You are on page 1of 6

Tes sensibilitas meliputi apa saja serta bagaimana interpretasinya?

PEMERIKSAAN MOTORIK INTERPRETASI
Pemeriksaan
postur/posisi Tidak ada gerakan involunter
pasien secara keseluruhan
Tonus

Kekuatan

Normotonus: tahanan ringan dirasakan

setiap arah gerakan
Hipotonus: tonus

menurun.

Tahanan

dirasakan hilang saat digerakkan
 Hipertonus: tonus meningkat
5 = kekuatan normal, mampu melawan
tahanan penuh
4 = gerakan sedang, mampu melawan
tahanan ringan
3 = gerakan melawan gravitasi, namun tidak
mampu melawan tahanan
2 = tidak dapat melawan gravitasi, hanya
mampu bergeser
1 = hanya mampu menggerakkan bagianbagian otot saja

Trofi otot

0 = tidak ada gerakan
Abnormal bila terdapat perbedaan > 2 cm
antara ekstremitas kiri dan kanan

PEMERIKSAAN FUNGSI SENSORIK
Pemeriksaan sensasi taktil

INTERPRETASI
Mengatakan ya setiap kali ia

Pemeriksaan sensasi nyeri superfisial

merasakan sentuhan kapas
Mengatakan tajam bila tusuk gigi
yang ditusukkan bagian yang tajam
dan mengatakan tumpul bila tusuk
gigi yang ditusukkan bagian yang

Pemeriksaan posisi dan arah gerak sendi

tumpul
Mengatakan

atas

bila

jari

digerakkan ke atas dan mengatakan
bawah bila jari digerakkan ke
bawah

1.Pemeriksaan sensasi getar atau fibrasi Mengatakan teraba bila dasar garfu tala telah diletakkan pada tonjolan tulang Pemeriksaan sensasi diskriminasi dua Mampu membedakan satu titik dan titik dua titik KELUMPUHAN LMN Kelumpuhan LMN timbul akibat kerusakan pada final common path. Anggota gerak yang dilanda kelumpuhan LMN adalah ekstremitas. reflaks patologis yang negatif dan atrofi otot. Kelumpuhan LMN akibat lesi di motoneuron Motoneuron-motoneuron berkelompok di kornuanterius dan dapat mengalami gangguan secara selektif atau terlibat dalam satu lesi bersama dengan bangunan sekitarnya. 2. Kelumpuhan bersifat flaksid ditandai dengan menurunnya atau menghilangnya refleks fisiologis. 3. Kelumpuhan pada LMN antara lain polio. tetapi pada tahap lanjut tanda-tanda LMN yang tersisa. mengakibatkan lesi vaskuler pada satu sampai beberapa segmen sehingga menimbulkan (a) kelumpuhan LMN bilateral. (b) hilangnya perasaan akan nyeri. A. sehingga di dalam klinik dikenal berbagai macam sindrom lesi. Sindrom lesi di kornuanterius Disebabkan oleh lesi yang merusak motoneuron. (c) slow viral injection dan (d) akibat toksin yang berlokasi di substansia grisea sentralis. Sindrom lesi yang merusak motoneuron dan funikulus anterolateralis Pada umunya sindrom ini disebabkan oleh penyumbatan arteri spinalis anterior. Pada tahap dini. suhu dan perabaan pada bagian tubuh . motor end plate dan otot. seperti poliomyelitis anterior akut. mielitis transversa dan sindrom Guillain Barre (SGB). (b) penyakit keturunan. Sindrom lesi yang selektif merusak motoneuron dan jaras kortikospinal Beberapa patogenesis yang mungkin telah dikemukakan yaitu (a) poliomyelitis kronik. terlihat tanda kelumpuhan LMN dan UMN secara berbauran.

(c) masih utuhnya kemampuan untuk merasakan rangsang gerak. yang beberapa lubang di pusat substansia grisea central. Sebagai akibatnya terjadi kelumpuhan LMN.secara bilateral dari tingkat lesi ke bawah. Di tingkat torakal dan lumbal atas saraf spinal langsung berlanjut sebagai saraf perifer. radiks ventralis dapat mengalami gangguan setempat misalnya karena penekanan akibat nucleus pulposus yang menjebol ke dalam ruang kanalis vertebralis atau penekanan oleh eksositosis atau neoplasma. Kelumpuhan LMN akibat kerusakan pada pleksus brakhialis dan pleksus lumbosakralis Radiks ventral dan radiks dorsal bergabung di foramen intervertebrale. adanya disosiasi sensibilitas dan hilangnya reaksi neurovegetatif pada bagian tubuh yang merupakan kawasan sensorik dan motorik segmensegmen tubuh yang diduduki siringomielia. B. yang dalam klinik dikenal sebagai sindrom Guillain-Barre. Kelumpuhan akibat kerusakan pada semua radiks ventralis Kelumpuhan ini dicirikan oleh adanya fibrilasi. C. Di siku dapat terjadi peradangan komplikasi radang selaput arachnoid (arachnoiditis). Penekanan pada radiks ventral C5 dan C6 menimbulkan atrofi dan kelemahan tenaga otot yang berasal dari miotoma C5 dan C6. 1. Selanjutnya. sikap dan posisi bagian tubuh. 2. Kelumpuhan akibat kerusakan pada radiks ventralis setempat Kelumpuhan ini tidak berartijika yang dilanda bukanlah otot anggota gerak. Berlatarbelakang organisasi structural tersebut. kecanggungan gerakan volunteer dapat dideteksi oleh pasien sendiri dan juga oleh dokter. tetapi ditingkat intumesensia servikalis dan pleksus brakialis. Proses imunopatologik juga dapat melanda semua radiks ventralis sepanjang medulla spinalis berikut dengan segenap radiks dorsalis. lalu ikut membentuk sebagian muskulatur lengan atas dan sebagian juga otot tangan. terutama yang menggerakan ibu jari dan jari telunjuk. Lain halnya jika yang dilanda adalah otot anggota gerak. sehingga menjadi satu berkas. maka . Anyaman pleksus brakhialis membentuk fasikulus yang merupakan induk saraf perifer bagian lengan. Kerusakan ini merupakan perwujudan reaksi imunopatologik. 4. yang dikenal sebagai saraf spinal. Sindrom lesi tunggal di pusat substansia grisea Disebabkan oleh lesi tunggal. getar. Kelumpuhan LMN akibat di lesi radiks ventralis Radiks ventralis merupakan berkas akson-akson motoneuron.

a.brachialis dan m. n. b.frenikus.supraspinatus.teres mayor. Lesi pada fasikulus posterior Jarang terjadi kelumpuhan LMN dan defisit sensorik dapat dijumpai pada kawasan n. Pada sindrom akibat proses difusi di seluruh pleksus brakhialis terdapat kelumpuhan LMN dengan fibrilasi dan nyeri spontan yang dapat bergandengan dengan hipaglesia atau dengan paretesia. n. 1. korakobrachial dan lain-lain otot yang disarafi oleh n. kecuali otot-otot intrinsik tangan.subskapularis. Kelumpuhan akibat lesi di pleksus brakhialis Dapat disebabkan oleh lesi yang merusak secara menyeluruh atau setempat. Kelumpuhan akibat lesi di fasikulus a. Pada umunya gerakan tangan di sendi pergelangan tangan masih utuh dan gerakan jari-jari tangan tidak terganggu. 2. maupun di saraf perifer.radialis.kelumpuhan yang melanda lengan dapat dibedakan dalam kelumpuhan lengan akibat lesi di pleksus brakhialis. Lesi pada fasikulus medialis Menimbulkan kelumpuhan LMN dan defisit sensorik di kawasan motorik dan sensorik n.medianus. c.supraskapularis. oleh karena itu lengan bergantung lemas dalam sikap endorotasi pada sendi bahu dengan siku lurus dan lengan bawah dalam sikap pronasi.bisep brachii. Saraf perifer yang terutama disusun oleh serabut-serabut radiks ventral dan dorsal C5 dan C6 adalah n. m. Meskipun gejalagejala abnormal yang berat terdapat di kawasan bahu. n. m.ulnaris. Lesi di fasikulus lateralis Dapat terjadi akibat dislokasi tulang humerus ke lateral dan menimbulkan kelumpuhan LMN pada otot-otot bisep brachial. Lesi seperti ini menyebabkan ekstensor dan jari tangan lumpuh dan tangan juga tidak dapat ditekukkan di sendi pergelangan tangan. Deficit sensorik dapat ditemukan pada daerah sempit kulit yang memanjang disamping ulna dari pergelangan sampai pertengahan lengan bawah. b. pada umumnya yang berat terdapat di kawasan motorik dan sensorik C5 dan C6 saja. m.ulnaris.torakalis longus.brachioradialis. . Kelumpuhan Klumpke Disebabkan oleh kerusakan serabut-serabut radiks T1 dan C8. m. fasikulus. Kelumpuhan Erb-Duchenne Kelumpuhan ini melanda m.skapularis dorsalis dan n.

seratus anterior.3. N. m. 4. Aksilaris Mengakibatkan kelemahan otot deltoid. kedua m. m.ekstensor karpi radialis longus.digitorum profunda. Medianus Nervus medianus sering terjepit atau tertekan.trisep dan m. sehingga ibu jari. Radialis Otot-otot yang dipersarafinya adalah m. dari C5.ulnaris mengakibatkan kelumpuhan pada m. N. Kelumpuhan akibat lesi di saraf perifer yang berinduk di pleksus brakhialis a.ulnaris. m.lumbrikalis sisi ulna. e.abduktor polisis dan m. Kelumpuhan otot yang ditimbulkan berlangsung pada lokasi lesi. b. maupun terpotong bersama n. jari telunjuk dan jari tengah tidak dapat difleksikan. m.brachioradialis. d. mengingat saraf ini berjalan ke sepanjang lengan. c.supinator. sedangkan otot-otot lainnya menjadi lumpuh. tanpa pembentukan fasikulus. Kelumpuhan yang menyusulnya melanda ketiga jari sisi radial. m. Defisit sensorik mungkin dapat dirasakan di daerah kecil pada bagian atas lateral dari lengan. Atrofi otot-otot tenar akan cepat menyusun kelumpuhan tersebut. Muskulokutaneus Dapat menyebabkan kelumpuhan pada otot bisep dan sebagian m. m. Apabila lesi pada 1/3 bagian bawah.brachialis.obturatorius.fleksor karpi ulnaris. Ulnaris Lesi pada n. m. N. C6 dan C7. f.femoralis dan n. N.brachioradialis tidak terkena kelumpuhan. Nervus torakalis longus. N. sedangkan saraf-saraf yang berinduk pada .digitorum. Lesi pada nervus ini mengakibatkan tersingkapnya margo vertebralis tulang belikat. mengurusi persarafan motorik dan sensorik pada tungkai bagian atas.trisep.ekstensor karpi radialis brevis. m. m. akibat kelumpuhan m. dll.palmaris brevis.fleksor polisis brevis. Kelumpuhan akibat lesi di saraf perifer yang berinduk pada pleksus lumbosakralis Saraf-saraf yang berinduk pada pleksus lumbalis adalah n. kontur bahu datar dan lengan tidak dapat diabduksikan maupun eksorotasi.

D. Kelumpuhan akibat lesi pada motor and plate Gangguan pada pengantaran impuls motorik ke serabut otot skeletal dapat menyebabkan tipe gangguan ini. mengurus persarafan motorik dan sensorik bagian dorsal dan lateral tungkai atas. E. n. Lesi pada pleksus sakralis menyebabkan gejala klinis berupa kaki menjulai yang diiringi defisit sensorik. Miositis ialah segala macam penyakit otot yang disebabkan oleh infeksi baik secara langsung maupun tak langsung. n. Pleksus lumbalis berasal dari T12 sampai L4 sedang pleksus sakralis dari L4 sampai S4. Lesi pada pleksus lumbalis bukanlah gejala motorik.ischiadikus. apalagi mengingat bahwa masih ada aktivitas dari cholines terase untuk menghancurkan acethylcoline itu. 2. Patofisiologinya umum yang dikenal saat ini adalah adanya gangguan pada proses pelepasan neurotransmitter acethylcoline. Miopati Penyakit-penyakit otot yang tidak herediter dan tidak disebabkan oleh proses infeksi dinamakan miopati. .gluteus superior. Adapun otot yang mengalami kelumpuhan bergantung pada motor end plate yang mengalami kerusakan. sehingga potensial aksi yang dihasilkan sangatlah kecil. b.pleksus sakralis adalah n. melainkan gejala sensorik yang mengganggu penghidupannya. 3.gluteus inferior. sehingga kelumpuhan yang bermakna dapat terlihat. Distrofia muskulorum Segala macam penyakit otot yang disebabkan oleh faktor patologik kromosomal dinamakan distrofia otot. a. Kelumpuhan akibat lesi di otot 1.