You are on page 1of 8

Pendahuluan

:
Cabang ilmu pengetahuan fisiologi, histologi dan anatomi merupakan cabang ilmu yang saling
berpengaruh satu sama lain. Pada peristiwa kejang, tentu saja ke tiga cabang ilmu tersebut turut
mengambil peran dalam penjelasan yang mendalam tentang mekanisme kejang. Pada
pembahasan ini akan di bahas bagaimana proses terjadinya kejang, serta struktur anatomi apa
saja yang berpengaruh di dalamnya, tidak lupa juga struktur mikrospokis yang terdapat di dalam
peristiwa tersebut.
Struktur anatomi yang berpengaruh :
Meninges : Merupakan pembungkus dari susunan saraf pusat serta berfunsi untuk melindungi
susunan saraf pusat tersebut. Berguna pula untuk melindungi pembuluh darah yang mensuplai
darah kepada susunan saraf pusat. Di dalam meninges terdapat cairan LCS (liquor
cerebrospinalis).1

Meninges di bagi menjadi beberapa lapisan, yaitu :
Duramater :

yaitu periosteal dan meningeal. .1 Duramater merupakan lapisan yang paling tebal . Kemudian terdapat juga saptium subarachnoid yang berisi larutan LCS dan mengandung pembulu darah yang mendarahi otak. kedua lapisan tersebut terus menyatu kecuali pada saat membentuk sinus duramatris. Di antara lapisan duramater dan arachnoidmater terdapat ruang potensial yang di sebut spatium subdural.1 Lapisan piamater merupakan jaringan ikat yang sangat tipis. merupakan bantalan cair untuk medulla spinalis dan otak.1 Lapisan selanjutnya adalah arachnoidmater. lapisan ini terletak di profundal dari lapisan duramater. dilindungi oleh tulang.2 Lapisan duramater terbagi menjadi 2 lapisan.Gambar 1. Terdapat juga vili arachnoidales yang memungkinkan LCS untuk masuk ke dalam sinus duramatis. Duramater melapisi seluruh rongga otak.1 Medula spinalis : Medula spinalis terletak di dalam canalis vertebralis. dan pada perkembangannya menyatu erat dengan tulang tengkorak. . meninges dan LCS. dan merekat erat pada permukaan otak dan mengikuti gyrus dan sinus pada otak.1 terdapat pula pelindung cair. yaitu LCS. Lapisan meningea.

Tulang belakang. Akar syaraf lumbal dan sacral berkumpul dan disebut dengan Cauda Equina.1. Setiap pasangan syaraf keluar melalui Intervertebral foramina. piamater. Duramater merupakan lapisan yang tebal. Terbentang dari foramen magnum sampai dengan L1. Terdapat pula cairan cerebro spinal. Terdapat pula substansi kelabu dan putih.Gambar 2. Piamater merupakan lapisan yg tipis dan terdapat banyak pembuluh darah. Syaraf Spinal dilindungi oleh tulang vertebra dan ligamen dan juga oleh meningen spinal dan CSF. Terbentang dibawah conu terminalis serabut-serabut bukan syaraf yang disebut filum terminale yang merupakan jaringan ikat. 5 Pasang syaraf Lumbal. substansia abu di kelilingi oleh subtstansia putih. yaitu duramater. di L1 melonjong dan agak melebar yang disebut conus terminalis atau conus medullaris. 12 Pasang syaraf Torakal. yang merupakan cairan berwarna bening yang merupakan hasil filtrasi dari pembuluh darah di kapiler otak.1 Medulla Spinalis adalah bagian dari Susunan Syaraf Pusat. arachnoidmater.2 . dan menyatu dengan filum terminale. 5 Pasang syaraf Sakral dan 1 pasang syaraf koksigeal. Meningen spinal terdiri dari 3 lapisan. Terdapat 31 pasang syaraf spinal yaitu 8 pasang syaraf servikal.

Medula spinalis.1 .Gambar 3. Medula spinalis.1 Struktur histologis : Medula spinalis : Gambar 4.

seperti ruang subarachnoid. serta canalis centralis yang terdapat di medulla spinalis. Fungsinya adalah untuk komunikasi. Pada bagian tengah terdapat suatu lubang yang di sebut canalis centralis. dan asam fosfat.kornu posterior mempunyai badan – badan sel saraf yang besar. yaitu substansi alba yang terdiri dari akson yang tidak bermielin dan bagian dalam. yaitu sel . glukosa . yaitu substansi grisea yang memiliki perikarion dan serat saraf tak bermielin. .sel saraf yang terletak di dalam substansia grisea menunjukan cirri yang berbeda sesuai daerah yang di tempati dan fungsi yang dilakukan. Substansi grisea yang ada di dalam mempunyai bentuk huruh H.3 LCS (liquor cerebrospinalis) : Cairan ini terdapat di dalam ruang – ruang di dalam otak. Fungsi dari cairan ini adalah untuk menjaga dan mempertahankan lingkungan yang sesuai dengan yang di butuhkan oleh otak. Serat – serat tak bermielin terlihat nyata di daerah ini. asam amino.1 Jaringan saraf : Sel saraf terdiri dari sel neuron dan sel neuroglia. 1. ventrikel – ventrikel otak. Di dalam kornu anterior terlihat 2 kelompok badan sel saraf. Kornu atau kolum anterior lebih tebal dan pendek daripada kornu/kolum posterior. Di dalam cairan ini mengandung air. Sekat penyeberang di kenal sebagai komisura grisea.Pada potongan transversa medulla spinalis. Di dalam piamater terdapat pembuluh darah kecil maupun besar yang member makan medulla spinalis.sel motorik kolum anteromedial dan sel – sel motorik kolum anteriolateral. vitamin c dan b. Cairan ini dihasilkan oleh pleksus khoroid. serta melindungi dari benturan ringan serta luka – luka mekanik lainnya. substansi medulla kelihatan terbagi dalam bagian luar.

Neuron glia berfungsi sebagai penyokong dan membantu sel saraf melakukan fungsi integrative dan komunikatif. Lepas muatan listrik ini demikian besarnya sehingga dapat meluas ke seluruh sel maupun ke membrane sel tetangganya dengan bantuan bahan yang disebut neurotransmitter dan terjadilah kejang. Status . sel glia memiliki kemampuan untuk bermitosis. yaitu perubahan konsentrasi ion di ruang extraseluler. Pada keadaan demam kenaikan suhu 10C akan mengakibatkan kenaikan metabolisme basal 10% -15% dan kebutuhan oksigen akan meningkat 20%. Jadi pada kenaiakan suhu tubuh tertentu dapat terjadi perubahan keseimbangan dari membrane sel neuron dan dalam waktu yang singkat terjadi difusi ion kalium maupun ion Natrium melalui membrane tadi dengan akibat terjadinya lepas muatan listrik. Dalam keadaan normal. Hal tersebut diduga disebabkan oleh kemampuan membran sel sebagai pacemaker neuron untuk melepaskan muatan listrik yang berlebihan. Akibatnya konsentrasi K+ dalam. peningkatan aktifitas listrik yang berlebihan pada neuron-neuron dan mampu secara berurutan merangsang sel neuron lain secara bersama-sama melepaskan muatan listriknya. Macam – macam sel glia. membrane sel neuron dapat dilalui dengan mudah oleh ion kalium (K+) dan sangat sulit dilalui oleh ion Natrium (Na+) dan elektrolit lainnya. unipolar. Keseimbangan potensial membrane ini dapat berubah oleh karena beberapa hal. sedangkan di luar sel neuron terdapat keadaan sebaliknya. bipolar. neuron sensorik dan neuron interneuron. perubahan patofisiologi. berkurangnya inhibisi oleh neurotransmitter asam gama amino butirat [GABA] atau meningkatnya eksitasi sinaptik oleh transmiter asam glutamat dan aspartat melalui jalur eksitasi yang berulang. multipolar. dalam sel neuron tinggi dan konsentrasi Na+ rendah. sitoplasma. Berdasarkan polaritasnya neuron di bagi menjadi.1 Mekanisme kejang : Sel dikelilingi oleh suatu membrane yang terdiri dari permukaan dalam. rangsangan yang datangnya mendadak. kecuali ion klorida (Cl-). nucleus. astrosit fibrosa. Prossesusnya terdiri dari 1 akson dan beberapa dendrite.Badan sel saraf terdiri dari organel – organel. astrosit protoplasmatis. sel ependim. sel satelit. yaitu lipoid dan pembekuan luar ionic.Untuk menjaga keseimbangan potensial membrane ini diperukan energi dan bantuan enzim Na-K-ATPase yang terdapat pada permukaan sel. sel scwan. yaitu microglia oligodendroglia. Karena perbedaan jenis dan konsentrasi ion di dalam dan di luar sel maka terdapat perbedaan potensial yang disebut potensial membrane dari sel neuron. pseudounipolar. Berdasarkan fungsinya neuron di bagi menjadi neuron motorik.

Dengan demikian dapat di ketahui bahwa peristiwa kejang juga di pengaruhi oleh medulla spinalis serta meningea yang di lalui oleh LCS.epileptikus terjadi oleh karena proses eksitasi yang berlebihan berlangsung terus menerus. di samping akibat ilnhibisi yang tidak sempurna. .4-6 Kesimpulan : Kesimpulan dari pembahasan di atas adalah bahwa struktur dan fungsi sangat erat kaitannya baik secara makro maupun mikro.

scribd. Wati WW.Daftar Pustaka : 1. Atlas anatomi manusia 1. Wangke J. 1994 : 80-82 4. 2003 : 278 .pdf pada 22 april 2011 6.unpad. dkk. Fiore M. 2001 : 77-102 . Jakarta : EGC. Edisi ke-2. http://www. Di unduh dari http://pustaka. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.341 3. Kindangen K.ac. Edisi ke. WIbawani N. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Modul neuroscience.21. Edisi ke-6. Kejang demam. Sobotta J.com/doc/51040822/KEJANG-DEMAM pada 22 april 2011 Kania N.id/wpcontent/uploads/2010/02/kejang_pada_anak. 2011 2.Fisiologi kedokteran : Dari sel ke sistem. Atlas histology manusia. Jakarta : UKRIDA. Kejang pada anak. Di unduh dari 5. Sherwood L.