You are on page 1of 35

Pembimbing

:
Awie Darwizar, dr., SpOG

Pendahuluan
Kelainan haid

 masalah fisik/mental  mempengaruhi
siklus menstruasi, menyebabkan:
- nyeri,
- perdarahan yang tidak biasa
(banyak/sedikit), - terlambatnya menarche atau
- hilangnya siklus menstruasi

Kelainan haid  menimbulkan kehawatiran

bagi wanita  mempengaruhi kesuburan
dan kesehatan wanita

Siklus Menstruasi
Menstruasi  adalah peluruhan endometrium secara

periodik.
Biasanya terjadi selama 2-7 hari.
Saat menstruasi dapat kehilangan darah  10-80 cc
darah  asupan Fe ♀ > asupan Fe ♂
Siklus yang normal berlangsung 24-35 hari.
Pertumbuhan seks :
Pertumbuhan payudara (telarche)  tumbuh rambut
kemaluan (puberche) dan rambut ketiak  Menarche
Setelah menarche, menstruasi 5-7 tahun berikutnya
regularitas siklus haid meningkat  siklus haid yang
tetap.

Siklus Endometrium Menstruasi terbagi dalam 4 stadium. yaitu: Stadium menstruasi (deskuamasi) Stadium post menstruum (regenerasi) Stadium intermenstruum (proliferasi) dan Stadium praemenstruum (sekresi) .

Siklus Ovarium Bersamaan dengan siklus endometrium. ovarium mengalami perkembangan: Stadium menstruasi Fase folikuler  bersamaan dengan fase proliferatif  folikel dimatangkan Ovulasi Fase luteal .

.

Kelainan Haid Kelainan haid  terjadi akibat ketidakseimbangan hormonhormon yang mengatur haid.  namun dapat juga disebabkan kondisi medis lain .

.

Amenorrhea dapat fisologis Menopause. . Pre pubertas. Masa kehamilan dan laktasi.Kelainan Panjang Siklus Amenorrhea Merupakan gejala. Amenorrhea patologi terjadi pada 2-5% wanita produktif  66% diantaranya terdiri dari atlet.

Amenorrhea Amenorrhea dapat dibagi menjadi :  Amenorrhea primer  wanita belum mengalami haid setelah usia 16 tahun (beberapa literatur > 18 tahun). . biasanya terjadi pada wanita underweight  cadangan lemak sedikit  Amenorrhea sekunder  wanita pernah mengalami menstruasi normal sebelumnya Definisi-definisi amenorrhea lainnya  Tidak terjadi haid sampai 14 tahun tanpa adanya tumbuh kembang seks sekunder  Tidak terjadi haid sampai usia 16 tahun tetapi telah terdapat tanda-tanda seks sekunder  Telah terjadi haid kemudian haid terhenti untuk masa 3 daur atau 6 bulan atau lebih.

.

Amenorrhea  Dapat disebabkan oleh:  Kelainan saluran uterus  Sindroma Asherman  Sikatriks Endometrium  Anomali Mullerian  agenesis saluran kelamin  Insensitivitas Androgen (testicular feminization)  pseudohermaprodit/hermaprodit  Kelainan ovarium  Gonadal disgenesis  Sindroma Turner  Kegagalan ovarium prematur  Efek radiasi dan kemoterapi .

pankreas. penyakit tiroid. dll.)  “lingkaran setan” . obesitas.Amenorrhea Kelainan hipofise anterior  tumor Gangguan mental dan emosi  ketegangan  gangguan pelepasan neurotransmitter  seperti pada atlet  keadaan medis lainnya (TBC. malnutrisi.

.Pengelolaan & prognosa Pengelolaan Tergantung etiologi Apabila kelainan genetik  prognosa buruk. namun fertilitas belum tentu dapat dipertahankan. Dapat dilakukan terapi sulih hormon.

Komplikasi Infertilitas Gejala akibat insufisiensi hormon  osteoporosis .

Alur pemeriksaan amenorrhea . payudara obat-obatan terapi bromokriptin berikan progesteron evaluasi Bagan 2.A menorrhea Kehamilan (-) Galaktorrhea (-) Hirsutisme (-) Periksa TSH Meningkat normal Periksa fungsi tiroid periksa prolaktin lainnya meningkat normal singkirkan : mikro/ makroadenoma penyakit tiroid.

.

Amenorrhae pada Atlet  Pada atlet :  Latihan berlebih  demand kalori >> cadangan kolesterol tubuh habis  bahan untuk pembentukan hormon steroid seksual (estrogen&progesteron) tidak tercukupi  pemecahan estrogen berlebih  defisiensi estrogen dan progeteron  amenorrhea  Pada latihan berlebih  banyak dihasilkan endorfin (derivat morfin)  endorfin menyebabkan penurunan GnRH  estrogen dan progesteron menurun  Pada keadaan stress berlebih  corticotropin releasing hormon dilepaskan peningkatan CRH  terjadi peningkatan opoid yang menekan pemebentukan GnRH .

Dapat juga terjadi pada wanita dengan PCOS Stress fisik dan emosional. Penyakit kronis. menopouse atau sebab sistemik seperti kehilangan berat badan berlebih) Sering terdapat pada wanita astenis. Pre-pubertas . Biasanya berhubungan dengan: anovulasi kelainan endokrin (kehamilan. Tumor yang mensekresikan estrogen Nutrisi buruk. gangguan HPO. Terjadi bila siklus > 35 hari.Oligomenorrhea Disebut juga sebagai haid jarang atau siklus panjang. Darah haid biasanya berkurang.

. atau  perpanjang kedua stadium tersebut.  perpanjangan stadium luteal.Oligomenorrhea Oligomenorrhea yang menetap  dapat terjadi akibat perpanjangan stadium folikular.

.apabila kadar estrogen yang menjadi penyebab  dapat osteoporosis atau terkena penyakit kardiovaskular Resiko tinggi  kanker uterus.Oligomenorrhea Gejala Periode menstruasi yang lebih panjang dari 35 hari (hanya didapatkan 4-9 periode dalam 1 tahun) Beberapa wanita dengan oligomenorrhea mungkin sulit hamil.

PCOS  diterapi hormonal.Oligomenorrhea Pengobatan Tergantung etiologi Pada oligomenorrhea anovulatoar serta pada remaja dan wanita yang mendekati menopouse  tidak memerlukan terapi. . Bila gejala terjadi akibat adanya tumor  operasi! Pengobatan alternatif lainnya dapat menggunakan akupuntur atau ramuan herbal. Perbaikan status gizi Pil KB untuk memperbaiki ketidakseimbangan hormonal.

Oligomenorrhea Komplikasi Fertilitas yg terganggu Stress emosional  meperburuk kelainan haid Prognosa buruk  bila oligomenorrhea mengarah pada infertilitas atau keganasan .

.  terjadi pada disfungsi ovarium saat klimakterium.Polimenorrhea Kelainan haid dimana siklus < 21 hari ( < 25 hari) Bila siklus pendek. pubertas atau penyakit kronik seperti TBC. teratur  kemungkinan stadium proliferasi/sekresi yang pendek atau keduanya (paling sering pemendekan stadium proliferasi) infertilitas Siklus normal menjadi pendek  biasanya disebabkan pemendekan stadium sekresi karena korpus luteum lekas mati.

Polimenorrhea Terapi Terapi hormonal Stadium proliferasi dapat diperpanjang dengan estrogen. dan Stadium sekresi dapat diperpanjang dengan kombinasi estrogen-progesteron. .

polip endometriu. estrogen eksogen Terapi yang diberikan tergantung etiologi. karsinoma serviks. KET). ovulasi.Metrorrhagia Metrorrhagia  perdarahan tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid  sering dianggap haid walaupun berupa bercak Penyebab :buah kehamilan (abortus. .

Berhubungan dengan nocturrhagia (keadaan dimana menstruasi mempengaruhi pola tidur wanita). . pusing.Kelainan Jumlah Darah Haid Menorrhagia Definisi  pengeluaran darah haid yang terlalu banyak dan biasanya disertai dengan siklus yang teratur. rasa lemah. kram selama haid yang tidak hilang dengan obat. muntah dan mual berulang selama haid.

Etiologi : Gangguan pembekuan Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB) Gangguan pada organ dalam pelvis Gangguan medis lainnya .

Spektrum pengobatannya sangat luas mulai dari pengawasan sederhana. operasi invasif minimal seperti pengangkatan dinding endometrium (endomiometrial resection atau EMR). atau fibroid (miomektomi) dan histerektomi (pada kasus yang refrakter). dan ada tidaknya fibroid atau polip. ukuran uterus keseluruhan. polip (polipektomi). terapi hormon. keinginan untuk memiliki anak.Terapi tergantung usia pasien. .

nettle’s purse. ramuan cina. Suplemen besi. ladies mantle. bioflavinoid Prognosis  baik bila diterapi dari awal . C.Dapat juga digunakan herbal yarrow. Vitex juga dianjurkan untuk mengobati menorrhea dan sindrom pre-mentrual. vervain dan raspbery merah yang diperkirakan dapat memperkuat uterus. zinc. vitamin A. agrimony. K.

kontrasepsi oral (jarang). servik atau uterus. kadang-kadang hanya berupa spotting. Dapat disebabkan oleh stenosis pada himen. .Hipomenorrhea (kriptomenorrhea) Hipomenorrhea  jumlah darah haid sangat sedikit (<30cc). hipoplasia uteri.

Gejala  kram perut bagian bawah yang menjalar ke punggung atau kaki dan biasanya disertai gejala gastrointestinal dan gejala neurologis .Dismenorrhea Dismenorrhea  nyeri sewaktu haid.

. Dismenorrhea sekunder biasanya terjadi kemudian setelah menarche. Nyeri biasanya bersifat regular pada setiap haid namun berlangsung lebih lama dan bisa berlangsung selama siklus.Klasifikasi Dismenorrhea primer dismenorrhea yang mulai terasa sejak menarche dan tidak ditemukan kelainan dari alat kandungan atau organ lainnya.

Asam lemak ω-3  anti inflamasi yang bekerja menghambat kerja prostaglandin Vitamin B1 Suplemen magnesium .Terapi Dismenorrhea primer biasanya diobati oleh NSAID seperti ibuprofen dan naproxen. Kompres panas Transcutaneus electrical nerve stimulation (TENS) bekerja lebih cepat dibanding naproxen Akupuntur . Pil kontrasepsi menghilangkan nyeri dan gejala lainnya pada 90% penderita dengan menekan ovulasi dan jumlah perdarahan.