You are on page 1of 20

LAPORAN PENDAHULUAN

VULNUS
Disusun untuk Memenuhi Tugas Individu Profesi Departemen Emergency

Oleh :

Oleh :

NADIFATUS SUSANA
140070300011197

JURUSAN ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2015

1. DEFINISI
Gastroenteritis adalah radang dari lambung ke usus yang memberikan gejala
diare dengan disertai muntah atau tanpa muntah ataupun dengan muntah besar
(Mansjoer, Arif. 2000).
Gastroenteritis adalah keadaan frekuensi buang air besar >4x pada bayi dan >3x
pada anak.Konsistensi feses cair/ encer dapat berwarna hijau atau dapat pula
bercampur lendir dan darah atau lendir saja.
Gastroenteritis adalah inflamasi membrane mukosa lambung dan usus halus
yang ditandai dengan muntah-muntah dan diare yang berakibat kehilangan cairan
dan elektrolit yang menimbulkan dehidrasi dan gejala keseimbangan elektrolit
(Cecyly, Betz. 2002)
Gastroenteritis adalah keracunan makanan disertai inflamasi membran mukosa
lambung dan usus halus, biasanya disebabkan oleh mikroorganisme, tetapi bisa
juga disebabkan oleh zat kimia, jamur beracun, dll. Pada kondisi ini, terjadi diare dan
muntah baik akibat multiplikasi mikroorganisme (gastroenteritis usus invasif, seperti
Campylobacter

jejuni,

Salmonella

typhimurium,

S.

enteriditis,

Listeria

monocytogenes, Bacillus cereus) dan virus (seperti virus Norwalk, rotavirus yang
tercerna dalam makanan), maupun dari makanan yang terkontaminasi dengan
toksin bakteri (intoksikasi), seperti akibat Eschericihia coli 0157, Staphylococcus
aureus, Clostridium botulinum, dan C. perfringens (Brooker, 2008).
Gastroenteritis virus merupakan infeksi umum perut dan

usus

yang

mengakibatkan muntah dan diare. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai
virus, misalnya Rotavirus dan Norovirus (sebelumnya dikenal sebagai Norwalklike
virus). Ada banyak lagi penyebab gastroenteritis termasuk bakteri, toksin, parasit
dan beberapa penyakit yang tidak menular.( NSW-HEALTH. 2011)
Gastroenteritis virus amat berjangkit dan ditularkan melalui muntah atau tinja
orang yang terinfeksi melalui: .( NSW-HEALTH. 2011)
- hubungan orang-ke-orang, misalnya berjabat tangan dengan seorang yang
telah sakit dan mempunyai virus pada tangannya
- benda tercemar
- makanan atau minuman tercemar
- Infeksi juga mungkin ditularkan melalui zarah aerosol sewaktu orang muntah.
Diare adalah kondisi dimana terjadi frekuensi defekasi yang abnormal (> 3
kali/hari), serta perubahan isi/volume (> 200 gr/hari) dan konsistensi feces cair.
(PPNI Klaten. 2005)

Diare akut Yaitu diare yang berlangsung kurang dari empat belas hari (umumnya kurang dari tujuh hari). 2. suara serak. Departemen Kesehatan RI (2000). d. Diare cair akut merupakan diare yang berlangsung kurang dari 14 hari (bahkan kebanyakan kurang dari 7 hari) dengan pengeluaran tinja lunak atau cair yang sering dan tanpa disertai darah. nadi cepat dalam. b.Diare adalah keluarnya tinja berkonsistensi lunak atau cair yang tidak seperti biasanya. Disentri Yaitu diare yang disertai darah dalam tinjanya. gangguan gizi atau penyakit lainnya. Klasifikasi Tingkat Dehidrasi (Hidayat 2006) 1. suara serak. Berak yang sering dengan konsistensi tinja seperti biasa dengan sebelumnya bukanlah diare. Diare dengan masalah lain Anak yang menderita diare (diare akut dan persisten) mungkin juga disertai penyakit lain seperti demam. penderita jatuh syok. Dehidrasi sedang Apabila kehilangan cairan 5-8% dari berat badan atau rata-rata 75 ml/kg bb dengan gambaran klinik turgor kulit jelek. mengklasifikasikan jenis diare menjadi empat kelompok yaitu: a.K. c. Perubahan konsistensi dikatakan lebih penting dari pada perubahan frekuensi. (Shinta. penderita belum jatuh pada keadaan syok 2. Dehidrasi ringan Apabila kehilangan 2-5% dari berat badan atau rata-rata 25 ml/kgbb dengan gambaran klinik turgor kulit kurang elastis. 2. 2011). Diare persisten Yaitu diare yang berlangsung lebih dari empat belas hari secara terus menerus. KLASIFIKASI 1. pada dehidrasi berat volume darah berkurang sehingga terjadi renjatan . Dehidrasi berat Apabila kehilangan cairan 8-10% dari berat badan atau rata-rata 125 ml/kg bb. 3. sedikitnya 3 kali dalam 24 jam. dapat disertai muntah dan panas. seperti yang terjadi pada bayi yang mendapatkan ASI yang sering berak dengan konsistensi lunak atau seperti pasta.

2008: Mansjoer. peningkatan sekresi cairan dan elektrolit 3 Berdasarkan derajatnya a Diare tanpa dehidrasi b Diare dengan dehidrasi ringan/sedang c Diare dengan dehidrasi berat 3. peningkatan osmolaritas intraluminer b Sekretorik. gejala yang utama muncul adalah diare berair dan muntah. Infeksi internal Infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. kesadaran menurun (apatis. dan nyeri perut. pasien sangat lelah. Pembagian Diare berdasarkan WHO : A B C Kondisi Normal Iritable Letargi Mata Normal Cekung Sangat cekung Rasa haus Normal Tampak kehausan Tidak dapat minum Turgor Kulit Normal Kembali lambat Kembali sangat lambat CRT <2 detik 2-3 detik >3 detik Status dehidrasi : i. kadang sampai soporokomateus) 3. demam. Gejala lain yang dapat muncul antara lain sakit kepala. Gastroenteritis (diare) dapat di klasifikasi berdasarkan beberapa faktor: 1 Berdasarkan lama waktu : a Akut : berlangsung < 5 hari b Persisten : berlangsung 15-30 hari c Kronik : berlangsung > 30 hari 2 Berdasarkan mekanisme patofisiologik a Osmotik. ETIOLOGI & FAKTOR RESIKO Faktor yang dapat menyebabkan gastroenteritis diantaranya yaitu: A. Faktor infeksi (harisson. tekanan darah menurun. somnolen. 2000: Ngastiyah. Dehidrasi berat (2 tanda pada kolom C) 4. Gejala . Dehidrasi sedang (2 tanda pada kolom B) iii.  Virus Virus merupakan penyebab gastroenteritis yang utama. nadi cepat dan kecil.hipovolemik dengan gejala denyut jantung menjadi cepat. Tanpa dehidrasi ii. 2005) a.

anak-anak dan orang dewasa. dan lemas.Virus ini umumnya aktif pada musim panas. nyeri kepala. gejala akan muncul 1-2 hari setelah paparan. invasi mukosa. terutama yang kontak erat dengan anak yang terinfeksi.  nyeri otot.Satu bakteri dapat menggunakan satu atau lebih mekanisme . beberapa mekanisme yang tejadi pada gastroenteritis yang disebabkan oleh bakteri antara lain karena proses penempelan bakteri pada lumen usus. meskipun demikian gejala dapat terlihat sampai 10 hari (Roger 2009). dan berlangsung 1 sampai 2 hari. Rotavirus umumnya akan mengakibatkan muntah dan diare cair 3-8 hari. Norovirus merupakan virus yang paling sering menjadi penyebab infeksi.Muntah dan diare umumnya  muncul 1 -3 hari setelah paparan. dan produksi enterotoksin atau sitotoksin. Gejala akan nampak 1-3 hari setelah paparan. Bakteri Bakteri merupakan penyebab terbanyak kedua gastroenteritis setelah virus. maupun toksin yang dihasilkan oleh bakteri tersebut (Du Pont 2009). Calicivirus Dapat menyebabkan infeksi pada semua umur. family dari virus ini dibagi menjadi 4 tipe. diare.umumnya muncul 4 sampai 48 jam setelah paparan. tetapi gejala yang muncul pada  orang dewasa lebih ringan.  Rotavirus Sering menyebabkan diare pada anak. Astrovirus Dapat menginfeksi bayi. disertai dengan demam dan nyeri perut. Pada dasarnya mekanisme terjadinya diare akibat kuman enteropatogen meliputi penempelan bakteri pada sel epitel dengan atau tanpa kerusakan mukosa. Adenovirus Umumnya mengenai anak dibawah 2 tahun. rotavirus juga dapat mengenai orang dewasa. gejala umumnya akan muncul 1 minggu setelah paparan. gejala yang muncul antara lain muntah. gajala yang nampak antara lain  muntah dan diare.

menyebabkan perubahan konsentrasi kalsium intraselluler dan arsitektur sitoskleton di bawah membran mikrovilus.coli (EPEC). Mekanisme adhesi yang ketiga Adalah dengan pola agregasi yang terlihat pada jenis kuman enteropatogenik yang berbeda dari ETEC atau EHEC. dan gejala disentri. kinin. Invasi intraselluler yang ekstensif tidak terlihat pada infeksi EPEC ini dan diare terjadi akibat shiga like toksin. Bakteri lain bersifat invasif misalnya Salmonella. Proses patologis ini akan menimbulkan gejala sistemik seperti demam. Fimbria terdiri atas lebih dari 7 jenis. nyeri perut.Di dalam sel terjadi multiplikasi di dalam fagosom dan menyebar ke sel epitel sekitarnya. Sitotoksin . yang melibatkan gen EPEC adherence factor (EAF). rasa lemah. interleukin. dan zat vasoaktif lain.Invasi dan multiplikasi intraselluler menimbulkan reaksi inflamasi serta kematian sel epitel. Invasi Kuman Shigella melakukan invasi melalui membran basolateral sel epitel usus. Coli (ETEC) Mekanisme adhesi yang kedua Terlihat pada infeksi Enteropatogenic E.tersebut untuk dapat mengatasi pertahanan mukosa usus. disebut juga sebagai colonization factor antigen (CFA) yang lebih sering ditemukan pada enteropatogen seperti Enterotoxic E. Reaksi inflamasi terjadi akibat dilepaskannya mediator seperti leukotrien. Adhesi Mekanismeadhesi yang pertama Terjadi dengan ikatan antara struktur polimer fimbria atau pili dengan reseptor atau ligan spesifik pada permukaan sel epitel. Kuman Shigella juga memproduksi toksin shiga yang menimbulkan kerusakan sel.(Southwick 2003).

membuka kanal dan mengaktifkan sekresi klorida.Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak berumur di bawah 2 tahun. makanan laut yang terkontaminasi dengan racun kimia. b. maltosa. Faktor makanan Seperti makanan yang tercemar. ETEC menghasilkan heat labile toxin (LT) yang mekanisme kerjanya sama dengan CT serta heat Stabile toxin (ST). kuman EPEC serta V. tongilitis. fosforilasi protein membran mikrovili. Efek samping penggnaan obat . Pada bayi dan anak adalah intoleransi laktosa. Subunit A1 akan merangsang aktivitas adenil siklase. Parahemolyticus.ST akan meningkatkan kadar cGMP selular. ensefalitis. b. giardia. Enterotoksin Prototipe klasik enterotoksin adalah toksin kolera atau Cholera toxin (CT) yang secara biologis sangat aktif meningkatkan sekresi epitel usus halus. Kuman lain yang menghasilkan sitotoksin adalah Enterohemorrhagic E. dan alergi makanan. fruktosa. dan entamoeba. B. Faktor malabsorbsi a.Prototipe kelompok toksin ini adalah toksin shiga yang dihasilkan oleh Shigella dysentrie yang bersifat sitotoksik. makanan beracun. Coli (EHEC) serogroup 0157 yang dapat menyebabkan kolitis hemoragik dan sindroma uremik hemolitik. disakarida (intoleransi laktosa.  Parasit Parasit yang menyebabkan gastroenteritis cryptosporidium. Infeksi parenteral Ialah infeksi diluar alat pencernaan antara seperti lain OMA. dan sukrosa). monosakarida (intoleransi glukosa. Malabsorbsi lemak c. bronkopneumonia. meningkatkan konsentrasi cAMP intraseluler sehingga terjadi inhibisi absorbsi Na dan klorida pada sel vilus serta peningkatan sekresi klorida dan HCO3 pada sel kripta mukosa usus. D. Malabsorbsi protein C. dan galaktosa). Malabsorbsi karbohidrat. Toksin kolera terdiri dari satu subunit A dan 5 subunit B. dll. mengaktifkan protein kinase.

Misalnya obat antasid yang mengandung megnesium dalam jumlah besar. yaitu ( Depkes RI.Ditinjau dari sudut patofisiologinya maka penyebab gastroenteritis akut dibagi menjadi 2 golongan. gugup). penggunaan botol ini memudahkan pencemaran oleh kuman karena botol susah dibersihkan. dosis tinggi terapi radiasi. b. Tidak memberikan ASI secara penuh 4-6 bulan pertama pada kehidupan. Penggunaan botol yang tidak bersih atau . antibiotik. disebabkan oleh :  Malabsorpsi makanan (karbohidrat. kuman-kuman pathogen dan apatogen : . E. Faktor psikologis Rasa takut dan cemas (jarang. protein. makanan.  Pembuangan limbah di daerah pemukiman yang kurang baik.Infeksi parasit misalnya Entamoeba hystolitica. lemak. Tindakan tertentu seperti gastrektomi. hawa dingin.Coli. alergi b. dan kemungkinan menderita dehidrasi berat lebih besar. G. tetapi dapat terjadi pada anak yang lebih besar).Infeksi bakteri misalnya E. 2007): a. gastroenterostomi. Diare Osmotik (Osmotic Diarrhoea). Shigella dysentriae . F. dan obat pencahar. Pada balita yang tidak diberi ASI resiko menderita diare lebih besar daripada balita yang diberi ASI penuh. Diare Sekresi (Secretory Diarrhoea) disebabkan :  Infeksi virus. vitamin dan mineral)  KKP (Kekurangan Kalori Protein) BBLR (Bayi Berat Badan Lahir Rendah) dan bayi baru lahir Beberapa perilaku yang dapat meningkatkan risiko terjadinya diare pada balita. gangguan saraf. Menggunakan botol susu. gangguan psikis (ketakutan. obat-obat anti kanker.Infeksi virus misalnya Rotavrus. Lingkungan Adapun masalah lingkungan hidup di Indonesia yang menjadi penyebab gastroenteritis antara lain:  Kurangnya penyediaan air minum yang bersih dan memenuhi syarat      kesehatan Kurangnya sarana pembuangan kotoran yang bersih dan sehat Keadaan rumah yang pada umumhya tidak sehat Higiene perorangan dan sanitasi makanan yang buruk Belum ditanganinya higiene dan sanitasi industri secara intensif Kurangnya usaha pengawasan dan pencegahan terhadap pencegahan lingkungan. yaitu: a. Giardiosis Lambia  Hiperperistaltik usus halus yang dapat disebabkan oleh bahan-bahan kimia. Norwalk .

faktor osmotic disebabkan oleh penyilangan air ke rongga usus dalam perbandingan isotonic. Mual. Menggunakan air minum yang tercemar. Tidak mencuci tangan sesudah buang air besar dan sesudah membuang tinja anak atau sebelum makan dan menyuapi anak f. Penurunan absorbs atau peningkatan sekresi sekunder air dan elektrolit. Tidak membuang tinja dengan benar. Selain itu tinja binatang juga dapat menyebabkan infeksi pada manusia. ketidakmampuan larutan mengabsorbsi menyebabkan tekanan osmotic menghasilkan pergeseran cairan dari iodium ke rongga usus b. d. sering menyebabkan infeksi usus yang parah karena botol dapat tercemar oleh kumankuman/bakteri penyebab diare. hiperperistaltik atau hipoperistaltik mempengaruhi absorbs zat dalam usus. Nyeri perut dan kram abdomen Karena adanya kuman-kuman dalam usus. Menyimpan makanan masak pada suhu kamar. e. Diare a. MANIFESTASI KLINIS 1. bila makanan disimpan beberapa jam pada suhu kamar. c. 2. seringnya beranggapan bahwa tinja tidak berbahaya. padahal sesungguhnya mengandung virus atau bakteri dalam jumlah besar. PATOFISIOLOGI Terlampir 5. makanan akan tercermar dan kuman akan berkembang biak. 4. 4. muntah dan panas (suhu>37o C) Terjadi karena peningkatan asam lambung dan karena adanya peradangan maka tubuh juga akan berespon terhadap peradangan tersebut sehingga suhu Tubuh meningkat.sudah dipakai selama berjam-jam dibiarkan dilingkungan yang panas. Sehingga balita yang menggunakan botol tersebut beresiko terinfeksi diare c. 3. Peristaltik meningkat (> 35x/ menit) . menyebabkan peningkatan peristaltic usus dan efek yang timbul adanya nyeri pada perut atau tegangan atau kram abdomen. Peningkatan ini disebabkan sekresi sekunder untuk inflamasi ataus ekresi aktif sekunder untuk merangsang mukosa usus. Perubahan motility.

Turgor kulit menurun Karena Banyak cairan yang hilang dan pemasukan yang tidak adekuat 8. Gelisah dan Rewel Ini terjadi karena komleksitas dari tanda klinis yang dirasakan penderita sehingga tubuh tidak merasa nyaman sebab adanya ketidakseimbangan homeostatis dalam tubuh.dingin. 9. 2005) Karakteristik Berat badan (%kehilangan) Keadaan umum Air mata Turgor jaringan Membran mukosa Tekanan darah Buang air kecil Nadi Mata Ringan 4-5 Sedang 6-9 Berat 7-10 Haus. mungkin Menurun / keruh Cepat tidak dapat diukur Oliguria Cepat. 5. Mata Cowong Adanya ketidakseimbangan cairan tubuh dan peningkatan tekanan osmotic mengakibatkan beberapa jaringan kekurangan cairan dan oksigen. 10. Nafsu makan menurun Terjadi karena peningkatan asam lambung untuk membunuh bakteri sehingga timbul mual dan rasa tidak enak makan. gelisah. Peristaltik meningkat (> 35x/ menit) Akibat masuknya pathogen menyebabkan peradangan pada usus dan usus berusaha mengeluarkan ioxin dan meningkatkan kontraksinya sehingga peristaltik meningkat. 7. Penurunan berat badan Terjadi Karena sering BAB encer. Manifestasi / Penilaian Dehidrasi Secara Klinis (Surjono.Akibat masuknya pathogen menyebabkan peradangan pada usus dan usus berusaha mengeluarkan ioxin dan meningkatkan kontraksinya sehingga peristaltic meningkat. sadar Haus. mungkin Cekung tidak teraba Sangat cekung Normal Normal Normal . yang mana feses malah mengandung unsureunsur penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sehingga kebutuhan nutrisi kurang terpenuhi. 6. lemah. atau Mengantuk. Ada Normal Basah Normal letargik Tidak ada Tidak ada Kering Normal / rendah berkeringat Tidak ada Tidak ada Sangat kering <90 mmHg.

kedap. wadah yang digunakan terbuat dari kaca atau bahan lain yang tidak dapat ditembus seperti plastic. b. bebas dari urin\  Harus diperiksa 30-40 menit sejak dikeluarkan. Pemeriksaan Feses : Karakteristik Feses Normal Dan Abnormal . 2007: a.Keparahan penyakit dapat diindikasikan dari tanda dari dehidrasi. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan untuk mengetahui terjadinyapenyakit diare pada balita menurut Staf pengajaran ilmu kesehatan anakFakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).  Bila perlu dilakukan pemeriksaan biakan dan uji resistensi. misalnya hipotensi ortostatik.  Syarat dalam pengumpulan sample untuk pemeriksaan feses :  Wadah sampel bersih. Pemeriksaan tinja  Makroskopis dan mikroskopis  pH dan kadar gula dalam tinja dengan kertas lakmus dan tablet clinitest. Bismuth dan minyak 5 hari sebelum   pemeriksaan Diambil dari bagian yang paling mungkin member kelainan Paling baik dari defekasi spontan atau rectal toucher sebagai   pemeriksaan tinja sewaktu Pasien konstipasi dapat diberikan Saline Chthartic terlebih dahulu Pada kasus Oxyuris dapat digunakan metode Schoth Tape dan object  glass Untuk mengirim tinja. keringnya membrane mukosa dan penurunan turgor kulit.Adanya demam dan nyeri perut lebih mengarah pada pathogen invasive. Pemeriksaan laboratorium 1.Fontanela anterior Defisit cairan (ml/kg) Normal 40-50 Cekung 60-90 Sangat cekung >100 6. jika ada penundaan  disimpan di lemari es Tidak boleh menelan Barium. terlebih lagi bila didapatkan darah baik secara makro maupun mikro pada feses. bila diduga terdapat intoleransi gula. Pemeriksaan Fisik Secara umum pemeriksaan fisik sedikit berguna dalam menentukan penyebab dari gastroenteritis.

unsur-unsur kering cairan Pus Mukus Parasit Darah Lemak dalam jumlah besar Benda asing yang tidak kita kehendaki. lemak. kekurangan Bau Aromatik: Tajam. potongan bak-teri yang mati. Bau menusuk hidung tanda terjadinya peningkatan kegiatan bacteria Unsur pokok Sejumlah kecil bagian kasar makanan yg tdk dicerna.Karakteristik Konsistensi Normal Berbentuk. sel epitel. bakteri perusak atau pembusuk. emosi dan laksantif abuse>>konstipasi Cair Peningkatan motilitas usus (mis. absorpsi Sumber bau tak enak yang dipengaruhi pedas keras. agak kering usus akibat kurangnya serat. Infeksi bakteri Kondisi peradangan Perdarahan gastrointestinal Malabsorbsi Salah makan . berasal dari senyawa olh makanan indole. cair/lembek. Penyebab Dehidrasi. penurunan motilitas lunak. akibat iritasi kolon oleh bakteri)>>diare. diproduksi dan flora oleh pembusukan protein oleh bakteri. hydrogen yg dimakan sulfide dan amine. gangguan basah. kurang latihan. Abnormal Keras. skatol. protein.

Pemeriksaan volume urin : Cara menghitung output urin . 3. (bentuk bentuk rektum) pensil atau Kondisi obstruksi rectum seperti benang Jumlah Tergantung diet (100 – 400 gr/hari) 2. Ca. Duodenal intubation Pemeriksaan intubasi duodenum untuk mengetahui jasad renik atauparasit secara kualitatif dan kuantitatif. kalium.  Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin untuk mengetahui faal ginjal. denganmenentukan pH dan cadangan alkali atau pemeriksaan analisa gasdarah menurut Satrup (bila memungkinkan). kadangkadang nikrosiotik) dan dapat terjadi karena malnutrisi/malabsorbsi tekanan fungsi sumsum tulang (proses inflamasi kronis) peningkatan sel-sel darah putih. pemeriksaan kadar ureum dan creatinin darah untuk mengetahui faal ginjal. K dan P serum pada diare yang disertai kejang). terutama dilakukan padapenderita diare kronik.pencernaan (pigmen empedu dll) Frekuensi Lebih dari Hipomotility 6X dalam Hipermotility sehari Kurang dari sekali Bentuk Silinder semniggu Mengecil. Pemeriksaan darah  Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah.  Pemeriksaan elektrolit terutama kadar natrium. anemia (hipokronik. 4.  Darah perifer lengkap. kalsium dan fosfor dalam serum (terutama pada penderita diare yang disertai kejang). analisa gas darah dan elektrolit (terutama Na.

Uji hydrogen napas Adalah pemeriksaan yang didasarkan atas adanya peningkatan kadar hydrogen dalam udara ekspirasi. 7. Pada rehidrasi ini ada 4 hal yang perlu diperhatikan : a. Fermentasi bakteri di usus besar terjadi karena adanya substrat yang tidak diabsorbsi tersebut sepertilaktosa atau fruktosa akan difermentasi oleh bakteri komensal menghasilkan asam lemak rantai pendek (short chain fatty acid). 6. Gas hydrogen dalam udara ekspirasi berasal dari fermentasi bakteri terhadap substrat baik di kolon maupun di usus halus. PENATALAKSANAAN 1. kebutuhan cairan = 5% x berat badan . Diberikan cairan ringer laktat.Keberadaannya dalam feses menunjukkan inflamasi kolon. Kehilangan cairan tubuh dapat dihitung dengan beberapa cara :  Metode pierce berdasarkan klinis Dehidrasi ringan.Positif palsu dapat terjadi pada bayi yang minum ASI. Jumlah cairan Jumlah cairan yang diberikan sesuai dengan jumlah cairan yang dikeluarkan. bila tak tersedia dapat diberikan cairan Na calsiotonik ditambah satu ampul Na Bikarbonat 7. Jenis cairan pada diare akut yang ringan dapat diberikan oralit. 2005).5 – 1 ml/kgBB/jam) Standar volume urin  Neonatus : 10-90 ml/kgBB/hari  Bayi : 80-90 ml/kgBB/hari  Anak : 50 ml/kgBB/hari  Remaja : 40 ml/kgBB/hari  Dewasa : 30 ml/kgBB/hari 5. Gas hydrogen tersebut dengan cepat akan diserap masuk ke sirkulasi darah lalu masuk ke paru dan dikeluarkan lewat udara napas (Firmansyah A dkk. Pemberian cairan.Produksi urin ( > 0.Laktoferin adalah glikoprotein bersalut besi yang dilepaskan netrofil. b.5 % 50 ml. Uji aglutinasi lateks  Sensitivitas 83-93%  Spesifisitas 61-100% Penanda yang lebih stabil untuk inflamasi intestinal adalah laktoferin. beberapa molekul alcohol dan gas hydrogen.

Dehidrasi berat. Kemudian 125 ml / Kg BB /   oral Dehidrasi sedang. Kal dan Glukosa. Hco. Hal tersebut diatas adalah untuk pengobatan dirumah sebelum dibawa kerumahsakit untuk mencegah dehidrasi lebihl anjut. Untuk anak umur 1 bulan – 2 tahun dengan berat badan 3 – 10 kg  1 jam pertama : 40 ml / kg BB / jam = 10 tetes / kg BB / menit (infus set 1 ml = 15 tetes atau 13 tetes / kg BB / menit. atau sedang kadar natrium 50-60 Meq/I dapat dibuat sendiri (mengandung larutan garam dan gula ) atau air tajin yang diberi gula dengan garam. Rehidrasi dengan perhitungan kebutuhan cairan berdasarkan metode daldiyono diberikan pada 2 jam pertama. Mengenai seberapa banyak cairan yang harus diberikan tergantung dari berat badan atau ringannya dehidrasi. cairan per oral. untuk Diare akut diatas umur 6 bulan dengan dehidrasi ringan. Jadwal pemberian cairan e. kebutuhan cairan = 10% x berat badan Metode daldiyono berdasarkan skor klinis kebutuhan cairan = x10% x kgbb x 1 liter c. Selanjutnya dilakukan penilaian kembali status hidrasi untuk memperhitungkan kebutuhan cairan.yang diperhitungkan kehilangan cairan sesuai dengan umur dan berat badannya. 1 jam pertama 25 – 50 ml / Kg BB / hari. b. 1 jam pertama 50 – 100 ml / Kg BB / oralkemudian 125 ml / kg BB / hari.  7 jam berikutnya 12 ml / kg BB / jam = 3 tetes / kg BB / menit (infus set 1 ml = 20 tetes ).padaklien diaredenganmemperhatikanderajatdehidrasinyadankeadaanumum. kebutuhan cairan = 8% x berat badan Dehidrasi berat. Jalan masuk atau cara pemberian cairan Rute pemberian cairan pada orang dewasa dapat dipilih oral atau intra vena. d.Dehidrasi  sedang. a.  Dehidrasi ringan.cairan diberikan peroral berupa cairan yang berisikan NaCl dan Na. . Cairan parenteral. Pada klien dengan dehidrasi ringan dan sedang.Pemberiancairan.

teruskan dengan 2A intra vena 2 tetes / kg BB / menit atau 3 tetes / kg BB / menit. kentang.Pemberian cairan rehidrasi dari ASI dan makanan per oral telah dilaporkan menurunkan durasi diare. Makanan yang paling baik ditoleransi adalah karbohidrat kompleks (nasi. dan softdrink harus dihindari.diberi makanan per oral dalam 24 jam pertama .  7 jam kemudian 127 ml / kg BB oralit per oral. mengandung protein. Dietetik Tujuan diet pada pasien gastroenteritis adalah memberikan makanan secukupnya untuk memenuhi kebutuhan zat gizi tanpa memberatkan kerja usus. Jus.  1 jam pertama 30 ml / kg BB / jam atau 8 tetes / kg BB / menit ( infus set 1 ml = 15 tetes ) atau 10 tetes / kg BB / menit ( 1 ml = 20 tetes ). yoghurt. mencegah dan mengurangi resiko dehidrasi.  1 jam pertama 20 ml / kg BB / jam atau 5 tetes / kg BB / menit ( infus set 1 ml = 20 tetes ). dan sayuran. minuman berenergi. khususnya pada kasus sebelum terjadinya malnutrisi (Betz & Sowden. lemak. Diet klasik adalah BRAT (banana/pisang. 16 jam berikutnya 125 ml / kg BB oralit per oral bila anak mau minum. gandum. dan roti). applesauce/sausapel. walaupun dapat ditoleransi dengan baik.Pengembalian ke makanan oral normal adalah penting. daging tidak berlemak. 2009). dan kalori yang rendah untuk energi. Untuk anak lebih dari 5 – 10 tahun dengan berat badan 15 – 25 kg.pasien tidak dipuasakan setelah terjadi rehidrasi . dantoast/roti panggang).pemberian ASI diutamakan . buahbuahan. Untuk anak lebih dari 2 – 5 tahun dengan berat badan 10 – 15 kg. rice/nasi. mengupayakan agar anak segera mendapat makanan sesuai dengan umur dan berat badannya.bila anak tidak mau minum dapat diteruskan dengan 2A intra vena 2 tetes / kg BB / menit atau 3 tetes / kg BB / menit.  16 jam berikutnya 105 ml / kg BB oralit per oral 2.makanan cukup energy dan protein . sereal. Syarat diet pada pasien gastroenteritis adalah: .

Susu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan.Antibiotik juga tidak diindikasikan pada sebagian besar kasus karena gastroenteritis bakterial maupun viral dapat sembuh dengan sendirinya. d. vitamin. protein. Bila penyebabnya kolera. (dengan sepsis atau infeksi setempat). Bila diberi ASI/ - susu formula tetapi masih diare. faringitis. mineral dan makanan yang bersih. E. Memberikan bahan makanan yang mengandung kalori. Makanan setangah padat (bubur) atau makanan padat (nasi tim) c. organisme Salmonella. Cara memberikannya: . antibiotik digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh organisme Shigella. dan G. diberikan tetrasiklin 25-50 mg/kgBB/hari.Akan tetapi.Antibiotik juga diberikan bila terdapat penyakit penyerta seperti OMA. bronchitis. atau bronkopneumonia (Ngastiyah. jenis makanannya: a. Hari kedua. tidak mempunyai efek buruk . Susu (ASI dan susu formula yang mengandung laktosa rendah dan asam lemak tak jenuh) b. 3. 2009). coli. a. mempunyai indeks terapeutik yang tinggi.Antibiotik dapat memperpanjang status karier pada infeksi Salmonella (Betz & Sowden.- makanan tidak merangsang saluran pencernaan yaitu tidak - mengandung bumbu yang tajam tidak menimbulkan gas makanan diberikan bertahap dari makanan ringan (mudah cerna) dalam bentuk yang sesuai menurut umur dan keadaan penyakit. berikan oralit secara berselingan.makanan diberikan dalam porsi kecil dengan frekuensi sering Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak diatas 1 tahun dengan BB <7 kg. 2005).Hari pertama Setelah dehidrasi segera diberikan makanan per oral. . lamblia. Obat-obatan Pemberian antiemetik dan antispasmodik biasanya tidak dianjurkan. Racecordil adalah anti diare ideal yang bekerja cepat tidak menyebabkan konstipasi.hari keempat ASI/ susu formula rendah laktosa Hari kelima Bila tidak ada kelainan pasien dipulangkan dan diberikan susu atau makanan biasa.

Pada otot menimbulkan kelemahan dan hipotoni otot. Obat anti sekretorikatau anti enkephalinaseyaituhidrasec 3 x 1 tab/hari Vitamin dan mineral Aluminiumhidroksida. Kehilangan air (dehidrasi) Dehidrasi terjadi karena kehilangan air (output) lebih banyak dari pemasukan (input). Nifaroxazide bekerja local pada saluran pencernaan. bakteri serta rotavirus. smectite 3 x 1 e. brandikardia. Gangguan keseimbangan asam basa (metabik asidosis) Hal ini terjadi karena kehilangan Na-bicarbonat bersama tinja. 2. 3. 4. Shigella Dysentriae. Streptococcus. 8.Hal ini diakibatkan oleh adanya gangguan biokimia dalam tubuh yang mengakibatkan asidosis metabolic sehingga aliran darah tidak lancar. lemah. Hipokalemia (hipotoni otot.organ tubuh yang vital. d. Metabolisme lemak tidak sempurna sehingga benda kotor tertimbun dalam tubuh. Staphylococcus. Pada jantung bias menimbulkan disritmia. Fenotiazindanasamnikotinat. Kejang Merupakan respon tubuh yang menandakan tubuh kekurangan oksigen terutama otak. KOMPLIKASI 1. meteorismus. disritmia jantung) Kehilangan cairan berlebihan menyebabkan tubuh juga kehilangan elektrolit seperti kalium yang berperan penting dalam kerja otot skeletal dan jantung.terhadap sistem saraf pusat dan yang tidak kalah penting tidak menyebabkan ketergantungan b. c. Obat yang mengeraskantinjayaituapulgite 4 x 2 tab/hari. f. Penuerunan kadar kalium dalam tubuh (darah) akan mengakibatkan penurunan kerja jantung dan otot. merupakan penyebab terjadinya kematian pada diare. Kontraksi yang kurang menyebabkan bradikardi. Nifuroxazide adalah senyawa nitrofuran memiliki efek bakterisidal E. g. memilikiefekkonstipasidanmengikatempedu. h. Dioctahedral Smetic suatu aluminosilikat non sistemik berstruktur filitik secara in vitro telah terbukti dapat melindungi barier mukosa usus dan menyerap toksin. terjadinya . sasetdiberikantiapdiaresampaidiareberhenti. coli. menghambatsekresi anion usus. suplai darah diutamakan ke organ.

Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: Salemba Medika. 2009. . A Microbiology Sixth Edition. 2005. Jakarta: EGC. Betz. 5. Diakses pada 23 Februari 2014 pukul 17.Gejala hipoglikemia akan muncul jika kadar glukosa darah menurun hingga 40 mg% pada bayi dan 50% pada anak-anak. Sowden. 2011. Arif. lebih sering pada anak yang sebelumnya telah menderita KKP. Produk metabolisme yang bersifat asam meningkat karena tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal (terjadi oliguria/anuria) dan terjadinya pemindahan ion Na dari cairan ekstraseluler kedalam cairan intraseluler. Ilmu Penyakit Anak: Diagnosa dan Penatalaksanaan. 2006. Corwin. J. Smaltzer. Jakarta: Salemba Medika Inayah. C. DAFTAR PUSTAKA Betz.penimbunan asam laktat karena adanya anorexia jaringan.2009. Mansjoer. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Salemba Medika Irwanto.1994. 2001. Cecily L. 2006.Edisi 3. Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Sistem Pencernaan. Buku Saku Patofisiologi Corwin.ac.Jakarta: Bumi Aksara. Volume 2. dkk. Hal ini terjadi karena adanya gangguanpenyimpanan/penyediaan glikogen dalam hati dan adanya gangguan absorbsi glukosa. Lembar Fakta Penyakit Menular: Gastroenteritis Virus.3 Jakarta :EGC Hidayat. Buku Saku Keperawatan Pediatrik. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak. Jakarta : Media Aesculapius NSW-HEALTH.htm. Buku Saku Keperawatan Pediatri. 2000. Jakarta: EGC Soekiman. dkk.id/download/fk/fk-soekiman. GASTROENTERITIS DAN DIARE. Hipoglikemia Hipoglikemia terjadi pada 2-3% anak yang menderita diare. Lansing. (online). http://library.Jakarta: EGC Jellife. 2000. C Suzanne dan Brenda G Bare.Elizabeth.24 WIB.McGraw Hill Education. Iin. Ed. dan Linda A. Kesehatan Anak di daerah Tropis Edisi Keempat. 2002. 2002. A. L.usu.

London: Royal College of Obstetricians and Gyneccologists. Vade-Mecum Pediatri.2009. 2000. 1994. Regent’s Park. Jakarta : EGC WHO. Wilson. Jakarta: WHO Indonesia. . Donna L. National Collaborating Centre for Women’s and Children’s Health. Jakarta: EGC Welsh. Jakarta: EGC Wong. Sylvia Price. 2009.Diarrhoea and Vomiting Caused by Gastroenteritis: Diagnosis. Assessment. Buku Pedoman Klinis Pediatrik. 1995. 2005. Surjono. Diare: Masalah dan Penatalaksanaannya. anf Management in Children Younger Than 5 Yeras.Diare dalam Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit Pedoman Bagi Rumah Sakit Rujukan Tingkat Pertama di Kabupaten Kota. A. Achmad.Sunoto. Patofisiologi. Jakarta: IDI. 27 Sussex Place.