You are on page 1of 9

KASUS

I. IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny. J

Umur

: 35 tahun

Alamat

: Serang

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Pendidikan Terakhir : SLTA
Nomor RM

: 17.31.37

II. ANAMNESA
Keluhan Utama

: Perut membesar

Keluhan Tambahan

: Perut terasa penuh

Pasien datang ke rumah sakit mengeluhkan perut semakin membesar sejak
2 bulan ini. Pasien mengatakan sebelumnya pernah dirawat dengan keluhan yang
sama 2 bulan lalu. Pada saat dirawat dikeluarkan cairan dari perutnya. Pasien
mengatakan perut membesar pertama kali 5 bulan yang lalu dan dikatakan sakit
liver. Keluhan disertai dengan perut teasa penuh.
Keluhan demam tidak ada, mual muntah tidak ada, batuk darah tidak ada,
buang air besar berwarna hitam tidak ada. Keluhan bengkak pada kaki tidak ada.
Pasien mengatakan berat badannya turun dan semakin kurus. Keluhan nyeri tidak
ada. Konsumsi alkohol disangkal.
Riwayat Penyakit Dahulu

:

Perut membesar karena sakit liver : hepatitis B
Riwayat Penyakit Keluarga

:

-

1

Sklera ikterik (+/+) THT : dalam batas normal Leher : Pembesaran KGB (-). suara napas tambahan (-) Jantung : BJ 1&2 reguler.3 C Tekanan Darah Nadi Respirasi Suhu Status Generalis Kepala : Normocephal Mata : Konjungtiva anemis (-). PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum : Tampak sakit sedang Kesdaran : Komposmentis Tanda Vital : - : 110/70 mmHg : 90 x/menit : 21 x/menit : 36. otot-otot tampak kecil PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium - Hematologi Hemoglobin Hematokrit Leukosit : 8.300) 2 . Aukskultasi : Bising usus (+) Palpasi : Tes undulasi (+).III. pembesaran kelenjar tiroid (-) Torak Inspeksi : Simetris saat statis dan dinamis Palpasi : Nyeri tekan (-). murmur (-). gallop (-) Abdomen Inspeksi : Perut tampak mebesar simetris. edema (-). massa (-) Perkusi : Sonor pada semua lapang paru Aukskultasi : Suara napas utama vesikuler. tidak teraba adanya massa Perkusi : redup diseluruh lapang abdomen Ekstremitas IV.400 – 11.3) (35 – 47) (4.630 /L (12 – 15.9 g/dL : 28. : akral hangat.3 % : 5.

000) Kimia Darah SGOT SGPT Protein Total Albumin Globulin : 98 U/L : 28 U/L : 6.4 – 8. Anemia VI.6 g/dL (15 – 48) (20 – 60) (6. Hepatitis B Kronis.2 – 4.000 /L (140. PROGNOSIS Ad Vitam : ad malam Ad Functionam : ad malam Ad Sanationam : ad malam TINJAUAN PUSTAKA 3 .000 – 440. PENATALAKSANAAN Pungsi Asites Infus Dekstrose 5% : Amino Fluid 1:1 Injeksi Furosemid : 1 x 20 mg Spironolakton 100 mg :2x1 Propanolol : 2 x 10 mg Vipalbumin :3x2 VII.- Trombosit : 168.3) (3. Hipoalbumin.8) (2.6 g/dL : 2 g/dL : 4.5 – 5) USG Abdomen - Sirosis hepatis dengan pelebaran vena porta dan vena lienalis Splenomegali Oedema KE Asites V. DIAGNOSIS Sirosis Hepatis Child C ec HBV.

2012.1 Sirosis hepatis secara klinis dibagi menjadi sirosis kompensata yang berarti belum adanya gejala klinis yang nyata dan sirosis hati dekompensata yang ditandai gejala-gejala dan tanda klinis yang jelas. gejala-gejala lebih menonjol terutama bila timbul kegagalan hati dan hipertensi porta. Volume II. McGraw. persaan perut kembung.1 Tabel 1. mual. selera makan berkurang.Definisi Sirosis adalah suatu keadaan patologis yang menggambarkan stadium akhir fibrosis hepatik yang berlangsung progresif yang ditandai dengan distorsi dari arsitektur hepar dan pembentukan nodulus regeneratif. Penyebab Sirosis Hepatis Dikutip dari : Bacon Bruce R. 18th Edition. Cirrhosis and Its Cimplications. pada laki-laki dapat timbul impotensi. Gejala awal sirosis (kompensata) meliputi persaan mudah lelah dan lemas. hilangnya dorongan seksualitas. berat badan menurun. meliputi hilangnya 4 . Page : 2592-2602 2 Gejala Klinis Stadium awal sirosis sering tanpa gejala sehinga kadang ditemukan pada waktu pasien melakukan pemeriksaan kesehatan rutin atau karena penyakit lain.Hill Medical. In Harison’s Principles of Internal Medicine. Bila sudah lanjut (sirosis dekompensata). buah dada membesar. testis mengecil. New York.

meliputi mudah lupa. mukda dan lengan atas. muntah darah dan/atau melena. sampai koma. bingung. Mungkin disertai dengan gangguan pembekuan darah. Hal ini diduga terkait dengan estradiol/testosteron yang meningkat Eritem palmaris. Cirrhosis and Its Cimplications. New York. perdarahan gusi. In Harison’s Principles of Internal Medicine.rambut badan. ikterus dengan air kemih berwarna seperti teh pekat. gangguan siklus haid. Asites pada sirosis hepatis Dikutip dari : Bacon Bruce R. agitasi. Gambar 1. Hal ini diduga terkait dengan penurunan albumin dalam darah. serta perubahan mental. sering ditemukan di daerah bahu.Hill Medical. Page : 2592-2602 2 Temuan Klinis Temuan klinis sirosis meliputi : - Spider angima (spider navi). 2012. McGraw. dan demam tak begitu tinggi. Hal ini juga dikaitkan dengan peningkatan estrogen. epistaksis. 18th Edition. Perubahan kuku Muchrche berupa pita putih horisontal dipisahkan dengan warna normal kuku. gangguan tidur. Volume II. 5 . sukar konsentrasi.

seiring perburukan sirosis. Komplikasi - - Peritonitis bakterial spontan Sindrom hepato-renal : berupa gangguan akut seperti oligouri. terkait hipertensi porta. Dalam hal ini SGOT lebih meningkat pada daripada SGPT. Hidrotoraks dan hipertensi pulmonal. bisa. Ensefalopati hepatik. peningkatan ureum-kreatinin tanpa adanya kelainan organik pada ginjal. Gambaran Laboratorium - Peningkatan kadar SGPT dan SGOT. Ginekomastia Hepatomegali. terkait dengan bilirubinemia. Albumin menurun. Mula-mula gangguan tidur (insomnia dan hipersomnia). 6 . merupakan kelainan neuropsikiatrik akiat disfungsi hati. Protrombin Time memanjang pada sirosis. selanjutnya dapat timbul gangguan kesadaran yang berlanjut sampai koma. laboratorium. Bilirubin. Warna urin terlihat gelap seperti air teh. bis anormal pada siorsis kompensata namun meningkat pada kedaan sirosis lanjut. Sama dengan semua penyakit lainnya penegaakan diagnosis didapat dari anamnesis. Caput medusa Fetor hepatikum. Varises esofagus. berhubungan dang hipertensi porta dan hipo albumin. Ikterus pada kulit dan membran mukosa. dan pemeriksaan penunjang lainnya. Penurunan natrium serum Anemia Diagnosis Pada sirosis kompensassi sempurna penegakkan diagnosis kadang-kadang sangat sulit ditegakkan. pemeriksaan fisik. Peningkatan alkali fosfatase. bau napas yang khas pada pasien sirosis disebabkan peningkatan konsentrasi dimetil sulfid akibat pintasan porto sistemik yang berat. Sedangkan pada sirosis dekompensata diagnosis kadangkala tidak sulit karena gejala dan tanda-tanda klinis sudah nampak dengan adanya komplikasi. hubngannya dengan hipertensi porta. Splenomegali. Asites.- - Kontraktur Dupuytren akibat fibrosis fasia palmaris menimbulkan kontraktur fleksi jari-jari berkaitan dengan alkoholisme tapi tidak spesifik dengan sirosi.

Lamivudin 100 mg oral setiap hari selama 1 tahun. dan diimbangi dengan pemberian albumin. Bisa dikombinasikan dengan furosemid dengan dosis 20-40 mg/hari. pencegahan dan penanganan komplikasi. Tranplantasi hati. menghindarkan bahan-bahan yang bisa menambah kerusakan hati. Spironolakton 100200 mg/hari. 7 . dosis bisa ditingkatkan sampai 120-160 mg/hari. bila asites sangat besar. Pada sirosis dekompensata. Ensefalopati hepatik : laktulosa untuk mengeluarkan amonia.5 kg/hari ataui 1 kg/hari bila ada edema tungkai. Parasintesis. Imunosupresan bila penyebabnya auto imun Interferon alfa dan lamivudin pada hepatitis B. Stomatostatin untuk perdarahan akutnya. - Hilangkan etiologi : alkohol Diet protein 1g/kgBB dan kalori sebanyak 2000-3000 kkal/hari. monitor respon dengan penurunan berat badan 0. Dikeluarkan 4-6 liter. dan dilanjutkan dengan skleroterapi atau ligasi endoskopi.2 - - Asites : tirah baring dan diet rendah garam dan diuretik. bila terjadi peritonitis bakterial spontan.Pengobatan Tujuan terapi berguna untuk mengurangi progresi penyakit. Varises esofagus : beta bloker. Injeksi Cefotaxim.1.

McGraw. Cirrhosis and Its Cimplications. 18th Edition. Page 2592-26022 8 . 2012. Asites yang berulang Dikutip dari : Bacon Bruce R. Volume II.Gambar 2. New York.Hill Medical. In Harison’s Principles of Internal Medicine.

18th Edition. 2009. Sirosis Hati. Dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. In Harison’s Principles of Internal Medicine. Jilid I. halaman : 668-673 2. New York.DAFTAR PUSTAKA 1. Volume II. Edisi V. McGraw. Bacon Bruce R. Cirrhosis and Its Cimplications. 2012. Internal Publishing. Page : 2592-2602 9 .Hill Medical. Jakarta. Siti Nurdjanah.