You are on page 1of 38

OLEH : DWI DEVINA PUTRI

1008120609

LIMFANGITIS

Pengertian
 Peradangan pada satu atau

beberapa pembuluh getah bening.
 Pembuluh getah bening → saluran
kecil yang membawa getah bening
dari jaringan ke kelenjar getah
bening dan ke seluruh tubuh.

SISTEM LIMFATIK KAPILER LIMFE BUNTU BUNTU KAPILER LIMFE (vasa aferentia) aferentia) (vasa Vasa eferentia NODUS LYMPHATICUS LYMPHATICUS NODUS PEMBULUH LIMFE BESAR PEMBULUH DARAH VENA JANTUNG DUCTUS THORACICUS ET DUCTUS LYMPHATICUS DEXTER .

.

ALIRAN CAIRAN LIMFE ARTERI VENA NODUS LYMPHATICUS .

Bakteri streptokokus biasanya memasuki pembuluh-pembuluh ini melalui gesekan. Atau karena bakteri staphylococcus atau bisa juga karena keduanya. luka atau infeksi (terutama selulitis) di lengan atau tungkai.Etiologi  Bakteri streptokokus. .

. Kadang-kadang berhubungan terkenanya kelenjar limfe (limfadenitis akut) dan menyebabkan septikemia.Lanjutan… Pembuluh limfe berdilatasi terisi neutrofil dan histiosit. Radang sering menyebar ke jaringan perilimfatik dan dapat berkembang menjadi selulitis atau abses.

. misalnya yang terdapat di selangkangan atau ketiak.Gejala  Dibawah kulit dari lengan atau tungkai yang terinfeksi.  Goresan ini biasanya memanjang mulai dari daerah yang terinfeksi menuju ke sekelompok kelenjar getah bening. akan tampak goresan merah yang tidak teratur dan teraba hangat.

Lanjutan…  Kelenjar getah bening akan membesar dan teraba lunak. menggigil.  Penderita biasanya merasakan demam. denyut jantungnya meningkat dan sakit kepala. . Kadang gejala-gejala ini muncul sebelum terjadinya kelainan di kulit.

 Pada kulit diatas pembuluh getah bening yang terinfeksi bisa timbul koreng.Lanjutan…  Penyebaran infeksi dari pembuluh getah bening ke dalam aliran darah akan membawa infeksi ke seluruh tubuh. .

.

Diagnosa  Pemeriksaan darah bisa menunjukkan adanya peningkatan jumlah sel darah putih. .  Organisme penyebab infeksi hanya dapat dibiakkan di laboratorium bila infeksi sudah menyebar ke aliran darah atau bila terbentuk nanah pada luka yang terbuka.

. nafsilin atau oksasilin.Pengobatan  Kebanyakan penderita akan sembuh segera setelah diberikan antibiotik. yaitu biasanya dikloksasilin.

Pencegahan  Memelihara kesehatan dan kebersihan tubuh akan membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi. .

LIMFADENITIS .

.Defenisi  Limfadenitis adalah peradangan pada satu atau beberapa kelenjar getah bening.

Etiologi  Limfadenitis disebabkan oleh infeksi dari berbagai organisme. Riketsia jamur.  Secara khusus. virus. yaitu :      bakteri. telinga. . protozoa. infeksi menyebar ke kelenjar getah bening dari infeksi kulit. hidung atau mata.

.Gejala  Kelenjar getah bening yang terinfeksi akan membesar dan biasanya teraba lunak dan nyeri.  Kadang-kadang kulit diatasnya tampak merah dan teraba hangat.

.

bisa dilakukan biopsi (pengangkatan jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop) .  Untuk membantu menentukan penyebabnya.Diagnosis  Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.

. Jika infeksi telah diobati. Untuk membantu mengurangi rasa sakit. kelenjar getah bening yang terkena bisa dikompres hangat. Untuk infeksi bakteri.Pengobatan  Pengobatan tergantung dari organisme     penyebabnya. kelenjar akan mengecil secara perlahan dan rasa sakit akan hilang. Kadang-kadang kelenjar yang membesar tetap keras dan tidak lagi terasa lunak pada perabaan. biasanya diberikan antibiotik per-oral atau intravena.

Pencegahan  Menjaga kesehatan dan kebersihan badan bisa membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi. .

LIMFEDEMA .

Defenisi  Limfedema adalah pembengkakan yang disebabkan oleh gangguan pengaliran getah bening kembali ke dalam darah. .

Penyebab  Limfedema kongenital merupakan suatu kelainan bawaan yang terjadi akibat terlalu sedikitnya pembuluh getah bening. sehingga tidak dapat mengendalikan seluruh getah bening. .  Lebih sering menyerang wanita.  Kelainan ini hampir selalu mengenai tungkai dan jarang terjadi di lengan.

Samb. . terutama setelah pengobatan kanker dimana kelenjar getah bening dan pembuluh getah bening diangkat atau disinari dengan sinar X...  Limfedema yang didapat lebih sering terjadi dibandingkan limfedema kongenital. Biasanya merupakan akibat dari:  Pembedahan mayor.

Samb. . Tetapi hal ini sangat jarang terjadi kecuali pada infeksi karena parasit tropis Filaria...  Pembentukan jaringan parut karena infeksi berulang pada pembuluh getah bening.

Lamalama pembengkakan tampak lebih jelas dan tidak menghilang secara sempurna meskipun setelah beristirahat semalaman. .Gejala  Pada limfedema kongenital.  Pertanda awal dari limfedema adalah kaki bengkak yang mengakibatkan sepatu terasa sempit di sore hari  Pada stadium awal. pembengkakan akan menghilang jika tungkai diangkat. pembengkakan dimulai secara bertahap pada salah satu atau kedua tungkai.

.Samb.  Pada kasus yang jarang. lengan maupun tungkai yang membengkak tampak sangat besar dan kulitnya tebal serta berlipatlipat. . sehinggga hampir menyerupai kulit gajah (elefantiasis). kulit tampak sehat tetapi mengalami pembengkakan..  Pada limfedema yang didapat. Penekanan pada daerah yang membengkak tidak meninggalkan lekukan.

.

.Diagnosis  Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

untuk mengurangi pembengkakan bisa digunakan perban kompresi. .Pengobatan  Limfedema tidak ada obatnya.  Pada limfedema ringan.

Terapi  Perawatan kulit dan kuku.  Latihan : ekstremitas yang terkena tetap melakukan gerakan aktif. hindari gigitan nyamuk. tidak terlalu ketat atau longgar) dapat digunakan sarung tangan atau stocking. bila istirahat posisi  elevasi.  Hindari trauma : menggunakan baju yang dapat melindungi (bahan yang tidak panas. .

. Dikatakan mikrosurgery mungkin memberikan hasil yang lebih baik.  Massage : pemijatan ringan dengan arah dari distal keproksimal. dimulai dari bagian proksimal berturut-turut sampai di bagian distal ekstremitas  Compression pumps (rehabilitasi medik)  Tindakan bedah tidak memberikan hasil yang baik.Samb...

o) .o 2.Terapi Farmakologis  Terapi farmakologis sering mengecewakan. akan tetapi dapat digunakan : 1.  Kortikosteroid dosis tinggi untuk mengurangi kompresi massa tumor teahadap saluran limfatik maupun vena (Dexametason 8 mg p.  Diuretika untuk mengurangi venous edema yang sering menyertai lymfedema yaitu furosemid 40 mg p.o + spironolactone 100 mg p.

medicastore.php? id=&iddtl=196&idktg=20&idobat=& UID=20080321235534125.com .63.google.162.Referensi  http://www.10 2  http://www.com/med/de tail_pyk.