You are on page 1of 7

APA PENYEBAB STROKE ????

Posted on 18/04/2013
Banyak kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan stroke, tetapi awalnya adalah
dari pengerasan arteri atau yang disebut juga sebagai arteriosklerosis.
“Jangan berpikir bahwa penyumbatan pembuluh darah itu terjadi sebagai proses
penuaan yang wajar, “kata Virgil Brown, M.D., pimpinan American Heart
Association dan profesor ilmu kedokteran pada Emory University di Atlanta,
karena arteriosklerosis merupakan akibat dari gaya hidup modern yang penuh
stres, pola makan tinggi lemak, dan kurang berolahraga. Ketiganya sebenarnya
tergolong dalam faktor risiko yang dapat dikendalikan. Tentu saja ada pula faktorfaktor lain yang tidak dapat dikendalikan. Keduanya akan diuraikan berikut ini.

FAKTOR RISIKO TAK TERKENDALI
Yang termasuk dalam kelompok faktor ini adalah usia, jenis kelamin, garis
keturunan, dan ras atau etnik tertentu

Usia

Semakin bertambah tua usia Anda, semakin risikonya. Setelah berusia 55 tahun,
risikonya berlipat ganda setiap kurun waktu sepuluh tahun. Dua pertiga dari
semua serangan stroke terjadi pada orang yang berusia di atas 65 tahun. Tetapi, itu
tidak berarti bahwa stroke hanya terjadi pada orang lanjut usia karena stroke dapat
menyerang semua kelompok umur

Jenis kelamin

Pria lebih berisiko terkena stroke daripada wanita, tetapi penelitian menyimpulkan
bahwa justru lebih banyak wanita yang meninggal karena stroke. Risiko stroke
pria 1,25 lebih tinggi daripada wanita, tetapi serangan stroke pada pria terjadi di
usia lebih muda sehingga tingkat kelangsungan hidup juga lebih tinggi. Dengan
perkataan lain, walau lebih jarang terkena stroke, pada umumnya wanita terserang
pada usia lebih tua, sehingga kemungkinan meninggal lebih besar.

Keturunan-sejarah stroke dalam keluarga

Nampaknya, stroke terkait dengan keturunan. Faktor genetik yang sangat berperan
antara lain adalah tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes dan cacat pada
bentuk pembuluh darah. Gaya hidup dan pola suatu keluarga juga dapat

gumpalan dalam darah biasanya disaring dalam paru-paru. FAKTOR RISIKO TERKENDALI Adapula faktor-faktor risiko yang sebenarnya dapat disembuhkan dengan bantuan obat-obatan atau perubahan hidup. tetapi karena berlubang.  Penyakit jantung Setelah hipertensi. terutama penyakit yang disebut atrial fibrilation. Gumpalan-gumpalan inilah yang kemudian dapat mencapai otak dan menyebabkan stroke. faktor-faktor lain di luar hipertensi berperan lebih besar terhadap risiko stroke. Secara alami. Denyut jantung di atrium kiri ini mencapai empat kali lebih cepat dibandingkan di bagian-bagian lain jantung. Pada orang yang tidak menderita hipertensi. pada orang lanjut usia. Pada orang-orang berusia di atas 80 tahun. menyamai risiko stroke pada orang yang menderita hipertensi. Cacat pada bentuk pembuluh darah (cadasil) mungkin merupakan faktor genetik yang paling berpengaruh dibandingkan faktor risiko stroke yang lain. Penyakit jantung lainnya adalah cacat pada bentuk katup jantung (mitral valve stenosis atau mitral valve calcification). atrial fibrilation merupakan penyebab utama kematian pada satu di antara empat kasus stroke.mendukung risiko stroke. Penderita hipertensi memiliki faktor risiko stroke empat hingga enam kali lipat dibandingkan orang yang tanpa hipertensi dan sekitar 40 hingga 90 persen pasien stroke ternyata menderita hipertensi sebelum terkena stroke. misalnya PFO (patent foramen ovale) atau lubang pada dinding jantung yang memisahkan kedua bilik atas. yakni penyakit jantung dengan denyut jantung yang tidak teratur di bilik kiri atas. Ini menyebabkan aliran darah menjadi tidak teratur dan secara insidentil terjadi pembentukan gumpalan darah. Oleh karena dampak hipertensi pada keseluruhan risiko stroke menurun seiring dengan pertambahan umur.  Hipertensi Hipertensi (tekanan darah tinggi) merupakan faktor risiko utama yang menyebabkan pengerasan dan penyumbatan arteri. Sejumlah penelitian menunjukkan obat-obatan anti hipertensi dapat mengurangi risiko stroke sebesar 38 persen dan pengurangan angka kematian karena stroke sebesar 40 persen. tekanan darah di atas 140—90 tergolong dalam penyakit hipertensi. faktor risiko berikutnya adalah penyakit jantung. dinding jantung dapat . Secara medis. Juga cacat pada bentuk otot jantung. risiko stroke meningkat terus hingga usia 90.

5 persen.  Diabetes Penderita diabetes memiliki risiko tiga kali lipat terkena stroke dan mencapai tingkat tertinggi pada usia 50-60 tahun. PFO dan ASA seringkali terjadi bersamaan sehingga memperbesar risiko stroke. sedangkan di atas 240 mg/dl sudah berbahaya dan menempatkan seseorang pada risiko terkena penyakit jantung dan stroke. yakni penggelembungan dinding jantung ke arah salah satu bilik jantung. Cacat katup jantung lainnya adalah ASA (atrial septal aneurysm) atau cacat bentuk kongenital (sejak lahir) pada jaringan jantung. Memperbaiki tingkat kolesterol dengan menu makan yang sehat dan olahraga yang teratur dapat menurunkan risiko aterosklerosis dan stroke. plak dapat terlepas dari dinding aorta (batang nadi jantung). yang lebih banyak . Namun. Merokok hampir melipatgandakan risiko stroke iskemik. Yang pertama adalah pembesaran atrial kiri-bilik jantung kiri yang lebih besar dari ukuran normal-sehingga irama jantung menjadi pincang.meloloskan gumpalan darah itu sehingga tidak melalui paru-paru tetapi langsung menuju pembuluh di otak sehingga menyebabkan stroke. faktor lain dapat terjadi pada pelaksanaan operasi jantung yang berupaya memperbaiki cacat bentuk jantung atau penyakit jantung. di mana dinding kamar jantung kiri lebih tebal sehingga kurang elastis memompa darah. Setelah itu. Selanjutnya. Lainnya adalah ventricular hypertrophy kiri.  Kadar kolesterol darah Penelitian menunjukkan bahwa makanan kaya lemak jenuh dan kolesterol seperti daging. Tanpa diduga. dan produk susu dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh dan berpengaruh pada risiko aterosklerosis dan penebalan pembuluh. lalu hanyut mengikuti aliran darah ke leher dan ke otak yang kemudian menyebabkan stroke. terlepas dari faktor risiko yang lain. risiko tersebut akan menurun. Kadar kolesterol di bawah 200 mg/dl dianggap aman. ada faktor penyebab lain yang dapat memperbesar risiko stroke karena sekitar 40 persen penderita diabetes pada umumnya juga mengidap hipertensi. Dalam kasus tertentu. Masih ada dua cacat bentuk jantung yang nampaknya meningkatkan risiko stroke tanpa penyebab yang jelas. telur. dokter dapat memberikan obat untuk menurunkan kolesterol. Perokok berat menghadapi risiko lebih besar dibandingkan perokok ringan. Merokok adalah penyebab nyata kejadian stroke. dan dapat juga meningkatkan risiko subaraknoid hemoragik hingga 3.  Merokok Merokok merupakan faktor risiko stroke yang sebenarnya paling mudah diubah.

akan menyebabkan tekanan darah naik turun dengan cepat. Ini menyebabkan kerusakan yang lebih besar lagi pada otak sebagai akibat bila terjadi stroke tahap kedua. hasilnya menunjukkan adanya penurunan risiko stroke secara menyeluruh. seoerti halnva asnirin. seperti hipertensi dan merokok. Pada pasien perokok. Walaupun demikian. yang menjurus ke pendarahan di otak serta memperbesar risiko stroke iskemik. Keadaan ini pun punya potensi merusak pembuluh darah. penelitian lain menyimpulkan bahwa konsumsi alkohol secara berlebihan dapat mempengaruhi jumlah platelet sehingga mempengaruhi kekentalan dan penggumpalan darah. Tetapi. Perlu diketahui bahwa merokok memicu produksi fibrinogen (faktor penggumpal darah) lebih banyak sehingga merangsang timbulnya aterosklerosis.  Obat-obatan terlarang Penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain dan senyawa olahannya dapat menyebabkan stroke. 2000 dari The New England Journal of Medicine. di samping memicu faktor risiko yang lain seperti hipertensi. Kokain juga meyebabkan gangguan denyut jantung (arrythmias) atau denyut jantung jadi lebih cepat. peningkatan konsumsi alkohol meningkatkan tekanan darah sehingga memperbesar risiko stroke. dan penyakit pembuluh darah. baik yang iskemik maupun hemoragik. Masing-masing menyebabkan pembentukan gumpalan darah. Sesungguhnya. dilaporkan bahwa Physicians Health Study memantau 22. konsumsi alkohol yang cukup justru dianggap dapat melindungi tubuh dari bahaya stroke iskemik. disiplin menggunakan manfaat alkohol dalam konsumsi cukup sulit dikendalikan dan efek samping alkohol justru lebih berbahaya. konsumsi alkohol yang tidak berlebihan dapat mengurangi daya penggumpalan platelet dalam darah. Pada edisi 18 November. risiko stroke menurun dengan seketika setelah berhenti merokok dan terlihat jelas dalam periode 2-4 tahun setelah berhenti merokok.000 pria yang selama rata-rata 12 tahun mengkonsumsi alkohol satu kali sehari. penyakit jantung.  Alkohol berlebihan Secara umum. dari Brigham and Women’s Hospital di Boston beserta rekan-rekan juga menemukan bahwa manfaat ini masih terlihat pada konsumsi seminggu satu minuman.Marijuana mengurangi tekanan darah dan bila berinteraksi dengan faktor risiko lain. Dengan demikian.terjadi pada usia dewasa muda ketimbang usia tengah baya atau lebih tua. Ternyata. kerusakan yang diakibatkan stroke jauh lebih parah karena dinding bagian dalam (endothelial) pada sistem pembuluh darah otak (serebrovaskular) biasanya sudah menjadi lemah.  Cedera kepala dan leher . Lagipula.D. Klaus Berger M.

dengan kandungan estrogen yang tinggi dapat memperbesar risiko stroke pada wanita. Infeksi Infeksi virus maupun bakteri dapat bergabung dengan faktor risiko lain dan membentuk risiko terjadinya stroke. yakni 8 di antara 100 wanita hamil. Cedera pada leher. Penyebabnya tidak diketahui namun perubahan hormonal pada akhir kehamilan diduga dapat meningkatkan risiko stroke. kontrasepsi oral jenis baru dengan kandungan estrogen lebih rendah. sistem kekebalan tubuh biasanya melakukan perlawananan terhadap infeksi dalam bentuk meningkatkan peradangan dan sifat penangkalan infeksi pada darah. risiko stroke pada wanita meningkat secara drastis.Cedera pada kepala atau cedera otak traumatik dapat menyebabkan pendarahan di dalam otak dan menyebabkan kerusakan yang sama seperti pada stroke hemoragik. Secara alami. Risiko stroke terbesar seringkali terjadi pada periode 6 minggu setelah melahirkan (post-parturn). hamil dan melahirkan. secara nyata tidak meningkatkan risiko stroke pada wanita.  Penggunaan kontrasepsi oral Faktor risiko stroke ini berkaitan dengan terjadinya fluktuasi dan perubahan hormonal yang mempengaruhi seorang wanita dalam berbagai tahapan dalam kehidupannya. STROKE PADA WANITA Perlu diwaspadai juga risiko stroke khusus pada wanita yang menggunakan pil kontrasepsi. Sayangnya.  Menopause Berbagai penelitian menunjukkan ketika produksi hormon estrogen pada usia menopause berkurang. dan menopause.  Kehamilan dan melahirkan Penelitian lain memperlihatkan bahwa kehamilan dan melahirkan menempatkan seorang wanita pada risiko terkena stroke meskipun tidak tinggi. Untuk mengurangi pengaruh menopause sekaligus menurunkan risiko stroke kadangkali disarankan terapi sulih hormon (Hormon Replacement Therapy) tetapi terapi . Penelitian memperlihatkan bahwa kontrasepsi oral jenis lama. terutama pada orang dewasa usia muda. Tetapi. bila terkait dengan robeknya tulang punggung atau pembuluh karotid—akibat peregangan atau pemutaran leher secara berlebihan atau adanya tekanan pada pembuluh— merupakan penyebab stroke yang cukup berperan. reaksi kekebalan ini juga meningkatkan faktor penggumpalan dalam darah yang memicu risiko stroke embolik-iskemik.

19996. Jakarta. Jakarta. 5. . Jakarta. (Dewi Sulistyawati. 1988. 2002. PT Gramedia Pustaka Utama. 2. Kesehatan keluarga 1999. 2002. William LeGro. Philip T. alih bahasa T. Hermaya dari judul aslinya Disease Free: How to prevent. Jakarta. alih bahasa Dr. S. Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. mengobati. Matthew Hoffman. treat and cure more than 150 illness. Hagen. dan berusia antara 15 hingga 44 tahun. STROKE PADA USIA MUDA Para ahli klinis seringkali membagi kelompok muda dalam dua kategori. Widjaja Kusuma. Professional Books. alih bahasa Indriani dari judul aslinya Stroke: Survival guide. MD. yaitu di bawah usia 15 tahun. 4. N. 1966. PT Intisari Mediatama. dari judul aslinya Total Wellness. kerusakan pembicaraan (disartria). dan menyembuhkan lebih dari 100 penyakit dan idapan. and conditions. Hermaya dari judul aslinya Mayo Clinic—Guide to selfcare: Answer for everyday health problem. Stroke: Panduan perawatan.D. Jakarta. Mayo Clinic—Pedoman perawatan sendiri: Jawaban masalah kesehatan sehari-hari. alih bahasa T. Joseph Pizzono. 3. Total Wellness: Sehat dan bebas penyakit. Leila Henderson. kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh (hemiplegia). PT Mediaprom. Orang yang masih muda nampaknya lebih berpeluang menderita stroke hemoragik dibandingkan stroke iskemik.ST) Daftar Pustaka 1. dan para Editor Prevention Magazine Health Books. 2002.. kehilangan tenaga pada salah satu sisi tubuh (hemiparesis). Jakarta. Penerbit Arcan. ISO Indonesia: Informasi spesialite obat Indonesia volume 36. Bebas dari penyakit: Mencegah.tersebut perlu dilakukan dengan kontrol dokter untuk memperkecil efek sampingnya (kanker payudara dan kanker rahim). Seorang anak yang mengalami stroke mungkin kehilangan suara. kehilangan bahasa yang ekspresif (termasuk bahasa tubuh dan gerak isyarat).

wordpress.com/2013/04/18/apa-penyebabstroke/ .https://dinkeskebumen.