You are on page 1of 9

No.

CAKUPAN
%

JENIS KEGIATAN

TARGET
%

I.
B.
1

UPAYA KESEHATAN WAJIB
UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN
Cakupan Pengawasan Rumah Sehat

2

Cakupan Pengawasan Sarana Air Bersih

0.96

3

Cakupan Pengawasan Jamban

0.95

4

Cakupan pengawasan SPAL

1.07

5

Cakupan Pengawasan Tempat-Tempat Umum (TTU)

5.91

6

Cakupan Pengawasan Tempat Pengolahan Makanan (TPM)

1.01

7

Cakupan Pengawasan Industri

8

Cakupan Kegiatan Klinik Sanitasi

26.78

75.00

KESENJANGAN
%

-48.22
-79.04

80.00
-74.05
75.00
-78.93
80.00
-69.09
75.00
-73.99
75.00
-75.00

-

75.00
39.17

-35.83
75.00

ANALISIS MASALAH

IDENTIFIKASI MASALAH terdapat 8 program yang belum mencapai target yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kota Cimahi .1.

PRIORITAS MASALAH MASALAH URGENTION SERIOUSNESS GROWTH SCORE Cakupan Pengawasan Rumah Sehat 4 4 3 48 Cakupan Pengawasan Sarana Air Bersih 5 5 4 100 Cakupan Pengawasan Jamban 3 4 3 36 Cakupan pengawasan SPAL 4 5 5 80 Cakupan Pengawasan Tempat-Tempat Umum (TTU) 2 3 3 18 Cakupan Pengawasan Tempat Pengolahan Makanan 3 (TPM) Cakupan Pengawasan Industri - 4 5 60 - - Cakupan Kegiatan Klinik Sanitasi 4 4 4 64 .2.

04 3. Jan – 2013 - Des Kel. Cakupan Kegiatan Klinik Sanitasi Masyarakat Jan – 2013 Des Kel. RUMUSAN MASALAH No Masalah Siapa Yang Terkena Masalah Kapan Masalah Itu Terjadi Dimana Masalah Itu Terjadi Berapa Besar Masalahnya UPAYA KESEHATAN WAJIB Upaya Kesehatan Lingkungan 1. Melong -74.83 . Cakupan pengawasan SPAL Masyarakat Jan – 2013 Des Kel.05 4.99 7. Cakupan Pengawasan Sarana Air Bersih Masyarakat Jan – 2013 Des Kel. Cakupan Pengawasan Tempat-Tempat Umum (TTU) Masyarakat Jan – 2013 Des Kel.22 2. Melong -69.93 5. Cakupan Pengawasan Tempat Pengolahan Makanan Masyarakat (TPM) Cakupan Pengawasan Industri 8.09 6. Melong -73. Cakupan Pengawasan Rumah Sehat Masyarakat Jan – 2013 Des Kel. Melong -79. Melong -48.3.00 -35. Melong -78. Melong - -75. Cakupan Pengawasan Jamban Masyarakat Jan – 2013 Des Kel.

1 Menentukan Akar Penyebab Masalah 3.3.04%) Kurangnya sarana penyuluhan (Leaflet & Brosur) Kondisi lingkungan sulit ubah Terdapatnya pabrik di sekitar Kepadatan penduduk tidak sebanding dengan sumber air Perumahan warga SARANA DANA LINGKUNGAN .1 Upaya Promosi Kesehatan MANUSIA Tingkat pengetahuan mengenai sumber air bersih masih kurang METODE Tingkat kepedulian terhadap sumber air bersih kurang Koordinasi lintas sektor masih kurang optimal Koordinasi lintas program masih kurang optimal Cakupan Pengawasan Sarana Air Bersih (-79.2.

Actuating 1. 3. Dilaksanakannya penyuluhan mengenai pentingnya menjaga sumber air bersih baik di puskesmas atau di posbindu. . 3. Pencatatan dan Pelaporan. Kerjasama lintas sektoral dengan pemerintah dan tokoh masyarakat setempat dan pihak swasta. Membuat sumur resapan air. 4. 5. C. Planning 1. Penyuluhan kepada masyarakat 2.Proses A. Dilaksanakan pembinaan peran aktif masyarakat untuk membuat sumur resapan air. B. 2. promosi kesehatan. Kerjasama lintas program dengan pemegang program pemberantasan penyakit menular dan tidak menular. Dilaksanakan kerjasama lintas sektoral dengan pemerintah dan tokohmasyarakat setempat dan pihakswasta. Organizing Dalam pelaksanaan program kesehatan lingkungan memerlukan kerjasama lintas sektoral dan program agar dapat berjalan secara optimal serta masyarakat.

Controlling Pengawasan yang dilaksanakan Puskesmas Melong Asih untuk pelaksanaan program ini adalah pengawasan langsung oleh koordinator program Kesehatan lingkungan yang bertanggung jawab secara langsung kepada kepala puskesmas. 5. promosi kesehatan. Accessibility(keterjangkauan) Kegiatan penyuluhan program pengawasan air bersih dapat dilakukan di posbindu & puskesmas selama tenaga kesehatan dari puskesmas memadai dan masyarakat mampu kooperatif dalam melaksanakan program tersebut sehingga kegiatan mudah terjangkau oleh masyarakat. 3. Accountability(pertanggung jawaban) .4. 4. Dilaksanakan pencatatan dan Pelaporan D. Availability(ketersediaan) Program pengawasan air bersih ada dan telah disusun secara sistematis untuk digunakan di masyarakat 2. Output 1. Acceptability(penerimaan) Penerimaan tentang program pengawasan air bersih oleh masyarakat di wilayah kerja puskesmas dirasakan kurang baik dikarenakan kurangnya kepedulian dan kesadaran mengenai program tersebut. Dilaksanakan kerjasama lintas program dengan pemegang program pemberantasan penyakit menular dan tidak menular.

8. Seharusnya pemegang program kesling SKL (Sarjana Kesehatan Lingkungan). karena kegiatan kesling ini cukup dengan penyuluhan-penyuluhan tentang berbagai hal tentang air bersih dengan sasaran masyarakat di wilayah puskesmas setempat lalu dilakukan pencatatan. 6. Competency(kecakapan) Kemampuan petugas masih sudah sesuai dengan program kesehatan lingkungan ini. oleh karena keterbatasan petugas dan ketidak tersediannya waktu yang terprogram dari promkes ini. Promotif a. dan pelaporan hasil kegiatan. 7. Melakukan penyuluhan dan pembinaan mengenai air bersih di dalam gedung dan luar gedung secara berkala . Care(perhatian) Petugas puskesmas dan kader sudah memberikan pelayanan dan penyuluhan. Pemecahan Masalah 1. Comprehensibility(kepahaman) Pemahaman mengenai kegiatan ini tidaklah terlalu sulit. Continuitykeberlangsungan) Keberlangsungan kegiatan kesehatan lingkungan kurang berjalan dengan baik. akan tetapi pemahaman dan aplikasi pelaksanaan pengawasan air bersih di masyarakat masih kurang. 5.Pelaksana program merupakan ahli di bidangnya karena memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai. hal ini dapat dilihat dari hasil cakupan pengawasan air bersih yang belum mencapai target.

b. Jadwal kegiatan penyuluhan dibuat jauh-jauh hari sebelumnya sehingga masyarakat dapat ikut berpartsipasi . Lokasi posbindu di alokasikan ketempat yang mudah dijangkau masyarakat. Preventif a. c. Melakukan kerjasama lintas program dengan promkes . P2M. Pelatihan dan pemberian motivasi bagi kader sehingga mengerti dan paham apa yang harus dikerjakan seperti meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan penyuluhan yang dilakukan.b. Melakukan penyuluhan di tempat-tempat dengan partisipasi masyarakat c. serta pendekatan sektoral dan pihak swasta 2.