You are on page 1of 16

MODUL

6
PENANGANAN REFRIGERAN PADA SAAT
SERVIS DAN RETROFIT
Pada modul ini akan dibahas prosedur penanganan refrigeran pada saat servis dan retrofit. Pada
bagian awal akan dibahas proses recovery, recycle, dan recharging yang merupakan proses
penting dalam penanganan refrigeran pada saat servis dan retrofit.

6.1 PROSES RECOVERY, RECYCLE DAN RECHARGING
6.1.1 Proses recovery
Terdapat dua metoda recovery yaitu Metoda Pasif dan Metoda Aktif. Pada Metoda Pasif
refrigeran dikeluarkan dari sistem tanpa menggunakan peralatan pengeluaran tambahan
(external equipment). Sedangkan pada Metoda Aktif menggunakan mesin recovery.
6.1.1.1 Metoda Recovery Pasif
Pada Metoda Pasif ada dua teknik pengeluaran yang dapat digunakan, yaitu
1. Pengeluaran muatan refrigeran secara alami, dan
2. Penggunaan kompresor sistem untuk mempercepat proses pengeluaran.
Pada kedua metoda refrigeran yang keluar dari sistem masih tercampur dengan pelumasnya.
a) Pengeluaran refrigeran secara alami
Gambar 6.1 menunjukkan skema proses pengeluaran refrigeran secara alami. Pengeluaran
refrigeran dari sistem ke tabung penampung berlangsung akibat adanya perbedaan tekanan.
Semakin besar beda tekanan yang terjadi semakin cepat proses pengosongan sistem. Oleh sebab
itu untuk mempercepat proses ini tabung penampung biasanya divakum terlebih dahulu
sekaligus untuk mencegah kontaminasi, dan menempatkan tabung penampung dalam air
dingin(es) agar tekanan dalam tabung selalu lebih rendah dari tekanan sistem. Metoda ini hanya

84

Metoda ini baik digunakan untuk sistem AC ruangan dan Chiller.1 Metoda Recovery Pasif: pengeluaran secara alami 85 .baik digunakan untuk jumlah refrigeran yang sedikit atau digunakan pada awal proses metoda aktif. refrigeran dikeluarkan dalam bentuk cairan dari sisi keluar kondensor. Cara pengeluaran ini juga biasa disebut pump down.2. tetapi sulit dilakukan untuk sistem MAC. dan proses pumping down selesai. Gambar 6. Hal ini disebabkan karena pada sistem MAC tidak ada katup pengeluaran dan isap. karena hanya sebagian refrigeran dalam sistem yang dapat dikeluarkan. Pada sistem kapasitas besar biasanya setelah keluar kondensor terdapat tabung penyimpan (receiver). Setelah proses ini masih diperlukan pengeluaran oleh mesin recovery untuk mengeluarkan sebagian refrigeran yang masih terdapat di dalam sistem. Pada saat pengeluaran kompresor sistem dijalankan dan katup pengeluaran yang berada pada posisi setelah katup ekspansi (atau pipa kapiler) ditutup. maka katup isap ditutup. dengan demikian cairan refrigeran dapat ditampung dan diisolasi pada tabung ini sebelum dikeluarkan. Apabila refrigeran cair yang keluar telah menipis. b) Pengeluaran dengan menggunakan kompresor sistem Pengeluaran dengan menggunakan kompresor sistem secara skematik diperlihatkan pada Gambar 6.

Metoda recovery dengan pemisahan refrigeran. Metoda push and pull. 2.Gambar 6. Uap refrigeran setelah melewati filter akan diisap masuk ke kompresor dan dikondensasikan di kondensor mesin recovery.1.2 Metoda Recovery pasif dengan menggunakan kompresor (pump down) 6.3.2 Metoda Recovery Aktif Metoda aktif menggunakan mesin recovery. 3. Sistem sederhana ini mempunyai kelemahan 86 .1. a) Mesin recovery uap langsung sederhana Mesin recovery sederhana yang mengeluarkan refrigeran dalam bentuk uap diperlihatkan pada Gambar 6. Metoda aktif ini terdiri dari bermacam macam teknik recovery yaitu: 1. Metoda recovery sederhana.

maka pemisah pelumas dipanaskan oleh refrigeran yang keluar dari kompresor.3 Mesin Recovery uap refrigeran sederhana 87 . Uap refrigeran dan pelumas cair akan terpisah berdasarkan prinsip gravitasi.4. Keluar dari kompresor refriugeran membawa pelumas dari kompresor oleh sebab itu diperlukan pemisah pelumas lagi. dan lama kelamaan pelumas kompresor akan berlebih. Untuk meyakinkan tidak ada cairan refrigeran yang masuk ke kompresor. Refrigeran kemudian akan dikondensasikan di kondensor dan kemudian masuk ke tangki penampungan. Refrigeran dalam bentuk uap atau cairan masuk ke mesin recovery melalui filter drier. Gambar 6. Pelumas yang terkumpul akan kembali ke kompresor setelah melewati alat ekspansi.yaitu tidak dapat memisahkan pelumas dari refrigeran dengan demikian ada kemungkinan pelumas memasuki kompresor. b) Mesin recovery dengan pemisah pelumas Skema mesin recovery dengan perangkat pemisah oli dapat dilihat pada Gambar 6.

dan kemudian dibuat sambungan dari saluran buang (discharge) dari mesin recovery kembali ke sistem refrigerasi.5. Sejumlah kecil cairan kemudian didorong kembali ke dalam sistem di mana cairan tersebut akan menguap untuk menambah tekanan dan menekan lebih banyak cairan dari sistem ke dalam tanki recovery. Jika mesin recovery distart.Metoda ini biasanya digunakan untuk mesin refrigerasi kapasitas besar (chiller) dan tidak pernah digunakan untuk MAC.4 Mesin Recovery dengan pemisah pelumas c) Metoda Push-Pull Laju recovery yang lebih cepat umumnya dapat diperoleh jika digunakan metode recovery push-pull cair (push-pull liquid recovery). Metode push-pull hanya mengeluarkan refrigeran cair dan harus diikuti oleh recovery uap langsung untuk mencapai tingkat evakuasi yang disyaratkan. Metoda recovery ini ditunjukkan pada Gambar 6. Pengeluaran refrigeran dengan metode push-pull dilakukan dengan cara menghubungkan sambungan saluran cair dari sistem refrigerasi ke sambungan saluran cair pada tanki penampung.Refrigeran dari sistem Pemisah Pelumas kompresor Kapiler Kompresor Katup Ekspansi Pemisah Pelumas Filter Drier Tanki Penampung Gambar 6. Saluran hisap mesin recovery dihubungkan ke sambungan saluran uap dari tanki penampung. uap dikeluarkan dari tanki penampung melalui saluran uap tanki dan dikondensasikan di dalam mesin recovery. Kaca penduga (sight glass) 88 .

d) Hal-hal penting dalam proses Recovery Proses recovery pada dasarnya bertujuan untuk menggunakan kembali refrigeran yang terdapat dalam sistem. Jika tidak ada lagi cairan yang diambil. pada burnout kontaminasi terbesar terdapat dalam pelumas yang dapat menjadi sangat asam dan beracun. dari yang sedang hingga parah. Oleh sebab itu apabila pelumas telah berubah warna menjadi kuning.pada saluran cair antara sistem dan sambungan-cair tanki recovery sangat berguna untuk Gambar 6. Masalah akan timbul apabila kompresor mesin refrigerasi yang digunakan dari jenis hermetik dan terjadi kebakaran pada bagian motornya (burnout) atau pada kompresor AC mobil terjadi kemacetan kompresor akibat panas yang berlebihan.5 Metoda Recovery Push-Pull memonitor recovery cairan. maka kondisi refrigeran harus semurni mungkin. Jika refrigeran akan dikembalikan ke dalam sistem refrigerasi. coklat atau hitam. Kontaminasi terhadap refrigeran dalam situasi demikian dapat bervariasi. susunan mesin recovery diubah untuk proses recovery uap langsung (direct vapor recovery). 89 . Akan tetapi. maka sebaiknya dilakukan uji keasaman. Penanganan terbaik adalah menjaga agar pelumas yang telah asam tersebut tidak digunakan kembali pada kompresor atau dipisahkan terlebih dahulu sebelum dilakukan proses recycling multi laluan.

1. Umumnya.2 Proses recycling Pada dasarnya mesin recycling sama dengan mesin recovery dengan pemisah pelumas.7 dan 6. Jika pelumas dapat dipisahkan dari refrigeran.Apabila terjadi burnout Gunakan sistem recovery dengan pemisah pelumas sebagai proses awal. Pelumas bekas harus dikosongkan dari mesin recovery. Sedangkan mesin multi laluan. sebagian besar kontaminan juga terpisahkan dari refrigeran.6 Mesin Recovery Recycling multi laluan 90 . Refrigeran harus dites tingkat keasamaannya. refrigeran ini dapat dikembalikan ke dalam sistem refrigerasi. Jangan gunakan refrigeran jika ada keraguan pada kualitas refrigeran tersebut. Untuk kapasitas besar.4. Mesin recycling laluan tunggal umumnya memproses refrigeran hanya melalui satu filter-dryer dan proses serta peralatannya sama seperti mesin recovery dengan pemisah pelumas yang ditunjukkan pada Gambar 6.8.6. mensirkulasikan refrigeran yang direcover beberapa kali dan hal ini ditunjukkan pada Gambar 6. Gambar 6. 6. Terdapat dua macam sistem recycling. Pertama adalah laluan tunggal (single pass) dan yang lain adalah multi laluan (multiple pass).. mesin recovery dan recycling dilengkapi dengan evaporator dan kondensor serta tambahan filter-drier seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6.

Sistem A/C Filter/drier evaporator kondensor Filter/drier Tanki penampung Pemisah pelumas kompresor Pemisah Pelumas Gambar 6.7 Mesin Recovery Recycling laluan tunggal kapasitas besar Filter/drier Sistem A/C evaporator kondensor Filter/drier Pemisah oli Tanki penampung Pemisah oli kompresor Gambar 6.8 Mesin Recovery Recycling multi laluan kapasitas besar 91 .

Untuk melakukan hal ini diperlukan timbangan yang mempunyai ketelitian 2 sampai 5 gram dan mempunyai kapasitas timbangan hingga 15 atau 20 kg. Posisi putaran silinder luar bergantung pada jenis refrigeran dan tekanan dalam gelas ukur. 6. kemudian diamati pengurangan massa yang terjadi. yaitu:  Sampai mencapai tekanan isap tertentu  Dengan mengukur berat refrigeran yang masuk. Terdapat beberapa cara untuk mengukur jumlah refrigeran yang diisikan ke dalam mesin refrigerasi. Botol refrigeran pengisi di tempat di atas timbangan. Jumlah refrigeran yang terdapat dalam gelas ukur ini ditunjukkan dengan ketinggian muka cairan refrigeran dalam tabung gelas. Skala massa terdapat pada silinder luar yang dapat diputar. kisaran tekanan ini dapat dijadikan batasan pengisian. yaitu pengisian refrigeran hingga pipa isap antara evaporator 92 .6. Jumlah refrigeran yang diisikan dapat diketahui dengan pasti bila pengisian dilakukan dengan mengukur jumlah refrigeran yang diisikan.3 Proses recharging Proses recharging atau proses pengisian dilakukan dengan cara memasukan refrigeran hasil recycling atau refrigeran baru melalui saluran dan katup pengisian pada Gauge Manifold. Pada mesin refrigerasi domestik dan komersial biasanya dilakukan melalui saluran isap saja. Untuk mesin refrigerasi domestik dan komersial R-12 dan R-134a tekanan isap berkisar antara 5 sampai 10 psig. tidak berlebihan dan tidak kurang. Gb. Jumlah refrigeran yang diperlukan untuk mesin refrigerasi domestik dan komersial R-12 atau R-134a berkisar antar 100 g sampai 500 g.1. Oleh sebab itu. Pengurangan massa botol refrigeran adalah sama dengan jumlah refrigeran yang telah masuk ke dalam sistem. Pengisian berdasarkan jumlah refrigeran ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan gelas pengukur yang terdapat pad amesin 3R.  Sampai terjadi bunga es/kondensasi pada pipa isap. Jumlah refrigeran yang diisikan harus tepat.9 Gelas ukur Dalam praktek biasanya ditemui cara pengisian yang tidak terlalu baik.

93 . Setelah dipastikan tidak ada lagi refrigeran dalam mesin. baru dilakukan tindakan servis yang diperlukan.dan kompresor berembun atau bahkan terjadi bunga es. Hal ini tidak menunjukkan jumlah refrigeran yang masuk sudah cukup atau tidak. Untuk servis seperti ini maka hal penting yang harus diingat adalah: Jangan melepaskan refrigeran ke udara (atmosfer) Untuk dapat melakukan hal tersebut maka refrigeran harus dikeluarkan melalui tang penusuk yang telah dipasang selang penghubung ke mesin 3R atau mesin recovery. 6. pasang dengan proses brazing terminal pengisian (pentil) pada saluran isap agar dapat disambungkan dengan selang pengisian.2 PENANGANAN REFRIGERAN CFC PADA SAAT SERVIS Yang dimaksud dengan servis disini adalah tindakan perbaikan atau penggantian pipa.10 Penggunaan Tang penusuk untuk mengeluarkan refrigeran dari mesin Kemudian lakukan proses recovery dan pengosongan dengan pompa vakum. Hal ini diperlihatkan pada Gambar 6. komponen dan lainnya yang memerlukan pengeluaran refrigeran.10. Gambar 6. Setelah proses servis selesai dilakukan.

Kemudian lakukan proses pengisian seperti yang telah dibahas dalam proses recharging. Proses pengeluaran refrigeran dengan tang penusuk. Minyak pelumas untuk R-134a berbeda dengan minyak pelumas R-12. Jumlah pelumas yang ditambahkan harus lebih banyak apabila ada komponen utama. 6. Usahakan agar refrigeran yang ditangkap (recover) dapat digunakan kembali dan sesedikit mungkin menggunakan refrigeran CFC baru. kembali lakukan pengosongan (vakum). seperti kondensor. tetapi refrigeran ini tetap harus dicegah terlepas ke atmosfer karena dapat menimbulkan efek pemanasan global. lakukan pengosongan (vakum). karena refrigeran CFC akan terurai menjadi gas yang beracun Kemudian pasang selang pengubung dan Gauge Manifold. Isi dengan gas nitrogen dan lakukan tes kebocoran dengan air sabun. Kemudian isikan pelumas sebanyak yang hilang pada saat recovery . yang diganti. Setelah mesin dihidupkan periksa temperatur pada ruang dingin. atau filter-drier. sehingga penangkapan dan pemakaiannya kembali setelah melalui proses recycle akan memberikan keuntungan ekonomi. maka servis selesai.Jangan melakukan brazing pada pipa yang masing mengandung refrigeran. dan arus listrik pada kompresor. Selain itu R134a cukup mahal harganya. Setelah dilakukan penambahan pelumas. Perhatian khusus harus diberikan pada penangan minyak pelumas untuk refrigeran HFC. Apabila tidak ada kebocoran. Namun demikian mesin 3 R yang digunakan untuk R-12 tidak dapat digunakan untuk R-134a. recycle dan recharging sama seperti pada penanganan refrigeran CFC yang telah dibahas sebelumnya. Apabila temperatur dan arus listrik telah sesuai dengan spesifikasi. evaporator. proses recovery. Minyak pelumas untuk R-134a terbuat dari bahan sintetik dan mempunyai sifat menyerap uap air yang lebih kuat dibandingan dengan minyak pelumas R-12 yang berasal dari minyak bumi. Oleh sebab itu 94 . Isi dengan sedikit refrigeran kemudian lakukan tes kebocoran dengan detektor elektronik atau air sabun.3 PENANGANAN REFRIGERAN HFC PADA SAAT SERVIS Meskipun refrigeran HFC (R-134a) tidak merusak ozon.

jangan biarkan minyak pelumas terbuka terlalu lama di udara terbuka. Apabila karena suatu hal proses recovery tidak dapat dilakukan. 95 . Oleh sebab itu prosedur servis untuk R-12 yang dibahas sebelumnya juga harus diterapkan untuk refrigeran hidrokarbon.4 PENANGANAN REFRIGERAN HIDROKARBON PADA SAAT SERVIS refrigeran hidrokarbon tidak merusak ozon dan tidak menimbulkan efek pemanasan global. Selain itu hindari kontak langsung dengan minyak pelumas ini atau menghirup uapnya. Minyak pelumas yang digunakan untuk refrigeran hirokarbon adalah sama dengan minyak pelumas untuk R-12. 6. dan percikan bunga api. Secara umum dapat dikatakan bahwa: Tidak dimungkinkan untuk melakukan pengantian langsung refrigeran CFC-12 dengan HFC-134a tanpa melakukan penggantian komonen. Hal ini disebabkan karena:  Untuk kapasitas yang sama HFC-134a memerlukan silinder kompresor yang 10% lebih besar. maka buanglah refrigeran HC pada udara terbuka dengan sirkulasi yang baik dan jauh dari sumber api. Mesin 3R yang digunakan untuk R-12 dapat digunakan untuk refrigeran hidrokarbon. 6.5 RETROFIT MESIN CFC DENGAN REFRIGERAN HFC Yang dimaksud dengan retrofit di sini adalah mengganti refrigeran CFC dengan refrigeran baru untuk melayani sistem yang sama. Namun demikian. penangkapan refrigeran (recover) pada saat servis harus tetap dilakukan karena refrigeran ini lebih mudah terbakar.

maka diperlukan mesin baru khusus untuk HFC-134a. dan pelumas yang digunakan sama. refrigeran hidrokarbon yang lain yaitu R-600a. saklar on/off dan saklar lampu. proteksi beban lebih (overload protector) kompresor. Peralatan-peralatan tersebut harus: 96 . dan minyak pelumas CFC-12 kompatibel (sesuai) dengan HCR-12. Oleh sebab itu R-600a bukan pengganti langsung dari CFC-12.  HFC-134a memerlukan filter-drier dengan kapasitas penyerapan uap air yang lebih besar. sehingga baik kompresor. saklar pintu. filter-drier. volume perpindahan pada kompresor untuk R-600a 70 sampai 80% lebih besar dibandingkan dengan CFC-12. namun diperlukan perhatian pada komponen listrik karena refrigerarn hidrokarbon lebih mudah terbakar. Pengisian refrigeran HCR-12 dilakukan dengan membalik tabung refrigeran. maka bunga api yang ditimbulkan dapat menyalakan refrigeran HC yang bocor. Berbeda dengan HCR-12. 6. Dengan demikian cairan yang akan mengalir keluar. maka untuk dapat menggunakan refrigeran HFC-134a (R-134a). Bukaan katup pengisian harus sedemiian rupa sehingga cairan sempat menguap di dalam selang sebelum memasuki kompresor. Jika pada mesin CFC-12 digunakan filter-drier dengan grade XH-5. Peralatan listrik yang tidak aman adalah peralatan yang dapat menimbulkan bunga api apabila beroperasi. Meskipun retrofit refrigeran hidrokarbon tidak memerlukan penggantian komponen mekanik. Dengan demikian HCR-12 dapat digunakan langsung pada sistem CFC-12 tanpa harus mengganti atau memodifikasi komponen yang ada. mempunyai sifat yang berbeda dengan CFC-12. Hal ini dilakukan karena HCR-12 merupakan refrigeran hidrokarbon campuran dan komposisi campuran yang tepat terdapat dalam cairannya. Oleh sebab itu. Jika peralatan tersebut terletak dekat dengan sirkuit refrigerasi.6 RETROFIT MESIN CFC DENGAN REFRIGERAN HIDROKARBON Sifat-sifat refrigeran hidrokarbon penganti R-12 (HCR-12) mirip dengan CFC-12. maka HFC 134a menggunakan grade XH-7 atau XH-9. Minyak pelumas CFC-12 tidak dapat digunakan untuk HFC-134a. Meskipun filter-drier. termostat. Peralatan listrik yang perlu diperiksa biasanya adalah relai kompresor.

Ganti dengan saklar yang kedap dan dinyatakan dapat digunakan pada sistem HC. Jika relai dapat dipindahkan dari kompresor. gantilah dengan kompresor khusus untuk refrigeran HC campuran. atau  Dipindahkan jauh dari sirkuit refrigerasi ke tempat yang aman sehingga tidak terjangkau oleh refrigeran bila ada yang bocor. Gunakan proteksi beban lebih (overload protector) yang kedap dan dinyatakan bisa digunakan untuk refrigeran HC oleh pembuat kompresor. pilih salah satu cara yang dituliskan untuk setiap sumber penyalaan Ganti dengan relai elektronik.11 a) relai kedap/OLP kombinasi.1 Checklist peralatan listrik untuk retrofit refrigeran hidrokarbon Sumber Penyalaan Relai kompresor Proteksi beban lebih (overload protector) kompresor Termostat (untuk pendinginan dan mungkin juga untuk pemanasan) Hubungan kabel Saklar pintu Pilihan cara untuk membuat lebih aman. atau  Terbungkus dalam kotak yang kedap. Diganti dengan jenis yang kedap atau jenis elektronik (yang tidak menimbulkan bunga api).1 di bawah ini menunjukkan jenis peralatan listrik dan cara mengkondisikannya agar lebih aman. Tabel 6. gantilah dengan kompresor khusus untuk refrigeran HC campuran. Jika kompresor harus diganti. Pindahkan ke tempat yang jauh dari sirkuit refrigerasi dan lebih baik dipindahkan ke tempat yang lebih atas dari sirkuit. misalnya PTC (= Positive Temperature Coefficient) atau jenis lain yang tepat. b) proteksi beban lebih (overload protector) kedap dan c) termostat kedap Tabel 6. 97 . Ganti dengan jenis yang kedap. dan biasanya lebih sederhana. Letakkan dalam kotak yang kedap dan juga mempuyai lubang masuk kabel yang kedap. Metoda yang dicetak tebal adalah pilihan yang dianjurkan. Pastikan bahwa hubungan kabel dan terminal kabel tidak longgar. Jika kompresor harus diganti. Putuskan hubungan saklar lampu jika lampu dalam tidak terlalu diperlukan. letakkan relai standar dalam kotak yang kedap. gunakan jenis cincin atau jenis sekop dengan pembungkus plastik. a) b) c) Gambar 6.

Cabut jika tidak benar-benar diperlukan. Kotak ini merupakan kotak tambahan selain kotak terminal yang dipasang pada kompresor. Pindahkan ke luar kabinet. Sekatlah pemegang lampu jika memungkinkan (misalnya dengan menggunakan ban dalam sepeda).  Material penyekat harus melekat secara permanen pada penutupnya. Motor kipas angin dan kapasitor yang terdapat di mesin pada umumnya bukan merupakan sumber bunga api. Kotak yang digunakan harus memenuhi persyaratan berikut:  Kotak harus kedap sedemikian rupa sehingga kurang lebih kedap debu dan kedap air. Oleh spesialis Eropa. Kotak kedap dapat digunakan sebagai rumah relai dan/atau termostat. jauh dari sirkuit refrigerasi.Saklar on/off Lampu dalam Starter/ballast untuk lampu Ganti dengan jenis kedap. Cabut jika tidak terlalu diperlukan. Cabut jika tidak terlalu dibutuhkan. persyaratan di atas dinyatakan cukup handal untuk mengurangi kemungkinan kebakaran jika ada kebocoran. oleh pembuatnya dipasarkan dengan relai yang aman (tipe PTC) dan proteksi beban lebih (overload protector) kedap. Kompresor khusus hidrokarbon.  Kabel-kabel harus masuk ke kotak melalui lubang masuk yang terpasang permanen pada kotak listrik. Ganti pemegang lampu dengan jenis kedap. Lubang masuk harus dilengkapi dengan penyekat yang dapat dilepas seperti kantong dan direkomendasikan untuk mencegah kemungkinan cara-cara pemasukan kabel yang membuat lubang masuk kabel tidak kedap. sehingga tidak terlepas pada saat diservis dan tidak akan sesuai pada saat pemasangan kembali.12 Kotak kedap untuk kabel 98 . Gambar 6. Pindahkan jauh dari dan jika mungkin di tempat yang lebih atas dari sirkuit refrigerasi.

 Alternatif lain adalah membuat kotak dan peralatan listrik yang telah ada menjadi kedap dengan jalan menyekat atau membungkusnya nya dengan pasta karet silikon. ------------------------------- 99 .