You are on page 1of 8

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam

dunia

industri

sebuah

proses

manufacturing

diharapkan

menghasilkan produk dengan kualitas tinggi,karena semakin tinggi teknologi yang
digunakan, maka semakin tinggi pula tuntutan terhadap kualitas produk yang
dihasilkan. Kualitas tersebut salah satunya adalah akurasi dan kepresisian yang
tinggi suatu produk atau part . Salah satunya yang berperan adalah penggunaan
amplas pada proses manufacturing untuk mendapatkan permukaan yang halus
serta mempunyai tingkat kepresisian tinggi.Integrasi dari perakitan merupakan hal
yang perlu diperhatikan, sehingga tidak perlu terjadi kesalahan komunikasi pada
bagian assembling yang mengakibatkan kerugian terhadap material,waktu kerja,
dan biaya.
Pada kesempatan kali ini akan dibahas bagaimana penggunaan amplas, apa
saja jenis – jenis amplas yang sering digunakan dalam proses manufacturing. Dan
kelebihan apa saja yang didapatkan dalam penggunaan amplas.

1

Laporan Lab. Mesin/ Dadih/ 4315215006

BAB 11
TEORI DASAR
1). AMPLAS / SAND PAPER
Amplas

berfungsi

untuk

menghaluskan

permukaan

dengan

cara

digosokkan, halus dan kasarnya kertas amplas ditunjukkan oleh angka yang
tercantum dibalik kertas amplas tersebut. Semakin besar angka yang tertulis
menunjukkan semakin halus dan rapat susunan pasir amplas tersebut. Amplas
digunakan untuk mengamplas lapisan cat, putty (dempul) atau surfacer.
2.) JENIS-JENIS AMPLAS BERDASARKAN FUNGSINYA
Berdasarkan fungsinya, amplas dikelompokkan menjadi 2 yaitu :

Amplas Besi Atau Logam

Amplas besi

adalah amplas yang digunakan untuk meratakan dan

menghaluskan sebuah benda kerja berupa besi atau logam, atau kerak-kerak besi.
1. Amplas besi terbuat dari baku silicon carbide
2. Pada amplas besi terdapat nomor, nomor tersebut berkisar dari angka 1
sampai 300, yang menandakan tingkat kehalusan dan kekasaran dari
amplas tersebut. Cara membacanya angka 1 merupakan amplas kasar, dan
amplas 300 merupakan amplas super halus, Jadi makin besar nomor yang
terdapat pada amplas maka tingkat kekasaran amplas tersebut makin halus.
3. Namun realitas yang terjadi dilapangan, jenis angka yang beredar biasanya
dimulai dari angka 100 sampai 1000, akan sangat jarang sebuah tokoh
mensuply stock ampals dengan tingkat kehalusan secara berurutan,
biasanya sebuah toko bangunan atau toko cat yang mempunyai stock
amplas dengan kelipatan 100, 200, 300, 400, 600, 800, 1000, 1500. Ini
merupakan contoh ukuran amplas yang dijual dipasaran.

2

Laporan Lab. Mesin/ Dadih/ 4315215006

4. Kenapa ukuran amplas berbeda, karena partikel yang digunakan berbeda,
sesuai dengan kegunaan amplas tersebut. jenis-jenis amplas yang tepat
agar penggunaannya tidak malah merusak komponen kendaraan.

Amplas Kayu

Amplas kayu adalah suatu jenis amplas yang digunakan meratakan atau
menghaluskan benda kerja dalam bentuk kayu. Jenis amplas kayu tidak jauh beda
dengan amplas besi atau logam, hanya terletak pada penggunaannya. Karena yang
berhubung ini mata kuliah teori dan cat, maka jenis amplas yang dibahas adalah
yang berhubungan mata kuliah ini.
3.) JENIS-JENIS AMPLAS BERDASARKAN PENGGUNAANNYA
Berdasarkan penggunaannya, amplas dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
Amplas kering dan amplas basah

Amplas Kering

Amplas kering adalah suatu jenis amplas yang digunakan untuk meratan atau
menghaluskan benda kerja atau panel tampa cairan.

Amplas Basah

Amplas basah adalah suatu jenis amplas yang digunakan untuk meratakan atau
menghaluskan benda kerja dengan menggunakan air atau spertus secara
bersamaan.

Kedua amplas ini masing-masing memiliki keuntungan dan

kekurangannya tersendiri.
4.)

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN AMPALAS KERING DAN

BASAH

3

Laporan Lab. Mesin/ Dadih/ 4315215006

Kedua jenis amplas ini mempunyai keunggulan dan kekurangannya
masing-masing, yaitu :
Kelebihan atau keuntungannya

kertas amplas tahan lama

pekerjaan lebih cepat selesai

lantai tempat kerja tidak becek

tidak perlu isolasi

Kekurangannya menggunakan kertas amplas kering:

Menimbulkan debu di mana-mana

Suara berisik

Kertas amplas mudah kotor mudah tertutup

Hasilnya tidak bisa langsung dilihat

Kelebihan atau keuntungan kertas amplas basah :

Tidak menimbulkan debu

Kertas amplas tidak lekas kotor tidak lekas tertutup

Hasilnya bisa langsung diliha

Kekurangannya menggunakan kertas amplas basah:

4

Waktu pengeringan lebih lama

Tempat kerja jadi becek

Laporan Lab. Mesin/ Dadih/ 4315215006

Harus menyediakan air

Pengejaan lebih lama dan butuh isolasi

Kertas amplas tidak tahan lama

5.) CARA MENGAMPLAS YANG BENAR

Pilih kertas amplas yang sesuai, kemudian potong menjadi 4 bagian

Pegang kertas amplas, jika menggunakan landasan maka sisi kertas amplas
harus

dipegang rapat landasan jangan menggunakan bahan yang keras

(kayu / besi)

Tekan kertas amplas secukupnya kemudian gerakkan pada permukaan.
Untuk permukaan yang rata, gunakan landasan yang rata pula

6.)

BERMACAM-MACAM BENTUK AMPLAS, MATERIAL SERTA

KEKASARANNYA.
Berdasarkan bentuk, material serta kekasarannya, amplas diklasifikasi menjadi
beberapa aitem yaitu :
a). Klasifikasi Bentuk, berdasarkan bentuknya amplas dibedakan menjadi tipe roll
dan tipe lembaran. Tipe roll ada yang berbentuk membulat dan ada yang
berbentuk empat persegi panjang. Demikian juga tipe lembaran dibedakan dalam
bentuk bulat dan empat persegi panjang.

5

Laporan Lab. Mesin/ Dadih/ 4315215006

Tipe roll

Tipe lembaran
Amplas tipe roll dan tipe lembaran

b). Klasifikasi cara pemasangan, berdasarkan klasifikasinya amplas dibedakan
tipe adhesive, tipe velcro, dan tipe non adhisive.
c). Klasifikasi material, berdasarkan materialnya perbendaan didasarkan

pada

jenis material belakang dan material partikel abrasifnya.
Berdasarkan material belakang ada empat jenis, yaitu kertas, kertas tahan air, kain,
dan fiberglass.

6

Laporan Lab. Mesin/ Dadih/ 4315215006

Ditinjau dari material partikel abrasifnya dibedakan ada yang terbuat dari silicon
carbide, dan ada yang terbuat dari oxidized aluminium. Amplas terdiri dari
partikel abrasif yang diletakkan pada material backing. Partikel abrasif yang
terbuat dari silicon carbide, terpecah-pecah menjadi butiran kecil pada saat
pengamplasan, dan secara konstan memunculkan tepian yang baru dan tajam.
Partikel-partikel ini sangat sesuai untuk mengamlpas (sanding) cat yang relatif
lunak. Sebaliknya, karena partikel aluminium oxide sangat kuat dan tahan aus,
maka material ini sangat sesua untuk mengamplas (sanding) cat yang relatif keras.
Ada dua metode yang digunakan dalam melapisi partikel abrasive pada material
backing, yaitu metode lapisan terbuka dan lapisan tertutup. Pada metode lapisan
terbuka, ada jarak yang lebih lebar diantara partikel-pertikel. Hal ini
memungkinkan partikel yang diamplas terlepas dari partikel abrasif, dan
mencegah permukaan amplas menjadi ntersumbat. Metode lapisan terbuka ini
terutama digunakan untuk pengamplasan kering (dry-sanding).
Amplas tipe lapisan tertutup memiliki partikel abrasif yang dikemas rapat dan
digunakan terutama untuk pengamplasan basah (wet sanding), dimana tidak ada
resiko amplas menjadi tersumbat.
d). Klasifikasi Grit (kekerasan)
Nomor grit biasanya dicetak pada bagian belakang amplas. Semakin besar nomor
grit, semakin halus partikel abrasifnya.
Rentang nomor dari nomor grit yang digunakan untuk pengecatan automotif
adalah antara #60 dan #2000.
Tabel berikut memperlihatkan perbedaan nomor grit secara umum.
No.grit
#60

#80

#120

#180

#240

#320

#600

#1000 #2000

Menghapus
Tipe

7

Cat

Laporan Lab. Mesin/ Dadih/ 4315215006

Mengamplas dempul
Plastik
Mengamplas
pekerjaan

surfacer
Mengamplas
cepat

setelah

aplikasi top coat
Sebelum menggunakan amplas, faktor yang sangat penting adalah memilih
nomor grit yang berpengaruh pada hasil kerja, dan seberapa lama pekerjaan
dilakukan.
Sebagai contoh pemborosan waktu dan tenaga akan terjadi, apabila amplas dengan
kekasaran yang halus, misal #600 digunakan untuk mengupas cat aslinya, apabila
top coat diaplikasi setelah mengupas permukaan dengan amplas yang memiliki
grit #60, maka tidak akan diperoleh lapisan akhir yang halus, seberapapun lapisan
diaplikasikan.
Dalam praktek tanda yang ditinggalkan oleh amplas dengan grit #80 tidak
dihilangkan dengan mudah oleh grit #200. oleh sebabitu, yang penting untuk
dilakukan adalah berganti pada grit yang lebih halus secara bertahap, sehingga
dapat menghilangkan goresan yang ditiggalkan oleh amplas terdahulu.
e). Material sanding tipe lain
Disamping amplas, ada pula material sanding yang lain, yaitu material dimana
syntetic fiber dapat dikusutkan seperti felt. Menggunakan adesif, partikel abrasif
dikaitkan satu sama lain oleh fiber.
Oleh karena fleksibilitasnya, maka materialini sangat sesuai untuk pekerjaan
sanding permukaan yang memiliki konfigurasi panel relatif komplek (rumit), yang
tidak mudah dijangkau oleh amplas.
Oleh karena ketahanan air dan keandalannya yang tinggi maka ia dapat digunakan
pada pengamplasan basah dan pengamplasan kering.

8

Laporan Lab. Mesin/ Dadih/ 4315215006