You are on page 1of 22

Atresia Duodenum

&
Usus Halus
Preceptor:
Prof. DR. Dr. Chairul Ismael, Sp B., SpBA
Penyusun:
Jihan Zalikha binti Ab Halim
1301-1206-3038
Nurul Ain binti Mohamad Kamal
1301-1206-3039
Ray Aswinasari
1301-1206-4009

Embriologi usus

Embriologi Duodenum

Bagian terminal dari foregut & bagian cephalic dari midgut


membentuk duodenum
Lambung berotasi, duodenum membentuk C-shaped loop dan berotasi
ke kanan bersamaan dgn pertumbuhan yg cepat dari kepala pankreas,
selanjutnya duodenum yg sebelumnya pada posisi garis tengah
bergerak ke daerah perut bagian kiri
Duodenum & kepala pankreas akan menekan dinding tubuh bagian
dorsal & permukaan dari dorsal duodenum kanan mesoduodenum
akan berfusi kemudian yang berbatasan dgn peritoneum akan
menghilang, selanjutnya kedua akan terfiksasi pd posisi
retroperitoneal
Dorsal mesoduodenum kemudian menghilang kecuali pd regio
pylorus, di mana suatu bagian kecil dari duodenum disebut duodenal
cap, mempertahankan posisi mesenterinya & tetap berada di
intraperitoneal
Ketika menginjak bulan ke-2, lumen dari duodenum akan terobliterasi
dgn proliferasi sel dlm dinding. Lumen berkanalisasi hanya
sesudahnya

Pendarahan usus

Pendarahan usus

Foregut a.celiac
Midgut a.mesenterik superior
Duodenum cabang kedua arteri di
atas

ATRESIA DUODENUM
Definisi
Atresia duodenum adalah keadaan dimana usus duodenum mengalami
obstruksi komplit
Frekuensi
Amerika 1 kelahiran dari 600 0 kelahiran
Anak laki-laki & anak perempuan sama
Atresia duodenum 40-60%, selaput duodenum 35-45%, annular
pancreas 10-30% duodenal stenosis 7-20%
Faktor Resiko
Obstruksi duodenal sering terjadi pada polyhidroamnion (40%)
Defek pada gen Trisomy 21. 22-30% pasien dengan obstruksi duodenal
seringkali juga menderita kelainan pada jantung
Mortalitas & Morbiditas
Tidak ditangani segera, kondisinya akan berakibat fatal &
menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit (hiponatrium, hipokalemi)
dan fluid imbalance akibat muntah- muntaH

Patofisiologi
Atresia duodenal diperkirakan disebabkan oleh oklusi
vaskuler di daerah duodenum dlm masa perkembangan
fetal
Atresia & stenosis duodenal sering disebabkan oleh
kelainan perkembangan pankreas. Pankreas terbentuk
mengelilingi duodenum menyebabkan duodenum tidak
tumbuh normal sehingga terjadi stenosis atau atresia
Manifestasi klinik berupa obstruksi usus letak tinggi,
beberapa jam setelah lahir muntah hijau
Keterlambatan diagnosis dan tindakan menyebabkan bayi
mengalami aspirasi, dehidrasi, hiponatremi dan hipokalemi
karena muntah-muntah

Gejala klinis
Muntah
Warna muntah
Di atas/di bawah level ampula vater
Adanya muntah hijau (bilious) pertimbangkan
obstruksi sampai terbukti tidak
Proyektil atau meleleh
Perut kembung sehabis makan; distensi abdomen
Nyeri abdomen yang bersifat kolik
Obstipasi
Riwayat polihidramnion
Tidak ada mekoneum dalam 24 jam pertama

Pemeriksaan fisik
Inspeksi, palpasi
Distensi abdomen pada epigastrium obstruksi proksimal
Distensi menyeluruh obstruksi distal
Terlihat kontur usus
Terlihat gerakan peristaltik
Bekas parut pada dinding abdomen adhesi
Inguinale dan perineum
Palpasi, Olive sign, massa pada invaginasi
Infiltrat, tumor intra abdomen
Perkusi, auskultasi, colok dubur

Diagnosis
Harus cepat untuk menghindari:
iskemia
Nekrosis
Gangren usus
Keadaan yang berhubungan
Annular pancreas
Duodenal diaphragm
Duodenal stenosis
Preduodenal portal vein
Ladd bands
Duplication of duodenum
Tumor of duodenum
Hematoma of duodenum
Retroperitoneal tumor
VATER & VACTERL

Pemeriksaan penunjang
Radiologi
Pada atresia duodenum akan tampak dgn dua gelembung udara dgn
garis-garis permukaan udara cairan di dalamnya
Bila hanya terlihat satu gelembung mungkin bagian duodenum atresia
penuh dgn cairan ataupun gambaran gelembung duodenum &
lambung dlm proyeksi tumpang tindih. Utk melihat dua gelembung
udara double bubble perlu dilakukan:
- Cairan dikosongkan dgn penghisapan melalui sonde lambung
- Proyeksi foto lateral
- Foto dengan posisi kepala dibagian bawah (up-side down)
Kontras Enema
Dpt digunakan utk membedakan obstruksi usus letak bawah
- Microcolon-complete obstruction pada usus kecil
- Sindrom mekonium-plug
- Hischprung disease
- Sindrom kolon kiri

double bubble

Terapi
Pre operative
Pemasangan sonde lambung dan dilakukan pengisapan secara
teratur untuk dekompresi
Penderita dipuasakan
Membantu pernafasan, mencegah aspirasi
Rehidrasi intradeva, perbaikan kadar elektrolit
Antibiotika profilaksi
Operative
Pada dasarnya tindakan bertujuan menciptakan kontinuitas
lumen usus.
Ujung usus yang membesar direseksi dan dianastomosiskan
dengan ujung usus bagian distal dari ujung ke ujung
Post operative
Antibiotika profilaksis

Komplikasi
Ketidakseimbangan elektrolit
Sepsis
Pendarahan
Infeksi
Prognosis
Quo ad Vitam
Qua ad Functionam

: ad bonam
: ad bonam

ATRESIA USUS HALUS

Atresia usus halus merupakan satu penyebab obstruksi


pada neonatus. Angka kejadian satu diantara 1500-2000
kelahiran

Patofisiologi
Telah dipercaya bahwa atresia usus halus disebabkan oleh
oklusi pembuluh darah mesenterium, misalnya akibat
volvolus atau invaginasi sewaktu kehidupan intrauterin.
Bagian usus yang tidak mendapatkan aliran darah akan
nekrosis. Karena keadaannya steril bagian yang nekrosis
ini tidak berkembang ke proses peritonitis tetapi
diabsorpsi dan selanjutnya terjadi atresia atau stenosis.
Teori ini telah dibuktikan dengan percobaann binatang
dengan mengikat pembuluh darah mesenterium dan
menghasilkan atresia seperti terlihat pada manusia.

Diagnosis
Riwayat hidramnion
Gejala & tanda-tanda bergantung pada letak atresia
Atresia usus letak tinggi:
- Muntah lebih cepat terjadi
- Distensi abdomen lebih terbatas di bagian atas dan
menghilang setelah bayi muntah
- Pasase mekonium dapat normal karena mekonium sudah
berada dalam usus bagian distal sebelum atresia terjadi
Atresia usus letak rendah: seperti atresia ileum terminal atau lebih
rendah lagi:
- Muntah hijau lebih lambat terjadi. Muntah hijau terjadi
setelah abdomen membuncit menjelang 24 jam setelah
kelahiran
- Abdomen buncit tampak menyeluruh. Tetap buncit setelah
bayi muntah hijau/fekal
- Umumnya mekonium tidak keluar atau setelah dilakukan
colok dubur. Mekonium yang keluar sedikit, kering berbutirbutir dan berwarna hijau/abu-abu

Pemeriksaan radiologi

Foto polos:
Atresia yeyunum:
Terlihat tiga atau beberapa gelembung udara dgn
fluid levels di dalamnya (batas udara-air)
Atresia ileum
Seluruh abdomen penuh dgn gelembung-gelembung
udara yang tersebar rata kecuali sedikit di bagian
bawah
Foto Ba-enema
Foto Ba-meal

Terapi
Seperti terapi pada obstruksi usus umumnya
Tindakan persiapan prabedah:
- Hentikan pemberian cairan per-oral
- Pasang sonde lambung dan dilakukan pengisapan secara
teratur untuk dekompresi
- Membantu pernafasan, mencegah aspirasi
- Cairan dan elektrolit untuk maintenance dan rehidrasi
kalau ada dehidrasi
- Antibiotika profilaksis
Pembedahan:
Pada dasarnya tindakan bertujuan menciptakan
kontinuitas lumen usus. Bagian ujung usus yang membesar
direseksi dan dianastomosiskan dengan ujung usus bagian
distal dari ujung ke ujung.

ATRESIA YUYENAL

Penampilan klinik mirip atresia duodenal, lebihlebih bila letak atresia di bagian proksimal. Muntah
hijau terjadi dalam beberapa jam setelah kelahiran.
Pemeriksaan abdomen terlihat gambaran lambung
dan usus terbatas di daerah epigastrium

Diagnosis
Foto polos abdomen dengan posisi tegak terlihat
sedikitnya tiga gelembung udara. Satu gelembung
lambung, satu gelembung duodenum dan lainnya
gelembung usus di bawah ligamentum Treitz
Terapi
Persiapan prabedah seperti pada atresia duodenal
Pembedahan berupa anastomosis ujung ke ujung

ATRESIA ILEUM
Patofisiologi
Penampilan klinik mirip dengan penampilan klinik
sumbatan cerna bagian bawah
Menjelang umur 24 jam bayi muntah hijau dengan
didahului kembung abdomen secara menyeluruh.
Artinya kembungnya tidak terbatas hanya di daerah
epigastrium seperti pada atresia duodenal
Mekonium hampir selalu tidak keluar. Bila mekonium
keluar spontan atau pun keluar pada waktu colok
dubur mekonium hanya sedikit, berbutir-butir, kering
dan berwarna terang atau hijau muda
Mekonium tidak normal seperti digambarkan di atas
khususnya pada atresia yang terjadi pada kehamilan
muda dan letak atresia di ileum bagian distal. Hal ini
disebabkan oleh mekonium yang terperangkap di
distal atresia mengalami penyerapan air di kolon

Diagnosis
Foto polos abdomen dengan posisi tegak, ditemukan
gambaran obstruksi saluran cerna letak rendah. Gambaran
gelembung udara tersebar merata diseluruh abdomen dengan
disertai gambaran garis-garis permukaan cairan udara
Foto barium enema terlihat lumen kolon kecil atau lebih
sering disebut sebagai mikro-kolon
Diagnosis diferensial
Obstruksi usus letak rendah lainnya, seperti atresia setinggi
kolon, penyakit Hirschsprung, sindrom sumbatan mekonium
Pemeriksaan foto barium enema mutlak dikerjakan sepanjang
tidak ada kontraindikasi untuk kepastian diagnosis
Terapi
Persiapan prabedah seperti atresia saluran cerna yang lain
Tindakan bedah berupa anastomosis ujung ke ujung

Terima kasih