You are on page 1of 46

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi
Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya,
yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami,
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang limbah dan
manfaatnya untuk masyarakat.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan
mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar
pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima
kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan
makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih
ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya.
Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan
kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah
dan manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat
maupun inpirasi terhadap pembaca.

Penulis

i
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Indra Penglihatan............................................................................................... 1
2.1.1 Struktur dan Anatomi.............................................................................. 1
2.1.2 Fisiologi....................................................................................................15
2.1.3 Gangguan................................................................................................. 18
2.2 Indra Pendengaran.............................................................................................21
2.2.1 Struktur dan Anatomi...............................................................................21
2.2.2 Fisiologi....................................................................................................26
2.2.3 Gangguan..................................................................................................28
2.3 Indra Penciuman................................................................................................29
2.3.1 Struktur dan Anatomi................................................................................29
2.3.2 Fisiologi.....................................................................................................29
2.3.3 Gangguan..................................................................................................33
2.4 Indra Pengecap..................................................................................................33
2.4.1 Struktur dan Anatomi...............................................................................33
2.4.2 Fisiologi....................................................................................................36
2.4.3 Gangguan.................................................................................................37.
2.5 Indra Peraba.....................................................................................................37
2.5.1 Struktur dan Anatomi...............................................................................37
2.5.2 Fisiologi.....................................................................................................39
2.5.3 Gangguan..................................................................................................40
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.......................................................................................................... 41
3.2 Saran.....................................................................................................................41
DAFTAR PUSTAKA

ii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam melakukan kegiatan sehari-harinya, manusia dibantu dengan berbagai organ yang
berkumpul menjadi sistem organ yang bertugas untuk menopang aktivitas manusia tersebut.
Salah satu sistem organ itu ialah sistem penginderaan yang berperan penting dalam
penerimaan rangsangan tertentu.
Oleh karena itu disini kami akan membahas tentang masalah sistem penginderaan. Mulai
dari struktur dan anatomi, fisiologi, serta gangguan-gangguan yang terjadi pada organ-organ
dalam sistem penginderaan yang dapat mempengaruhi fungsinya bagi tubuh manusia.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana struktur dan anatomi, fisiologi, serta gangguan dari indra penglihatan?
2. Bagaimana struktur dan anatomi, fisiologi, serta gangguan dari indra pendengaran?
3. Bagaimana struktur dan anatomi, fisiologi, serta gangguan dari indra penciman?
4. Bagaimana struktur dan anatomi, fisiologi, serta gangguan dari indra pengecap?
5. Bagaimana struktur dan anatomi, fisiologi, serta gangguan dari indra peraba?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui struktur dan anatomi, fisiologi, serta gangguan dari indra penglihatan
2. Mengetahui struktur dan anatomi, fisiologi, serta gangguan dari indra pendengaran
3. Mengetahui struktur dan anatomi, fisiologi, serta gangguan dari indra penciuman
4. Mengetahui struktur dan anatomi, fisiologi, serta gangguan dari indra pengecap
5. Mengetahui struktur dan anatomi, fisiologi, serta gangguan dari indra peraba

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Indera Penglihatan (Mata)
2.1.1 Anatomi Indra Penglihatan
Tubuh manusia mempunyai indera yang berfungsi sebagai reseptor atau penerima rangsangan
dari lingkungan sekitar. Manusia mempunyai dari lima macam indera (panca indera) yaitu
indera penglihatan (mata), indera pendengaran dan keseimbangan (telinga), indera
penciuman/pembau (hidung), indera pengecap (lidah), serta indera peraba dan perasa (kulit).
Kelima alat indera ini akan berfungsi dengan baik jika:

saraf-saraf yang berfungsi membawa rangsangan bekerja dengan baik,

otak sebagai pengolah informasi bekerja dengan baik,

alat-alat indera tidak mempunyai kelainan bentuk dan fungsinya.

Mata adalah organ penglihatan yang menerima rangsangan berupa cahaya. Bola mata terletak
di dalam rongga mata dan beralaskan lapisan lemak. Bola mata dapat bergerak dan diarahkan
kesuatu arah dengan bantuan tiga otot penggerak mata, yaitu:

Muskulus rektus okuli medial (otot di sekitar mata), berfungsi menggerakkan bola
mata.

Muskulus obliques okuli inferior, berfungsi menggerakkan bola mata ke bawah dan
ke dalam.

Muskulus obliques okuli superior, berfungsi memutar mata ke atas dan ke bawah.

Selain itu, ada otot mata yang berfungsi menutup mata dan mengangkat kelopak mata. Otot
yang berfungsi untuk menutup mata yaitu muskulus orbikularis okuli dan muskulus rektus
okuli inferior. Sedangkan otot mata yang berfungsi mengangkat kelopak mata, yaitu
muskulus levator palpebralis superior. Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi
cahaya. Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah
lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan
untuk memberikan pengertian visual.

Bagian-bagian tersebut adalah: .2 Organ luar  Bulu mata berfungsi menyaring cahaya yang akan diterima.  Alis mata berfungsi menahan keringat agar tidak masuk ke bola mata. Organ dalam Bagian-bagian pada organ mata bekerjasama mengantarkan cahaya dari sumbernya menuju ke otak untuk dapat dicerna oleh sistem saraf manusia.  Kelopak mata ( Palebra) berfungsi untuk menutupi dan melindungi mata.

Lebar pupil dipengaruhi oleh iris di sekelilingnya. sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina. lensa mata akan menipis. Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya. menebal menjadi 3 milimeter. Iris inilah terlihat sebagai bagian yang berwarna pada mata. cahaya akan diteruskan ke pupil. Untuk melihat objek yang jauh (cahaya datang dari jauh).3  Kornea Merupakan bagian terluar dari bola mata yang menerima cahaya dari sumber cahaya.Iris berfungsi sebagai diafragma. lensa mata akan menebal.rata 1 milimeter tetapi pada irensi otot. Pupil menentukan kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata yang lebih dalam. Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan yang gelap. dan akan menyempit jika kondisi ruangan terang. . Sedangkan untuk melihat objek yang dekat (cahaya datang dari dekat). Tebalnya rata.  Lensa mata Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina.  Pupil dan iris Dari kornea.  Sklera Merupakan bagian dinding mata yang berwarna putih.

untuk menuju ke otak. Retina atau Selaput Jala Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap cahaya. khususnya bagian retina yang disebut bintik kuning. . 4 Palpebra o Palpebra melindungi mata dari cedera dan cahaya yang berlebihan. Setelah retina. o sudut lateral fissura palpebra lebih tajam dari medial.  Saraf optik Saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina. cahaya diteruskan ke saraf optik. o Conjunctiva membentuk ruang potensial yaitu saccus conjunctivalis. o Tdd : Palpebra superior dan inferior o Permukaan suferficial ditutupi oleh kulit dan permukaan dalam diliputi oleh membran mukosa à conjunctiva.

Fungsi dari selaput ini adalah melindungi struktur mata yang sangat halus dan membantu mempertahankan bentuk biji mata. Kornea selalu dibasahi oleh air mata. dan retina atau selaput jala. Selaput hitam Selaput hitam (koroid) merupakan lapisan tengah dari bola mata yang banyak mengandung pembuluh darah. .o Sudut medial dan bola mata dipisahkan oleh rongga sempit (lacus lacrimalis) dan terdapat tonjolan kecil ( caruncula lacrimalis) 5 Lapisan Bola Mata Bola mata tersusun oleh selaput mata yang terdiri atas tiga lapisan. pupil. a. Selaput putih Selaput putih (sklera) adalah bagian luar dari bola mata yang tersusun dari zat tanduk dan merupakan lapisan yang kuat. Pada koroid terdapat iris yang membentuk warna mata. dan titik jauh mata. titik dekat mata. berwarna putih. Kornea adalah lapisan bening dan transparan yang berfungsi menerima cahaya yang masuk ke mata. yaitu sklera atau selaput putih. koroid atau selaput hitam. lensa mata. b. Kornea dilindungi oleh selaput tipis yang disebut konjungtiva. Sklera akan membentuk kornea. Fungsi dari selaput ini adalah memberi nutrisi dan oksigen ke mata serta menyerap cahaya dan mengurangi cahaya yang memantul di sekitar mata bagian dalam.

dan hijau. Sel ini memerlukan protein mata yang disebut rodopsin. Iris atau selaput pelangi memiliki pigmen atau warna yang akan menentukan warna mata seseorang. Mencembung dan mencekungnya lensa mata ditentukan oleh jarak benda yang dilihat. Fungsinya adalah untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk ke mata. Lensa mata memiliki daya akomodasi. Rodopsin dapat terbentuk apabila terjadi penggabungan iodopsin dan vitamin A . Pupil adalah celah yang berada di bagian tengah iris. hitam. Pada retina terdapat bintik kuning dan bintik buta. Sedangkan jarak terjauh yang masih dapat dilihat oleh mata normal dengan jelas disebut titik jauh mata.  Sel batang berfungsi untuk melihat di tempat yang gelap. Selaput Jala Selaput jala disebut juga retina. yaitu warna mata biru. Retina adalah lapisan paling dalam pada mata yang peka terhadap cahaya. Retina ini memiliki sel-sel saraf. Kita bisa melihat apabila bayangan jatuh pada titik ini. 6 Lensa mata berada di belakang iris. abu-abu. Jarak titik jauh pada mata normal adalah tak terhingga. otot-otot iris berkontraksi sehingga celah pupil melebar dan cahaya yang masuk ke mata lebih banyak. c. Fungsi dari sel kerucut dan sel batang:  Sel kerucut berfungsi untuk melihat di tempat yang terang. Sel ini memerlukan protein iodopsin. jika cahaya terang celah pupil akan menyempit dan cahaya yang masuk ke mata lebih sedikit atau tidak berlebihan. Pada bintik kuning terdapat sel kerucut dan sel batang. Sebaliknya. yaitu kemampuan untuk mencembung (menebal) dan mencekung (menipis).Iris adalah selaput mata yang merupakan lanjutan dari selaput hitam bagian depan bola mata yang telah melepaskan diri. cokelat. Jika cahaya redup. Bintik kuning adalah bagian retina yang paling peka terhadap cahaya karena merupakan tempat perkumpulan sel-sel saraf yang berbentuk cerucut dan batang. Jarak benda yag dapat dilihat oleh mata normal dengan jelas disebut dengan titik dekat mata.

Hal itu terjadi karena pada waktu di tempat teduh diperlukan protein rodopsin yang merupakan penggabungan antara iodopsin dan vitamin A. untuk pembentukan rodopsin tersebut diperlukan waktu sehingga sebelum rodopsin terbentuk kita tidak bisa melihat dengan jelas untuk beberapa saat di tempat teduh.Jika kita berpindah dari tempat terang ke tempat teduh. Bintik buta adalah bintik pertemuan saraf-saraf atau tempat keluarnya saraf mata menuju otak. terdapat 3 lapisan : 7 Tunika fibrosa : o Bagian posterior yang opak o Sclera o Bagian anterior yang transparan o Cornea Tunika Vasculosa Pigmentosa : o Choroidea o Corpus Cilliary o Iris dan pupil o Tunika Nervosa : Retina Otot-otot penggantung bola mata . Bintik buta tidak mengandung sel batang dan sel kerucut sehingga tidak dapat menanggapi rangsangan cahaya. Mata tertanam pada adiposum orbitae. maka kita tidak dapat melihat dengan jelas beberapa saat.

8 Vaskularisasi bola mata Ada 2 sistem vaskularisasi bola mata : 1. Sistem arteri siliar. terdiri dari :  Arteri siliaris anterior (9) .

 Arteri siliaris posterior brevis (7)  Arteri siliaris longus (4) 1. Sistem arteri Sentralis  Retina (12) 9 anatomi otot mata .

Bagian mata yang mengandung saraf optikus adalah retina. dan mengatur konstraksi pupil mata.Persarafan 10 Saraf yang bertangung jawab terhadap mata manusia adalah saraf optikus (Nervus II). Saraf optikus adalah kumpulan jutaan serat saraf yang membawa pesan visual dari retina ke otak. . Sedangkan saraf yang menggerakkan otot bola mata adalah saraf okulomotoris (Nervus III). saraf ini bertanggungjawab terhadap pergerakan bola mata. membuka kelopak mata.

11 Saraf lainnya yang mempengaruhi fungsi mata adalah saraf lakrimalis yang merangsang dalam pembentukan air mata oleh kelenjar air mata. bagian mata dan anatomi mata : retina dan saraf saraf mata Sistem cairan mata . Kelenjar Lakrimalis terletak di puncak tepi luar dari mata kiri dan kanan dan menghasilkan air mata yang encer.Intraokular .

Cairan ini dibagi dua : Humor aqueous (anterior lensa). Adanya cairan tersebut akan mempertahankan bentuk mata dan menimbulkan tekanan dalam bola mata/tekanan intra okuler. Humor vitreus (posterior lensa & retina).Mata diisi dengan cairan intraokuolar. disamping itu juga berguna untuk mengangkut zat buangan hasil metabolisme pada kedua organ tersebut. yang mempertahankan tekanan yang cukup pada bola mata untuk menjaga distensinya. 12 Humor aqueous berperan sebagai pembawa zat makanan dan oksigen untuk organ di dalam mata yang tidak berpembuluh darah yaitu lensa dan kornea. Sirkulasi Aqueous Humor .

dan terdiri dari dua bagian. panjangnya sekitar 18 mm. yang menyalurkan cairan ke celah hidung. bagian bawahnya berlanjut menjadi duktus nasolakrimal. Bila dengan pinhole penglihatan lebih baik. Nasolacrimal duct (ductus nasolacrimalis. dan kemudian hamper horizontal menuju lacrimal sac. Organ Aksesorius Mata (Organa Oculi Accessoria) Organ aksesorius mata termasuk otot okular.Jika seseorang diragukan apakah penglihatannya berkurang akibat kelainan refraksi. 13 Lacrimal gland (glandula lacrimalis) terdapat pada fossa lakrimal. Lacrimal ducts (lacrimal canals). Berbentuk oval. yang mensekresikan air mata. dan duktus nasolakrimal. yang menyalurkan cairan ke permukaan mata. Lacrimal apparatus (apparatus lacrimalis) Apparatus lakrimal terdiri dari (a) kelenjar lakrimal. dimana saluran ini berakhir dengan suatu orifisium. terlihat pada tepi ekstremitas lateral lacrimalis. kelopak mata. konjungtiva. Pada sudutnya. bernama puncta lacrimalia. dan aparatus lakrimal. fascia. Pada setiap lacrimal papilla serat otot tersusun melingkar dan membentuk sejenis sfingter. pada puncak papilla lacrimales. Duktus kelenjar ini. berawal pada orifisium yang sangat kecil. awalnya berjalan naik. sisi medial prosesus zigomatikum os frontal. dan terletak dalam cekungan (groove) dalam yang dibentuk oleh tulang lakrimal dan prosesus frontalis maksila. Duktus superior. dan kemudian berbelok dengan sudut yang tajam. kurang lebih bentuk dan besarnya menyerupai almond. bagian ujung atasnya membulat. Lacrimal sac (saccus lacrimalis) adalah ujung bagian atas yang dilatasi dari duktus nasolakrimal. dengan katup yang tidak . duktus mengalami dilatasi dan disebut ampulla. berjalan pendek menyamping di bawah konjungtiva. (b) duktus lakrimal. yang memanjang dari bagian bawah lacrimal sac menuju meatus inferior hidung. kantung (sac) lakrimal. Duktus inferior awalnya berjalan turun. disebut kelenjar lakrimal superior (pars orbitalis) dan inferior (pars palpebralis). dan berjalan ke arah medial dan ke bawah menuju lacrimal sac. maka dilakukan uji pinhole. yang lebih kecil dan lebih pendek. dan duktus ekskretorinya. berkisar 6-12. Bentuk lacrimal sac oval dan ukuran panjangnya sekitar 12-15 mm. Bila penglihatan berkurang dengan diletakkannya pinhole di depan mata berarti ada kelainan organik atau kekeruhan media penglihatan. nasal duct) adalah kanal membranosa. maka berarti ada kelainan refraksi yang masih dapat dikoreksi dengan kacamata. alis.

Obliquus inferior. Obliquus superior. dan konka nasal inferior. cahaya diterima oleh sel kerucut dan sel batang. . yang terbentuk dari maksila. 5. 2. a. 3. Rectus medialis. e. menembus kornea dan diteruskan melalui pupil.) Intensitas cahaya yang telah diatur oleh pupil diteruskan menembus lensa mata. Rectus lateralis. c. 14 2. maka mata tidak bisa melihat benda tersebut. tulang lakrimal. 6. b. Rectus inferior.2 fisiologi indra penglihatan Proses melihat Mata bisa melihat benda karena adanya cahaya yang dipantulkan oleh benda tersebut ke mata. Rectus superior. Duktus nasolakrimal terdapat pada kanal osseous.sempurna. Jika tidak ada cahaya yang dipantulkan benda. dibentuk oleh lipatan membran mukosa.1. Cahaya yang disampaikan ke otak akan diterjemahkan oleh otak sehinga kita bisa mengetahui apa yang kita lihat. Cahaya yang dipantulkan oleh benda di tangkap oleh mata. 4. kemudian disampaikan ke otak. Proses mata melihat benda adalah sebagai berikut. Otot-otot ekstraokular 1. d. plica lacrimalis (Hasneri). Pada bintik kuning. Daya akomodasi pada lensa mata mengatur cahaya supaya jatuh tepat di bintik kuning.

Bagian mata dan Anatomi mata: Kelenjar pada mata Gerakan Bola Mata Sistem kontrol serebral yang mengarahkan gerakan mata ke obyek yang dilihat merupakan suatu sistem yang sangat penting dalam menggunakan kemampuan pengelihatan sepenuhnya. yang disebut seabgai mekanisme fiksasi volunter. Jadi. maka mata akan memfiksasinya secara involunter untuk mencegah kaburnya bayangan pada retina. Gerakan fiksasi involunter ini dikontrol oleh area visual sekunder pada korteks oksipitalis. sehingga inervasi otot-otot bola mata berjalan secara resiprokal. dan VI. bila ada suatu obyek pada lapang pandang. Dalam mengarahkan gerakan mata ini. diperlukan sinyal volunter sehingga fokus fiksasi bisa diubah. Gerakan Fiksasi Bola Mata Gerakan fiksasi bola mata dikontrol melalui dua mekanisme neuronal. . Gerakan fiksasi volunter dikontrol oleh cortical field pada daerah regio premotor pada lobus frontalis. Untuk memindahkan fokus ini. merupakan mekanisme involunter yang memfiksasi obyek ketika ditemukan. 15 Nukleus dari ketiga nervus tersebut saling berhubungan dengan fasikulus longitudinalis lateralis. tubuh menggunakan 3 pasang otot yang berada di bawah kendali nervus III. yang disebut sebagai mekanisme fiksasi involunter. Yang kedua. IV. yang berada di anterior korteks visual primer. memungkinkan seseorang untuk untuk memfiksasi obyek yang ingin dilihatnya secara volunter. Yang pertama. Sistem ini dikatakan sama pentingnya dalam pengelihatan dengan sistem interpretasi berbagai sinyal-sinyal visual dari mata.

Gerakan vestibular Mata meyesuaikan pada stimulus dari kanalis semisirkularis saat kepala melakukan pergerakan. Gerakan saccadic ini terjadi secara sangat cepat. 16 Jaras Cahaya yang sampai di retina tersebut akan mengakibatkan hiperpolarisasi dari reseptor pada retina. Gerakan Mengejar Mata juga dapat terfiksasi pada obyek yang bergerak. sehingga lamanya gerakan tidak lebih dari 10% waktu pengamatan. Serat dari masing-masing traktus optikus akan bersinaps pada korpus genikulatum lateralis dari thalamus. membentuk suatu traktus optikus. Ini terjadi ketika lapang pandang bergerak secara kontinu di depan mata. Hiperpolarisasi ini akan mengakibatkan timbulnya potensial aksi pada sel-sel ganglion. yang kemudian akan menyatu dengan serat nervus optikus dari sisi temporal yang berlawanan. serat-serat visual tersebut juga ditujukan ke beberapa area seperti: (1)nukleus suprakiasmatik dari hipotalamus untuk mengontrol irama sirkadian dan perubahan fisiologis lain yang berkaitan dengan siang dan malam. Pada gerakan saccadic ini. otak mensupresi gambaran visual selama saccade. Gerakan konvergensi Kedua mata mendekat saat objek digerakkan mendekat. Serat-serat tersebut kemudian juga akan diproyeksikan ke korteks visual sekunder.Gerakan saccadic Gerakan saccadic merupakan lompatan-lompatan dari fokus fiksasi mata yang terjadi secara cepat. gerakan ini disebut gerakan mengejar (smooth pursuit movement). Kemudian serat-serat tersebut akan dilanjutkan sebagai radiasi optikum ke korteks visual primer pada fisura calcarina pada lobus oksipital medial. Kedua nervus optikus akan bertemu pada kiasma optikum. (2) ke nukleus pretektal pada otak . sehingga gambaran visual selama perpindahan tidak disadari. kira-kira dua atau tiga lompatan per detik. yang aksonnya membentuk nervus optikus. Selain ke korteks visual. di mana serat nervus optikus dari separuh bagian nasal retina menyilang ke sisi yang berlawanan.

maka nutrisi harus dibawa oleh pembuluh darah retina dan prosesus siliaris. lainnya dinamakan ligamen suspensori lensa. Kuantitas aqueous humor sedikit. Tidak ada pembuluh darah pada badan vitreous. memiliki reaksi alkalin. dan tersusun atas cairan albuminus terselubungi oleh membrane transparan tipis. dan akan relaksasi jika ada kontraksi serat sirkular otot siliaris.tengah. 17 Disini tampak beberapa jaringan yang tersusun radial. dan terdapat pada badan siliaris untuk menempel pada kapsul lensa. salah satunya tipis dan membatasi fossa hyaloid. dan lebih tebal pada bagian depan daripada di belakang. Transparan. Ligamen ini mempertahankan lensa pada posisinya. Zonula siliaris terbagi atas dua lapisan. vitreous body. membran hyaloid. bagian depan badan vitreous. Porsi di bagian depan ora serrata tebal karena adanya serat radial dan dinamakn zonula siliaris (zonule of Zinn). Di bagian belakang berhadapan dengan fossa hyaloid. sebagai tempat menempelnya. maka lensa akan menjadi lebih konveks. konsistensinya seperti jeli tipis. Membran hyaloid membungkus badan vitreous. aqueous humor. lebih tebal. untuk menimbulkan gerakan refleks pada mata untuk fokus terhadap suatu obyek tertentu dan mengaktivasi refleks cahaya pup Media Refraksi Media refraksi: kornea. dan dilingkari oleh prosesus siliaris yang mana overlap pada bagian tepinya. yaitu prosesus siliaris. crystalline lens. Aqueous humor (humor aqueus) Aqueous humor mengisi ruang anterior dan posterior bola mata. Zat seperti agar-agar ini mengisi ruangan yang dibentuk oleh retina. Crystalline lens (lens crystallina) Lensa terletak tepat di belakang iris. Vitreous body (corpus vitreum) Vitreous body membentuk sekitar empat perlima bola mata. dan di bagian depan . Lensa merupakan struktur yang rapuh namun sangat elastis. kurang dari seperlimanya berupa zat padat. Kapsul lensa (capsula lentis) merupakan membran transparan yang melingkupi lensa. utamanya klorida sodium. di depan badan vitreous. dan sebagian besar terdiri dari air.

Rabun Jauh Rabun jauh adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang berjarak jauh. 2. Hal ini disebabkan oleh ukuran bola mata yang pendek sehingga bayangan jatuh di belakang retina. untuk mengontrol gerakan cepat dari kedua mata. Rabun dekat adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang dekat. Rabun jauh disebut miopi. il.1.berhadapan dengan iris. Rabun dekat dapat diatasi dengan menggunakan kaca mata berlensa cembung. dan (3) kolikulus superior. 18 b. Lensa merupakan struktur transparan bikonveks. Kecembungannya di bagian anterior lebih kecil daripada bagian posteriornya. Lensa cembung merupakan lensa positif. Kebiasaan membaca buku terlalu dekat dan sambil tiduran akan mempercepat timbulnya cacat mata. Rabun Dekat Rabun dekat disebut hipermetropi. Penyebab rabun jauh adalah ukuran bola mata terlalu panjang dari ukuran .3 Gangguan pada Mata a.

. yaitu buta warna total dan buta warna separuh. Buta Warna Buta warna adalah ketidakmampuan mata untuk membedakan warna. yaitu kaca mata cembung dan cekung. e. sehingga sel batang tidak berfungsi karena protein rodopson tidak terbentuk. dan hijau (deuteranopia). c. Gangguan ini disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Penyakit ini bersifat menurun. Buta warna total hanya mampu melihat warna hitam putih saja (monokromat). Orang yang menderita rabun senja harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A. Kelainan mata ini biasanya diderita oleh orang yang sudah tua atau kira-kira berumur di atas 45 tahun. Lensa cekung merupakan lensa negatif. Buta warna ada dua macam. biru (tritanopia). Rabun jauh dan dekat Rabun jauh dan dekat disebut juga presbiopi atau rabun tua ialah suatu keadaan di mana lensa kehilangan elastisitasnya karena bertambahnya usia. Supaya penderita presbiopi dapat melihat dengan jelas. Penderita presbiopi tidak mampu melihat benda yang terlalu jauh dan terlalau dekat. Akibatnya daya akomodasi lensa mata berkurang. maka dibutuhkan kaca mata rangkap.normal sehingga bayangan benda jatuh di depan retina. yaitu merah (protanopia). Rabun Senja Rabun senja atau rabun ayam adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang berada di tempat remangremang dan di malam hari. Sedangkan buta warna separuh tidak bisa melihat warna tertentu. Rabun jauh dapat diatasi dengan menggunakan kaca mata berlensa cekung. 19 d.

g. maka dapat diperbaiki dengan jalan operasi.1 anatomi Indera Pendengaran dan Keseimbangan (Telinga) Telinga adalah Organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai indra pendengaran dan organ yang menjaga keseimbangan. tekanan yang tinggi ini dapat menekan dan merusak retina sehingga menimbulkan kebutaan. Penderita ini umumnya berumur di atas 55 tahun. hal ini dapat terjadi karena telinga memiliki reseptor khusus yang . Katarak Katarak atau bular mata merupakan gangguan penglihatan. Tekanan normal bola mata adalah 24 mmHg. sinar X. dan pemberian obat-obat tertentu dalam waktu yang lama. 20 i. Kelainan mata ini dapat diatasi dengan operasi mata. Jika penderitanya masih anak-anak. selain itu karena proses ketuaan. kencing manis. garis-garis vertikal terlihat kabur dan garis horizontal terlihat jelas atau sebaliknya. Glaukoma Tekanan di dalam bola mata yang terlalu tinggi. Katarak dapat menimbulkan kebutaan tanpa rasa sakit. Telinga merupakan organ yang berperan terhadap pendengaran kita akan suara atau bunyi. Cacat ini dapat ditolong dengan kacamata berlensa silindris. h.f.2. Glaukoma sering menyerang orang-orang di atas usia 40 tahun. 2. Dalam waktu lama. Penyebab katarak adalah lensa mata keruh sehingga menghalangi masuknya cahaya pada retina. Akibatnya bila penderita melihat suatu kotak.2 Indera Pendengaran dan Keseimbangan (Telinga) 2. Astigmatisme Astigmatisme atau mata silindris adalah gangguan mata yang disebabkan oleh ukuran lensa mata atau kornea tidak rata. Juling Juling adalah kelainan mata yang disebabkan oleh ketidakserasian otot-otot mata. keadaan kelengkungan permukaan kornea atau lensa yang tidak mulus.

Namun Telinga memiliki batasan frekuensi suara yang dapat didengar. dan Telinga dalam. yaitu yang frekuensinya 20 Hz – 20. saluran telingan luar (analis auditoris eksternal). Telinga Luar Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga (aurikula). Terdapat struktur khusus pada organ telinga yang berfungsi mengatur dan menjaga keseimbangan tubuh. Bagian – Bagian Telinga Dan Fungsinya Secara luas telinga di bagi menjadi 3 bagian besar.berfungsi untuk mengenali getaran suara. 21  Telinga Sebagai Indera Pendengaran. Organ ini berhubungan dengan saraf otak ke VIII yang berfungsi dalam menjaga keseimbangan dan untuk mendengar. yaitu Telinga Luar. dan gendang telinga (Membran Timpani) yang membatasinya dengan telinga dalam. . Berikut penjelasan untuk bagian – bagian telinga tersebut : 1.000 Hz. Telinga Tengah. Masing – masing bagian tersebut memiliki fungsi spesifik terhadap tugasnya masing – masing. SUMBER GAMBAR KLIK DISINI Fungsi Telinga  Telinga Sebagai Pengatur Keseimbangan. Telinga dapat berfungsi sebagai indera pendengaran apabila terdapat gelombang suara yang masuk melalui telinga luar yang akan diterima oleh otak melalui proses terjadinya pendengaran yang akan kami jelaskan dibawah.

 Kelenjar minyak.  Membran timpani atau selaput gendang.Daun Telinga terbentuk oleh susunan tulang rawan yang memiliki bentuk khas untuk mendukung fungsinya. Telinga bagian luar terdiri atas:  Daun telinga. juga dapat menghindari masuknya serangga karena memiliki bau tidak sedap. 22 . Membran Timpani adalah bagian yang berfungsi untuk menangkap gelombang suara. dalam bagian ini terdapat kelenjar sudorifera yaitu kelenjar yang dapat menghasilkan serumen (bahan mirip lilin yang dapat mengeras). Serumen ini menjaga telinga agar tidak banyak kotoran dari luar yang masuk ke dalam. berfungsi menyalurkan getaran. berfungsi menyaring udara yang masuk sebagai pembawa gelombang suara.  Saluran telinga luar atau lubang telinga. berfungsi menerima dan memperbesar getaran suara. berfungsi untuk menampung getaran. Saluran Telinga Luar. yaitu untuk memusatkan gelombang suara yang masuk ke saluran telinga.

. Tulang pendengaran ada tiga. karena menelan dapat membuka tuba eustachius yang akan menyeimbangkan kembali tekanan udara. Tulang – Tulang ini saling berhubungan satu sama lain (dihubungkan oleh sendi) karena adanya sendi maka tulang – tulang ini dapat bergerak. Tulangtulang ini menghubungkan gendang telinga dan tingkap jorong. Oleh karena itu saat kita dalam ketinggian tertentu. yaitu tulang martil. Pada telinga tengah terdapat saluran Eustachius dan tiga tulang pendengaran. Dinding dari bagian ini dilapisi oleh sel epite. Telinga Tengah Telinga tengah merupakan rongga yang berisi udara dan menjaga tekanan udara tetap seimbang. Keseimbangan tekanan ini akan menjaga gendang telinga supaya tidak rusak. Telinga bagian tengah terletak di sebelah dalam membran timpani. Pada telinga bagian tengah terdapat Tuba Eustachius. Incus(Landasan). Fungsi dari telinga bagian tengah adalah untuk meneruskan getaran dari suara telinga bagian luar ke telinga bagian dalam. Saluran ini akan tertutup dalam keadaan biasa. berfungsi untuk mengurangi tekanan udara di telinga tengah sehingga tekanan udara di luar dan di dalam akan sama.  Tulang pendengaran. 23  Saluran Eustachius. dan tulang sanggurdi. apabila telinga berdengung. dan akan terbuka jika kita menelan sesuatu. yaitu bagian yang menghubungkan telinga dengan rongga mulut (faring). Telinga bagian tengah terdiri atas 3 tulang pendengaran utama yaitu Maleus(Martil). Rangkaian 3 Tulang yang sedemikian rupa ini berfungsi untuk mengirimkan getaran yang diterima dari membran timpani pada telinga luar menuju ke Jendela Oval Telinga Dalam. Tuba Eustachius Ini berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara antara telinga bagian luar dengan telinga bagian tengah. tulang landasan. kita dianjurkan untuk menelan. Fungsi Utamanya adalah untuk meneruskan Suara yang diterima dari Telinga Luar ke Telinga Bagian Dalam. Tuba Eustachius ini selalu menutup kecual saat menelan dan menganga. berfungsi untuk mengantarkan dan memperbesar getaran ke telinga bagian dalam. dan Stapes(sanggurdi).SUMBER GAMBAR KLIK DISINI 2.

namun tempatnya lebih dalam dan dilapisi oleh sel epitel serta berisi cairan endolimfe. Labirin Membran terletak pada bagian yang sama dengan bagian labirin tulang. 24 . Telinga dalam disebut juga sebagai labirin karena bentuknya. Telinga Dalam Telinga Dalam terdiri atas bagian tulang dan bagian membran.SUMBER GAMBAR KLIK DISINI 3. Labirin tulang (Labirin Osea) merupakan rongga yang terbentuk pada tonjolan tulang pelipis yang berisikan cairan perilimfe.

berfungsi menerima dan menyampaikan getaran.  Tingkap jorong. tersusun menjadi satu kesatuan dengan posisi berlainan. . yaitu :  Koklea (Fungsinya lebih ke pendengaran)  Vestibuli (Fungsinya lebih ke menjaga keseimbangan)  Kanalis Semisirkularis (Fungsinya lebih ke menjaga keseimbangan) Telinga bagian dalam berfungsi mengantarkan getaran suara ke pusat pendengaran oleh urat saraf. a. yaitu ada yang horisontal. Kanalis semisirkularis (saluran setengah lingkaran) Suatu struktur yang terdiri atas 3 tulang setengah lingkaran.  Rumah siput.  Tiga saluran setengah lingkaran.SUMBER GAMBAR KLIK DISINI Labirin Tulang telinga dalam terbagi menjadi 3 bagian. memperbesar. vertikal atas dan vertikal belakang. Di dalam saluran rumah sifut terdapat cairan limfe dan terdapat ujung-ujung saraf pendengaran. dan pada setiap pangkalnya membesar disebut ampula. dan berisi reseptor keseimbangan yang disebut cristae ampularis. Alat keseimbangan pada telinga Reseptor keseimbangan terdapat dalam kanalis semisirkularis. utrikulus. berfungsi sebagai alat untuk mengetahui posisi tubuh dan menjaga keseimbangan. berfungsi menerima. Setiap kanalis berisi endolimfe. dan sakulus. Penyusun telinga bagian dalam adalah sebagai berikut. dan menyampaikan getaran suara ke saraf pendengaran.

Di dalamnya terdapat endolimfe. yaitu pangkal dari tiga saluran setengah lingkaran yang menggembung. misalnya tegak. kemudian sampai ke gendang telinga sehingga membuat gendang telinga bergetar. Kedudukan otolith ini akan berubah bila posisi kepala berubah. Di dalam ampula terdapat sel-sel rambut yang peka terhadap gravitasi. cairan limfe akan bergetar sehingga meransang ujung-ujung saraf pendengaran dan menimbulkan impuls saraf yang ditujukan ke otak. Akibatnya kamu akan menyadari setiap posisi kepala dan badan. Getaran ini diteruskan oleh tiga tulang pendengaran ke tingkap jorong dan diteruskan ke rumah siput. 2. Bila kepala menggeleng. dan lain-lainnya. telinga juga berfungsi sebagai indera keseimbangan. Bila endolimfe bergerak. Sakulus dan utrikulus Merupakan alat keseimbangan statis (statoreseptor) yaitu berfungsi memberikan respons terhadap perubahan kedudukan tubuh. miring. Selain sebagai indera pendengar. b. mundur. maka cupula akan ikut bergerak. Di dalam rumah siput. arah sel-sel rambut berubah. Pada dasar utrikulus terdapat makula (organ otolith). dan ke kiri. impuls tersebut akan diolah sehingga kita bisa mendengar dan mengenali suara tersebut. Kelembaman endolimfe yang terdapat dalam kanalis semisirkularis akan menyebabkan ia bergerak ke arah yang berlawanan dengan arah putaran/gerakan sehingga kita dapat merasakan adanya perubahan posisi tubuh. Gerakan cupula akan diterima oleh sel-sel reseptor dan diteruskan ke otak sehingga kita bisa merasakan gerakan maju. ke kanan.2. Perubahan ini diterima oleh sel-sel saraf kemudian diteruskan ke otak.25 Pada cristae ampularis terdapat cupula yang berhubungan langsung dengan sel-sel reseptor keseimbangan.2 Fisiologi indra pendengaran Proses Mendengar Suara yang kita dengar akan ditangkap oleh daun telinga. Di dalam otak. Kanalis semisirkularis merupakan alat keseimbangan pada telinga manusia. Letak indera keseimbangan terdapat di dalam ampula. .

Dokter telinga. sinusoidal har¬monic acceleration). tentang posisi kepala Anda. pasien terhadap enam kondisi yang berbeda diukur dan menunjukkan sistem mana yang terganggu. Percepatan harmon sinusoidal (SHA. sehingga posisi tubuh Anda dapat tetap seimbang. hidung dan tenggorokan (THT) dapat membantu Anda membersihkan telinga pada bagian dalam yang lebih sensitif. Adapun cara-cara melindungi telinga. Pastikan juga volume musik atau radio Anda berada dalam posisi rendah atau menengah saat mengenakan earphone atau saat berada di ruang tertutup. di atas koklea. Sedapat mungkin. telinga membuat keseimbangan tubuh Anda stabil. Namun kondisi ini akan mereda dan kembali normal begitu cairan dalam saluran setengah lingkaran telah berhenti bergerak. bisa jadi cairan ini akan terus bergerak saat tubuh Anda sedang diam. . atau kursi berputar. Terdapat tiga saluran yang terletak di telinga bagian dalam. kemampuan pasien untuk membedakan suara yang berbeda. misalnya dengan mengenakan penutup telinga saat berada di area yang sangat bising. saluran ini juga dipenuhi oleh cairan dan ribuan rambut mikroskopik. maka sudah selayaknya organ ini dirawat dengan baik. Di waktu lain. dalam bentuk kata.26 Pendukung Keseimbangan Selain memungkinkan Anda untuk mendengar. Otak kemudian dengan cepat akan mengirim pesan ke otot yang tepat. Mengingat pentingnya peran telinga dalam kehidupan sehari-hari. Saat kepala Anda bergerak. hindari juga membersihkan telinga dengan cotton bud karena berisiko menyebabkan luka atau kotoran telinga makin terdorong ke dalam. Cairan tersebut menggerakkan rambut-rambut halus. Sama seperti koklea. Hal ini dapat terjadi setelah Anda memutar tubuh berulang kali atau bergerak-gerak tidak henti. seperti di dalam mobil. Kondisi ini dapat menyebabkan Anda sejenak merasa pusing karena otak menerima dua pesan yang berbeda akan posisi kepala Anda. dalam tingkat desibel di mana suara masih terdengar. mengkaji sisiem vestibulookuler dengan menganalisis gerakan mata kopensatoris sebagai respons putaran searah atau berlawaan arah dengan jarum jam. Persiapan uji ini sama dengan pada ENG. yang kemudian akan mengirim pesan saraf ke rambut. cairan dalam saluran tersebut ikut bergerak.

yaitu kapasitas suara yang didengar terlalu kuat dan terkena suatu benda yang tajam.27 Meskipun uji SHA tak dapat mengidentifikasi sisi dari lesi pada penyakit unilateral. Ada bermacam gangguan telinga. ☯ Penumpukan kotoran sehingga menghalangi getaran suara untuk sampai ke gendang telinga. yaitu gangguan penghantar bunyi dan gangguan saraf. tuli ada dua macam yaitu:  Tuli konduktif. ☯ Otosklerosis. namun sangat berguna untuk mengidentifikasi adanya penyakit dan mengontrol proses penyembuhanya.  Tuli saraf.2. nanah yang memenuhi telinga tengah pada peradangan menimbulkan kerusakan pada tulang. ☯ Presbikusis. Gangguan ini dapat bersifat permanent jika terjadi infeksi yang sangat parah. kita harus membersihkan telinga dari kotoran dengan kapas minimal satu kali dalam seminggu. Oleh karena itu. Gangguan telinga yang disebabkan oleh gangguan saraf dan gangguan penghantar bunyi bisa diatasi menggunakan alat pendengaran buatan. Pecahnya gendang telinga bisa disebabkan oleh dua hal. ☯ Kerusakan gendang telinga. bila terjadi kerusakan koklea atau saraf pendengaran. ☯ Ganguan telinga disebabkan oleh luka pada telinga bagian luar yang telah terinfeksi atau otitis sehingga mengeluarkan nanah. Penderita ini harus segera memeriksakan telinganya pada dokter supaya bisa cepat disembuhkan. yaitu: ☯ Tuli. misalnya gendang telinga pecah.tulang pendengaran. Alat ini mampu memperbesar gelombang suara sebelum suara masuk ke telinga. adalah perusakan pada sel saraf telinga yang terjadi pada usia manula.3 Gangguan pada Telinga Ada dua penyebab gangguan telinga. terjadi karena gangguan transmisi suara ke dalam koklea misalnya kotoran yang menumpuk. persiapan pasien sama dengan yang diperlukan pada EN 2. . Gendang telinga sangat tipis sekali. adalah kelainan pada tulang sanggurdi yang ditandai dengan gejala tinitus (dering pada telinga) ketika masih kecil. misalnya membersihkan telinga dengan peniti atau lidi sehingga menyentuh gendang telinga dan menyebabkan gendang telinga menjadi sobek.

1 anatomi Indera Penciuman/Pembau (Hidung) Hidung adalah alat indera yang menanggapi rangsangan berupa bau atau zat kimia yang berupa gas. . Kedua tulang tersebut dibungkus dan dilapisi oleh kulit. Hidung adalah organ yang membuat udara dari lingkungan dapat masuk kedalam saluran pernapasan yang tersusun atas bagian eksternal (luar) berupa kulit dan penonjolan akibat tulang nasal dan tulang rawan dan bagian internal berupa bulu bulu hidung.3. Di dalam rongga hidung terdapat serabut saraf pembau yang dilengkapi dengan sel-sel pembau. Setiap sel pembau mempunyai rambut-rambut halus (silia olfaktori) di ujungnya dan diliputi oleh selaput lendir yang berfungsi sebagai pelembab rongga hidung. rongga berlapis membran mukosa bersilia yang memiliki banyak pembuluh darah  Bagian Bagian Hidung  Hidung terdiri atas bagian luar atau ekternal dan bagian dalam atau internal. alat sensor.3 Indera Penciuman/Pembau (Hidung) 2.28 ☯ Rusaknya reseptor pendengaran pada telinga bagian dalam akibat dari mendengarkan suara yang amat keras. 2. Bagian hidung yang terlihat dibentuk oleh adanya dua buah tulang nasal dan tulang rawan.

 29 Selanjutnya dibagian dalam hidung terdapat rambut rambut halus yang membantu mencegah benda benda asing masuk kedalam hidung. Yang dimaksud benda asing adalah debu debu dan benda lainnya yang mampu mengancam pernapasan. umumnya berukuran cukup besar. rambut rambut hidung tak akan mampu menapisnya. untuk benda yang sangat mikroskopis seperti berukuran nanometer. Bagian bagian dan anatomi hidung  Hidung: Anatomi dan Bagian Bagian Hidung Beserta Fungsinya . Bagian yang terbuka dari hidung ini disebut nares anterior. Sedangkan bagian hidung yang terbuka setelah itu disebut nares posterior yang akan terbuka hingga ke bagian faring.  Pada bagian dalam hidung (coba cek gambar hidung dibawah) terdapat kavum nasalis yang merupakan lubang besar yang dipisahkan oleh septum.

organ pembau hanya memiliki tujuh reseptor namun dapat membedakan lebih dari 600 aroma yang berbeda. Dengan adanya indera ini. anda saya sarankan jangan pernah bernapas menggunakan mulut. Tentunya dengan bantuan informasi yang telah anda taruh di otak anda sebelumnya sebagai perbandingan. Bernapas menggunakan mulut dalam kondisi dingin seperti bersalju ataupun diatas puncak jaya wijaya atau bahkan everest.30  Fungsi Hidung  Hidung sudah jelas memiliki fungsi utama sebagai organ penyaring dan pengambil udara dari lingkungan sehingga masuk ke dalam faring sehingga mampu mencapai paru paru. .  Sistem Olfactory Manusia dapat membedakan berbagai macam bau bukan karena memiliki banyak reseptor pembau namun kemampuan tersebut ditentukan oleh prinsipprinsip komposisi (component principle). Fungsi hidung sebagai organ penyaring udara dalam sistem pernapasan  Bayangkan bernapas menggunakan mulut saja. jangan pakai hidung. pasti sesak rasanya dan tenggorokan kamu pasti akan kering bagaimana.  2. dan membuat suara anda menjadi kresek kresek. Alat pembau biasa juga disebut dengan organon olfaktus.  Apabila hidung seseorang rusak.  3. Fungsi hidung sebagai indera penciuman  Seperti yang dijelaskan diatas terdapat indera penciuman berupa saraf saraf olfaktori dan gelembung olfaktori yang berada dalam rongga hidung pada bagian tertinggi di sekitar lembaran “cribriform”. sebenarnya mampu saja bernapas menggunakan mulut akan tetapi udara tersebut akan langsung bersentuhan dengan bagian dalam tubuh seperti tenggorokan yang cukup sensitif terhadap bakteri dan zat zat asing udara yang mampu menyebabkan radang tenggorokan. Fungsi hidung sebagai organ yang membantu menghangatkan suhu udara yang kita hirup  Dalam kondisi berdebu saja. Udara dingin tersebut akan “Menghancurkan” tenggorokan anda.  Berikut beberapa fungsi hidung:  1. yang dapat menerima stimulus benda-benda kimia sehingga reseptornya disebut pula chemoreceptor. anda dapat mengetahui kandungan ataupun rasa makanan berdasarkan bau yang dikeluarkannya. jangan bernapas menggunakan mulut.

Selaput lendir tersebut berfungsi untuk melembabkan udara. dan bila telah sampai pada lapisan yang dimaksud.31  Organon olfaktus terdapat pada hidung bagian atas. menempel pada lapisan jaringan yang diselaputi lendir dan disebut olfactory mucosa. Susunan rongga hidung. maka reseptor tersebut akan digantikan oleh reseptor-reseptor baru yang axonnya akan berkembang ke lapisan olfactory bulbs yang akan dituju. Concha superior b. 1) Sel penyokong berupa sel-sel epitel. Pada bagian tersebut juga terdapat bulu-bulu hidung yang berfungsi untuk menyaring debu dan kotoran. maupun karena kerusakan fisik. mereka akan memulihkan koneksi sinapsis yang terputus. Concha medialis c. yaitu pada concha superior dan membran ini hanya menerima rangsang benda-benda yang dapat menguap dan berwujud gas. Keistimewaan indera pembau manusia adalah dapat membaui sesuatu walau . Reseptor olfaktori hanya mampu berfungsi selama 35 hari. Septum nasi (sekat hidung) Reseptor organon olfactory terdapat di bagian atas hidung. Bagian-bagiannya adalah : a. Adaptasi terhadap baubauan mula-mula berjalan cepat dalam 2 – 3 detik. tetapi kemudian berjalan lebih lambat. Pada daerah sensitif ini terdapat 2 jenis sel sebagai berikut. Concha inferior d. Contohnya pada orang yang berhidung mancung akan lebih luas daripada yang berhidung pesek. Daerah yang sensitif terhadap bau terletak pada bagian atap rongga hidung. baik karena sebab yang alami. Bentuk concha dan septum nasi tempat reseptor pembau pada masing-masing orang tidak sama. Kemampuan membau makhluk hidup tergantung pada : a. 2) Sel-sel pembau sebagai reseptor yang berupa sel-sel saraf. Sel-sel pembau mempunyai ujung dendrit berbentuk rambut. Bila mati.

2. pengecapan. Kita harus selalu membersihkan hidung dari kotoran dan merapikan bulubulunya supaya penciuman kita tidak terganggu. penglihatan. karena virus flu yang menyebabkan tersumbatnya rongga hidung sehingga menyebabkan kemampuan membaui dan mengecap berkurang. Lidah dikenal sebagai indera pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap. 1) Anosmia. 2. Dapat disebabkan oleh penyumbatan rongga hidung karena polip atau tumor. Gangguan lain juga bisa disebabkan oleh adanya kotoran pada hidung dan bulu hidung yang terlalu banyak. Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Serabut syaraf yang melayaninya merupakan alat perantara yang membawa kesan rasa (sensory impression) dari organ indra menuju otak. 32 Pada saat kita bernapas. Lidah juga .4 Indera Pengecap (Lidah) 2. ialah tidak dapat mencium bau.kadarnya di udara sangat sedikit. serabut saraf-saraf sensorik dilengkapi dengan ujung akhir khusus guna mengumpulkan rangsangan perasaan yang khas itu.3. Sel pembau akan meneruskan rangsangan ini ke otak dan akan diolah sehingga kita bisa mengetahui jenis bau dari zat kimia tersebut. Kelainan.1 Anatomi Indera Pengecap (Lidah) Pancaindra adalah organ-organ akhir yang dikhususkan untuk menerima jenis rangsangan tertentu pada manusia. kemudian akan meransang rambut-rambut halus pada sel pembau. dimana setiap organ berhubungan. 2) Influenza. Dalam segala hal. Beberapa kesan rasa timbul dari luar. atau reseptor pembau rusak karena infeksi virus. Indera pembau pada hidung dapat mengalami kelainan. Beberapa hewan memiliki indera pembau yang lebih sensitif karena mempunyai reseptor pembau lebih banyak. penciuman dan suara. zat kimia yang berupa gas ikut masuk ke dalam hidung kita. seperti sentuhan.kelainan itu antara lain sebagai berikut. Zat kimia yang merupakan sumber bau akan dilarutkan pada selaput lendir.4. dimana perasaan itu ditafsirkan.3 Gangguan system penciuman Gangguan pada hidung biasanya disebabkan oleh radang atau sakit pilek yang menghasilkan lendir atau ingus sehingga menghalangi bau mencapai ujung saraf pembau.

sementara otot ektrinsik mengaitkan lidah pada bagian-bagian sekitarnya serta melaksanakan gerakan-gerakan kasar yang sangat penting pada saat mengunyah dan menelan. dan bila terletak tenang didasar mulut. Terdapat tiga jenis papila yaitu: a. Terdapat dua jenis otot pada lidah yaitu otot ekstrinsik dan intrinsik. Kuncup pengecap tertanam dibagian epitel lidah dan bergabung dengan tonjolan-tonjolan lidah yang disebut papilla. Bila lidah digulung kebelakang maka tampaklah permukaan bawahnya yang disebut frenulum linguae. lidah tersusun atas otot rangka yang terlekat pada tulang hyoideus.maka ujung lidah berbentuk bulat. berbentuk bulat. juga dibangun oleh suatu struktur yang disebut kuncup pengecap (taste buds). Pada hakekatnya. Bila dijulurkan. pahit dan rasa manis.turut membantu dalam tindakan bicara. Otot intrinsik lidah melakukan semua gerakan halus. papila filiformis (fili=benang). menekannya pada langit-langit dan gigi dan akhirnya mendorongnya masuk farinx. papila sirkumvalata (sirkum=bulat).Lidah sebagian besar terdiri dari dua kelompok otot yaitu otot intrinsik dan ektrinsik.000 kuncup pengecap yang tersebar dipermukaan atas dan di sepanjang pinggir lidah. tersusun seperti huruf V di belakang lidah.Struktur lainnya yang berhubungan dengan lidah sering disebut lingual. Bagian-Bagian Lidah Sebagian besar. tulang rahang bawah dan processus styloideusdi tulang pelipis. Lidah ini. sementara pembuluh darah dan urat saraf masuk dan keluar pada akarnya. Bagian anterior lidah bebas tidak terkait. Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang berbeda-beda. b. dari bahasa Latin lingua atau glossal dari bahasa Yunani. lidah tersusun atas otot rangka yang terlekat pada tulang hyoideus. Ujung serta pinggiran lidah bersentuhan dengan gigi-gigi bawah. Lidah mengaduk-aduk makanan. asam. Lidah memiliki permukaan yang kasar karena adanya tonjolan yang disebut papila. . Lidah terletak pada dasar mulut. sebuah struktur ligament halus yang mengaitkan bagian posterior lidah pada bagian dasar mulut. maka ujung lidah meruncing. . lidah mempunyai hubungan yang sangat erat dengan indra khusus pengecap. 33 Lidah merupakan bagian tubuh penting untuk indra pengecap yang terdapat kemoreseptor untuk merasakan respon rasa asin. sementara dorsum merupakan permukaan melengkung pada bagian atas lidah. Pada lidah lebih kurang 10. berbentuk seperti benang halus. tulang rahang bawah dan processus styloideus di tulang pelipis.

Kuncup tersebut berbentuk seperti bawang kecil atau piala dan terletak dipermukaan epitelium pada permukaan atas lidah. 34 Terdapat satu jenis papila yang tidak terdapat pada manusia. faring dan laring. Reseptor ini peka terhadap stimulus dari zat-zat kimia. Filiformis b. Sel pengecap berfungsi sebagai reseptor. sedangkan sel penyokong berfungsi untuk menopang. pada sel pengecap terdapat silia (rambut gustatori) yang memanjang ke lubang pengecap.c. sehingga disebut kemoreseptor. Pada mamalia dan vertebrata yang lain. Foliatel d. mencapai kuncup pengecap melalui lubang-lubang pengecap (taste pores). terdiri dari dua sel yaitu sel penyokong dan sel pengecap. yaitu sel pengecap dan sel penunjang. Fungiformis c. masam. asin dan pahit. Tunas pengecap adalah bagian pengecap yang ada di pinggir papila. Kuncup-kuncup pengecap ini ada yang tersebar dan ada pula yang Berkelompok dalam tonjolan-tonjolan epitel yang disebut papilla. berbentuk seperti jamur. Kadang juga dijumpai pada langit-langit rongga mulut. papila fungiformis (fungi=jamur). pada lidahnya terdapat reseptor untuk rasa. Reseptor tersebut adalah kuncup-kuncup pengecap. Circumfalate Setiap kuncup pengecap terdiri dari dua macam sel. Letak masing-masing rasa berbedabeda yaitu : . yakni papila folliata pada hewan pengerat. Terdapat empat jenis papilla: a. Kuncup-kuncup pengecap dapat merespon empat rasa dasar. yaitu manis. walaupun sedikit sekali. Zat-zat kimia dari makanan yang kita makan.

2. jika warna kuning menuju kehijauan adanya infeksi bakteri akut. Menunjukkan kondisi tubuh Selaput lidah manusia dapat digunakan sebagai indikator metabolism tubuh.terutama kesehatan tubuh manusia.4.adanya ganguan pada lambung limpa dan jantung b.menandakan masuk angin panjang. jika hanya terdapat pada ujung lidah berarti adanya panas pd jantung. Ungu berarti adanya aktivitas statis darah.2 Fisiologi Lidah Fungsi Lidah a.jika bentuk lidah tipis dan berwarna pucat menandakan defisiensi (kekurangan ) darah yang berhubungan dengan hati semakin pucat semakin parah gangguan hati tebal . Merah menandakan aktivitas panas tubuh. darah tidak lancar dan ada gangguan. Warna Lidah Kuning menandakan adanya infeksi bakteri. Mengecap atau merasakan makanan d. Bentuk Lidah Tipis . 1.adanya akivitas panas pada jantung Retak. terletak di bawah lidah c. Membasahi makanan di dalam mulut Kelenjar sublingualis.sirkulasi darah tidak normal menandakan gangguan ginjal dan limpa kaku .jika terdapat pada sisi kanan kiri menandakan adanya ganguan ginjal dan kandung empedu. Membolak-balik makanan .35 Tabel Letak kuncup pengecap rasa pada lidah Letak Kuncup Pengecap Manis Ujung lidah Samping lidah pada Asin bagian ujung Samping lidah pada Asam bagian pangkal Pahit Pangkal lidah Rasa 2. Biru menandakan adanya aktivitas dingin yang menyebabkan statis darah.

5 Indera Peraba (Kulit) 2. kita sering merasakan kepedasan. pada bagian dermis terdapat ujung saraf/reseptor peraba.1 Anatomi Indra Peraba Selain menghasilkan keringat.5. 2. Biasanya ujung saraf indera peraba ada . Menelan makanan f. 2. Rasa pedas bukan hasil dari kepekaan rasa pada kuncup pengecap. tekanan. Pada lidah juga sering terjadi iritasi karena luka atau kekurangan vitamin C. Mengontrol suara dan dalam mengucapkan kata-kata Pada saat kita makan sambal.36 e. Kepekaan tersebut disebabkan karena adanya ujung-ujung saraf yang ada pada kulit.4. Gangguan pada lidah bisa disebabkan oleh makan atauminum sesuatu yang bersuhu terlalu tinggi dan terlalu rendahsehingga lidah mati rasa. dan nyeri atau sakit.3 Gangguan Indra Pengecap Ganguan yang bersifat permanent misalnya terjadi padan orang yang mengalami trauma pada bagian tertentu otak. Tetapi merupakan suhu panas pada papilla sehingga mengembang dan menyebabkan timbulnya rasa pedas. Kulit adalah alat indera yang peka terhadap rangsangan berupa sentuhan. panas. dingin.

Oleh karena itu daerah-daerah ini sangat peka terhadap rangsangan berupa sentuhan. yang disebut melamin . yaitu suatu jenis protein yang membentuk sekitar 30% dari protein tubuh. Selain terdapat di daerah dermis. c) Stratum granulosum. pada orang dewasa luasnya sekitar 1. Seorang tuna netra memanfaatkan kepekaan indera perabanya untuk membaca huruf Braille. Meskipun seluruh permukaan kulit mempunyai reseptor peraba. Sehingga bila rambut yang muncul di permukaan kulit tersentuh oleh suatu benda.9 m2. Lapisan kulit manusia terdiri atas beberapa lapisan. dan daerah kemaluan. Dermis dibentuk oleh serabut-serabut khusus yang membuatnya lentur. d) Stratum germinativum. .5 mm. keberadaan ujung-ujung saraf ini tidak merata pada berbagai alat tubuh. Dermis Jaringan dermis memiliki struktur yang lebih rumit daripada epidermis. Permukaan kulit yang mempunyai banyak ujung-ujung saraf peraba ialah ujung jari telunjuk. yang terdiri atas banyak lapisan. sel-sel peraba juga terdapat pada pangkal rambut. Kulit merupakan organ tubuh yang paling luas. Lapisan dermis terletak di bawah lapisan epidermis. telapak tangan. telapak kaki. selsel saraf akan terangsang. sering dikatakan sebagai sel hidup karena lapisan ini merupakan lapisan yang aktif membelah. bibir.07 mm terdiri atas beberapa lapisan. yang memiliki struktur tipis dengan ketebalan sekitar 0. Kolagen akan berangsur-angsur berkurang seiring dengan bertambahnya usia. yaitu : Epidermis (Kutikula) Epidermis merupakan lapisan terluar dari kulit. bisa kamu lihat dalam tabel berikut. Itulah sebabnya seorang yang sudah tua tekstur kulitnya kasar dan keriput. dan ujung saraf yang berselaput (berpapilia).dua macam. 37 Ujung saraf yang berselaput ada lima macam. yaitu a) Stratum korneum yang disebut juga lapisan zat tanduk . yang berfungsi melakukan “pengecatan” terhadap kulit dan rambut . yang menghasilkan pigmen warna kulit. yang terdiri atas kolagen. Jaringan ini lebih tebal daripada epidermis yaitu sekitar 2. yaitu ujung saraf bebas yang mendeteksi rasa nyeri atau sakit. b) Stratum lusidum.

Jika Anda ingin mengetahui tekstur dari suatu permukaan. . Ujung-ujung saraf tersebut merupakan indera perasa panas. dingin.5. Ruffini. rangsang tekanan diterima oleh reseptor korpuskel paccini. Meisner. merupakan ujung saraf pada kulit yang peka terhadap rangsangan panas. seperti halus atau kasar benda. Inilah fungsi kulit sebagai indera peraba. 2. nyeri.2 Fisiologi Indra Peraba Permukaan kulit mengandung saraf-saraf yang memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Oleh karena itu kulit merupakan organ terluas dimana pada organ ini terdapat reseptor panas (ruffini). Kulit kita mempunyai kepekaan terhadap rangsang seperti panas. Kelenjar Keringat (glandula sudorifera) . merupakan ujung saraf pada kulit yang peka terhadap rangsangan berupa tekanan. dingin. dingin (krause). maka dapat Anda lakukan dengan merabanya. Paccini. misalnya rangsang sentuhan diterima oleh reseptor korpuskel meissner. Kelenjar Minyak glandula sebasea) . tekanan. Serabut Saraf Pada lapisan dermis kulit terdapat puting peraba yang merupakan ujung akhir saraf sensoris. letaknya di sekitar akar rambut. sentuhan dan rasa sakit karena di bagian tersebut banyak terdapat saraf-saraf sensori yang bekerja secara spesifik. merupakan ujung saraf perasa pada kulit yang peka terhadap sentuhan. Pembuluh Darah . serta reseptor sentuhan (meissner). 3. rasa nyeri atau sakit (ujung saraf bebas). dan sebagainya. Ujung saraf tersebut yaitu sebagai berikut : 1. 2. tekanan (paccini).38 Lapisan dermis terdiri atas beberapa bagian. dan rangsang dingin diterima oleh reseptor ruffini. yaitu a) Akar Rambut .

Krause. Biasanya jerawat terjadi sewaktu pubertas karena waktu pubertas terjadi perubahan komposisi hormon. merupakan ujung saraf perasa pada kulit yang peka terhadap rangsangan dingin.4. dada. 39 5. dan lainlain) atau berkaitan dengan kondisi tubuh. 1) Jerawat (acne). dan berair. Hormon akan merangsang pertumbuhan dan aktivitas kelenjar sebasea. ialah suatu peradangan dari kelenjar sebasea terutama di daerah wajah. cat rambut. dan punggung. 2) Dermatitis. Kelainankelainan pada kulit antara lain sebagai berikut. 6. . ialah suatu peradangan pada permukaan kulit yang biasanya terasa gatal dengan tanda-tanda merah. Ujung saraf tanpa selaput. melepuh. terletak dekat permukaan kulit. bengkak. Ini dapat disebabkan terkena zat kimia (karbol.3 Gangguan Indra Peraba Kulit dapat mengalami gangguan dan kelainan. Lempeng Merkel. leher. merupakan ujung perasa sentuhan dan tekanan ringan.5. Kelenjar sebasea memproduksi lemak bersama keringat. 2. Lemak merupakan media yang cocok bagi pertumbuhan bakteri. sabun. merupakan ujung saraf perasa nyeri.

anus untuk membuang air. mulut sampai hidung untuk bicara-bernapas-makan. . alat pembantu untuk membau (hidung). alat pembantu untuk mengecap (lidah). kaki untuk berjalan. Lima macam indera berfungsi sebagai alat sensor dalam bahasa Sanskerta disebut panca budi indriya dan dalam bahasa Indonesia lebih dikenal sebagai panca indera yaitu: alat pembantu untuk melihat (mata). Indria yang kesebelas merupakan indera utama yang mengontrol jalannya kesepuluh indera yang lain. Lima jenis lagi disebut panca budi indria sebagai alat gerak yaitu tangan untuk mengambil.2 Saran Dalam pembentukan makalah ini penulis berharap dapat menjadi satu pembelajaran atau pengetahuan bagi pembaca pada umumnya dan bagi penulis sendiri khususnnya. dan alat pembantu untuk merasakan (kulit/indera peraba). alat pembantu untuk mendengar (telinga). Indera kesebelas ini adalah pikiran sebagai kendali segala aktivitas diri.1 Kesimpulan Indera atau indria merupakan alat penghubung/kontak antara jiwa dalam wujud kesadaran rohani diri dengan material lingkungan.40 BAB III PENUTUP 3. 3. alat kelamin untuk menikmati hubungan kelamin. Dengan mengetahui anatomi bagian indra pada manusia kita lebih bisa memahami bagian-bagian indra apa saja yang ada pada manusia. Dalam ajaran Hindu indria ada sebelas macam dan disebut sebagai eka dasa indriya.

html#ixzz2BXpErvc3 http://organisasi.blogspot.html http://asagenerasiku.blogspot.com/2012/03/alat-indra-manusia-bagian-bagiandan.wikipedia.blogspot.html .org/wiki/Indera http://alvyanto.org/5-lima-alat-indera-manusia-mata-hidung-telinga-lidah-kulitpanca-indera http://memetmulyadi.html http://alvyanto.com/2010/01/sistem-indera-manusia.41 DAFTAR PUSTAKA http://id.com/2010/01/sistem-indera-manusia.blogspot.com/2010/03/sistem-koordinasi-dan-alat-indrapada.

42 .