You are on page 1of 5

LAPORAN PRAKTIKUM

TANAMAN PERKEBUNAN UTAMA
HUBUNGAN PHYLLOTAXIS DENGAN POSISI BUAH
KELAPA SAWIT

Oleh:
Nama : Yusuf Saeful Farhan
NIM : J3Z414032

PROGRAM KEAHLIAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2015

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Daun kelapa sawit mirip daun kelapa yaitu membentuk susunan daun
majemuk, bersisip genap, dan bertulang sejajar. Daun-daun membentuk satu
pelepah yang panjangnya mencapai lebih dari 7,5 - 9 m. Jumlah anak daun di
setiap pelepah berkisar antara 250 - 400 helai. Daun muda yang masih kuncup
berwarna kuning pucat. Pada tanah yang subur daun cepat membuka sehingga
makin efektif melakukan fungsinya sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis
dan sebagai alat respirasi. Semakin lama proses fotosintesis berlangsung semakin
banyak bahan makanan yang dibentuk sehingga produksi akan meningkat.
Produksi daun tergantung iklim setempat. Di Sumatera Utara, misalnya produksi
daun mencapai 20 – 24 helai/tahun. Umur daun mulai terbentuk sampai tua sekitar
6 – 7 tahun. Daun kelapa sawit yang sehat dan segar berwarna hijau tua.
Jumlah pelepah, panjang pelepah, dan jumlah anak daun tergantung pada
umur tanaman. Tanaman yang berumur tua, jumlah pelepah dan anak daun lebih
banyak. Begitu pula pelepahnya akan lebih panjang dibandingkan dengan
tanaman yang masih muda. Serta kering satu pelepah dapat mencapai 4,5 kg. pada
tanaman dewasa ditemukan sekitar 40 – 50 pelepah. Saat tanaman berumur sekitar
10 - 13 tahun dapat ditemukan daun yang luas permukaannya mencapai 10 – 15
m2. Luas permukaan daun akan berinteraksi dengan tingkat produktivitas
tanaman. Semakin luas permukaan atau semakin banyak jumlah daun maka
produksi akan meningkat karena proses fotosintesis akan berjalan dengan baik.
Proses fotosintesis akan optimal jika luas permukaan daun mencapai 11 m2.
Jumlah kedudukan pelepah daun pada batang kelapa sawit disebut juga
phyllotaxis yang dapat ditentukan berdasarkan perhitungan susunan duduk daun,
yaitu dengan menggunakan rumus duduk daun 1/8. Artinya, setiap satu kali
berputar melingkari batang, terdapat duduk daun (pelepah) sebanyak 8 helai.
Pertumbuhan melingkar duduk daun mengarah ke kanan atau ke kiri menyerupai
spiral. Pada tanaman yang normal dapat dipilih 2 set spiral berselang 8 daun yang
mengarah ke kanan dan berselang 13 daun mengarah ke kiri.

Arah duduk daun sangat berguna untuk menentukan letak duduk daun ke-9
dan ke-17 saat pengambilan contoh daun. Disamping itu, duduk daun juga
berguna untuk menentukan jumlah daun yang harus tetap di bawah buah terendah
yang disebut songgoh.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah mengetaui hubungan antara
phyllotaxis dengan posisi bunga dan buah pada tanaman kelapa sawit dan
mengetahui manfaat antara hubungan antara phyllotaxis dengan posisi bunga dan
buah pada tanaman kelapa sawit dengan teknik budidaya kelapa sawit.

METODE PELAKSANAAN
A. Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 05 Desember 2015 di
kebun Cikabayan Bawah, Darmaga, Bogor, Departemen Agronomi dan
Hortikultura Kampus IPB Dramaga.
B. Bahan dan Alat
Bahan dan alat yang diperlukan dalam praktikum ini adalah tanaman
sampel kelapa sawit dan alat tulis.
C. Langkah Kerja
Adapun langkah-langkah praktikum ini yaitu :
1. Setiap orang mengamati 6 tanaman sampel kelapa sawit,
2. Posisi buah dan bunga kelapa sawit diamati di setiap ruas lingkaran
batang dan dihitung jumlahnya tiap ruas dan tiap tanaman sampel,
3. Hasil yang diperoleh dicatat dalam buku catatan (tabel yang sudah
dibuat) yang telah disediakan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
No
1
2
3
4
5
6

Circle 1
TBS J / B
-/-/-/-/-/-/-

0
0/0
Keterangan:

Circle 2
TBS J / B
-/-/-/-/-/-/-

Circle 3
TBS J / B
-/-/-/-/-/-/-

0
0/0
0
J = Bunga Jantan

0/0

Circle 4
TBS J / B
3
-/2
-/1
-/2
-/-/-/5

Circle 5
TBS
J/B
1
-/1
-/-/-/1
1
1/1
-/1

0/3
3
1/3
B = Bunga Betina

B. Pembahasan
Istilah yang digunakan untuk menggambarkan susunan daun sekitar aksis
atau sumbu kelapa sawit disebut Phyllotaxis. Setiap daun sentrifugal sebagai daun
muda muncul, sehingga dalam susunan simetris daun memancar keluar dengan
sudut perbedaan 135,7-137,5º antara daun yang berurutan. Pada tanaman dewasa,
dua daun spiral dapat diamati, delapan menjalankan salah satu jalan dan tiga belas
yang lain (yaitu pengaturan 8 +13). Jika spiral dari delapan naik searah jarum jam,
maka spiral dikatakan memutar ke kiri dan sebaliknya. Pada tanaman yang normal
dapat dipilih 2 set spiral berselang 8 daun yang mengarah ke kanan dan berselang
13 daun mengarah ke kiri.
Phyllotaxis berpengaruh pada posisi bunga dan buah kelapa sawit.
Disetiap circle tanaman kelapa sawit, jumlah dan umur bunga dan buah kelapa
sawit berbeda. Berdasarkan data yang diperoleh, pada circle pertama, kedua, dan
ketiga belum ditemukan bunga dan buah. Hal tersebut dikarenakan pada ujung
batang tanaman kelapa sawit terus tumbuh dengan aktif, sehingga energi
sepenuhnya digunakan untuk proses pertumbuhan. Bunga dan buah kelapa sawit
ditemukan pada circle ke-4, ke-5 dan ke-6, hal ini ditandai dengan ditemukannya
pada circle ke-4 sebanyak 3 bunga betina dan 5 TBS, kemudian pada circle ke-5
sebanyak 1 bunga jantan, 3 bunga betina dan 3 TBS, kemudian pada circle ke-6

Circle 6
TBS J / B
-/-/1
-/-/-/3
-/4

0/0

sebanyak 4 TBS. Pada circle tersebut proses produksi bunga berlangsung cepat
dan aktif. Pada circle ke-7 dan seterusnya, tidak ditemukan bunga maupun buah
karena pada circle tersebut sudah tergolong tua, sehingga energi pada tanaman
lebih banyak dialokasikan pada circle yang diatasnya untuk proses produksi. Pada
circle tersebut juga telah banyak dilakukan penunasan, sehingga jarang ditemukan
pelepah daun.
Pemahaman tentang hubungan phyllotaxis dengan posisi bunga dan buah
dapat diaplikasikan dalam beberapa teknik budidaya tanaman kelapa sawit. Salah
satunya dalam pelaksanaan sensus buah kelapa sawit. Ketika melakukan sensus
buah kelapa sawit, pekerja tidak akan kebingungan dalam mencari dan
menghitung TBS pada tanaman kelapa sawit apabila telah memahami konsep
tersebut. Pemahaman posisi buah akan memudahkan dalam pengamatan tanaman
kelapa sawit untuk sensus buah yang nantinya akan dilakukan untuk menentukan
taksasi panen.

KESIMPULAN

Phyllotaxis berpengaruh pada posisi bunga dan buah kelapa sawit. Setiap
circle tanaman kelapa sawit, jumlah dan umur bunga dan buah kelapa sawit
berbeda. Bunga dan buah kelapa sawit banyak ditemukan pada circle keempat dan
kelima. Pada circle tersebut proses produksi bunga berlangsung cepat dan aktif.
pada circle pertama, kedua, dan ketiga belum ditemukan bunga dan buah. Hal
tersebut dikarenakan pada ujung batang tanaman kelapa sawit terus tumbuh
dengan aktif. Pada circle keenam dan seterusnya, tidak ditemukan bunga maupun
buah karena pada circle tersebut sudah tergolong tua. Pemahaman tentang
hubungan phyllotaxis dengan posisi bunga dan buah dapat diaplikasikan dalam
pelaksanaan sensus buah kelapa sawit. Pemahaman posisi buah akan
memudahkan dalam pengamatan tanaman kelapa sawit untuk sensus buah yang
nantinya akan dilakukan untuk menentukan Taksasi panen.