - Gonore: 1 g dosis tunggal. Hasil positif palsu mungkin diperoleh dari glukosa urin. bila itu ditentukan dengan metode reduksi. Interaksi obat : penggunaan bersamaan dengan diuretik kuat. Hal ini dapat dihindari dengan menggunakan metode enzimatik. Walaupun jarang. 7. Pada pemberian intramuskular injeksi harus disuntikkan dalam-dalam pada otot gluteal. reaksi . - Kontraindikasi: Alergi terhadap antibiotik golongan sefalosporin. 8. hasil tes Coombs positif palsu dapat dihasilkan pada pasien yang diberi Cefotaxime. NEONATUS: 50 mg/kg bb/hari dalam 2-4 kali pemberian. rasa tidak enak pada saluran cerna. ANAK: 100-150 mg/kg bb/hari dalam 2-4 kali pemberian. Cefotaxime diekskresikan dalam air susu ibu sehingga penggunaannya sebaiknya hati-hati pada ibu menyusui. mual dan muntah. probenesid. Dosis:  pemberian injeksi intramuskuler. - Efek Samping: diare dan kolitis yang disebabkan oleh antibiotik (keduanya karena penggunaan dosis tinggi).3. obat yang berpotensi nefrotoksik (misal Aminoglikosid). Cara pemakaian: Cara pemberian obat sebaiknya melalui intravena (langsung pada vena atau bagian dari katup selang infus). 4. (pada infeksi berat dapat ditingkatkan menjadi 200 mg/kg bb/hari). dapat ditingkatkan 150-200 mg/kg bb/hari. intravena atau infus:1 g tiap 12 jam. Efek pada parameter laboratorium. (Dosis di atas 6 g/hari  diperlukan untuk infeksi pseudomonas). 5. sakit kepala. Pada infeksi berat. Disarankan injeksi intramuskular pada satu sisi yang sama tidak melebihi 4 mL (sekitar 1gram Cefotaxime). walaupun pemberian dapat pula dilakukan secara intramuskular. Agar dilakukan pemeriksaan hitung darah pada penderita yang mendapatkan pengobatan lebih dari 10 hari dan pengobatan dihentikan jika timbul neutropenia. dapat ditingkatkan sampai 12 g per hari dalam 3-4 kali pemberian.

nefritis interstisial reversibel. leukopenia.alergi berupa ruam. bingung. Supositoria yang diberikan pada malam hari lebih efektif dalam mengontrol nyeri yang timbul sepanjang malam dibandingkan bentuk oral. hipertonia dan pusing. gangguan darah (trombositopenia. Kadar puncak plasma tercapai dalam waktu ½ sampai 2 jam. bingung. dengan waktu paruh eliminasi 2-3 jam. Waktu paruh Ketoprofen OD adalah 5-12 jam. pruritus. - Farmakologi: Merupakan anti-inflamasi non-steroid (AINS) dengan daya analgesik. gangguan tidur. Waktu paruh pada lanjut usia selama 5 jam. kadar puncak dicapai dalam 1-2 jam. Ketoprofen OD diformulasikan agar obat dilepaskan sesuai pH usus kecil. nervous. nervous. Kadar puncak plasma tercapai dalam waktu 6-7 jam. masalah pada sendi dan otot. demam dan artralgia. urtikaria. anemia aplastik. . Bekerja menghambat sintesa prostaglandin. tidak dipengaruhi oleh makanan. gangguan fungsi hati. Ketoprofen OD tidak dianjurkan untuk kasus nyeri akut. hepatitis transien dan kolestatik jaundice. karena merupakan obat controlledrelease. sindroma Stevens-Johnson. serum sickness-like reactions dengan ruam. anemia hemolitik). menstruasi.Jenis Obat : Obat Antiinflamasi non steroid (OAINS) . ketoprofen diabsorpsi dengan baik. serta rasa sakit setelah operasi. anafilaksis. anti-inflamasi dan antipiretik. hipertonia dan pusing. Pada pemberian secara intramuskular. 3. nekrolisis epidermal toksis. makanan hanya memperpanjang waktu mencapai kadar puncak (t-maks) tanpa mempengaruhi bioavailabilitas totalnya. hiperaktivitas. Diabsorbsi sempurna dan cepat di saluran cerna.2 KETOPROFEN SUPPOSITORIA . dan 3 jam pada dewasa.Indikasi : Meredakan rasa nyeri dan peradangan akibat penyakit rematik. agranulositosis. eosinofil.

tukak lambung. penyakit Crohn.  Harap berhati-hati bagi penderita penyakit lupus. kolitis ulseratif.  - - Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis.  Harap waspada jika mengalami gejala nyeri perut. Pemakaian bersama dengan metotreksat dilaporkan menimbulkan interaksi berbahaya.Indikasi : .- Peringatan dan perhatian :  Bagi wanita hamil disarankan untuk tidak mengonsumsi ketoprofen. dan penggumpalan darah.  Ketoprofen tidak disarankan untuk digunakan oleh mereka yang berusia di bawah 18 tahun dan mereka yang berusia di atas 65 tahun. Sedangkan bagi wanita menyusui. 3. gangguan ginjal. segera temui dokter. mungkin dengan menghambat sekresi tubular dari metotreksat.3 CEFADROKSIL . masalah pada sirkulasi pembuluh darah. tukak duodenum. sulfonilurea atau hidantoin dapat  memperpanjang waktu protombin dan perdarahan gastrointestinal. dan mengalami sesak napas. muntah darah. hipertensi. gangguan hati. BAB pekat berwarna hitam atau disertai darah. kecuali diresepkan oleh dokter.Jenis Obat : Antibiotik . Efek Samping :  Mual  Gangguan perut  Nyeri ulu hati  Gangguan pencernaan  Diare Interaksi Obat :  Pemakaian bersama dengan warfarin. obat ini tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi.

Streptococcus pneumoniae. . . mastitis. sistitis. Staphylococcus aureus (termasuk penghasil enzim penisilinase). Infeksi ringan : 1 gram / hari dalam dosis terbagi dua (2 x 500 mg) Infeksi sedang sampai berat : 1 .Kontraindikasi : Hipersensitif terhadap cephalosporin atau penicillin.Digunakan untuk infeksi berat yang disebabkan oleh organisme gram positif yaitu:  Infeksi saluran kemih : Pielonefritis. Dewasa : dosis awal 1. Infeksi kulit dan jaringan lunak : Limfadenitis. Klebsiella sp. Escherichia coli. faringitis. bronkitis.000 mg dan dosis pemeliharaan 500 mg setiap hari dengan interval waktu sebagai berikut : Bersihan kreatinin (mL / menit) Interval dosis (Jam) .  Ginekologi atau sistem reproduksi wanita  Infeksi lain : Osteomielitis.6 18. sinusitis. endometritis.1 13. pneumonia.Mekanisme Kerja: Cefadroxil bersifat bakterisid dengan jalan menghambat sintesa dinding sel bakteri. erisipelas. furunkulosis. Cefadroxil aktif terhadap Streptococcus beta-hemolytic. abses. abses  paru.bro nkhopneumonia. Lihat tabel : Berat Badan (kg) Total Cefadroxil 125 mg / 5 mL per hari 4. artritis sepsis.3 1 sendok takar 2 sendok takar 3 sendok takar 4 sendok takar 5 sendok takar 6 sendok takar Pasien gangguan ginjal : Dosis diatur sesuai bersihan kreatinin untuk mencegah terjadinya akumulasi obat. otitis media.2 22. Anak-anak : 30 mg / kg BB / hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam. selulitis. adneksitis. Faringitis.7 27. Proteus mirabilis. Biasanya    2 gram perhari dalam dosis terbagi. . Moraxella catarrhalis. laringitis.2 gram / hari dalam dosis tunggal atau terbagi.  Infeksi saluran pernafasan : Tonsilitis. uretritis.Dosis : Dewasa :  Infeksi saluran kemih : 1 .5 9.2 gram / hari dalam dosis terbagi 2 (500 mg – 1  gram tiap 12 jam). peritonitis septikemia. Infeksi kulit dan jaringan lunak : 1 gram / hari atau 500 mg / 12 jam. tonsillitis yang disebabkan oleh Streptococcus β-haemolyticus : 1 gram /   hari dalam 2 dosis terbagi diberikan selama 10 hari.

o Efek samping lain seperti vaginitis. dan nyeri pada persalinan. gatal-gatal dan reaksi anafilaksis. Interaksi Obat:  Obat-obat yang bersifat nefrotoksik dapat meningkatkan toksisitas sefalosporin terhadap ginjal.Jenis obat : Obat Antiinflamasi non steroid (OAINS) . o Pemakaian secara hati-hati pada penderita penyakit ginjal atau hati dan peradangan saluran cerna. seperti ruam kulit. radang usus. Peringatan dan perhatian: . o Hati-hati penggunaan pada wanita hamil dan bayi prematur karena keamanannya belum diketahui pasti. jika diberikan 48 – 72 jam setelah pemberian sefalosporin. nyeri otot.  Alkohol dapat mengakibatkan Disulfiram-like reactions. termasuk nyeri karena trauma. Mekanisme kerja : Menghambat sintesa prostaglandin dengan menghambat kerja enzim cyclooxygenase (COX-1 & COX-2).  Probenesid menghambat sekresi sefalosporin sehingga memperpanjang dan meningkatkan konsentrasi obat dalam tubuh. asma. pemeriksaan glukosa - urin cara Benedict dan Fehling. Kontraindikasi : o Pada penderita tukak lambung. o Dapat memberikan hasil positif semu pada reaksi Coomb’s. neutropenia dan peningkatan transaminase. seperti mual. dan gejala kolitis - pseudomembran. muntah.0 – 10 10 – 25 25 – 50 - 36 24 12 Peringatan dan Perhatian : o Hati-hati pada penderita yang alergi terhadap derivat penisilin karena kemungkinan dapat terjadi alergi silang. analgetik - - (antinyeri) dan antipiretik. ringan sampai sedang sehubungan dengan sakit kepala. Efek Samping: o Gangguan saluran pencernaan. 3. o Hipersensitif terhadap asam mefenamat. nyeri sehabis operasi.Indikasi : Untuk menghilangkan nyeri akut dan kronik. diare. dismenore primer. gangguan ginjal. sakit gigi. nyeri - sendi. o Reaksi hipersensitif.4 Asam Mefenamat . Asam mefenamat mempunyai efek antiinflamasi.

sulfonylurea). asam - mefenamat dapat mengakibatkan agranulositosis dan anemia hemolitik. o Terhadap Hasil Laboratorium : Dapat menyebabkan reaksi false-positif tes urin - menggunakan tes tablet diazo. penglihatan kabur. waktu prothrombin harus dimonitor. . o Terhadap Anak-anak : Belum ada studi ttg keamanan & efikasi penggunaan asam mefenamat pada pasien anak dibawah 14 tahun. mual. dispepsia. o Obat lain yang juga memiliki efek samping pada lambung : kemungkinan dapat meningkatkan efek samping terhadap lambung. rasa mengantuk. pusing. Efek samping : o Gangguan saluran cerna. kolik usus. diberikan pada saat mulai - menstruasi dan dilanjutkan selama 5 hari atau sampai perdarahan berhenti. sehingga dapat meningkatkan efek samping (contoh : hidantoin. antara lain iritasi lambung. Dosis : o Dewasa dan anak di atas 14 tahun : Dosis awal yang dianjurkan 500 mg kemudian dilanjutkan 250 mg tiap 6 jam. vertigo. sehingga tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh ibu yg sedang menyusui. Jika Pasien menggunakan antikoagulan (warfarin) atau zat thrombolitik (streptokinase). o Terhadap Ibu Menyusui : Didistribusikan melalui air susu ibu. o Dismenore : Asam Mefenamat 500 mg 3 kali sehari. Belum ada studi tentang keamanan untuk anak. o Menoragia : Asam Mefenamat 500 mg 3 kali sehari. sakit kepala. o Lithium : meningkatkan toksisitas Lithium dengan menurunkan eliminasi lithium di ginjal. Terutama pada akhir masa kehamilan atau saat melahirkan karena efeknya pada sistem kardiovaskular fetus (penutupan prematur duktus arteriosus) & kontraksi uterus.o Terhadap Kehamilan : Tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh wanita hamil. diberikan pada saat mulai menstruasi ataupun sakit dan dilanjutkan selama 2-3 hari. o Pada penggunaan terus-menerus dengan dosis 2000 mg atau lebih sehari. muntah dan diare. Interaksi obat: o Obat yg terikat pada protein plasma : menggeser ikatan dengan protein plasma. o Obat antikoagulan & antitrombosis : sedikit memperpanjang waktu prothrombin & Waktu thromboplastin parsial.

0 ~ 16.2 30 5. Ibu mengeluh dinding kemaluan lengket sejat 3 tahun yang lalu. ibu mengeluh sulit dan sakit saat akan berhubungan dengan suami.2 Leko : 5800/m3 Ht : 30% Tr : 240.BAB IV PTO MENGGUNAKAN FORMAT SOAP o SUBJECTIVE P1A0 (AH1AT3th) datang untuk dilakukan operasi.800 P : 12. Ibu melahirkan di bidan spontan BB bayi 3250 gr.000 Data Laboratorium Pemeriksaan Hematologi Darah Rutin Hemoglobin Hematokrit Leukosit Hasil Nilai Rujukan Satuan 10. o OBJECTIVE Kesadaran : cm Tekanan darah : 110/80 mmHg Nadi : 80 x /menit Respirasi : 20 x/menit Suhu : 36.0 P : 35 ~ 47 4400 ~ 11300 Gr/dL. Lalu dilakukan penjahitan setelah nifas. darah haid keluar hanya sedikit-sedikit.5Oc Gizi :Tinggi badan :Berat badan :Riwayat Konsumsi Obat : Alergi :Pemeriksaan Penunjang Awal : Hb : 10. % /mm3 .

KetepatanDosisObat No NamaObat. untuk Indikasi mencegah infeksi setelah operasi 2 Ketoprofen 2x1 supp Merupakan anti-inflamasi nonsteroid (AINS) dengan daya analgesik. Kekuatan DosisMenurut Dosis Ketepatan . anti-inflamasi dan antipiretik Penderita telah Tepat melakukan operasi.53 240.3 26 ~ 34 pg 34.1 32 ~ 36 Trombosit Index Eritrosit MCV MCH MCHC ASSESSMENT KetepatanPenggunaanObatTerhadapIndikasi/Diagnosis o a.000 P : 3.6 ~ 5. No NamaObat.8 150000 ~ 450000 Juta/µL /mm3 66. untuk Indikasi menghilangkan rasa sakit setelah operasi 3 Cefadroksil 2x500 mg Cefadroxil terutama digunakan untuk infeksiberat yang disebabkan oleh organisme gram positif Penderita telah Tepat melakukan operasi. anti-inflamasi dana ntipiretik Penderita telahmelakukan operasi. untuk menghilangkan rasa sakit setelah operasi Tepat Indikasi b.6 80 ~100 fL 22.Eritrosit 4. untuk Indikasi mencegah infeksi setelah operasi 4 Asam mefenamat 3x500 mg Merupakan anti-inflamasi nonsteroid (AINS) dengan daya analgesik. Kekuatan IndikasiMenurut Diagnosa Ketepata n BentukSediaa n Literatur Pasien Indikasi 1 Cefotaxime 2x1 gram iv Profilaksis pada pembedahan Penderita telah Tepat melakukan operasi.

BentukSediaan Literatur Pasien Dosis 1. Tepatdosis 2. Cefotaxime 2x1 gram infus:1 g tiap 12 jam. maks 7 hari. sehari 2 kali 100 mg TepatDosis 3. Ketoprofen 2x1 supp Supp : 100 mg. 1 gram iv dapatditingkatkansampai 12 g per haridalam 3-4 kali pemberian. Tepatdosis . Cefadroksil 2x500 mg Dewasa : sehari 1-2 gram 1 gram sekalidosisatau 2 dosisterbagi TepatDosis 4 Asammefenamat3x50 0 mg Dewasa :awal 500 mg 500 mg kemudian 250 mg tiap 6 jam.

agranulositosis. nekrolisis epidermal toksis. hipertoniadanpusing. gangguantidur. KejadianEfekSampingObat No 1. hepatitis transiendankolestatik jaundice. urtikaria. Kekuatan EfekSampingMenurut Kondisi BentukSediaan Literatur Pasien Cefotaxime 2x1 gram iv mual danmuntah. nefritisinterstisialreversibel. Gangguanpencernaan Tidak terjadi efek samping . sindroma Stevens-Johnson. NamaObat. demamdanartralgia. 2. serum sickness-like reactions denganruam. gangguandarah (trombositopenia. anemia hemolitik). Keterangan Tidak terjadi efek samping sakitkepala. Nyeriuluhati 4. Mual 2. rasa tidakenakpadasalurancerna. Ketoprofen 2x1 supp 1.c. eosinofil. leukopenia. reaksialergiberuparuam. anemia aplastik. Gangguanperut 3. nervous. anafilaksis. gangguanfungsihati. pruritus. hiperaktivitas. bingung.

neutropenia dan peningkatan trans aminase. Efeksamping lainseperti vaginitis. KejadianInteraksiObat No InteraksiObat IntensitasInteraksi AkibatInteraksi 1 Cefotaxime - - 2 Ketoprofen - - 3 Cefadroksil - - 4 Asam mefenamat - - e. gatal danbengkak. Tidak terjadi efek samping Asammefenamat3x5 00 mg diare. penglihatan kabur. muntah. Reaksi hipersensitif. diare. sakit tenggorokan dan demam dankerusakan hatiakut Tidak terjadi efek samping d. hematemesis (muntahdarah). seperti mual. hematuria (darahdalamurin). Cefadroksil 2x500 mg Gangguan saluran pencernaan. Diare 3. seperti ruamkulit. Assessment No Jenis DRP’s Penilaian 1 Ada indikasitidakdiobati Tidakada 2 Pemberianobattanpaindikasi Tidakada . gatal-gatal dan reaksi anafilaksis.5. dan gejala kolitis pseudomembran. ruamkulit.

3 DosisRendah Tidakada 4 DosisTinggi Tidakada 5 KejadianEfeksamping Tidakada 6 Kejadianinteraksiobat Tidakada 7 Ketidakpatuhanpasien Tidakada 8 Pemilihanobattidaktepat Tidakada o PLAN  Rekomendasi kepada dokter  Rekomendasi kepada perawat  Rekomendasi kepada pasien  Monitoring terjadinya efek samping serupa pada pasien dari obat yang diberikan yaitu terjadinya mual dan diare. Dari segi makanan. laporkan pada dokter bila terjadi Selama masa pemulihan. brokoli. harus diberikan pada pasien 2 jam setelah makan untuk mencegah interksi yang memungkinkan terjadinya penurunan efek obat Monitoring terjadinya efek samping serupa pada pasien dari obat yang diberikan yaitu terjadinya mual dan diare. . bila terjadi dapat diberikan obat lain yang lebih minimal efek sampingnya Interval waktu pemberian obat khususnya untuk penggunan obat cefadroksil. disarankan untuk menghindari makanan yang menimbulkan gas sepertika cang buncis. pasien dianjurkan untuk tidak banyak bergerak yang dapat memperlambat penyembuhan bekaslukaoperasi. kubis dan makanan yang terlalu pedas. kacang panjang.

makan makanan yang kaya protein dan meminum cukup air akan membantu proses pemulihan.Seperti setelah operasi lainnya. .

Kekuatan.REKAPITULASI PENGGUNAAN OBAT No 1 2 3 4 NamaObat. BentukSediaan Cefotaxime 2x1 gram iv Ketoprofen 2x1 supp Cefadroksil 2x500 mg Asammefenamat 3x500 mg PemberiaanObat Per Hari 20/04/ 21/04/ 22/04/ 2011 2011 2011 Dosis RutePemberiaan 19/04/ 2011 23/04/ 2011 1 gram intravena √ √ - - √ 100 mg suppositoria √ √ - - √ 500 mg Peroral - - √ √ - 500 mg Peroral - - √ √ - .

7.com 4. www.com 3. 2009 ISBN 9780080932941 6. http://reference.DAFTAR PUSTAKA 1.com/amyhealth/Pediatrics/Labial_adhesions.asp . Ditjen Binfar. Pedoman menatauan terapi obat Jakarta. Jeffrey K. 2015 5. Meyler's Side Effects of Analgesics and Anti-inflammatory Drugs.ecureme.ahfsdruginformation. Aronson. 2015.com 2. Page accessed July 3. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.drugs. . http://www.medscape. NIH LiverTox Database Mefenamic Acid Last updated June 23. www. (2009). Elsevier.

LAPORAN PRAKTIKUM PEMANTAUAN TERAPI OBAT KARTU OBAT PASIEN Kelompok C 11 : Rara Kartika Ratri 3351151148 Risanteni Riskasari 3351151149 Demia Pratiwi 3351151150 PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI CIMAHI 2015 .

RM : 13000XXX Ruang : F II Tgl MRS : 16 – 11 .KARTU OBAT PASIEN Nama Pasien : A.M.2013 Umur : 41 Tahun Jenis Kelamin : Perempuan Berat badan :- Tinggi Badan : - Diagnosa : 1. Ckd stg V EC glomerulopati primer OD / Sekunder 2.Ny No. Anemia henolitik ec imun disertai aloimunisasi dari transfusi sebelumnya DD / CKD .

Dosis Rute 1 2 Bentuk Sediaan Obat Pemberian Amlodipin. Kekuatan. Pemberian Oral 3 4 5 tablet 1 x 6. 40 mg. tablet 3x1 Omeprazole . tablet 1 x 10 mg Asam folat. Oral tablet 1 x 40 mg 16/ -11-13 17/11-13 18/11-13 Pemberian Obat 19/11-13 20/11-13                 - - -   - - - 21/11-13 22/11-13            -   -    . tablet 3x1 Bicnat . 20 mg.No Nama Obat. 500 mg. 500 mg.25 mg Calos . Oral Oral Oral Oral 6 tablet 2 x 20 mg Metilprednisolone . 6. 10 mg.25 mg.