You are on page 1of 10

A.

Pendahuluan
Dalam teori tes klasik, tingkat kesukaran dan daya beda sangat
menentukan kualitas soal. Namun, karakteristik butir soal yang dihasilkan teori
tes klasik inkonsisten (berubah-ubah) bergantung pada kelompok peserta tes.
Selain itu, kelemahan lainnya adalah tingkat kesukaran dan daya beda butir soal
juga bergantung pada kelompok peserta tes. Namun pada kenyataanya,
kemampuan seseorang untuk menjawab bergantung pada kemampuan individu
peserta tes itu sendiri, bukan berdasarkan kemampuan kelompok peserta tes.
Untuk mengatasi kelemahan pada teori tes klasik para ahli pengukuran
mengembangkan model yang tidak terkait dengan sampel. Model ini selanjutnya
dikenal dengan nama teori tes modern. Menurut teori respons butir, perilaku
seseorang dapat dijelaskan oleh karakteristik orang yang bersangkutan sampai
pada batas-batas tertentu.
Dalam teori tes klasik, penghitungan analisis soal dapat menggunakan
program komputer, yaitu Iteman. Sedangkan dalam teori respons butir,
penghitungan analisis soal juga dapat menggunakan program komputer, salah
satunya ASCAL. Kedua program ini adalah program buatan Assessment System
Corporation dan termasuk dalam paket “MicroCAT Testing System”
Berikut adalah data hasil Tes Semester Mata Pelajaran Bahasa Inggris
kelas 4 SD di suatu Sekolah Dasar Swasta dengan jumlah 20 butir soal dan 35
peserta tes.

Kemudian data diatas analisis dengan menggunakan program Iteman
dan ASCAL dengan hasil seperti berikut

1

Hasil Perhitungan 2 .B.

29 <0.000 < b < 2. -2.10-0. a ≥ 0.90 (sangat sukar atau sangat mudah) Daya Pembeda >0.500 (Daya Beda) 3.10 atau >0. X2Hit < X2Tabel (X2Tabel = 21.90 (sukar atau mudah) <0. Hasil Analisis  ASCAL Kriteria Soal Baik 1.70-0.70 (sedang) 0.30 0.10-0.000 (Tingkat Kesukaran) 4.689) 2.30-0.29 atau 0.C.250 (Guessing)  Iteman Kriteria Kriteria Koefisien Tingkat Kesukaran 0. c ≤ 0.10 So al 01 02 Iteman Tingkat Kesukar an Mudah Sedang Sedang 03 Kesim pulan Direvi si Diteri ma Terim a Diteri ma 05 Mudah Sedang 06 07 Sedang Sedang 08 09 Tolak Direvi si Ditola k Terim a Terim a Diteri ma Diteri ma Terim a Terim a Diteri ma Direvi si Revisi Mudah Diterima Direvisi Ditolak Ascal Daya Beda Terim a Terim a Sukar 04 Keputusan Diterima Direvisi Ditolak X 2 Baik a Bai k Bai k Baik Bai k Baik Baik Baik Kurang baik Baik Baik Baik Bai k Bai k Bai k Bai k Bai k Bai k b Baik Baik Kuran g Baik Kuran g Baik Baik Kuran g Baik Baik Kuran g Baik Baik c Kurang Baik Kurang Baik Kesim pulan Diteri ma Diteri ma Kurang Baik Direvi si Baik Kurang Baik Diteri ma Diteri ma Kurang Baik Baik Ditola k Diteri ma Kurang Baik Kurang Baik Direvi si Diteri ma 3 .

Hal ini dikarenakan program iteman menggunakan teori tes klasik. namun dalam program ASCAL menjadi direvisi ataupun ditolak. Oleh karena itu. tingkat kesukaran dan daya beda bergantung pada kelompok peserta tes (kelas). begitupula sebaliknya. Dalam program iteman. direvisi.Sedang 10 So al 11 Tingkat Kesukar an Sedang Sedang 12 13 Sedang Terim a Iteman 15 16 17 Mudah Sedang Mudah Kesim pulan Diteri ma Terim a Terim a Diteri ma Diteri ma Tolak Terim a Terim a Terim a Direvis i Diteri ma Diteri ma Diteri ma Baik Kurang baik Bai k Bai k Bai k Bai k Revisi Direvi si Baik Bai k Sukar 18 Sedang 19 20 Tolak Mudah Baik Bai k Daya Beda Terim a Sedang 14 Diteri ma Revisi Ditolak Direvi si X2 Baik Baik Baik Baik Baik Kurang Baik Baik a Bai k Bai k Bai k Bai k Bai k Baik Ascal Kurang Baik Diteri ma b c Baik Kuran g Baik Baik Kesim pulan Diteri ma Kurang Baik Kurang Baik Direvi si Diteri ma Kurang Baik Baik Direvis i Diteri ma Dirteri ma Ditola k Baik Diteri ma Baik Kuran g Baik Baik Baik Baik Kurang Baik Baik Kuran g Baik Kuran g Baik Kurang Baik Baik Baik Ditolak Diteri ma Dari kedua hasil analisis soal kedua program. Perbandingan Skor ASCAL dengan Skor Iteman 4 . Terdapat nomor soal dimana dalam program iteman soal tersebut diterima. Seperti yang telah kita ketahui bahwa adanya teori respons butir adalah untuk melengkapi kelemahan dari teori tes klasik. ketika kelompok (kelas) yang mengerjakan soal itu berbeda hasil analisisnya juga dapat berbeda. terlihat adanya perbedaan pengambilan keputusan apakah soal tersebut diterima. D. sedangkan ASCAL menggunakan teori respons butir. atau ditolak.

Soal Theta(AS CAL) Skor(Ite man) 5 .

525 1.019 -0.567 1.00 12.403 -0.827 -0.00 18.132 2.603 0.00 13.333 -0.00 9.460 Theta(AS CAL) -1.011 -0.534 0.552 0.00 14.111 -0.822 -1.00 11.00 8.00 8.152 0.735 -0.00 12.00 10.00 13.00 9.00 13.324 -0.733 -0.00 13.00 10.438 -0.00 12.699 -0.00 Theta disini menunjukkan kemampuan siswa dalam menjawab soal. 6 .00 11.371 -0.00 8.00 8.623 0.205 0.00 13.296 -0.00 10.00 8.00 7.01 02 03 04 05 06 Soal 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 0.00 13.474 -0.349 0.00 5. Sedangkan siswa yang memiliki skor terendah memiliki nilai theta negatif. Disini terlihat bahwa siswa yang memiliki skor tertinggi memiliki nilai theta positif.00 11.300 -0.00 12.835 -0.00 10.419 -0.00 11.591 0.00 Skor(Ite man) 7.00 12.00 10.074 0.351 14.120 -0.059 -0.00 10.00 9.440 0.

Lampiran 7 .E.

8 .

9 .

10 .