You are on page 1of 2

ADINEGARA

Vol Mar, No 1 (2014)
ANALISIS KEBIJAKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
PROVINSI
DALAM
PERSPEKTIF
PEMBANGUNAN
BERKELANJUTAN (Studi Kasus di Kawasan Pertambangan
Pasir Besi Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Kabupaten
Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)
Penulis
Penulis
Abstrak

1

:
2

YUSUF
:

CANDRA
ARIF
KA
Dwi
Harsono,

(09417141029)
MPA.,
MA.

Penelitian ini bertujuan menjelaskan Kebijakan Rencana Tata Ruang
Wilayah Provinsi (RTRWP) DIY, yang memfokuskan penelitian pada
pro kontra kebijakan tersebut terkait pertambangan pasir besi di
Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo. Selain
itu, penelitian ini juga menjelaskan kebijakan tersebut berdasarkan
perspektif
pembangunan
berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskripstif kualitatif.
Lokasi penelitian ini berada di dua tempat yaitu Kulon Progo pada
daerah fenomena pertambangan pasir besi dan pusat pemerintahan
DIY sebagai lokasi pembuat dan pelaksana kebijakan RTRWP. Subjek
penelitian ini adalah Panitia Khusus DPRD DIY Kebijakan RTRWP,
Bagian Pemanfaatan Tata Ruang Dinas PUP-ESDM, Aparatur Desa
Karangwuni, Paguyuban Petani Lahan Pasir, ketua kelompok tani dan
PT. JMI. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun
keabsahan data yang digunakan melalui triangulasi sumber.
Sedangkan metode analisisnya menggunakan teknik analisis data
kualitatif
menurut
Marshall
dan
Rossman.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa terjadinya pro kontra
Kebijakan RTRW Provinsi DIY dalam fenomena pertambangan pasir
besi di Desa Karangwuni, Kec. Wates Kab. Kulon Progo disebabkan
adanya perubahan kawasan pertanian menjadi peruntukan
pertambangan di wilayah pesisir Pantai Kab. Kulon Progo dalam
kebijakan tersebut. Konsekuensi dari hal tersebut, yaitu petani lahan
pasir kehilangan fungsi lahan pertanian, industrialisasi secara paksa
tanpa
kemampuan
menuju
dunia
industri,
pembangunan

sosial budaya. yaitu ekologi. secara terperinci dijelaskan melalui indikator pembangunan berkelanjutan. ekonomi. Hal tersebut.infrastruktur skala besar penunjang pertambangan. pemanfaatan ruang wilayah yang tidak seimbang dan krisis legitimasi kebijakan di daerah tersebut. politik dan ketahanan keamanan . Sedangkan berdasar perspektif pembangunan berkelanjutan. Kebijakan RTRWP DIY terkait fenomena pertambangan pasir besi menimbulkan dampak negatif.