You are on page 1of 25

BAB II

ISI

A. Definisi
Mioma uteri adalah tumor jinak miometrium uterus dengan konsistensi padat
kenyal, batas jelas, mempunyai pseudo kapsul, tidak nyeri, bisa soliter atau multipel.
Tumor ini juga dikenal dengan istilah fibromioma uteri, leiomioma uteri, atau
uterinefibroid. Uterus miomatosus adalah uterus yang ukurannya lebih besar daripada
ukuran uterus yang normal yaitu antara 9–12 cm, dan dalam uterus itu sudah ada
mioma uteri yang masih kecil.1
B. Epidemiologi
Berdasarkan otopsi, Novak menemukan 27% wanita berumur 25 tahun
mempunyai sarang mioma, pada wanita yang berkulit hitam ditemukan lebih banyak.
Mioma uteri belum pernah dilaporkan terjadi sebelum menarke, sedangkan setelah
menopause hanya kira-kira 10% mioma yang masih bertumbuh. Diperkirakan insiden
mioma uteri sekitar 20–30% dari seluruh wanita. Di Indonesia mioma uteri ditemukan
pada 2,39–11,7% pada semua penderita ginekologi yang dirawat. Tumor ini paling
sering ditemukan pada wanita umur 35–45 tahun (kurang lebih 25%) dan jarang pada
wanita 20 tahun dan wanita post menopause. Wanita yang sering melahirkan akan
lebih sedikit kemungkinan untuk berkembangnya mioma ini dibandingkan dengan
wanita yang tak pernah hamil atau hanya 1 kali hamil. Statistik menunjukkan 60%
mioma uteri berkembang pada wanita yang tak pernah hamil atau hanya hamil 1 kali.
Prevalensi meningkat apabila ditemukan riwayat keluarga, ras, kegemukan dan
nullipara. 2
C. Etiologi
Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti mioma uteri dan diduga
merupakan penyakit multifaktorial. Dipercaya bahwa mioma merupakan sebuah
tumor monoklonal yang dihasilkan dari mutasi somatik dari sebuah sel neoplastik
tunggal. Sel-sel tumor mempunyai abnormalitas kromosom lengan 12q13-15.1
D. Faktor Resiko
 Usia

1

Mioma uteri jarang terjadi pada usia kurang dari 20 tahun, ditemukan sekitar
10% pada wanita berusia lebih dari 40 tahun. Tumor ini paling sering

memberikan gejala klinis antara 35–45 tahun.
Paritas
Lebih sering terjadi pada nullipara atau pada wanita yang relatif infertil, tetapi
sampai saat ini belum diketahui apakah infertil menyebabkan mioma uteri atau
sebaliknya mioma uteri yang menyebabkan infertil, atau apakah kedua

keadaan ini saling mempengaruhi.
Ras dan genetik
Pada wanita ras tertentu, khususnya wanita berkulit hitam, angka kejadiaan
mioma uteri tinggi. Terlepas dari faktor ras, kejadian tumor ini tinggi pada

wanita dengan riwayat keluarga ada yang menderita mioma.
Fungsi ovarium
Diperkirakan ada korelasi antara hormon estrogen dengan pertumbuhan
mioma, dimana mioma uteri muncul setelah menarke, berkembang setelah
kehamilan dan mengalami regresi setelah menopause.

E. Patofisiologi
Mioma merupakan monoclonal dengan tiap tumor merupakan hasil dari
penggandaan satu sel otot. Etiologi yang diajukan termasuk di dalamnya
perkembangan dari sel otot uterus atau arteri pada uterus, dari transformasi
metaplastik sel jaringan ikat, dan dari sel-sel embrionik sisa yang persisten. Penelitian
terbaru telah mengidentifikasi sejumlah kecil gen yang mengalami mutasi pada
jaringan ikat tapi tidak pada sel miometrial normal. Penelitian menunjukkan bahwa
pada 40% penderita ditemukan aberasi kromosom yaitu t(12;14)(q15;q24). Meyer dan
De Snoo mengajukan teori Cell Nest atau teori genioblast. Percobaan Lipschultz yang
memberikan estrogen kepada kelinci percobaan ternyata menimbulkan tumor
fibromatosa baik pada permukaan maupun pada tempat lain dalam abdomen. Efek
fibromatosa ini dapat dicegah dengan pemberian preparat progesteron atau testoster. 1
Mioma uteri yang berasal dari sel otot polos miometrium, menurut teori
onkogenik maka patogenesa mioma uteri dibagi menjadi 2 faktor yaitu inisiator dan
promotor. Faktor-faktor yang menginisiasi pertumbuhan mioma masih belum
diketahui pasti. Dari penelitian menggunakan glucose-6-phosphatase dihydrogenase
diketahui bahwa mioma berasal dari jaringan uniseluler. Transformasi neoplastik dari
miometrium menjadi mioma melibatkan mutasi somatik dari miometrium normal dan
interaksi kompleks dari hormon steroid seks dan growth factor lokal. Mutasi somatik
ini merupakan peristiwa awal dalam proses pertumbuhan tumor.4
2

Leiomyoma diselubungi oleh lapisan jaringan ikat yang tipis.5 Mioma memiliki reseptor estrogen yang lebih banyak dibanding miometrium normal. Menurut letaknya.1. sehingga memudahkan leiomyoma untuk dilakukan enukleasi saat operasi. padat. dan kenyal. degenerasi kistik. telah mendemonstrasikan munculnya gen yang distimulasi oleh estrogen lebih banyak pada mioma daripada miometrium normal dan mungkin penting pada perkembangan mioma. Lebih daripada itu tumor ini kadang-kadang berkembang setelah menopause bahkan setelah ooforektomi bilateral pada usia dini. Mioma uteri lebih sering ditemukan pada nullipara. Estrogen berperan dalam pembesaran tumor dengan meningkatkan produksi matriks ekstraselule. dan subserosum. Progesteron memungkinkan pembesaran tumor dengan cara down-regulation apoptosis dari tumor. degenerasi merah. Namun bukti-bukti masih kurang meyakinkan karena tumor ini tidak mengalami regresi yang bermakna setelah menopause sebagaimana yang disangka.1 Pemberian agonis GnRH dalam waktu lama sehingga terjadi hipoestrogenik dapat mengurangi ukuran mioma. dan degenerasi lemak. 3 . Hormon progesteron meningkatkan aktivitas mitotik dari mioma pada wanita muda namun mekanisme dan faktor pertumbuhan yang terlibat tidak diketahui secara pasti. maka mioma - dapat mengalami perubahan sekunder atau degeneratif sebagai berikut.2 Leiomyoma merupakan sebuah tumor bundar. degenerasi membatu. Anderson dkk. degenerasi hialin. mioma terdiri dari mioma submukosa. Perubahan sekuder pada mioma uteri sebagian besar bersifat degeneratif karena berkurangnya aliran darah ke mioma uteri. Terdapat bukti peningkatan produksi reseptor progesteron. Perubahan sekunder meliputi atrofi. faktor pertumbuhan epidermal dan insulin like growth factor 1 yang distimulasi oleh estrogen. intramural. Mioma uteri terdiri dari otot polos dan jaringan ikat yang tersusun seperti konde diliputi pseudokapsul.Mioma terdiri dari reseptor estrogen dengan konsentrasi yang lebih tinggi dibanding dengan miometrium sekitarnya namun konsentrasinya lebih rendah dibanding endometrium. Efek estrogen pada pertumbuhan mioma mungkin berhubungan dengan respon mediasi oleh estrogen terhadap reseptor dan faktor pertumbuhan lain. faktor keturunan juga berperan.3 Degenerasi jinak. putih seperti mutiara. Bila terjadi perubahan pasokan darah selama pertumbuhannya.

- Atrofi: ditandai dengan pengecilan tumor yang umumnya terjadi setelah persalinan atau - menopause. Sebuah sistem dimana didalamnya termasuk pembagian Wamsteker system mengkategorisasikan mioma submukosal. Degenerasi ini disertai rasa nyeri tetapi akan menghilang sendiri (self limited). atau retroperitoneum. Miksomatosa: disebut juga degenerasi lemak yang terjadi setelah proses degenerasi hialin dan kistik. Septik: defisit sirkulasi dapat menyebabkan mioma mengalami nekrosis di bagian tengah tumor yang berlanjut dengan infeksi yang ditandai dengan nyeri. dapat terjadi partus prematurus atau koagulasi diseminata - intravaskuler.1-0.3 F. subserosal dan transmural. dan demam akut. Degenerasi ganas. Degenerasi ini sangat jarang dan umumnya asimtomatik. tipe 3 terdapat di luar kavum. seringkali terjadi bersamaan dengan kehamilan karena kecepatan pasokan nutrisi bagi hipertrofi miometrium lebih diprioritaskan sehingga mioma mengalami defisit pasokan dan terjadi degenerasi aseptik dan infark. Kaneus: disebut juga degenerasi merah yang diakibatkan oleh trombosis yang diikuti dengan terjadinya bendungan vena dan perdarahan sehingga menyebabkan perubahan warna mioma. Kalsifikasi: disebut juga degenerasi kalkareus yang umumnya mengenai mioma subserosa yang sangat rentan terhadap defisit sirkulasi yang dapat menyebabkan - pengendapan kalsium karbonat dan fosfat di dalam tumor. Kistik: setelah mengalami hialinisasi. melunak atau melebur menjadi cairan gelatin sebagai - tanda terjadinya degenerasi hialin. Lesi intrakavum yang terhubungkan dengan endometrium oleh sebuah tangkai sempit dan diklasifikasikan dalam tipe 0. kavum - peritoneum. Hialin: terjadi pada mioma yang telah matang atau ‘tua’ di mana bagian yang semula aktif tumbuh kemudian terhenti akibat kehilangan pasokan nutrisi dan berubah warnanya menjadi kekuningan. Lesi tipe 4 adalah leiomyoma 4 . hal tersebut berlanjut dengan cairnya gelatin sehingga mioma konsistensinya menjadi kistik.5% penderita mioma uteri. dan disertakan pula didalamnya lesi intramural. Adanya kompresi atau tekanan fisik pada bagian tersebut dapat menyebabkan keluarnya cairan kista ke kavum uteri. Jenis-jenis Leiomyoma Sistem klasifikasi yang dikeluarkan oleh FIGO. Terhadap kehamilannya sendiri. Degenerasi jenis ini. Transformasi ke arah keganasan (menjadi miosarkoma) terjadi pada 0. kaku dinding - perut. namun masih disekitar endometrium. termasuk subsistem tersier leiomyoma. tipe 1 dan 2 menunjukkan bahwa sebagian dari lesi didapatkan intramural.

intramural yang seluruhnya berada dalam myometrium. Dapat hanya sebagai tonjolan saja. tanpa adanya perluasan di permukaan endometrium atau serosa. Perlengketan dengan omentum di sekitarnya akan menyebabkan sistem peredaran darah diambil aih dari tangkai ke omentum. tipe 8 sebagai tambahan digunakan untuk myoma yang tidak terhubung dengan endometrium tanpa hubungan langsung dengan miometrium dan akan menyebabkan lesi serviks tanpa adanya hubungan langsung ke uterus. dapat pula sebagai satu masa yang dihubungkan dengan uterus melalui tangkai. 6.6  Subserosal Lokasi tumor di subserosa korpus uteri. dengan tipe 5 > 50% intramural. sehingga mioma terlepas dari uterus sebagai suatu massa tumor yang bebas dalam rongga peritoneum. dan disebut sebagai mioma intraligamen. Mioma yang cukup besar akan mengisi rongga peritoneum sebagai satu massa. Myoma subserosal (5-7) merupakan cerminan dari myoma submukosal. dan tipe 7 terhubung dengan serosa dengan tangkai. disebut juga lesi parasit. tipe 6 50% atau kurang dari intramural. Akibatnya tangkai semakin kecil dan terputus.7 5 . Pertumbuhan ke arah lateral dapat berada di ligamentum latum.

biasanya multipel berada pada dinding uterus. Apabila masih kecil. Mioma seirng tidak memberikan gejala klinis yang berarti kecuali rasa tidak enak karena adanya massa tumor di daerah perut sebelah  bawah. dan keguguran yang berulang mayoritas terjadi karena adanya lesi yang merubah bentuk kavum endometrium dan berada di junctional zone dari myometrium disebut mioma submukosal. infertilitas. 6 6 . tidak merubah bentuk uterus. Intramural Disebut juga sebagai mioma intraepitelial. 6 Submucosal Dewasa ini diketahui bahwa yang menyebabkan perdarahan menstruasi yang banyak. tapi bila besar akan menyebabkan uterus berbenjol-benjol. uterus bertambah besar dan berubah bentuknya.

Tanda dan gejala yang paling sering adalah. gejala yang ditemukan dapat berupa abnormal bleeding/perdarahan abnormal. dapat juga asimptomatis. 6 MiomaIntraligamenter Mioma subserosa yang tumbuh menempel pada jaringan lain. misalnya ke ligamentum atau omentum dan kemudian membebaskan diri dari uterus. Bila tumor ini tumbuh dan bertangkai. Gejala yan g disebabkan oleh mioma uteri tergantung pada lokasi. Perdarahan sering sulit dihentikan. hal ini dapat juga dikarenakan adanya disregulasi daripada growth factor lokal yang vasoaktif yang menyebabkan pada kelainan fungsi sistem vaskular dan angiogenesis. Apabila simtomatis. nyeri. Apabila mioma dibelah maka tampak bahwa mioma terdiri dari berkas otot polos dan jaringan ikat yang tersusun seperti kumparan (whorle like pattern) dengan pseudokapsul yang terdiri dari jaringan ikat longgar yang terdesak karena pertumbuhan sarang mioma ini 6 G. Manifestasi Klinis Leiomyoma dapat menyebabkan gejala/simptomatis. Jarang sekali ditemukan satu macam mioma saja dalam satu uterus. Pada suatu data penelitian yang mengevaluasi wanita yang menderita mioma dengan perdarahan abnormal. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan bentuk dan besar kavum uteri. Tanda dan gejala yang terjadi dari mioma uteri hanya terjadi pada 30-50% pasien. selalu memberikan keluhan perdarahan melalui vagina. sehingga  sebagai terapi dilakukan histerektomi. maka tumor dapat keluar dan masuk ke dalam vagina yang disebut sebagai mioma geburt. Mioma pada serviks dapat menonjol ke dalam satu saluran serviks sehingga ostium uteri eksternum berbentuk bulan sabit.Mioma yang berada di lapisan bawah lapisan mukosa uterus/endometrium dan tumbuh ke arah kavum uteri. didapatkan data bahwa perbandingan antara mioma intramural (58% banding 13%) dan mioma submukosum (21% dan 1%) dibandingkan dengan wanita penderita mioma uteri yang asimptomatik.Mioma submukosum walaupun kecil. Menurut ahli.3  Perdarahan abnormal Perdarahan pada kasus ini. dipercaya terjadi karenya adanya penonjolan daripada tumor yang menyebabkan tekanan yang berlebih dan berefek pada pada sistem vena uterus yang menyebabkan adanya dilatasi venular pada endometrium dan miometrium.3 7 . ukuran dan jumlah mioma. gangguan pada sistem berkemih apabila mengkonsumsi terapi hormonal berupa GnRH.

defekasi maupun dispareunia.3 Mioma uteri dapat menyebabkan gangguan kontraksi ritmik uterus yang sebenarnya diperlukan untuk motilitas sperma di dalam uterus. Tumor yang besar juga dapat menekan pembuluh darah pelvik sehingga menyebabkan kongesti dan menyebabkan  edema pada ekstremitas posterior.3 Nyeri panggul3.Mekanisme terjadinya perdarahan3 1 2 3 4 5  Peningkatan ukuran permukaan Endometrium Peningkatan vaskularisasi aliran vaskuler ke dalam uterus Gangguan kontraktilitas uterus Ulserasi endometrium pada mioma submukosum Kompresi pada plexus venosum di dalam endometrium Penekanan3 Pada mioma uteri yang besar dapat menyebabkan penekanan ke organ-organ sekitar.3 Disfungsi reproduksi Hubungan antara mioma uteri dan infertilitas sampai saat ini masih belum jelas. infeksi. Tumor yang besar dapat mengisi rongga pelvik dan menekan bagian tulang pelvik yang dapat menekan saraf sehingga menyebabkan rasa nyeri yang  menyebar ke bagian punggung dan ekstremitas superior. torsi dari mioma yang bertangkai maupun akibat kontraksi miometrium yang disebabkan mioma subserosum.3 Mioma Uteri dan Kehamilan Pengaruh mioma uteri pada kehamilan: Pengaruh kehamilan pada mioma uteri: 8 . Dilaporkan sebanyak 27-40% wanita penderita mioma juga mengalami infertilitas. Gangguan implantasi embrio dapat terjadi akibat perubahan histologi endometrium dimana terjadi atrofi karena kompresi massa tumor.Perubahan bentuk uterus karena mioma juga dapat menyebabkan adanya disfungsi reproduksi. Penekanan mioma uteri dapat menyebabkan gangguan berkemih. Mioma yang terletak di daerah kornu dapat menyebabkan sumbatan dan gangguan transportasi gamet dan embrio akibat terjadinya oklusi tuba bilateral.5 Mioma uteri dapat menimbulkan nyeri panggul yang disebabkan karena degenerasi akibat oklusi vaskuler.

sebab ditakutkan korpus luteum terangkat bersama tumor yang dapat menyebabkan abortus. kemungkinan torsi dan abdomen akut dan kemungkinan menimbulkan komplikasi obstetrik. 3. 9 . Waktu yang tepat untuk operasi adalah kehamilan 16-20 minggu. mioma sebelumnya. - Persalinan prematuritas. Jika mioma menghalangi jalan lahir. tanda sindrom akut abdomen.- Kemungkinan abortus lebih besar - Mioma membesar terutama pada bulan- karena distorsi kavum uteri khususnya bulan pertama karena pengaruh estrogen pada mioma submukosum yang meningkat - Kelainan letak janin - Plasenta previa dan plasenta akreta waktu hamil maupun masa nifas seperti - HPP akibat inersia maupun atonia telah uteri akibat gangguan mekanik dalam kadang-kadang memerlukan pembedahan fungsi miometrium segera guna mengangkat sarang mioma. Menganggu proses involusi uterus - Meskipun jarang. Beberapa hari sebelum operasi. Operasi terpaksa jika lakukan kalau ada penyulit-penyulit yang menimbulkan gejala akut atau karena mioma sangat besar. pengangkatan demikian submukosa dengan intramural. Beberapa hari setelah operasi. dilakukan SC disusul histerektomi tapi kalau akan dilakukan miomektomi lebih baik ditunda sampai sesudah masa nifas. - Plasenta sukar plasenta) terutama - lepas (retensio pada - diutarakan Namun. Terapi mioma dengan kehamilan adalah konservatif karena miomektomi pada kehamilan sangat berbahaya disebabkan kemungkinan perdarahan hebat dan dapat juga menimbulkan abortus. - Dapat terjadi degenerasi merah pada itu jarang sarang yang mioma menyebabkan perdarahan. Tumor ovarium dalam kehamilan yang lebih besar dari telur angsa harus dikeluarkan. b. 2. mioma yang bertangkai dalam masa nifas dapat mengalami torsi dengan gejala dan Jika letaknya dekat pada serviks. dapat menghalangi kemajuan persalinan dan menghalangi jalan lahir. maka: 1. Operasi yang dilakukan pada umur kehamilan di bawah 20 minggu harus diberikan substitusi progesteron: a.5 Penanganan berdasarkan pada kemungkinan adanya keganasan.

Nyeri di bagian panggul. di Indonesia kelompok usia ini merupakan yang paling sering menunjukkan adanya gejala klinis (sekitar 25%). 2.4. penanganan yang dilakukan: a. 5. data bahwa perbandingan antara mioma intramural (58% banding 13%) dan mioma submukosum (21% dan 1%) dibandingkan dengan wanita penderita mioma uteri yang asimptomatik. d. permukaan tumor umumnya rata. Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan abdomen. kalau perlu dalam narkose.3. Tumor teraba sebagai nodul ireguler dan tetap. tumor sekaligus diangkat. mobil. b. kenyal. disebabkan karena degenerasi akibat oklusi vaskuler. Anamnesis a. Pada pemeriksaan pelvis. b.Teraba massa tumor pada abdomen bagian bawah serta pergerakan tumor dapat terbatas atau bebas. Wanita berusia 35-45 tahun. Konsistensi padat. infeksi. Pasien dapat mengeluhkan adanya gejala yang diakibatkan oleh tekanan mioma yang menyebabkan adanya keluhan gangguan berkemih. uterus yang besar dapat dipalpasi pada abdomen. Perdarahan pervaginam. torsi dari mioma yang bertangkai maupun akibat kontraksi miometrium yang disebabkan mioma subserosum. Perlunakan tergantung pada derajat degenerasi dan kerusakan 10 . serviks biasanya normal. Coba reposisi. Uterus cenderung membesar tidak beraturan dan noduler. Diagnosis 1. area perlunakan memberi kesan adanya perubahan degeneratif. Bila tidak bisa persalinan diselesaikan dengan sectio cesarea dan jangan lupa. Operasi darurat apabila terjadi torsi dan abdomen akut.5 H. Bila tumor agak besar dan lokasinya agak bawah akan menghalangi persalinan. namun pada keadaan tertentu mioma submukosa yang bertangkai dapat mengakibatkan dilatasi serviks dan terlihat pada ostium servikalis. defekasi maupun dispareunia. c.

menunjukkan adanya uterus fibroid yang berbenjol dengan fibroid intramural multipel. yaitu leiomyoma yang 11 . kecuali apabila terdapat keadaanpatologik pada adneksa. Gambar transvaginal. Saline Infusion Sonography Juga disebut sonohysterography. Sonografi juga dapat digunakan untuk mengetahui penyusutan mioma dengan terapi agonis GnRH. wanita afro-caribbean berusia 37 tahun dengan riwayat menorrhagia. Uterus sering dapat digerakkan. Dalam menentukan penebalan endometrium. Transvaginal Doppler Sonography Ketika divisualisasikan dengan sonografi.5 Gambar dari hasil TVS.Pemeriksaan ginekologik dengan pemeriksaan bimanual didapatkan tumor tersebut menyatu dengan rahim atau mengisi kavum Douglasi.vaskular. Pemeriksaan Penunjang a. polip dan leiomyoma submukosal dapat dibedakan berdasarkan dua penemuan. 3. SIS merupakan prosedur nonoperatif yang terbaik untuk mendiagnosis polip. Menurut Jorizzo. saline-infusion sonography (SIS) dikembangkan untuk mendapat pandangan yang lebih jelas pada kavum endometrium. b. leiomyoma biasanya nampak sebegai sebuah massa yang solid. Sonografi biasanya digunakan sebagai penilaian preoperatif untuk wanita yang melalui Uterine Artery Embolization untuk leiomyoma yang simptomatik. berbatas tegas dengan tepi hipoekoik.

hipoekoik mirip dengan miometrium. permukaan mukosa endometrium. Kemudian. dimana polip hiperekoik. Foto polos abdomen dan pelvis tidak menunjukkan adanya mioma. kecuali sudah mengalami degenerasi kalsifikasi. Mioma submukosal dapat nampak sebagai suatu masa yang licin. 12 . mungkin saja terkait dengan mioma intramural. HSG dipertimbangkan sebagai metode yang paling baik dalam menentukan mioma submukosal. distorsi dan pembesaran dari kavum uteri yang asimetris. sehingga kontras tidak mampu mengisi tuba falopi. Hysterosalphingography Kemampuan unik dari mioma salah satunya adalah membesarkan kavum uteri. 5 c. single atau multiple. Mioma subserosal dan intramural dapat menyebabkan rotasi. iregular. Mioma terkadang dapat menyebabkan sumbatan mekanik. yang membedakan leiomyoma dengan lumen endometrium.

Fibroid ini berukuran kurang lebih 14. 5 Wanita 47 tahun dengan uterus yang membesar. Leiomyoma intramural atau subserosal seringkali dibatasi dengan sinyal intensitas tinggi yang mewakilkan edema dari sistem limfa dan vena yang terdilatasi. Ditinjau dan dinilai adakah perubahan pada ukuran massa. pembesaran adnexa. maupun perubahan kontur. MRI dapat memiliki kesamaan dengan termometri yang akurat dan mengukur panas yang dapat merusak diakibatkan focused ultrasound therapy.2x10. Leiomyoma berukuran 0. Terdapat pembesaran soliter fibroid intramural.9x8.5 dapat dilihat pada T2-weighted images nampak sebagai massa dengan intensitas rendah yang terhubung dengan myometrium bundar dan berbatas tegas. Fundus berada setinggi L3.5 I.3 NSAIDs 13 COCs Short term .8 cm MRI dengan focused ultrasound therapy (MRI-FUS) telah digunakan untuk menangani leiomyoma yang simptomatik. intramural ataupun submukosal. menyebabkan kavum ke kiri. adanya pemeriksaan berkala dengan pemeriksaan dalam menggunakan palpasi bimanual. pemeriksa dapat mengetahui lokasi akurat apakah subserosal. memiliki gambaran yang spesifik pada pemeriksaan menggunakan MRI dan dapat dibedakan dengan adenomyosis atau adenomyoma dan memiliki tingkat akurasi setinggi 90%. Magnetic Resonance Imaging Leiomyoma. Pada pandangan multiplanar. Penatalaksanaan  Observasi Observasi disini dimaksudkan.d.

Makarainen. efek samping yang tidak dapat diprediksikan dari pemberian progestin pada pertumbuhan leiomyoma dengan potensi memperburuk gejala. namun tidak ada yang diperhitungkan diutamakan . 1996.5  Androgen Danazol dan Gestrinon telah terbukti memiliki efek dalam mengecilkan ukuran leiomyoma.5 Dikatakan. sampai saat ini pemberian terapi ini masih diperdebatkan. Kedua penelitian yang sudah dilakukan oleh (Anteby.1986). Ylikorkala. maupun kombinasi COC untuk gejala yang timbul karena leiomyoma. Prostaglandin juga dihubungkan dengan menorrhagia. Penatalaksanaan dismenorhe dan menorrhagi terhubung dengan leiomyoma didasarkan pada peran prostaglandin sebagai mediator dari gejala-gejala ini. American Society for Reproductive Medicine (2004) tidak merekomendasikan pemberian progestin. Namun. menunjukkan bahwa pasien dengan dosis rendah COC memiliki lama menstruasi yang lebih pendek dan tidak adanya bukti pembesaran uterus. Beberapa NSAID telah terbukti efektif untuk penatalaksanaan dismenorrhe.5 o Terapi Homonal Kedua kombinasi dari pil kontrasepsi oral (COCs) dan progestin telah digunakan untuk menginduksi atrofi endomterial dan menurunkan produksi prostaglandin pada wanita dengan leiomyoma. efek samping yang 14 of .administration Dismenorrhea Menorrhagia Dispareunia Tekanan pelvik Infertilitas  + - + + - GnRH agonist + + + + + Medikamentosa o NSAIDs Perempuan dengan dismenorrhea memiliki kadar prostaglandin F2 dan E2 endometrium yang lebih tinggi dari wanita yang asimptomatik. 1985. keuntungan dari NSAIDs untuk leiomyoma-terhubung dengan perdarahan tidak terlalu jelas. Studi oleh Friedman dan Thomas. Namun. Data yang sudah ada tidak mendukung penggunaan NSAIDs untuk terapi menorrhagi-yang terkait leiomyoma. Begitu juga dengan studi dari Orsini dan teman-teman. Karena.

Pengganti Asam-amino membuat mereka resisten terhadap degradasi.75 mg IM Leuprolide acetate perbulan 3.5 15 . sehingga menimbulkan desentisisasi lebih jauh terhadap stimulasi GnRH. Dengan waktu kerja jangka panjang.  membuat obat ini bukan pilihan utama. Bagaimanapun agonis menurukan reseptos pada gonadotropin. subkutan. leiomyoma sendiri memiliki reseptor GnRH. 5 Beberapa obat agonis GnRH yang sudah teruji secara klinis ditunjukkan pada tabel.5 Agonis GnRH Komponen dari obat ini adalah turunan dari GnRH decapeptide. seperti timbulnya acne dan hirsutisme. namun intramuskular.6 mg SC Synarel Nararelin perbulan 200 mg per hari Decapeptyl Lupron nasal spray (pagisore) Obat-obat ini mengecilkan leiomyoma dengan menargetkan efek pertumbuhan pada estrogen dan progesteron. Mekanisme lain adalah. sehingga meningkatkan paruh waktunya dan mengakibatkan adanya ikatan reseptor yang lebih panjang. Hal ini biasanya bertahan selama 1 minggu. Obat ini inaktif apabila digunakan peroral.menonjol dari obat ini. sehinga menstimulasi reseptor pada gonadotropin pituitari menyebabkan pelepasan Luteinizing hormon (LH) dan Follicle Stimulating Hormone (FSH). dan intranasal tersedia.Menurunnya sekresi gonadotropin menyebabkan supresi terhadap kadar estrogen dan progesteror satu sampai 2 minggu setelah pemberian agonis GnRH.75 mg IM Zoladex Goserelin perbulan 3. dan agonis dapat secara langsung mengecilkan ukuran leiomyoma. berikut5 Triptorelin Dosis 3.

625 mg equine estrogen dapat digunakan. Terlepas dari tumbuh kembalinya. Sebagai akibatnya. Setelah diberhentikan. 5 Karena batasan dari terapi agonis GnRH. leiomyoma kemudian tumbuh kembali dan uterus kembali pada ukuran semula sebelum pemberian terapi dalam 3 sampai 4 bulan. ACOG (2001) menganjurkan penggunaan obat ini hanya digunakan untuk 16 . Pemberian add-back therapy biasanya termasuk estrogen yang dikombinasikan dengan progestin. Kebanyakan merekomendasikan penatalaksanaan selama 3 sampai 6 bulan. 6 bulan pemberian terapi agonis dapat berperan dalam kehilangan 6% tulang trabekular. yaitu 2.5 mg MPA dan 0.625 mg (hari 1 sampai 25). Kebanyakan wanita mengalami penyusutan dalam 3 bulan awal terapi. Keuntungan secara klinis dari penurunan volume leiomyoma termasuk meredakan gejala dan menghilangkan amenorrhea. menstruasi normal kembali dalam 4-10 minggu. Pada saat ini terjadi. biasanya amenorrhea. agen-agen ini tidak direkomendasikan dalam penggunaan lebih lama dari 6 bulan. 1990). dan tidak semuanya akan didapatkan kembali ketika obat dihentikan (Scharla. perubahan libido dan kekeringan epitel vagina dan dispareunia yang menyertai.Hasil dengan terapi agonis GnRH termasuk penurunan secara dramatis dalam volume uterus dan leiomyoma. Sayangnya. wanita anemis diberikan terapi besi untuk memperbaiki masa sel darah merdah dan meningkatkan penyimpanan besi.5 Agonis GnRH memiliki resiko dan efek samping yang cukup signifikan. Lebih penting lagi. Schlaff dan rekan (1989) melaporkan adanya redanya gejalakurang lebih 1 tahun pada setengah dari total jumlah pasien yang diberikan agonis GnRH. Sebuah regimen yang terdiri atas medroxyprogesterone acetate (MPA) 10 mg (hari 16-25 setiap siklus) dikombinasikan dengan equine estrogen 0. Efek samping timbul akibat menurunnya kadar estrogen serum termasuk gejala vasomotor. atau regimen yang diberikan setiap hari secara terus menerus.

Mifepristone mengurangi kurang lebih setengah ukuran leiomyoma. menyebabkan timbulnya iskemi dan nekrosis. Alirah darah menuju uterus dihambat.5 Berbagai dosis sudah digunakan. dan biasanya ditandai dengan munculnya nyeri 17 . mengecilnya ukuran uterus dapat mempermudah prosedur operasi.5 Anti progestin Mifepristone.5 Sebagai akibat dari nekrosis leiomyoma.enyebabkan sirkulasi arteri kolateral antara kedua arteri uterina masig dapatmemberi pasokan pada leiomyoma dan menyebabkan hasil yang tidak baik. Progesteron berikatan dengan reseptor progesteron A atau B. Seperti. Karena pembuluh darah yang menyediakan nutrisi leiomyoma berukuran bersar. ada gejala yang timbul akibat prosedur tersebut disebut sindrom postembolisasi. Sudah dibuktikan efektif dalam mengurangi volume leiomyoma dan gejala klinis. Serta. Hal ini dapat terjadi selama 2-7 hari. juga dikenal sebagai RU486. Namun. merupakan antiprogestin yang tersedia untuk menangani leiomyoma.wanita menjelang masa menopause dan sebagai terapi preoperatif. Keuntungan. 10. partikel ini diarahkan khususnya pada tumor.5 o Embolisasi Arteri Uterina Ini merupakan tindakan prosedural intervensi angiografik yang menghantarkan mikrosfer Polivinyl Alchohol (PVA) atau partikel yang menyebabkan emboli lainnya ke kedua arteri uterina. Kegagalan embolisasi kedua ateri uterina m. agonis GnRH apabila digunakan sebelum tindakan operatif adalah mengurangi menorrhagi dan memperbaiki anemia. 25 dan 50 mg diberikan peroral setiap hari selama 12 minggu.5 Kateter angiografik ditempatkan pada arteri femoralis dan dibawah tuntunan fluoroskopik untuk secara selektif mengkateterisasi kedua arteri uterina. termasuk 5. menyisakan myometrium sekitarnya. Mifepristone juga terbukti efektif dalam mengurangi gejala. 40% dari wanita yang mengkonsumsi obat ini mengeluhkan adanya gejala vasomotor. insisi yang lebih kecil  pada histerektomi atau miomektomi secara laparotomi.

dapat terjadi selama beberapa siklus.perlvis.5 Embolisasi dikatakan efektif untuk gejala yang terkait mioma. subfebris dan malaise. jaringan yang tidak lewat vagina secara spontan dan menempel secara kuat pada dinding uterus membutuhkan dilatasi dan evakuasi. epidural maupun pemberian regimen analgetik (Hovsepian. 5 Terdapat beberapa komplikasi yang terhubung dengan UAE. Amenorrhea sementara. kram. Namun. 18 . The American College of Obstetricians and Gynecologists (2004) hanya merekomendasikan UAE untuk menangani gejala sementara yang diakibatkan dari perdarahan atau gejala yang timbul akibat penekanan. Intensitas pada gejala ini bervariaisu dan strategi untuk menangani ini termasuk pemberian obat peroral. intravena. nausea dan vomitus. Jaringan nekrotik yang melewati vagina dapat dikeluarkan di klinik. 2004).

5 1. sehingga penanganan untuk perdarahan yang mungkin terjadi pada pembedahan miomektomi dapat ditangani dengan segera. dapat saja terjadi setelah dilakukan prosedur ini. tindakan ini memperbesar kemungkinan terjadi kelahiran prematur dan malpresentasi. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) dan American Society of Reproductive Medicine (ASRM) indikasi pembedahan pada mioma uteri. vessica urinaria. Namun. histeroskopik atau melalui insisi laparotomi. Perdarahan uterus yang tidak respon terhadap pengobatan konservatif 2. infertilitas. resiko terjadinya perlengketan pada operasi secara laparotomi lebih besar. Anemia akibat perdarahan o Miomektomi Reseksi dari tumor merupakan pilihan untuk wanita asimptomatik yang menginginkan kehamilan di masa yang akan datang atau mereka yang menolak histerektomi. itu masa penyembuhan juga akan memakan waktu yang lebih lama yaitu46 minggu. 3 Keunggulan pada miomektomi adalah lapangan pandang yang luas. termasuk uterus. Sangkaan adanya keganasan 3. adneksa. Gangguan berkemih maupun obstruksi pada traktus urinarius 7. Nyeri dan penekanan yang sangat mengganggu 6.5  Operatif Terapi pembedahan pada mioma uteri dilakukan pada mioma yang menimbulkan gejala. sehingga akan mempengaruhi infertilitas pada pasien. Ahli bedah memasukkan alat melalui histeroskop melalui serviks dan mengisi 19 . Efek samping yang serius dari UAE adalah nekrosis dari jaringan sekitarnya. Infertilitas karena gangguan pada cavum uteri maupun karena oklusi tuba 5.3 Miomektomi biasanya memperingan nyeri. Beberapa komplikasi juga dilaporkan terjadi pada wanita hamil yang dilakukan UAE. 3 Pada miomektomi secara histeroskopi dilakukan terhadap mioma submukosum yang terletak pada kavum uterus.Amenorrhea permanen. Pertumbuhan mioma pada saat menopause 4. atau perdarahan. Selain. dan jaringan lunak. adalah:3. Terapi ini dapat dilakukan secara laparoskopik.

yaitu dengan pendekatan abdominal (laparotomi). vaginal dan beberapa kasus laparoskopi. Alat bedah dimasukkan melalui lubang yang terdapat pada histeroskop untuk mengangkat mioma yang terdapat pada kavum uteri pasien ini.kavum uteri dengan cairan untuk memperluas dinding uterus. Keunggulan laparoskopi adalah masa penyembuhan paska operasi yang cepat yaitu 2-7 hari. Keunggulannya adalah penyembuhan paska operasi yang singkat yakni 2 hari. Tindakan histerektomi untuk mioma uterus sebanyak 30% dari seluruh kasus. rektum serta perdarahan. Tindakan histerektomi merupakan indikasi apabila didapatkan menorrhagi.3 o Histeroktomi Tindakan pembedahan untuk mengangkat uterus dapat dilakukan dengan 3 cara. keluhan/gejala obstruksi traktus urinarius dan ukuran uterus sebesar kehamilan 12-14 minggu. Tindakan laparoskopi dilakukan oleh ahli bedah dengan memasukkan alat laparoskop ke dalam abdomen melalui insisi yang kecil pada dinding abdomen. Mioma subserosum yang terletak pada permukaan kavum uteri juga dapat diangkat dengan laparoskopi.3 Resiko yang terjadi pada operasi secara laparoskopi. namun dapat timbul perlukaan dinding uterus. trauma terhadap organ sekitar seperti usus. ketidakseimbangan elektrolit dan perdarahan.3 20 . adalah perlengketan. Sampai saat ini miomektomi laparoskopi masih merupakan prosedur standard bagi wanita dengan mioma yang ingin mempertahankan fungsi reproduksinya. ovarium. Mioma yang bertangkai di luar kavum uteri dapat diangkat dengan mudah dengan laparoskopi. metrorrhagia.3 Miomektomi juga dapat dilakukan secara laparoskopi.

tindakan histerektomi melalui vagina merupakan tindakan ekstraperitoneal. Dengan meninggalkan serviks. jaringan granulasi yang timbul pada tungkul vagina dapat menjadi sumber timbulnya sekret vagina dan perdarahan paska operasi dimana keadaan ini tidak terjadi pada pasien yang menjalani STAH. Pemilihan jenis pembedahan ini membutuhkan keahlian seorang ahli bedah yang bertujuan untuk kepentingan pasien. sehingga dapat tetap mempertahankan fungsi seksual. Secara umum. kandung kemih dan rektum. dimana peritoneum yang dibuka sangat minimal sehingga trauma pada yang mungkin timbul pada usus dapat diminimalisir. dimana tidak dilakukan insisi pada abdomen. Masingmasing prosedur histerektomi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. 3 Pada TAH. seperti perdarahan yang banyak. Killku 1983 didapat data bahwa dispareunia akan lebih rendah dibandingkan dengan yang melakukan TAH . Namun. STAH dilakukan untuk menghindari resiko operasi yang lebih besar. yaitu Total Abdominal Histerektomi (TAH) atau Subtotal Abdominal Histerektomi (STAH). Histerektomi juga dapat dilakukan melalui pendekatan dri vagina. dengan melakukan STAH kita meninggalkan serviks .3 21 . dimana kemungkinan timbulnya karsinoma serviks mungkin terjadi. Oleh karena pendekatan histerektomi melalui vagina tidak dilakukan insisi pada abdomen dari segi kosmetik tindakan ini memuaskan pasien.Histerektomi perabdominal dapat dilakukan dengan 2 cara. trauma operasi pada ureter.

Kedua pada tahun 1991. Pada tindakan ini laparoskopi dilakukan untuk memisahkan adneksa dari dinding serviks dan memotong mesosalfing kearah ligamentum kardinale di bagian bawah. Masa penyembuhan pasien yang melalui histerektomi dari vagina daripada yang melalui abdominal juga lebih cepat. resiko terjadinya perlengketan paska operasi juga lebih minimal. waktu operasi yang lebih cepat.3 22 . Semm memperkenalkan teknik classic intrafascial serrated edged macromorcellated hysterectomy (CISH) tanpa colpotomy. resiko infeksi yang minimal.3 Keunggulan daripada CISH adalah untuk menghindari trauma pada ureter dan kandung kemih. dan masa penyembuhan yang cepat. Ada beberapa teknik histerektomi laparoskopik. dimana lapisan dalam dari serviks dan uterus direseksi menggunakan morselator . Miolisis merupakan tindakan operatif alternatif dari miomektomi3 Pengangkatan seluruh uterus dengan mioma juga dapat dilakukan dengan laparoskopi. Dengan prosedur ini diharapkandapat mempertahankan integritas lantai pelvik dan mempertahankan aliran darah pada serviks sehingga mencegah terjadinya prolapsus. perdarahan yang minimal.Selain itu. Pemisahan pembuluh darah uterina dilakukan dari vagina. Miolisis adalah prosedur invasif minimal yang dilakukan dengan menghantarkan sumber energi yang berasal dari laser The neodynium:yttrium alumunium garnet (nd::YAG) ke jaringan mioma diman aakan terjadi denaturasi protein sehingga menimbulkan proses koagulasi dan nekrolisis pada jaringan yang diterapi. Pertama adalah histerektomi vaginal dengan bantuan laparoskopi (Laparoscopically assisted vaginally histerectomy/LAVH). Prosedur operasi laparoskopi dapat berupa miolisis.3 Dengan berkembangnya teknik dan alat-alat kedokteran maka tindakan operasi kini dapat dilakukan dengan menggunakan laparoskopi. Salah satu tujuang histerektomi laparoskopi adalah untuk mengalihkan histerektomi abdominal pada histerektomi vaginal maupun laparoskopi secara keseluruhan. Miolisis perlaparoskopi efektif untuk mengurangi ukuran mioma dan menimbulkan devaskularisasi miom untuk mengurangi gejala yang terjadi. Prosedur ini merupakan modifikasi dari STAH.

BAB III KESIMPULAN 23 . namun ketika digunakan untuk perdarahan yang terkait dengan leiomyoma.5 J. angka kegagalan mencapai 40%. Mioma yang kambuh kembali setelah miomektomi terjadi pada 15-40% pasien dan 2/3-nya memerlukan tindakan lebih lanjut. Tindakan ini efektif bagi wanita dengan perdarahan disfungsional uterus. ablasi digunakan sebagai terapi tambahan untuk reseksi histeroskopik leiomyoma pada wanita dengan menorrhagia. Pada beberapa kasus. Prognosis Histerektomi dengan mengangkat seluruh mioma adalah kuratif. maka diharuskan SC pada persalinan berikutnya.o Ablasi Endometrial Terdapat beberapa modalitas destruktif jaringan yang dapat mengablasi endometrium. Miomektomi yang ekstensif dan secara signifikan melibatkan miometrium atau menembus endometrium.

kehamilan. maka dapat terjadi degenerasi pada mioma. konservasi fungsi reproduksi. Mioma secara lokasi dibedakan menurut lokasinya. Bila kondisi pasien sangat buruk. Terapi operatif sejauh ini merupakan terapi yang terbaik dalam mengurangi gejala dan menghilangkan penyebab. Apabila selama perjalanannya mengalami perubahan pasokan darah. Mioma terkadang dapat menimbulkan gejala berupa perdarahan abnormal. paritas . Labor.95. 2000. suplementasi zat esensial ataupun transfusi. Available from : http://www. lakukan upaya perbaikan yang diperlukan termasuk nutrisi. Coronado. 2014. 2.com. mioma submukosal dan mioma subserosa.klinikandalas. Gejala klinik hanya terjadi pada 35-50% penderita mioma dan hampir sebagian besar penderita tidak mengetahui bahwa terdapat kelainan di dalam uterusnya. Complications in Pregnancy. Namun. and Delivery with Uterine Leiomyomas: a Population Based Study. menjadi mioma intramural. keadaan umum dan gejala yang ditimbulkan. tindakan operatifpun memiliki indikasi sendiri. GD et all.Mioma uteri yang merupakan tumor jinak yang struktur utamanya adalah otot polos rahim. Terjadi pada 20-25% wanita di usia reproduktif dengan faktor resiko yang bevariasi. Obstet Gynecol. DAFTAR PUSTAKA 1. Sekilas tentang Tumor (Myoma) Rahim . nyeri pada bagian pelvik.wordpress.764-769. Terapi yang diberikan dapat berupa terapi operatif maupun non operatif. sampai saat ini masih belum dapat diketahui mengenai etiologi pastinya. Terapi yang diberikan harus memperhatikan usia. Accessed at December 3th. 24 . 2008. gejala akibat penekanan dan lain sebagainya. Antoni S.

19: 152-171 25 . The Journal of Minimally Invasive Gynecology 2012. 5. 2011. 7.ac. Cunningham. 2005. 3rd ed. 38(33): 255-60.Special Article AAGL Practice Report: Practice Guidelines for the Diagnosis and Management of Submucous Leiomyomas. AAGL: Advancing Minimally Invasive Gynecology Worldwide. Prabowo P. Accessed July 17. Rose. Maj Kedokt Nus..3. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirodihardjo. Spong. M. Jakarta. Available at: http://repository. S. Tumor Jinak pada Alat-alat Genital dalam Buku Ilmu Kandungan. Sept 2005. Anwar A. Mioma Uteri. Bloom. 6. Leveno. Williams Obstetrics. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2014.pdf. Baziad A. 2011.usu. 4.338-345. United States of America: McGraw-Hill Companies. Sutoto J.id/bitstream/123456789/15576/1/mkn-sep2005-%20(9). Hauth. Ilmu Kandungan. 23 ed. Hadibroto BR.