You are on page 1of 15

PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUMAH

(HOME PHARMACY CARE)

OLEH :
1. Elida Rizki Mujihardianti (201210410311100)
2. Yudha Sasmita Rachman

(201210410311101)

3. Niken Retno Palupi

(201210410311102)

PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2. keamanan. Konsekuensi dari perubahan paradigma tersebut maka apoteker dituntut untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar mampu berkomunikasi dengan tenaga kesehatan lain secara aktif. Saat ini paradigma pelayanan kefarmasian telah bergeser dari drug oriented menjadi pelayanan yang berorientasi pada pasien yang mengtacu pada asas pharmaceutical care. Kegiatan pelayanan yang semula hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi bertambah menjadi pelayanan yang komprehensif berbasis pasien dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. LATAR BELAKANG Pelayanan Kefarmasian merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan dan merupakan wujud pelaksanaan pekerjaan kefarmasian berdasarkan UU No. Apoteker disarana pelayanan kesehatan mempunyai tanggung jawab dalam memberikan informasi yang tepat tentang terapi obat pada pasien. TUJUAN - Tujuan Umum Tercapainya keberhasilan terapi obat - Tujuan Khusus  Terlaksananya pendampingan pasien oleh mahasiswa farmasi yang sebagai calon apoteker untuk mendukung efektivitas. Apoteker berkewajiban menjamin bahwa pasien mengerti dan memahami serta patuh dalam penggunan obat.  Terwujudnya kerjasama profesi kesehatan pasien dan keluarga. keterlibatan. dan kesinambungan pengobatan. dan keluarga dalam penggunaan obat dan atau alat kesehatan yang tepat. MANFAAT - Bagi Pasien  Terjaminnya keamanan.1. 3. berinteraksi langsung dengan pasien disamping menerapkan keilmuannya dibidang farmasi.  Terwujudnya komitmen. efektifitas dan keterjangkauan biaya pengobatan  Meningkatkan pemahaman dalam pengelolaan dan penggunaan obat dan/atau alat kesehatan . sehingga diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan terapi khusunya kelompok pasien lanjut usia dan pasien dengan penyakit kronis.23 tahun 1992 tentang Kesehatan. dan kemandirian pasien.

berat badan. dan jenis kelamin pasien . alamat. no telp yang bias dihubungi dalam keadaan emergency  Tinggi.PRINSIP PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUMAH  Pengelolaan pelayanan kefarmasian di rumah dilaksanakan oleh apoteker yang kompeten  Mengaplikasikan peran sebagai pengambil keputusan profesional dalam pelayanan kefarmasian sesuai kewenangan  Memberikan pelayanan kefarmasian di rumah dalam rangka meningkatkan kesembuhan dan kesehatan serta pencegahan komplikasi  Menjunjung tinggi kerahasiaan dan persetujuan pasien (confidential and inform consent)  Memberikan rekomendasi dalam rangka keberhasilan pengobatan  Melakukan telaah (review) atas penatalaksanaan pengobatan  Menyusun rencana pelayanan kefarmasian berdasarkan pada diagnosa dan informasi yang diperoleh dari tenaga kesehatan dan pasien/keluarga  Membuat catatan penggunaan obat pasien (Patient Medication Record) secara sistematis dan kontiniu. PRINSIP. No. akurat dan komprehensif  Melakukan monitoring penggunaan obat pasien secara terus menerus 5. Peran Mahasiswa Farmasi dalam Pelayanan Kefarmasian di Rumah Peran mahasiwa dalam pelayanan kefarmasian dirumah meliputi: a) Penilaian dan Pencatatan data awal pasien  Nama Pasien. masyarakat umum dan pemerintah  Terwujudnya kerjasama antar profesi kesehatan 4. dan tanggal lahir pasien  Nama. Terhindarnya reaksi obat yang tidak diinginkan  Terselesaikannya masalah penggunaan obat dan/atau alat kesehatan dalam situasi tertentu - Bagi Apoteker  Pengembangan kompetensi apoteker dalam pelayanan kefarmasian di rumah  Pengakuan profesi farmasi oleh masyarakat kesehatan.Telp. alamat.

 Pendidikan terakhir pasien  Hasil diagnose  Hasil uji laboratorium  Riwayat penyakit pasien  Riwayat alergi  Profil pengobatan pasien yang lengkap (Obat Keras. sendok the ataupun sendok bubur dalam ilmu farmasi berbeda dengan sendok makan masyarakat pada umumnya. Data yang diperoleh kemudian dikoordinasikan dengan tenaga kesehatan lain.  - Mahasiswa perlu mengkonfirmasi kepada pasien bagaimana cara menggunakan obat sediaan cair jika tertera aturan pakai 3x1 sendokn makan. diminum setiap 8 jam. Cara penggunaan obat dirumah. Jangan sampai pasien memahaminya sebagai 3 tablet diminum sekaligus pada satu waktu. Frekuensi penggunan obat 1 kali sehari atau 2 kali sehari atau 3 kali sehari  - Perlu dilakukan pengecekan apabila pasien paham dengan makna penulisan frekuensi penggunan obat pada label obat. Pengertian sendok makan. obat tradisional (Medication history interview) Nama dokter.telp Jika pemberian pelayanan kefarmasian dirumah bersama-sama dengan tenaga kesehatan lain. Sediaan suspense harus dikocok terlebih dahulu sebelum digunakanagar zat aktif terdispersi secara merata dan dosis menjadi homogen. imunisasi.Sesudah/sebelum/selama makan  Mahasiswa perlu mengkonfirmasi bagaiman cara pasien dalam meminum obat  - Setiap obat memiliki aturan penggunan yang berbeda-beda. Penggunaan Antibiotik  Dalam hal penggunan antibiotic perlu ditanyakan apakah pasien memiliki riwayat alergi atau tidak . maka apoteker harus menjamin adanya tanggung jawab dan komitmen bersama dari setiap tenaga kesehatan untuk berbagai informasi yang berhubungan dengan pasien. Misalnya 3x1 tablet makna yang benar adalah pasien meminum obat 3 kali sehari sebanyak 1 tablet. Ketidaktepatan dalam penggunan obat akan mempengaruhi efektivitas kerja obat Penggunaan obat cair (suspense)  Mahasiswa perlu mengkonfirmasi kepada pasien bagaimana cara menggunakan obat sediaan cair seperti suspense. dan OTC). b) Mengidenifikasi masalah kefarmasian yang terjadi I. no telp. alamat. dll   Institusi atau tenaga kesehatan lain yang terlibat dalam pelayanan kesehatan dirumah dan no. yakni: .

keluarga dan . Mengidentifikasi DRP Mahasiswa belajar mengidentifikasi DRP pada obat yang sedang atau akan diminum oleh pasien DRP meliputi: . Menyusun rencana asuhan kefarmasian Dalam membuat rencana pelayanan kefarmasian untuk menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di rumah. turbuhaler. antivirus.Pemilihan obat yang kurang tepat . - Untuk penggunaan antibiotic. Penggunaan obat tetes mata dan sediaan farmasi lain (suppositoria.Dosis obat terlalu tinggi . inhaler.Ada obat tidak ada indikasi . o Sirup kering antibiotic yang telah di rekontruksi stabil 7 hari pada suhu - kamar. dll)  Mahasiswa mengkonfirmasi kepada pasien bagaiman cara penggunaan obat tetes mata jika pasien menggunakannya untuk mengetahui apakah pasien benar dalam menggunakannya. mahasiswa farmasi berkerjasama dengan pasien. II.Reaksi obat yang tidak diinginkan o Efek samping mengidentifikasi sekaligus memonitoring efek samping o obat Interaksi obat c.Dosis obat yang terlalu rendah .Kriteria penyimpanan antara obat satu dengan obat yang lain berbeda-beda. Pasien sering melakukan hal ini o Obat tetes mata setelah dibuka tidak boleh digunakan lagi setelah 30 hari sejak tanggal pertama di buka. antifungi sebaiknya diminum sesuai aturan penggunaan. Penyimpanan Obat . III. .Ada indikasi tidak ada obat . o Penyimpanan pada lemari es bukan berarti obat disimpan di dalam freezer.Mahasiswa mengkonfirmasi kepada pasien bagaimana cara pasien dalam menyimpan obat-obat yang sedang dikonsumsi.  Mahasiswa mengkonfirmasi kepada pasien bagaimana cara menggunakan obat tetes mata jika pasien menggunakannya untuk mengetahui apakah pasien benar dalam menggunakannya. Jika tertera 2x1 tablet sebaiknya disarankan diminum 1 tablet setia[ 12 jam. dan 14 hari pada suhu lemari es Kesalahan dalam penyimpanan obat akan mempengaruhi stabilita bahan aktif obat sehingga mempengaruhi efektifitas kerja obat.Ketidakpatuhan pasien .

Mahasiswa kemudian menyiapkan suatu analisis interpretasi dan informasi ini dan membuat rekomendasi untuk penyesuaian dosis dan keputusan apakah terapi dilanjutkan atau dihentikan. d.Usulan pendidikan dan konseling untuk pasien . Mahasiswa farmasi bertanggung jawab mengkomunikasikan rencana pelayanan kefarmasian kepada pasien dan tenaga kesehatan lain yang terlibat dalam perawatan pasien. Hasil pemantauan ini didokumentasikan dalam catatan penggunaan obat pasien. Rencana pelayanan kefarmasian ini sebaiknya mencakup hal-hal sebgai berikut: . Mahasiswa farmasi memastikan bahwa dokter telah menginformasikan setiap kemungkinan munculnya efek samping obat. Semua hasil pemantauan ini didokumentasikan dalam catatan penggunaan obat pasien. Monitoring efek samping obat Mahasiswa melakukan pemantauan dan melaporkan hasil monitoring efek samping obat dan kesalahan pengobatan. Rencana pelayanan kefarmasian dan perubahannya harus didokumentasikan dalam catatan penggunaan obat pasien. Efek samping yang munculdapat dijadikan indicator mutu pelayanan dan monitoring efek samping obat harus . Mahasiswa menjamin bahwa hasil uji laboratorium sesuai dan dapat digunakan untuk pemantauan.berkoordinasi dengan tenaga kesehatan lain. Pemantauan terapi obat Mahasiswa farmasi secara terus menerus bertanggung jawab melakukan pemantauan terapi obat dan evaluasi penggunaan obat pasien sesuai rencana pelayanan kefarmasian dan disampaikan semua hasilnya kepada tenaga kesehatan yang terlibat dalam pengobatan pasien. e.Rencana khusus pelaksanaan monitoring dan frekuensi monitoring yang akan dilakukan Rencana pelayanan kefarmasian sebaiknya dibuat saat dimulainya terapi dan secara teratur dikaji dan diperbaharui.Gambaran masalah aktual dan masalah terkait obat dan cara mengatasinya . Mahasiswa farmasi dalam berkolaborasi dengan dokter dan tenaga kesehatan lain sebaiknya membuat protocol pementauan terapi obat untuk berbagai pengobatan yang bersifat individual dan khusus di dalam rencana pelayanan kefarmasian.Gambarandari hasil terapi yang dilakukan . Rencana pelayanan kefarmasian ini diperbaharui oleh tim kesehatan yang harus dikomunikasikan kesemua tenaga kesehatan yang terlibat.

reaksi yang tidak diharapkan dan cara mengatasinya Petunjuk penyiapan .menjadi bagian dari program pelayanan secara terus menerus. Mahasiswa juga menyediakan informasi tambahan dalam bentuk tulisan untuk memperkuat informasi yang diberikan secara lisan . kontra indikasi. mencakup obat. yang meliputi:              Gambaran pengobatan. Dengan demikian menjamin kualitas aktivitas drug regimen review (telaah rejimen obat). dosis . Sebagai tim kesehatan. dan mencegah terjadinya masalah terkait obat/Drug Related Problem (DRP) untuk dapat berperna dalam tim. keamanan dari setiap obat dan ketaatan pasien dalam terapi obat. penangan dan pembuangan obat. Peran apoteker adalah mengidentifikasi. apoteker dapat mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup pasien secara bermakna. peralatan dan pembuangan biomedis Informasi cara menghubungi tenaga kesehatan yang terlibat dalam pengobatan pasien. apoteker juga mempunyai tanggung jawab dalam memberikan pelayanan yang berkualitas. f. interval dosis. Mahasiswa membutuhkan pendapat dari para professional kesehatan. dalam menentukan informasi yang diberikan dalam pendidikan dan konseling pasien . Sasarannya adalah menjamin hasil optimal dari terapi obat. efektivitas. dan lama pengobatan Tujuan pengobatan dan indicator tujuan pengobatan Teknik penilaian untuk memonitoring efektivitas terapi Pentingnya mengikuti rencana perawatan Teknis aseptis Perawatan peralatan untuk pembuluh darah. Konseling kepada pasien Mahasiswa bertanggung jawab memastikan bahwa pasien menerima pendidikan dan konseling tentang terapi pasien. Termasuk di dalamnya konsiderasi indikasi. Telaah rejimen obah adalah suatu proses yang dilakasanakan oleh apoteker. pasien dan keluarganya. Melihat peran di atas maka diperlukan kompetensi khusus dan komitmen bagi calon apoteker yang akan berperan di pelayanan kefarmasian di rumah. Reaksi efek samping yang serius dan masalah terkait obat harus dilaporkan ke Badan POM RI. Mahasiswa harus mudah dihubungi jika ada pertanyaan atau munculnya permasalahan yang terkait obat. interaksi obat-makanan. jika ada Petunjuk cara pemberian obat Pemeriksaan obat dan peralatan yang digunakan Peralatan yang digunakan dan dan cara perawatannya Manajemen inventarisasi di rumah dan prosedur penyelamatan peralatan Potensi munculnya efek samping obat. . memecahkan . cara pemberian.

: dr. Ninin : _________________________________________________ : _________________________________________________ : _________________________________________________ RIWAYAT PENYAKIT PASIEN Asma Kanker √ Diabetes Penyakit Jantung Hipertensi √ batu ginjal .PHARMACEUTICAL CARE KESEHATAN KELUARGA I. No. Pekerjaan 9. Pasien sedang hamil : Ya √ Tidak 2. H8 RT. INFORMASI LAIN YANG TERKAIT 1. Pendidikan Terakhir 12. 5 kecamatan 4. Alamat Lengkap Anwar Mansyur Laki-laki Perumahan Muara Sarana Indah No. Berat Badan 7. Pasien sedang menyusui: Ya √ Tidak 3. Umur 6. Jumlah Anak 11. Nama Dokter Telp. Nama 2. Agama 8. 2. Nama Apoteker Telp IV. Status Perkawinan 10. INFORMASI PASIEN 1. Golongan Darah DAU 08125295120 43 tahun 70 kg Islam Wiraswasta (percetakan sebagai mandor) Menikah 6 S1 FAI UMM B Rhesus positif II. INFORMASI HEALTH CARE 1. Jenis Kelamin 3. Telefon 5. Menggunakan kontrasepsi: Ya √ Tidak Nama Pil Oral Kontrasepsi : ____________________________ Digunakan mulai : ____________________________________ III. 1 RW.

.) VII... Reaksi - Makanan Cuaca (dingin. Ibu.. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA Keluarga (Ayah.) - VI...) Debu (lainnya….. dll) Kebiasaan Merokok Kebiasaan Tidur Pola Kebersihan Pasien Lainnya Keterangan Suka makan seafood.. Riwayat Penyakit - RIWAYAT ALERGI Alergi Antibiotik Obat Lain Gejala. minuman bersoda... fast food. minuman manis Normal Jarang berolahraga Pasien minum jamu buatan sendiri ..Lainnya ……..... . - LIFE STYLE PASIEN Life Style Kebiasaan Makan (Makanan berlemak. Efek yang terjadi.. V..

RIWAYAT PENGOBATAN Tidak Tanggal Kadaluarsa Tempat Penyimpanan . DATA SWAMEDIKASI Tersedia Kotak Obat di Rumah : Golongan Obat Nama Obat Antibiotik - Analgesik..VIII.) Asma) Vitamin Redoxon B Obat Herbal/ kompleks - Suplemen Lainnya IX. comb.. dll) Obat Sistem Obat batuk Pernafasan (sirup OBH (Batuk. Laxatif.. tablet/kapsul /strip /box/botol/tube) Antipiretik. Parasetamol √ Ya Jumlah Satuan (.. Antiinflamasi Antihistamin - Obat Sistem - Pencernaan (Diare. Pilek.

Saat ini sedang menggunakan obat tertentu : Ya √ Tidak Data Penggunaan Obat Nama Obat Bentuk Sediaan Metformin tablet Rute Dosis Indikasi Tgl Mulai Tgl Berhe nti Resep Dokte r Instruksi Khusus Catatan Kefarm asian Glipirid Inerson salep *Saat ini pasien sudah tidak menggunakan obat diatas namun pasien pernah menggunakan obat tersebut. Saat ini pasien menggunakan obat topical untuk mengobati psoriasisnya. X. ANALISIS MASALAH TERKAIT OBAT Problem Medik S/O Terkait Terapi Analisis Masalah Terkait Obat .

dan dapat menyebabkan kulit sakit dan terdapat kulit normal di sekitar plak psoriasis. psoriasis dimediasi oleh t-limfosit. Psoriasis tidak dapat disembuhkan meskipun terdapat beberapa terapi yang dapat mengurangi psoriasis. Bidangnya simetris dan terkadang ada bidang di bagian belakang area. Penyakit ini dihasilkan dari interaksi yang kompleks dari beberapa faktor genetik dan lingkungan. Beberapa jenis cream dan salep tersedia di pasaran. sering muncul ketika stress terjadi.pengaruh psikologi dari gangguan kulit kronik seperti psoriasis tidak bisa diremehkan. dosis. Untuk itu sebagai calon farmasis kami melakukan home visit sebagai salah satu bentuk pelayanan kefarmasian. Psoriasis juga dapat mengenai telapak kaki. Berdasarkan hasil dari home visit yang dilakukan ke rumah pasien didiagnosa pasien mengalami penyakit psoriasis. tetapi banyak dari produk tersebut yang rusak. Di kasus lainnya. Psoriasis adalah gangguan inflamasi umum pada kulit. Termasuk keputusan untuk tidak menggunakan terapi obat. rute dan metoda pemberian. Di bagian kulit kepala juga sering terlihat. terapi tersebut tidak selalu berhasil. pemantauan terapi obat dan pemberian informasi dan konseling pada pasien. . berbau. merah. ada plak yang luas diseluruh permukaan extensor dari siku dan lutut.Pembahasan Asuhan kefarmasian (Pharmaceutical care) adalah tanggung jawab langsung apoteker pada pelayanan yang berhubungan dengan pengobatan pasien dengan tujuan mencapai hasil yang ditetapkan yang memperbaiki kualitas hidup pasien.  Faktor psikologi Di beberapa orang bidang tersebut lama hilangnya dan terkadang terlihat sedikit ada perubahan. besar. pertimbangan pemilihan obat. meninggalkan noda pada baju dan sulit untuk di aplikasikan . perubahan kulit terkadang menjadi lebih parah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. PSORIASIS  Appearance Pada umumnya bentuk psoriasis tebal. Asuhan kefarmasian tidak hanya melibatkan terapi obat tapi juga keputusan tentang penggunaan obat pada pasien.

Sabun yang keras dan detergen seharusnya tidak digunakan .antharalin. vitamin . fototerapi dan fotokemoterapi digunakan pada psoriasis sedang sampai berat. Pada beberapa kasus. Terapi topical termasuk dengan kortikosteroid. Penurunan stress - menunjukan bahwa dapat mengurangi keparahan dan keluasaan psioriasis. Untuk meminimumkan toksisitas pada pasien terapi sistemik kadang digunakan secara bergiliran atau digunakan pada kombinasi dengan terapi topikal dan fototerapi. Hindari menggaruk kulit. fototerapi. Emolien mengembalikan kelembutan kulit. yang dapat memperburuk psoriasis. Terapi sistemik biasanya digunakan pada pasien dengan plak yang luas dan sedang sampai psoriasis yang berat. Sunburn dapat memperparah psoriasis. Memelihara kelembapan kulit untuk mengontrol psoriasis. Hindari iritasi karena bahan kimia pada kulit. Oatmeal baths. psikoterapi termasuk manajemen stress . mengurangi pruritis dan membantu mencegah nya kulit terkelupas dan berdarah. Tabir surya dengan spf minimal 15 harus rutin digunakan pada saat berada di luar ruangan. Menggunakan pakaian yang tertutup dapat menghindari dari iritasi kulit karena paparan sinar matahari  Terapi farmakologi : Alternatif terapi farmakologi untuk plak pada psoriasis termasuk terapi topical. Untuk terapi topikal dapat digunakan pada pasien dengan psoriasis terbatas dan ringan. Terapi topikal untuk psoriasis adalah terapi awal untuk pasien dengan psoriasis ringan sampai sedang. fotokemoterapi dan terapi sistemik (oral atau injeksi). Manajemen Terapi Adapun terapi yang didapat pada pasien yaitu terapi farmakologi dan non farmakologi untuk pasien psoriasis yaitu :  Terapi non farmakologis : - Teknik menurunkan stress. Mandi menggunakan oatmeal pada air hangat dapat membantu - mengurangi gatal-gatal karena psioriasis dan mengurangi kebutuhan obat anti pruritic Non medicated moisturizers. terapi dengan kombinasi lebih dipilih. Penggunaan moisturizer ini dipakai beberapa kali sehari untuk mencegah kekeringan. pembersihan dilakukan dengan air hangat . teknik relaksasi disarankan lebih dilakukan pada pasien yang menderita psioriasis. atau - penggunaan bahn yang bebas lemak dan pengharum Hindari trauma kulit. Pemilihan terapi biasanya berdasarkan keparahan dari penyakitnya itu sendiri. Spf 30 lebih disarankan. Produk moisturizer tanpa - pengharum yang disarankan untuk digunakan.

Digunakan hanya sampai jangka waktu 4 minggu. Penghentian mendadak penggunaan preparasi steroid juga dapat memperparah psoriasis. Terdapat kombinasi krim antara betamehtasone dan calciptriol.  Calcipotriol atau tacalcitol Turunan dari vitamin D yang terdapat pada calcipotriol atau tacalcitol. Pengguna sebaiknya . penggunaan dalam jumlah yang besar dan berlangsung lama pada kondisi psoriasis kronik akan menimbulkan beberapa efek samping steroid seperti striae (jaringan parut). biasanya berisi hanya emollient saja atau dikombinasikan dengan bahan aktif.  Dithranol Dithranol secara tradisional efektif dan merupakan terapi paling aman pada psoriasis dan tersedia dalam bentuk sediaan cream (0. Meskipun efektif untuk mengurangi plak kulit pada tubuh.D3 analog seperti calcipotriol.  Terapi topical Dokter biasanya akan memberikan terapi topical pada pasien psoriasis. Jika digunakan secara berlebihan ada resiko menyebabkan hiperkalemia. skin atrophy. yang efektif tetapi hanya dapat digunakan pada 30 % permukaan kulit. Beberapa orang sangat sensitive pada dithranol yang dapat menyebabkan iritasi kulit. .  Topical steroid Topical steroid harus dibatasi pada penggunaan di bagian kulit yang lentur dan bagian kulit kepala.1 -2. Sediaan ini tidak berbau atau meninggalkan noda dan sudah digunakan secara luas pada terapi psoriasis ringan sampai sedang.0%) yang hanya dapat digunakan dalam jangka waktu yang pendek sekitar 30 menit per hari dan baru dihilangkan dengan emollient. Emollient sangatalh penting pada pasien psoriasis tetapi terkadang kurang dimanfaatkan. dan adrenocortical suppression. Sebuah review sistematik menunjukan bahwa efikasi dari sediaan ini sama bagusnya dengan dithranol. biasanya penggunaan dimulai dari konsentrasi rendah kemudian secara bertahap dinaikkan sampai batas toleransi. retinoids seperti tazarotene dan topikal immunomodulators seperti tacrolimus and pimecrolimus.

Tabir surya dengan spf minimal 15 harus rutin digunakan pada saat berada di luar ruangan. Methotrexate telah dibuktikan efektif tetapi biasanya kambuh dalam waktu 6 bulan. Memelihara kelembapan kulit untuk mengontrol psoriasis. penggunaan methotreaxate jangka panjang memiliki resiko kerusakan liver. Penurunan stress menunjukan bahwa dapat mengurangi keparahan dan keluasaan psioriasis. Pasien diharapkan lebih rutin berolahraga karena dengan berolahraga imunitas dari pasien akan meningkat. Sabun yang keras dan detergen seharusnya tidak digunakan . psikoterapi termasuk manajemen stress. pembersihan dilakukan dengan air hangat. Produk moisturizer tanpa pengharum yang disarankan untuk digunakan. Hindari juga trauma kulit. Spf 30 lebih disarankan. etretinate atau cyclosporine. Tidak digunakan untuk bagian wajah. Penggunaan moisturizer ini dipakai beberapa kali sehari untuk mencegah kekeringan. Terapi lainnya termasuk phototerapi atau sistematik terapi dengan methotrexate. yang dapat memperparah dari psoriasis pada pasien. Pasien mendapatkan terapi topikal berupa salep racikan yang digunakan secara teratur dioleskan pada bagian yang mengalami psoriasis.  Alternative terapi Jika terapi oleh dokter tidak berhasil atau beberapa kasus memang parah. Hindari menggaruk kulit. . Sunburn dapat memperparah psoriasis. Disarankan kepada pasien untuk menjaga tingkat stress. (Symptoms in The Pharmacy 6th edition) Kesimpulan Pada pasien yang kami temui pasien mengalami psoriasis sejak lama yang ditandai dengan timbulnya plak khas psoriasis di bagian bawah lutut dan dibagian siku pasien.mencuci tangannya sehabis pemakaian. Pasien juga disarankan agar menghindari iritasi karena bahan kimia pada kulit. Ada beberapa orang yang tidak bisa mentolerasi semuannya. Namun beberapa dari terapi tersebut mempunyai efek samping yang serius. bagian tubuh yang lentur. serta genitalia.