You are on page 1of 6

Ciri-ciri Nyamuk

Arthropoda sebagai penular penyakit ada 2 yaitu: Arthropoda sebagai vektor
penyakit dan Arthropoda sebagai penyebab penyakit. Arthropoda yang bertindak
sebagai vektor penyakit salah satunya yaitu nyamuk. Ada 3 jenis penularan secara
biologic yaitu:
Propagative: hama penyakit berkembang biak dengan cara membagi dirinya tanpa
siklus hidup.
Cyclo propagative: hama penyakit yang berkembang biak selain dengan cara
membagi diri juga mengalami siklus hidup ( penyakit malaria )
Development: hama penyakit berkembang dengan cara membesar tanpa
membagi-bagi dirinya ( penyakit filariasis )
Hereditaria: hama penyakit yang ditularkan kepada penderita lain dengan melalui
telurnya (tungau)
Adapun ciri-ciri dari jentik nyamuk dan nyamuk dewasa diantaranya :
Ciri-ciri jentik Aedes aegypti
Bentuk siphon besar dan pendek yang terdapat pada abdomen terakhir
Bentuk comb seperti sisir
Pada bagian thoraks terdapat stroot spine
Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti
Bentuk tubuh kecil dan dibagian abdomen terdapat bintik-bintik serta berwarna
hitam.
Tidak membentuk sudut 90º
Penyebaran penyakitnya yaitu pagi atau sore
Hidup di air bersih serta ditempat-tempat lain yaitu kaleng-kaleng bekas yang bisa
menampung air hujan
Penularan penyakit dengan cara membagi diri.
Menyebabkan penyakit DBD.

Ciri-ciri jentik nyamuk Culex
Bentuk siphon langsing dan kecil yang terdapat pada abdomen terakhir.
Bentuk comb tidak beraturan.
Jentik nyamuk culex membentuk sudut di tumbuhan air(menggantung).
Ciri-ciri nyamuk Culex
Palpi lebih pendek dari pada probocis.
Bentuk sayap simetris.
Berkembang biak di tempat kotor atau di rawa-rawa.
Penularan penyakit dengan cara membesarkan tubuhnya.
Menyebabkan penyakit filariasis
Warna tubuhnya coklat kehitaman
Ciri-ciri jentik nyamuk Mansonia
Bentuk siphon seperti tanduk
Jentik nyamuk mansonia menempel pada akar tumbuhan air.
Pada bagian toraks terdapat stoot spine.
Ciri-ciri nyamuk Mansonia
Pada saat hinggap tidak membentuk sudut 90º
Bentuk tubuh besar dan panjang
Bentuk sayap asimetris.
Menyebabkan penyakit filariasis
Penularan penyakit dengan cara membesarkan tubuhnya.
Warna tubuhnya coklat kehitaman.

Ciri-ciri jentik nyamuk anopheles
Tidak memiliki siphon
Jentik nyamuk anopheles akan sejajar dipermukaan air kotor
Pada bagian thoraks terdapat stoot spine

Ciri-ciri nyamuk anopheles
Bentuk tubuh kecil dan pendek
Antara palpi dan proboscis sama panjang
Menyebabkan penyakit malaria
Pada saat hinggap membentu sudut 90º
Warna tubunya coklat kehitam
Bentuk sayap simetris
Berkembang biak di air kotor atau tumpukan sampah

Pengendalian Vektor
Peracikan dan Formulasi insektisida yang digunakan. Penggunaan malathion
merupakan bahan terbesar, ada juga menggunakan Merk Vectron Solution, Cynoff
dalam bentuk tepung dan Icon 25 EC dll.
Malathion murni Technical Grade Insecticides (TGI) dengan Dosis murni 438 gr
sama dengan 500 ml setiap hektar dengan cara sebagai berikut : 1 liter malathion
96 % Emulsi Concentrate (EC) ditambahkan dengan 19 Liter solar (Menjadi 20
Liter larutan) campuran malathion 4,8 % untuk aplikasi ( 1 Berbanding 20 ) atau 1
liter malathion 50 % EC + 10 Liter Solar menjadi 11 Liter Malathion 4,5 %.
Dengan prediksi Perhitungan Insektisida Bahan :
* Untuk kapasitas Tangki 5-6 Liter
* Asap yang keluar untuk Ukuran Nozzle :
1. 0,8 mm à 10 liter/jam
2. 0,9 mm à 14 liter/jam
3. 1,0 mm à 17 liter/jam
4. 1,1 mm à 20 liter/jam
5. 1,2 mm à 24 liter/jam
6. 1,4 mm à 30 liter/jam
Peralatan utama yang digunakan adalah mesin aplikator/ mesin fogging
(Swingfog)
Peralatan lain seperti Corong, Jerican, Literan, Ember dan Pengaduk. Peralatan
Proteksi antara lain. Masker, sarung tangan Topi, Sepatu dan Pelindung mata
(Goggles) dan kain Lap/Serbet
3. Bahan
* Insektisida à Malathion, Vectron, Cynoff, Icon 25 EC dll.
* Pelarut (solar ataupun minyak tanah)
* Bahan Bakar (Premium)

* Sabun dan Air untuk cuci dan kebersihan
ALAT






Fog machine/fog generator dan kelengkapannya.
Alat pelindung dari (APD)
Jerigen plastik voleme 20 liter.
Jerigen plastik voleme 5 liter
Alat penakar 1 liter
Ember plastik
Corong bersaring

BAHAN


Pestisida cair (solar)
Bahan pelarut (bensin)
Batu batere (4 buah)

CARA KERJA
1. Siapkan semua peralatan yang diperlukan dan periksa lokasi yang akan
difog.
2. Masukan larutan pestisida, bensin serta bateray sesuai dengan tempatnya
padafog machine.
3. Pasang nozzle yang sesuai.
4. Kemudian hidupkan machin dengan cara :
a.Jika menggunakan mesin pilsfog.Buka kran secukupnya, kemudian tekan
bulb (dipompa) beberapa kalihingga mesin hidup.
b. JIKA mneggunakan swingfog. Tutup kran bensin dan pompa sebanyak 5
kali. Kran bensin dibuka,kemudian tekan tombol starter bersama. Dengan
beberapa kali hinggamesin hidup.
5. Atur kran dan katup udara hingga bunyi mesin terdengar normal dan
stabil.
6. Angkat (gendong) fog machine. Arahkan moncong ketempat-tempat
yangakan difog dan moncong mesin dengan lantai diusahakan
membentuksudutlancip. Kemudian kran larutan dibuka dan asap akan
menyembur keluar darimoncong mesin.
7. Jika target sudah selesai difog, kran larutan ditutp kembali hingga asap
tidak lagi menyembur keluar dari moncong mesin.
8. Kemudian matikan mesin dengan cara menutup kran bahan bakar