You are on page 1of 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian wanita berusia 40-55 tahun, serta
penyebab terbesar kedua kematian wanita setelah kanker paru berdasarkan The American Cancer
Society. Sekitar 178.000 wanita Amerika dan 2.000 pria Amerika setiap tahun akan didiagnosis
terkena kanker payudara. Tahun 2008 tingkat kematian akibat kanker payudara menurun, akibat
dikembangkan dan disosialisasikannya program deteksi awal serta semakin efektifnya
penanganan kanker payudara. Kanker payudara dapat dideteksi dini dengan metode SADARI
(Pemeriksaan Payudara Sendiri).6
Jumlah penderita kanker payudara di Indonesia menduduki peringkat kedua setelah
kanker mulut rahim. Kanker payudara merupakan kanker tersering dijumpai di Rumah Sakit
kanker Dharmais, 40 persen pasien yang berobat ke RS Dharmais karena ada kekambuhan,
adapun yang terdiagnosis kasus kanker payudara baru umumnya pada stadium lanjut, hanya 13,4
persen yang terdiagnosis pada stadium I atau II. Karena angka kejadian meningkat pada usia di
atas 30 tahun, kelompok usia paling tinggi menderita kanker payudara yaitu 45 – 66 tahun (dr
Samuel Haryono SpB (K) Onk, (RSKD).7
Salah satu usaha untuk deteksi dini angka kejadian kanker payudara adalah dengan
melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri). Kanker yang ditemukan pada stadium
awal tentu memberikan harapan hidup lebih lama daripada diketemukan pada stadium lanjut.
Kesadaran wanita usia 30-49 di wilayah kerja Puskesmas Arut Selatan tahun 2014 sangat kecil.
Jumlah kelompok usia tersebut sebesar 1726 jiwa sedangkan yang memeriksaakan diri untuk
mendeteksi dini kanker payudara dengan pemeriksaan klinis (CBE) hanya sebesar 53 jiwa (3%)
Oleh karena itu, pengetahuan dan pelaksanaan tentang SADARI sangatlah penting sebagai
pendeteksi dini kanker payudara dalam upaya mencegah dan memperkecil angka kejadian
kanker payudara khususnya di wilayah kerja Puskesmas Arut Selatan.2

1.2. Masalah

Masih cukup banyak wanita yang belum mengetahui akan mudahnya mendeteksi kanker
payudara sejak dini untuk mencegah penanganan yang terlambat. Hal ini menyebabkan
banyaknya kasus kanker payudara yang baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut dengan
angka harapan hidup yang kecil. Fenomena ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan wanita
mengenai kanker payudara dan cara mendeteksinya.
1.3. Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Memberikan pengetahuan kepada pengunjung Puskesmas khususnya wanita dewasa akan
pentingnya mencegah kanker payudara dan langkah-langkah untuk mendeteksi dini kanker
payudara.
1.3.2 Tujuan Khusus
Setelah kegiatan penyuluhan, sasaran mampu:
1. Mengetahui bahayanya kanker payudara.
2. Menyebutkan faktor risiko kanker payudara.
3. Menjelaskan waktu yang tepat untuk melakukan SADARI.
4. Menjelaskan langkah-langkah SADARI.
1.4. Manfaat
1.4.1 Bagi Penyuluh
1. Berbagi pengetahuan dan informasi mengenai kanker payudara khususnya cara
mendeteksinya.
2. Menambah kepercayaan diri dalam memberikan penyuluhan kesehatan
1.4.2 Bagi Sasaran
1. Terjadinya perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku sebagaimana yang dijelaskan tentang
pemeriksaan payudara sendiri
2. Memperoleh kemudahan mendapatkan informasi tentang kanker payudara dan SADARI.

BAB II

masalah kesehatan setempat. dan perilaku masyarakat. memperjelas tanggung jawab pembangunan dalam wilayah kecamatan. meningkatkan sinergisme kegiatan dan meningkatkan kinerja. menyediakan media informasi. keadaan sumber daya. Apabila dalam satu wilayah kecamatan terdapat lebih dari satu Puskesmas maka Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat menunjuk salah satu Puskesmas sebagai koordinator pembangunan kesehatan di kecamatan. sikap.2Profil Puskesmas Arut Selatan . pemberdayaan masyarakat dan keluarga serta pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bermutu.2 Wilayah kerja adalah batasan wilayah kerja Puskesmas dalam melaksanakan tugas dan fungsi pembangunan kesehatan.TINJAUAN PUSTAKA 2. meningkatkan sinergisme pembangunan dalam wilayah kecamatan.1 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) 2. dan masyarakan guna meningkatkan pengetahuan. kelompok. Dengan berjalanannya program kesehatan yang dijalankan oleh setiap Puskesmas. demografi.1Gambaran Umum Puskesmas Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja.1.3 2. Selain itu juga harus memperhatikan upaya untuk meningkatkan koordinasi. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara prilaku sehat serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota berdasarkan keadaan geografis. beban kerja Puskesmas dan lain-lain. Pembangunan kesehatan meliputi pembangunan yang berwawasan kesehatan.1. Pembangunan kesehatan adalah penyelenggaraan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran.2 Puskesmas memiliki tanggung jawab dalam hal mempromosikan kesehatan kepada seluruh masyarakat sebagai upaya untuk memberikan pengalaman belajar. di harapkan pada akhirnya akan berpengaruh pada perubahan kepada setiap individu. dan melakukan edukasi baik untuk perorangan. sarana transportasi.

Jalur air dengan menyelusuri sungai Arut dapat dijangkau 3 desa.4 . Puskesmas Madurejo 4.Kecamatan Arut Selatan beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata 2.4 Wilayah kerja Puskesmas Arut Selatan memiliki batas-batas :4  Utara : Kec. yaitu :4 1. Penduduk terbanyak adalah Kelurahan Raja berjumlah 6. Kotawaringin Lama  Timur : Wilayah Kerja Puskesmas Natai Palingkau  Barat : Wilayah Kerja Puskesmas Mendawai  Selatan : Wilayah Kerja Puskesmas Madurejo Luas Wilayah kerja Puskesmas Arut Selatan ± 116.300 mm/thn. Puskesmas Natai palingkau 5.5 jam dengan menggunakan spead boot.5 km² yang terdiri dari 25% daratan dan 75% merupakan daratan terjal dan tanah rawa-rawa.605 jiwa dan Kelurahan Raja Sebrang 1. dengan suhu udara maksimum berkisar antara 31.50 Km² dan Kelurahan Raja Seberang 115 Km². Puskesmas Mendawai 3. Puskesmas Kumpai Batu Atas 6.4 Jalur darat berupa aspal dari gedung puskesmas Arut Selatan sampai menjangkau desa dalam wilayah terjauh ± 0.92%.5 km. Arut Utara dan Kec. tersebar dalam 2 (dua) kelurahan.781 jiwa.4 Luas wilayah Kerja Puskesmas Arut Selatan 116.9º– 33º celcius dan suhu minimum berkisar 21.4 Kecamatan Arut Selatan memiliki 6 ( enam) buah puskesmas.386 jiwa.25 jam.4 2. jarak terdekat ditempuh dengan waktu ± 0.9º Celcius dengan kelembaban udara sekitar 84.3 Penyebaran Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Arut Selatan Jumlah penduduk di wilayah Puskesmas Arut Selatan berjumlah 8.5 Km² yang terdiri dari 2 (dua) Kelurahan terdiri dari Kelurahan Raja dengan luas 1. Puskesmas Runtu 3.1. Puskesmas Arut Selatan 2. sedangkan jarak terjauh dapat ditempuh dengan waktu ± 1.

Grafik 2. Persentase Jumlah Penduduk Menurut Desa/Kelurahan Di Wilayah Puskesmas Arut Selatan Tahun 2014 Raja Seberang. .2 jiwa.Grafik 1. 6605 A. Kepadatan Penduduk per KM² Menurut Desa/Kelurahan Di Wilayah Puskesmas Arut Selatan Akhir Tahun 2014 0 0 Raja Raja Sebr. 1781 Raja. Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk Wilayah kerja Puskesmas Arut Selatan akhir tahun 2014 per km² sekitar 7.33 jiwa dan disusul berturut-turut kelurahan Raja Seberang 15.49 jiwa. Kelurahan yang terpadat penduduknya adalah kelurahan Raja sebesar 4403.

4 C. JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR DI WILAYAH PUSKESMAS ARUT SELATAN TAHUN 2014 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 KELOMPOK UMUR (TAHUN) 2 0–4 5–9 10 – 14 15 – 19 20 – 24 25 – 29 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75+ JUMLAH PENDUDUK LAKI-LAKI 3 473 273 388 369 474 451 432 426 332 184 174 167 85 81 30 28 PEREMPUAN 4 427 273 372 348 465 408 354 344 315 172 169 165 79 75 27 26 4367 4019 PUSKESMAS LAKI-LAKI+PEREMPUAN 5 D.B. Penduduk Menurut Golongan Umur4 TABEL 1. Sosial Ekonomi 2. kematian dan imigrasi. Adapun rata-rata pertumbuhan penduduk di Kecamatan Arut Selatan selama 5 (lima) tahun terakhir adalah sebesar .6 % pertahun. Pada akhir tahun 2012 penduduk di wilayah Puskesmas Arut Selatan 10. Pertumbuhan Penduduk Pertumbuhan penduduk disebabkan oleh adanya kelahiran.4 Sarana Umum di Wilayah Kerja Puskesmas Arut Selatan4  Sarana Kesehatan : 18 buah  Sarana Pendidikan : 28 buah 900 546 760 717 939 859 786 770 647 356 343 332 164 156 57 54 8386 .885 jiwa.3.1.

1. Pendidikan dapat diklasifikasikan bahwa semua penduduk di wilayah Puskesmas Arut Selatan sudah melek huruf serendah-rendahnya pernah mengenyam bangku sekolah.1.6 Sarana Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Arut Selatan4  Puskesmas Induk : 1 buah  Pustu / Poskesdes / Polindes : 1 buah  Posyandu : 10 buah  Pos Yandu Lansia : 4 buah  Poliklinik TNI-AD : 1 buah  Rumah Bersalin/Bidan : 1 buah  Dokter Praktek Swasta : 1 buah  Dokter Praktek bersama : 1 buah  Dokter Gigi Praktek swasta : 1 buah  Apotek : 4 buah  Toko Obat : 4 buah  Klinik Bedah dan Ibu&Anak : 1 buah  Optikal : 2 buah .4  TK dan PAUD :  SD/MI : 15 buah  SLTP : 4 buah  SLTA : 2 buah 8 buah 2. Sarana Ibadah : 23 buah  Perkantoran : 15 buah 2.5 Sarana Pendidikan di Wilayah Kerja Puskesmas Arut Selatan Tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan memudahkan dalam menyerap informasi termasuk informasi kesehatan dan lebih pandai dalam menyelesaikan masalah.Pada wanita diharapkan angka melek huruf mempengaruhi dalam alternatif kesehatan sehingga Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi menurun.

2.2 Pengertian Kanker Payudara Kanker payudara adalah adanya benjolan di payudara. 2009).7 Fasilitas Penunjang Puskesmas Arut Selatan4  Mobil (Pusling) : 1 buah  Sepeda Motor : 8 buah  PLN : 2400 watt  Telephon : 1 buah  PDAM : 1 buah  Komputer : 5 unit  Laptop : 2 unit ( 1 buah rusak berat )  Genset / generator : 1 buah  LCD : 1 buah (rusak berat) E. meski demikian pria pun memiliki kemungkinan mengalami penyakit ini dengan . Namun umumnya. borok. kanker payudara ini pada mulanya tidak menimbulkan nyeri sehingga penderita datang dalam keadaan terlambat. Kelompok wanita usia tersebut yang memeriksakan diri untuk deteksi dini kanker payudara dengan pemeriksaan klinis (CBE) sebesar 53 jiwa (3%) dengan perincian di kelurahan Raja orang 49 jiwa (3. 2.8 Cakupan Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Pemeriksaan Klinis (CBE) Wanita usia 30-49 di wilayah kerja Puskesmas Arut Selatan tahun 2014 sebesar 1726 jiwa dengan perincian di kelurahan Raja sebesar 1359 jiwa dan kelurahan Raja Seberang 367 jiwa. apalagi bila umurnya sudah tua (Abdurahman. 2. cairan yang keluar dari puting.1.dkk. Faktor Risiko Kanker Payudara Penyakit kanker payudara terbilang penyakit yang paling umum menyerang kaum wanita.61%) dan kelurahan Raja Seberang 4 jiwa (1%). Cakupan Deteksi Dini Kanker Payudara 2. atau luka yang tidak sembuh.2. dan adanya nyeri di payudara.1.

para perempuan ini umumnya datang . Perbedaan ini tampaknya disebabkan oleh faktor lingkungan daripada faktor geografik karena kelompok imigran dari daerah dengan insiden rendah ke dareah dengan insiden tinggi. Sekitar separuh perempuan dengan kanker payudara herediter memperlihatkan mutasi di gen BRCA1 dan sepertiga lainnya mengalami mutasi di gen BRCA2. 4. Insiden sedikit lebih tinggi pada perempuan yang menggunakan kombinasi estrogen dan progestagen. diakui dapat mencegah atau paling tidak menunda onset osteoporosis dan melindungi pemakai dari penyakit jantung dan stroke. Keduanya bekerja sebagai gen penekan tumor. 3.perbandingan 1:100. karena kanker muncul jika kedua sel inaktif atau cacat pertama disebabkan oleh mutasi sel germinativum dan kedua oleh mutasi somatik beikutnya. Faktor Risiko Lain  Pajanan lama ke estrogen eksogen pascamenopause. Sebagian besar pembawa sifat akan terjangkit kanker payudara pada usia 70 tahun. estrogen replacement therapy). dibandingkan hanya 7% dari perempuan yang tidak memiliki mutasi. Namun. memiliki riwayat keluarga yang signifikan (yaitu banyak anggota keluarga terjangkit sebelum menopause). mengidap kanker terkait lain (misal. Perempuan lebih besar kemungkinannya membawa gen kerentanan kanker payudara jika mereka mengidap kanker payudara sebelum menopause. Setelah itu. Usia Kanker payudara jarang terjadi pada perempuan berusia kurang dari 30 tahun. Variasi geografik Risiko untuk neoplasia ini secara bermakna lebih tinggi di Amerika Utara dan Eropa Barat dibandingkan di Asia dan Afrika.6 Berikut ini disajikan komentar mengenai sebagian dari faktor risiko yang penting. kedua gen ini diperkirakan berperan penting dalam perbaikan DNA. pola reproduksi. Genetik dan Riwayat Keluarga Sekitar 5 hingga 10% kanker payudara berkaitan dengan mutasi herediter spesifik. risiko meningkatkan secara tetap sepanjang usia. 2. mengidap kanker payudara bilateral. atau berasal dari kelompok etnik tertentu. kanker ovarium). Makanan.4 1. tetapi setelah menopause bagian menanjak dari kurva hampir mendatar. yang dikenal sebagai terapi sulih estrogen (ERT. dan kebiasaan menyusui diperkirakan berperan.

Dihipotesikan bahwa reseptor dan progesteron yang secara normal terdapat di epitel . Secara analog. amplifikasi gen RAS dan MYC juga dilaporkan terjadi pada sebagian kanker payudara manusia. Seperti kanker lainnya. Besar risiko bergantung pada dosis radiasi. saat perkembangan payudara. perubahan genetik. yang tampaknya terkena. pengaruh hormon. Di antara berbagai mutasi tersebut. Namun. misalnya kegemukan. atau yang lebih tepat ketidakseimbangan hormon. Dosis radiasi yang rendah pada penapisan mamografi hampir  tidak berefek pada insidensi kanker payudara. Kontrasepsi oral juga dicurigai meningkatkan risiko kanker payudara.  Pengaruh Hormon Kelebihan estrogen dan endogen. konsumsi alkohol. mutasi yang memengaruhi protoonkogen dan gen penekan tumor di epitel payudara ikut serta dalam proses transformasi onkogenik. penyebab kanker payudara masih belum diketahui. Berdasarkan penelitian epidemiologi. tiga faktor tampaknya penting. Mutasi gen penekan tumor RB1 dan TP53 juga ditemukan. Radiasi pengion ke dada meningkatkan risiko kanker payudara. dan diet tinggi lemak. dan faktor lingkungan. jelas berperan penting. yang diketahui mengalami amplifikasi pada hampir 30% kanker payudara. formulasi yang baru berupa dosis rendah seimbang estrogen dan progestin hanya sedikit meningkatkan risiko. yang lenyap 10  tahun setelah penghentian pemakaiannya. Hanya perempuan yang diiradiasi sebelum usia 30 tahun.  Perubahan Genetik Seperti pada sebagian kanker lainnya. diperkirakan berperan dalam terbentuknya kanker payudara walaupun bukti umumnya bersifat kesimpulan. Tumor ovarium fungsional yang mengeluarkan estrogen dilaporkan berkaitan dengan kanker payudara pada perempuan pasca menopause.dengan kanker yang stadium klinisnya belum terlalu lanjut dan memperlihatkan angka mortalitas lebih rendah dibandingkan dengan kanker yang timbul pada  perempuan yang belum pernah mendapat terapi sulih hormon. waktu sejak pajanan. banyak faktor risiko lain yang belum dipastikan. dan usia. Walaupun buktinya juga saling bertentangan. yang paling banyak dipelajari adalah ekspresi berlebihan protoonkogen ERBR2 (HER2/NEU).

platelet-derived growth factor. Gejala Kanker Payudara Gejala dan pertumbuhan kanker payudara ini tidak mudah dideteksi karena awal pertumbuhan sel kanker payudara juga tidak dapat diketahui dengan mudah. Benjolan kecil pada payudara. warna merah muda atau kecoklatan sampai menjadi oedema yang menyebabkan menjadi seperti kulit jeruk. untuk menciptakan suatu mekanisme autokrin perkembangan tumor. Eksema atau erosi pada puting. 2. Pendarahan pada puting. Benjolan ini biasanya tidak nyeri dan ukuranya keci. semakin besar kesembuhan yang didapat. Kulit atau puting tertarik kedalam (retraksi). 4.payudara. Nyeri bila tumor sudah besar dan timbul borok. . Semakin dini terapi dilakukan. tetapi kemudian membesar dan menempel pada kulit serta menimbulkan perubahan warna pada puting dan atau payudara. Sering kali gejalanya baru diketahui setelah stadium kanker berkembang agak lanjut. Borok membesar dan mendalam hingga bisa merusak payudara sehingga payudara menjadi busuk dan berdarah. seperti transforming growth factor α. Faktor lingkungan lain yang penting adalah iradiasi dan estrogen eksogen 2. 3. mungkin beriteraksi dengan promotor pertumbuhan. semakin sukar dan kecil peluang untuk disembuhkan. Berikut gejala dan tanda kanker payudara:16 1. Semakin lanjut stadium kanker.  Faktor Lingkungan Pengaruh lingkungan diisyaratkan oleh insidensi kanker payudara yang berbedabeda dalam kelompok yang secara genetis homogen dan perbedaan geografik dalam prevalensi. dan faktor pertumbuhan fibroblas yang dikeluarkan oleh sel kanker payudara.3. mengkerut dan menjadi borok.

terjadi ulserasi kulit. 2. Tujuan SADARI Mendeteksi kanker payudara sedini mungkin dengan SADARI sangat penting karena cara ini adalah cara termudah dan termurah mengetahui adanya benjolan yang kemungkinan besar berkembang menjadi kanker ganas. edema kulit. Pengertian Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Teknik SADARI (Periksa Payudara Sendiri) atau BSE (Breast Self Examination) adalah cara mendeteksi dini kanker payudara. Pemeriksaan payudara sendiri dilakukan setiap 1 bulan sekali dan dapat menjadi instrumen penapisan yang efektif untuk mengetahui lesi payudara. serta ada nodul satelit. 7.18 2.5. Nipple discharge Keluarnya cairan yang tidak wajar dan spontan dari puting atau yang disebut dengan nipple discharge. 6.5. Pembesaran pada kelenjar getah bening di ketiak Terjadi pembengkakan pada lengan.5. keluar sendiri tanpa dipijit. dengan menghitung hari pertama haid sebagai hari pertama. kemudian terjadi penyebaran kanker ke seluruh tubuh. Adanya edema pada lengan.4. . Waktu SADARI Pilihan waktu yang tepat untuk melakukan SADARI yaitu antara hari ke-5 sampai hari ke-10 dari siklus menstruasi. warna merah atau coklat. kulit terfiksasi. Metode ini sangat sederhana. Ciri cairan ini adalah cairan berdarah encer. namun diharapkan dapat menekan tingginya angka penderita kanker payudara. Kanker payudara tingkat lanjut gejalanya seperti berikut: Kulit payudara yang cukup luas. 2 2. Keluar dengan terus menerus pada satu payudara. metastase jauh. karena semakin awal terdeteksi maka semakin cepat proses pengobatan yang diperlukan.

perubahan puting susu. Dengan maksud untuk melihat retraksi kulit atau perlekatan tumor terhadap otot atau fascia dibawahnya. Melihat perubahan di depan cermin Lihat pada cermin.2 2. Cara melakukan : Tahap 1 Melihat perubahan bentuk dan besarnya payudara. posisi kedua lengan lurus ke bawah disamping badan.17 1.6. serta kulit payudara di depan kaca. bentuk dan keseimbangan bentuk payudara (simetris atau tidak). . Cara SADARI Berikut adalah langkah-langkah melakukan SADARI. Sambil berdiri tegak depan cermin.Wanita pascamenopause dianjurkan untuk memeriksa payudaranya pada hari pertama setiap bulan. Tahap 2 Periksa payudara dengan tangan diangkat di atas kepala.

Melihat perubahan payudara dalam keadaan berbaring. 2. Tahap 1 Persiapan . Tahap 4 Menegangkan otot-otot bagian dada dengan berkacak pinggang atau tangan menekan pinggul dimaksudkan untuk menegangkan otot di daerah axilla. Miringkan badan ke kanan dan kiri untuk melihat perubahan pada payudara.Tahap 3 Berdiri tegak di depan cermin dengan tangan disamping kanan dan kiri.

Dimulai dari payudara kanan. Gunakan tangan kiri untuk mengawali pijatan pada ketiak. Periksa payudara anda dengan menggunakan Vertical Strip dan Circular. Tahap 2: pemeriksaan payudara dengan Vertical Strip Memeriksa seluruh bagian payudara dengan cara vertikal. Kemudian putar dan tekan kuat untuk merasakan benjolan. Gunakan tangan kiri Anda untuk memeriksa payudara kanan. dan garis tengah antara kedua payudara ke garis tengah bagian ketiak Anda. Kemudian letakkan tangan kanan Anda di bawah kepala. Baring menghadap ke kiri dengan membengkokkan kedua lutut Anda. Gunakan telapak jari-jari Anda untuk memeriksa sembarang benjolan atau penebalan. Letakkan bantal atau handuk mandi yang telah dilipat di bawah bahu sebelah kanan untuk menaikan bagian yang akan diperiksa. dari tulang selangka di bagian atas bra line ke bagian bawah. Gerakkan tangan anda perlahan-lahan ke bawah bra line dengan putaran ringan dan tekan .

Buatlah sekurang-kurangnya tiga putaran kecil sampai ke puting payudara. buat putaran yang besar. Di bagian bawah bra line. Tahap 4 pemeriksaan puting payudara . Bergeraklah ke atas dan ke bawah mengikuti pijatan dan meliputi seluruh bagian yang ditunjuk. Lakukan sebanyak 2 kali. Bergeraklah sekeliling payudara dengan memperhatikan benjolan yang luar biasa. Tahap 3 pemeriksaan payudara dengan cara memutar Berawal dari bagian atas payudara anda.kuat di setiap tempat. bergerak kurang lebih 2 cm kekiri dan terus ke arah atas menuju tulang selangka dengan memutar dan menekan. Sekali dengan tekanan ringan dan sekali dengan tekanan kuat. Jangan lupa periksa bagian bawah puting payudara.

Tahap 5 Memeriksa Ketiak Letakkan tangan kanan anda ke samping dan rasakan ketiak anda dengan teliti. kemudian tekan payudara Anda untuk melihat adanya cairan abnormal dari puting payudara . apakah teraba benjolan abnormal atau tidak.7.Menggunakan kedua tangan. kerutan atau tonjolan di kulit . 2. Lekukan. Waktu Harus ke Dokter Periksakan diri ke dokter bila menemukan perubahan berikut pada payudara Anda: 1.

tanggal : Senin. Warna kemerahan.2.30 – 10.2 Waktu dan Tempat Acara ini telah dilaksanakan bersamaan dengan kelas ibu hamil.45 WIB Tempat : Aula Puskesmas Arut Selatan . 10 Agustus 2014 Waktu : Pukul 09. pucat. yaitu pada: Hari.1 Metode Kegiatan Metode kegiatan ini bersifat penyuluhan. mengadakan sistem tanya jawab. meradang atau membengkak BAB III METODE PELAKSANAAN 3. dan pembagian leaflet. 3. Puting susu berubah posisi atau masuk ke dalam 3.

3.40 09.3 Sasaran Sasaran khusus kegiatan ini adalah wanita usia reproduksi di wilayah kerja Puskesmas Arut Selatan.30 – 10.3.4 Susunan Kegiatan Waktu 09.35 09.10 09.45 Kegiatan Persiapan Perkenalan Materi 8: Deteksi Berkala Payudara Anda Tanya Jawab Penutupan .30– 09.40 – 10.10 – 10.30 10.35 – 09.

BAB IV HASIL Kegiatan Penyuluhan Pentingnya program 8 (Deteksi Berkala Payudara Anda) berhasil dilaksanakan tanpa kendala berarti dan mencapai tujuan yang diinginkan yakni memberikan informasi kepada para wanita usia reproduksidi wilayah kerja Puskesmas Arut Selatan. Pengumpulan peserta dilakukan secara personal pada ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di puskesmas Arut Selatan. pentingnya deteksi dini kelainan payudara. waktu melakukan sadari . faktor resiko kanker payudara. manfaat pemeriksaan berkala payudara sendiri. mengenai pentingnya deteksi berkala payudara sendiri meliputi pengertian kanker payudara. cara pemeriksaan payudara sendiri (sadari). Acara dimulai pada . epidemiologi kanker payudara di dunia dan indonesia. dan pencegahan kanker payudara. Acara dimulai dengan pengisian absensi di ruang Aula Puskesmas Arut Selatan. kemudian peserta diberikan materi sesuai dengan susunan materi yang telah disiapkan oleh dokter internsip Puskesmas Arut Selatan. manfaat pemeriksaan berkala payudara sendiri.

penyuluhan berjalan lancar dan tanpa hambatan. Tidak ada gangguan teknis yag terjadi selama penyuluhan berlangsung.pukul 09. Secara keseluruhan. maka ditambahkan jumlah peserta lagi. ditandai dengan tingginya angka pertanyaan dan tanggapan yang diberikan pada sesi tanya jawab. Para peserta juga merespon dengan baik. Selain itu. Penyuluhan diadakan secara individu dan pemberian leafleat.30 dan selesai pada pukul 10. . Akibat jumlah peserta sedikit. materi ini juga digunakan pada edukasi prolanis tanggal 5 September 2015 dan progam deteksi kanker payudara dan pemeriksaan IVA yang diadakan BPJS tanggal 7-12 September 2015.45. yaitu hanya tujuh orang. Penyuluhan individu dilakukan pada tanggal 25-26 Agustus dan 1-2 September 2015 di ruang imunisasi dan Konseling Ibu dan Anak berjumlah 43 peserta.

dan warna kemerahan.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. pucat. Pilihan waktu yang tepat untuk melakukan SADARI yaitu antara hari ke-5 sampai hari ke10 dari siklus menstruasi. Catat secara rutin lokasi dan keanehan yang terjadi pada payudara. Program ini dapat diselipkan dalam kegiatan kelas ibu hamil yang sudah terdapat di program kerja .2 Saran Diharapkan puskesmas Arut Selatan dapat menjalankan program 8 : Deteksi Berkala Payudara Anda dengan penyuluhan mengenai pentingnya SADARI secara rutin. dengan menghitung hari pertama haid sebagai hari pertama. meradang atau membengkak 5. Wanita pascamenopause dianjurkan untuk memeriksa payudaranya pada hari pertama setiap bulan.1 Kesimpulan Deteksi payudara sendiri secara berkala sangatlah penting sebagai pendeteksi dini kanker payudara dalam upaya mencegah dan memperkecil angka kejadian kanker payudara. puting susu berubah posisi atau masuk ke dalam . atau setiap tanggal 8 seperti nama program ini. Segera periksa ke dokter bila terdapat lekukan. kerutan atau tonjolan di kulit .

.kesehatan ibu dan anak di puskesmas Arut Selatan. program lansia. dan skrining kanker payudara sehingga diharapkan dapat menurunkan angka kanker payudara di wilayah kerja Puskesmas Arut Selatan.