You are on page 1of 4

WALK THROUGH SURVEY DI PERUSAHAAN

PT. ALAKASA EXTRUSINDO. TBK


TANGGAL 14 DESEMBER 2015

KELOMPOK 1
HYGIENE INDUSTRI

Biondy Bayu M.

Lana Novira YS.

Widya Ilmiaty Kamrul

Fitri Aprillia

Ghayatrie Healthania

Camila Kamal

Ayunda Afdal

Gilang Pradita

Ayesha Riandra

Devi Yuliana

Ricka Hardi

PELATIHAN HIPERKES DAN KESELAMATAN KERJA


KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONEISIA
KELAS A UNIVERSITAS TRISAKTI
PERIODE 7 - 15 DESEMBER 2015
JAKARTA

Ralat:
Halaman
1

Sebelum
Sistem Manajemen

Ralat
Sistem Manajemen

Kesehatan dan Keselamatan

Keselamatan dan Kesehatan

Kerja
Dasar hukum:

Kerja
Sudah tidak digunakan lagi

Keputusan Mentri Tenaga


Kerja RI No. Kep.
4

187/MEN/1999
BPJS Kesehatan dan

BPJS Kesehatan dan BPJS

Ketenagakerjaan dan

Ketenagakerjaan serta

BUMIDA
Total karyawan 175 orang

BUMIDA
Dep. Ekstrusi: 29 orang
Dep. Die shop: 10 orang
Dep. Anodizing: 28 orang
Dep. Despatch/Packing: 17
orang
Dep. Fabrikasi/tool: 18
orang
Dep. Powder coating: 15
orang
Dep. Remelt: 12 orang
Dep. Maintenance: 13 orang
Office: 66 orang

Total karyawan (termasuk


23-27
27-28
27

PT. Alasaka Extrusindo Tbk


PT. Martina Berto Tbk.
Sub bab Pengolahan limbah

pegawai kontrak): 208 orang


PT. Alakasa Extrusindo Tbk.
PT. Alakasa Extrusindo Tbk.
Sub bab dipindahkan ke
landasan teori halaman 5

Hazard di setiap departemen kerja:

Departemen
Melting

Hazard
Fisik: iklim

dan

suhu

yang

panas,

pencahayaan tampak kurang


Kimia: debu dari lantai, scrap aluminum
Die Manufacture and Correction

(sisa dies) di ruang remelt tanpa penutup


Kimia: debu, pelumas (oli) yang dipakai
dalam proses pengerjaan
Biologi: serangga di loker pekerja
Sanitasi: tumpukan panci, gelas, dan alat

Extrusion

makan lain yang tidak dicuci


Fisik: bising dan vibrasi dari alat pemotong

Powder coating

(saw), vibrasi dari forklift


Fisik: pencahayaan kurang
Kimia: serbuk (powder) saat proses powder
coating, serbuk limbah powder coating

Anodizing

tanpa penutup
Fisika: bising dari pompa air, pencahaayan
kurang
Kimia: bahan kimia di air saat proses

anodizing (data MSDS tidak diperoleh),


bahan asam sulfa tempat pengolahan cairan
limbah anodizing tanpa label dan MSDS.
Limbah anodizing terletak di lingkungan
Fabrication

terbuka
Fisika: bising dari mesin pemotongan (saw),
pencahayan
fabrikasi

Packing

tampak
disatukan

kurang
dengan

(ruangan
tempat

pemotongan aluminium)
Fisika: bising dari mesin pemotongan (saw),
pencahayaan
packing

tampak

disatukan

kurang

(ruangan

dengan

tempat

pemotongan aluminium)
Kesimpulan:
Berdasarkan pengamatan dalam bidang hygiene industri yang telah dilakukan ke PT.
Alakasa Extrusindo Tbk didapatkan adanya faktor risiko baik dibidang fisika, kimia, dan
biologi. Adanya faktor risiko di lingkungan kerja terebut belum diiringi dengan kesadaran
baik dari pihak manajemen maupun pekerja terbukti dari belum dijalankannya SMK3 di
perusahaan tersebut. Sanitasi tempat kerja juga dianggap masih perlu perbaikan dilihat dari
tempat pembuangan sampah, genangan air, kakus yang tidak terawat dengan baik, serta
tempat penyimpanan dan pengolahan limbah yang masih terletak di lingkungan terbuka tanpa
penutup.