You are on page 1of 51

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

Whaley dan Wong (2000) mengemukakan pertumbuhan
sebagai suatu peningkatan jumlah dan ukuran, sedangkan
perkembangan menitikberatkan pada perubahan yang terjadi
secara bertahap dari tingkat yang paling rendah ke tingkat yang
paling

tinggi

dan

pembelajaran.

kompleks

Jadi,

melalui

pertumbuhan

proses

maturasi

berhubungan

den

dan
gan

perubahan pada kuantitas yang maknanya terjadi perubahan
pada jumlah dan ukuran sel tubuh yang di tunjukkan dengan
adanya peningkatan ukuran dan berat seluruh bagian tubuh.
Perkembangan berhubungan dengan perubahan secara kualitas,
di antaranya
berfungsi

terjadi peningkatan kapasitas

yang

pematangan

dicapai

dan

melalui

pembelajaran.

proses

individu untuk
pertumbuhan,

Proses

pematangan

berhubungan dengan peningkatan kematangan dan adaptasi.
Proses

tersebut

terjadi

secara

terus

menerus

dan

saling

berhubungan serta ada keterkaitan antara satu komponen dan
komponen lain. Jadi, jika tubuh anak semakin besar dan tinggi,
kepribadiannya secara simultan juga semakin matang.
Marlow

(1988)

mengemukakan

pertumbuhan

sebagai

suatu peningkatan ukuran tubuh yang dapat diukur dengan
meter atau sentimeter untuk tinggi badan dan kilogram atau
gram untuk berat badan. Pertumbuhan ini dihasilkan oleh adanya
pembelahan sel dan sistesis protein dan setiap anak mempunyai
potensi gen yang berbeda untuk tumbuh. Marlow mendefinisikan
perkembangan sebagai peningkatan keterampilan dan kapasitas
anak untuk berfungsi secara bertahap dan terus menerus. Jadi,
perkembangan

adalah

suatau

proses

untuk

menghasilkan

peningkatan kemampuan untuk berfungsi pada tingkat tertentu.

Melihat uraian kedua pendapat di atas maka dapat
disimpulkan bahwa pertumbuhan adalah suatu proses alamiah
yang terjadi pada individu, yaitu secara bertahap anak akan
semakin

bertambah

berat

dan

tinggi.

Jadi,

pertumbuhan

berkaitan dengan kuantitas fisik individu anak. Sedangkan
perkembangan adalah suatu proses yang terjadi secara simultan
dengan pertumbuhan yang menghasilkan kualitas individu untuk
berfungsi, yang dihasilkan melalui poses pematangan dan proses
belajar dari lingkungannya
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN ANAK
Setiap individu berbeda dalam proses pertumbuhan dan
perkembangannya

karena

pertumbuhan dan perkembangan

anak dipengaruhi oleh beberapa faktor baik secara herediter
maupun lingkungan (Wong, 2000). Faktor tersebut adalah faktor
herediter, lingkungan dan internal.
Faktor herediter
Faktor pertumbuhan yang dapat di turunkan (herediter)
adalah jenis kelamin, ras dan kebangsaan (Marlow, 1988). Jenis
kelamin ditentukan sejak awal dalam kandungan (fase konsepsi)
dan setelah lahir, anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan berat
daripada anak perempuan dan hal ini bertahan sampai usia
tertentu karena anak perempuan biasanya lebih awal mengalami
masa prapubertas sehingga kebanyakan pada usia tersebut,
anak perempuan lebih tinggi dan besar. Akan tetapi, begitu anak
laki-laki memasuki masa prapubertas, mereka akan berubah
lebih tinggi dan besar daripada anak perempuan.

Rasa tau suku bangsa dapat mempengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan anak. Beberapa suku bangsa menunjukkan
karakteristik yang khas, misalnya Suku Asmat di Irian

Jaya

secara turun menurun berkulit hitam. Demikian juga kebangsaan
tertentu menunjukkan karakteristik tertentu seperti bangsa Asia
cenderung pendek dan kecil, sedangkan bangsa Eropa dan
Amerika cenderung tinggi dan besar.
Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan anak adalah lingkungan pranatal, lingkungan
eksternal dan lingkungan internal anak.
1. Lingkungan pranatal
Lingkungan

di dalam uterus

sangat besar pengaruhnya

terhadap perkembangan fetus, terutama karena ada selaput
yang menyelimuti dan melindungi fetus dari lingkungan luar.
Beberapa

kondisi

lingkungan

dalam

uterus

yang

dapat

mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin adalah
gangguan nutrisi karena ibu kurang mendapat gizi adekuat baik
secara kualitas maupun kuantitas, gangguan endokrin seperti ibu
menderita diabetes melitus, ibu yang mendapat terapi sitostatika
atau yang mengalami infeksi rubela, toksoplasmosis, sifilis dan
herpes. Intinya, apa yang dialami oleh ibu akan berdampak pada
kondisi pertumbuhan dan perkembangan fetus.
2. Pengaruh Budaya lingkungna
Budaya

keluarga

atau

masyarakat

akan

memengaruhi

bagaimana mereka memersepsikan dan memahami kesehatan
serta berperilaku hidup sehat. Pola perilaku ibu yang sedang
hamil

dipengaruhi

budaya

yang

dianutnya,

misalnya

ada

beberapa larangan untuk makanan tertentu padahal zat gizi

tersebut diperlukan untuk pertumbuhan janin. Begitu juga
keyakinan

untuk

melahirkan

dengan

meminta

pertolongan

petugas kesehatan di sarana kesehatan atau tetap memilih
dukun beranak, dilandasi oleh nilai budaya yang dimiliki. Setelah
anak lahir, dia dibesrkan dengan pola asuh keluarga yang juga
dilandasi oleh nilai budaya yang ada di masyarakat. Anak yang
dibesarkan di lingkungan petani di pedesaan akan mempunyai
pola kebiasaan atau norma perilaku yang berbeda dengan
meraka yang dibesarka di kota besar seperti metropolitan
Jakarta.
3. Status sosial dan ekonomi keluarga
Anak yang berada dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga
yang

sosial

ekonominya

rendah,

bahkan

punya

banyak

keterbatasan untuk memberi makanan bergizi, membayar biaya
pendidikan dan memenuhi kebutuhan primer lainnya, tentu
keluarganya akan mendapat kesulitan untuk membantu anak
mencapai tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak yang
optimal sesuai dengan tahap usianya. Keluarga dengan latar
belakang pendidikan rendah juga sering kali tidak dapat, tidak
mau, atau tidak meyakini pentingnya penggunaan fasilitas
kesehatan

yang

dapat

menunjang

pertumbuhan

dan

perkembangan anaknya, misalnya pentingnya imunisasi untuk
anak

atau

penggunaan

sarana

kesehatan

untuk

berobat

sehingga pada akhirnya mereka masih menggunakan praktik
pemeliharaan kesehatan secara tradisional, yaitu pergi pergi
kedukun yang praktik pertolongannya belum dapat dibuktikan
hasilnya secara ilmiah untuk mempertahankan kesehatan anak.
4. Nutrisi
Telah disebutkan bahwa untuk bertumbuh dan berkembang,
anak membutuhkan zat gizi yang esensial mencakup protein,

lemak,

karbohidrat,

mineral,

vitamin

dan

air

yang

harus

dikonsumsi secara seimbang dengan jumlah sesuai kebutuhan
pada tahap usianya. Khusus selama periode pertumbuhan dan
perkembangan yang cepat seperti masa prenatal, usia bayi atau
remaja akan embutuhakan lebih banyak kalori dan protein. Anak
dapat mengalami hambatan pertumbuhan dan perkembangan
hanya karena kurang adekuatnya asupan zat gzi tersebut.
Asupan nutrisi yang berlebihan juga menimbulkan dampak
yang

buruk

pula

bagi

kesehatan

anak,

misalnya

terjadi

penumpukan kadar lemak yang berlebihan dalam sel/ jaringan,
bahkan

pada

pembuluh

darah

sehingga

bila

anak

sakit,

pertumbuhan dan perkembangannya juga terganggu.
5. Iklim atau cuaca
Iklim tertentu dapat mempengaruhi status kesehatan anak
seperti pada musim penghujan yang dapat menimbulkan bahaya
banjir

pada

daerah

tertentu,

akan

menyababkan

sulitnya

transportasi sehingga mendapatkan bahan makanan, bahkan
timbul berbagai penyakit menular, seperti diare dan penyakit
kulit, yang dapat mengancancam semua orang termasuk bayi
dan anak-anak. Terlebih lagi pada bayi dan anak-anak yang
rentan terhadap penyakit menular, apabila daya tahan tubuh
menurun yang juga akibat tidak adekuatnya status nutrisi,
mereka

akan

dengan

mudah

terjangkit

penyaki

menular

tersebut. Pada beberapa tempat yang endemis untuk terjadi
wabah demam berdarah, terjadi perubahan cuaca akan berakibat
atas meningkatnya angka kejadian demam berdarah. Demikian
juga di musim kemarau ketika sulit mendapatkan air bersih,
angka kejadian seperti diare akan meningkat. Oleh karena itu,
masyarakat harus mempunyai kemampuan untuk mengantisipasi
kejadian tersebut dan melakuka tindakan pencegahan. Status

Pada saat olahraga. yaitu orang tuanya dan mendapatkan stimulasi secara psikososial. selain itu kepada anak juga ditanamkan aturan permainan yang harus diikuti bersama dan interaksi sosial yang dijalankan membantu mereka memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan sesama teman 7. Posisi anak dalam keluarga Posisi anak sebagai anak tunggal. anak sulung dan anak tengah atau anak bungsu akan mempengaruhi bagaimanapola asuh anak tersebut diasuh dan dididik dalam keluarga.kesehatan anak tentunya akan berdampak pada proses pertumbuhan dan perkembangan. manfaat olahraga atau latihan yang teratur dapat meningkatkan sirkulasi darah sehingga akan meningkatkan suplai oksigen ke seluruh tubuh. kemampuan intelektual anak tunggal akan dapat lebih cepat berkembang dan mengembangkan harga diri yang positif secar terus menerus berinteraksi denga oaring dewasa. Perkembangan motorik lebih lambat karena tidak ada stimulasi . Secara fisik. Anak tunggal tidak mempunyai teman bicara dan beraktivitas kecuali dengan orang tuanya. Olahraga/latihan fisik Olahraga atau latihan fisik berdampak pada pertumbuhan fisik maupun perkembangan psikososial anak. Aktivitas fisik dari sepak bola akan membantu pertumbuhan sel. biasanya mereka akan lebih bergantung dan kurang mandiri. 6. anak juga akan berinteraksi dengan teman sepermainan dan mengenal aturan yang berlaku serta belajar menaatinya untuk tujuan bersama. Akan tetapi. olahraga akan meningkatkan aktivitas fisik dan menstimulasi perkembangan otot dan pertumbuhan sel. misalnya sepak bola yang dilakukan oleh kelompok anak sekolah. Olek karena itu. Selai itu.

Anak tengah berada di antara anak tertua dan anak bungsu. Anak punya kesempatan untuk belajar berkomunikasi dan lebih mampu beradaptasi diantara anak terbesar dan anak terkecil. Sesuai dengan posisinya. Walaupun demikian. anak terkecil adalah yang termuda usianya dalam keluarga dan biasanya mendapat perhatian penuh dari semua mempunyai anggota keluarga kepribadian yang sehingga hangat. Faktor internal Berikut ini akan diuraikan faktor internal yang dapat memp. Hal tersebut seringkali membuat anak lebih mandiri. tetapi biasanya kurang maksimal dalam pencapaian prestasi disbanding anak pertama.engaruhi pertumbuhan dam perkembangan anak. tetapi dilain pihak biasanya orang tua memiliki banyak dengan anak pertama belum pengalaman dalam mengasuh anak dan cenderung terlalu melindungi sehingga sering kali anak tumbuh menjadi anak yang perfeksionis dan cenderung pencemas. semua uraian di atas hanyalah satu tinjauan dari lingkungan anak karena ada faktor lain yang dapat mempengaruhu proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang dilahirkan dengan tingkat kecerdasan yang rendah tidak akan . yaitu factor internal. Segala kebutuhan dipenuhi. membuat ramah dan anak penuh perhatian pad orang lain. 1. Kecerdasan Kecerdasan dimiliki anak sejak ia dilahirkan. Orang tua biasanya sudah langsung percaya diri dalam merawat anak.untuk melakukan aktivitas fisik yang biasanya dilakukan oleh saudara kandungnya Anak pertama biasanya mendapat perhatian penuh karena belum ada saudara yang lain. bahkan cenderung agak kurang peduli.

Pengaruh hormonal. yaitu hormone somatotropik. Pengaruh emosi Orang tua terutama ibi adalah orang terdekat temapat anak belajar untuk bertumbuh dan berkembang. Anak belajar dari orang tua untuk dapat memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri. marah saat jengkel anak akan belajar untuk . Ada 3 hormon utama yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. yaitu anak tumbuh dengan sangat tinggi dan besar dan apabila kekurangan Hormon dapat tiroid sedangkan meyebabkan menstimulasi hormon dwarfism atau metabolisme gonadotropik kerdil tubuh. hormone tiroid somatotropik selama dan hormone (growth masa hormone) kanak-kanak gonadotropin. halm ini akan menyebabkan gigantisme. seperti melempar sandal atau sepatu bekas diapaki. 2. 3. apabila orang tua memberi contoh perilaku emosional. sedangkan estrogen akan menstimulasi perkembangan karakteristik seks sekunder anak perempuan yaitu menghasilakan ovum. Selanjutnya. menstimulasi pertumbuhan sel interstisial dan testis untu memproduksi testosterone dan ovarium untuk memproduksi estogren. terutama yang Hormon digunakan mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan karena menstimulasi terjadinya proliferasi sistem kartilago dan skeletal. Dengan demikian. tostesteron akan menstimulasi perkembangan karakteristik seks sekunder anak laki-laki yaitu menghasilkan spermatozoa. Apabila kelebihan. membentak saat anak rewel.mencapai prestasi yang cemerlang walaupun stimulus yang diberikan lingkungan begitu tinggi. Sementara anak yang dilahirkan dengan tingkat kecerdasan tinggi dapat didorong oleh stimulus lingkungan untuk berprestasi secara cemerlang.

Berikut ini akan di uraikn setiap periode perkembangan anak. Oleh karena itu. embrio dan fetal. Periode Pranatal Periode ini terdiri atas fase germinal. periode bayi. anak akan belajar untuk berbicara kasar pada orang lain. Fase embrio mulai dari usia kehamilan 2 minggu sampai 8 minggu dan periode fetal mulai dari 8 minggu sampai 40 minggu atau kelahiran. Pada periode ini terjadi pertumbuhan yang sangat cepat dan sangat penting karena . dan masa kanakkanak akhir. Anak belajar mengekspresikan perasaan dan emosinya dengan meniru perasan orang tuanya. masa kanak-kanak pertengahan. Orang tua adalah model peran bagi anak. orang tua harus berhati-hati dalam bersikap karena apabila orang tua senang mebentak. Apabila pola seperti ini dibiarkan anak akan mengembangkan perilaku emosional seperti diatas karena maturasi atau pematangan kepribadian diperoleh anak melalui proses belajar dari lingkungan keluarganya. PERIODE PERKEMBANGAN ANAK\ Wong (2000) mengemukakan perkembangan anak secara umum terdiri atas tahapan pranatal. Fase germinal yaitu mulai dari konsepsi sampai kurang lebih usia kehamilan 2 minggu. Apabila orang tua suka memukul saat marah dan jengkel anak akan belajar bersikap kasar pada orang lain. maa anakkanak awal.menirukan perilaku orang tua tersebut.

Diatas 28 hari sampai usia 12 bulan termasuk periode bayi.terjadi pembentukan organ dan sistem prgan anak. motori dan sosial dan pembentukan rasa percaya pada diri anak melalui perhatian dan pemenuhan dasar dari orang tua. adanya hubungan antara kondisi ibu dan fetus yang memberi dampak pada pertumbuhannya. bahkan sangat dimungkinkan terjadinya pertumbuhan abnormal pada ibu yang megkonsumsi obat diluar pengawasan dokter rumah atau terpaksa kehamilan harus diakhiri apabila menderita penyakit yang mengancam nyawa(misalnya. . Oleh karena itu. Asupan nutrisi ibu yang adekuat selama masa kehamilan terutama kadar protein yang tinggi akan membantu anak untuk mencapai perkembangan otak yang optimal. Neonatus adalah sejak lahir(6 hari) sampai 28 hari. Pada periode ini. penyakit atau masalah kesehatan yang sering dialami ibu akan berdampak pada kesejahteraan fetus. Selain itu. Periode kanak-kanak awal motor mutlak anak. gangguan fungsi ginjal berat). gangguan kardiovaskuler. pertumbuhan dan perkembangan yang cepat terutama pada aspek kognitif. Periode bayi Periode ini terbagi atas neonates dan bayi. Kemampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan dasar dan diperlukan memberikan untuk stimulus pertumbuhan sensorik dan perkembangan terutama keluarga sebagai lingkungan pertama. preeklamsi berat. Sebaliknya. perawat prenatal yang adekuat sangat diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan fetus yang optimal.

Pada usia prasekolah. belajar tentang nilai moral dan budaya dari lingkungan selain keluarga.Periode ini terdiri atas usia 1 sampai 3 tahun yang disebut dengan toddler dan pra sekolah. Periode kanak-kanak pertengahan Periode ini dimulai pada usia 6 tahun sampai 11 tahun atau 12 tahun. berlari. anak membutuhkan aktivitas yang regular kurang lebih 4 sampai 5 jam per hari. Sistem tubuh seharusnya sudah matang dan sudah terlatih dengan toileting. yaitu anak mempunyai lingkungan lain selain keluarga. seperti berjalan. Anak banyak mengembangkan kemampuan interaksi sosial. tetapi otot dan tulang belum begitu sempurna. peran guru menjadi sangat peting karena ucapan dan perilaku guru disekolah dapat dijadikan model dan pengembangan kemampuan moral dan sosial dilingkungan rumahnya. Keterampilan motoric. perkembangan fisik lebih lambat dan relative menetap. mengembangkan rasa ingin tahu dan eksplorasi benda yang ada disekelilingnya. Toddler menunjukkan aktivitas lebih banyak bergerak. Bahkan. yaitu antar 3 sampai 6 tahun. Untuk hal ini. dengan pertumbuhan anak laki-laki sedikit lebih miningkat daripada perempuan dan perkembangan motoric lebih sempurna. Anak . Periode ini dikenal sebagai fase usia sekolah. Orang tua perlu mendapatkan bimbingan antisipasi terhadap kemungkinan terjadi bahaya atau ancaman kecelakaan tersebut. Kemampuan interaksi sosial lebih luas terutama pada anak prasekolah dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia sekolah dan perkembangan konsep diri telah dimulai pada periode ini. melompat menjadi semakin luwes. dengan demikian bahaya atau resiko terjadi kecelakaan harus diwaspadai pada periode toddler. terutama sekolah.

belajar tentang nilai sosial dari kelompok. menulis serta berhitung lebih dikuasai. Boleh dikatakan pada fase ini anak melalui krisis identitras sebagai remaja yang sedang tumbuh untuk menjadi dewasa dan dengan sendirinya diperlukan bantuan orang tua untuk memfasilitasinya melewat fase tersebut sehingga berhasil mempunyai identitas diri yang positif.sudah sudah mulai mampu untuk mengambil bagian dalam kelompok. penting bagi orang tua untuk memilih sekolah yang baik bagi perkembangan anak. anak lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada keluarga serta punya kemandirian dalam merawat diri sendiri. dengan perkembengan yang dicapai melalui lingkungan sekolah. sedangkan anak laki-laki 12 tahun. Harapannya. Anak perempuan mulai memasuki fase prapubertas pada usia 11 tahun. pada usia 11 atau 12 tahun sampai 18 tahun. dan keterampilan dasar membaca. Masa usia sekolah juga merupakan fase penting dalam pencapaian perkembangan konsep diri. Oleh karena itu. terutama pada fase remaja akhir. Perkembangan yang mencolok pada periode ini adalah kematangan identitas seksual dengan perkembangannya organ reproduksi dan pencapaian identitas diri anak sebagai remaja yang akan meninggalkan masa kanak-kanak dan memasuki perkembangan sebagai orang dewasa. yaitu anak mulai memasuki usia remaja. Periode kanak-kakanak akhir Periode ini merupakan fase transisi. TEORI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK .

Berikut ini akan diuraikan teori perkembangan psikoseksual. toilet training adalah waktu yang tepat untuk dilahkukan pada periode ini. menggigit. yaitu m. seperti menghisap. 3. Oenanaman identitas gender pada bayi dimulai dengan adanya perlakuan ibu atau ayah yang berbeda. Dengan demikian. Fase Oral (0 sampai 11 bulan) Selama masa bayi sumber kesenangan anak terbesar berpusat pada akitivitas oral. Berikut ini akan dijelaskan satu per satu 1.enginjak tahun pertama dan tahun ketiga. swementara ayah lebih lebih banyak melakukan aktifitas motoric pada bayi laki-laki dari pada bayi perempuan. Fase Anal ( 1 sampai 3 tahun) SSelam fase kedua. kognitif dan perkembangan moral Perkembangan psikseksual (Frued) Frued mengemukakan bahwa perkembangan psikoseksual anak terdiri atas fase oral. mengunyah dan mengucap.Terdapat berbagai pandangan tentang teori pertumbuhan dan perkembangan anak. fase anal. Anak senang menahan feses. misalnya dengan mengangkat dan menjunjung bayi ke atas 2. kehidupan anak berpusat pada kesenangan anak. bahkan bermain-main dengan fesesnya sesuai dengan keinginannya. fase falik dan fase genital. psikososial. misalnya bayi perempuan cenderung diajak berbicara lebih banyak dari pada bayi laki-laki. Hambatan atau ketidakpuasan dalam pemenuhan kebutuhan oral akan mempengaruhi fase perkembangan berikutnya. Fase Falik ( 3 sampai 6 tahun) . yaitu selama perkembangan otot sfingter.

Pada awal fase laten. Anak mulai mempelajari adanya perbedaan jenis kelamin perempuan dan laki-laki dengan mengetahui adanya perbedaan alat kelamin. sebaiknya orang tua waspada. yaitu menjawabnya dengan jujur dan hangat. anak sering meniru ibu atau bapaknya. Peran ibu dan ayah sangat penting dalam melakukan pendekatan denga . anak mungkin dapat bertindak coba-coba dengan teman sepermainan. Secara psikologis pada fase ini mulai berkembanmg superego. orang tua harus bijaksana dalam merespons. 4. mengarah pada sistem reproduksi. Oleh karena itu apabila anak tidak pernah bertanya tentang seks.Selama fase ini genetalia menjadi area yang menarik dan area tubuh yang sensitive. Fase Laten (6 sampai 12 tahun) Selama periode laten. Pertanyaan anak tentang seks semakin banyak. anak perempuan lebih menyukai teman dengan jenis kelamin perempuan dan anak laki-laki dengan anak laki-laki. Orang tua harus bijak dalam memberi penjelasan tentang hal ini sesuai dengan kemampuan perkembangan kognitifnya agar anak mendapat pemahaman yang benar.Seringkali karena begitu penasaran dengan seks. Luas jawaban ditentukan dengan maturitas anak. anak menggunakan energi fisik dan psikologis yang merupakan media untuk mengesplorasi pengetahuan dan pengalamannya melalui aktivitas fisik maupun sosialnya. Selain itu untuk memahami identitas gender. Seringkali anak sangat penasaran dengan pertanyaan yang diajukannya berkaitan dengan perbedaan ini. misalnya dengan memakai pakaian ayah dan ibunya. yaitu anak mulai berkurang sifat egosentrisnya. Dalm hal ini .

1. pelajari apa yang sebenarnya sedang dipikirkan anak berkaitan dengan seks. Peercaya versus tidak percaya Penanaman rasa percaya adalah hal yang sangat mendasar pada fase ini. Perkembangan Psikososial (Erikson) Pendekatan Erikson dalam membahas proses perkembangan anak adalah dengan menguraiakan lima tahap perkembangan psikososial yaitu percaya versus tidak percaya. Fase Genital (12 sampai 18 tahun) Tahap akhir mas perkembangan menurut Freud adalh tahapan genital ketika anak mulai masuk fase pubertas. Oleh karena itu. anak akan mengembangkan rasa tidak percaya pada . insiativ versus rasa bersalah. Otonomi versus rasa malu dan ragu. Bayi belajar bahwa orang tuanya dapat memberi perhatian dan cinta kasih melalui perlakuannya sehingga dapat menurunkan perasaan tidak nyaman. Terbentuknya kepercayaan diperoleh dari hubungannya dengan orang lain dan oaring pertama yang berhubungan dengan orang tuanya. industry versus inferiority dan identitas dan kerancuan pesan. 5. Sebaliknya. Belaian cinta kasih ibu dalam memberikan perhatian dan memenuhi kebutuhan dasr anak yang konsisten terutama pemberian makan disaat anak lapar dan haus adalah sangat pentung untuk mengembangkan rasa percaya ini.anak. yaitu dengan adanya proses kematangan organ reproduksi dan produlsi hormone seks. ibu memerlukan hubungan terutama dari suami untuk membina hubungan yang dekat denga anak. terutama ibunya. Berikut ini akan diuraikan satu persatu.

berjinjit. Perasaan bersalah akan timbul pada anak apabila anak tidak mampu berprestasi sehingga merasa tidak puas atas perkembangan yang telah dicapainya. industry versus inferiority ( 6 sampai 12 tahun) Anak akan belajar untuk bekerja sama dan bersaing dengan anak lainnya melalui kegiyatan yang dilakukan baik dalam kegiyatan akademik maupun dalam pergaulan melalui permainan yang dilakukannya bersama. Sebaliknya. 4. Otonomi mulai berkembang pada anak fase ini.orang lain apabila pemenuhan kebutuhan dasar tersebut tidak terpenihi. dengan dukungan keluarga terdekat. memanjat dan memilih mainan atau barang yang diinginkannya. seprti berjalan. emosi. anak akan meniru perilaku orang lain disekitarnya dan hal ini merupakan proses belajar. Otonomi versus rasa malu da ragu((1 sampai 3 tahun) Perkembangan otonomi berpusat pada kemampuan anak untuk mengontrol tubuh dan melahkukan hal-hal yang ingin lingkungannya. Hasil akhir yang diperoleh adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu sebagai prestasi. Terjadinya perubahan fisik. dan social pada anak . Anak ingin dilahkukannya sendiri dengan menggunakan kemampuan yang sudah mereka miliki. 2. 3. Inisiatf versus ras bersalah (3 sampai 6 tahun) Perkembangan inisiatif diperoleh dengan cara mengkaji lingkungan melalui kemampuan indranya. Anak mengembangkan keinginan dengan cara Eksplorasi terhadap apa yang ada disekelilingnya. Pada fase ini. terutama awal usia 6 tahun. perasaan malu dan ragu akan timbul apabila anak merasa dirinya kerdil atau saat mereka dipaksa olah orang tuanya atau orang dewasa lainnya untuk memilih atau berbuat sesuatau yang dikehendaki mereka.

umpan balik berupa kritikan dan evaluasi dari teman atau lingkungannya. Perkembangan kognitif (piaget) Perkembangan kognitif dibahas berdasarkan pada tahapan sensorismotorik. Perasaan sukses dicapai anak dengan dilandasi adanyamotivasi internal untuk beraktifitas yang mempunyai tujuan. Kemampuan anak untuk berinteraksi social lebih luas dengan teman dilingkungannya dapat memfasilitasi perkembangan perasaan sukses (sense of industry) tersebut. 1. Tahap sensoris-motorik (0 sampai 2 tahun) . praoperasional. Perasaan tidak adekuat dan rasa inferior atau rendah diri akan berkembang apabila anak terlalu mendapat tuntutan dari lingkungan dan anak menjadi dasar yang kutang untuk penguasaan tugas-tugas difase remaja dan dewasa.berpengaruh terhadap gambaran terhadap tubuhnya (body image). untuk dapat mengambil keputusan tersendiri. Mereka menunjukkan perannya dengan bergaya sebagai remaja yang sangat dekat dengan kelompoknya. Pujian atau penguatan (reinforcement) dari orang tua atau orang dewasa lainnya terhadap prestasi yang dicapainya menjadi begitu penting untuk menguatkan perasaan berhasil dalam melakukan sesuatu. bergaul dengan mengadopsi nilai kelompok dan lingkungannya. yang sedang berada pada fase transisi dari kanak-kanak menuju dewasa. dan formal operation. concrete operational. 5. Kejelasan identitasdiperoleh apabila ada kepuasan yang diperoleh dari orang tua atau lingkungan tempat ia berada. identitas dan keracunan peran (12 sampai 18 tahun) Anak remaja akan berusaha untuk menyelsaikan perannya sebagai anak. mencerminkan penerimaan dari kelompok akan membantu anak semakin mempunyai konsep diri yang positif. sedangkan ketidakmampuan dalam mengatasi konflik akan menimbulkan keracunan peran yang harus dijalankannya. yang membantunya melalui proses pencarian identitas diri sebagai anak remaja. Interaksi social lebih luas dengan teman.

bayi menangis. misalnya dengan menggunakan mainan. Kemudian. Formal opersion (1 sampai 15 tahun) Tahapan ini menunjukkan dengan karakteristik kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan kemampuan untuk fleksibel terhadap lingkungannya. Concrete operational (7 sampai 11 tahun) Pada usia ini. Praoperasional (2 sampai 7 tahun) Karakteristik utama perkembangan praoperasional didasari oleh sfat intelektual egosentris. 4. Pada anak usia 2 sampai 3 tahun. Tiga kejadian penting dari tahapan sensoris-motorik adalah perpisahan anak dengan lingkungan seperti ibunya. bayi belajar dan mengembangkan kemampuan sensoris-motorik dengan kondisikan oleh lingkungan. Anak mampu mengklasifikasi benda danperintah dan menyelesaikan masalah secara konkrit dan sistematis berdasarkan apa yang mereka trima dari lingkungannya.Mengisap (sucking) adalah ciri utama pada perilaku bayi dan berkembang sekalipun tidak sedang menyusu. Anak sudah berfikir konsep tentang waktu dan mengingatm kejadian yang lalu serta menyadari kegiyatan yang dilakukan berulang-ulang. yaitu anak mulai mengembakan sebab-akibat. perkembangan intelektual dipelajari melalui sensasi dan pergerakan. 2. dan menginterpretasi benda atau kejadian. anak kemudian terdiam. Jadi. jika ibu menyusukan sambil bernyanyi atau bersenandung. Jadi. Pemikiran didominasi oleh pa yang mereka lihat dan rasakan dengan pengalaman lainnya. pada Ketidakmampuan tahapan untuk menempatkan diri sendir ditempat orang lain. trial and errer. Anak prasekolah (3sampai 6 tahun) mempunyai tugas untuk menyiapkan diri memasuki dunia sekolah 3. pemikiran meningkat atau bertabah logis dan koheren. Apabila lapar. selanjutnya akan semakin berkembang diakhir usia sekolah atau awal masa remaja. ada persepsi tentang konsep benda yang permanen atau konstan serta penggunaan symbol untuk memersepsikan situasi atau benda. lalu ibu menyusukannya dan anak terdiam. tetapi pemahaman belum mendalam. . bibirnya bergerak-gerak seperti sedang menyusu. anak berada diantara sensoris-motor dan praoperasional.

. dan sebaliknya. mereka mempersepsikan perilakunya sebagai suatu kebaiakan. Sebaliknya. Perkembangan moral (Kohlberg) Perkembangan moral anak yang dikemukakan Kohlberg didasarkam pada perkembangan kognitif anak yang terdiri atas tiga tahapan yaitu : preconventional.Anak remaja dapat berfikir dengan pola yang abstrak menggunakan tanda atau symbol dan menggambarkan kesimpulan yang logis. conventional dan postconventional. Tahap selanjutnya. Fase prekonfensional Anak belajar baik dan buruk. teoritis. Anak sudah mampu bekerjasama dengan kelompok dan mempelajari serta mengapdosi norma-norma yang ada dalam kelompok selain norma dalam lingkungan keluarga. Berikut ini akan diuraikan satu per satu. Tahap satu didasari oleh adanya rasa egosentris pada anak. hal ini dipersepsikannya sebagai suatu keburukan. Oleh karena itu. Fase conventional Pada tahap conventional. atau benar dan salah melalui budaya sebagai dasar dalam peletakan nilai moral. jika tindakannya mengganggu hubungannya dengan keluarga atau kelompoknya. Tahp dua. ekspresi kurang perhatian bahkan membencinya akan membuat mereka mengenal keburukan. 1. Anak menjalankan aturan sebagai suatu yang memuaskan mereka sendiri. anak berorientasi pada mutualitas hubungan interpersonal dengan kelompok. Fase ini terdiri atas tiga tahapan. rasa cinta dan kasih sayang akan menolong dan memahami akan kebaikan . yaitu kebaikan adalah seperti apa yang saya mau. Anak mempertahankannya dengan menggunakan norma tersebut dalm mengambil keputusannya. dan filosofis. Oleh karena itu hati-hati apabila anak memukaul anaknya dengan orang tua tidak memberi sanksi. Apabila perilaku anak menyebabkan mereka diterima oleh keluarag atau teman kelompoknya. yaitu anak berfokus pada motif yang menyenangkan sebagai suatu kebaikan. 2. yaitu orientasi hukuman dan ketaatan baik dan buruk sebagai konsekuensi tindakan. Mereka dapat membuat dugaan dan mengujinya dengan pemikirannya yang abstrak. anak akan berpikir bahwa tindakannya bukan merupakan suatu yang buruk. Keadilan adalah hubungan yang saling menguntungkan antar individu.

Apabila mereka dapat melakukan sesuatu yang benar. 3. iklim atau cuaca. hal ini dipersepsikannya sebagai kebaikan mereka. Tidak ada yang dapat mereka terima dari lingkungan tanpa membayarnya dan apabila menjadi bagian dari kelompok. nutrisi. seperti kondisi pranatal. dan perilaku yang tepat yang menguntungkan bagi masyarakat sebagai sesuatu yang baik. mereka harus berkontribusi untuk pencapaian kelompok. psikososial. dan spiritual. yaitu orientasi pada hukum dan orientasi pada prinsip etik yang umum. Mereka memersepsikan kebaikan sebagai sesuatu yang dapat menyejahterahkan individu. seperti jujur. pengaruh budaya lingkungan. Pertumbuhan dan perkembangan setiap anak tidak sama karena banyak faktor yang memengaruhi baik dari dalam diri anak maupun dari lingkungannya.penting sekali adanya contoh karakter yang baik. yaitu anak dapat menilai perilaku baik dan buruk dari dirinya sendiri. status sosial dan ekonomi keluarga. dan faktor internal. Anak sudah dapat mempertahankan perilaku berdasarkan standar moral yang ada seperti menaati aturan dan hukum yang berlaku di masyarakat. seperti kecerdasaan. Fae kedua dikatakan sebagai tingkat nilai moral tertinggi. yaitu secara bertahab berat dan tinggi anak akan semakin bertambah dan secsara simultan mengalami peningkatan kemampuan untuk berfungsi baik secara kognitif. Apapun tindakan yang diyakininya dipersepsikan sebagai suatu kebaikan. Pada fase pertama. baik dari keuarga maupun teman kelompoknya. posisi anak dalam keluarga. Pengaruh tersebut mencakup faktor lingkungan. pengaruh hormonal terutama hormon somatotropik dan hormon . Fase Postconventional Anak usia remaja telah mampu membuat pilihan berdasar pada prinsip yang dimiliki dan diyakininya. RANGKUMAN Pertumbuhan adalah suatu proses alamiah yang terjadi pada individu. setia. murah hati. Ada dua fase. olahraga/latihan fisik. anak menempatkan nilai budaya. hukum.

periode kanak-kanak pertengahan yang dimulai dari usia 6 tahun sampai 11 tahun atau 12 tahun. yaitu kehidupan anak berpusat pada kesenangan anak. fase falik (3 sampai dengan 6 tahun). Piaget membahasnya berdasarka perkembangan kognitif. pre . yaitu sensoris-motorik (0 samapi 2 tahun).tiroid yang menstimulasi metabolisme tubuh. otonomi versus rasa malu dan ragu ( 1samapai 3 tahun). fase laten (6 sampai 12 tahun). periode kanakkanak awal yang terdiri atas usia anak 1 sampai 3 tahun yang disebut dengan todler dan prasekolah. yaitu selama perkembangan otot sfingter. kematangan organ reproduksi dan produksi hormon seks. mengunyah. embrio. fase ketika selama masa bayi. dan periode kanak-kanak akhir yang merupakan fase transisi. yaitu percaya versus tidak percaya (0 sampai 1 tahun). Anak perempuan mulai memasuki fase prapubertas pada usia 11 tahun. insiatif versus rasa bersalah (3sampai 6 tahun) industry versus inferiority (6 sampai 12 tahun). dan identitas dan kerancauan peran (12 sampai 18 tahun). fase genital (12 sampai 18 tahun). Anak senang menahan fase bahkan bermain-main dengan fasenya. fase anal (1 sampai 3 bulan). Periode perkembangan anak terbagi menjadi periode pranatal. menggigit. Erikson membahas proses perkembangan anak dalam lima tahapan perkembangan psikososial. fase ketika anak menggunakan energi fisik dan psikologis yang merupakan media untuk mengeksplorasi pengetahuan dan pengalamannya melalui aktivitas fisik maupun sosialnya. sumber kesenangan anak terbesar berpusat pada aktivitas oral. seperti menghisap. yaitu fase oral (0 sampai 11 bulan). serta pengaruh emosi orang tua terutama ibu. Dalam beberapa teori perkembangan. dan fetal. peride bayi yang terdiri atas periode neonatus (0 sampai 28 hari) dan bayi (1 bulan sampai 12 bulan). yaitu usia 11 atau 12 tahun sampai 18 tahun. fase ketika genitalia menjadi area yang menarik dan area tubuh yang sensitif. yaitu antara 3 sampai 6 tahun. yaitu anak mulai memasuki usia remaja. dan mengecap. yaitu tahapan akhir masa perkembangan anak mulai memasuki fase pubertas. yang terdiri atas fase germinal. sedangkan anak laki-laki pada usia 12 tahun. Freud mengemukakan perkembangan psikoseksual.

atau benar dan salah melalui budaya sebagi dasar dalam peletakan nilai moral. fese posconventional. .operational (2 sampai 7 tahun). anak usia remaja telah memiliki prinsip dalam membuat pilihan. yaitu fase preconventional. hukum. menempatkan nilai budaya. anak berorientasi pad makna hubungan interpersonal dengan kelompok. dan perilaku yang tepat dan menguntungkan bagi masyarakat sebagai sesuatu yang baik. sudah mampu bekerjasama dengan kelompok serta mempelajari dan mengapdosi norma yang ada dalm kelompok selain norma dalam lingkungan pada keluargnya. anak belajar baik dan buruk. concrete operational (7 sampai 11 tahun). fase konventional. formal operation (11 sampai 15 tahun) Kohlberg membahas perkembangan anak berdasarkan perkembangan moral anak.

yaitu untuk mengetahui adanay  masalah mental emosional.DETEKSI TUMBUH KEMBANG ANAK Deteksi dini tumbuh kembang anak adalah kegiatan/pemeriksaan untuk menemukan secara dini penyimpangan/masalah tumbuh kembang anak. autisme dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas. maka intervensinya akan lebih sulit dan hal ini akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak. maka intervensi akan lebih mudah dilakukan. gangguan daya dengar. gangguan daya lihat. yaitu untuk mengetahui/menemukan  status gizi kurang/buruk dan mikro/makrosefal. Deteksi dini penyimpangan mental emosional. Bila penyimpangan terlambat diketahui. berupa:  Deteksi dini penyimpngan pertumbuhan. tenaga kesehatan juga mempunyai “waktu” dalam membuat rencana tindakan/intervensi yang tepat. terutama ketika harus melibatkan ibu/keluarga. Deteksi dini penyimpangan perkembangan. Adapun jadwal kegiatan dan jenis skrining/deteksi dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak prasekolah oleh tenaga kesehatan adalah sebagai berikut: Jenis Deteksi Tumbuh Kembang Anak Yang Harus Dilakukan Deteksi Dini Deteksi Dini Deteksi Dini Umu Penyimpanga Penyimpangan Penyimpangan Mental r n Perkembangan Emosional Anak Pertumbuhan BB TB 0 bulan   KPSP TDD TDL KMM CHAT E * GPPH * . Ada 3 jenis deteksi dini tumbuh kembang yang dapat dikerjakan oleh tenaga kesehatan ditingkat puskesmas dan jaringannya. yaitu untuk mengetahui gangguan perkembangan anak (keterlambatan).

3     bulan 6     bulan 9     bulan 12     bulan 15  bulan 18  bulan 21  bulan 24      bulan 30      bulan 36       bulan 42        bulan 48        bulan 54        bulan 60        bulan 66        bulan 72        bulan Keterangan :          .

jaket.  Punggung.  Lihat posisi jarum atau angka harus menunjuk ke angka 0. kalung dan tidak memegang sesuatu. Anak-anak berdiri diatas timbangan tanpa dipegangi. Ada kecurigaan anak mempunyai penyimpangan tumbuh Ada keluhan anak mempunyai masalah tumbuh kembang A. pantat dan tumit menempe pada tiang pengukur. baca angka di tengah-tengah antara gerakan jarum ke kanan dan ke kiri.  Turunkan batas atas pengukuran sampai menempel di ubun-ubun. Pengukuran tabel BB/TB (Direktorat Gizi Masyarakat 2002):  Ukur tinggi/panjang dan timbang berat badan anak. Lihat jarum timbangan sampai berhenti. .  Berdiri tegak menghadap ke depan. Cara mengukur dengan posisi berdiri:  Anak tidak memakai sandal dan sepatu.BB/TB : Berat Badab Terhadap TDL Tinggi Badan KMME : Kuesioner Masalah Mental Lk Emosional : Lingkar Kepala : Tes Daya Lihat KPSP : Kuesioner Pra Skrining CHAT : Checklist for Autism Perhatian Perkembangan dan Hiperaktivitas TDD : Tes Daya Dengar GPPH : Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas Tanda * : Deteksi dilakukan atas indikasi Jadwal dan jenis deteksi dini tumbuh kembang dapat berubah sewaktu-waktu yaitu pada:    Kasus rujukan. Baca angka yang ditunjukkan oleh jarum timbangan Bila anak terus menerus bergerak. Pengukuran Berat Badan Terhadap Tinggi Badan (BB/TB)  Menggunakan timbang injak  Letakkan timbang dilantai yang datar sehingga tidak mudah bergerak. tidak memakai alas       kaki. sesuai cara di atas. topi. perhatikan gerakan jarum. jam tangan.\  Baca angka pada batas tersebut.  Anak sebaiknya memakai baju sehari-hari yang tipis.

yaitu makrosefal bila berada diatas “jalur hijau” dan mikrosefal bila berada dibawah “jalur hijau”. B. Cara mengukur lingkaran kepala :  Alat pengukur dilingkarkan pada kepala anak melewati dahi. Lihat kolom tinggi/panjang badan anak yang sesuai dengan hasil pengukuran. hitung umur bayi / anak. pengukuran dilakukan setiap enam bulan. cari angka berat badan yang terdekat dengan berat badan anak. umur 12-72 bulan.  Buat garis yang menghubungkan antara ukuran yang lalu dengan ukuran  sekarang. menutupi alis mata. Pengukuran Lingkaran Kepala Anak (LKA). Interpretasi:  Bila ukuran lingkaran kepala anak berada di dalam “jalur hijau” maka lingkaran kepala anak normal.  Intervensi: .  Bila ukuran kepala anak kberada diluar “jalur hijau” maka lingkaran kepala anak tidak normal.  Hasil pengukuran dicatat pada grafik lingkaran kepala menurut umur dan jenis kelamin anak. dan bagian belakang kepala yang menonjol. tarik agak kencang.  Dari angka berat badan tersebut.  Tujuan pengukuran lingkaran kepala anak adalah untuk mengetahui lingkaran  kepala anak dalam batas normal atau batas normal. diatas kedua telinga.  Tanyakan tanggal lahir bayi / anak. Jadwal. lihat bagian atas kolom untuk mengetahui angka standar deviasi (SD). Pada anak yang lebih besar.  Baca angka pada pertemuan dengan angka 0. Pengukuran dan penilaian lingkaran  kepala anak dilakukan oleh tenaga kesehatan teratih. Umur 0-11 bulan.  Pilih kolom berat badan untuk laki-laki (kiri) atau perempuan (kanan) sesuai jenis keamin anak.  Lingkaran kepala anak tidak normal ada 2 (dua). disesuaikan dengan umur anak. pengukuran dilakukan setiap tiga bulan.

saran KPSP anak umur 0 – 72 bulan.12. bola sebesar bola tenis . minta ibu dataang kembali pada umur skrining yang terdekat untuk pemeriksaan rutin. misalnya bayi umur 7 bulan.60.18. kerincingan . anak harus dibawa  Tentukan umur anak dengan menanyakan tanggal bulan dan tahun anak lahir. potongan biskit kecil berukuran 0. diminta kembali untuk skrining KPSK pada umur 9 bulan apabila orang tua datang dengan keluhan anaknya mempunyai masalah tumbuh kembang.36.48.  Alat bantu pemeriksaan berupa : pensil . Bila ditemukan makrosefal maupun mikrosefal segera dirujuk ke rumah sakit. kismis . guru TK dan petugas PADU terlatih  Alat / instrumen yang digunakan adalah :  Formulir KPSP menurut umur. A.21.5 – 1 Cara menggunakan KPSP :  Pada waktu pemeriksaan / skrining.24. bila umur bayi 3 bulan 15 hari. pilih KPSP yang sesuai dengan umur anak  KPSP terdiri ada 2 macam pertanyaan yaitu : . dibulatkan menjadi 4 bulan.  kacang tanah . dibulatkan menjadi 3 bulan  Setelah menentukan umur anak.6.30. Skrining / pemeriksaan perkembangan anak menggunakan Kuesioner Pra  Skrining Perkembangan ( KPSK ) Tujuan skrining / pemeriksaan perkembangan anak menggunakan KPKS  adalah untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan Jadwal skrining / pem eriksaan KPKS rutin adalah pada umur 3.bila umur anak lebih 16 hari dibulatkan menjadi 1 bulan contohnya : bayi umur 3 bulan 16 hari.5 cm sebanyak 8 buah .15. formulir ini berisi 9 – 10 pertanyaan tentang kemampuan perkembangan yang telah dicapai anak. kubus berukuran sisi 2.54. jika anak itu belum mencapai umur skrining tersebut.66 dan 72 bulan.42. kertas .9. sedangkan umur anak ukan umur skrining maka pemeriksaan menggunakan  KPSK untuk umur skrining terdekat – yang lebih muda Skrining / pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan.

catat jawaban tersebut pada formulir. Pertanyaan yang dijawab oleh ibu / pengasuh anak contoh :” Dapatkan bayi makan kue sendiri ?  Perintah kepada ibu / pengasuh anak atau petugas ntuk melaksanakan tugas yang tertulis pada KPSP .  Beri stimulasi perkembangan anak setiap saat. bicara dan bahasa.contoh :” pada posisi bayi anda telentang. Intervensi :  Bila perkembangan anak sesuai umur (S). sosialisasi  dan kemandirian). gerak halus. bila ibu / pengasuh anak menjawab : anak bisa atau pernah atau sering atau kadang – kadang melakukanya  Jawaban tidak. perkembangan anak meragukan ( M )  Jumlah jawaban Ya”= 6 atau kurang. lakukan tindakan berikut:  Beri pujian kepada ibu karena telah mengasuh anaknya dengan baik. perkembangan anak sesuai dengan tahap perkembanganya ( S )  Jumlah jawaban Ya”= 7 atau 8.  Jawaban Ya.  Jumlah jawaban Ya” = 9 atau 10. setiap pertanyaan hanya ada 1 jawaban.  Ajukan pertanyaan yang berikutnya setelah ibu /pengasuh anak menjawab  pertanyaan terdahulu  Teliti kembali apakah semua pertanyaan telah dijawab.  Teruskan pola asuh anak sesuai dengan tahap perkembangan anak. satu persatu. Ya atau tidak. sesuai dengan umur dan kesiapan anak. Interprestasi hasil KPSP:  Hitunglah berapa jumlah jawaban Ya.tariklah bayi pada berperegelangan tangan secara perlahan lahan keposisi duduk  Jelaskan kepada orang tua agar tidak ragu –ragu atau takut menjawab . sering mungkin.  Ikutkan cara pada kegiatan penimbangan dan pelayanan kesehatan diposyandu secara terarur sebulan 1 kali dan setiap ada kegiatan bina . bila ibu / pengasuh anak menjawab : anak belum pernah melakukan atau tidak pernah atau ibu / pengasuh anak tidak tahu. oleh karena itu pastikan ibu / pengawasan anak mengerti apa yang ditanyakan kepadanya  Tanyakan pertanyaan tersebut secara berturut. kemungkinan ada penyimpanan (P)  Untuk jawaban’ tidak’perlu dirincikan jumlah jawaban ‘tidak’ menurut jenis keterlambatan (gelar kasar.

sosialisasi dan kemandirian) KPSP Usia No 36 Bulan Pertanyaan Aspek Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Perkembang an 1 2 Bila diberikan sebuah pensil.  Jika hasil KPSP ulang jawaban’ Ya’ tetap 7 atau 8 maka kemungkinan ada penyimpangan (P)  Bila tahapan perkembangan terjadi penyimpangan (P). lakukanlah tindakan berikut :  Beri petunjuk pada ibu agar melakukan stimulasi perkembangan pada anak lebih sering lagi. bicara dan bahasa.5-5 cm) .  Lakukan pemeriksaan kesehatan untuk mencari kemungkinan adanya penyakit yang menyebabkan penyimpanan perkembangan  Lakukan penelitian ulang KPSP 2 minggu kemudian dengan menggunakan daftar KPSP yang sesuai dengan umur anak. dapatkah anak anda Gerak mencoret-coret kertas tanpa bantuan dan Halus petunjuk? Dapatkah anak anda meletakkan 4 kubus diatas Gerak kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Halus (Kubus yang digunakan berukuran sekitar 2.  Ajarkan ibu cara melakukan intervensi stimulasi perkembangan anak untuk mengatasi penyimpangan / mengejar ketertinggalanya. setiap saat dan sesering mungkin.lakukan tindakan berikut : Rujukan kerumah sakit dengan menulis jenis dan jumlah penyimpangan perkembangan (gerak kasar. jika anak sudah memasuki usia prasekolah (36 – 72 bulan). gerak halus.keluaga balita (BKB).kelompok bermain dan taman anak –anak.  Lakukan pemeriksaan / skrining rutin menggunakan KPSP setiap 3 bulan pada anak berumur kurang dari 24 bulan dan setiap 6 bulan pada umur 24 sampai 72 bulan.  Bila perkembangan anak meragukan (M). anak dapat diikutkan pada kegiatan di pusat pendidikan Anak Dini Usia (PAUD).

3 Dapatkah anak anda menggunakan 2 kata pada Bicara & saat berbicara seperti “minta minum”. “mau Bahasa Ya Tidak Ya Tidak tidur” 4 (“Terimakasih” dan “Dadag” tidak ikut dinilai) Dapatkah anak anda menyebutkan 2 diantara Bicara & gambar-gambar ini tanpa bantuan? Bahasa (Penyebutan dengan menggunakan suara binatang tidak dinilai) 5 Dapatkah anak anda melempar bola lurus kearah Gerak Ya Tidak 6 perut atau dada anda dari jarak 1. Kasar Dapatkah anak anda mengangkat kedua kakinya secara bersamaan melompati kertas tersebut tanpa didahului dengan lari? .5 cm.5 meter? Ikutilah perintah ini dengan seksama. Halus Suruhlah anak menggambar garis lain disamping garis tersebut. Jawablah YA jika ia menggambar garis seperti ini: 8 Letakkan selembar kertas (kira-kira selebar buku Gerak ini) di lantai. Jangan Kasar Bicara & Ya Tidak member isyarat (menunjuk atau melirik) pada Bahasa Ya Tidak Ya Tidak saat memberikan petunjuk-petunujk berikut ini: “Letakkan kertas ini di lantai” “Letakkan kertas ini di kursi” “Berikan kertas ini kepada ibu” 7 Dapatkah ia melaksanakan ketiga perintah tadi? Buatlah garis lurus ke bawah sepanjang Gerak sekurang-kurangnya 2.

Jangan sebutkan Halus bahwa itu lingkaran. apakah anak anda mencuci dan Kasar Sosialisasi mengeringkan tangannya dengan baik sehingga & anda tidak perlu mengulanginya? Kemandiria Suruhlah anak anda berdiri dengan satu kaki n Gerak tanpa berpegangan. Ya Tida k . Kasar Suruhlah anak anda melompati bagian panjang kertas dengan kedua kakinya tanpa berlari? Dapatkah ia melakukannnya tanpa menginjak 6 kertas? Suruhlah anak anda menggambar seperti contoh Gerak di kertas kosong yang tersedia.9 Dapatkah anak anda mengenakan sepatunya Sosialisasi sendiri? & Ya Tidak Ya Tidak Kemandiria 10 Dapatkah anak anda mengayuh sepeda roda tiga n Gerak sejauh sedikitnya 3 meter? Kasar KPSP Usia No 42 Bulan Aspek Pertanyaan Perkembang an 1 Dapatkah anak anda mengenakan sepatunya Sosialisasi sendiri? & Kemandiria 2 Dapatkah anak anda mengayuh sepeda roda tiga n Gerak 3 sejau sedikitnya 3 meter? Setelah makan. Jika perlu tunjukkan caranya Kasar 4 dan beri anak anda kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan 5 dalam waktu 2 detik atau lebih? Letakkan selembar kertas (kira-kira sepanjang Gerak buku) di lantai.

kemeja. ular Sosialisasi naga atau permainan lain dimana ia ikut bermain & dan mengikuti peraturan bermain? Kemandiria Dapatkah anak anda mengenakan celana n Sosialisasi panjang.7 Dapatkah anak anda menggambar lingkaran? Dapatkah anak anda meletakkan 8 buah kubus Gerak satu persatu diatas yang lain tanpa menjatuhkan Halus kubus tersebut? Kubus yang digunakan berukuran sekitar 2. Jika perlu tunjukkan caranya Kasar 3 dan beri anak anda kesempatan melakukannya 3 k Ya Tida k . baju atau kaos kaki tanpa & dibantu? Kemandiria (Termasuk memasang kancing.5-5 8 9 cm Apakah anak anda bermain petak umpet. gesper dan ikat n pinggang) KPSP Usia No 48 Bulan Pertanyaan Aspek Jawaban Perkembang an 1 Dapatkah anak anda mengayuh sepeda roda tiga Gerak Ya Tida 2 sejauh sedikitnya 3 meter? Setelah makan. apakah anak anda mencuci dan Kasar Sosialisasi Ya k Tida mengeringkan tangannya dengan baik sehingga & anda tidak perlu mengulanginya? Kemandiria Suruhlah anak anda berdiri dengan satu kaki n Gerak tanpa berpegangan.

baju atau kaos kaki tanpa & dibantu? Kemandiria (Tidak termasuk memasang kancing. kemeja. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan 4 dalam waktu 2 detik atau lebih? Letakkan selembar kertas (kira-kira sepanjang Gerak buku) di lantai.5-5 7 8 9 cm Apakah anak anda bermain petak umpet. 6 Dapatkah anak anda menggambar lingkaran? Dapatkah anak anda meletakkan 8 buah kubus Gerak satu persatu diatas yang lain tanpa menjatuhkan Halus Ya Tida k kubus tersebut? Kubus yang digunakan berukuran sekitar 2. ular Sosialisasi naga atau permainan lain dimana ia ikut bermain & dan mengikuti peraturan bermain? Kemandiria Dapatkah anak anda mengenakan celana n Sosialisasi panjang. Kasar Ya Tida k Suruhlah anak anda melompati bagian panjang kertas dengan kedua kakinya tanpa berlari. gesper dan n ikat pinggang) Dapatkah anak anda menyebutkan nama Bicara & lengkapnya tanpa dibantu? Bahasa Jawablah TIDAK jika ia hanya menyebutkan sebagian namanya atau ucapannya tidak dapat Ya Tida k Ya Tida k Ya Tida k .kali. Jangan sebutkan Halus Ya Tida k bahwa itu lingkaran. Dapatkah ia melakukannnya tanpa menginjak 5 kertas? Suruhlah anak anda menggambar seperti contoh Gerak di kertas kosong yang tersedia.

an Sosialisasi Y Tida baju atau kaos kaki tanpa dibantu? & a k (Tidak termasuk memasang kancing. jawaban yang benar adalah “makan” Untuk lelah. jawaban yang benar adalah “mengantuk” atau “minta tidur”. Bicara & Y Tida Jangan membantu kecuali mengulangi pertanyaan. ular naga atau Sosialisasi Y Tida permainan lain dimana ia ikut bermain dan mengikuti & a k peraturan bermain? Kemandiri Dapatkah anak anda mengenakan celana panjang. “Apa yang kamu lakukan jika kamu lelah?”……. “Apa yang kamu lakukan jika kamu lapar?”……. “berbaring/tidur-tiduran”.dimengerti KPSP Usia No 54 Bulan Pertanyaan Aspek Jawaban Perkembang an 1 2 3 Dapatkah anak anda meletakkan 8 buah kubus satu persatu Gerak Y Tida diatas yang lain tanpa menjatuhkan kubus tersebut? Halus a k Kubus yang digunakan berukuran sekitar 2. “istirahat” atau 6 Kemandiri 7 Suruhlah anak anda berdiri dengan satu kaki tanpa an Gerak . gesper dan ikat Kemandiri pinggang) 4 Dapatkah anak anda menyebutkan nama lengkapnya tanpa an Bicara & Y Tida dibantu? Bahasa a k namanya atau ucapannya tidak dapat dimengerti Isilah titik-titik dibawah ini dengan jawaban anak anda. Bahasa a k “dian sejenak” Dapatkah anak anda mengancingkan bajunya atau pakaian Sosialisasi Y Tida bonekanya? & a k Y Tida Jawablah TIDAK jika ia hanya menyebutkan sebagian 5 “Apa yang kamu lakukan jika kamu kedinginan?”……. bukan dengan gerakan atau isyarat. Dapatkah ia menjawab ketiga pertanyaan tadi dengan katakata yang benar. jawaban yang benar adalah “menggigil”. “kenakan mantel” atau “masuk kedalam rumah” Untuk lapar. kemeja. Untuk kedinginan.5-5 cm Apakah anak anda bermain petak umpet.

“dibawah”.Kasar a k waktu 6 detik atau lebih? Jangan mengkoreksi atau membantu anak anda. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk/ mata anda saat Bicara & Bahasa memberikan perintah berikut : “Letakkan kertas ini diatas lantai” “Letakkan kertas ini dibawah kursi” “Letakkan kertas ini didepan kamu” “Letakkan kertas ini dibelakang kamu” Jawablah YA jika anak anda mengerti arti “diatas”. Berikan 3 kali kesempatan. putarlah lembar ini lagi dan tanyakan untuk ketiga kalinya: “Mana garis yang lebih panjang?” Dapatkah anak anda menunjuk garis yang lebih 9 panjang sebanyak 3 kali dengan benar? Jangan memberitahukan nama gambar ini dan Gerak jangan membantu anak anda. Untuk penilaian lihat gambar dibawah ini: 10 Ikutilah perintah ini dengan seksama. Gerak Y Tida Jangan menggunakan kata “lebih panjang”. Tanyakan mana yang lebih panjang. Setelah anak menunjuk. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangannya dalam 8 Perlihatkan kedua garis disamping ini kepada anak anda. di depan”. Jangan membantu atau membetulkan apabila salah. Halus a k berpegangan. dan “dibelakang” KPSP Usia No 60 Bulan Pertanyaan Aspek Jawaban Perkembang 1 Isilah titik-titik dibawah ini dengan jawaban anak anda. Jika perlu tunjukkan caranya dan beri anak anda kesempatan melakukannya 3 kali. Bahasa a k . Suruh ia menggambar di kertas kosong yang tersedia. an Bicara & Y Tida Jangan membantu kecuali mengulangi pertanyaan. Katakana padanya: Halus “Buatlah gambar seperti ini (sambil menunjuk gambar ini).

“Apa yang kamu lakukan jika kamu lelah?”……. Jangan membantu atau membetulkan apabila salah. Berikan 3 kali kesempatan. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangannya dalam 4 waktu 6 detik atau lebih? Jangan mengkoreksi atau membantu anak anda. jawaban yang benar adalah “makan” Untuk lelah. jawaban yang benar adalah “menggigil”. Katakana padanya: “Buatlah gambar seperti ini (sambil menunjuk gambar ini). “kenakan mantel” atau “masuk kedalam rumah” Untuk lapar.“Apa yang kamu lakukan jika kamu kedinginan?”……. Jika perlu tunjukkan caranya dan beri anak anda kesempatan melakukannya 3 kali. Tanyakan mana yang lebih panjang. Setelah anak menunjuk. Untuk kedinginan. Dapatkah ia menjawab ketiga pertanyaan tadi dengan katakata yang benar. bukan dengan gerakan atau isyarat. “Apa yang kamu lakukan jika kamu lapar?”……. Perlihatkan kedua garis disamping ini kepada anak anda. Gerak Halus Jangan menggunakan kata “lebih panjang”. Untuk penilaian lihat gambar dibawah ini: 6 Ikutilah perintah ini dengan seksama. Suruh ia menggambar di kertas kosong yang tersedia. putarlah lembar ini lagi dan tanyakan untuk ketiga kalinya: “Mana garis yang lebih panjang?” Dapatkah anak anda menunjuk garis yang lebih 5 panjang sebanyak 3 kali dengan benar? Jangan memberitahukan nama gambar ini dan Gerak Halus jangan membantu anak anda. Jangan member isyarat Bicara dengan telunjuk atau mata anda saat memberikan perintah Bahasa berikut ini: “Letakkan kertas ini diatas lantai” “Letakkan kertas ini dibawah kursi” & . “berbaring/tidur-tiduran”. jawaban yang benar adalah “mengantuk” atau “minta tidur”. “istirahat” atau 2 3 “dian sejenak” Dapatkah anak anda mengancingkan bajunya atau pakaian Sosialisasi & Y Tida bonekanya? Kemandirian Suruhlah anak anda berdiri dengan satu kaki tanpa Gerak Kasar a Y k Tida a k Y Tida a k Y Tida a k Y Tida a k berpegangan.

(lompatan dengan dua kaki tidak ikut dinilai).“Letakkan kertas ini didepan kamu” “Letakkan kertas ini dibelakang kamu” Jawablah 7 8 YA jika anak anda mengerti arti “diatas”. Suruh ia menggambar di kertas kosong yang tersedia. katakana Bicara pada anak anda: “Tunjukkan segi & Y Tida Bahasa a k Gerak Kasar Y Tida a k empat merah” “Tunjukkan segi empat kuning” “Tunjukkan segi empat biru” ‘Tunjukkan segi empat hijau” Dapatkah anak anda menunjuk keempat warna itu dengan 9 benar? Suruhlah anak anda melompat dengan satu kaki beberapa kali tanpa berpegangan. di depan”. Untuk penilaian lihat gambar dibawah ini: 2 Ikutilah perintah ini dengan seksama. Berikan 3 kali kesempatan. dan “dibelakang” Apakah anak anda bereaksi engan tenang dan rewel (tanpa Sosialisasi & Y Tida menangis atau menggelayut pada anda) pada saat anda Kemandirian a k meninggalkannya? Jangan menunjuk. “dibawah”. Jangan member isyarat Bicara dengan telunjuk atau mata anda saat memberikan perintah Bahasa berikut ini: & . membantu atau membetulkan. Dapatkah ia melompat 2-3 kali dengan satu 10 kaki? Dapatkah anak anda sepenuhnya berpakaian sendiri tanpa Sosialisasi & Y Tida bantuan? Kemandirian a k KPSP Usia No 66 Bulan Pertanyaan Jawaban Aspek Perkembang 1 Jangan memberitahukan nama gambar ini dan an Gerak Halus jangan membantu anak anda. Katakana padanya: Y Tida a k Y Tida a k “Buatlah gambar seperti ini (sambil menunjuk gambar ini).

“Letakkan kertas ini diatas lantai” “Letakkan kertas ini dibawah kursi” “Letakkan kertas ini didepan kamu” “Letakkan kertas ini dibelakang kamu” Jawablah 3 4 YA jika anak anda mengerti arti “diatas”. Dapatkah anak anda menggambar sedikitnya 3 bagian 8 tubuh? Pada gambar orang yang dibuat pada nomor 7. “dibawah”. telinga. setiap pasang dinilai satu bagian. Dalam member nilai. dapatkah anak anda menggambar sedikitnya 6 bagian tubuh? 9 pertanyaan): “Jika kuda besar maka tikus……” “Jika api panas maka es………” & . di depan”. hitunglah berapa bagian tubuh yang tergambar. Untuk bagian tubuh yang berpasangan seperti mata. membantu atau membetulkan. (lompatan dengan dua kaki tidak ikut dinilai). Dapatkah ia melompat 2-3 kali dengan satu 6 7 kaki? Dapatkah anak anda sepenuhnya berpakaian sendiri tanpa Sosialisasi & Y Tida bantuan? Kemandirian Suruhlah anak anda menggambar di tempat kosong yang Gerak Halus a Y k Tida a k Gerak Halus Y Tida Tulislah apa yang dikatakan anak anda pada kalimat-kalimat Bicara a Y k Tida yang belum selesai ini (Jangan membantu kecuali mengulang Bahasa a k tersedia.Jangan memberi perintah lebih dari itu. Jangan bertanya atau mengingatkan anak bila ada bagian yang belum tergambar. dan “dibelakang” Apakah anak anda bereaksi engan tenang dan rewel (tanpa Sosialisasi & Y Tida menangis atau menggelayut pada anda) pada saat anda Kemandirian a k meninggalkannya? Jangan menunjuk. lengan dan kaki. Katakana padanya: “Buatlah gambar orang”. katakana Bicara Y Tida Bahasa a k Gerak Kasar Y Tida a k pada anak anda: “Tunjukkan segi & empat merah” “Tunjukkan segi empat kuning” “Tunjukkan segi empat biru” ‘Tunjukkan segi empat hijau” Dapatkah anak anda menunjuk keempat warna itu dengan 5 benar? Suruhlah anak anda melompat dengan satu kaki beberapa kali tanpa berpegangan.

Dalam memberi nilai. katakana pada anak anda: “Tunjukkan segi an Bicara Y Tida Bahasa a k Gerak Kasar Y Tida a k & empat merah” “Tunjukkan segi empat kuning” “Tunjukkan segi empat biru” ‘Tunjukkan segi empat hijau” Dapatkah anak anda menunjuk keempat warna itu dengan 2 benar? Suruhlah anak anda melompat dengan satu kaki beberapa kali tanpa berpegangan. es 10 dingin. hitunglah berapa bagian tubuh yang tergambar. dapatkah anak anda menggambar sedikitnya 6 bagian tubuh? Gerak Halus . Jangan bertanya atau mengingatkan anak bila ada bagian yang belum tergambar. Katakana padanya: “Buatlah gambar orang”. Dapatkah anak anda menggambar sedikitnya 3 bagian 5 tubuh? Pada gambar orang yang dibuat pada nomor 4. KPSP Usia No 72 Bulan Pertanyaan Jawaban Aspek Perkembang 1 Jangan menunjuk. lengan dan kaki. Gerak Kasar bola kasti dan lainnya hanya dengan menggunakan kedua Y Tida a k tangannya? Bola besar tidak ikut dinilai. telinga.” Dapatkah anak anda menjawab dengan benar (tikus kecil. membantu atau membetulkan. setiap pasang dinilai satu bagian.“Jika ibu seorang wanita maka ayah seorang……. (lompatan dengan dua kaki tidak ikut dinilai).. Untuk bagian tubuh yang berpasangan seperti mata. Dapatkah ia melompat 2-3 kali dengan satu 3 4 kaki? Dapatkah anak anda sepenuhnya berpakaian sendiri tanpa Sosialisasi & Y Tida bantuan? Kemandirian Suruhlah anak anda menggambar di tempat kosong yang Gerak Halus a Y k Tida a k Y Tida a k tersedia.Jangan memberi perintah lebih dari itu. ayah seorang pria)? Dapatkah anak anda menangkap bola kecil seperti bola tenis.

Dapatkah ia mempertahankan keseimbangannya dalam waktu 11 deti 9 atau lebih? Jangan memberitahukan nama gambar ini dan jangan Gerak Halus membantu anak anda. plastic. kayu. kaca) B. Pintu dibuat dari kayu. Suruh ia menggambar di tempat kosong yang tersedia. kain. Sepatu dibuat dari kulit. besi. ayah seorang pria)? Dapatkah anak anda menangkap bola kecil seperti bola tenis.. lihatlah gambar dibawah ini: Dapatkah anak anda menggambar segi empat? 10 Isilah titi-titik dibawah ini dengan jawaban anak anda. Beri anak anda kesempatan melakukannya 3 kali. Jika perlu tunjukkan caranya. “Sendok dibuat dari apa?” “Sepatu dibuat dari apa?” “Pintu dibuat dari apa?” Dapatkah anak anda menjawab ketiga pertanyaan diatas dengan benar? (Sendok dibuat dari besi. Bicara Jangan Bahasa membantu kecuali mengulang tiap pertanyaan sampai 3 kali apabila anak anda menanyakannya. Tes Daya Dengar ( TDD ) & . es 7 dingin. Suruhlah anak anda berdiri dengan satu kaki tanpa Gerak Kasar berpegangan. karet. plastic. baja.” Dapatkah anak anda menjawab dengan benar (tikus kecil. bola kasti dan lainnya hanya dengan menggunakan kedua 8 tangannya? Bola besar tidak ikut dinilai.6 Y Tida Bahasa a k Gerak Kasar Y Tida a k Y Tida a k Y Tida a k Y Tida a k Tulislah apa yang dikatakan anak anda pada kalimat-kalimat Bicara yang belum selesai ini (Jangan membantu kecuali mengulang & pertanyaan): “Jika kuda besar maka tikus……” “Jika api panas maka es………” “Jika ibu seorang wanita maka ayah seorang……. Untuk penilaian. Berikan 3 kali kesempatan. Katakana padanya: ‘Buatlah gambargambar ini” (sambil menunjuk gambar ini).

kemungkinan anak mengalami gangguan pendengaran. jelas dan nyaring.berurutan  Tunggu jawaban dari orang tua/pengasuh anak.  Pilih daftar pertanyaan TTD yang sesuai dengan umur anak  Pada anak umur kurang dari 24 bulan:  Semua pertanyaan harus dijawab oleh orang tua/pengasuh anak tidak usah ragu –ragu atau takut menjawab. Alat/ saran yang diperlukan adalah:  Instrumen TDD menurut umur anak  Gambar binatang ( ayam.  Mainan ( boneka . sendsok . hitung umur anak dalam bulan. guru TK.  Jawaban YA jika menurut orang tua/pengasuh anak dapat melakukanya dalam satu bulan terakhir  Jawaban TIDAK jika menurut orang tua/pengasuh anak tidak pernah. kubus . .  Catat dalam BUKU KIA atau kohort bayi/balita atau status/catatan medik anak. bulan dan tahun anak lahir. Tujuan tes daya dengar adalah untuk menentukan gangguan pendengar sejak dini agar dapat segera ditindaklanjuti untuk meningkatkan kemampuan daya  dengar dan bicara anak Jadwal TDD adalah setiap 3 bulan pada bayi umur kurang dari 12 bulan dan setiap 6 bulan pada anak umur 12 bulan keatas. anjing.  Jawaban TIDAK jika anak tidak dapat atau tidak mau melakukan perintah orang tua/pengasuh. manusia. bola ) Cara melakukan TTD:  Tanyakan. tenaga PADU dan petugas terlatih lainya. satu persatu.tidak tahu atau tak dapat melakukanya dalam satu bulan terakhir  Pada anak umur 24 bulan atau lebih:  Pertanyaan – pertanyaan berupah perintah melalui orang tua/ pengasuh untuk dikerjakan oleh anak  Amati kemampuan anak dalam melakukan perintah orang tua/pengasuh  Jawaban Ya jika anak dapat melakukan perintah orang tua/pengasuh. tes ini dilaksanakan oleh   tenaga kesehatan. jenis kelainan. kucing ) . cangkir .  Interpretasi:  Bila ada satu atau lebih jawaban TIDAK. tanggal.  Bacakan pertanyaan dengan lambat. karena tidak untuk mencari siapa yang salah.

 Rujuk ke RS bila tidak dapat ditanggulangi TES DAYA DENGAR (TDD) Anak Usia 3 Tahun Keatas No 1 Pertanyaan Perlihatkan benda-benda yang ada disekeliling anak seperti Jawaban Ya Tidak sendok. Tes daya lihat ( TDL )  Tujuan tes daya lihat adalah untuk mendeteksi secara dini kelainan daya lihat agar kesegaran dapat dilakukan tindak lanjut sehingga kesempatan untuk memperoleh ketajaman daya lihat menjadi lebih besar’ . kemungkinan anak mengalami gangguan pendengaran. Intervensi: Rujuk ke Rumah Sakit yang mempunyai tes pendengaran bila hasil interpretasi menunjukkan kemungkinan anak mengalami gangguan pendengaran. “Delapan” atau menirukan dengan menggunakan jari tangannya. Mintalah anak mengulangi angka-angka yang telah anda ucapkan: “Empat”. Dapatkah anak anda menyebutkan benda-benda itu dengan 2 benar? Suruh anak anda duduk dan anda duduk dalam jarak 3 meter di depan anak. Kemudian tutup mulut anda dengan tangan. “Satu”. C. bunga. Suruh anak menyebutkan nama-nama benda yang anda perlihatkan. Intervensi:  Tindak lanjut sesuai dengan buku pedoman yang ada. ucapkan empat angka yang berlainan. Dapatkah anak anda mengulangi atau menirukan ucapan anda tadi dengan menggunakan jari tangannya? (Anda dapat mengulanginya dengan suara yang lebih keras) Interpretasi: Bila ada satu atau lebig jawaban TIDAK. cangkir. bola. dan sebagainya.

 Puji anak setiap kali dapat mencocokan posisi kartu “E” yang dipegang dengan huruf “E” pada poster. bawah. satu persatu. guru .lakukan hal ini sampai anak dapat mengarahkan kartu “E” dengan benar.  Selanjutnya anak diminta menutup sebelah matanya dengan buku/kertas.  Ulangi pemeriksaan tersebut pada mata satuanya dengan cara yang sama. molai baris pertama sampai baris keempat atau baris “E”terkecil yang masih dapat dilihat.  Poster “ E” untuk digantung dan kartu “E” untuk dipegang anak  Alat penunjuk Cara melakukan tes daya lihat:  Pilih suatu ruangan yang bersih dan tenang. 1 untuk pemeriksa. pada kertas yang telah  disediakan: Interpretasi: Anak prasekolahan umumnya tidak mengalami kesulitan melihat sampai baris ketiga pada poster”E”. tenaga dengan peanyinaran yang baik  Dua buah kursi. TK. kiri dan kanan.  Gantungkan poster “E” setinggi maka anak pada posisi duduk. bila kedua mata anak tidak dapat melihat baris ketiga poster”E” Artinya tidak dapat mencocokan arah kartu “E” yang dipegang dengan arah “E”pada baris ketiga yang ditunjukkan oleh pemeriksa. dengan penyinaran yang baik. tunjuk huruf “E” pada poster. Tes ini dilaksanakan oleh tenaga kesehatan .  Dengan alat penunuk.  Letakkan sebuah kursi sejauh 3 meter dari poster “E”. Alat/sarana yang diperlukan adalah:  Ruangan yang bersih.  kemungkinan anak mengalami gangguan daya lihat.  Tulis baris “E” terkecil yang masih dapat dilihat. menghadap keposter “E’  Letakkan sebuah kursi lainya disamping poste “E” untuk pemeriksaan  Pemeriksaan memberikan kartu “E” pada anak latih anak dalam mengarahkan kartu “E” menghadap atas.beri pujian setiap kali anak mau melakukanya. Intervensi: . Jadwal tes daya lihat dilakukan setiap 6 bulan pada anak usia prasekolah umur 36 sampai 27 bulan. 1 untuk anak.   tenaga PADU dan petugas terlatih lainya. sesuai yang ditunjuk pada poster “E” oleh pemeriksaan.

TES DAYA lihat (T D l) Anak Usia Prasekolah (Umur 36-72 N Cara Melakukan Bulan) o 1 Pilih ruangan yang bersih dan tenang. sesuai yang ditunjuk oleh pemriksa. Lakukan hal ini sampai anak dapat 6 mengarahkan kartu “E” dengan benar. kiri atau keduanya). dengan penyinaran yang 2 3 baik Gantungkan poster “E” setinggi mata anak pada posisi duduk Letakkan sebuah kursi sejauh 3 meter dari poster “E”. Interpretasi: . Dengan alat petunjuk. Bila pada pemeriksaan berikutnya. Latih anak dalam mengarahkan kartu “E” menghadap ke atas. atau sakit dengan menuliskan mata yang mengalami gangguan ( kanan. mulai baris pertama sampai baris keempat atau baris 8 “E” terkecil yang masih dapat dilihat. tunjuk huruf “E” pada poster satu persatu. kiri. dan kanan. Selanjutnya anak dininta menutup sebelah matanya dengan 7 buku/ kertas.Bila kemungkinan anak mengalami gangguan daya lihat. Ulangi pemeriksaan tersebut pada mata satunya dengan cara yang sama. 4 menghadap ke poster “E’ Letakkan sebuah kursi lainnya disamping poster “E” untuk 5 pemeriksa Pemeriksa memberikan kartu “E” pada anak. anak tidak dapat melihat sampai baris yang sama. Puji anak setiap kali dapat mencocokkan posisi kartu “E” yang 9 dipegangnya dengan huruf “E” pada poster. bawah. 10 Tentukan baris “E” terkecil yang masih dapat dilihat. Beri puian setiap kali anak mau melakukannya.minta anak datang lagi untuk pemeriksaan ulang.

anak tidak dapat melihat sampai baris ketiga. Anak prasekolah umumnya tidak mengalami kesulitan melihat sampai baris ketiga pada poster “E”  Bila kedua mata anak tidak dapat melihat baris ketiga poster “E” (anak tidak dapat mencocokkan arah kartu “E” yang dipegangnya dengan arah “E” pada baris ketiga yang ditunjuk oleh pemeriksa). kemungkinan anak mengalami gangguan daya lihat. rujuk ke Rumah Sakit dengan menuliskan mata mana yang mengalami gangguan (kanan. minta anak datang lagi untuk pemeriksaan ulang  Bila pada pemeriksaan berikutnya. Intervensi:  Bila kemungkinan anak mengalami gangguan daya lihat. kiri. . atau keduanya). atau tidak dapat melihat baris ketiga dengan kedua matanya.

maka kemungkinan anak mengalami masalah mental emosional. Formulir deteksi dini Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas (GPPH) menggunakan Abreviated Conner Rating Scale bagi anak umur 36 bulan keatas.jadwal ini sesuai dengan jadwal skrining/  pemeriksaan perkembangan anak Alat yang digunakan adalah kuesioner Masalah Mental Emosional ( KMME) yang terdiri dari 12 pertanyaan untuk mengenali problem mental emosional  anak umur. Interpretasi Bila ada jawaban YA. agar dapat segera dilakukan tindak interverensi.  Tujuannya adalah untuk mendeteksi secara dini adanya penyimpangan/masalah  mental emosional pada anak pra sekolah Jadwal deteksi dini masalah mental emosional adalah rutin setiap 6 bulan pada anak umur 36 bulan sampai 72 bulan. autisme dan gangguan pemusatan perhatian perhatikan dan hiperaktifitas pada anak.  A.maka intervensinya Deteksi ini dilakukan oleh tenaga kesehatan. kemudian hitung jumlah jawaban YA.DETEKSI DINI PENYIMPANGAN MENTAL EMOSIONAL Deteksi dini penyimpangan mental emosional adalah kegiatan/pemeriksaan untuk menentukan secara dini adanya masalah mental emosional.yaitu:  kuesioner Masalah Mental Emosional ( KMME) bagi anak umur 36 bulan  sampai 27 bulan Ceklis autis anak persekolahan ( checklist for A utism in Toddlers/CHAT) bagi  anak umur 18 bulan sampai 36 bulan. jelas dan menyaring. satu persatu perilaku yang tertulis pada KMME kepada orang tua/pengasuh   anak. Deteksi Dini Masalah Mental Emosional pada anak prasekolah.36 bulan sampai 72 bulan. Cara melakukan:  Tanyakan setiap pertanyaan dengan lambat. Intervensi: .bila penyimpangan mental emosional terlambat diketahui.  Catat jawabanya YA. Ada beberapa jenis alat yang digunakan untuk mendektesi secara dini adanya penyimpangan mental emosional pada anak.

bila tidak ada perubahan rujuk kerumah sakit yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak. atau menyiksa binatang atau anak –anak lainya ) Dan tanpak tidak peduli dengan nasihat – nasihat yang 4 Tida k sebab yang jelas? 2 Ya ada diberikan kepadanya Apakah anak anda memperlihatkan adanya perasaan ketakutan atau kecemasan berlebihan yang tidak dapat dijelaskan asalnya dan tidak sebanding dengan anak . menyendiri atau merasa sedih sepanjang waktu. mencuri.  Bila jawaban YA ditemukan 2 ( dua) atau lebih: Rujuk kerumah sakit yg memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak rujuk harus disertai informasi mengenai jumlah dan masalah mental emosional yang ditentukan. Bila jawaban YA hanya 1 ( satu ):  Lakukan konseling kepada orang tua menggunakan buku pedoman pola asuh yang mendukung perkembangan anak.  Lakukan evaluasi setelah 3 bulan. 1 Pertanyaan Apakah anak anda seringkali terlihat marah tanpa (seperti banyak menangis. kehilangan minat 3 terhadap hal –hal yang sangat dinikmati) Apakah anak anda terlihat berperilaku merusak dan menentang terhadap lingkungan disekitarnya? ( seperti melanggar peraturan yang ada. KUESIONER MASALAH MENTAL EMOSIONAL ( KMEE ) No . muda tersinggung atau bereaksi berlebihan terhadap hal – hal yang sudah biasa dihadapinya) Apakah anak anda tampak menghindari dari teman – teman atau anggota keluarganya ( seperti ingin merasa sendirian. sering kali melakukan perbuatan yang berbahaya bagi dirinya.

10 sakit perut atau keluhan –keluhan fisik lainya Apakah anak anda sering kali mengeluh putus asa atau 11 berkeinginan untuk mengakhiri hidupnya Apakah anak anda menunjukkan adanya kemunduran perilaku atau kemampuan yang sudah dimilikinya? ( seperti mengompol kembali. terjaga sepanjang hari. mengigau) Apakah anak anda mengalami perubahan pola makan? (seperti kehilangan nafsu makan .makan berlebihan 9 atau tidak mau makan sama sekali ) Apakah anak anda sering kali mengeluh sakit kepala. seperti memanjat . sering terbangun diwaktu tidur malam oleh karena 8 mimpi buruk. menghisap jempol.5 lain seusianya? apakah anak anda mengalami keterbatasan oleh karena adanya konsentrasi yang buruk ataumudah teralih perhatianya. atau 12 tidak mau berpisah dengan orangtua?pengasuhnya? Apakah anak anda melakukan perbuatan yang berulang – ulang tanpa alasan yang jelas CEKLIST A DETEKSI DINI AUTIS PADA ANAK UMUR 18-36 Alo Anamnesis Ya Tida BULAN k 1 Apakah anak senang diayun-ayun atau diguncang- 2 3 guncang naik turun (bounched) di paha anda ? Apakah anak tertarik (memperhatikan) anak lain ? Apakah anak suka memanjat-manjat.sehingga mengalami penurunan dalam 6 aktivitas sehari – hari atau prestasi belajarnya? Apakah anak anda menunjukkan perilaku kebinggungsn sehingga mengalami kesulitan dalam 7 berkomunikasi dan membuat keputusan? Apakah anak anda menunjukkan adanya pola tidur? ( seperti sulit tidur sepanjang waktu.

“petak umpet” ? Apakah anak pernah bermain seolah-olah membuat 4 5 secangkir teh menggunakan mainan berbentuk cangkir 6 dan teko .tangga ? Apakah anak suka bermain “ciluk ba”. berikan mainan gelas/cangkir dan teko. atau permainan lain ? Apakah anak pernah menunjuk atau meminta sesuatu 7 dengan menunjukkan jari ? Apakah anak pernah menggunakan jari untuk 8 menunjuk ke sesuatu agar anda melihat kesana ? Apakah anak dapat bermain dengan mainan yang kecil 9 (mobil atau kubus ) ? Apakah anak pernah memberikan suatu benda untuk B menunjukkan sesuatu ? Pengamatan Ya Tida k 1 Selama pemeriksaan apakah anak menatap (kontak 2 mata) dengan pemeriksa ? Usahakan menarik perhatian anak . bukan melihat tangan pemeriksa ? Usahakan menarik perhatian anak. apakah ia melihat ke benda 3 yang ditunjuk . Katakan pada anak. Deteksi Dini Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas ( GPPH ) Pada Anak Prasekolah . kemudian pemeriksa menunjuk sesuatu di ruangan pemeriksa sambil mengatakan “lihat itu ada bola (atau mainan lain)”! Perhatikan mata anak . Apakah anak menunjukkan benda tersebut dengan jarinya ? atau sambil menatap wajah anda ketika menunjuk ke suatu 5 benda ? Apakah anak dapat menumpuk beberapa kubus atau balok menjadi suatu menara? B. “ buatkan 4 secangkir susu buat mama”! Tanyakan pada anak: “Tunjukkan mana gelas”! (gelas dapat diganti dengan nama benda lain yang dikenal anak dan ada disekitar kita).

 Intervensi:  Anak dengan kemungkinan GPPH perlu dirujuk kerumah sakit yg memiliki fasilitas kesehatan  Bila nilai total kurang dari 13 tetapi anda masih ragu – ragu. pengasuh. guru. Tujuanya adalah untuk mengetahui secara dini anak adanya gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas ( GPPH) pada anak umur 36 bulan  keatas Jadwal deteksi dini GPPH pada anak prasekolah dilakukan atas indikasi atau bila ada keluhan dari orang tua/pengasuh anak atau ada kecurigaan tenaga kesehatan. kader kesehatan BKB petugas PADU pengelola IPA dan guru TK keluhan tersebut dapat berupah salah satu atau lebih keadaan dibawah ini :  Anak tidak bisa duduk tenang  Anak selalu bergerak tanpa tujuan dan tidak mengenal lelah  Perubahan suasana hati yang mendadaki/ impulsif  Alat yang digunakan adalah formulir deteksi dini Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas/GPPH ( abbreviated conners ratting scale )  Formula ini terdiri 10 pertanyaan kepada orang tua/ pengasuh anak/guru TK dan pertanyaan yang perlu pengamatan pemeriksaan  Cara menggunakan formulir deteksi dini GPPH:  Ajukan pertanyaan dengan lambat  Lakukan pennggamatan kemampuan anak sesuai dengan pertanyaan pada formulir  Keadaan yang ditanyakan/diamati ada pada anak dimanapun anak berada  Catat jawaban dan hasil pengamatan perilaku anak selama dilakukan pemeriksaan  Interpretasi:  Beri nilai pada masing –masing jawaban sesuai dengan “bobot nilai”  Nilai 0: jika keadaan tersebut tidak dapat ditemukan pada anak  Nilai 1: jika keadaan tersebut kadang –kadang ditemukan pada anak  Nilai 2: jika keadaan tersebut sering ditemukan pada anak  Nilai 3: jika keadaan tersebut selalu ada pada anak Bila nilai total 13 atau lebih anak kemungkinan dengan GPPH. nenek. jadwalkan pemeriksaan ulangan1 bulan kemudian ajukan pertanyann kepada orang – orang terdekat dengan baik ( orang tua. dsb ) .

Ledakkan kekesalan. Menggerak gerakkan anggota badan atau kepala secara terus menerus 6. o Nilai 0: jika keadaan tersebut tidak ditemukan pada anak o Nilai 1: jika keadaan tersebut kadang-kadang ditemukan pada anak o Nilai 2: jika keadaan tersebut sering ditemukan pada anak o Nilai 3: jika keadaan tersebut selalu ditemukan pada anak 1. mudah menjadi frustasi 8. mudah teralihkan 7. Sering dan mudah menangis 9. Kurang perhatian. atau aktivitas yang berlebihan Mudah menjadi gembira. 3. 2. Permintaanya harus segera dipenuhi. Suasana hatinya mudah berubah dengan cepat dan drastis 10.FORMULIR DETEKSI DINI GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIVITAS (GPPH) ( Abbreviated Conners Ratting Scale ) Petunjuk: Beri nilai pada masing-masing jawaban sesuai dengan “bobot nilai” berikut ini dan jumlahkan nilai masing-masing jawaban menjadi nilai total. impulsive Mengganggu anak-anak lain Gagal menyelesaikan kegiatan yang telah dimulai. 0 1 2 3 rentang perhatian pendek 5. 4. tingkah laku eksplosif dan tak terduga. Kegiatan Yang Diamati Tidak kenal lelah. Jumlah Nilai Total: Interpretasi : Bila nilai total 13 atau lebih anak kemungkinan dengan GPPH .