You are on page 1of 18

HASIL SMALL GROUP DISCUSION

“SISTEM PERKEMIHAN: FILTRASI, REABSORBSI, SEKRESI,
EKSKRESI”

SGD 2
Ni Made Umi Krisdyantini

(1302105004)

Komang Noviantari

(1302105006)

Ni Kadek Amara Dewi

(1302105008)

Ni Luh Putu Dianthi Handayani

(1302105014)

Putu Prilly Mila Ulandari

(1302105015)

Putu Maya Prihatnawati

(1302105040)

K. Arista Kusuma Jaya

(1302105063)

Putu Ari Sintya Dewi

(1302105070)

Kadek Adriyanti Lesmana Dewi

(1302105077)

Ni Made Eny Tisna Wati

(1302105086)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
2015
Learning Task

Jelaskan mengenai sistem autoregulasi ginjal! 5. Ginjal terbagi menjadi dua bagian yaitu bagian dalam (medula) dan bagian luat (korteks). Sebutkan karakteristik urine normal! 9. Sebutkan dan jelaskan tahap pembentukan urine! 6. Ginjal terletak dalam rongga abdomen.Fisiologi Sistem Perkemihan Ns. Sebutkan dan jelaskan secara spesifik fungsi-fungsi ginjal! 3. M. Jelaskan mekanisme timbulnya respon berkemih! 8. Sebutkan dan jelaskan faktor yang mempengaruhi timbulnya filtrasi dan reabsorpsi! 7. retroperitonial primer kiri dan kanan kolumna vertebralis dimana ginjal kiri letaknya lebih tinggi dari ginjal kanan. Sebutkan cara menghitung urine output! 10. Ginjal Ginjal merupakan organ terpenting dalam mempertahankan homeostasis cairan tubuh secara baik. Sebutkan organ penyusun sistem perkemihan beserta fungsi umumnya! Jawaban : Organ penyusun sistem perkemihan di bagi menjadi 2 yaitu ginjal dan sarulan kemih: a. 2011). Sebutkan organ penyusun sistem perkemihan beserta fungsi umumnya! 2.Kep 1. Ginjal juga dibungkus oleh suatu massa jaringan lemak yang disebut kapsula adiposa (Syaifuddin. Jelaskan mengenai aliran darah ginjal! 4. Sebutkan dan jelaskan zat-zat metabolisme tubuh yang menjadi indikator perubahan fungsi ginjal! PEMBAHASAN 1. Meril Valentine Manangkot. Fungsi utama ginjal adalah mengatur cairan serta elektrolit .

2001). Vesika urinaria memiliki dinding otot . Ureter Ureter merupakan pipa panjang dengan dinding yang sebagian besar terdiri atas otot polos. 2. Bare. 2001). b. Saluran Kemih Saruran kemih merupakan organ yang berfungsi untuk menyalurkan urine yang telah di produksi di ginjal ke lingkungan luar tubuh manusia.basa cairan tubuh. Organ-organ yang termasuk saluran kemih antara lain : 1. Kandung kemih (vesika urinaria) Kandung kemih (vesika urinaria) berfungsi sebagai wadah sementara untuk menampung urin sebelum di ekskresikan.dan komposisi asam. mengeluarkan produk akhir metabolik dari dalam darah (dalam bentuk urine). Organ ini menghubungkan setiap ginjal dengan kandung kemih (vesika urinaria). dan mengatur tekanan darah (Smeltzer. Ureter berfungsi sebagai pipa untuk menyalurkan urin dari gijal ke vesika urinaria (Smeltzer. Bare.

dan asam urat. Uretra merupakan alur sempit yang berpangkal pada kandung kemih (vesika urinaria) dan fungsinya menyalurkan urin keluar (Syaifuddin. keratinin.kuat. Pada laki-laki uretra berjalan lewat penis dan pada wanita bermuara tepat di sebelah anterior vagina. 2. Pembuangan sampah-sampah ini disertai dengan kehilangan air yang tidak dapat dihindarkan. 2011). Sebutkan dan jelaskan secara spesifik fungsi-fungsi ginjal! Jawaban: Pembentukan urine adalah untuk mempertahankan homeostasis dengan mengatur volume dan komposisi darah. Produk sampah ini larut dalam darah dan hanya dapat di buang dengan di larutkannya urine. bentuknya bervariasi sesuai dengan jumlah urin yang dikandung (Syaifuddin. Produk sampah yang perlu mendapat perhatian adalah urea. Proses ini meliputi pengeluaran larutan sampah organic produk metabolism. Ginjal dapat menjamin bahwa cairan yang hilang tidak . Uretra Uretra muncul dari kandung kemih (vesika urinaria). 3. 2011).

Apabila banyak makan sayur-sayuran . Ekskresi sisa hasil metabolisme (ureum. hasil metabolisme hemoglobin dan bahan kimia asing yang dapat merusak sel tubuh. b. Bila terjadi pemasukan/pengeluaran yang abnormal ion-ion akibat pemasukan garam yang berlebihan/ penyakit perdarahan (diare. obatobatan. e.dan fosfat).seperti gula dan asam amino. Jelaskan mengenai aliran darah ginjal! Jawaban : . urine akan bersifat basa.calcium. pH urine bervariasi antara 4.8.2. keratinin) zat-zat toksik. Mengatur volume air (cairan) dalam tubuh. Ginjal berperan mempertahankan pH yang sesuai dengan mengeliminasi kelebihan H + (asam) atau HCO3 (basa) dalam urine. membentuk eritropoietin mempunyai peranan penting untuk memproses pembentukan sel darah merah (eritropoiesis).mengandung substrat organik yang sangat bermanfaat yang terdapat dalam plasma darah. d. sehingga susunan dan volume cairan tubuh dapat di pertahankan relatif normal. Ginjal mengekskresi produk-produk akhir metabolisme serta bahan kimia asing yang bersifat toksin ke dalam urine. Bahan bernilai ini harus diserap kembali untuk di gunakan oleh jaringan lainTerdapat beberapa fungsi ginjal diantaranya (Syaifuddin.dan muntah) ginjal akan meningkatkan eksresi ion-ion yang penting misal nyanatrium. ini disebabkan hasil akhir metabolism protein. 3.kalium. c. asam urat. 2011): a. pH kurang dari 6. Fungsi hormonal dan metabolism Ginjal menyekresi hormone rennin yang mempunyai peranan penting mengatur tekanan darah (system rennin angiotensin aldosteron). Mengatur keseimbangan osmotic dan mempertahankan keseimbangan ion yang optimal dalam plasma (keseimbangan elektrolit). Kekurangan air (kelebihan keringat) menyebabkan urine yang dieksresi berkurang dan konsentrasinya lebih pekat. Di samping itu ginjal juga membentuk hormone dihidroksikolekalsiferol (vitamin D aktif) yang di perlukan untuk absorpsi ion kalsium di usus. Kelebihan air dalam tubuh akan di eksresikan oleh ginjal sebagai urine (kemih) yang encer dalam jumlah besar. Mengatur keseimbangan asam basa cairan tubuh bergantung pada apa yang di makan Campuran makanan menghasilkan menghasilkan urine yang bersifat agak asam.8 . Sehingga ginjal menyekresi urine sesuai dengan perubahan pH darah.

Ginjal mendapatkan suplai darah dari arteri renalis yang merupakan percabangan dari aorta abdominalis. Cabang anterior memberikan darah untuk ginjal anterior dan ventral. Arteri renalis memasuki ginjal melalui hilum dan kemudian bercabang –cabang secara progresif membentuk arteri interlobaris. Pembuluh ini akan bercabang menjadi arteri interlobularis yang berjalan tegak ke dalam korteks dan kemudian akan membentuk cabang yang disebut arteriola aferen. Arteri renalis memiliki cabang yang besar yaitu arteri renalis anterior dan yang kecil areteri renalis posterior. Cabang posterior memberikan darah untuk ginjal posterior dan bagian dorsal (Syaifuddin. Dari arteriola aferen. 2011). Hal ini bertujuan untuk menyuplai cukup plasma untuk laju filtrasi glomerulus yang tinggi yang penting untuk pengaturan volume cairan tubuh dan konsentrasi zat terlarut secara tepat Aliran darah ginjal ditentukan oleh gradien tekanan pada pembuluh renal (perbedaan antara tekanan hidrostatik di arteri renalis dan vena renalis). kemudian darah menuju ke kapiler glomerulus tempat sejumlah besar cairan dan zat terlarut (kecuali protein plasma) difiltrasi untuk memulai pembentukan urine.Darah yang mengalir ke kedua ginjal normalnya sekitar 22% dari curah jantung atau 1100 ml/menit. Ujung distal pada setiap kapiler glomerulus bergabung untuk membentuk arteriola eferen yang menuju jaringan kapiler kedua yaitu kapiler peritubular yang mengelilingi tubulus ginjal. 2007). Setelah sampai di daerah medula kemudian membelok 90° melalui basis piramid dan disebut arteri arkuata. Ginjal menerima aliran darah yang sangat tinggi dibandingkan dengan organ lain. Aliran Darah dalam Vasa Rekta Medula Ginjal Jauh Lebih Rendah Dibandingkan dengan Aliran dalam Korteks Ginjal . dibagi dengan tahanan pembuluh renal total (Guyton & Hall.

Pembuluh ini turun ke dalam medula berjalan paralel dengan ansa Henle dan kemudian melengkung kembali dengan ansa Henle serta kembali ke korteks sebelum mengalir ke sistem vena (Guyton & Hall. vena interlobaris. 2007). dan bebas dari pengaruh sistemik. Fungsi utama autoregulasi ginjal yaitu mempertahankan GFR agar relatif konstan dan memungkinkan kontrol yang tepat terhadap eskresi air dan zat terlarut oleh ginjal. Pada ginjal aliran darahnya jauh lebih tinggidaripada yang dibutuhkan. vena arkuata. Mekanisme ini tetap berfungsi pada ginjal yang telah diangkat dari tubuh tetapi masih mendapat suplai darah. Aliran ke medula ginjal di suplai oleh bagian khusus ari sistem kapiler peritubulus yang disebut vasa rekta. kontriksi arteriol eferen meningkatkan tahanan terhadap aliran keluar dari glomerulus dan ini akan meningkatkan laju glomerulus dan . Efek Kontriksi Arteriol Aferen. Efek Kontriksi Arteriol Eferen. sehingga laju glomerulus meningkat.Bagian luar ginjal yaitu korteks renal menerima sebagian besar aliran darah ginjal. tetapi peningkatan filtrasi - masih diatur oeh autoregulasi untuk menjaga tekanan glomerulus. ini jelas meningkatkan tekanan di dalam glomerulus. tetapi dalam berbagai keadaan dapat berubah sampai 200 ml/menit. GFR biasanya tetap diautoregulasi (agar tetap relatif konstan). GFR dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: . walaupun terjadi perubahan tekanan darah arteri yang nyata. pada orang normal sekitar 125ml/menit. 2007). GFR dan aliran darah ginjal yang relatif konstan ini disebut sebagai autoregulasi (Guyton & Hall. 2007). Jelaskan mengenai sistem autoregulasi ginjal! Jawaban : Mekanisme umpan balik intrinsik terhadap gijal dapat mempertahankan aliran darah ginjal dan GFR agar relatif konstan. Dengan perkataan lain dalam sehari sekitar 180 liter. 4. pada laju filtrasi glomerulus kontriksi arteriol aferen menurunkan kecepatan aliran darah ke dalam glomerulus dan juga menurunkan - tekanan glomerulus. akibatnya terjadi penurunan filtrasi glomerulus. dan vena renalis yang maninggalkan ginjal di samping arteri renalis dan ureter (Guyton & Hall.Tekanan Arteri. Aliran darah pada medula ginjal hanya mencakup 1-2% dari aliran darah ginjal total. Kapiler peritubulus mengosongkan isinya ke dalam sistem pembuluh vena yang berjalan secara paralel dengan pembuluh arteriola dan secara progresif membentuk vena interlobularis. walaupun terjadi fluktuasi tekanan arteri selama aktivitas yang biasa dilakukan oleh seseorang (Guyton & Hall. bila tekanan arteri meningkat. GFR atau laju filtrasi glomerulus dibentuk setiap menit dalam semua nefron kedua ginjal. 2007).

fenomena ini disebut mekanisme miogenik. Autoregulasi Miogenik Terhadap Aliran Darah Ginjal dan GFR Mekanisme lain yang membantu mempertahankan aliran darah ginjal dan GFR agar relatif konsan adalah kemampuan setiap pembuluh darah untuk menahan regangan yang terjadi selama kenaikan tekanan arteri. maka laju filtrasi mungkin menjadi tertekan secara serius walaupun tekanan glomerulus tinggi. Kemudian karena cairan filtrasi dari glomerulus maka konsentrasi protein plasma dan tekanan osmotik koloid plasma di dalam glomerulus meningkat. rangsangan simpatis ringan dan sedang akan menyebabkan vasokontriksi arteriol aferen sehingga menyebabkan penurunan laju - filtrasi glomerulus. maka jumlah darah yang mengalir ke glomerulus tiap menitnya akan menurun. Regangan dinding vascular memudahkan peningkatan pergerakan ion kalsium dari cairan ekstrasel ke dalam sel. Peran Umpan Balik Tubuloglomerulus dalam Auotoregulasi GFR Untuk melakukan fungsi autoregulasi. karena mekanisme ini secara spesifik langsung . ginjal mempunyai mekanisme umpan balik yang menghubungkan perubahan konsentrasi natrium klorida di macula densa dengan pengaturan tahanan arteriol ginjal. Penelitian pada pembuluh darah (terutama arteriol kecil) diseluruh tubuh telah menunjukkan bahwa pembuluh tersebut berspon terhadap peningkatan tegangan dinding atau tegangan dinding dengan cara mengkontraksikan otot polos vaskular. Sebaliknya ini akan melawan filtrasi. sehingga bila aliran darah glomerulus turun secara bermakna di bawah normal. Pengaruh perangsangan simpatis. membantu mencegah kenaikan aliran darah ginjal dan GFR yang berlebihan ketika tekanan arteri meningkat (Guyton & Hall. dan pada waktu yang bersamaan. bila arteriol aferen dan eferen berkontraksi.filtrasinya. Mekanisme umpan balik ini membantu menjamin pengiriman natrium klorida yang relatif konstan ke tubulus distal dan membantu mencegah fluktuasi ekskresi ginjal yang palsu yang akan terjadi bila tidak ada mekanisme umpan balik ini. melalui kenaikan tahanan vascular. Namun. Efek aliran darah glomerulus atas laju filtrasi glomerulus. mekanisme ini mengautoregulasi aliran darah ginjal dan GFR secara paralel. Kontraksi ini mencegah distensi pembuluh yang berlebihan. 2007). Pada banyak keadaan. tetapi bila penyempitan arteri terlalu besar dan aliran darah sangat - terhalang maka laju filtrasinya juga akan menurun. menyebabkan pembuluh berkontraksi melalui mekanisme kontraksi otot polos.

2007). menyebabkan kenaikan reabsorpsi ion natrium dan klorida pada lengkung henle asenden dan karena itu menurunkan konsentrasi natrium klorida pada sel-sel macula densa. Penurunan GFR akan memperlambat laju aliran darah di lengkung Henle.ditujukan menstabilkan natrium klorida ke tubulus distal. Mekanisme umpan balik tubuloglomerulus dapat dijelaskan pada penurunan natrium klorida di macula densa menyebabkan dilatasi arteriol aferen dan meningkatkan pelepasan rennin. maka terdapat beberapa keadaan yang menggambarkan bahwa GFR diautoregulasi dengan mengorbankan perubahan aliran darah ginjal. Mekanisme umpan balik ini bergantung pada susunan anatomi khusus pada kompleks jukstaglomerulus. Kompleks jukstaglomerulus terdiri dari sel-sel macula densa pada bagian awal tubulus distal dan selsel jukstaglomerulus pada dinding arteriol aferen dan eferen. Mekanisme umpan balik tubuloglomerulus mempunyai dua komponen yang bekerja bersama-sama untuk mengontrol GFR yaitu mekanisme umpan balik arteriol aferen dan mekanisme umpan balik arteriol eferen. Sel macula densa mengandung apparatus golgi yang merupakan organel sekretori intrasel yang mengarah ke arteriol menunjukkan bahwa sel-sel tersebut mungkin menyekresikan zat ke arah arteriol Guyton & Hall. Penurunan konsentrasi natrium klorida ini kemudian memicu sinyal yang berasal . Makula densa merupakan kelmpok sel epitel khusus pada tubulus distal yang berhubungan erat dengan arteriol aferen dan eferen. Sel-sel macula densa mengetahui adanya perubahan pengiriman volume kearah tubulus distal melalui sinyal.

Jika kedua mekanisme ini berfungsi bersama-sama. yaitu antara 75 dan 160 mmHg (Guyton & Hall. yang meningkatkan tekanan hidrostatik glomerulus dan membantu mengembalikan GFR menjadi normal. memberikan sinyal umpan balik ke kedua arteriol aferen dan eferen untuk autoregulasi GFR yang efisien selama perubahan tekanan arteri. Akhirnya angiotensin II mengakibatkan konstriksi arteriol eferen. bekerja sama melalui struktur anatomi khusus pada jukstaglomerulus.dari macula densa. dan meningkatkan pelepasan renin dari sel-sel jukstaglomerulus pada arteriol aferen dan eferen. dengan demikian meningkatkan tekanan hidrostatik glomerulus dan mengembalikan GFR menjadi normal. 2007). dan memberikan dua efek menurunkan tekanan terhadap aliran darah di arteriol aferen. 5. Sebutkan dan jelaskan tahap pembentukan urine! . GFR hanya berubah beberapa persen. Dua komponen pada mekanisme umpan balik tubuloglomerulus ini. yang akan diubah menjadi angiotensin II. yang merupakan tempat penyimpanan utama untuk renin. bahkan pada keadaan fluktuasi tekanan arteri yang besar. Renin yang dilepaskan dari sel-sel ini kemudian berfungsi sebagai enzim untuk meningkatkan pembentukan angiotensin I.

garam. c. urea dan zat bermolekul besar (protein dan sel darah) sehingga dihasilkan filtrat glomerulus (urin primer). gula. Selanjutnya akan disalurkan ke tubulus kolektifus ke pelvis renalis (Roger Watson. Filtrasi (penyaringan): capsula bowman dari badan malpighi menyaring darah dalam glomerulus yang mengandung air. ( Pearce. Sebutkan dan jelaskan faktor yang mempengaruhi timbulnya filtrasi dan reabsorpsi! Jawaban : A. Proses pembentukan urin.dan sekresi H+ dan K+. Faktor yang mempengaruhi timbulnya filtrasi (Syaifuddin. pembuluh darah menambahkan zat lain yang tidak digunakan dan terjadi reabsorpsi aktif ion Na+ dan Cl. Reabsorpsi (penyerapan kembali): dalam tubulus kontortus proksimal zat dalam urin primer yang masih berguna akan direabsorpsi yang dihasilkan filtrate tubulus (urin sekunder) dengan kadar urea yang tinggi. disimpan sementara dalam kandung kemih dan dibuang melalui proses mikturisi. 2002). 2002). Sekresi (pengeluaran): dalam tubulus kontortus distal. b. 2011) . 6.Jawaban : Urine merupakan larutan kompleks yang terdiri dari sebagian besar air kurang lebih 96% air dan sebagian kecil zat terlarut kurang lebih 4% yang dihasilkan oleh ginjal. yaitu: a. DI dalam filtrate ini terlarut zat seperti glukosa. asam amino dan garam-garam.

Pengeluran hormon ini ditentukan oleh reseptor khusus didalam otak yang secara terus-menerus mengendalikan tekanan osmotik darah (keseimbangan kosentrasi air dalam darah). Filtrasi juga mengeluarkan tekanan osmotik 1-3 mmHg yang berlawanan dengan osmotik darah 3. Dengan demikian air akan berdifusi ke luar dari pipa pengumpul. Jika tekanan osmotik darah naik. sekresi ADH meningkat dan dialirkan oleh darah menuju ke ginjal. 2011). hormon ini akan mempengaruhi proses reabsorpsi air pada tubulus kontortus distal. Perbedaan ini menimbulkan poripori kapiler mencegah protein plasma untuk difiltrasi B. Faktor yang mempengaruhi timbulnya reabsorpsi 1. kosentrasi air dalam darah akan turun. Tekanan osmotic Tekanan yang dikeluarkan oleh air (sebagai pelarut) pada membran semipermeabel sebagai usaha untuk menembus membrane semipermeabel ke dalam area yang mengandung lebih banyak molekul yang dapat melewati membrane semipermeabel. sehingga memperbesar membrane sel saluran pengumpul. . Perbedaan tekanan osmotik plasma dengan cairan dalam kapsula bowman mencerminkan perbedaan konsentrasi protein. Pori-pori dalam kapiler glomerulus membuat membrane semipermeabel mungkin untuk melewati yang lebih kecil dan air tetapi mencegah molekul yang lebih besar misalnya protein dan plasma 2. lalu masuk ke dalam darah. Akibat dari kondisi tersebut. Keadan tersebut akan berusaha memulihkan kosentrasi air dalam darah. ADH selain meningkatkan permeabilitas sel terhadap air. yaitu pada saat dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh (saat kehausan atau banyak mengeluarkan keringat). Namun akibatanya urin yang dihasilkan menjadi sedikit dan lebih pekat (Syaifuddin.1. Oleh karena cara kerja dan pengaruhnya inilah hormon tersebut sebagai hormon diuretik. juga meningkatkan permeabilitas saluran pengumpul. Oleh karena itu. Hormon antidiuretik (ADH) Hormon antideuritik dikeluarkan oleh kelenjar saraf hiposis. sehingga permeabilitas sel terhadap air akan meningkat. Tekanan hidrostatik Sekitar 15 mmHg dihasilkan oleh adanya filtrasi dalam kapsula dan berlawanan dengan tekanan hidrostatik darah.

kemudian secara refleks kembali lagi ke kandung kemih melalui nervus parasimpatis.2. aliran darah ke ginjal akan berkurang sehingga ginjal akan memberikan mekanisme umpan balik untuk menyeimbangkan kondisi tubuh dengan meningkatkan proses reabsorpsi sehingga zat yang masih diperlukan tubuh tidak terbuang dan akan kembali ke dalam sistem aliran darah serta produksi urine menjadi sedikit (Syaifuddin. Sinyal sensorik dari reseptor kandung kemih dihantarkan ke segmen sakral medula spinalis melalui nervus pelvikus. Oleh karena kandung kemih terus terisi. 7. 2011). Setelah beberapa detik otot detrusor berhenti berkontraksi dan tekanan turun kembali ke garis basal (Syaifuddin. Ketika kandung kemih terisi sebagian. Seluruhnya bersifat automatic. Jika inhibisi ini lebih kuat dalam otak daripada sinyal konstriktor volunter ke sfingter eksterna. Jika berkemih tidak terjadi kandung kemih terisi lagi dan refleks berkemih menjadi semakin kuat. sehingga proses reabsorpsi bekerja dengan sedikit. kontraksi berkemih biasanya secara spontan berelaksasi. Pusat perangsang dan penghambat kuat dalam batang otak. Homeotasis tubuh Keadaan homeostasis tubuh dapat mempengaruhi proses reabsorpsi tubuh karena jika tubuh dalam keadaan homeostasis yang baik maka aliran darah ke ginjal dalam keadaan normal. Pada saat berkemih menjadi cukup kuat menimbulkan refleks laiin yang berjalan melalui nervus pudendal ke sfingter eksternus untuk menghambatnya. Pusat ini antara lain: 1. Jelaskan mekanisme timbulnya respon berkemih! Jawaban : Refleks berkemih Ketika kandung kemih terisi banyak urine. 2011). Namun jika tubuh dalam keadaan tidak homeostasis. tekanan kandung kemih menjadi lebih tinggi. (Syaifuddin. tetapi dapat dihambat atau dirangsang oleh pusat dalam otak. refleks berkemih menjadi bertambah sehingga sering dan menyebabkan kontraksi otot detrusor lebih kuat. . 2011) Perasangan berkemih Reflex berkemih adalah reflex medulla spinalis. Hal ini membuat tubuh tidak perlu menyerap zat dalam urin terlalu banyak. berkemih pun akan terjadi. terletak di pons varoli.

8. kecuali peristiwa berkemih dikehendaki. 3. Sebutkan karakteristik urine normal! Jawaban :  Kejernihan Urine normal jernih/bening dan bila lama dibiarkan akan menjadi keruh. pH urine normal yaitu  rata-rata 6 (Pearce. 2. bahkan jika reflex berkemih timbul dengan membuat kontraksi tonik terus menerus. 2011). Jika tiba waktu untuk berkemih.  Warna Warna urine dipengaruhi oleh diet. pusat kortikal dapat merangsang pusat berkemih sacral untuk membantu mencetuskan reflex berkemih. Hal ini menstimulasi reseptor reggang dan merangsang reflex berkemih serta menghambat spingter eksternus uretra secara simultan. Berkemih dibawah keinginan tercetus dengan cara seseorang secara sadar mengkonsentrasikan otot-otot abdomen yang meningkatkan tekanan dalam kandung kemih. pH urine pH urine menunjukan tingkat keasaman urine. Pada spingter eksternus kandung kemih sampai mendapat waktu yang baik untuk berkemih. Secara normal. obat-obatan. terutama bekerja sebagai penghambat tetapi dapat menjadi perangsang. Reflex berkemih merupakan dasar penyebab terjadinya berkemih. dan lain-lain. Biasanya seluruh urine akan keluar dalam keadaan normal (Syaifuddin. mengakibatkan urin ekstra memasuki kandung kemih sehingga merengangkan dinding kandung kemih. 2000) Berat jenis .   urine berwarna kuning. Dalam waktu bersamaan menghambat spingter eksternus kandung kemih sehingga peristiwa berkemih dapat terjadi.2. Bau Bau khas urine bila dibiarkan terlalu lama akan berbau seperti ammonia. tetapi pusat yang lebih tinggi normalnya memegang peranan sebagai pengendali akhir dariberkemih sebagai berikut: 1. pekatan. Pusat yang lebih tinggi dapat mencegah berkemih. Pusat yang lebih tinggi menjaga secara parsial penghambatan reflex berkemih. yang dapat digunakan untuk menggambarkan ketidakseimbangan asam basa dalam tubuh. Beberapa pusat yang terletak di korteks selebral.

Kadar ureum dalam serum mencerminkan keseimbangan antara produksi dan ekskresi. Normalnya. Kehilangan cairan yang paling banyak berasal dari ekskresi ginjal berupa urine. Amino transferase (transaminase) yang ada diberbagai jaringan mengkatalis pertukaran gugusan amino antara senyawa-senyawa yang ikut serta dalam reaksireaksi sintesis. BUN). Sebutkan dan jelaskan zat-zat metabolisme tubuh yang menjadi indikator perubahan fungsi ginjal! Jawaban : a. Untuk menghitung urine output pada semua kelompok usia dapat dihitung dengan rumus : Urine Output = 1 ml/kgBB/jam 10. Nitrogen menyusun 28/60 bagian dari berat . di Amerika Serikat hasil penetapan disebut sebagai nitrogen ureum dalam darah (Blood Urea Nitrogen. 2007). 9. Dalam serum normal konsentrasi BUN adalah 8-25 mg/dl.005. Sebutkan cara menghitung urine output! Jawaban : Output cairan adalah jumlah atau volume kehilangan cairan sebagai upaya menyeimbangkan cairan tubuh.010-1.030 (biasamya 1. deaminasi oksidatif memisahkan gugusan amino dari molekul aslinya dan gugusan yang dilepaskan itu diubah menjadi amoniak. Ureum adalah satu molekul kecil yang mudah mendifusi ke dalam cairan ekstrasel. kehilangan cairan melalui ginjal (urine) adalah sebanyak 1400 mL.1.025) (Tamsuri. ekskresi ureum kira-kira 25 gr setiap hari. Bila ginjal mengencerkan urine. Amoniak dihantar ke hati dan disana ia berubah menjadi ureum melalui reaksi-reaksi bersambung. tetapi pada akhirnya ia dipekatkan dalam urin dan diekskresi. misalnya sesudah minum air.010. Dalam kondisi normal jumlah output cairan per harinya adalah sekitar 2300cc. maka berat jenisnya meningkat. Selain itu. Volume urine dapat berkurang sampai 500mL per hari pada orang yang mengalami dehidrasi atau bisa sebanyak 20 L per hari pada orang yang meminum sejumlah besar cairan (Guyton & Hall. Ureum Gugusan amino dicopot dari asam amino bila asam itu didaur ulang menjadi sebagian dari protein lain atau dirombak dan akhirnya dikeluarkan dari tubuh. Metode penetapan adalah dengan mengukur nitrogen. Berat jenis plasma (tanpa protein) adalah 1. Nilai berat jenis urine normal berkisar antara 1. Jika keseimbangan nitrogen dalam keadaan mantap.Berat jenis urine bergantung dari jumlah zat yang terlarut dalam urine. 2008).

b. Reaksi kreatin + fosfat ↔ fosfokreatin bersifat reversibel pada waktu energi dilepas atau diikat. Banyaknya kreatinin yang disusun selama sehari hampir tidak berubah kecuali kalau banyak jaringan otot sekaligus rusak oleh trauma atau oleh suatu penyakit. karena perubahan singkat dalam pengaliran darah dan fungsi glomerulus dapat diimbangi oleh meningkatnya ekskresi kreatinin oleh tubuli. Akan tetapi sebagian kecil dari kreatin itu secara irreversibel berubah menjadi kreatin yang tidak mempunyai fungsi sebagai zat berguna dan adanya dalam darah beredar hanyalah untuk diangkut ke ginjal. karena itu konsentrasi ureum dapat dihitung dari BUN dengan menggunakan faktor perkalian 2.5 – 1. Jarang sekali ada kondisi yang menyebabkan kadar BUN dibawah normal. Kadar kreatinin merupakan indeks LFG yang lebih cermat dibandingkan BUN. Nilai BUN mungkin agak meningkat kalau seseorang secara berkepanjangan makan pangan yang mengandung banyak protein. tetapi pangan yang baru saja disantap tidak berpengaruh kepada nilai ureum pada saat manapun. Bila seseorang menderita penyakit ginjal kronik maka LFG menurun. Hal ini terutama karena BUN dipengaruhi oleh jumlah protein dalam diet dan katabolisme protein tubuh (CIHI. Kreatinin Kreatinin adalah produk akhir dari metabolisme kreatin.5 – 1 mg/dl serum. Kerusakan hati harus berat sekali sebelum terjadi BUN karena sintesis melemah. kadar BUN dan kreatinin meningkat. Keadaan ini dikenal sebagai azotemia (zat nitrogen dalam darah).ureum. Kadar kreatinin dalam darah dan ekskresi kreatinin melalui urin per 24 jam menunjukkan variasi . yakni senyawa penyimpan energi. Berkurang aliran darah dan urin tidak banyak mengubah ekskresi kreatinin. 2010). Nilai kreatinin pada pria lebih tinggi karena jumlah massa otot pria lebih besar dibandingkan jumlah massa otot wanita. Pada pria mempunyai kadar rata-rata ureum yang sedikit lebih tinggi dari wanita karena tubuh pria memiliki lean body mass yang lebih besar. Kreatinin disintesis oleh hati. Ginjal dapat mengekskresi kreatinin tanpa kesulitan. terdapat hampir semuanya dalam otot rangka. disana ia terikat secara reversibel kepada fosfat dalam bentuk fosfokreatin. Nilai normal untuk pria adalah 0. Konsentrasi BUN juga dapat digunakan sebagai petunjuk LFG.14. Penetapan ureum tidak banyak diganggu oleh artefak.2 mg/dl dan untuk wanita 0. Membesarnya volume plasma yang paling sering menjadi sebab.

sedangkan kadar kreatinin cenderung mendatar. Jakarta : Selemba Medika Guyton. John E. & Bare. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. 2007. terjadi ekskresi melalui saluran cerna (CIHI. maka ada kemungkinan kadar kreatinin dalam serum tetap sama. Arthur C. DAFTAR PUSTAKA Asmadi. 3 Edisi 8. Jakarta : EGC . Ureum dalam darah cepat meninggi daripada kreatinin bila fungsi ginjal menurun. Jakarta: EGC Laboratory Technologists. Edisi 1. 2010). kadar ureum terusmenerus meningkat. Suzanne C. Ini bisa didapat pada pasien berusia lanjut kadar BUN yang meningkat berdampingan dengan kadar kreatinin yang normal biasanya menjadi petunjuk ke arah sebab ureumnya tidak normal. Teknik Prosedural Konsep & Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien.. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Vol.amat kecil. 2007. Jika kerusakan ginjal berat dan permanen. Brenda G. Anatomi & Fisiologi Manusia. 2008. Health Information. Canada: Canadian Institute for Health Information (CIHI) Setiadi. pengukuran ekskresi kreatinin dalam urin 24 jam tidak jarang digunakan untuk menentukan apakah pengumpulan urin 24 jam dilakukan dengan cara benar. pada dialisis kadar ureum lebih dulu turun dari kreatinin. Jika pengurangan fungsi ginjal terjadi secara lambat dan disamping itu massa otot juga menyusun secara perlahan. 2001. Hall. Kalau kreatinin dalam darah sangat meningkat. Kreatinin dalam darah meningkat apabila fungsi ginjal berkurang. 2010. Yogyakarta: Graha Ilmu Smeltzer. meskipun ekskresi per 24 jam kurang dari normal.

H. Anas. Anatomi Fisiologi untuk Keperawatan dan Kebidanan Edisi 4. Jakarta: EGC Tamsuri. Jakarta: EGC . 2008. 2011. Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit.Syaifuddin.