You are on page 1of 27

Strategi Technopreneurship dalam menghadapi MEA 2015

(Studi kasus Di Negara Vietnam)

Disusun Oleh:
Isna Rachma Muthia (14202008)
Listiana Andini (14202011)
Aksenta Yudi Pratama (14202014)
UNIVERSITAS TRILOGI
Program Studi Magister Manajemen (S-2)
JAKARTA
2015

BAB I
Pendahuluan
Perlu kita tau bahwa di tahun 2015 ASEAN akan menerapkan Economic Community. Ini akan
menjadi awal dimulainya pasar bebas regional ASEAN, sehingga peredaran uang dan barang akan
sangat berpusat pada teknologi, karena pemasaran dilakukan antar negara-negara ASEAN, maka
dibutuhkan banyak technopreneur yang mampu memanfaatkan teknologi secara tepat guna
meningkatkan daya saing bisnisnya menghadapi pesaing-pesaing lain dari kawasan ASEAN pada
tahun 2015 ini.

Karena sebenarnya Indonesia memiliki potensi untuk menghadapi ASEAN Economic Community
ini, yakni berupa sumber daya manusia yang sangat mencukupi untuk bersaing, dengan jumlah
penduduk Indonesia hingga 39% dari total penduduk ASEAN maka Indonesia dikatakan mampu
memberikan pengaruh besar bagi ASEAN Economy Community . Tidak hanya itu, Indonesia juga
memiliki kekayaan sumber daya alam yang lebih dari negara-negara ASEAN yang lain, sehingga
Indonesia memiliki potensi besar dalam ASEAN Economy Community ini. Karena itulah, begitu
besar harapan pemerintah kepada para generasi muda Indonesia sebagai agen of change (agen
pembawa perubahan) dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk mampu
mengembangkan potensi Indonesia yang telah ada tersebut sebagai seorang Technopreneur.
Strategi:
1. Standarisasi produk
bangga dan gunakan produk Indonesia
2. POS (after sales)

Perlu di ketahui bahwa konsep technopreneur menawarkan banyak kelebihan. disini technopreneur tidak butuh banyak modal mendukung usahanya. guna memasarkan produk atau jasa yang kita miliki. Website multi bahasa Contoh lain pengaplikasian konsep Technopreneur yang sedang tren saat ini salah satunya adalah Toko Online. Bisa dibayangkan target pemasaran mereka tidak dibatasi oleh jarak ataupun lokasi. dll ) yang biasa digunakan sebagai media pertemanan. Dan jika di perhatikan. baik dari luar kota. pelaku bisnis dapat berkomunikasi langsung dengan konsumen tanpa harus bertatap muka. mereka bisa mendirikan sebuah toko online guna memasarkan barang yang mereka miliki. maka informasi itu mampu di akses oleh semua pengguna internet. semua kelebihan ini mampu memberikan banyak keuntungan bagi para pelakunya ( Technopreneur ). selain itu untuk pemasaran cukup dengan memaksimalkan fungsi dasar seach engine untuk mendukung publikasi website mereka. Tidak hanya itu. dimana search engine ini biasanya jadi tujuan awal dari para netter ( pengguna Internet ) untuk mencari apa yang mereka inginkan. karena ketika kita membuat sebuah informasi di internet. jam kerja pelaku bisnis yang tidak terikat seperti layaknya pegawai. kita juga bisa menggunakan jejaring sosial seperti (Facebook. hemat tenaga dan pastinya hemat biaya. transaksi jual beli jauh lebih mudah dan cepat. twitter. . Seorang Tecnopreneur bisa menggunakan Website untuk menggantikan fungsi dari sebuah toko. karena pengunjung toko online mereka bisa berasal dari mana saja. atau bahkan luar negeri. Dan sebagai media publikasi mereka cukup menyebarkan url website tempat toko online mereka. antara lain : kemudahan bagi konsumen dan pelaku bisnis sendiri. hanya dengan bermodal Domain dan Hosting. 3. Karena technopreneur memanfaatkan peluang dalam perkembangan teknologi saat ini.

meskipun esensinya adalah sama. Seseorang disebut ” Enterpreneur Sukses ” adalah apabila secara ekonomi ia mampu . Desain Produk. Basis pengembangan ekonomi negara maju adalah berbasis Pengetahuan (Knowledge based Economic). Pendidikan pada negara maju ternyata mendasarkan basisnya pada kemampuan anak bangsa untuk mandiri dan berinovasi berbasiskan penciptaan teknologi sebagai keunggulan bersaingnya yang disebut dengan pendidikan berbasis enterpreneurship ataupun Technopreneurship.2 Perbedaan antara Enterpreneurship dan Technopreneurship Ada sedikit perbedaan antara enterpreneur dengan technopreneur.1 Perbedaaan Negara Maju dengan Negara Berkembang Ada perbedaan antara negara maju dengan negara yang belum maju maupun berkembang. sedangkan manufaktur yang melibatkan permasalahan buruh mereka subkontrakkan kenegara berkembang. Fokus negara yang maju teknologinya adalah pada penguasaan R&D teknologi.BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. sehingga mereka cenderung mencari partner – partner yang SDA nya melimpah. tetapi Knowledge – nya rendah. Negara maju mengembangkan strategi bersaingnya melalui keunggulan teknologi yang dimilikinya. Mereka “terpaksa” mampu menguasai teknologi karena rendahnya kuantitas Sumber Daya Alamnya (SDA). 2. dan Pemasaran.

Webster Dictionary (2005) membedakan definisi enterpreneur dengan technopreneur dalam bidangnya yang lebih spesifik kearah teknologi tinggi. Mereka menggunakan teknologi sebagai unsur utama pengembangan produk suksesnya. Enterpreneur tradisional. yaitu ” enterpreneur moderen ” yang berbasis teknologi. maka mereka yang digolongkan sebagai enterpreneur sukses adalah termasuk pensuplai produk bagi kebutuhan pasar pemerintah (suplier pemerintah). dan pemilihan demografi pasar sasaran lebih menentukan kesuksesannya. memanajemen. Pendidikan dan keahlian bagi mereka bukanlah hal yang utama dalam mengembangkan bisnisnya. Bila enterpreneur didefinisikan sebagai seseorang yang mengorganisasikan. tingkatan inovasi hingga penguasaan pasar sebagai berikut : . lobi. maka ada enterpreneur yang mendasarkan ke ” enterpreneuran . maka Webster Dictionary mendefinisikan Technopreneur sebagai seorang entrepreneur dimana bisnisnya melibatkan teknologi tinggi Amir Sambodo (2006) membedakan antara pelaku Usaha Kecil. Berbeda dengan enterpreneur diatas. dan Technopreneur dalam atribut motivasi. pensuplai kebutuhan pasar masyarakat (pedagang). dan pemilihan pasar secara demografis. Dengan demikian. bukan sekedar jaringan. sehingga mampu menciptakan kesejahteraan bagi dirinya. gaya kepemimpinan. ataupun pengusaha yang bergerak di sektor jasa yang sifat persaingan pasarnya dari cenderung monopolistik hingga persaingan bebas (komoditi). tetapi unsur jaringan. lobi. dan mengambil resiko dari suatu bisnis atau suatu perusahaan.memberikan nilai tambah ekonomis bagi komoditas yang dijualnya.nya ” berdasarkan keahlian yang berbasis pendidikan dan pelatihan yang didapatkannya di bangku perkuliahan ataupun percobaan pribadi. Mereka ini disebut sebagai technopreneur. Inovasi dan kreativitas sangat mendominasi mereka untuk menghasilkan produk unggulan sebagai dasar dari pembangunan ekonomi bangsa berbasis pengetahuan (Knowledge Based Economic).

USAHA KECIL • Motivasi Kepemilikan Sumber hidup • Tingkat keamanan • Bekerja sendiri Ide khusus • Personaliti pemilik • • • • Gaya manajerial • • • Kepemimpinan ENTREPRENEUR TRADISIONAL Motivasi mendominasi Ide dan konsep • Eksploitasi kesempatan Akumulasi kekayaan Saham pengendali • Maksimalisasi Pendiri/reka n bisnis keuntungan Trial and error Lebih personal Orientasi lokal Menghindari resiko Arus kas stabil Mengikuti pengalaman Profesionalisme • Resiko pada manajemen Jalan hidup Otoritas tinggi Kekuatan lobi • Hubungan baik • Imbalan untuk Kontribusi • Dengan contoh Manajemen baru Kolaborasi • Kemenangan kecil TECHNOPRENEUR • • • • • • • Pola pikir revolusioner Kompetisi dan resiko Sukses dengan teknologi baru Finansial.nama harum Penguasaan pasar Saham kecil dari kue besar Nilai perusahaan terus bertambah • Pengalaman terbatas Fleksibel • Target strategi global • Inovasi produk berkelanjutan • • • • • Perjuangan kolektif Sukses masa depan visioner Membagi kemajuan bisnis Menghargai kontribusi dan pencapaian .

nama harum • • • Memimpin dalam riset dan inovasi.Biotek global Akses ke sumber teknologi Bakat sangat tinggi Kecepatan peluncuran produk ke pasar Pengembangan bersama tim outsourcing Banyak penawaran Science and techology park Penetrasi nasional • Pasar berubah dengan teknologi cepat. untuk monopoli.lisensi • • • • Penting tapi sulit mendapatkan tenaga ahli Kemampuan umum • Tidak selalu tersedia pada tingkat global • • Multikultural kualitas tinggi Berasal dari PT ternama dan lembaga riset Insinyur muda tertarik IPO.IT.• • Tenaga Kerja • • • • Merekrut lokal dan global Jaminan Kompensasi menarik rendah Kekeluargaa n Mobilitas rendah Resiko tinggi ENTREPRENEUR TRADISIONAL USAHA KECIL • • R&D dan Inovasi • • Mempertaha nkan bisnis Pemilik bertanggung jawab Siklus waktu yang lama Akumulasi tekologi sangat kecil Outsourcing danSederhana Jaringan Kerja • Lobi bisnis langsung • Potensial Pertumbuhan Stabil Siklus ekonomi • • TECHNOPRENEUR • • • Bukan Prioritas utama.M&A Finansial.kesulitan mendapatkan peneliti Mengandalkan franchise.global lambat baru Pemimpin pasar dalm waktu singkat dengan Akuisisi teknologi • Aliansi global proteksi.oligopoli mempertahankan pertumbuhan .

2. dan memiliki tujuan yang realistik dengan mengambil resiko yang yang benar-benar telah diperhitungkan.3 Kepribadian Technopreneur McClelland mengajukan konsep need for achievement (selanjutnya disingkat N-Ach) yang diartikan sebagai virus kepribadian yang menyebabkan seseorang ingin selalu berbuat lebih baik dan terus maju. Seseorang yang memiliki N-Ach tinggi biasanya lebih menyukai situasi-situasi kerja yang dapat mereka ketahui apakah akan mengalami peningkatan/kemajuan atau tidak. Makalah Seminar Pengembangan Technopreneurship.Lokal • Target Pasar • • • Kompetisi dng produk di pasar Penekanan biaya • • Penguasaan pasar nasional Penetrasi pasar memakan waktu lama Produk baru untuk pelanggan baru • • • Pasar global sejak awal Jaringan science and tech. uang bagi mereka bukanlah tujuan. maka bangsa Indonesia akan mampu menjadi bangsa yang ”berdaya saing” pada tataran persaingan global. Jakarta 10 Agustus 2006 Technopreneurship sudah seharusnya didorong pengembangannya oleh pemerintah. selalu berpikir untuk berbuat yang lebih baik. Mereka menjual produk inovatif yang mampu menjadi substitusi maupun komplemen dalam kemajuan peradaban manusia. Hanya dengan bertambahnya jumlah mereka inilah. presale dan postsale Mendidik konsumen teknologi baru Sumber : Amir Sambodo. Technopreneur tidak sekedar ” menjual ” barang komoditas ataupun barang industri yang persaingan pasarnya relatif sangat ketat. McClelland memberikan gambaran tentang hal itu sebagai berikut : . park Penekanan time to market.

asalkan ada kesempatan untuk mencapai sesuatu. sebagai berikut :     Lebih menyukai pekerjaan dengan resiko yang realistik Bekerja lebih giat pada tugas-tugas yang memerlukan kemampuan mental Tidak menjadi bekerja lebih giat dengan adanya imbalan uang Ingin bekerja pada situasi yang dapat diperoleh pencapaian pribadi (personal  achievement) Menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam kondisi yang memberikan umpan-balik yang  jelas dan positif Cenderung untuk berpikir ke masa depan dan memiliki pemikiran untuk jangka panjang. makin besar/ tinggi nilai N-Ach seseorang. 1994. hal 11). Ukuran N-Ach dapat menunjukkan bagaimana jiwa enterpreneur seseorang. tetapi lebih merupakan ukuran keberhasilannya “ (Sumber kutipan : Krisna R. Uang bagi enterpreneur yang sejati bukanlah sebagai perangsang berusaha. Dia tertarik kepada imbalan uang atau keuntungan terutama karena merupakan umpan balik yang dapat mengukur pencapaian hasil dari pekerjaannya.“ Agaknya mengherankan bila ditinjau dari sudut teori ekonomi dan perniagaan Amerika tradisional bahwa yang mendorong enterpreneur mengadakan kegiatan bukanlah harapan untuk memperoleh keuntungan. McClelland merinci karakteristik mereka yang memiliki N-Ach yang tinggi. orang yang kecil keinginannya untuk berprestasilah yang membutuhkan perangsang uang agar dapat bekerja lebih keras. maka akan makin besar pula bakat potensialnya untuk menjadi enterpreneur yang sukses . Purnomo. Orang yang keinginan berprestasinya tinggi akan bekerja lebih keras dalam keadaan bagaimana pun.

dan Extrapersonal. yaitu Intrapersonal. Extrapersonal Intrapersonal Interpersonal .2. Interpersonal. Interpersonal dan Interpersonal adalah merupakan komponen dari faktor Soft Skill. sedangkan Extrapersonal adalah berhubungan dengan kemampuan untuk mampu memberdayakan kedua komponen soft skill tersebut agar mampu diimplementasikan secara lebih meluas dampaknya.4 Karakter Pembentuk Technopreneur Spirit dan karakter Technopreneur dibentuk oleh 3 (tiga) komponen utama pembentuk.

5 Manfaat Pengembangan Technopreneur Singapura adalah salah satu contoh negara yang berhasil dalam membuat kebijakan menumbuhkan basis technopreneurnya. Dimotori oleh kebijakan investasi besar – besaran oleh pemerintah yang diambil dari tabungan pensiun wajib. tenaga kerja terdidik. proyek infrastruktur bernama ” Singapore One ” bernilai ratusan juta dollar. industri utama dari Finlandia adalah Kertas dan Pulp. NOKIA. sekolah. Singapura adalah negara kecil di Asia yang miskin. perusahaan terbesar dinegara itu yang bermarkas di Helsinki. Contoh lainnya tentang pentingnya peran pemerintah dalam mendorong Technopreneurship adalah sejarah negara kecil di Eropa. yaitu Finlandia dalam membangun ekonominya yang berbasis pengetahuan dan teknologi. Pada tahun Extrapersonal Intrapersonal Interpersonal 1980 – an. Dua puluh tahun kemudian. dan program infrastruktur yang mengagumkan. telah menghubungkan setiap rumah.2. pemerintah mulai berkampanye untuk menarik perusahaan MNC berteknologi tinggi. waktu itu dikenal sebagai perusahaan sepatu karet. Empat puluh lima tahun yang lalu (era 1960 an). dengan insentif pajak. Ketika krisis ekonomi menghantam pada tahun 1990 – an. Finlandia mengubah ” Grand Strategy ” negaranya. Dan negara kecil Singapura ini telah melakukan investasi di bidang tekologi informasi di sekolah – sekolah dengan nilai yang lebih besar daripada negara manapun. dan kantor ke Internet pada akhir 1999. yaitu beralih ke teknologi tinggi untuk menyelamatkan .

Setelah berkembang. bekerjasama dengan BUMN milik pemerintah Finlandia. perusahaan ini juga berinvestasi dalam pengembangan ilmu pegetahuan di berbagai universitas di seluruh negeri. tetapi hampir separohnya menggenggam telepon seluler. NOKIA meraup keuntungan USD 32 Milyar dalam setahun. dan keberhasilannya memicu ledakan teknologi di Finlandia. Dalam waktu singkat. Berbagai perusahaan menjalin kerjasama Internasional untuk mulai membangun industri elektronik. dan NOKIA menemukan pasar yang tak pernah jenuh berupa telepon seluler.diri. Dan negara yang terkenal dengan danau dan saunanya ini juga membanggakan diri sebagai negara dengan koneksi Internet terbanyak di Eropa. . Kini Finlandia memiliki 400 perusahaan berteknologi tinggi. Pemerintah Finlandia menganggarkan 2.9 persen dari PDB (Produk Domestik Brutto) untuk riset dan pengembangan teknologi. Penduduknya hanya lima juta orang.

BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN 3. para pemimpin ASEAN menyatakan bahwa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan menjadi tujuan dari integrasi ekonomi regional pada tahun 2020. dan sangat kompetitif dengan perkembangan ekonomi yang adil.1 Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Pada KTT di Kuala Lumpur pada Desember 1997 Para Pemimpin ASEAN memutuskan untuk mengubah ASEAN menjadi kawasan yang stabil. dan mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial-ekonomi. Pada KTT Bali pada bulan Oktober 2003. . ASEAN Security Community dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN dua pilar yang tidak terpisahkan dari Komunitas ASEAN. Semua pihak diharapkan untuk bekerja secara yang kuat dalam membangun Komunitas ASEAN(2020). makmur. Indonesia dan sembilan negara anggota ASEAN lainnya telah menyepakati perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC). MEA adalah bentuk integrasi ekonomi ASEAN dalam artian adanya system perdagaangan bebas antara Negara-negara asean.

artinya semua orang yang masuk kawasan ASEAN dapat menanamkan.Selanjutnya. Selain itu adanya liberalisasi tenaga kerja dimana kita bebas mencari lapangan pekerjaan tidak hanya di dalam negeri melainkan dikawasan ASEAN. Apabila kita melihat lebih jauh dibalik tujuan untuk meningkatkan stabilitas perekonomian antar negara ASEAN artinya sisi lain yang dapat kita lihat bahwa sama saja seperti meliberalisasikan arus barang. 3. sepakat untuk memajukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan target yang jelas dan jadwal untuk pelaksanaan. jasa. investasi. Liberalisasi arus barang artinya akan terjadi pengurangan dan penghilangan hambatan tarif. investasi dan modal. 3 Tujuan Ekonomi ASEAN 2015 . dan aliran modal yang lebih bebas. Malaysia. Liberalisasi modal akan dilakukan dengan meniadakan aturan administrasi yang menghambat penanaman modal. Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN yang diselenggarakan pada bulan Agustus 2006 di Kuala Lumpur. modalnya dinegara ASEAN secara lebih mudah.2 Ekonomi ASEAN 2015 Indonesia akan memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. tenaga kerja. 3. para Pemimpin menegaskan komitmen mereka yang kuat untuk mempercepat pembentukan Komunitas ASEAN pada tahun 2015 yang diusulkan di ASEAN Visi 2020 dan ASEAN Concord II. tenaga kerja terampil. dan menandatangani Deklarasi Cebu tentang Percepatan Pembentukan Komunitas ASEAN pada tahun 2015 Secara khusus. para pemimpin sepakat untuk mempercepat pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN pada tahun 2015 dan untuk mengubah ASEAN menjadi daerah dengan perdagangan bebas barang. dimana dengan tujuan yang baik itu diharapkan mampu membawa perubahan untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia agar lebih baik. Pada KTT ASEAN ke-12 pada bulan Januari 2007.

Tentunya hal ini tidak ingin terjadi pada Indonesia apabila era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 nanti akan membuat semakin terpuruknya usaha-usaha dan produk lokal. Namun banyak peluang yang dapat kita lihat dari Ekonomi ASEAN 2015 ini.Tujuan dibuatnya Ekonomi ASEAN 2015 yaitu untuk meningkatkan stabilitas perekonomian dikawasan ASEAN. jika kita mengingat bagaimana hubungan bilateral Indonesia dengan China. Indonesia dinilai belum siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Banyak kalangan yang merasa ragu dengan kesiapan Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. dan untuk di Indonesia diharapkan tidak terjadi lagi krisis seperti tahun 1997. namun hal terpenting yang sebaiknya dilakukan adalah meningkatkan daya saing Indonesia. kecil dan menengah harus mati karena tidak mampu bersaing dengan masuknya produk dari sembilan negara lainnya. Dalam kekhawatiran mengenai terhantamnya sektor-sektor usaha dalam negeri kita. 3.4 Kesiapan Indonesia dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 Dalam beberapa hal. masih berada dibawah . Kita tidak ingin sektor usaha khususnya kelas mikro. dengan dibentuknya kawasan ekonomi ASEAN 2015 ini diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah dibidang ekonomi antar negara ASEAN. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan produk dalam negeri oleh pemerintah. Berdasarkan fakta peringkat daya saing Indonesia periode 2012-2013 berada diposisi 50 dari 144 negara. Kini China mampu menguasi pasar domestik kita yang pada akhirnya dapat mengganggu stabilitas Indonesia.

Singapura yang diposisi kedua. itu artinya masih perlu pembenahan dalam memaksimalkan daya saing SDM di Indonesia melalui kesempatan pendidikan. makanan dan minuman. Brunei diposisi dua puluh delapan. tarif pajak. elektronik. Peningkatan . kepastian hukum. keunggulan. Jika kita menilai terlihat industri Indonesia masih belum siap untuk menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 karena masih banyaknya masalah yang belum menemui titik terang seperti lemahnya terhadap pengawasan produk-produk impor. Malaysia diposisi ke dua puluh lima. dan Thailand diposisi tiga puluh delapan. penyelundupan. alas kaki. Masalah yang kita lihat mengenai kualitas SDM sebenarnya hanyalah salah satu masalah mendasar yang dialami Indonesia. Kekhawatiran lain juga terjadi akibat lemahnya daya saing sumber daya manusia bangsa. Melihat kondisi seperti ini. serta funitur. serta mahalnya tarif terminal handling charge. hal ini tercermin dalam rendahnya kualitas SDM di Indonesia. dan kesehatan. Tantangan lain dalam sektor industri adalah mengenai upah minimum. biaya transportasi barang terlampau mahal. isu keamanan yang mengganggu investasi. Ada beberapa cabang industri yang perlu ditingkatkan daya saingnya agar dapat mengamankan pasar dalam negeri yaitu cabang otomotif. Tanpa SDM yang berkualitas rakyat didaerah tidak mampu mengolah kekayaan alam yang berlimpah menjadi produk yang bernilai ekspor. suku bunga bank. Mungkin beberapa cabang industri lain Indonesia masih lebih unggul dari negara tetangga akan tetapi pada sektor industri jasa Indonesia dianggap sama sekali tidak memiliki. serta produktivitas tenaga kerja. ada beberapa hal yang menjadi faktor rendahnya daya saing Indonesia menurut kajian Kementerian Perindustrian RI yaitu kinerja logistik. pakaian jadi. Berdasarkan fakta yang dirilis Human Development Index Indonesia masih berada di posisi 121 dari 185 negara.

Dalam waktu yang cukup singkat ini sebelum memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Padahal apabila ada kejelasan regulasi akan ada investor yang menanamkan modalnya. bisa kita bayangkan berapa persentase pengangguran dengan sebagian kecil orang yang mampu bersaing dengan sembilan negara lainnya. Contoh dari kasus yang terjadi nanti ketika memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 dimana semua tenaga kerja dapat mencari pekerjaan dikawasan ASEAN dengan beberapa profesi yang disepakati untuk bebas bekerja di negara-negara ASEAN seperti perawat. Kualitas dan kuantitas infrastruktur di Indonesia sudah tidak mampu mendorong percepatan pembangunan ekonomi padahal Indonesia sebentar lagi akan . Apabila era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 nanti telah datang.SDM yang masih menjadi pekerjaan rumah bangsa Indonesia ini tak kunjung usai. dokter. akuntan. dan lain-lain dan segala kemudahan yang didapat namun masalah yang dipastikan akan terjadi apabila SDM di Indonesia tidak mampu bersaing mendapatkan pekerjaan tersebut. Selain dua hal tersebut kekhawatiran lain muncul dari segi infrastruktur. sudah pasti tingkat pengganguran akan jauh lebih besar. bangsa Indonesia sebaiknya berbenah untuk memperbaiki kualitas SDM melalui mutu pendidikan yang merata tanpa kesenjangan sehingga kita akan percaya diri untuk bersaing dengan bangsa lain. membuat pembangunan infrastruktur terhambat. Minimnya anggaran infrastruktur dan masalah regulasi yang kurang jelas. bisa jadi akan menimbulkan masalah yang sama tapi lebih besar. kita mesti sadar bahwa semua ini menuntut kita untuk bisa meningkatkan kualitas SDM jika tidak jangan berharap bahwa era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 menjadi peluang besar. menurut data kementerian keuangan anggaran infrastruktur tahun ini mncapai 206 triliun rupiah atau naik dibanding tahun lalu. namun rasionya masih dibawah 2% dari PDB meskipun setiap tahun anggaran infrastruktur mengalami kenaikan tetap belum signifikan untuk meningkatkan pembangunan. arsitek.

memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 dimana semua ini menuntut adanya infrastruktur yang memadai untuk menunjang percepatan pembangunan ekonomi. saat ini Indonesia biayanya mencapai 16% dari total biaya produksi padahal normalnya hanya berkisar 9-10% 3.5 Hambatan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 Hambatan yang dihadapi oleh pekerja Indonesia untuk bekerja di negara ASEAN adalah mengenai bahasa dan perbedaan peraturan kerja. Yang paling krusial adalah membenahi infrastruktur serta biaya logistik. Indonesia harus mulai mempersiapkan diri jika tidak ingin menjadi sasaran masuknya produkproduk negara anggota ASEAN. maka perlu ditingkatkan kemampuan bahasa dan pemahaman aturan di negara-negara ASEAN. 3. akibatnya China menguasai pasar komoditi Indonesia. Tidak ada pilihan lain selain menghadapi dengan percaya diri bahwa bangsa Indonesia mampu dan menjadi lebih baik perekonomiannya dalam keikutsertaan Masyarakat Ekonomi ASEAN .6 Langkah Strategis Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Pelaksanaan kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 sudah di depan mata. Indonesia harus banyak belajar dari pengalaman pelaksanaan free trade agreement (FTA) dengan China.

telekomunikasi. pelabuhan. Indonesia dinilai akan menjadi negara yang lebih banyak diuntungkan karena diharapkan investasi asing mampu tumbuh pesat di Indonesia. persiapan yang matang. memberikan bantuan modal bagi pelaku usaha mikro. Dalam sektor tenaga kerja Indonesia perlu meningkatkan kualifikasi pekerja. Sektor infrastruktur perlu adanya perbaikan infrastruktur fisik melalui pembangunan atau perbaikan infrastruktur seperti transportasi.7 Karakteristik Dan Unsur Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah realisasi tujuan akhir dari integrasi ekonomi yang dianut dalam Visi 2020. dan restrukturisasi industri. Selain itu. kecil dan menengah. perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat luas mengenai adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 sehingga masyarakat memiliki kesadaran yang diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan kesiapannya ketika era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 datang.2015 ini. yang didasarkan pada konvergensi kepentingan negara-negara anggota . mendorong swasta untuk memanfaatkan pasar terbuka. meningkatkan mutu pendidikan serta pemerataannya dan memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat. jalan tol. memperbaiki kualitas produk dalam negeri dan memberikan label SNI bagi produk dalam negeri agar memiliki nilai ekspor sehingga mampu bersaing. Kita akan mampu menghadapi berbagai macam tantangan dalam datangnya era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 apabila kita mempunyai daya saing yang kuat. sehingga produk-produk dalam negeri akan menjadi tuan rumah dinegeri sendiri dan kita mampu memanfaatkan kehadiran Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 untuk kepentingan bersama dan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat 3. Beberapa langkah strategis yang perlu dilaksanakan oleh pemerintah ialah dari sektor usaha perlu meningkatkan perlindungan terhadap konsumen. Dalam sektor investasi.

Mengintegrasikan industri di seluruh wilayah untuk mempromosikan sumber daerah . Meningkatkan infrastruktur 6. ASEAN harus bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip terbuka. 4. memfasilitasi pergerakan bisnis. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan membentuk ASEAN sebagai pasar dan basis produksi tunggal membuat ASEAN lebih dinamis dan kompetitif dengan mekanisme dan langkah-langkah untuk memperkuat pelaksanaan baru yang ada inisiatif ekonomi. Konsultasi lebih dekat pada kebijakan makro ekonomi dan keuangan. dan memperkuat kelembagaan mekanisme ASEAN. Laos. Myanmar dan VietNam melalui Initiative for ASEAN Integration dan inisiatifregionallainnya. Pengakuan kualifikasi profesional 3. inklusif.ASEAN untuk memperdalam dan memperluas integrasi ekonomi melalui inisiatif yang ada dan baru dengan batas waktu yang jelas. dan berorientasi pasar ekonomi yang konsisten dengan aturan multilateral serta kepatuhan terhadap sistem untuk kepatuhan dan pelaksanaan komitmen ekonomi yang efektif berbasis aturan. Bentuk Kerjasamanya adalah : 1. Langkah-langkah pembiayaan perdagangan 5. berorientasi ke luar. 2. pada saat yang sama. Pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas. mempercepat integrasi regional di sektor-sektor prioritas. dalam mendirikan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Pengembangan transaksi elektronik melalui e-ASEAN 7. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan mengatasi kesenjangan pembangunan dan mempercepat integrasi terhadap Negara Kamboja. tenaga kerja terampil dan bakat. Sebagai langkah awal untuk mewujudkanMasyarakatEkonomiASEAN.

Kawasan ekonomi yang kompetitif. Daerah terintegrasi penuh dalam ekonomi global.8 Dampak MEA Bagi Masyarakat . 3. Karakteristik ini saling berkaitan kuat. Pentingnya perdagangan eksternal terhadap ASEAN dan kebutuhan untuk Komunitas ASEAN secara keseluruhan untuk tetap melihat ke depan. 2. Pasar dan basis produksi tunggal. karakteristik utama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA): 1. Dengan Memasukkan unsur-unsur yang dibutuhkan dari masing-masing karakteristik dan harus memastikan konsistensi dan keterpaduan dari unsur-unsur serta pelaksanaannya yang tepat dan saling mengkoordinasi di antara para pemangku kepentingan yang relevan 3.8. Meningkatkan keterlibatan sektor swasta untuk membangun Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Wilayah pembangunan ekonomi yang merata 4.

Dengan modal yang jauh lebih besar.57%. Sementara masyarakat pada umumnya memilih membeli produk yang lebih murah meski impor. Tak pelak. dan barang tambang lain. Yang lebih berbahaya lagi adalah jika korporasi asing dapat masuk menguasai sektor-sektor vital negara karena kekuatan modal yang besar. Indonesia For Global Justice). maka para petani akan semakin termarginalkan karena kalah bersaing dengan korporasi besar. Penguasaan lahan oleh korporasi (dengan luas 5. Rakyat akan kehilangan haknya. Ketika MEA diberlakukan. walaupun itu harus mengorbankan jutaan rakyat local 3. yang konsekuensinya dapat menghasilkan harga jual lebih rendah.000-30. Belum lagi imbas persaingan produk lokal dan impor. Akhirnya. Dengan mempengaruhi perpolitikan suatu negara untuk menghasilkan kebijakan yang menguntungkan perusahaan serta negara asalnya. maka negara besar dapat memproduksi barang jauh lebih banyak. Peran negara sebagai pelayan rakyat semakin tereduksi.177.195. sehingga lambat-laun pengusaha lokal pun akan banyak yang gulung tikar karena kalah saing.9 Kesiapan indonesia dalam menghadapi MEA 2015 .Terhitung sejak 2003-2013. hanya berfungsi sebagai regulator saja. Hal ini berakibat makin hilangnya akses petani gurem dan kecil terhadap lahannya (luas lahan 0-5000) sebanyak 5. gas bumi. korporasi asing dapat menyetir penguasa. serta sumber mata air dan hutan akan menjadi milik mereka. maka barang-barang kepemilikan umum seperti minyak bumi. dan penguasaan teknologi canggih plus keberpihakan negara. angka kemiskinan kaum tani bahkan jumlah pengangguran pun semakin meningkat (Rahmi Hertanti.000 Ha) mengalami pertumbuhan sebesar 24. sedangkan pemerintah tidak bisa mengintervensi.

Prospek ekonomi Indonesia yang positif juga didukung oleh. Untuk mewujudkan peluang MEA 2015. Namun.Peluang Indonesia untuk dapat bersaing dalam MEA 2015 sebenarnya cukup besar. Beberapa negara-negara ASEAN sudah mempersiapkan diri. Singapura. kita harus dapat menginventarisir sektor-sektor potensial yang menjadi unggulan. karena pemerintah telah mempersiapkan diri melalui pembentuan ASEAN Economic Committee yang melibatkan pemerintah dan dunia usaha. seperti Thailand. kemajuan Indonesia harus perlu dipertajam agar bisa mengambil manfaat terbesar dari terbentuknya MEA. Tingkat pelaksanaan MEA masih seusai rencana. Dari 12 sektor prioritas yang akan diimplementasikan pada MEA 2015.” ndonesia sendiri berambisi untuk menjadi pemenang MEA. Marty Natalegawa . Malaysia dan Indonesia. Persiapan yang dilakukan oleh Indonesia pun masih sekitar 84% dan ini masih terus bertambah. saat ini Indonesia merupakan peringkat 16 di dunia untuk besarnya skala ekonomi. tingkat kesiapan kita perlu semakin dipertajam agar Indonesia menjadi pemenang. Menteri Luar Negeri. Perbaikan peringkat investasi indonesia oleh lembaga pemeringkat dunia serta masuknya indonesia sebagai peringkat empat prospective destinations berdasarkan UNCTAD World Investment report. “Tingkat score card nasional kita 84%. perekonomian indonesia masih dapat terjaga untuk tumbuh positif. Masih kuatnya fundamental perekonomian Indonesia dapat dilihat ketika banyak negara yang “tumbang” diterpa pelemahan perekonomian global . sudah saatnya kita berbenah dan melakukan tindakan-tindakan efektif dan terarah yang didukung oleh berbagai pihak. Besarnya skala ekonomi juga didukung oleh proporsi penduduk usia produktif dan pertumbuhan kelas menengah yang besar.

Singapura dan Malaysia. Akan tetapi saingan berat Indonesia datang dari Thailand. Laos. Sehingga perusahaan-perusahaan memanfaatkan perubahan yang terjadi di ASEAN tersebut untuk menciptakan efisiensi. terutama pada pemerintahan dan reformasi lembaga-lembaga dan prosedur administratif sesuai dengan praktik internasional. dikarenakan factor infrasruktur yang masih perlu dibenahi dan perlunya sosialisasi kepada pengusaha (kecil. Adapun negara-negara seperti Vietnam. negara-negara seperti Singapura. mereka juga menyadari penghematan biaya akan mengembangkan manfaat yang kompetitif. Karena ketiga negara ini pesaing terberat dalam bidang ansuransi. dan Myanmar di-set untuk menjadi pusat-pusat manufaktur. Selain itu. antara lain di bidang politik dan keamanan. dan Indonesia akan berkembang sebagai pusat-pusat bisnis regional.1 Kesiapan Vietnam menghadapi AEC/MEA 2015 Vietnam telah mengambil langkah-langkah untuk mempersiapkan menghadapi ASEAN Economic Community (AEC).mengungkapkan. Setidaknya akan ada tiga negara yang menjadi pesaing berat bagi Indonesia. “semua kalangan harus siap menghadapi MEA pada 2015 termasuk kesiapan yang datang dari industri asuransi.” Selain itu dikarenakan. “pemerintah terus mempertajam pilar pembentukan Komite Ekonomi ASEAN 2015. Seperti yang di katakan Presiden Direktur PT JLT Arman Juffry. menengah dan besar) dan pekerja serta masyrakat 3. Malaysia.9. Dapat dikatakan bahwa Indonesia masih belum sepenuhnya siap untuk menghadapi MEA. ekonomi dan budaya”. .

AEC juga akan menjadi alat utama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi global. kerangka hukum selesai. Deputi Direktur Departemen Ekonomi Makro di bawah Kementerian Perencanaan dan Investasi Central Institute for Economic Management (CIEM). lingkungan bisnis harus ditingkatkan. Thanh menyatakan bahwa Vietnam memiliki langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan potensi internal mengembangkan kebijakan ekonomi makro yang efektif. Uni Eropa. dan memfasilitasi proses integrasi dengan menarik investasi. sementara daya saing global perekonomian belum membaik secara signifikan. Selain itu. dan lokasi geografis yang menguntungkan. Vietnam masih menghadapi sejumlah kesulitan. Menurut CIEM. AEC dianggap kaya akan potensi dengan pasar lebih dari 500 juta konsumen. Menurut Wakil Kepala CIEM Vo Thanh Tri. terutama dalam hal kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur. meningkatkan daya saing dan integrasi dalam ekonomi global. penduduk muda. dan dukungan yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang . relatif tingginya pertumbuhan ekonomi. sebagai mitra penting dari kekuatan regional dan global seperti Amerika Serikat. membuat pernyataan selama lokakarya pada tanggal 12 Desember untuk menilai kesiapan Vietnam menjelang bergabung dengan AEC pada tahun 2015. AEC akan menjadi kawasan ekonomi yang dinamis. Secara khusus.Nguyen Anh Duong. China. Pemerintah harus siap dan bersedia untuk secara aktif mengintegrasikan dan bersaing dalam AEC pada semua tingkatan. dan Jepang.

sementara juga meningkatkan persaingan di rumah. dan mempromosikan aliran bebas untuk barang. jasa. dan mobil. kayu. AEC didirikan dengan tujuan menciptakan pasar yang bersatu dan basis produksi untuk negara-negara anggota ASEAN. para pemimpin ASEAN memutuskan untuk mempercepat pembentukan AEC pada tahun 2015. ASEAN Economic Community (AEC). Ada 12 sektor pada daftar prioritas selama integrasi AEC: produk pertanian. yang terdiri dari tiga pilar utama: ASEAN Political-Security Community (APSC). dan ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC). Pada tahun 2007. para pemimpin ASEAN mendefinisikan Visi ASEAN 2020. teknologi informasi. Pada tahun 2003. penerbangan. Menurut para ekonom. elektronik. karet. e-ASEAN (e-commerce). terutama di industri manufaktur dan pertanian. AEC akan memberikan kesempatan yang baik bagi Vietnam untuk sangat memperluas pasar dengan biaya input yang lebih rendah dan peluang investasi yang lebih. produk akuatik. tekstil. dan tenaga kerja terampil di antara negara-negara ASEAN. Beberapa mencatat AEC merupakan wilayah dengan berbagai tingkat pembangunan. investasi. pelayanan medis. sehingga perlu untuk setiap negara memiliki inisiatif rasional sendiri dan rencana untuk partisipasi. dan logistik .bekerja untuk meningkatkan inovasi teknologi dan riset pasar.