You are on page 1of 27

Media Fermentasi

Media fermentasi harus
mengandung komponen-komponen
yang diperlukan untuk :
-pertumbuhan sel,
-pembentukan metabolit
-menyediakan energi yang cukup
untuk biosintesa dan pemeliharaan
sel.

Persamaan stokiometri yang
menggambarkan penggunaan nutrisi
untuk pertumbuhan biomassa dan
pembentukan produk adalah sebagai
berikut :

Sumber C + sumber-N + mineral
+ O2  biomassa + produk + CO2
+ H20 + ∆H

Mg+2 dan K+ termasuk macronutrien. Mn+2. • Micronutrient. Cu+2. vitamin. S. diperlukan dalam konsentrasi kurang dari 10-4 M. N. Ca+2. Na+.Nutrisi yang diperlukan oleh mikroorganisma • Macronutrient. Zn+2. Trace element seperti Mo+2. diperlukan dalam konsentrasi lebih besar dari 10-4 M. hormon pertumbuhan dan metabolic precursor termasuk micronutrient . C. Fe+2.P.

unsur P dan K diberikan dalam jumlah berlebih.Panduan awal untuk menyusun formula suatu media fermentasi adalah berdasarkan komposisi unsur-unsur penyusun suatu sel. Pada media kultivasi bakteri. tetapi unsur Zn dan Cu diberikan dalam jumlah terbatas .

.

P diberikan berlebih pada berbagai media berfungsi untuk meningkatkan buffering capacity. vitamin dan nukleotida. Beberapa jenis mikroba tidak dapat mensintesa nutrisi spesifik seperti asam amino. sehingga faktor pertumbuhan yang spesifik harus ditambahkan pada media fermentasi baik dalam bentuk senyawa murni atau senyawa komplek .

namun saat ini telah dikembangkan berbagai senyawa organik alami seperti glycerol. lactose dsb. .Karbon Sumber karbon akan dirombak dan digunakan untuk membangun massa sel dan membentuk produk Glukosa merupakan sumber karbon yang umum digunakan untuk proses fermentasi.

Konsentrasi glukosa melebihi 50 g/l pada kultur bakteri akan menurunkan pertumbuhan karena terjadi dehidrasi sel. Namun pada konsentrasi tertentu. Konsentrasi glukosa yang lebih tinggi (di atas 200 g/l) dapat ditoleransi oleh ragi dan jamur. . sumber karbon dan katabolit karbon dapat menghambat satu atau beberapa enzim yang berperan dalam proses pembentukan produk.

whey. Sumber karbon yang banyak digunakan untuk media produksi adalah molase tebu. laktosa. minyak nabati. molase beet. sukrosa.Salah satu pendekatan untuk mencegah penghambatan tersebut adalah dengan memberikan sumber karbon secara terus-menerus pada konsentrasi di bawah konsentrasi penghambatan. metana. 10-25%) . tepung. biji-bijian. methanol dan hidrokarbon (nalkana dan olefin C10-C18.

NH4NO3). .Nitrogen Nitrogen dalam sel merupakan komponen penyusun protein sel dan asam nukleat. Nitrogen merupakan faktor pembatas pertumbuhan karena diperlukan dalam jumlah besar. (NH4)2SO4. Ammonium sulfat menghasilkan kondisi asam karena ion ammonium yang dikonsumsi akan melepaskan asam bebas. Sumber nitrogen anorganik adalah garam ammonium (NH4Cl. Nitrogen organik maupun anorganik dapat digunakan dalam proses fermentasi. dan urea.

. kacang kedelai. malt barley (kecambah). yeast ekstrak. whey susu (laktalbulmin dan laktaglobulin) dan limbah pemotongan hewan. olahan ikan (tepung ikan) . kacang tanah. peptida dan asam amino adalah jenis nitrogen organik.Protein. Nitrogen organik dapat pula berupa senyawa nitrogen yang kompleks seperti corn steep liquor.

Penambahan nutrien seperti nitrogen dan fosfor dan keberadaan nutrien lain pada konsentrasi lebih tinggi memiliki efek posistif pada produksi asam laktat secara bakterial .Nitrogen organik menghasilkan pertumbuhan biomassa lebih cepat dibandingan nitrogen anorganik.

Garam organik fosfat seperti KH2PO4 dan K2HPO4 merupakan bentuk umum dari garam fosfat. dinding sel (fosfolipid) dan ATP . Fosfor adalah elemen kunci dalam pengendalian metabolism sel .Fosfor Fosfor berada dalam asam nukleat.

Sulfur yang mengandung asam amino juga dapat digunakan sebagai sumber sulfur. Garam sulfat seperti (NH4)2SO4 merupakan sumber sulfur. Mikroba autotroph menggunakan S2.Sulfur Sulfur berada dalam protein sel dan beberapa coenzim.dan S0 sebagai sumber energi .

Bentuk potassium yang umum digunakan adalah K3PO4. Magnesium umumnya digunakan dalam bentuk MgSO4. Ribosome sangat membutuhkan ion Mg 2+. KH2PO4 dan K2HPO4 Magnesium merupakan kofaktor untuk beberapa enzim dan berada dalam dinding sel dan membran.Potassium berfungsi sebagai kofaktor beberapa enzim dan dibutuhkan pada metabolisme karbohidrat.7H20 atau MgCl2 .

Pengaruh trace metal terhadap yield beberapa metabolit primer atau sekunder lebih besar dibandingkan terhadap pertumbuhan mikroba . Kekurangan trace element akan memperpanjang fase lag (adaptasi mikroba) dan dapat menurunkan laju spesifik pertumbuhan dan dan yield seperti seperti Fe.Micronutrient Trace element merupakan nutrient esensial. Zn dan Mn Setiap sistem metabolit sekunder memiliki hubungan yang linier dengan konsentrasi metal “kunci”.

. Suatu medium yang terdiri dari glukosa.   Media Kompleks adalah media yang terdiri dari satu atau beberapa senyawa alami yang komposisinya tidak diketahui secara pasti. (NH4)2SO4. KH2PO4.Media Sintesis (media terdefinisi) dan Media Kompleks Media sintesis (media terdefinisi) adalah media yang terdiri dari senyawa kimia murni yang jumlah dan konsentrasinya sudah ditentukan. dan MgCl2 merupakan media sintetis. Media yang terdiri dari yeasts ekstrak.

dan hormon yang menghasilkan perolehan sel lebih tinggi Media kompleks lebih murah harganya Kelebihan media terdefenisi adalah lebih mudah dibuat ulang dan dikendalikan. . vitamin.Kelebihan media kompleks dibandingkan media terdefinisi adalah : Media kompleks biasanya mengandung faktor pertumbuhan.

Media Pertumbuhan dan Media Produksi. . Media produksi adalah media yang berisi nutrient yang mampu mendukung pembentukan produk. Media pertumbuhan /media aktivasi/media untuk pembuatan starter dan inokulum adalah media yang berisi nutrient yang mampu mendukung pertumbuhan mikroba.

5-0.8% (continous feed) Vegetable oil (anti foam) 0.5 dengan penambahan asam atau basa.Contoh Media Produksi Penicillin Glukosa/molase 10% (continous feed) Corn steep liquor 1-5% Phenylacetic acid 0. .5-7.5% pH 6.

Media Produksi Itaconic Acid (batch) Cane molase/sugar 150 g/l ZnSO4 1.01 g/l .5H2O 0.0 g/l CuSO4.0 g/l MgSO4.7H2O 3.

5. pH optimum pertumbuhan tidak selalu sama dengan pH optimal pembentukan produk. Bakteri memiliki pH optimum pertumbuhan pada rentang 6.Faktor Lingkungan Konsentrasi ion hidrogen mempengaruhi penyerapan nutrisi dan aktifitas fisiologis mikroba sehingga mempengaruhi pula pertumbuhan biomassa dan pembentukan produk.5 sedangkan ragi dan jamur pada rentang 4. .5 – 5.7.5 . pH optimum pertumbuhan Aspergillus niger adalah 6 sedangkan pH optimum pembentukan asam sitrat adalah 2-3.

(2) mesophiles (Topt 20-50oC). mikroorganisma diklasifikasikan menjadi 3 golongan yaitu (1) psychrophiles (Topt < 20oC). Setiap penambahan suhu 10oC menuju suhu optimum pertumbuhan. Suhu optimum untuk pertumbuhan berbeda dengan suhu optimum untuk pembentukan produk . Suhu juga mempengaruhi pembentukan produk. maka laju pertumbuhan meningkat dua kali lipat.Suhu merupakan faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan sel.(3) thermophiles (Topt >50oC). Sebaliknya jika berada di atas suhu optimal pertumbuhan maka laju pertumbuhan akan berkurang dan kematian akibat termal mungkin saja terjadi. Berdasarkan suhu optimum.

biasanya ditemukan sebagai penyusun air selular dan komponen organik.Aerasi Oksigen merupakan nutrisi kunci untuk mikroba aerob. Mikroba yang mendapatkan energi dari proses respirasi. Karbohidrat merupakan sumber oksigen yang baik untuk beberapa mikroba. . membutuhkan oksigen sebagai final oksigen atau elektron acceptor.

Transfer oksigen dari udarapermukaan cairan ke media pertumbuhan harus dilakukan secara kontinu untuk memenuhi kebutuhan sebanyak mungkin mikroba yang ada dalam kultur tersebut .99 ppm pada 350C).Kelarutan oksigen dalam air sangat rendah (6.

Agitasi Rheology kaldu fermentasi dipengaruhi oleh perubahan komposisi media selama proses fermentasi. Tetapi mikroba yang tumbuh akan menguraikan tepung dan mengubah rheology media dan mengurangi viskositas. . pertumbuhan kultur. Media fermentasi yang mengandung tepung sebagai sumber karbon merupakan media non-Newtonian dan relatif viskos. konsentrasi dan morfologi biomassa serta konsentrasi produk. namun akan diiringi dengan pertumbuhan biomassa sehingga akan meningkatkan kembali viskositas media.

Rheology kaldu fermentasi akan mempengaruhi perpindahan massa nutrien dan oksigen sehingga dibutuhkan agitasi yang memadai. .